Jurnal Curvanomic
Not a member yet
715 research outputs found
Sort by
Analisis Efisiensi Puskesmas Di Kota Pontianak
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menghitung efisiensi relatif 23 Puskesmas di Kota Pontianak tahun 2017, dengan menggunakan pendekatan non-parametrik deterministik dengan Data Envelopment Analysis (DEA) sebagai alat analisis. DEA dipilih karena mampu menangani banyak input dan output. Variabel penelitian yang digunakan meliputi variabel input dan variabel output yang terdiri dari dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), Biaya Operasional dan Pengelolaan (BOP) Puskesmas, tenaga kesehatan medis, tenaga kesehatan lainnya, jumlah kunjungan rawat jalan, jumlah kunjangan rawat inap, cakupan bayi ditimbang, cakupan Keluarga Berencana (KB) aktif, cakupan imunisasi, dan cakupan persalinan yang ditolong tenaga kesehatan. Berdasarkan analisis dan pengolahan data dengan DEA yang berorientasi output dapat diketahui bahwa dari 23 Puskesmas di Kota Pontianak terdapat 18 Puskesmas yang efisien dan 5 Puskesmas yang tidak efisien. Puskesmas yang tidak efisien dinilai kurang mampu memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal untuk menghasilkan output yang maksimal seperti puskesmas lain yang berada pada kategori efisien.Kata kunci: Efisiensi, Puskesmas, DEA, Orientasi Output
PENGARUH KESEHATAN, PENDIDIKAN DANPENGELUARAN PERKAPITA TERHADAP KEMISKINANDI KALIMANTAN BARAT
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kesehatan, pendidikan, dan pengengeluaran per kapita terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan periode observasi 2012 - 2016. Data yang digunakan bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat maupun publikasi lainnya yang terkait. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda data panel dengan model regresi Common Effect Weight. Data diolah dengan menggunakan Eviews 9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesehatan dalam tenaga medis negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan. Kesehatan dalam angka harapan hidup berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan. Pendidikan dalam jumlah guru berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan. Pendidikan dalam jumlah murid berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Pengeluaran per kapita berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan. Kata Kunci: angka kemiskinan, kesehatan, Pendidikan, Pengeluaran Per Kapita RINGKASAN SKRIPSIPENGARUH KESEHATAN, PENDIDIKAN DAN PENGELUARAN DI KALIMANTAN BARAT 1. Latar BelakangKebijakan pengentasan kemiskinan yang dilakukn seringkali kurang memperhatikan karakteristik dan konteks lokal masyarakat miskin. Misalnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak diikutidengan penyediaan lapangan pekerjaan sehingga tidak mampu mengatasi masalah kemiskinan. Terbatasnya kesempatan kerja merupakan salah satu penyebab seseorang menjadi miskin karena peluang untuk memperoleh pendapatan menjadi semakin kecil. Kemiskinan mengakibatkan jutaan anak - anak tidak bisa mengenyam pendidikan yang berkualitas, kesulitan membiayai kesehatan, tidak adanya tabungan, kurangnya lapangan pekerjaan, kurangnya jaminan sosial dan kurangnya akses ke pelayanan publik. Kemiskinan, menyebabkan masyarakat melakukan apa saja demi kelangsungan hidup, bahkan rela menerima upah yang tidak sepadan dengan biaya tenaga yang dikeluarkan. Jadi penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata - rata pengeluaran per kapita perbulan di bawah garis kemiskinan.2. PermasalahanApakah terdapat pengaruh signifikan tenaga kesehatan terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat?Apakah terdapat pengaruh signifikan angka harapan hidup terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat?Apakah terdapat pengaruh signifikan tenaga pendidikan terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat?Apakah terdapat pengaruh signifikan jumlah murid terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat?Apakah terdapat pengaruh signifikan pengeluaran perkapita terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat?3. TujuanPenelitianUntuk menguji dan menganalisis pengaruh tenaga kesehatan terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat.Untuk menguji dan menganalisis pengaruh angka harapan hidup terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat.Untuk menguji dan menganalisis pengaruh tenaga pendidikan terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat.Untuk menguji dan menganalisis pengaruh jumlah murid terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat.Untuk menguji dan menganalisis pengaruh pengeluaran per kapita terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat.4. MetodePenelitianPenelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif berupa data kesehatan yaitu tenaga kesehatan dan angka harapan hidup, pendidikan yaitu jumlah guru dan jumlah murid, pengeluaran per kapita dan kemiskinan di Kalimantan Barat tahun 2012 - 2016. Penelitian ini akan dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Barat. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Data yang digunakan untuk penelitian ini bersumber dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis ekonometrika dengan model regresi berganda dengan teknik OLS (Ordinary Least Square) dan pengolahan data penelitian menggunakan Eviews 9.HasildanPembahasanHasil penelitian menunjukkan bahwa kesehatan dalam tenaga medis berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan dengan koefisien sebesaar -0,140221dan nilai probabilitas sebesar 0,5958. kesehatan dalam angka harapan hidup berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan dengan koefisien sebesar 29,18556 dan nilai 0,5268. Pendidikan dalam jumlah guru berpengaruh negatif dan tidaksignifikan terhadap kemiskinan dengan koefisien sebesar -0,463234 dan nilai probablitas sebesar 0,1553. pendidikan dalam jumlah murid berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan dengan koefisien sebesar -2,765277 dan nilai probabilitas sebesar 0,0022. pengeluaran per kapita berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan dengan koefisien sebesar -5,571301 dan nilai probabilitas sebesar 0,1365.Kesimpulandan SaranKesimpulanTenaga medis menunjukkan pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat. Angka harapan hidup berpengaruh posirif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat. Jumlah guru berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat.Jumlah murid memiliki pengaruh secara negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat. Hal ini karena jumlah murid meningkat dan banyaknya orang yang bekerja sehingga berpengaruh pada kemiskinan.Pengeluaran perkapita berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat. Selain itu uji Determinasi (R2) menunjukkan bahwa 79,43% variabel bebas (kesehatan,pendidikan dan pengeluaran per kapita) mempengaruhi variabel terikat (kemiskinan), sisanya dipengaruhi oleh variabel diluar variabel bebas.SaranUntuk mengurangi jumlah kemiskinan yang semakin meningkat, pemerintah hendaknya meningkatkan mutu pendidikan dan kesehatan serta menyediakan lapangan pekerjaan karena kemiskinan masih menjadi masalah utama dalam pembangunan suatu negara. Kesehatan, pendidikan dan pekerjaan merupakah hal utama dalam mengatasi kemiskinan tersebut karena jika seseorang memperoleh pendidikan atau bahakan menempuh tingkaat pendidikan yang tinggi serta memiliki tubuh yang sehat untuk bekerja dan memiliki pekerjaan serta mendapatkan penghasilan untuk konsumsi maka artinya kesejahteraan orang tersebut telah meningkat dan kemiskinan akan berkurang, sehingga masalah kemiskinan di Kalimantan Barat dapat teratasi.DAFTAR PUSTAKAAnggadini, F. (2015). “Analisis Pengaruh Angka Harapan Hidup, Angka Melek Huruf, Tingkat Pengangguran Terbuka dan Pendapatan Domestik Regional Bruto Perkapita Terdapkemiskinan Pada Kabupaten/ Kota Di Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2010-2013”. Vol. 3 No. 7, Juli 2015. Universitas Tadulako.Arsyad, L. (2009). “Ekonomi Pembangunan”. Edisi Keempat. Bagian Penerbitan STIE Yogyakarta: YKPN.Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat---------Statistik Angka Kemiskinan di Kalimantan Barat Tahun 2012 - 2016---------Statistik Jumlah Tenaga Medis di Kalimantan Barat Tahun 2012 - 2016---------Statistik Angka Melek Huruf di Kalimantan Barat Tahun 2012 – 2016---------Statistik Jumlah Guru di Kalimantan Barat tahun 2012 – 2016---------Statistik Angka Harapan Hidup di Kalimantan Barat 2012 – 2016---------Statistik Pengeluaran Perkapita di Kalimantan Barat 2012 – 2016Duwila, U. (2016). “Pengaruh Pendidikan, Pengangguran Dan Inflasi Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Kawasan Timur Indonesia (KTI)”. Vol. X, No. 1, Mei 2016, Universitas Pattimura.Fithri, N. & Kaluge, D (2017). “Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Sektor Pendidikan dan Kesehatan terhadap Kemiskinan”. Vol. 15, No. 2, Desember 2017.Fatturrohmin, R. (2011). “Pengaruh PDRB, Harapan Hidup dan Melek Huruf terhadap Tingkat Kemiskinan”. Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarifhidayatullah Jakarta.Kumalasari, M. (2011). “Analisis Pertumbuhan Ekonomi, Angka Harapan Hidup, Angka Melek Huruf, Rata – Rata Lama Sekolah, Pengeluaran Perkapita, Dan Jumlah Penduduk Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Jawa Tengah”. Universitas Diponegoro.Kuncoro, M. 1997. “Ekonomi Pembangunan Teori masalah dam Kebijakan”.Yogyakarta : Cetakan ke III, UPP AMP YKKN.Lisnawati, D. (2017). “Pengaruh Tingkat Kesehatan, Tingkat Pendidikan Dan Investasi Terhadap Kemiskinan Di Kota Padang”. (STKIP) PGRI Sumatera Barat, Padang.Nurwati, N. (2008). “Kemiskinan : Model Pengukuran, Permasalahan Dan Alterbatif Kebijakan”.Vol. 10, No. 1, Januari 2008,Universitas Padjadjaran.Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Indonesia PerProvinsi (2016)Permana, A, Y. (2012). “Analisis Pengaruh PDRB, Pengangguran, Pendidikan, Dan Kesehatan Terhadap Kemiskinan Di Jawa Tengah Tahun 2004-2009”. Universitas Dipponegoro. Semarang.Rimawati, E. (2004). “Modul Ekonomi Kesehtan_Prodi S1” KesMas : FKM UNDINUSRise, A., Dwinda, D, L., & Yolanda, U, H. (2015). “Pengaruh Pendidikan, Pengangguran dan Kesehatan Terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Sumatera Barat”. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Sumatera Barat.Suharto, E. (2009). “Kemiskinan & perlindungan social di Indonesia Menggagas Model Jaminan Sosial Universal Bidang Kesehatan”.Bandung: AlfabetaSukirno, S. (1996).“Pengantar Teori Makroekonomi edisi kedua”.Jakarta : PT. RajaGrafindoPersada.Sukirno, S. (2008). “Makro Ekonomi Modern: Perkembangan Pemikiran dariKlasik Hingga Keynesian Baru”. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.Sisca, H, V., Hamzah, A., &Syachlad, N, M. (2013). “Pengaruh Kesempatan Kerja, Pendidikan Dan Kesehatan Terhadap Kemiskinan Di Provinsi Aceh”.Vol. 1, No. 4, November 2013. Universitas Syiah Kuala.Sudiharta, P, S, P.&Sutrisna, K. (2014). “Pengaruh Pdrb Per Kapita, Pendidikan, Dan Produktivitas Tenaga Kerja Terhadap Kemiskinan Di Provinsi Bali”.Vol. 3, No. 10, Oktober 2014. Universitas Udayana.Todaro, M, P. & Stephen, C, S. (2006).”Pembangunan Ekonomi edisi kesembilan”. Jakarta: ErlanggaTodaro, M, P. (2006). ”Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga” . Jakarta:Erlangga.Tjiptoherijanto, P. & Soesetyo, B. (1994). ”Ekonomi Kesehatan”.Jakarta:PT Rineka Cipta.Todaro, M, P. (1994). “Pemabagunan Ekonomi di Dunia Ketiga Edisi Kedua”,Terjemahan Haris Munandar, Penerbit Erlangga, Jakarta.Triwiyanto, T. (2014). “Pengantar Pendidikan”. Jakarta : Bumi AksaraWoyanti, N. (2018). “Pengaruh PDRB, Pendidikan, Kesehatan, Dan Pengangguran Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Jawa Tengah (2011-2015)”. Vol. 33, No 1, Januari 2018. Universitas Diponegoro.Widyasworo, R. (2014). “Analisis Pengaruh Kesehatan, Pendidikan dan Angkatan Kerja Wanita Terhadap Kemiskinan di Kabupaten Gersik”. Fakultan Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang
ANALISIS EFEKTIFITAS PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DALAM PENGENTASAN MASYARAKAT MISKIN DI KABUPATEN KAYONG UTARA (Studi Pada Peserta PKH Desa Teluk Batang Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara)
ANALISIS EFEKTIFITAS PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DALAM PENGENTASAN MASYARAKAT MISKIN DI KABUPATEN KAYONG UTARA(Studi Pada Peserta PKH Desa Teluk Batang Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara)RABUANTOUniversitas TanjungpuraABSTRAKPenelitian ini berjudul “Analisis Efektifitas Program Keluarga Harapan (PKH) Dalam Pengentasan Masyarakat Miskin Di Kabupaten Kayong Utara” (studi pada peserta Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Teluk Batang Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara)” Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektifitas Program Keluarga Harapan (PKH) dalam pengentasan kemiskinan di Desa Teluk Batang Kecamatan Teluk batang Kabupaten Kayong Utara.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dimana pengumpulan datanya mengunakan teknik wawancara terstruktur (structur interview). Dalam menentukan populasi digunakan metode purposive sampling yaitu dari 70 populasi peserta Program Keluarga Harapan (PKH) sekaligus untuk diajadikan sampel, untuk menganalisa data, penulis menggunakan analisis deskriptif dari data-data yang dikumpulkan oleh peneliti.Berdasarkan hasil penelitian dilapangan, efektifitas Program Keluarga Harapan (PKH) yang diukur melalui dua indikator yaitu: indikator manfaat dan dampak. Ada beberapa faktor yang menyebabkan tidak efektifitasnya yaitu: tidak tepatnya penerima bantuan oleh pihak pengelola serta tidak tepatnya penerima bantuan dalam mengelola/mengalokasikan dana Program Keluarga Harapan (PKH) yang diterima sehingga Program Keluarga Harapan (PKH) yang sudah berjalan selama empat tahun di Desa Teluk Batang Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara masih kurang efektif dalam mengentaskan kemiskinan di Desa Teluk Batang Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara karena masih banyak penduduk miskin yang belum tercover oleh Program Keluarga Harapan (PKH). Kata kunci: Kemiskinan, Program Keluarga harapan1. PENDAHULUANKemiskinan merupakan masalah yang umum di Indonesia, pemerintah telah menetapkan target penurunan kemiskinan menjadi 7-8% pada tahun 2019, sebagaimana tertuang di dalam Rancangan Pemerintah Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Arsyad (2015), kemiskinan adalah suatu keadaan yang bersifat multi dimensi dan sulit di definisikan dalam definisi tunggal banyak para pakar yang telah mendefinisikan tentang kemiskinan ,namun belum ada kespakatan mengenai konsep kemiskinan dalam definisi yang disepakati.Mahaeni (2014), Secara umum bahwa konsep kemiskinan adalah suatu kondisi seseorang atau sekelompok orang yang mana mereka tidak memiliki kecukupan sumber daya dalam memenuhi kebutuhan hidup yang nyaman, baik ditinjau dari sisi ekonomi, sosial, psikologis maupun dimensi spiritual. Definisi ini lebih memfokuskan terhadap ketidak mampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan nya.Deswantoro, Ismail & Hendamin, (2017). Peran pemerintah dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat salah satunya adalah peran alokatif, dimana pemerintah harus menyusun kebijakan untuk mengalokasikan belanja daerah pada sektor yang dapat memicu pertumbuhan ekonomi yang selanjutnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan sebuah program bantuan tunai bersyarat kepada keluarga miskin (KM), atau dalam istilah internasional dikenal dengan Conditional Cash Transfers (CCT). Pelaksanaan PKH di Indonesia dimulai tahun 2007, dimaksudkan sebagai upaya membangun sistem perlindungan sosial kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk meningkatkan kualitas hidup melalui perubahan perilaku terhadap pendidikan dan kesehatan serta mendukung tercapainya kesejahteraan sosial. PKH juga dimaksudkan untuk membantu mengurangi beban pengeluaran keluarga (dampak konsumsi langsung), sekaligus meningkatkan investasi bagi generasi masa depan melalui peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan anak-anak. Dalam jangka panjang, PKH diharapkan akan memutus rantai kemiskinan antar generasi. 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 KemiskinanKuncoro (2002), Kemiskinan adalah suatu kondisi ketidak mampuan secara ekonomi dalam memenuhi standar kebutuhan dasar rata-rata pada suatu daerah. Kondisi ketidakmampuan ini ditandai dengan rendahnya kemampuan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pokok baik berupa pangan, sandang, maupun papan. Suryawati (2005) Kemampuan pendapatan yang rendah bukan saja berakibat pada tidak tercukupinya kebutuhan dasar akan tetapi berdampak pada ketidakmapuan memenuhi standar hidup rata-rata seperti standar kesehatan masyarakat dan standar pendidikan. Rochaety dan Tresnati (2007) Kemiskinan (poverty) merupakan istilah yang menyatakan tidak adanya kenikmatan hidup dan persediaan kebutuhanpun tidak sebanding. Istilah ini didefinisikan sebagai suatu titik kehilangan untuk pemeliharaan efisiensi secara fisik. Basri (2005), suatu keadaan ekonomi dimana terbatasnya peluang atau kesempatan yang dimiliki kelompok tersebut dalam mengakses sumber daya pembangunan..2.2 Kesejahteraan MasyarakatBadrudin (2012), Kesejahteraan masyarakat adalah suatu kondisi yang memperlihatkan tentang keadaan kehidupan masyarakat yang dapat dilihat dari standar kehidupan masyarakat tersebut. Abbas (2008), Kesejahteraan dapat diartikan sebagai kecukupan pemenuhan kebutuhan, orang yang merasa sejahtera apabila ia merasa senang, tidak kurang suatu apapun dalam batas yang mungkin dicapainya, jiwanya tentram dan batinnya terpelihara, ia merasa keadilan ada dalam hidupnya, ia terlepas dari kemiskinan yang menyiksa dan terhindar dari bahaya kemiskinan yang mengancam. Pengertian kesejahteraan berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial pasal 1 ayat (1): “kesejahteraan sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga mampu melaksanakan fungsi sosialnya. 2.3 Program Keluarga Harapan (PKH)Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) (2017) Sejak tahun 2007 Pemerintah Indonesia telah melaksanakan Program Bantuan Tunai Bersyarat (BTB) atau dikenal dengan PKH. PKH bukan merupakan lanjutan program Subsidi Langsung Tunai yang sudah berlangsung selama ini dalam rangka membantu Rumah Tangga Miskin (RTM) mempertahankan daya beli pada saat pemerintah melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM). PKH lebih dimaksudkan sebagai upaya membangun sistem perlindungan sosial kepada masyarakat miskin dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial penduduk miskin sekaligus sebagai upaya memutus rantai kemiskinan yang terjadi selama ini. PKH merupakan program bantuan dan perlindungan sosial yang termasuk dalam klaster I strategi penanggulangan kemiskinan di Indonesia yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan dan pemenuhan dasar bagi lansia dan penyandang disabilitas berat. Pelaksanaan PKH juga mendukung pencapaian tujuan Pembangunan Millenium. 