Jurnal Curvanomic
Not a member yet
    715 research outputs found

    ANALISIS SEKTOR EKONOMI POTENSIAL KABUPATEN MEMPAWAH TAHUN 2011-2017

    No full text
    ABSTRAK Setiap upaya pembangunan ekonomi daerah mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan jumlah dan jenis peluang kerja untuk masyarakat daerah. Dalam mencapai tujuan tersebut sektor-sektor ekonomi daerah perlu dikembangkan sebagai sektor potensial. Kabupaten Mempawah memiliki peluang yang cukup besar dalam mengembangkan potensi sektor-sektor ekonomi yang dimiliki untuk meningkatkan pembangunan ekonomi Kabupaten Mempawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor-sektor ekonomi yang merupakan sektor basis dan potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Mempawah, untuk mengetahui pergeseran struktur ekonomi Kabupaten Mempawah, dan untuk mengetahui klasifikasi setiap sektor di Kabupaten Mempawah. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga konstan, Laju Pertumbuhan dan Kontribusi sektor ekonomi. Metode analisis yang digunakan adalah Location Quotient, Shift Share, dan Typology Klassen. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, dan Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib di Kabupaten Mempawah tahun 2011-2017 merupakan sektor yang masuk dalam klasifikasi sektor cepat maju dan memiliki nilai LQ diatas satu yang menujukan bahwa sektor tersebut merupakan sektor basis. Jika berdasarkan analisi Shift Share perekonomian Kabupaten Mempawah masih bergantung kepada perekonomian Kalimantan Barat dan komposisi sektoral pada PDRB Kabupaten Mempawah cenderung mengarah pada perekonomian yang tumbuh relatif lambat. Kata Kunci : PDRB, Location Quotient, Shift Share, Typology Klassen dan Sektor Basis DAFTAR PUSTAKA Adisasmita, R. (2008). Pengembangan Wilayah Konsep dan Teori. Jakarta: Graha Ilmu.Agustiar, M. (2013). Structural Transformation in West Kalimantan Towards ASEAN Economic Community 2015.Amalia, F. (2012). Penentuan Sektor Unggulan Perekonomian Wilayah Kabupaten Bone Belango dengan Pendekatan Sektor Pembentuk PDRB. Jurnal Etikonomi Vol.11, No.2(196-207).Arsyad, L. (1999). Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi Daerah. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.Badan Pusat Statistik, (2014). Kabupaten Mempawah Dalam Angka. Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik.___________________(2015). Kabupaten Mempawah Dalam Angka. Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik.___________________(2016). Kabupaten Mempawah Dalam Angka. Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik.___________________(2017). Kabupaten Mempawah Dalam Angka. Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik.___________________(2018). Kabupaten Mempawah Dalam Angka. Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik.Badan Pusat Statistik, (2014). Kalimantan Barat Dalam Angka. Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik.__________________(2015). Kalimantan Barat Dalam Angka. Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik.__________________(2016). Kalimantan Barat Dalam Angka. Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik.__________________(2017). Kalimantan Barat Dalam Angka. Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik.__________________(2018). Kalimantan Barat Dalam Angka. Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik.Bendavid, A.L. (1991). Regional and Local Economic Analisis For Practioners (4th ed). New York: Preager Publisher.Glasson, J. (1977). Pengantar Perencanaan Regional. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.Hajeri, Y, & D (2015). Analisis Penentuan Sektor Unggulan Perekonomian di Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Ekonomi Bisnis Dan Kewirausahaan Vol.4, No.2 (253-269).Jumiyanti, K. (2018). Analisis Location Quotient dalam Penentuan Sektor Basis dan Non Basis di Kabupaten Gorontalo. Jurnal Ekonomi Vol. 1, No. 1(29-43).Kuncoro, M. (2006). Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.Kurniawan, D, & W. (2015). Analisis Sektor Ekonomi Potensial di Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jurnal Sosial Ekonomi Dan Humaniora Vol. 1, No. 1(24-32).Ma'mun, D. & S (2012). Analisis Pergeseran Struktur Ekonimi dan Identifikasi Sektor Potensial Wilayah Pengembangan (Studi Kasus di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat). Jurnal Social Economic Of Agriculture Vol. 2, No. 1(7-28)Octaria, N. & P. (2015). Analisis Sektor Unggulan Di Kota Medan. Jurnal Ekonomi Dan Keuangan Vol. 3, No. 1(59-71).Putra, W. (2018). Perekonomian Indonesia. Depok: PT.RAJAGRAFINDO PERSADA.Sapriadi, & H. (2015). Analisis Penentuan Sektor Unggulan Perekonomian Kabupaten Bulukumba. Jurnal Ekonomi Bisnis Dan Bisnis Vol. 1, No. 1(71-86.Sirojuzilam. (2008). Disparitas Ekonomi dan Perencanaan Regional, Ketimpangan Ekonomi Wilayah Barat dan Wilayah Timur Provinsi Sumatera Utara. Medan: Pustaka Bangsa Press.Sjafrizal. (1997). Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Regional Wilayah Indonesia Bagian Barat. Jakarta: Prisma LP3ES.Tarmidi, L. (1992). Ekonomi Pembangunan. Jakarta: Lembaga Penerbit FEUI.Tarigan, R. (2005). Perencanaan Pembangunan Daerah. Bumi Aksara.Tarigan, R. (2006). Ekonomi Regional, Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT Bumi Aksara Cetakan Keempat

    ANALISIS KUALITAS PELAYANAN RAWAT INAP BAGI PASIEN PENGGUNA BPJS KESEHATAN PBI ( PENERIMA BANTUAN IUARAN ) STUDI KASUS RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE DI KOTA PONTIANAK

    No full text
