Jurnal Curvanomic
Not a member yet
    715 research outputs found

    ANALISIS FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL DALAM TUNGGAKAN PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) DI KABUPATEN KUBU RAYA (STUDI KASUS KECAMATAN SUNGAI RAYA)

    No full text
    ABSTRAK Pajak bumi dan bangunan setiap tahunnya di tuntut untuk dapat selesai/lunas tepat pada waktu yang telah di tentukan. namun, ada saja permasalahan yang di hadapi pemerintah terkait penanganan pemungutan pajak bumi dan bangunan ini, salah satunya adalah masih banyaknya tunggakan dari tingkat kelurahan sampai tingkat kecamatan, sehingga sulitnya mencapai realisasi yang ada karena terlalu banyaknya tunggakan PBB yang belum dibayar oleh wajib pajak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tunggakan pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) di Kabupaten Kubu Raya. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah tunggakan pembayaran PBB sebagai variabel dependen, kemauan, pelayanan pajak, kepatuhan wajib pajak pengetahuan dan kemampuan membayar sebagai variabel independen. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT. Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategis perusahaan. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder yang mana data primer didapat dari arsip yang ada di DISPENDA kuburaya. Teknik pengumpulan data yaitu dengan melakukan wawancara dan kuesioner.Berdasarkan permasalahan tersebut maka penelitian ini dilakukan dengan metode analisis IFAS dan EFAS yang kemudaian dimasukkan kedalam model kuantitif yaitu matrik SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa ditemukannya faktor-faktor yang mempengaruhi tunggakan pembayaran PBB dari faktor internal yaitu pelayanan pajak dan sanksi, sedangkan faktor eksternal yaitu kemauan, kemampuan membayar, pengetahuan dan kepatuhan wajib pajak, dan berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan diagram SWOT, Dispenda berada pada kuadran III yang berarti merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan, lembaga menghadapi berbagai ancaman eksternal dan kelemahan internal, sehingga perlu adanya peningkatan kualitas dari segi internal guna menangkap peluang yang ada. Kata kunci : Faktor penyebab tunggakan pembayaran pajak bumi dan bangunan, Analisis SWOT

    PENGARUH UPAH MINIMUM DAN TINGKAT PENGANGGURAN TERHADAP JUMLAH PENDUDUK MISKIN DI KABUPATEN KOTA PROVINSI KALIMANTAN BARAT

    No full text
    Development is a process that aims to achieve social prosperity through economic development. Benchmark for the success of development can be seen from the economic growth, economic structure and the level of inequality between people, between regions and between sectors . The number of poor people is a complex issue that is influenced by a variety of interrelated factors, such as income levels, unemployment, health, education, access to goods and services, location, geography, and the environment . The number of poor people is the inability to meet basic needs such as food, shelter, and health .This study aims to determine the effect of the minimum wage and the unemployment rate to the number of poor in the District Municipality of West Kalimantan Province . This research using quantitative descriptive method using panel data (combination of time series data and cross section data ) that uses multiple regression analysis method.The results of this study indicate that the minimum wage society positive and significant effect on the number of poor people. Because most of the population works in the informal sector Indonesia . While the unemployment rate is negative and significant effect on the number of poor people, because the informal sector is included in unemployment.Keywords : Minimum Wages , Unemployment Rate and Number of Poor People in City District of West Kalimantan Provinc

    EVALUASI DANA DESA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBANGUNAN DI DESA LORONG, KECAMATAN SAMBAS, KABUPATEN SAMBAS