2.4 Efektifitas Program Keluarga Harapan (PKH) Yasin (2008), Kata efektif berarti dapat membuahkan hasil, mulai berlaku, ada pengaruh, akibat atau efeknya. Efektivitas bisa juga diartikan sebagai pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan. Pasolong (2007), Efektivitas berarti tujuan yang telah direncanakan sebelumnya dapat tercapai atau dengan kata sasaran tercapai karena adanya proses kegiatan. Adapun pengertian lain dari efektivitas adalah tingkat tujuan yang diwujudkan suatu organisasi. Mahmudi (2005), merupakan hubungan antara output dengan tujuan, semakin besar kontribusi (sumbangan) output terhadap pencapaian tujuan, maka semakin efektif organisasi, program atau kegiatan. yang di gambarkan dalam model penelitian seperti pada gambar dibawah ini : Gambar 2.1Kerangka Konseptual Penelitian Keterangan :PKH adalah salah satu program dari pemerintah yang tujuannya adalah untuk pengentasan kemiskinan. Untuk mengukur tingkat efektifitas pelaksanaan PKH di Desa Teluk Batang, kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, menggunakan dua indikator yaitu indikator manfaat dan indikator dampak, dari dua indikator tersebut kita dapat mengetahui pelaksanaan PKH akan membantu pengentasan masalah kemiskinan, sehingga masalah kemiskinan dapat berkurang.3. METODE PENELITIANPenelitian ini bersifat deskriftif yaitu penelitian yang bersifat memaparkan dan bertujuan untuk memperoleh gambaran (deskripsi) lengkap tentang sesuatu yang sedang di teliti. Pada umumnya penelitian deskriptif merupakan penelitian non hipotesis sehingga dalam langkah penelitiannya tidak perlu merumuskan hipotesis. Penelitian deskriptif yang peneliti maksudkan adalah penelitian yang menggambarkan bagaimana Program Keluarga Harapan (PKH) dalam meningkatkan kesejahtraan masyarakat miskin di Kabupaten Kayong utara. Lokasi penelitian ini di Desa Teluk Batang, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara. Waktu penelitian ini pada tahun 2019, dengan jangka waktu yang diteliti yaitu pada tahun 2014-2019. Data adalah sekumpulan fakta yang dikumpulkan dan disajikan untuk tujuan tertentu. Informasi atau keterangan, baik kualitatif maupun kuantitatif yang menunjukan fakta. Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian. Dalam penelitian ini apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Desa Teluk Batang ini memiliki 5 dusun dengan jumlah masyarakat yang menerima PKH Sebanyak 70 peserta. Teknik yang di gunakan dalam pengumpulan data primer maupun data sekunder dilakukan dengan suatu penelitian secara seksama, yaitu dengan cara observasi, interview/wawancara, dan dokumentasi. Data-data yang terkumpul kemudian diolah, pengolahan data yaitu dengan menimbang, menyaring, mengatur dan mengklasifikasikan. Menimbang dan menyaring data adalah benar-benar memilih secara hati-hati data yang relevan, tepat dan berkaitan dengan masalah yang tengah diteliti. Mengatur dan mengklasifikasikan yaitu menggolongkan, menyusun menurut aturan tertentu. Pada umumnya pengolahan data dilakukan dengan cara Pemerikasaan data, Penandaan data, Rekomendasi data, Sistematisasi data. Pada dasarnya proses analisis data itu di mulai dari menelaah data secara keseluruhan yang telah tersedia dari berbagai macam sumber, baik itu pengamatan, wawancara, catatan lapangan dana yang lainnya. 4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Untuk mengetahui efektifitas PKH dalam mengentaskan kemiskinan di Desa Teluk Batang Kecamatan Teluk Kabupaten Kayong Utara, perolehan data melalui wawancara dengan menyiapkan 20 pertanyaan untuk 70 sampel/peserta PKH. Dari hasil wawancara tersebut diperoleh fakta/hasil dari pertanyaan yang diajukan pada responden yang tergambar pada tabel 4.9 dibawah ini: Tidak efektifnya penetapan RTM penerima bantuan ini dikarenakan data yang digunakan untuk penentapan penerima bantuan ditentukan dengan data ditingkat nasional dengan menggunakan data pada tahun sebelumnya. Sedangkan ketika ada peralihan status pada RTM di daereah harus melalui proses yang panjang agar bisa digantikan atau dihapus dari daftar penerima bantuan. Sehingga menjadikan penetapan RTM penerima bantuan kurang tepat sasaran. Melihat dari kondisi ini menunjukan bahwa pentapan peserta PKH di Desa Teluk Batang Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong belum tepat sasaran. Pengentasan kemiskinan yang dilakukan di Desa Teluk Batang Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara melalui PKH memberikan manfaat yang sangat berarti bagi masyarakat tetapi seiring berjalannya PKH di Desa Teluk batang belum mampu memutus mata rantai kemiskinan yang ada dimasyarakat. Hanya saja PKH memberi sisi positif pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan diharapkan mampu meningkatkan kesejateraan masyarakat sehingga mampu menekan tingginya tingkat kemiskinan di Desa Teluk Batang. PKH hanya sebagai bentuk jaminan sosial yang diberikan pemerintah kepada masyarakat agar terciptanya hubungan baik antara pemerintah dan masyarakat. Karena masih banyak ditemukan ketidaktepatan sasaran dalam menentukan anggota penerima bantuan dan tidak tepat gunanya dana yang diterima anggota sehingga manfaat dari PKH dapat dikatakan tidak tepat guna dan tidak tepat sasaran (kurang efektif). : 5. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 KESIMPULANDisimpulkan pada bab sebelumnya dapat diambil kesimpulan berdasarkan hasil dan pembahasan, maka kesimpulannya adalah sebagai berikut:Berdasarkan teori, penelitian,pengumpulan data dan analisis yang telah dilakukan, maka penelitian mengenai Analisis Efektifitas PKH Dalam Pengentasan Masyarakat Miskin Di Kabupaten Kayong Utara (Studi Pada Peserta PKH Desa Teluk Batang Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara) dapat disimpulkan sebagai berikut:Efektifitas PKH dalam mengentaskan kemiskinan di Desa Teluk Batang Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara. kurang terlaksana secara efektif. Belum efektifitas program ini dikarenakan masih ditemukan kurang tepat sasaran dalam penentuan peserta PKH selain itu kurang efektifnya pengalokasian dana PKH oleh peserta membuat PKH menjadi tidak tepat guna dan tidak sesuai dengan tujuan PKH, sehingga PKH belum dapat mengurangi/mengentaskan kemiskinan yang ada di Desa Teluk Batang Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara.5.2 SARANBerdasarkan hasil penelitian diatas, maka penulis dapat memberikan saran sebagai berikut:PKH perlu dievaluasi dan monitoring lebih baik lagi, melakukan sosialisasi baik secara nasional terlebih daerah pedalaman secara terarah untuk memberikan kesadaran dan pemahaman yang benar yang benar mengenai PKH kepada semua pemangku kepentingan, baik aparat pelaksana maupun masyarakat. Kegiatan sosialisasi tersebut harus diatur secara tegas terarah dan sesuai dengan pedoman umum (pedum). Dan dalam penentuan RTM penerima bantuan diharapkan menggunakan data yang valid agar lebih tepat sasaran, Bagi petugas PKH /pendamping PKH harus lebih mengarahkan kedepannya agar lebih memfokuskan pada proses penyadaran RTM agar tidak ada lagi ketergantungan terhadap bantuan-bantuan pemerintah dan Penelitian selanjutnya, perlu diteliti efektifitas beberapa program penanggulangan kemiskinan lainnya yang telah di implementasikan pemerintah, sehingga dapat diketahui program mana saja yang memiliki pengaruh besar terhadap pengentasan kemiskinan di Indonesia. DAFTAR PUSTAKAAhmadi, R. (2012). Pemberdayaan Masyarakat Miskin: Pendekatan Modal Manusia (Studi Layanan Publik Tentang Pemberdayaan Masyarakat Miskin yang Diselenggarakan Oleh BPM-KB dan Posko 100 di Kota Surabaya). Jurnal Administrasi Publik Vol. 10, No. 2, Desember 2012.Arsyad, L. (2010). Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta: UPP STIM YKPM.Badrudin, R. (2012). Ekonomi Otonomi Daerah. Yogyakarta: UPP STIM YKPM.Basri, F. (2005). Perekonomian Indonesia. Jakarta: Erlangga.Badan Pusat Statistik. (2016). Jumlah Penduduk Miskin. Diakses pada http://www.bps.go.id. Badan Pusat Statistik . (2019). Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Diakses pada http://www.bps.go.id. Deswantoro,D,B., Ismail A, & Hendarmin. (2017). Pengaruh Belanja Daerah Berdasarkan Klasifikasi Ekonomi terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2010-2015. Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan, vol 6, no 3, 187-210Dinas sosial. (2018). Kabupaten Kayong Utara.Kementrian Sosial. (2019). Profil Program Keluarga. Harapan Diakses pada https://pkh.kemsos.go.id/?pg=tentangpkh-1Kementrian Sosial, Undang-undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial. Diakses pada https//www.kemsos.go.id/unduh/UU-kesos- No112009.pdf.Kementrian Sosial. (2019). Jumlah Penerima dan Alokasi Dana. Profil Program Keluarga Harapan. Diakses Pada https://www.bps.go.id/ link Table Dinamis / view/ id/ 1119Kuncoro, M. (2002). Ekonomika Pembangunan, Teori, Masalah dan Kebijakan. Yogyakarta: YKPN. Lestari, R. S. (2012). Bantuan Sosial di Indonesia Sekarang dan Kedepan. Bandung: Fokus Media. Mahaeni, A. (2014). Evaluasi Program-Program Pengentasan Kemiskinan di Provinsi Bali. Jurnal Kependudukan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Vol. X No. 1:8-18 (4 Juli 2014). Pendamping Program Keluarga Harapan Desa Teluk Batang. 2018. Kabupaten Kayong Utara. Rochaety, E. & Tresnati, R. (2007). Kamus Istilah Ekonomi. Jakarta: Bumi Aksara.Soeratno & Arsyad, L. (2008). Metode Penelitian untuk Ekonomi dan Bisnis, Edisi Lima. Yogyakarta: UPP STIM YKPN. Sudaryono. (2017). Metodologi Penelitian. Depok: PT RajaGrafindo Persada. Sugiyono. (2008). Metodologi Penelitian Bisnis. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Sugiyono. (2017). Metodologi Penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Suryawati, C. (2005). Memahami Kemiskinan Secara Multidimensional. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, Vol. 08/No.03/September/2005. Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. “Program Keluarga Harapan” Diakses pada http:www.tnp2k.go.id.Todaro, M. P. & Smith S. C. (2003). Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga,Edisi Kedelapan. Jakarta: Erlangga.Wawancara Dengan Pendamping Program Keluarga Harapan ,(2019).
