Jurnal Curvanomic
Not a member yet
715 research outputs found
Sort by
PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PENGANGGURAN TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh pertumbuhan ekonomi dan pengangguran terhadap indeks pembangunan manusia pada kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan data dianalisis menggunakan model regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pengangguran berpengaruh positif dan signifikan terhadap indeks pembangunan manusia pada kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat. Pengangguran yang tinggi menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan kesejahteraannya. Keberhasilan pembangunan ekonomi suatu daerah dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dengan meningkatnya pertumbuhan diharapkan juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan dapat meningkatkan pembangunan manusia dengan indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Kata Kunci: Pertumbuhan Ekonomi,pengangguran, Indeks Pembangunan Manusia (IPM
Implementasi Pemanfaatan Dana Desa terhadap pembangunan dan pemberdayaan di Desa Kalimas Kecamatan Sungai Kakap
Penelitian ini berjudul implementasi pemanfaatan Dana Desa terhadap pembangunan dan pemberdayaan di Desa Kalimas Kecamatan Sungai Kakap, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan manfaat yang dirasakan Masyarakat Desa Kalimas setelah dibentuknya program bantuan Dana Desa dan faktor apa saja yang mendorong dan menghambat, program yang dilaksanakan pemerintah Desa Kalimas dalam membangun dan memberdayakan masyarakatnya. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif dan kuantitatif, hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari sisi bidang pembangunan desa, program yang dibentuk dan dilaksanakan pemerintah Desa Kalimas sudah baik, seperti bertambahnya jalan rabat beton, terbangunnya jalan tembusan, dan bertambahnya pembangunan jembatan di Desa Kalimas namun, sistem pelaksanaannya masih kurang optimal, hal itu dikarenakan pembangunan fisik seperti membangun jalan dan jembatan, yang dibuat pemerintah dari sisi ketahan dan kwalitas jalan masih sangat kurang, mudah rusaknya jalan dan jembatan menjadi faktor, kurang optimalnya pelaksanaan aparatur desa. Dari bidang pemberdayaan program yang dibuat sudah terlaksana dengan baik namun, masih memiliki kendala dalam pembagian bantuan yang dirasakan masyarakat masih kurang adil, serta kurangnya informasi pemerintah desa dalam mengadakan pelatihan-pelatihan dibidang pemberdayaan. Kata kunci : Dana Desa, Bidang Pembangunan , Bidang Pemberdayaanim
ANALISIS SPASIAL DANA PERIMBANGAN TERHADAP KETIMPANGAN PEMBANGUNAN KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2008-2015
Kebijakan desentralisasi di Indonesia telah berjalan selama satu setengah dekade. Jumlah dana yang diterima oleh pemerintah daerah setiap tahunnya meningkat namun perekonomian daerah tidak mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya, termasuk di Provinsi Kalimantan Barat. Realitas selanjutnya yaitu ketimpangan pembangunan kabupaten/kota masih tinggi. Berdasarkan Indeks Williamson pada tahun 2013 sebesar 0,82 dan meningkat pada tahun 2014 sebesar 0,96 (mendekati 1). Hal ini sejalan dengan angka ketimpangan berdasarkan Indeks Theil dari tahun 2008 – 2015 dengan rata-rata nilai ketimpangan kabupaten / kota mencapai angka 0,96. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh dana perimbangan yang terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil (DBH) terhadap pertumbuhan ekonomi dan menguji serta menganalisis pengaruh dana perimbangan (Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus dan Dana Bagi Hasil) serta pertumbuhan ekonomi terhadap ketimpangan pembangunan kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri dari data runtut waktu (time series) 2008-2015, dan data silang populasi (cross section) pada 14 kabupaten/kota. Metode analisis yang digunakan untuk penelitian ini adalah Pooled Least Square. Model yang terpilih didalam penelitian ini yaitu Fixed Effect Model. Hasil yang diperoleh menunjukkan secara parsial DAU, DAK, DBH tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi namun DAU dan DAK berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pembangunan sedangkan DBH dan PE tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan ketimpangan pembangunan kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat. Kata Kunci : DAU, DAK, DBH, Pertumbuhan Ekonomi, Ketimpangan Pembangunan (Indeks Theil
ANALISIS TIDAK TERCAPAINYA BONUS DEMOGRAFI DI PROVINSI NTT HINGGA TAHUN 2035