     ABSTRAK Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk jasa, manusia, proses lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Salah satunya adalah kualitas pelayanan yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie di Kota Pontianak. Salah satu permasalahan yang di hadapi Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie di Kota Pontianak tersebut adalah pengalaman yang tidak menyenangkan dan tidak sopan dari pihak rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kualitas pelayanan, kendala dan kebijakan pemerintah mengantisipasi kendala dalam penggunaan BPJS Kesehatan PBI (Penerima Bantuan Iuran). Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif, yaitu menggambarkan secara konkrit kejadian dan kenyataan yang ada di lapangan (kuesioner dan wawancara). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengenai kualitas pelayanan publik BPJS Kesehatan perlu meningkatkan koordinasi dengan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie di Kota Pontianak mengenai sarana dan prasarana baik ruang pelayanan maupun di ruang rawat inap dan sarana lainnya, serta memperhatikan kinerja perawat dalam melayani pasien rawat inap khususnya pasien BPJS Kesehatan PBI, dimana BPJS Kesehatan perlu memperhatikan kondisi penunjang pelayanan yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien BPJS Kesehatan PBI.Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Rawat Inap, Pasien BPJS Kesehatan PBIDAFTAR PUSTAKAAlamsyah, D. (2001). Manajemen Pelayanan Kesehatan. Pontianak: Nuha Medika.Azwar, A. (1996). Pengantar Administrasi Kesehatan. Jakarta: BinarupaAksara.Bungin, B. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif . Yogyakarta: Gajah Mada Press.Dwiyanto, A. (2006). Transparansi Pelayanan Publik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.Hardiyansyah. (2011). Kualitas Pelayanan Publik Konsep, Dimensi, Indikator Serta Implementasinya. Yogyakarta: Gava Media.Lontaan, M. M. (2014). Kualitas Pelayanan Publik di RSUP Prof.Dr.R.D Kandou Malalayang Manado (Studi pada pasien peserta BPJS kesehatan). -, 4.Lovelock, C., Wirtz, J., & Mussry, J. (2010). Pemasaran Jasa Manusia, Teknologi, Strategi. Jakarta: Penerbit ERLANGGA.Mangkoesoebroto, G. (2013). Ekonomi Publik. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.Moenir. (2006). Manajemen pelayanan Umum di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.Nasution, S. (2000). Metode Research: Penelitian Ilmiah. Jakarta: Bumi Aksara.News, T. (2016, 12 Jumat). -. Retrieved 8 Rabu, 9, from http://pontianak.tribunnews.com/2016/12/16/ini-kata-dewan-soal-keluhan-pasien-di-rsud-sultan-syarif-mohamad-alkadrie: -Nidia. (2012). Pengaruh Kualitas Layanan Jasa Kesehatan Terhadap Kepuasan Paisen Puskesmas Bara-Baraya Makassar. Universitas Hasanudin, -.Nidia. (2012). Pengaruh Kualitas Layanan Jasa Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien PUSKESMAS BARA-BARAYA Makassar. Universitas Hasanuddin, 3.Noor, H. F. (2015). Ekonomi Publik. Jakarta: Indeks.Sinambela, L. P. (2006). Reformasi Pelayanan Publik . Jakarta: Bumi Angkasa.Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.Suyanto. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Bina Ruda Aksara.Times, T. T. (2016, 12 Jumat). -. Retrieved 8 Rabu, 2017, from http://thetanjungpuratimes.com/2016/12/16/pelayanan-rsud-sultan-syarif-muhammad-alkadrie-memalukan/ : -Tjiptono, F. (2000). Manajemen Jasa. Yogyakarta: Andi.Tjiptono, f. (2008). Service Manajemen; Mewujudkan Layanan Prima. Yogyakarta: Andi Offset.Tjiptono, F. d. (2005). Service Quality & Satisfication. Yogyakarta: Penerbit Andi.Winarsih, R. &. (2005). Manajemen Pelayanan (Pengembangan Model Konseptual, Penerapan Citizen'c Charter dan Standar Pelayanan Minimal). Yogyakarta: Pustaka Belajar.Yamit, Z. (2004). Manajemen Kualitas Produk Dan Jasa. Jakarta: Ekonesia

    ANALISIS KUALITAS PELAYANAN RAWAT INAP BAGI PASIEN PENGGUNA BPJS KESEHATAN PBI ( PENERIMA BANTUAN IUARAN ) STUDI KASUS RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE DI KOTA PONTIANAK

    No full text
    ABSTRAK Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk jasa, manusia, proses lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Salah satunya adalah kualitas pelayanan yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie di Kota Pontianak. Salah satu permasalahan yang di hadapi Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie di Kota Pontianak tersebut adalah pengalaman yang tidak menyenangkan dan tidak sopan dari pihak rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kualitas pelayanan, kendala dan kebijakan pemerintah mengantisipasi kendala dalam penggunaan BPJS Kesehatan PBI (Penerima Bantuan Iuran). Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif, yaitu menggambarkan secara konkrit kejadian dan kenyataan yang ada di lapangan (kuesioner dan wawancara). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengenai kualitas pelayanan publik BPJS Kesehatan perlu meningkatkan koordinasi dengan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie di Kota Pontianak mengenai sarana dan prasarana baik ruang pelayanan maupun di ruang rawat inap dan sarana lainnya, serta memperhatikan kinerja perawat dalam melayani pasien rawat inap khususnya pasien BPJS Kesehatan PBI, dimana BPJS Kesehatan perlu memperhatikan kondisi penunjang pelayanan yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien BPJS Kesehatan PBI.Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Rawat Inap, Pasien BPJS Kesehatan PBIDAFTAR PUSTAKAAlamsyah, D. (2001). Manajemen Pelayanan Kesehatan. Pontianak: Nuha Medika.Azwar, A. (1996). Pengantar Administrasi Kesehatan. Jakarta: BinarupaAksara.Bungin, B. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif . Yogyakarta: Gajah Mada Press.Dwiyanto, A. (2006). Transparansi Pelayanan Publik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.Hardiyansyah. (2011). Kualitas Pelayanan Publik Konsep, Dimensi, Indikator Serta Implementasinya. Yogyakarta: Gava Media.Lontaan, M. M. (2014). Kualitas Pelayanan Publik di RSUP Prof.Dr.R.D Kandou Malalayang Manado (Studi pada pasien peserta BPJS kesehatan). -, 4.Lovelock, C., Wirtz, J., & Mussry, J. (2010). Pemasaran Jasa Manusia, Teknologi, Strategi. Jakarta: Penerbit ERLANGGA.Mangkoesoebroto, G. (2013). Ekonomi Publik. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.Moenir. (2006). Manajemen pelayanan Umum di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.Nasution, S. (2000). Metode Research: Penelitian Ilmiah. Jakarta: Bumi Aksara.News, T. (2016, 12 Jumat). -. Retrieved 8 Rabu, 9, from http://pontianak.tribunnews.com/2016/12/16/ini-kata-dewan-soal-keluhan-pasien-di-rsud-sultan-syarif-mohamad-alkadrie: -Nidia. (2012). Pengaruh Kualitas Layanan Jasa Kesehatan Terhadap Kepuasan Paisen Puskesmas Bara-Baraya Makassar. Universitas Hasanudin, -.Nidia. (2012). Pengaruh Kualitas Layanan Jasa Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien PUSKESMAS BARA-BARAYA Makassar. Universitas Hasanuddin, 3.Noor, H. F. (2015). Ekonomi Publik. Jakarta: Indeks.Sinambela, L. P. (2006). Reformasi Pelayanan Publik . Jakarta: Bumi Angkasa.Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.Suyanto. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Bina Ruda Aksara.Times, T. T. (2016, 12 Jumat). -. Retrieved 8 Rabu, 2017, from http://thetanjungpuratimes.com/2016/12/16/pelayanan-rsud-sultan-syarif-muhammad-alkadrie-memalukan/ : -Tjiptono, F. (2000). Manajemen Jasa. Yogyakarta: Andi.Tjiptono, f. (2008). Service Manajemen; Mewujudkan Layanan Prima. Yogyakarta: Andi Offset.Tjiptono, F. d. (2005). Service Quality & Satisfication. Yogyakarta: Penerbit Andi.Winarsih, R. &. (2005). Manajemen Pelayanan (Pengembangan Model Konseptual, Penerapan Citizen'c Charter dan Standar Pelayanan Minimal). Yogyakarta: Pustaka Belajar.Yamit, Z. (2004). Manajemen Kualitas Produk Dan Jasa. Jakarta: Ekonesia