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Bank XYZ Dalam Memberikan Pembiayaan Kredit Kepada UMKM
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Bank XYZ dalam Memberikan Pembiayaan Kredit Kepada UMKM ABSTRAK Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan pelaku-pelaku bisnis atau ekonomi yang bergerak diberbagai bidang usaha baik berupa barang maupun jasa dan selama ini mempunyai peran yang cukup besar dalam perekonomian. Tumbuh kembangnya usaha UMKM harus di dukung oleh semua pihak, terutama pihak perbankan, sebab pihak perbankan merupakan faktor terpenting dalam mendanai atau memberikan kredit usaha bagi pihak UMKM. Jenis metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan metode kuantitatif. Adapun jumlah sampel yang digunakan di dalam penelitian ini berjumlah 32 (analis kredit). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil menunjukan bahwa (1) character memperoleh nilai indeks sebesar 4,26 berkategori sangat tinggi, (2) capacity memperoleh nilai indeks sebesar 4,18 berkategori tinggi, (3) capital memperoleh nilai indeks sebesar 4,04 berkategori tinggi, (4) collateral memperoleh nilai indeks sebesar 4,10 berkategori tinggi, (5) condition of economy memperoleh nilai indeks sebesar 3,89 berkategori tinggi (6) Analisa tim analis kredit menyatakan bahwa yang paling dominan dari penilaian-penilaian prinsip 5C ialah karakter (character). Kata Kunci : Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition Of Economy dan Keputusan Pemberian Kredit. DAFTAR PUSTAKA Alamsyah, Halim dkk 2005. Banking Disintermediation and Its Implication for Monetary Policy: The Case of Indonesia. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. Maret 2005 : 499 – 521 Arikunto, Suaharsimi. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Arikunto,Suharsimi.( 2012). Prosedur Penelitian.Jakarta : Rineka Cipta. Arikunto, S., 2009. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi 6. Jakarta : Rineka Cipta. Azwar, Saifuddin. 2007. Metode Penelitian. Pustaka Pelajar : Yogyakarta. Cooper, Donald R., dan Emory William C., (1997). Metode Penelitian Bisnis. Erlangga, Jakarta. Dahlan Siamat, 2004, Manajemen Lembaga Keuangan, PT. Gramedia Pustaka Umum, Jakarta. Ety Rochaety. 2007. Metode Penelitian Bisnis Pandia.2012. Manajemen Dana dan Kesehatan Bank. Jakarta : PT Rineka Cipta. Ghozali, Imam. 2011. “Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS”. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Gozali, Imam. 2009. “Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS”. Semarang : UNDIP. Gujarati, Damodar, 2003, Ekonometri Dasar. Terjemahan: Sumarno Zain, Jakarta : Erlangga. Gunawan, Imam. Metode Penelitian Kualitatif. : Teori dan Praktik Jakarta : PT Bumi Aksara. 2013 Kasmir, 2010. Pengantar Manajemen Keuangan. Kasmir, 2008, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Jakarta : PT Raja Grapindo Persada. Kasmir, 2003, Manajemen Perbankan, Jakarta : PT Raja Grapindo Persada Kiryanto, Rian. 2007. Langkah Terobosan Mendorong Ekspansi Kredit. Economy Review No. 2008. Juni 2017 Kusumah, Wijaya dan Dedi Dwitagama 2011. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Edisi: 2 Jakarta : PT Indeks. Masri Singarimbun. 1991. Metode Penelitian,Yogyakarta: LP3S Nazir Moh. (2013). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia. Priyatno, Duwi. 2010. Paham Analisa Statistik Data Dengan SPSS. Mediakom, Yogyakarta. Santoso A. Budi, Susilo Sri, Triondani. 2006. Manajemen Perkreditan Bank Umum Edisi 2. Jakarta : Salemba Empat. Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuatitatif, Kualitatif dan R&D Cetakan 20. Bandung : Cv. Afabeta. Sugiyono, 2013. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuatitatif, Kualitatif, dan R&D, Bandung : Afabeta. Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuatitatif, Kualitatif, dan R&D, Bandung : Afabeta. Sugiyono, 2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuatitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung : Afabeta. Suliyanto. 2011. Ekonometrika Terapan: Teori dan Aplikasi dengan SPSS. Yogyakarta: ANDI. Susilo Sri Y, Triandaru Totok Budi Santoso, 2006, Bank dan Lembaga Keuangan Lain, Jakarta : Salemba Empat. Umi Narimawati, 2010. Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: Penerbit Genesis. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM. UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan
PENGARUH UPAH DAN PENGANGGURAN TERHADAP PENGIRIMAN TENAGA KERJA INDONESIA KE LUAR NEGERI
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh upah dan pengangguran terhadap pengiriman Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data dari Badan Pusat Statistik dan Badan Nasional Penempatan Tenaga Kerja Indonesia. Jenis penelitian ini yaitu metode kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upah memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap pengiriman TKI ke luar negeri. Jika upah di dalam negeri menurun maka orang akan pergi keluar negeri untuk mencari pekerjaan. Dengan kurangnya pendapatan yang diperoleh didalam negeri mendorong minat para pekerja Indonesia melakukan migrasi untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan keluarga. Penganguran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengiriman Tki ke luar negeri. Pengangguran memang berpengaruh signifikan karena dengan keterbatasan lahan pekerjaan dalam negeri membuat para TKI ingin mencari pekerjaan ke luar negeri dengan harapan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan mampu memperbaiki kualitas ekonomi keluarga, namun tidak semua pengangguran pergi untuk mencari pekerjaan ke luar negeri misalnya saja pengangguran yang memiliki pendidikan yang tinggi akan memilih mencari pekerjaan dalam negri, dengan modal pendidikan yang mereka miliki, dan berbagai pertimbangan. .Kata kunci : Upah, Pengangguran, TK
Pengaruh Upah Minimum, PDRB dan Jumlah Penduduk terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Kalimantan Barat
ABSTRAK Kalimantan Barat adalah salah satu provinsi yang memiliki penyerapan tenaga kerja yang cukup banyak . Ada beberapa indikator yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja diantaranya Upah Minimum, PDRB dan Jumlah Penduduk . Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh Upah Minimum, PDRB dan Jumlah Pendudukterhadap Penyerapan Tenaga Kerja.Metode penelitian ini merupakan metode eksplanatori (Explanatory research) yaitu penelitian penjelasan yang menunjukkan sebab akibat antara variabel-variabel penelitian.Hasil penelitian ini menunjukkan secara parsial Upah Minimum memiliki hubungan yang positif dan berpengaruh tidak signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja, sedangkan PDRB memiliki hubungan yang negatif dan berpengaruh tidak signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja dan Jumlah Penduduk memiliki hubungan yang positif dan berpengaruh signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja. Variabel dalam model bersama sama memiliki pengaruh sekitar 99,66 % terhadap Penyerapan Tenaga Kerja, sedangkan 0,34% dipengaruhi oleh variabel lainnya. Kata Kunci:Upah Miminum, PDRB, Jumlah Penduduk, Penyerapan Tenaga Kerja LEMBAR RINGKASAN SKRIPSI RINGKASAN SKRIPSIPENGARUH UPAH MINIMUM, PDRB DAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2011-2015 Latar BelakangPenyerapan tenaga kerja merupakan hal yang sangat penting karena mengingat akan tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran yang ada di Provinsi Kalimantan Barat. Ada beberapa variabel yang berpengaruh terhadap Penyerapan Tenaga Kerja yaitu diantaranya upah minimum, PDRB dan jumlah penduduk. Oleh karena itu peran dari setiap variabel dalam mempengaruhi penyerapan tenaga kerja tentunya berbeda.Permasalahan Apakah ada pengaruh upah minimum terhadap penyerapan tenaga di Provinsi Kalimantan Barat tahun 2011-2015?Apakah ada pengaruh PDRB terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Barat tahun 2011-2015?Apakah ada pengaruh jumlah penduduk terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Barat tahun 2011-2015?Tujuan PenelitianUntuk menguji dan menganalisis pengaruh upah minimum terhadap penyerapan tenaga kerja di provinsi kalimantan barat tahun 2011-2015Untuk menguji dan menganalisis pengaruh pdrb terhadap penyerapan tenaga kerja di provinsi kalimantan barat tahun 2011-2015Untuk menguji dan menganalisis pengaruh jumlah penduduk terhadap penyerapan tenaga kerja di kalimantan barat tahun 2011-2015Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris atau menguji penjelasan sebab dan akibat yang berbentuk berbentuk regresi berganda. Dan penelitian ini menunjukkan arah hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat disamping mengukur kekuatan hubungannya. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan periode observasi 2011-2015. Data yang digunakan bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat maupun publikasi lainnya yang terkait. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda data panel dengan model regresi Fixed Effect. Data diolah dengan menggunakan Eviews 9.5. Hasil dan PembahasanHasil penelitian menunjukkan bahwa Upah Minimum berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, hal ini disebabkan karena upah adalah salah satu komponen biaya tetap (fixed cost) dalam kegiatan produksi. sehingga dengan meningkatnya upah, perusahaan akan bertindak rasional dengan mengurangi perekrutan tenaga kerja dengan tujuan untuk mengurangi biaya produksi, dan PDRB berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi hanya menekankan pada pertumbuhan output secara keseluruhan saja tanpa melihat proses dari produksi tersebut, sedangkan Jumlah Penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, hal ini disebabkan Jumlah penduduk yang meningkat setiap tahunnya merupakan modal yang cukup bagi tersedianya tenaga kerja untuk menggerakkan pembangunan yang lebih baik di Kalimantan Barat ini. 6. KesimpulanPengaruh upah minimum menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan dan berdampak positifdengan nilai koefisien sebesar 0.056300. Hal ini ditunjukkan dan nilai probabilitas uji t statistik yaitu sebesar 0.1562 atau lebih besar dari taraf signifikan 5% atau sebesar 0,05. Pengaruh PDRB menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan negatif terhadap penyerapan tenaga kerja. Hal ini ditunjukan dengan nilai koefisien sebesar -0.208313 dan nilai probabilitas uji t statistik yaitu 0.1703 atau lebih besar dari taraf signifikan. Pengaruh jumlah pendudukmenunjukan pengaruh yang signifikan dan berdampak positif nilai koefisien variabel jumlah penduduk sebesar 1.023556 dan nilai probabilitas uji t statistik sebesar 0.0000 atau lebih kecil dari taraf signifikan 5% atau sebesar 0,05. DAFTAR PUSTAKA Agustini,Y Kurniasih E.P Pengaruh Investasi PMDN, PMA, dan Penyerapan Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Jumlah Penduduk Miskin Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan 2017, Vol. 6, No.2,97-119.Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat--------Statistik Jumlah PendudukKabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2011-2015.--------Statistik Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten/Kota Provinsi Kalimatan Barat Tahun 2011-2015.-------Statistik Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2011-2015.Budianto, Arif & Made H.U.D (2015). Pengaruh Pdrb Dan Upah Minimum Provinsi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Melalai Mediasi Investasi Di Provinsi Bali. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana Vol.4, No.10 Oktober 2015.Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat--------Upah Minimum Kabupaten/Kota Kalimantan Barat tahun 2011-2015Feriyanto, Nur. 2014. Ekonomi Sumber daya manusia. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.Ganie, D (2017). Analisis Pengaruh Upah, Tingkat Pendidikan, Jumlah Penduduk Dan Pdrb Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Kabupaten Berau Kalimantan Timur.Jurnal EKSEKUTIF Volume 14 No. 2 desember 2017.Gujarati, D. (2001). Ekonometrika Dasar. Jakarta: Erlangga.Hartono, Rudi, Arfiah B & M. Awaluddin. (2018). Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Dan Upah Minimum Kota (UMK). INOVASI, 14 (1) 2018,36-43Kusnendi. (2003). Ekonomi Sumber Daya Manusia dan Alam. Jakarta: Universitas Terbuka.Kuncoro, Mudrajat. 2012. Ekonomi Pembangunan: Teori Masalah dan Kebijakan. UPP AMP YKPNKuncoro, Haryo. 2002. Upah Sistem Bagi Hasil dan Penyerapan Tenaga Kerja. Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Ekonomi Negara Berkembang Vol. 7, No 1, 2002. ISSN: 1410-2641 hal 45-56Mankiw, G. N. (2000). Teori MakroEkonomi Edisi Alih Bahasa Terjemahan. Jakarta: Penerbit Erlangga.M. L. Jhingan. (2003). Ekonomi pembangunan dan perencanaan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.Simanjuntak. (1998). Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta: Lembaga penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.Simajuntak. 2001. Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta: LPFE UISubri, M. (2003). Ekonomi Sumber Daya Manusia dalam perspektif pembangunan Edisi Revisi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.Subri, M. (2014). Ekonomi Sumber Daya Manusia dalam perspektif pembangunan Edisi Revisi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.Sukirno, Sadono. (2013). Mikro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo.Simanjuntak. (1998). Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta: Lembaga penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.Sirait, Novlin. (2013). Analisis Beberapa Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Pengangguran Kabupaten/Kota Provinsi Bali. Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. E-Jurnal EP Unud, Vol. 2, No 2 : 108-118Tambunsaribu, R.Y & Bagio Mudakir (2013). Analisis Pengaruh Produktivitas Tenaga Kerja, Upah Riil, Dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di 35 Kabupaten/Kota Jawa Tengah.Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013.Ziyadaturrofiqoh, Zulfanetti, dan Safri (2018). Pengaruh PDRB, Upah Minimum Provinsi dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Jambi. Vol. 7. No.1, Januari – April 2018 ISSN: 2303-1220 (online)
Analisis Dampak Hadirnya Perusahaan Kelapa Sawit Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Serta Kontribusinya Bagi PDRB Kabupaten Sanggau
Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari perusahaan kelapa sawit terhadap kesejahteraan masyarakat dan PDRB kabupaten Sanggau selama 10 tahun terakhir (2008-2017). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sanggau. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Luas Areal, Investasi, Tingkat Kemiskinan, dan PDRB. Tehnik analisis dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda yang diolah dengan menggunakan aplikasi Eviews 8.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa luas areal perkebunan besar kelapa sawit berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan sedangkan investasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Sanggau. Sementara itu, luas areal perkebunan besar kelapa sawit berpengaruh positif dan signifikan sedangkan investasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap PDRB subsektor perkebunan Kabupaten Sanggau. Kata Kunci : Luas Lahan, Investasi, Perusahaan Kelapa Sawit, Kemiskinan, PDRB, dan Regresi Berganda1. Latar BelakangPerusahaan kelapa sawit telah hadir sejak tahun 1980-an di Kabupaten Sanggau. Saat ini kelapa Sawit telah menjadi komoditas utama dari subsektor perkebunan dengan luas areal terbesar di Kabupaten Sanggau. Sementara itu, produksi kelapa sawit di Kabupaten Sanggau pun merupakan yang terbesar kedua di Provinsi Kalimantan Barat. Menjadi komoditas perkebunan utama di Kabupaten Sanggau membuat perkebunan kelapa sawit ini memiliki peranan yang penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta PDRB Kabupaten Sanggau.2. PermasalahanAdapun permasalah dalam penelitian ini sebagai berikut : a. Bagaimana dampak pertambahan luas areal perkebunan besar kelapa sawit terhadap kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sanggau ?b. Bagaimana dampak investasi perkebunan besar kelapa sawit terhadap kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sanggau ?c. Bagaimana dampak pertambahan luas areal perkebunan besar kelapa sawit terhadap PDRB subsektor perkebunan Kabupaten Sanggau ?d. Bagaimana dampak Investasi perkebunan besar kelapa sawit terhadap PDRB subsektor perkebunan Kabupaten Sanggau ?3. Tujuan Penelitiana. Untuk mengetahui dan menganalisis dampak pertambahan luas areal perkebunan besar kelapa sawit terhadap kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sanggau.b. Untuk mengetahui dan menganalisis dampak investasi perkebunan besar kelapa sawit terhadap kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sanggau.c. Untuk mengetahui dan menganalisis dampak pertambahan luas areal perkebunan besar kelapa sawit terhadap PDRB subsektor perkebunan Kabupaten Sanggau.d. Untuk mengetahui dan menganalisis dampak investasi perkebunan besar kelapa sawit terhadap PDRB subsektor perkebunan Kabupaten Sanggau.4. Metode PenelitianPenelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif yaitu bertujuan untuk menggambarkan data yang diperoleh sebagaimana adanya dan menggunakan