    No full text
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan distribusi penggunaan dana desa, pengetahuan serta partisipasi masyarakat mengenai dana desa, tata kelola dana desa dan dampak dana desa bagi pembangunan desa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, wawancara, dan observasi. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif evaluatif, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan dana desa lebih banyak digunakan untuk bidang pembangunan infrastruktur desa. Pengetahuan dan partisipasi masyarakat mengenai dana desa di Desa Lorong sudah cukup baik walaupun masih ada masyarakat yang tidak mengetahui kegunaan dari dana desa, tetapi masyarakat desa tetap ikut berpartisipasi dalam kegiatan dana desa. Dari segi tata kelola terdapat perbedaan antara persepsi aparat desa dan masyarakat, menurut aparat desa mereka telah mengkomunikasikan dana desa dengan baik, akan tetapi menurut masyarakat mereka tidak menerima sosialisasi dari pemerintah desa. Dampak dana desa terhadap pembangunan sudah cukup baik, karena masyarakat telah merasakan dampak dari segi perbaikan jalan. Namun, untuk dampak yang lain seperti pelayanan kesehatan, perbaikan sarana sekolah dan tempat ibadahn, serta pengembangan modal usaha belum dirasakan oleh masyarakat. .Kata kunci : Dana Desa, Masyarakat, Desa Lorong DAFTAR PUSTAKAAdisasmita, Rahardjo., 2005. Dasar-dasar Ekonomi Wilayah. Yogyakarta: Graha Ilmu.Arsyad, Lincolin., 2005. Pengantar Perencanaan Pembangunan Ekonomi Daerah Edisi Kedua. Yogyakarta: BPFE.Hafid, Risma. (2017). Pemanfaatan Dana Desa Dalam Pembangunan Desa Mangilu Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep. Skripsi Universitas Hasanuddin Makassar.Irawan, Suparmoko, M. (2002). Ekonometrika Pembangunan Edisi 5 Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.Ismail, Muhammad, Widagdo, Kuncara, Ari, Widodo, Agus. (2016). Sistem Akuntansi Pengelolaan Dana Desa Vol.19 No.2, Jurnal Ekonomi dan Bisnis.Jhingan, M,L. (2014). Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan Edisi Keenambelas. Jakarta: Rajawali.Jhingan, M.L. 2000. Ekonomi pembangunan dan perencanaan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.Kamisah.(2017). Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Daerah Sektor Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Barat Periode 2009-2013, UniversitasTanjungpura, IndonesiaKuncoro, M. 2013. Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi Edisi 4.Jakarta: Erlangga.Mamesah, D. J. (1995). Sistem Administrasi Keuangan Daerah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.Mangkoesoebroto, Guritno.(1993).Ekonomi Publik, Edisi 3. Yogyakarta: BPFE.Mardiasmo. 2002. Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah. Andi Offset. Yogyakarta.Modul Diklat Pembentukan Auditor Anggota Tim Ahli. (2007). Sistem Administrasi Keuangan Daerah. Pusdiklatwas BPKP edisi kelima.Munandar. (2007). Budgeting Perencanaan Kerja Pengkoordinasian Kerja Pengawasan Kerja Edisi Kedua. Yogyakarta: BPFE.Nafarin, M. (2007). Penganggaran Perusahaan. Jakarta : Salemba Empat.Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 113 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Keuangan DesaPeraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 49 Tentang Tata Cara Penglokasian, Penyalura, Penggunaan, Pemantauan dan Evaluasi Dana Desa.Riyani, Nunuk. (2016). Analisis Pengelolaan Dana Desa. Skripsi Universitas Muhammadiyah Surakarta.Siagian, S.P. 1992. Fungsi-fungsi Manejerial (edisi revisi). Jakarta : Bumi Aksara.Sukanto, A. (2014). Efektifitas Alokasi Dana Desa (ADD) dan Kemiskinan di Provinsi Sumatra Selatan. Jurnal Ekonomi Pembangunan. Vol. 12, No. 1, Juni 2014 (29-41).Sukirno, Sadono. (2011). Makro Eonomi Teori Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.Suryabrata, Sumadi. (2010). Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.Suryana. (2000). Ekonomi Pembangunan: Problematika dan Pendekatan. Jakarta: Salemba Empat.Thomas, (2013). Pemgelolaan Alokasi Dana Desa dalam Upaya Meningkatkan Pembangunan di Desa Sebawang Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung. eJournal Pemerintah Integratif. Vol. 1, No. 1, 2013 (51-56).Tim KOMPAK. (2016). Perbaikan dalam Mengelola Dana Desa: Pelaksanaan Pengelolaan Sarana Prasarana Desa.Tim KOMPAK. (2017). Analisa Kebijakan Dana Desa dan Penanggulangan Kemiskinan.