    Perkembangan Sektor Pariwisata Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Di Kota Singkawang

    No full text
    AbstrakSebagai pusat perekonomian, Pulau Jawa tentunya tidak terlepas dari masalah ketenagakerjaan. Peningkatan jumlah angkatan kerja yang terus meningkat dan tidak diimbangi dengan jumlah penyerapan tenaga kerja mengakibatkan tingkat pengangguran di pulau Jawa menjadi tingkat pengangguran tertinggi diantara pulau-pulau yang ada di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh upah minimum provinsi dan tingkat pendidikan terhadap penyerapan tenaga kerja pada enam provinsi di Pulau Jawa secara parsial maupun secara simultan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dan menggunakan data sekunder pada enam provinsi di Pulau Jawa tahun 2010-2017 yang diperoleh dari data-data yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik ataupun dari publikasi lainnya yang terkait. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda data panel dengan model regresi fixed effect dengan menggunakan Eviews 9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upah minimum provinsi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja pada enam provinsi di Pulau Jawa. Tingkat pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja pada enam provinsi di Pulau Jawa. Upah minimum dan tingkat pendidikan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja pada enam provinsi di Pulau Jawa.Kata kunci : Upah Minimum Provinsi, Tingkat Pendidikan, Penyerapan Tenaga KerjaDAFTAR PUSTAKAAdioetomo, S. M., & Samosir, O. B. (2011). Dasar-Dasar Demografi. Jakarta: Salemba Empat.Anuari, D. (2018). Pengaruh Upah Minimum dan Tingkat Pendidikan Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Lampung Tahun 2010-2016 Perspektif Ekonomi Islam (Skripsi), Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, IndonesiaBadan Pusat Statistik. (2010). Keadaan Angkatan Kerja di Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik_________________­_(2011). Keadaan Angkatan Kerja di Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik_________________­_(2012). Keadaan Angkatan Kerja di Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik_________________­_(2013). Keadaan Angkatan Kerja di Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik_________________­_(2014). Keadaan Angkatan Kerja di Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik_________________­_(2015). Keadaan Angkatan Kerja di Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik_________________­_(2016). Keadaan Angkatan Kerja di Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik_________________­_(2017). Keadaan Angkatan Kerja di Indonesia. Jakarta: Badan Pusat StatistikBuchari, I. (2016). Pengaruh Upah Minimum dan Tingkat Pendidikan Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri Manufaktur di Pulau Sumatera Tahun 2012-2015. EKSIS, XI(I)Budiarto, A., & Dewi, M. H. U. (2015). Pengaruh PDRB dan Upah Minimum Provinsi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Melalui Mediasi Investasi di Provinsi Bali. E-Jurnal EP Unud, 4(10)Budiarty, Ida. (2006). Ekonomi Sumber Daya Manusia. Universitas Lampung. Bandar LampungFeriyanto, N. (2014). Ekonomi Sumber Daya Manusia Dalam Perspektif Indonesia. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.Ganie, D. (2017). Analisis Pengaruh Upah, Tingkat Pendidikan, Jumlah Penduduk dan PDRB terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Eksekutif, 14(2)Mankiw, N. G. (2001). Pengantar Ekonomi. Jakarta: Penerbit Erlangga.Mankiw, N. G. (2007). Makroekonomi. Jakarta: Penerbit Erlangga.Listyaningsih, W. . (2017). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Pertanian Di Provinsi Jawa Tengah, 2(1)Purnami, I. (2015). Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Jawa Barat Tahun 2010-2013 (Skripsi), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia.Putra, W. (2018). Perekonomian Indonesia Penerapan Beberapa Teori Ekonomi Pembangunan di Indonesia. Depok: PT Raja Grafindo Persada.Sholeh, M. (2007). Permintaan dan Penawaran Tenaga Kerja Serta Upah : Teori Serta Beberapa Potretnya di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, 4(1)Subri, M. (2017). Ekonomi Sumber Daya Manusia Dalam Perspektif Pembangunan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Tindakan Komprehensif. Bandung: Alfabetha.Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabetha.Sukirno, S. (2012). Makroekonomi Modern. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.Sulistiawati, R. (2012). Pengaruh Investasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja Serta Kesejahteraan Masyarakat di Provinsi di Indonesia. Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan, 3(1)Sulistiawati, R. (2012). Pengaruh Upah Minimum terhadap Penyerapan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Masyarakat di Provinsi di Indonesia. Jurnal EKSOS, 8.Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan. JakartaSonny Sumarsono. (2009). Teori dan Kebijakan Publik Ekonomi Sumber Daya  Manusia. Yogyakarta: Graha Ilmu.Tirtarahardja, U. (2005). Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.Todaro, Michael P. (2006). Pembangunan Ekonomi. Jakarta: ErlanggaUndang-Undang Republik Indonesia, Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta.Wahyudi, A. (2004). Ekonomi Pembangunan. Jakarta: Ghalia IndonesiaWasilaputri, F. R. (2016). Pengaruh Upah Minimum Provinsi, PDRB dan Investasi terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Pulau Jawa Tahun 2010-2014. Jurnal Pendidikan dan Ekonomi, 5(3)Widarjono, A. (2013). Ekonometrika Pengantar dan Aplikasinya, Edisi Keempat, Yogyakarta: UPP STIM YKPN.Wihastuti, L., & Rahmatullah, H. (2018). Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Penyerapan Tenaga Kerja di Pulau Jawa. Jurnal Gama Societa, 1(1)Wijaya, A., Indrawati, T., & Pailis, E. A. (2014). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja di Provinsi Riau. Jom FEKON, 1(2)https://kemenperin.go.id/artikel/5093/Kenaikan-Upah-Terlalu-Drastis-Pemerintah-Tidak-Probisnishttps://kemenperin.go.id/artikel/14369/Penyerapan-Tenaga-Kerja-di-Jabar-Terbesarhttps://www.liputan6.com/bisnis/read/2498266/jawa-timur-jadi-penyerap-investasi-dalam-negeri-tertinggi-di-r