pendekatakan kuantitatif dengan perhitungan secara matematis. Data yang digunakan bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten sanggau. Tehnik analisis dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda yang diolah dengan menggunakan Eviews 8.5. Hasil PenelitianHasil penelitian uji simultan menunjukan bahwa luas areal dan investasi berpengaruh dalam menurunkan tingkat kemiskinan di Kabupaten Sanggau. Sedangkan untuk uji parsial diketahui luas areal berpengaruh negatif signifikan dan investasi berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Sanggau. Sementara itu, hasil uji simultan luas areal dan investasi juga berpengaruh terhadap peningkatan PDRB subsektor perkebunan Kabupaten Sanggau. Sedangkan uji parsial diketahui luas areal berpengaruh positif signifikan dan investasi berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap PDRB subsektor perkebunan Kabupaten Sanggau.6. Kesimpulan dan Sarana. KesimpulanBerdasarkan hasil uji simultan menunjukan bahwa luas areal dan investasi bepengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Sanggau. Sementara itu, luas areal dan investasi juga berpengaruh terhadap PDRB subsektor perkebunan kabupaten Sanggau.b. SaranUntuk dapat meningkatkan kontribusi dari kegiatan pertambahan luas areal dan investasi perkebunan kelapa sawit maka pihak perusahaan diharapkan dapat lebih banyak mempekerjakan masyarakat sekitar atau tenaga kerja lokal dari Kabupaten Sanggau. Selain itu, pemerintah juga harus bisa menjaga kondisi politik, keamanan, ketentraman dan ketertiban yang kondusif, serta membangun infrastruktur yang baik guna menciptakan iklim investasi yang baik pula. DAFTAR PUSTAKAAriyanto, B., Fitriadi., & Noor, A. (2017). Pengaruh Investasi Kelapa Sawit dan Tenaga Kerja terhadap PDRB pada Sub Sektor Perkebunan di Kabupaten Kutai Timur. Jurnal Ekonomi Pembangunan. 19(1)Badan Pusat Statistik. (2009). Kabupaten Sanggau Dalam Angka. Sanggau: BPS--------------------- . (2011). Kabupaten Sanggau Dalam Angka. Sanggau: BPS--------------------- . (2012). Kabupaten Sanggau Dalam Angka. Sanggau: BPS--------------------- . (2013). Kabupaten Sanggau Dalam Angka. Sanggau: BPS--------------------- . (2014). Kabupaten Sanggau Dalam Angka. Sanggau: BPS--------------------- . (2015). Kabupaten Sanggau Dalam Angka. Sanggau: BPS--------------------- . (2016). Kabupaten Sanggau Dalam Angka. Sanggau: BPS--------------------- . (2017). Kabupaten Sanggau Dalam Angka. Sanggau: BPS--------------------- . (2018). Kabupaten Sanggau Dalam Angka. Sanggau: BPSDarwis, I. (2015). Dampak Keberadaan Perusahaan Kelapa Sawit Terhadap Kesejahteraan Sosial Masyarakat di Desa Bulu Mario Kabupaten Mamuju Utara. Skripsi, Universitas HasanuddinHandayani, Tri. (2011). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Periode 1999-2008. Jurnal Ilmu Ekonomihttps://economy.okezone.com/read/2015/04/27/320/1140799/investasi-pertambangan-perkebunan-ancam-lingkungan-hidup diakses pada 12 Mei 2019Imbiri, S., Sutrisno, S., & Soemarno. (2010). Analisis Dampak PIR Kelapa Sawit Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Sekitar Di Kabupaten Manokwari. Jurnal Agritek, 18(2), 2010Kuncoro. M. (2006). Ekonomi Pembangunan: Teori, Masalah dan Kebijakan. Yogyakarta: UPP AMP YKPNKuncoro, M. (2011). Metode Kuantitatif, Teori dan Aplikasi untuk Bisnis dan Ekonomi. Edisi keempat. Yogyakarta: UPP STIM YKPNKurniasih. E. P & Arifin (2012). Mampukah Kelapa Sawit Mengurangi Tingkat Kemiskinan Di Provinsi Kalimantan Barat ?. Jurnal Ilmu EkonomiMankiw, N., & Gregory. (2007). Makroekonomi. Edisi Keenam. Jakarta: ErlanggaMarminto, B. D. (2006). Strategi Pengembangan Investasi Subsektor Perkebunan Di Kabupaten Siak. Tesis, Institut Pertanian BogorMubyarto. (2002). Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta: LP3ESPateda. Y., Masinambouw. V. A. J., & Rotinsulu. T. O. (2017). Pengaruh Investasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Tingkat Kemiskinan di Gorontalo. Jurnal Ekonomi dan BisnisRahim, A., & Hastuti, D. R. D. (2007). Ekonometrika Pertanian (Pengantar, Teori dan Kasus). Jakarta : Penebar SwadayaSamuelson, P. A., & Nordhaus, W. D. (1997). Ekonomi Edisi Keduabelas Jilid I. Jakarta : ErlanggaSiradjuddin, I. (2015). Dampak Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Perekonomian Wilayah Di Kabupaten Rokan Hulu. Jurnal Agroteknologi, 5(2), 7-14Sirdon., Tasri, E. S., & Firdaus. (2014). Pengaruh Tenaga kerja, Jumlah Produksi dan Luas Lahan Terhadap PDRB Sektor Pertanian di Kabupaten Sumatera Barat. Jurnal Ekonomi PembangunanSoekartawi. (2003). Teori Ekonomi Produksi dengan Pokok Bahasan Analisis Cobb-Douglas. Jakarta : PT Rajagrafindo PersadaSugiyono. (2014). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: AlfabetaSukirno, S. (2002). Pengantar Teori Mikro Ekonomi. Jakarta: FEUISukirno, S. (2015). Makroekonomi Teori Pengantar. Edisi Ketiga. Jakarta: Rajagrafindo PersadaSupriadi, W. (2013). Perkebunan Kelapa Sawit dan Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Sambas. Jurnal Ilmu EkonomiSyahza, A., & Johan, R.S. (2005). Kelapa Sawit : Pengaruhnya Terhadap Ekonomi Regional Daerah Riau. Jurnal Keguruan dan Ilmu PendidikanTarigan, R. (2014). Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi. Edisi Revisi. Jakarta: PT Bumi AksaraTodaro, M. P., & Smith, S.C. (2011). Pembangunan Ekonomi jilid I. Edisi Kesebelas. Jakarta: Erlangg
ANALISIS PENGARUH JUMLAH UANG BEREDAR, KURS
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Jumlah Uang Beredar (JUB),Kurs dan Inflasi terhadap Cadangan Devisa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metodekuantitatif dan data dianalisis menggunakan model regresi linier sederhana. Sumber datapenelitian ini didapatkan dari Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat,website Bank Indonesiadan Webiste Kementerian Perdagangan Indonesia dimulai dari periode tahun 1997-2016.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jumlah Uang Beredar (JUB), Kurs dan Inflasiberpengaruh positif dan signifikan dengan taraf signifikan 0.000000 < 0,05 terhadapCadangan Devisa Indonesia serta nilai koefisien determinasi (R2) yaitu sebesar 0,9111445,bahwa kontribusi yang diberikan Jumlah Uang Beredar (JUB), Kurs dan Infasi terhadapCadangan Devisa Indonesia adalah sebesar 91,Kata Kunci: Jumlah Uang Beredar,Kurs,Tingkat Inflasi dan Cadangan DevisaDAFTAR PUSTAKA Nopirin, 2009. Ekonomi Moneter II. Yogyakarta : BPFEGandhi, Dyah Virgoana. (2006). Pengelolaan Cadangan Devisa di BankIndonesia. Jakarta: Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.________________________ Badan Pusat Statistik. Statistik Indonesia, Berbagai Edisi________________________ Bank Indonesia. Laporan Kebijakan Moneter, Berbagai Edisi________________________ Kementerian Perdagangan Indonesia, Berbagai Edisi________________________ Bank Indonesia. Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia, Berbagai EdisiGujarati, Damodar, 2003. Ekonometrika Dasar, Terjemahan Oleh Sumarno Zain. Jakarta : ErlanggaAgustina, Reny, 2014 “pengaruh Ekspor, Impor, Nilai Tukar Rupiah dan Tingkat Inflasi terhadap Cadangan Devisa Indonesia” Vol. 4, No.02, Oktober 2014Mankiw. N, Gregory. 2006. Pengantar Makroekonomi. Edisi Ketiga. Salemba Empat. JakartaBoediono,1982.Teori Pertumbuhan Ekonomi,BPFE,Yogyakarta.Pundy Sayoga, Syamsurijal Tan, 2017 “analisis cadangan devisa Indonesia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya” Vol.12, No.01, Januari-Juni 2017.Krugman , Paul R dan Obstfeld Maurice , (1992). Ekonomi Internasional ;Edisi ke satu . Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia and Harpercollin Publishers, Jakarta.Nopirin , (1996) . Ekonomi Internasional ; Edisi ke tiga . BPFE , Yogyakarta.Nopirin , (1998) .” Pertumbuhan Ekonomi dan Neraca Pembayaran IndonesiaNopiein, 1980- 1996, Suatu Pendekatan Keynes dan Monetaris “. Jurnal Kelola Universitas Gajah mada , Yogyakarta.Nopirin , (1995) . Ekonomi Moneter I & II ; Edisi ke empat . BPFE ,Yogyakarta.Boediono. 2001. “Ekonomi Moneter”, Penerbit BPFE UGM, Yogyakarta.Nilawati. 2000. “Pengaruh Pengeluaran Pemerintah, Cadangan Devisa Dan Angka Pengganda Uang Terhadap Perkembangan Jumlah Uang Beredar Di Indonesia”. Jurnal Bisnis dan Akuntansi.Vol. 2.No. 2.Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.Sukirno, Sadono. 1991. Makroekonomi : Teori Pengantar (edisi pertama). Jakarta: Raja Grafindo.Sukirno, Sadono. 2004. ”Teori Pengantar Makro Ekonomi”, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.Sunariyah. 2004. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal. Cetakan Keempat. Yogyakarta : UPP AMP YKPN.Situs Kementerian Perdagangan Republik Indonesia,www.kemendag.go.id.