    POLA PENGELUARAN RUMAH TANGGA PETANI KARET DESA KUALA MADOR A KECAMATAN KUALA MANDOR B

    No full text
    Penelitian yang dilakukan di Desa Kuala Mandor A Kecamatan Kuala Mandor B Kabupaten Kubu Raya memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui karakteristik rumah tangga petani karet, pola pengeluaran rumah tangga petani karet dan mengetahui hubungan sosoal ekonomi dengan pengeluaran rumah tangga. Penelitian ini merupakan penelitian yang deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang di peroleh dari lapangan serta data sekunder sebagai data pendukung yang diperolah dari Badan Pusat Statistik (BPS) maupun publikasi lainnya yang terkait. Alat analisis penentuan pola pengeluaran rumah tangga yakni analisis deskriptif berupa bentuk tabel dan persetase. Sedangkan untuk mengetahui hubunga sosial ekonomi dengan konsumsi pangan dan non pangan menggunakan analisis chi square, data diolah dengan menggunakan SPSS.     Hasil analisis menunjukkan bahwa pengeluaran untuk konsumsi pangan  jauh lebih besar di bandingkan dengan konsumsi non pangan, konsumsi pangan yang paling tinggi yaitu konsumsi tembakau (rokok) serta konsumsi beras, sedangkan untuk konsumsi non pangan yang paling tinggi yaitu pengeluaran untuk keperluan pesta dan upacara.Berdasarkan analisis Chi Square  pendapatan tidak mempunyai hubungan dengan konsumsi pangan karena nilai Chi-Square hitung Chi Square tabel yaitu 12,961 > 3,841 dan nilai  signifikan lebih kecil dari λ =0,05 yakni 0,000. Jumlah tanggungan mempunyai hubungan cukup dengan konsumsi pangan dan non pangan karena nilai Chi-Square hitung > Chi Square tabel yaitu, pangan sebesar 19,625 > 5,991 dan nilai  signifikan lebih kecil dari a=0,05 yakni 0,000 dan non pangan sebesar 12,062 > 3,841 dan nilai  signifikan lebih kecil dari λ=0,05 yakni 0,028. Tingkat pendidikan tidak mempunyai hubungan dengan konsumsi pangan dan konsumsi non pangan karena nilai Chi Square hitung < Chi Square tabel yaitu, pangan sebesar 4,464 < 7,815 dan nilai  signifikan lebih besar dari λ=0,05 yakni 0,290 dan non pangan sebesar 3,744 < 7,815 dan nilai  signifikan lebih besar dari λ=0,05 yakni 0,125. Budaya (adat istiadat) tidak mempunyai hubungan dengan konsumsi pangan karena nilai Chi Square hitung < Chi Square tabel sebesar 0,059 < 3,841 dan nilai  signifikan lebih besar dari λ=0,05 yakni 0,808, Kata Kunci: Pola Pengeluaran, Konsumsi Pangan, Konsumsi Non Pangan dan Sosial Ekonom

    KESADARAN WAJIB PAJAK TERHADAP PAJAK KENDARAAN SEPEDA MOTOR DI KABUPATEN KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT

    No full text
    Penelitian ini dilakukan untuk mengukur dan menganalisis pengaruh dari faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran wajib pajak kendaraan sepeda motor di Kabupaten Kapuas Hulu seperti tarif pajak, sanksi (denda) perpajakan, birokrasi (kualitas pelayanan), dan sosialisasi perpajakan. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling insidental. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 100 wajib pajak kendaraan sepeda motor. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda. Uji hipotesis menggunakan f-statistik serta t-statistik. Selain itu juga dilakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel sanksi (denda) perpajakan dan sosialisasi perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesadaran wajib pajak kendaraan sepeda motor di Kabupaten Kapuas Hulu. Sedangkan tarif pajak dan birokrasi (kualitas pelayanan) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kesadaran wajib pajak kendaraan sepeda motor di Kabupaten Kapuas Hulu. Secara simultan, variabel tarif pajak, sanksi (denda) perpajakan, birokrasi (kualitas pelayanan), dan sosialisasi perpajakan berpengaruh signifikan terhadap kesadaran wajib pajak kendaraan sepeda motor di Kabupaten Kapuas Hulu.Kemampuan prediksi dari keempat variabel tersebut terhadap kesadaran wajib pajak sebesar 13,47%. Sedangkan sebanyak 86,53% dipengaruhi oleh faktor lain. Pemerintah dan instansi pajak yang mengharapkan kesadaran wajib pajak harus memperhatikan sosialisasi perpajakan, karena sosialisasi perpajakan berpengaruh paling besar terhadap kesadaran wajib pajak. Kata Kunci: Tarif Pajak, Sanksi (Denda) Perpajakan, Birokrasi(Kualitas Pelayanan), Sosialisasi Perpajakan, dan Kesadaran Wajib Paja