    Pengaruh Pertumbuhan Penduduk, Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Pengangguran Terbuka Terhadap Tingkat Kemiskinan Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2013-2017

    No full text
    PENGARUH PERTUMBUHAN PENDUDUK, PERTUMBUHAN EKONOMI DAN TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2013-2017 LILI SARTIKAUniversitas TanjungpuraABSTRAKPenelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh pertumbuhan penduduk, pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengangguran terbuka kabupaten/kota provisnsi Kalimantan Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder. Jenis data yang digunakan adalah data panel yaitu gabungan time series dan cross section. Analisis data menggunakan regresi berganda dengan teknik PLS ( Pooled Least Square). Pengolahan data menggunakan program eviews 9 dengan menggunakan tingkat kesalahan 5% atau 0,05. Untuk menganalisis data panel, ada tiga model regresi yang dapat digunakan. Model Estimasi Regresi Data Panel : 1. Commont Effect/Pooled PLS; 2. Model Fixed Effect; 3. Model Random Effect. Untuk menguji model/persamaan pada penelitian ini akan digunakan uji statistik yaitu ujit, uji F, uji R2.Hasil analisis menunjukkan bahwa pertumbuhan penduduk probability value sebesar 0.2356 ≥ 0.05 memiliki hubungan yang positif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi probability value sebesar 0.1243 ≥ 0.05 memiliki hubungan positif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Dan tingkat pengangguran terbuka probability value sebesar 0.5627 ≥ 0.05 memiliki hubungan positif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan.Kata kunci : Pertumbuhan Penduduk, Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Pengangguran Terbuka 1.    PENDAHULUANKemiskinan merupakan masalah terbesar yang dihadapi oleh semua negara didunia termasuk negara yang sedang berkembang seperti negara Indonesia. Kemiskinan menjadi masalah besar yang telah membuat pemerintah memberikan perhatian khusus dalam merancang kebijakan untuk mengentaskan kemiskinan. Permasalahan kemiskinan akibat ketidakmerataan pembangunan yang tidak langsung menekan tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Barat. Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan dan kesehatan. Menurut Kuncoro (2000), pertumbuhan ekonomi, pendidikan yang rendah, terbatasnya lapangan kerja, terbatasnya modal, dan beban keluarga merupakan  merupakan faktor yang dapat menimbulkan masalah kemiskinan.Untuk mengatasi masalah kemiskinan, baik itu dari peran pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sangat diperlukan untuk mengatasi berbagai masalah yang telah diuraikan. Menurut Todaro (2011) faktor yang mempengaruhi dari tinggi rendahnya tingkat kemiskinan adalah pendapatan yang rendah yang menimbulkan kesenjangan dalam distribusi pendapatan dan mengakibatkan rendahnya standar hidup.2.     TINJAUAN PUSTAKA 2.1  KemiskinanMenurut Kuncoro (2000) kemiskinan merupakan ketidakmampuan untuk memenuhi biaya hidup minimum. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat yang miskin dapat dilihat dari kemampuannya dalan memenuhi standar hidup dan kemampuan berdasarkan pendapatannya. Kemiskinan merupakan sebuah permasalahan yang sering dihadapi oleh masyarakat dimana terdapat kondisi ketidakmampuan dalam memenuhi kehidupannya sehari hari baik itu pemenuhan pangan, sandang, maupun papan. Hal ini dikarenakan banyak nya yang terjadi dari masyarakat yang memiliki penghasilan yang sangat rendah dan juga rendahnya kualitas sumberdaya manusia itu sendiri. Dimana di negara berkembang memiliki jumlah penduduk yang tinggi dan terjadi ketidakmerataan kesejahteraan masyarakat yang memicu ketimpangan sosial yang terjadi di masyarakat.2.2  Pertumbuhan PendudukMenurut Malthus pertumbuhan penduduk saja tidak cukup untuk berlansungnya pembangunan ekonomi. Akan tetapi, pertumbuhan penduduk adalah akibat dari proses pembangunan. Sebagaimana ditulis Malthus: “ pertambahan penduduk tidak bisa terjadi tanpa peningkatan kesejahteraan yang sebanding.” Jika tingkat akumulasi modal meningkat, permintaan atas tenaga kerja juga meningkat. Kondisi inindapat mendorong pertumbuhan penduduk. Akan tetapi pertumbuhan penduduk saja tidak meningkatkan kesejahteraan. Pertumbuhan penduduk akan meningkatkan kesejahteraan hanya bila pertumbuhan penduduk tersebut meningkatkan permintaan efektif dan peningkatan pada permintaan efektif akan menyebabkan meningkatkan kesejahteraan (Jhingan, 2003). 2.3   Pertumbuhan EkonomiMenurut teori klasik Adam Smith dalam Murni (2006) mengatakan bahwa output akan berkembang sejalan dengan perkembangan penduduk. Akibatnya pertambahan penduduk dipandang sebagai faktor yang akan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Mengingat output berkembang sejalan dengan perkembangan penduduk Total Produk Nasional maka ketika itu belum berlaku konsep the low of diminishing returns. 2.4   Tingkat Pengangguran TerbukaMenurut Payman J.Simanjuntak (1998) pengangguran adalah orang yang tidak bekerja berusia angkatan kerja yang tidak bekerja sama sekali atau bekerja kurang dari dua hari selama seminggu sebelum pencacahan dan berusaha memperoleh pekerjaan. Menurut teori Tenaga Kerja dan Transmigrasi adalah  orang yang tidak bekerja, sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan sesuatu usaha baru, dan tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan.Berikut landasan teori mengenai pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan pengeluaran pemerintah serta pendukung dengan hasil penelitian-penelitian terdahulu, penulis menyusun prosedur penelitian yang di gambarkan dalam model penelitian seperti pada gambar dibawah ini : Gambar 2.1Kerangka Konseptual Penelitian                  2.1.2        Hipotesis PenelitianBerdasarkan latar belakang diatas maka hipotesis dari penelitian ini yaitu:H1. Terdapat pengaruh yang signifikan dari Pertumbuhan penduduk  terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat.H2. Terdapat pengaruh yang signifikan dari Pertumbuhan ekonomi terhadap   tingkat kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat.H3. Terdapat pengaruh yang signifikan dari Tingkat pengangguran terbuka terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat.3.    