PERAN PEMULUNG DALAM TATA KELOLA SAMPAH DI KOTA PONTIANAK
ABSTRAKPembangunan yang berkesinambugan sebagai salah satu komponen terpenting didalam proses ekonomi, pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kebutuhan masyarakat tanpa harus mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa yang akan datang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran pemulung di dalam tata kelola dan potensi nilai ekonomi sampah di kota Pontianak. Metode analisis yang digunakan dalam mengukur variabel adalah dengan wawancara mendalam kemudian di deskriptifkan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang terdiri dari kuesioner yang telah disebar. Teknik pengumpulan data berupa tahap observasi, tahap wawancara terstruktur, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa tata kelola sampah dikota Pontianak tidak megenal adanya pemulung sebagai pihak yang turut membantu pemerintah didalam mengelola sampah sehingga dapat dimanfaatkan kembali untuk dijual sebagai barang yang memiliki nilai ekonomi Serta potensi ekonomi sampah dikota Pontianak belum digali secara serius dan optimal. Dapat disimpulkan bahwa pemerintah melalui DLH perlu meningkatkan kemitraan lintas sektoral didalam mengelola sampah yang ada di kota Pontianak. Kata Kunci : Pemulung, Pengelolaan Sampah, Nilai Ekonomi SampahDAFTAR PUSTAKA Adioetomo, S. M, & Samosir, O. B. (2010). Dasar-dasar Demografi Edisi 2. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.Andriyanti, L. L. (2018). Karakteristik Pemulung di Sumber Sampah Kabupaten Sleman, D.I Yogyakarta. Jurnal Teknik Lingkungan UII, 1 (1), 1-12.Anggraini, S. (2017). Public Private Partnership Dalam Pengembangan Program Sidoarjo Bersih dan Hijau di Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik, 5 (1), 1-16.Anjasmara, N. (2017).Aprilyanti, S. (2017). Pengaruh Usia dan Masa Kerja Terhadap Produktifitas Kerja (Studi Kasus PT. Oasis Water Internasional Cabang Palembang), Jurnal Sistem dan Manajemen Industri, 1 (2), 68-72.Asdiantri. (2016). Analisis Potensi Nilai Ekonomi Sampah Perumahan Kota Pontianak. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah, 1 (1), 1-10.Azhari. (2019). Sketsa Masyarakat Pemulung Kota Bandung. Jurnal Sosioteknologi, 8 (7), 696-701.Badan Pusat Statistik. (2010). Pedoman Penghitungan Proyeksi Penduduk dan Angkatan Kerja. Jakarta: BPS. . (2018). Proyeksi Penduduk Indonesia 2015-2024 Hasil SUPAS 2015. Jakarta: Badan Pusat Statistik.Departemen Kesehatan RI. (2015). Situasi Kesehatan Kerja. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RIHarahap, F. I. (2017). Pemberdayaan Masyarakat Pemulung Sampah Sungai Citarum Melalui Koperasi Bangkit Bersama. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 4 (2), 180-186.Hartono, E. (2006). Peningkatan Pelayanan Pengelolaan Sampah di Kota Brebes Melalui Peningkatan Kemampuan Pembiayaan. Semarang: eprints undip.Kristiani, H. J., Kurniawan, Y., & Ishak. (2017). Simulasi Keuntungan Pengelolaan Sampah Plastik dengan Mempertimbangkan Faktor Risiko Pemulung, Lapak dan Pabrik Daur Ulang. Jurnal Hijau, 2 (4), 1-5.Herlina. (2016). Tinjauan Atas Penerimaan Pendapatan Jasa Pada Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Kota Bandung. Bandung: JBPTUNIKOMPP.Hutagalung (2015). Peran Pemulung dalam Pengelolaan Sampah dan Timbunan Sampah di TPA Terjun Kecamatan Medan Marelan Kota Medan Tahun 2015. Jurnal USU, 4 (3), 1-8.Janah, Miftahul. (2019). Deskripsi Kondisi Sosial Ekonomi Kepala Keluarga Pemulung di Kelurahan Kali Balau Kota Bandar Lampung, Jurnal Fkip Unila, 7 (4), 1-13.Kasmir. (2006). Manajemen Perbankan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.Kristina, J. H., Kurniawan. Ishak. (2017). Simulasi Keuntungan Pengelolaan Sampah Plastik dengan Mempertimbangkan Faktor Risiko Pemulung, Lapak dan Pabrik Daur Ulang. Jurnal Teknologi Hijau, 2 (4), 1-5.Kurniasih, E. P. (2017). Pengaruh Investasi PMDN, PMA, dan Penyerapan Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Jumlah Penduduk Miskin Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Jebik, 6 (2), 97-119.Lumintang, F. M. (2013). Analisis Pendapatan Petani Padi Di Desa Teep Kecamatan Langowan Timur. Jurnal EMBA, 1 (3), 991-998.Mahyudin, R. P. (2017). Peningkatan Peranan Pemulung untuk Meningkatkan Pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah. Jurnal EviroScienteae, 13 (1), 62-68.Megawangi, V. (2019). Peran Sektor Informal dalam Pengelolaan Sampah di TPA Banyuroto Kulon Progo. Jurnal Teknik Lingkungan UII, 1 (1), 1-8.Monicasari, S. I. (2016). Kajian Kesejahteraan Masyarakat Pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kaliori Desa Kaliori Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Skripsi Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. (Tidak Dipublikasikan)Natsir, A. (2018). Ilmu dan Rekayasa Lingkungan. Makassar: Sah Media.Nuraedah. (2014). Pemulung yang Termarginalkan (Studi Sosial Ekonomi Masyarakat Pemulung di Kelurahan Lasoani). Jurnal Untad, 17 (3), 56-63.Pracoyo, T. K. (2016). Aspek Dasar Ekonomi Mikro. Jakarta: Grasindo.Puspitasari, D. (2011). Faktor yang Paling Berpengaruh terhadap Komitmen Kerja Perawat Panti Wreda di Surakarta. Jurnal Pisikologi Undip, 9 (1), 57-64.Putra, P. H. (2018). Studi Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Produk dan Jasa Kreatif. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 2 (1), 21-31.Putri, T. W. (2017). Penanaman Nilai-nilai Antikorupsi Dalam Pembelajaran Akidah Akhlak Di MAN BATU. Malang: UMM Institusional Repository.Rahardja, P., & Manurung, M. (2008). Teori Ekonomi Makro Edisi Keempat. Jakarta: Lembaga Penerbit FE UI.Ramon & Afrianto. (2016). Karakteristik Penanganan Sampah Tumah Tangga Di Kota Bengkulu. JKMA, 10 (1), 24-31.Riyandi, S. (2015). Reiventing Bank Sampah: Optimalisasi Nilai Ekonomi Limbah Berbasis Pengelolaan Komunal Terintegrasi. Jurnal Kajian Ekonomi dan Perbankan Syari'ah, 7 (2), 205-215.Sahil, J., Muhdar, M. H., Rohman, F., & Syamsuri , I. (2016). Sistem Pengelolaan dan Upaya Penanggulangan Sampah Di Kelurahan DufaDufa Kota Ternate. Jurnal BIOeduKASI, 4 (2), 478-487.Saggaf, W. S. (2018). Reformasi Pelayanan Publik di Negara Berkembang. Makassar: Sah Media.Sejati, K. (2009). Pengelolaan Sampah Terpadu Dengan Sistem Node, Sub Point, dan Center Point . Yogyakarta: Kanisius.Setyaningrum, I. (2015). Karakteristik Peningkatan Pengelolaan Sampah Oleh Masyarakat Melalui Bank Sampah. Jurnal Teknik PWK, 4 (2), 185-196.Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D). Bandung: CV.Alfabeta.Tatambihe, L. (2017). Kontribusi Ibu Rumah Tangga Sebagai Pemulung Sampah dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga. EJurna Unsrad, 6 (2), 1-16.Umar, H. (2003). Metodologi penelitian untuk skripsi dan tesis bisnis. Jakarta: Gramedia.Wahyudi, J. (2018). Pemanfaatan Limbah Plastik Sebagai Bahan Baku Pembuatan BahanBakar Alternatif. Jurnal Litbang, 14 (1), 56-67.Widarti, B. N., Ramadhani, N., & Meicahayanti, I. (2017). Efektivitas Dalam Mengurangi Sampah dan Nilai Ekonomi Pengelolaan Sampah di Bank Sampah. Jurnal Info Teknik, 18 (2), 171-178.Yantos. (2017). Strategi Survive Pemulung (Studi Kasus Komunitas Pemulung di Pinggiran Sungai Sail Pekanbaru). Jurnal Risalah, 28, (1), 31-42.