    ANALISIS PERTUMBUHAN SEKTOR PERTANIAN DI KOTA PONTIANAK

    No full text
    ABSTRAK PDRB Kota Pontianak termasuk lima daerah dengan total PDRB terbesar di Kalimantan Barat, namun sumbangsih PDRB sektor pertanian, kehutanan dan perikanan Kota Pontianak tidak menjadi penyumbang terbesar bagi total PDRB Kota Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendorong pertumbuhan PDRB sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan analisis deskriptif menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PDRB sektor mengalami peningkatan dari tahun 2012-2016 di sebabkan peningkatan jumlah produksi beberapa komoditi PDRB sektor pertanian.Kata Kunci: Produk Domestik Regional Bruto sektor Pertanian, Perikanan dan Kehutana

    Analisis Pengembangan Sub Sektor Potensial Pada Sektor Pertanian Di Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2012-2016

    No full text
    ABSTRAK Desentralisasi menuntut pemerintah daerah agar dapat lebih mengoptimalkan potensi-potensi yang dimiliki agar dapat dikembangkan sebagai sektor potensial untuk membangun daerahnya. Sektor yang dimaksud selain dapat dikembangkan juga harus dapat memberikan dampak terhadap perkembangan sektor lainnya secara bersamaan dengan meningkatkan pendapatan masyarakat serta menjadi penyalur pendapatan daerah melalui kegiatan-kegiatan ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sub sektor pertanian apa saja yang merupakan sub sektor basis dan potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Kapuas Hulu, dan untuk mengetahui prospek sub sektor-sub sektor pertanian di Kabupaten Kabupaten Kapuas Hulu.Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga konstan, laju pertumbuhan dan kontribusi sub sektor pertanian. Metode analisis yang digunakan adalah Location Quotients (LQ), Tipologi Klassen, Model Rasio Pertumbuhan (MRP), Overlay dan Trend. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa perkembangan sub sektor Kehutanan dan Penebangan Kayu, sub sektor perikanan dan tanaman holtikultura di Kabupaten Kapuas Hulu pada tahun 2012-2016 merupakan sub sektor yang masuk dalam klasifikasi sub sektor cepat maju dan memiliki nilai LQ lebih dari satu yang menunjukkan bahwa sub sektor tersebut adalah sub sektor basis/potensial. Jika dilihat dari analisis Model Rasio Pertumbuhan tanaman pangan di Kabupaten Kapuas Hulu lebih berpotensi jika dibandingkan dengan pertumbuhan ditingkat provinsi Kalimantan Barat. sedangkan untuk  sub sektor pertanian, peternakan, pemburuan dan jasa pertanian  merupakan sub sektor yang non basis dan memiliki trend yang negatif. Kata Kunci: PDRB, Sektor Potensial, dan Pembangunan Ekonomi Daerah

    EVALUASI DANA DESA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBANGUNAN DI DESA SEPADU KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS

    No full text
    ABSTRAKEVALUASI DANA DESA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBANGUNAN DI DESA SEPADU KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBASDede TriadiPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan dana desa dan dampaknya terhadap pembangunan di Desa Sepadu Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas tahun 2015-2016. Informan penelitian adalah Aparat Desa Sepadu dan Tokoh Masyarakat serta Kepala Keluarga atau Wakil Kepala Keluarga Berusia diatas 17 Tahun. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, wawancara, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis persentase dan disajikan dengan tabel. Analisis persentase digunakan untuk mengevaluasi distribusi dan penggunaan dana desa berdasarkan tahun dan sektor, pengetahuan dan partisipasi masyarakat, tata kelola dana desa, dan dampaknya terhadap pembangunan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi dana desa mengalami peningkatan dan penggunaan dana desa diprioritaskan untuk pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Pengetahuan masyarakat mengenai dana desa cukup luas dan masyarakat cukup berpartisipasi dalam kegiatan dana desa. Tata kelola dana desa yakni perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dari tingkat pemerintah desa hingga masyarakat cukup baik. Dana desa memberikan dampak yang positif terhadap pembangunan di Desa Sepadu.Kata Kunci: Evaluasi, Dana Desa, Desa Sepadu