METODE PENELITIANData yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder. Jenis data yang digunakan adalah data panel yaitu gabungan time series dan cross section. Karena data panel memiliki beberapa objek dan beberapa periode waktu. Sumber data diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat, dan dari berbagai literatur yang relavan dengan pokok penelitian. Analisis data menggunakan regresi berganda dengan teknik PLS ( Pooled Least Square). Pengolahan data menggunakan program eviews 9 dengan menggunakan tingkat kesalahan 5% atau 0,05. Untuk menganalisis data panel, ada tiga model regresi yang dapat digunakan. Model Estimasi Regresi Data Panel : 1. Commont Effect/Pooled PLS; 2. Model Fixed Effect; 3. Model Random Effect. Untuk menguji model/persamaan pada penelitian ini akan digunakan uji statistik yaitu ujit, uji F, uji R2. 4.     HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANDalam pemilihan model regresi data panel, terdapat 3 model yang akan digunakan dalam menentukan pemilihan model mana yang terbaik untuk dipakai dalam mengestimasi data panel 3 jenis model tersebut yaitu model Commont Effect, model Fixed Effect dan model Random Effect. Dari ketiga model tersebut, maka harus dipilih salah satu jenis model yang akan digunakan dalam persamaan regresi data panel. Regresi ini dilakukan pada 14 Kabupaten /Kota di Provinsi Kalimantan Barat dalam kurun waktu 2013 sampai 2017. Berikut adalah hasil data menggunakan E-views 9.Tabel 4.1Hasil Uji Chow dan Uji Hausman Alat UjiProbabilitasR2Sum Square ResidualTaraf SigKeputusanUji Chow0,00000,2177445,64230,05Fixed EffectUji Hausman0,27650,975214,09250,05Random EffectSumber : Hasil Olahan EviewsBerdasarkan tabel 4.1 menunjukkan bahwa nilai probalilitas dari Uji Chow sebesar 0,0000 taraf signifikan 0,05 yang artinya Random Effect lebih baik dari model Fixed Effect, maka model yang direkomendasikan adalah model Random Effect.4.1  Pengaruh Pertumbuhan Penduduk terhadap Kemiskinan                 Berdasarkan uji t menunjukkan veriabel pertumbuhan penduduk memiliki arah hubungan positif dan tidak signifikan dimana jika dilihat dari nilai probabilitasnya sebesar 0,3476 atau lebih besar dari taraf signifikan sebesar 0.05. Artinya apabila variabel pertumbuhan penduduk meningkat maka kemiskinan juga dapat meningkat. Jumlah penduduk yang meningkat akan menimbulkan jumlah tenaga kerja yang banyak juga, dilihat dari banyaknya masyarakat dan para sarjana yang ada di kabupaten/kota Kalimantan Barat yang sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Jumlah penduduk yang relatif tinggi tersebut mengakibatkan kesempatan kerja terbatas dan  angkatan kerja tidak dapat tertampung secara keseluruhan. Seperti yang kita ketahui bahwa didalam dunia kerja pendidikan dan keahlian maupun keterampilan seseorang sangat penting untuk meningkatkan produktifitas dan hasil produksi. 4.2  Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap Kemiskinan                 Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan dengan menggunakan model regresi data panel menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat, jika dilihat dari nilai probabilitas 0,8841 lebih besar dari taraf signifikan yang digunakan sebesar 0,05. Artinya pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan, dan apabila pertumbuhan ekonomi meningkat maka tingkat kemiskinan juga meningkat.    Pertumbuhan ekonomi bila dilihat dari data Kalimantan Barat tahun 2013 sampai dengan 2017 memang mengalami trend kenaikan dan penurunan. Akan tetapi kenyataannya pertumbuhan ekonomi ini belum dikatakan berhasil. Tercatat masih banyaknya jumlah penduduk yang miskin, setta lapangan pekerjaan yang menurun. Penduduk miskin pada tahun 2017 sebesar 7,88%  padahal pertumbuhan ekonomi sebesar 5.17% ditahun 2017. Pertumbuhan ekonomi yang dikatakan baik apabila pertumbuhan ekonomi tinggi tetapi diikuti dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan berkurangnya kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi belum dikatakan efektif dalam mengurangi kemiskinan, karena pertumbuhan ekonomi belum merata dalam setiap golongan pendapatan termasuk dalam golongan penduduk miskin. 4.3  Pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka terhadap KemiskinanHasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka memiliki hubungan yang tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Diketahui tingkat pengangguran terbuka memiliki nilai probabilitas 0,9670 atau lebih besar dari taraf signifikan 5% atau 0,05 dimana artinya tingkat pengangguran terbuka tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Menurut Sukirno (2016), efek buruk dari pengangguran adalah mengurangi pendapatan masyarakat yang pada akhirnya mengurangi tingkat kemakmuran dan kesejahteraan yang telah dicapai seseorang. Menurunnya kesejahteraan masyarakat yang disebabkan pengangguran yang meningkat akan menyebabkan peningkatan pada kemiskinan di suatu daerah tersebut. Mereka yang menganggur tidak dapat memiliki pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. Apabila di suatu negara pengangguran itu buruk maka akan menimbulkan efek yang tidak baik bagi kesejahteraan masyarakat dan kemiskinan akan  meningkat baik jangka pendek maunpun dalam jangka panjang.5.        