Pengaruh Pendapatan Terhadap Pola Konsumsi Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Tanjungpura
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh pendapatan terhadap pola konsumsi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura (FEB UNTAN) dan untuk mengetahui perbedaan pola konsumsi mahasiswa FEB UNTAN berdasarkan penerima beasiswa, jenis kelamin dan tempat tinggal. Pola konsumsi mahasiswa dibagi dalam dua kategori besar yaitu konsumsi makanan dan konsumsi nonmakanan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket (kuesioner). Dengan teknik Proportionate Stratified Random Sampling, jumlah sampel dalam penelitian ini diambil sebanyak 312 responden. Analisis data menggunakan persamaan regresi sederhana dengan bantuan program Eviews dan uji beda rata-rata dengan bantuan program SPSS.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi makanan dan konsumsi nonmakanan mahasiswa FEB UNTAN secara individual. Pengeluaran untuk konsumsi nonmakanan lebih besar daripada konsumsi makanan. Rata-rata pengeluaran konsumsi mahasiswa penerima beasiswa lebih rendah daripada mahasiswa bukan penerima beasiswa. Rata-rata pengeluaran konsumsi mahasiswa laki-laki lebih rendah daripada mahasiswa perempuan. Rata-rata pengeluaran konsumsi makanan mahasiswa kos lebih tinggi daripada mahasiswa yang tidak kos (tinggal bersama orang tua) sementara rata-rata pengeluaran konsumsi nonmakanan mahasiswa kos lebih rendah daripada mahasiswa yang tidak kos. Kata Kunci: Pendapatan, Konsumsi, Mahasiswa. RINGKASAN Pengaruh Pendapatan Terhadap Pola Konsumsi Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Tanjungpura 1) Latar BelakangKebutuhan dasar atau kebutuhan pokok merupakan hal utama yang paling penting untuk dipenuhi dalam melakukan kegiatan konsumsi. Seiring dengan perkembangan zaman dan peningkatan pendapatan yang diterima masyarakat, kebutuhan pun terus berkembang. Masyarakat tidak sekadar dituntut untuk memenuhi kebutuhan pokoknya saja, tetapi juga menyangkut kebutuhan lainnya seperti kebutuhan kesehatan, pendidikan, transportasi, komunikasi dan lain sebagainya. Mahasiswa sama halnya dengan masyarakat atau rumah tangga, juga melakukan aktivitas ekonomi sehari-hari termasuk konsumsi. Pendapatan mahasiswa berasal dari uang saku dan beasiswa (jika menerima beasiswa) yang selanjutnya digunakan oleh mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan mereka. Secara garis besar konsumsi mahasiswa dapat dikelompokkan dalam 2 kategori besar, yaitu konsumsi makanan dan nonmakanan. 2) PermasalahanMahasiswa mudah terpengaruh untuk memenuhi gaya hidup yang tinggi, demikian juga pada mahasiswa FEB UNTAN. Gaya hidup yang tinggi mendorong mahasiswa untuk mengutamakan pemenuhan keinginan bukan kebutuhan pokok sehingga cenderung konsumtif. Gaya hidup mahasiswa yang cenderung konsumtif dapat menimbulkan masalah seperti memaksakan diri untuk membeli suatu barang/ jasa di luar kemampuan mereka. 3) Tujuan Penelitian1. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh pendapatan terhadap konsumsi makanan mahasiswa FEB UNTAN.2. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh pendapatan terhadap konsumsi nonmakanan mahasiswa FEB UNTAN.3. Untuk menguji dan menganalisis perbedaan pola konsumsi mahasiswa FEB UNTAN berdasarkan penerima beasiswa.4. Untuk menguji dan menganalisis perbedaan pola konsumsi mahasiswa FEB UNTAN berdasarkan jenis kelamin.5. Untuk menguji dan menganalisis perbedaan pola konsumsi mahasiswa FEB UNTAN berdasarkan tempat tinggal antara mahasiswa kos/ kontrak dengan mahasiswa tidak kos (tinggal bersama orang tua). 4) Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif karena variabel bebas dan variabel terikat berupa angka dan dianalisis berdasarkan analisis statistik untuk mendapatkan suatu informasi ilmiah dibalik angka tersebut. Penelitian ini menggunakan 2 sumber data yaitu data sekunder yang diperoleh dari Kasubag Akademik FEB UNTAN dan data primer yang diperoleh dari kuesioner yang diajukan pada mahasiswa FEB UNTAN. 5) Hasil dan Pembahasan Pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi makanan mahasiswa FEB UNTAN. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien pendapatan (b) bertanda positif yaitu sebesar 1,042 dan p-value kurang dari tingkat signifikansi (0,000 < 0,05). Pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi nonmakanan mahasiswa FEB UNTAN. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien pendapatan (b) bertanda positif yaitu sebesar 1,001 dan p-value kurang dari tingkat signifikansi (0,000 < 0,05).Ada perbedaan konsumsi makanan dan nonmakanan antara mahasiswa penerima beasiswa dengan bukan penerima beasiswa, mahasiswa laki-laki dengan mahasiswa perempuan dan mahasiswa yang kos dengan tidak kos. Hal ini ditunjukkan dengan nilai Sig. (2-tailed) yang lebih kecil dari tingkat signifikansi. 6) Kesimpulan dan RekomendasiKesimpulan: Semakin tinggi pendapatan mahasiswa maka akan semakin tinggi pula konsumsi makanan dan konsumsi nonmakanan mahasiswa tersebut. Pengeluaran konsumsi makanan mahasiswa FEB UNTAN 71,08% dipengaruhi oleh pendapatan, sisanya 28,92% dipengaruhi oleh variabel bebas lain yang tidak diteliti. Sedangkan pengeluaran konsumsi nonmakanan mahasiswa FEB UNTAN 81,84% dipengaruhi oleh pendapatan, sisanya 18,16% dipengaruhi oleh variabel bebas lain yang tidak diteliti. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendapatan mahasiswa lebih besar digunakan untuk konsumsi nonmakanan daripada konsumsi makanan. Rekomendasi: Bagi mahasiswa, hendaknya menerapkan pembelajaran ekonomi yang telah diajarkan dengan memperhatikan tingkat prioritas kebutuhan agar membeli produk yang mempunyai nilai guna dalam jangka panjang atau berkelanjutan sehingga tidak konsumtif. Bagi para peneliti lain yang ingin meneliti mengenai pola konsumsi dapat menambah atau menggunakan variabel lain yang belum digunakan dalam penelitian ini seperti lama menempuh kuliah dan variabel lainnya yang memberi pengaruh dominan terhadap konsumsi mahasiswa. Kemudian menambah atau menggunakan teori-teori konsumsi yang belum diaplikasikan pada penelitian ini seperti teori konsumsi oleh Heinrich Gossen, teori konsumsi oleh Irving Fisher dan teori lainnya yang berkaitan dengan konsumsi. DAFTAR PUSTAKA Andriani, N., Suandi., & Malik, A. (2014). Analisis Pendapatan Usahatani Petani Karet dan Konsumsi Pangan Rumah Tangganya di Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo. Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis. ISSN 1412-8241 Vol. 17, No. 1. Azwar, S. (2012). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Badan Pusat Statistik Kota Pontianak. (2018). Kota Pontianak dalam Angka (Pontianak Municipality in Figures) 2018. ISSN: 0215-6881. Bhakti, A. (2015). Estimasi Fungsi Konsumsi Pangan dan Non Pangan Penduduk Perkotaan Propinsi Jambi. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Sosial Budaya & Ekonomi (TINGKAP). Vol. 11, No. 2. Dumairy. (1996). Perekonomian Indonesia. Yogyakarta: Erlangga. Gujarati, D. (2000). Ekonometrika Dasar. Jakarta: Ghalia Indonesia. Gujarati, D. (2006). Ekonometrika Dasar. Terjemahan Sumarno Zain. Jakarta: Erlangga. Hanum, N. (2017). Analisis Pengaruh Pendapatan Terhadap Perilaku Konsumsi Mahasiswa Universitas Samudra di Kota Langsa. Jurnal Samudra Ekonomika. Vol. 1, No. 2. Iskandar. (2016). Implementasi Teori Hirarki Kebutuhan Abraham Maslow Terhadap Peningkatan Kinerja Pustakawan. Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Khizanah Al-Hikmah. Vol. 4, No. 1. Jumhur., & Indah, D., N., K. (2018). Struktur Usia Penduduk dan Implikasinya terhadap Tabungan di Indonesia. Prosiding SATIESP 2018 FEB Universitas Tanjungpura. Kuncoro, M. (2003). Metode Riset untuk Bisnis & Ekonomi. Jakarta: Erlangga. Laily, N., & Pristyadi, B. (2003). Teori Ekonomi. Yogyakarta: Graha Ilmu. Lipsey, R. G. (1997). Pengantar Mikro Ekonomi, Jilid 1 Terjemahan A. Jaka Wasana. Jakarta: Binarupa Aksara. Lutfiah, U., Yohanes H. S., & Lisa, R. (2015). Pengaruh Jumlah Uang Saku dan Kontrol Diri terhadap Pola Konsumsi Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Jurnal Pembangunan Ekonomi (JPE). Vol. 8, No. 1. Mankiw, N. Gregory. (2006). Makroekonomi edisi keenam. Jakarta: Erlangga. Nababan, S. S. M. (2013). Pendapatan dan Jumlah Tanggungan Pengaruhnya Terhadap Pola Konsumsi PNS Dosen dan Tenaga Kependidikan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi (EMBA). ISSN 2303-1174. Vol. 1, No. 4. Oktavianti, H., & Zakik. (2017). Perilaku Konsumsi Rumah Tangga dan Pengaruhnya Terhadap Kebijakan Makro Ekonomi Kabupaten Bangkalan. Jurnal Media Trend. Vol. 12, No. 1. Prasetyo, P. E. (2001). Fundamental Makro Ekonomi. Yogyakarta: Beta offset. Reksoprayitno, S. (1992). Ekonomi Makro (Analisis IS-LM dan Permintaan Penawaran Agregatif). Yogyakarta: UNY Press. Reksoprayitno, S. (2000). Ekonomi Makro Edisi Millennium. Yogyakarta: BPFE. Riadhah, C. A., & Rachmatan, R. (2016). Perbedaan Konsumsi Hedonis pada Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Ditinjau dari Jenis Kelamin dan Asal Fakultas. Jurnal Ilmiah Psikologi. Vol. 3, No. 2. Rohman, A. A., & Widjaja, S. U. M. (2018). Analisis Perilaku Konsumtif dan Perilaku Menabung Mahasiswa Penerima Beasiswa Bidikmisi di Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Angkatan 2014. Jurnal Pembangunan Ekonomi (JPE). ISSN: 0216-7085. Vol . 11, No. 2. Sukirno, S. (2011). Makroekonomi (Teori Pengantar) Edisi 3. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Suryati, D. (2017). Pola Konsumsi Pangan dan Non Pangan Rumah Tangga Muslim Kaya dan Rumah Tangga Muslim Miskin di Kota Bima. Jurnal Ganec Swara. Vol. 11, No. 1. Sari, E., & Rina, D. Pendekatan Hierarki Abraham Maslow Pada Prestasi Kerja Karyawan PT. Madubaru (PG Madukismo) Yogyakarta. Jurnal Perilaku dan Strategi Bisnis (JPSB). Vol. 6, No. 1. Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta. Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi dan R & D). Bandung: Alfabeta. Sujarweni, V. W. (2014). SPSS Untuk Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Press. Supriyanto. (2009). Metodologi Riset Bisnis. Jakarta: PT Indeks.