    Pengaruh Jumlah Penduduk, Investasi Dalam Negeri, dan PDRB Terhadap Tingkat Kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat Periode 2011 - 2016

    No full text
    ABSTRAK PENGARUH JUMLAH PENDUDUK, INVESTASI DALAM NEGERI DAN PDRB TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERIODE 2011 – 2016Rhut Sahana Sihombing Kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar yang salah satu sebabnya adalah karena kurangnya pendapatan dan aset. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh jumlah penduduk, investasi dalam negeri, dan PDRB terhadap tingkat kemiskinan di kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Barat.Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif/hubungan yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode analisis dalam penelitian adalah metode analisis regresi linear berganda yang menggunakan model Random Effect dengan metode Pooled EGLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel jumlah penduduk berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan, variabel investasi dalam negeri berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan, dan variabel PDRB berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Berdasarkan nilai F Statistik variabel jumlah penduduk, investasi dalam negeri, dan PDRB secara bersama – sama berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Kata kunci : jumlah penduduk, investasi dalam negeri, PDRB, tingkat kemiskinan. DAFTAR PUSTAKA Amalia, F. (2012). Jurnal Ilmiah Econosains. Pengaruh Pendidikan, Pengangguran dan Inflasi Terhadap Tingkat Kemiskinan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) Periode 2001-2010,10 (2), 160.Badan Pusat Statistik. (2011).Kalimantan Barat dalam Angka 2011. Pontianak: BPS_________________. (2012).Kalimantan Barat dalam Angka 2012. Pontianak: BPS_________________. (2013).Kalimantan Barat dalam Angka 2013. Pontianak: BPS._________________. (2014).Kalimantan Barat dalam Angka 2014. Pontianak: BPS._________________. (2015).Kalimantan Barat dalam Angka 2015. Pontianak: BPS.Febdianti, L.A. (2017). Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi PDRB di Jawa Tengah (Tahun 1985 – 2015), (Skripsi) ) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.Irhamni. (2017).  Pengaruh Jumlah Penduduk, Pengangguran, Dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Kemiskinan Di Indonesia Tahun 1986-2015 (Skripsi). Universitas Negeri Yogyakarta.Jhingan. 2004. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan.Jakarta :Rajawali PressKadji, Y. (2013). UNG Repository. Kemiskinan dan Konsep Teotirisnya.Kuncoro, M. (2010). Ekonomi Pembangunan, Teori, Masalah, dan Kebijakan, Edisi Ketiga.  Yogyakarta : UPP AMP YKPN._________________ (2011). Ekonomi Pembangunan, Teori, Masalah, dan Kebijakan, Edisi Ketiga. Yogyakarta : UPP AMP YKPNMahsunah, D. (2013). Jurnal Pendidikan Ekonomi. Analisis Pengaruh Jumlah Penduduk, Pendidikan dan Pengangguran Terhadap Kemiskinan di Jawa Timur,1 (3), 4.Momongan, J.E. (2013). Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi. Investasi PMA dan PMDN Pengaruhnya Terhadap Perkembangan PDRB Dan Penyerapan Tenaga Kerja Serta Penaggulangan Kemiskinan di Sulawesi Utara,1 (3), 531.Mulyadi. 2008. Ekonomi Sumber Daya manusia Dalam Perspektif Pembangunan. Jakarta : Rajawali Pers.Mutiasari, D. (2018). Prihatin Kondisi Infrastruktur, Mahasiswa Asal Melawi Ini Harap Sentuhan Pemerintah. Website : http://pontianak.tribunnews.com/2018/01/28/prihatin-kondisi-infrastruktur-mahasiswa-asal-melawi-ini-harap-sentuhan-pemerintahNizar, C., Hamzah, A., & Syahnur, S. (2013). Jurnal Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala. Pengaruh Investasi dan Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Serta Hubungannya Terhadap Tingkat Kemiskinan di Indonesia,1 (2), 3.Ocaya, B., Charles R.,& William K. (2012). World Journal of Education Makerere University, Urganda. Dynamic Relationship between Gross Domestic Product and Domestic Investment in Rwanda., 2(6).Permana, A.Y. (2012).Analisis Pengaruh PDRB, Pengangguran, Pendidikan, Dan Kesehatan Terhadap Kemiskinan Di Jawa Tengah Tahun 2004-2009, (Skripsi) Universitas Diponegoro.Saragih, J.P. (2014). Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan. Faktor Penyebab Dan Kebijakan Pemerintah ProvinsiDaerah Istimewa Yogyakarta Menghapus Kemiskinan, 6 (2), 144.Septajaya, F. (2014). Analisis Pengaruh Pertumbuhan Penduduk, Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Inflasi Dan Pengangguran Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Provinsi Bengkulu(Skripsi) Universitas Bengkulu.Siregar, S. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif : Dilengkapi Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS Edisi Pertama. Jakarta: Kencana Prenamedia Group. Sukirno, S. (2001). Makro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada_________. (2002). Makro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada_________. (2004). Makro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo PersadaSumodiningrat, G. (1999). Pemberdayaan Masyarakat, Jaring Pengaman Sosial.Jakarta: PT Gramedia Pustaka UtamaSuryani, A. D. (2017). Analisis Pengaruh Jumlah Penduduk, Pengangguran, Pendidikan Dan Indeks Pembangunan Manusia (Ipm) Terhadap Kemiskinan Di Provinsi Nusa Tenggara Barat (Studi Kasus Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Periode 2010-2014), (Skripsi) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.Todaro, M. P., & Stephen, C. S. (2000). Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga Edisi Ketujuh. Jakarta: Erlangga_________________________________(2006). Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga Edisi Ketujuh. Jakarta: ErlanggaWongdesmiwati, 2009. Jurnal Online . Pertumbuhan Ekonomi Dan Pengentasan Kemiskinan Di Indonesia: Analisis Ekonometrika :(http://wongdesmiwati.files.wordpress.com/2009/10/pertumbuhan-ekonomi-danpengentasan-kemiskinan-di-indonesia-_analisis-ekonometri_.pdf.)Yessica. (2018) Angka Kemiskinan Kalbar Tinggi. Website : (http://ruai.tv/2018/04/13/angka-kemiskinan-kalbar-tinggi/