KESIMPULAN DAN SARAN 5.1    KESIMPULANDisimpulkan pada bab sebelumnya dapat diambil kesimpulan berdasarkan hasil dan pembahasan, maka kesimpulannya adalah sebagai berikut:1. Pertumbuhan Penduduk mempunyai nilai koefisien sebesar 0.240105 ini menunjukkan jika pertumbuhan mengalami kenaikan sebesar 1% maka tingkat kemiskinannya akan mengalami peningkatan sebesar 0.240105%. dan pengaruh pertumbuhan penduduk di Kalimanan Barat positif dan tidak signifikan.2. Pertumbuhan Ekonomi mempunyai nilai koefisien sebesar 0.074590 ini menunjukkan jika pertumbuhan mengalami kenaikan sebesar 1% maka tingkat kemiskinannya akan mengalami peningkatan sebesar 0.074590%. dan pengaruh pertumbuhan ekonomi di Kalimanan Barat positif dan tidak signifikan.3. Tingkat Pengangguran Terbuka mempunyai nilai koefisien sebesar 0.023067 ini menunjukkan jika pertumbuhan mengalami kenaikan sebesar 1% maka tingkat kemiskinannya akan mengalami peningkatan sebesar 0.023067%. dan pengaruh tingkat pengangguran terbuka di Kalimanan Barat positif dan tidak signifikan.5.2 SARANDari kesimpulan yang telah dipaparkan di atas maka peneliti dengan ini memberikan saran sebagai berikut :1. Pertumbuhan penduduk yang semakin  meningkat akan tetapi tidak dibarengi dengan dengan kualitas sumber daya manusia serta lapangan pekerjaan yang memadai maka akan berdampak pada peningkatan kemiskinan di daerah tersebut.2. Peningkaan pertumbuhan ekonomi harus diimbangi dengan kenaikan lapangan kerja yang timbul akibat peningkatan investasi dengan lebih memilih untuk menarik investor pada sektor padat karya dengan dibarengi perbaikan pada infrastruktur.3. Pemerintah harus mengupayakan penyaluran tenaga kerja sebanyak-banyaknya agar mengurangi masalah pengangguran di Kalimantan Barat. Dalam skala kecil penggangguran sendiri belum terlalu menyebabkan masalah sosial, namun dalam skala besar pengangguran yang tinggi dapat menyebabkan masalah sosial yang lainnya salah satunya seperti tindakan kriminal yang terjadi di daerah lainnya diluar Kalimantan Barat.DAFTAR PUSTAKAAzizah, E. W., Sudarti & Kusuma, H. (2018). Pengaruh Pendidikan, Pendapatan Perkapita Dan Jumlah Penduduk Terhadap Kemiskinan Di Provinsi Jawa Timur. Jurnal Ilmu Ekonomi, volume 2, nomor 1, 2018Badan Pusat Statistik. 2013. Data kemiskinan menurut Kabupaten/ Kota Provinsi Kalimantan Barat 2009-2013. Pontianak : Badan Pusat Statistik.Badan Pusat Statistik. 2017. Data kemiskinan menurut Kabupaten/ Kota Provinsi Kalimantan Barat 2014-2017. Pontianak : Badan Pusat Statistik.Badan Pusat Statistik. 2017. Data Tingkat pengangguran Terbuka menurut Kabupaten/ Kota Provinsi Kalimantan Barat 2013-2017. Pontianak : Badan Pusat Statistik.Badan Pusat Statistik. 2017. Data Pertumbuhan Ekonomi menurut Kabupaten/ Kota Provinsi Kalimantan Barat 2013-2017. Pontianak : Badan Pusat Statistik.Boediono.(2009). Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta: BPFE-YogyakartaDeswantoro,D,B., Ismail A, & Hendarmin. (2017). Pengaruh Belanja Daerah Berdasarkan Klasifikasi Ekonomi terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2010-2015. Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan, vol 6, no 3, 187-210Hambasari, D. P., & Inggit, K. (2016). Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pertumbuhan Penduduk Dan Inflasi Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Jawa Timur Tahun 2004-2014. Jurnal Ekonomi dan Bisnia, volume 1, nomor 2, September 2016Herman. (2018). Pengaruh Tingkat Pendidikan Dan Jumlah Penduduk Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Kota Pekan Baru.  Equilibrium, volume 6, nomor 2, Juli 2018Kuncoro, Mudrajad. (2000). Ekonomi Pembangunan, Teori Masalah, dan Kebijakan. Yogyakarta : UPP AMP YKPNKuncoro, Mudrajad.  (2013). Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta : Erlangga.Meydiasari, D. A., & Soejoto, A. (2017). Pengaruh Tingkat Pengangguran Dan Pendidikan Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Indonesia. Jurnal Pendidikan Ekonomi, volume 5, nomor 3, 2017Jingan, M.L. (2003). Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.Murni, Asfia. (2006). Ekonomika Makro. Bandung : Refika  AditamaPutra,Windhu.(2018). Perekonomian Indonesia, Penerapan Beberapa Teori Ekonomi Pembangunan di Indonesia. Depok : PT Raja Grafindo Persada.Rohani. (2016). Pengaruh Pertumbuhan Penduduk, Pertumbuhan Ekonomi, Pengangguran dan Inflasi Terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan. Artikel Skripsi Universitas Islam Negeri Alauddin Makasar. Safuridar. (2017). Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kemiskinan Di Kabupaten Aceh Timur. Ihtiyadh, volume 1, nomor 1, September 2017Simanjutak. (1998). Pengantar Ekonomi  Sumber Daya Manusia. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas IndonesiaSugiyono. (2014). Statistika Untuk Penelitian. Bandung : Penerbit AlfabetaSukirno, Sadono. (2016). Makro Ekonomi  Teori Pengantar. Jakarta : PT Raja Grafindo PersadaSukirno, Sadono. (2016). Makro Ekonomi Modern : Perkembangan Pemikiran Dari Klasik Hingga Keynesian Baru. Jakarta : PT Raja Grafindo PersadaTodaro, Michael P. (2011). Pembangunan Ekonomi Edisi Kesebelas Jilid 1, Jakarta : ErlanggaWahyuningsih, Y. E., & Zamzami. (2014). Analisis Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto Dan Jumlah Penduduk Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Kabupaten Nagan Raya. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik Indonesia, volume 1, nomor 1, Mei 2014Yacoub,Yarlina. (2012). Pengaruh Tingkat Pengangguran Terhadap Tingkat Kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Eksos, volume 8, nomor 3, Oktober 2012Yustie, R., & Heriqbaldi, U. (2014). Pengaruh Belanja Modal, Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Pengangguran Terbuka Terhadap Tingkat Kemiskinan Kabupaten/Kota Di Provinsi Jawa Timur Tahun 2007-2011. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, nomor 1, April 2014 

    KEMAMPUAN INVESTASI PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI (PMDN), INVESTASI PENANAMAN MODAL ASING (PMA), PERTUMBUHAN EKONOMI, DALAM MENJELASKAN PERUBAHAN PENYERAPAN TENAGA KERJA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT

    No full text