ABSTRAK Rasio ketergantungan di NTT sampai tahun 2035 tetap masih tinggi yakni 61,6% persen dan tidak mengalami perubahan atau sama persentasenya dari tahun 2030 hingga tahun 2035, untuk itulah perlu di analisis secara mendalam penyebab tidak tercapainya bonus demografi di Provinsi NTT bahkan hingga tahun 2035. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan aspek ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, perekonomian dan kemiskinan di Provinsi NTT serta menganalisis kondisi fertilitas, mortalitas dan migrasi di daerah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif melalui studi literature dengan menggunakan tabel-tabel, setelah disajikan dalam tabel-tabel selanjutnya diinterpretasikan dan dianalisis secara deskriptif dikaitkan dengan teori dan temuan-temuan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek fertilitas tergolong tinggi, jumlah fertilitas dari tahun 2015 hingga tahun 2035 diproyeksikan meningkat, pada tahun 2015 jumlah fertilitas sebesar 133,9 (ribuan jiwa) pada tahun 2035 sebesar 154,3 (ribuan jiwa). Jumlah Kematian hingga tahun 2035 terus meningkat, pada tahun 2015 jumlah kematian sebesar 40,4 (ribuan jiwa) pada tahun 2035 sebesar 54,5 (ribuan jiwa), akan tetapi CDR turun hingga tahun 2035 dibandingkan dengan tahun 2010 bahkan IMR terus mengalami penurunan hingga tahun 2035. Pada aspek migrasi bernilai negatif, pada tahun 2015 migrasi bersih sebesar -1,8 (angka berdasarkan proyeksi) pada tahun 2035 sebesar -2,2 artinya di NTT banyak terjadi migrasi keluar dibandingkan dengan migrasi masuk Kata kunci: Dependency Ratio, Fertilitas, Mortalitas, Migrasi dan Bonus Demograf
Pengaruh Ketiga Sektor Utama PDRB Terhadap Kemiskinan Di Kalimantan Barat
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisi pengaruh PDRB Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Sektor Industri Pengolahan, dan Sektor Perdagangan Besar dan Eceran terhadap Kemiskinan di kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat dari tahun 2011 – 2015. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini yaitu dari data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat dan Kementrian Pertanian Republik Indonesia. Dengan metode Pooled EGLS. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan terhadap kemiskinan berhubungan positif dengan nilai koefisien 6,951907 dan berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan dengan nilai probabiltas sebesar 0.0005. Sektor industri pengolahan terhadap kemiskinan berhubungan negatif dengan koefisien -4,745583 dan berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan dengan nilai probabiltas sebesar 0.0398. Sektor perdagangan besar dan eceran terhadap kemiskinan berhubungan negatif dengan koefisien -2,423004 dan berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan dengan nilai probabiltas sebesar 0.1209. Kata kunci: Sektor Pertanian, Sektor Industri Pengolahan, Sektor Perdagangan, PDRB, Kemiskina
ANALISIS PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA DI JALAN H. RAIS A. RAHMAN PONTIANAK
Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis pendapatan serta faktor - faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang kaki lima di jalan H. Rais A. Rahman Pontianak. Dengan variabel bebasnya modal usaha, jam kerja , lama usaha, adapun yang menajdi variabel terikatnya pendapatan pedagang kaki lima. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, kuesioner atau angket, dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 56 pedagang kaki lima. Hasil pengujian hipotesis penelitian ini menunjukan bahwa variabel modal usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang kaki lima. Variabel jam kerja berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pendapatan pedagang kaki lima. Variabel lama usaha berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pendapatan pedagang kaki lima dijalan H. Rais A. Rahman Pontianak. Kata kunci: Pendapatan , Modal Usaha , Jam Kerja , Lama Usaha
Pengaruh Inflasi, Pendapatan Perkapita dan Suku Bunga Terhadap Permintaan Kredit Kepemilikan Rumah di Indonesia
Bank sebagai lembaga intermediasi memiliki peranan yang penting bagi perekonomian. Sebagai lembaga intermediasi bank mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk dana pihak ketiga kemudian menyalurkan kembali dana tersebut dalam bentuk kredit. Dengan kata lain bank merupakan lembaga yang mempertemukan pihak yang memiliki dana surplus dengan pihak yang defisit. Dalam kegiatan operasionalnya bank harus mampu menjaga tingkat likuiditasnya agar bank mampu memenuhi kewajiban kepada semua pihak yang menarik simpanannya sewaktu-waktu. Tujuan penelitian adalah untuk menguji pengaruh inflasi, pendapatan perkapita dan suku bunga terhadap permintaan kredit kepemilikan rumah pada bank perkreditan rakyat periode triwulan 2009-2015. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan program olah data Eviews 8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independen Inflasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kredit kepemilikan rumah yang disalurkan oleh Bank Perkreditan Rakyat dengan tingkat signifikansi sebesar 0.2232 > 0.05. Pendapatan Perkapita berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kredit kepemilikan rumah yang disalurkan oleh Bank Perkreditan Rakyat dengan tingkat signifikansi 0.3840 > 0.05. Suku Bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kredit kepemilikan rumah (KPR) yang disalurkan oleh Bank Perkreditan Rakyat dengan tingkat signifikansi 0.0000 < 0.05. Secara serempak variabel independen inflasi dan pendapatan perkapita berpengaruh tidak signifikan terhadap kredit kepemilikan rumah pada Bank Perkreditan Rakyat. Dan pada variabel suku bunga berpengaruh signifikan terhadap kredit kepemilikan rumah pada Bank Perkreditan Rakyat. Kata Kunci :Inflasi, Pendapatan Perkapita, Suku Bunga, Kredit Kepemilikan Ruma
PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH DAN JUMLAH TENAGA KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA PONTIANAK
AbstractThis study entitled "Analysis of Effect of Government Spending And Labor AgainstEconomic Growth Pontianak. The research objective was to determine the effect of the analysisof labor and government expenditure in Pontianak on economic growth in Pontianak.Government expenditure consists of direct and indirect expenditures, which is one of thegovernment's fiscal policy and economic growth through the GDPKeywords: government spending, employment and economic growth
PENGARUH PERTUMBUHAN ANGKATAN KERJA DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP PENGANGGURAN DI INDONESIA
ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pertumbuhan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi terhadap pengangguran Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif. Model yang digunakan dalam penelitian adalah model regresi linier berganda dan uji statistik. Dari hasil analisis yang telah dilakukan oleh penulis diperoleh nilai konstanta sebesar 1.969727. Nilai koefisien R-Square (R2) sebesar 0.907790 atau 90,77% (persen) yang menunjukkan bahwa kemampuan kontribusi atau sumbangan pertumbuhan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi terhadap pengangguran di Indonesia, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar variabel ini. Hasil perhitungan dan analisis data, maka dapat di jelaskan bahwa: Pertumbuhan angkatan kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengangguran Provinsi di Indonesia. Hal ini dikarenakan nilai F-probabilitasnya sebesar 0,0133 lebih kecil dari alfa 0,05 dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pengangguran di Provinsi Indonesia. Hal ini dikarenakan nilai F-probabilitasnya sebesar 0, 5024 lebih kecil dari alfa 0,05
Analisis APBD kabupaten dan Kota di Provinsi kalimantan Barat Tahun 2010-2014
ABSTRAK Tingkat kemandirian daerah Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Barat dalam kemampuan keuangan untuk membiayai pemerintahan dan pembangunan daerah masih banyak yang bergantung kepada pemerintah pusat, hal ini dibuktikan dengan hasil rasio kemandirian, dari empat belas Kabupaten dan kota ada dua belas Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Barat yang tingkat kemandiriannya berada pada angka persentase dibawah 10 persen, yang artinya tingkat kemandiriannya berada pada kriteria rendah sekali, daerah yang memiliki tingkat kemandirian yang tinggi adalah Kota Pontianak dengan rata-rata kemandirian sebesar 31,20 persen atau berada pada kriteria cukup Sedangkan Kota singkawang tingkat kemandiriannya berada pada kriteria kurang dengan nilai persentase kemandirian sebesar 10,47 persen. Kemampuan keuangan daerah Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Barat bervariasi karena mengisi setiap kriteria kemampuan keuangan, untuk daerah yang masuk kategori ideal adalah Kabupaten Kuburaya karena share dan growth-nya tinggi, untuk daerah yang masuk dalam kategori belum ideal ada Kabupaten Landak, Sambas, Sekadau, dan Kayong Utara, pada kategori ini berada pada kondisi tingginya growth namun share-nya kecil. Sedangkan untuk daerah yang masuk dalam kategori belum ideal selanjutnya adalah Kabupaten Sintang, Kota Pontianak, dan Kota Singkawang pada kondisi ini berada pada kondisi growth rendah namun share-nya tinggi, dan pada kategori kemampuan keuangan paling buruk ada Kabupaten Bengkayang,Kapuas Hulu, Ketapang, Kab Pontianak, Sanggau, dan melawi, pada kategori ini berada pada kondisi share rendah dan growth-nya juga rendah. Kata Kunci: Kemandirian keuangan daerah, Kemampuan keuangan daera