    PENGARUH INVESTASI DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP KETIMPANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN ANTAR DAERAH DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT

    No full text
    ABSTRAKPembangunan ekonomi yang baik merupakan capaian yang ingin diperoleh setiap daerah di Indonesia. Namun dengan adanya perbedaan alokasi investasi yang tidak merata pada beberapa daerah dan indeks pembangunan manusia yang berbeda tiap daerah akan menyebabkan ketimpangan dan perbedaan pendapatan antar daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh, investasi, dan indeks pembangunan manusia terhadap ketimpangan distribusi pendapatan antar daerah di Provinsi Kalimantan Barat tahun 2011-2016. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Data yang digunakan berupa data panel 14 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat dan. Data diolah dengan analisis data panel dengan hasil fixed effect model. Seluruh variabel penelitian berpengaruh secara simultan terhadap ketimpangan pendapatan. Secara parsial variabel investasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ketimpangan distibusi pendapatan, sementara indeks pembangunan manusia berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan distribusi pendapatan.Kata Kunci : investasi, ipm, dan ketimpangan distribusi pendapatanDAFTAR PUSTAKAArsyad, Lincolin. 2010. Ekonomi Pembangunan. Edisi Kelima. Yogyakarta: UPP STIM YKPNBoediono, 1985, Teori Pertumbuhan Ekonomi, BPFE, Yogyakarta.Badan Pusata Statistik Provinsi Kalimantan Barat. (2011). Kalimantan Barat Dalam Angka. Pontianak : BPS........(2012). Provinsi Kalimantan Barat Dalam Angka. Pontianak: BPS.      …….(2013). Provinsi Kalimantan Barat Dalam Angka. Pontianak: BPS.…….(2014). Provinsi Kalimantan Barat Dalam Angka. Pontianak: BPS.…….(2015). Provinsi Kalimantan Barat Dalam Angka. Pontianak: BPS.…….(2016). Provinsi Kalimantan Barat Dalam Angka. Pontianak: BPS..Fitriyah dan Rachmawati. 2012. Analisis Ketimpangan Pembangunan Daerah Serta Hubungannya dengan Kesejahteraan Masyarakat di Kawasan Gerbangkertosusila Provinsi Jawa Timur.Ghozali, Imam. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang. Universitas Diponogoro, 2005 Edisi 3Jhingan, M.L. 1999. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Jakarta: Rajawali Pers.Kuncoro Mudjarad, 2006. Ekonomi Pembangunan : Teori, Masalah dan Kebijakan. Edisi Keempat. UPP STIM YKPN : Yogyakarta.Mahesa, Ristiawan. 2013. Analisis Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan  Pendapatn  Antar Kecamatan Di Kabupaten Gianyar. E-Jurnal EP UNUD 2 (3), hal : 119-128Mankiw. 2006. Teori Makro Ekonomi. Edisi Keempat. Jakarta : Penerbit Erlangga.Maqin, Abdul. 2011. Analisis Disparitas Pendapatan Antar Daerah di Jawa Barat. Jurnal Trikonomika 6 Vol.2 Universitas PasundanMasli, lili. 2008, Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Regional antar Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat, STIE STAN IM, JakartaNoviana, Devi. 2014. Analisis Tingkat Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Ketimpangan Pendapatan Antar Kabupaten/Kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2003-2012. Universitas Diponegoro.Nurlaili, Ani. 2016. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan distribusi pendapatan di Pulau Jawa Tahun 2007-2013. Universitas Negeri Yogyakarta.Patta, Devyanti. 2012. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia di Sulawesi Selatan Periode 2011-2010. Skripsi Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanudin, Makasar.Puput, D. K. & Made, K. S. (2013) “Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Antar Kecamatan di Kabupaten Buleleng 2007-2011” ,Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Undayana. Vol, 2. No, 3 164-172. ISSN: 2303-0178.   Putong, Iskandar, 2007, Economics, Pengantar Mikro dan Makro. Jakarta: Mitra Wicana MediaPrasetyo, B. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif : Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rajawali Pers.Retnosari. D, 2006. Analisis Pengaruh Ketimpangan Distribusi Pendapatan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat (Skripsi): Bogor: Universitas IPB Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Dan Manajemen Institut Pertanian Bogor.Savitri, Ayu. 2008. Disparitas dan konvergensi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Per Kapita antar Kabupaten/Kota Di Provinsi Bali. Jurnal Ekonomi dan Sosial, INPUT. Vol 1:38-48Sholihah, Ni’matush. 2013. Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Penanaman Modal dan Tingkat Pendidikan Terhadap Disparitas Pendapatan di Provinsi Jawa Timur.Singarimbun & Effendi. (1995). Metode Penelitian Survai. Jakarta : PT. Pustaka.Sultan dan Jamzani. 2010. Analisis Ketimpangan Pendapatan Regional di DIY-Jawa Tengah serta faktor-faktor yang Mempengaruhi periode 2000-2004. Buletin Ekonomi Vol.8 Universitas Pembangunan Yogyakarta.Sumodiningrat, G. (2001). Ekonometrika. Yogyakarta: BPFE-YOGYAKARTA.Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.Suryana, 2000. Ekonomi Pembangunan. Jakarta: Selemba Empat.Sutarno, 2003.Pertumbuhan ekonomi dan  Ketimpangan  Antar  Kecamatan  di  Kabupaten  Banyumas 1993-2000. Jurnal  Ekonomi  Pembangunan, Vol. 8 No. 2 Des, 2002, 97-100.Taringan, Robinson, 2005. Perencanaa Pembangunan Wilayah. Jakarta : Bumi AksaraTodaro, Michael. (2006), Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga, Edisi kedelapan, Jakarta, Erlangga.UNDP, 1990-2009. Human Dvelopment Report. UNDP (On-Line).Yoga, I Made Sedana. 2006. “Pengaruh Pengeluaran Pemerintah dan Investasi terhadap Kesenjangan Pembangunan antar daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Bali”. Denpasar: Universitas Udayana

    52

    full texts

    715

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Curvanomic
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