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh investasi penanaman modal dalam negeri (pmdn), investasi penanaman modal asing (pma), pertumbuhan ekonomi dalam menjelaskan perubahan penyerapan tenaga kerja di provinsi Kalimantan Barat tahun 2011-2015. Penelitian ini tergolong penelitian eksplanatori (Explanatory research) yaitu penelitian penjelasan yang menunjukkan sebab akibat antara variabel-variabel penelitian. Penelitian ini  menggunakan  data sekunder  dengan  periode  observasi 2011-2015. Data yang digunakan bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat   maupun publikasi lainnya yang terkait. Analisis  yang  digunakan  adalah analisis  regresi  berganda data  panel  dengan  model  regresi  Fixed Effect Weight.  Data  diolah dengan menggunakan Eviews9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi penanaman modal dalam negeri berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan koefisien -1,051253 dan nilai probabilitas sebesar 0,0010. Investasi penanaman modal asing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan koefisien -1,003990 dan nilai probabilitas sebesar 0,0178. Pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan koefisien 0,204463 dan nilai probabilitas sebesar 0,3994.   investasi penanaman modal dalam negeri, investasi penanaman modal asing, pertumbuhan ekonomi secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan nilai F statistik 58.08092 dan Prob (F-statistic) 0,00000.     Kata Kunci: investasi penanaman modal dalam negeri(pmdn), investasi penanaman modal asing(pma), pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja (tpak)         KEMAMPUAN INVESTASI PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI (PMDN), INVESTASI PENANAMAN MODAL ASING (PMA), PERTUMBUHAN EKONOMI, DALAM MENJELASKAN PERUBAHAN PENYERAPAN TENAGA KERJA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT1.      Latar BelakangPembangunan ekonomi di provinsi Kalimantan Barat masih menghadapi permasalahan pembangunan ekonomi. Salah satu permasalahan tersebut adalah masalah ketenagakerjaan, seperti pengangguran dimana jumlah angkatan kerja yang terus meningkat dan tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan sektor-sektor pembangunan.Investasi merupakan kegiatan penanaman modal yang mengorbankan sebagian harta dan memperolah manfaatnya dimasa mendatang dengan segala konsekuensinya dan resiko-resiko tertentu. Menurut Sulistiawati (2012) Pembangunan ekonomi memerlukan dukungan investasi yang merupakan salah satu sumber utama pertumbuhan ekonomi. Upaya dari kegiatan penanaman modal yang menghasilkan investasi akan terus menambah stok modal (capital stock), sehingga peningkatan stok modal akan meningkatkan produktivitas dan akan serta merta meningkatkan kapasitas maupun kualitas produksi, hal inilah yang pada gilirannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja. 2.      Permasalahan 1        Apakah ada pengaruh investasi PMDN terhadap penyerapan tenaga kerja di provinsi Kalimantan Barat?2        Apakah ada pengaruh investasi PMA terhadap penyerapan tenaga kerja di provinsi Kalimantan Barat?3        Apakah ada pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap penyerapan tenaga kerja di provinsi Kalimantan Barat? 3.      Tujuan Penelitian1        Untuk menguji dan menganalisis pengaruh investasi PMDN terhadap penyerapan tenaga kerja di provinsi Kalimantan Barat.2        Untuk menguji dan menganalisis pengaruh investasi PMA terhadap penyerapan tenaga kerja di provinsi Kalimantan Barat.3        Untuk menguji dan menganalisis pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap penyerapan tenaga kerja di provinsi Kalimantan Barat. 4.      Metode PenelitianAnalisis data menggunakan regresi linear berganda. Pengolahan data menggunakan program Eviews Versi 9 dengan menggunakan tingkat kesalahan sebesar 5% atau 0,05. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel (pooled data), yaitu kombinasi antara data  time series 5   tahun  (2011-2015) dan data cross section 12 kabupaten/kota, sehingga data yang diobservasi adalah sebanyak 60. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh buku Kalimantan Barat Dalam Angka dari tahun 2012-2016 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat maupun publikasi lainnya yang terkait. Data yang digunakan antara lain data Investasi PMDN, investasi PMA, Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Penyerapan Angkatan Kerja di provinsi Kalimantan Barat.5.      Hasil dan PembahasanHasil penelitian menunjukkan bahwa Investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyerapan tenaaga kerja  dengan koefisien -1,05125 dan nilai probabilitas sebesar 0,0010. Investasi penanaman modal asing (PMA) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan koefisien -1,003990 dan nilai probabilitas sebesar 0,0178. Pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan koefisien 0.850858 dan nilai probabilitas sebesar 0,3994. Investasi pmdn, investasi pma, pertumbuhan ekonomi secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan nilai F statistik 58.08092 dan Prob(F-statistic) 0,000000. Kesimpulan dan SaranKesimpulanInvestasi penanaman modal dalam negeri berpengaruh signifikan terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja di Provinsi Kalimantan Barat. Investasi penanaman modal asing berpengaruh signifikan terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja di Provinsi Kalimantan Barat. Pertumbuhan ekonomi berpengaruh tidak signifikaan terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja di Provinsi Kalimantan Barat. Pertumbuhan ekonomi tidak signifikan dikarenakan : (a) Pertumbuhan ekonomi yang dibentuk sebagian besar dari perubahan sektor primer beralih ke sektor tersier yang lebih banyak menggunakan tenaga kerja yang berpendidikan tertentu yang sebagian besar tidak dimiliki oleh pertumbuhan angkatan kerja. (b) Penggunaan teknologi sebagai proses produksi pada sektor tersier. (c) Peralihan penyerapan tenaga kerja dari sektor primer ke sektor tersier yang menyebabkan penurunan penyerapan tenaga kerja pada sektor pertanian beralih ke sektor perdagangan, hotel dan restoran, pengangkutan dan komunikasi, keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, serta jasa-jasa yang mengalami peningkatan. (d) Harga komoditi sektor pertanian tergolong rendah. (e)Tingkat produktivitas tenaga kerja sektor pertanian yang rendah, akibatnya nilai tambah tenaga kerja rendah yang pada gilirannya penghasilan tenaga kerja sektor pertanian menjadi rendah. SaranAngkatan kerja yang sedang menawarkan diri menjadi tenaga kerja atau akan memasuki pasar kerja agar kedepannya harus jeli     melihat peluang kerja dengan cara mempersiapkan diri untuk memenuhi karakteristik yang diminta oleh pasar kerja.Untuk peneliti lain penelitian ini dapat digunakan sebagai refrensi untuk meneliti hal serupa maupun menggunakan variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini terkait variabel yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja di Kalimantan Barat.Digunakan sebagai informasi untuk pemerintah agar membuat kebijakan terkait penyerapan tenaga kerja di provinsi Kalimantan Barat.                          DAFTAR PUSTAKAAbubakar, A. B., & Bala, A. (2016). Nexus Between Domestic Investment , FDI and Economic Growth : Empirical Evidence from India. International Journal of Management, Accounting and Economics, 3(3). Badan Pusat Statistik. (2012). Kalimantan Barat Dalam Angka 2012. Pontianak: Badan Pusat Statistik. Badan Pusat Statistik. (2013). Kalimantan Barat Dalam Angka 2013. Pontianak: Badan Pusat Statistik. Badan Pusat Statistik. (2014). Kalimantan Barat Dalam Angka 2014. Pontianak: Badan Pusat Statistik. Badan Pusat Statistik. (2015). Kalimantan Barat Dalam Angka 2015. Pontianak: Badan Pusat Statistik. Badan Pusat Statistik. (2016). Kalimantan Barat Dalam Angka 2016. Pontianak: Badan Pusat Statistik. Boediono. (1992). Ekonomi Mikro. Yogyakarta: BPFE. Deliarnov. (2010). Perkembangan Pemikiran Ekonomi (Ketiga). Jakarta: Raja Grafindo Persada. Gujarati, D. (2001). Ekonometrika Dasar. Jakarta: Erlangga. Habib, M. D., & Sarwar, S. (2013). Impact of Foreign Direct Investment on Employment Level In Pakistan : A Time Series Analysis. Journal of Law, Policy and Globalization, 10, 46–56. Habiburrahman. (2012). Analisis Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Lampung. Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 3(1), 101–114. Jhingan, M. L. (2000). Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan (Pertama). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Kuncoro, M. (2009). Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: Erlangga. Kurniasih, E. panca, & Agustini, Y. (2017). Pengaruh Investasi PMDN, PMA, dan Penyerapan Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Jumlah Penduduk Miskin Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Ekonomi Bisnis Dan Kewirausahaan, 6(2), 97–119. Mankiw, G. N. (2006). Pengantar Ekonomi Makro. Jakarta: Salemba Empat. Momongan, J. E. (2013). Investasi PMA Dan PMDN Pengaruhnya Terhadap Perkembangan PDRB Dan Penyerapan Tenaga Kerja Serta Penanggulangan Kemiskinan di Sulawesi Utara. Jurnal EMBA, 1(3), 530–539. Osabuohien, E., & Urhie, E. (2017). Examining the Relative Roles of Domestic and Foreign Direct Investments in Nigeria. International Journal of Economics and Financial Issues, 7 [4]. Pangestuti, Y. (2015). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyerapan Tenaga Kerja Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008-2012. Jurnal Ekonomi Pembangunan. Rahardja, P., & Manurung, M. (2008). Teori Ekonomi Makro Suatu Pengantar (Edisi Keli). Yogyakarta: LPFEUI. Rosyidi, S. (2000). Pengantar Ilmu Ekonomi. Jakarta: Erlangga. Sandika, R. S., Maulida, Y., & Setiawan, D. (2014). Pengaruh Investasi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Kabupaten Pelalawan. JOM FEKON, (2), 1–16. Sholihah, Irma, dan Syafarudin,  dan N. (2017). Analisis investasi sektor industri manufaktur , pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Indonesia, 12(1), 11–24. Simanjuntak, P. J. (1985). Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia (kedua). Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi UI. Subri, M. (2014). Ekonomi Sumber Daya Manusia Dalam Perspektif Pembangunan (Edisi Revi). Jakarta: Rajawali Pers. Sukirno, S. (2013). Makroekonomi Teori Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Sulistiawati, R. (2012). Pengaruh Investasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja Serta Kesejahteraan Masyarakat di Provinsi di Indonesia. Jurnal Ekonomi Bisnis Dan Kewirausahaan, 3(1), 29–50. Tambunan, T. (2011). Perekonomian Indonesia : Kajian Teoritis dan Analisis Empiris. Jakarta: Ghalia Indonesia. Thamrin, M., Wiyati, R., & Liviawati. (2016). Peranan Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Dan Penanaman Modal Asing (PMA) Dalam Penyerapan Tenaga Kerja di Kabupaten Siak. Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis, 14(2), 193–207. Todaro, P. M., & S. C. S. (2006). Pembangunan ekonomi. Jakarta: Erlangga. Wibowo, A. R. . (2016). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyerapan Tenaga Kerja Di Satuan Wilayah Pembangunan Gerbangkertosusila Provinsi Jawa Timur Tahun 2009-2014. Jurnal Ilmiah Universitas Brawijaya Malang. Widarjono, A. (2009). Ekonometrika Pengantar dan Aplikasinya. Yogyakarta: Ekonosia Fakultas Ekonomi UII. 

    Analisis Potensi Ekspor Hasil Pertanian Subsektor Tanaman Pangan Di Kalimantan Barat

    No full text
    abstrak            Dalam meningkatkan kesejahteraan perlu diberikannya perhatian khusus pada penjualan hasil komoditas pertanian sub sektor tanaman pangan, salah satunya adalah ekspor hasil pertanian.  Penelitian ini dilatar belakangi oleh petumbuhan ekonomi sub sektor tanaman pangan di Provinsi Kalimantan Barat berpotensi untuk di ekspor. Penelitian ini mengambil ruang lingkup di Kalimantan Barat dengan rentang waktu yang digunakan adalah 2013-2017. Dengan fokus penelitian pada hasil komoditas sub sektor tanaman pangan. Untuk melihat komoditas yang berpotensi untuk di ekspor digunakan data tahun 2013-2017 dengan model analisis Location Quontient (LQ), Topologi Klassen, dan Shift Share. Tipologi Klassen digunakan untuk mengetahui variabel dari pertumbuhan produksi komoditas tanaman pangan baik tingkat Provinsi maupun tingkat nasional. Location Quontient digunakan untuk mendapatkan hasil komoditas pertanian yang berpotensi untuk di ekspor dengan variabel berupa jumlah dari produksi tanaman pangan. Lalu Shift Share untuk mengetahui komoditas unggulan sub sektor tanaman pangan baik dalam lingkup provinsi maupun Nasional. Dari penelitian ini ditarik kesimpulan bahwa hasil analisis Shift Share menunjukkan bahwa komoditas tanaman pangan kacang hijau adalah komoditas tanaman unggulan yang kompetitif. Dan berdasarkan hasil analisis Tipologi Klassen  menunjukkan bahwa komoditas tanaman padi adalah komoditas potensial. Serta berdasarkan hasil analisis Location Quontient menunjukkan bahwa komoditas tanaman padi merupakan sektor basis yang berpotensi untuk di ekspor.Kata kunci: potensi ekspor, komoditas unggulan, komoditas basis, Location Quotient, Tipologi Klassen, dan Shift Share DAFTAR PUSTAKAAchmad, D. 2016. Potensi dan Tantangan Pengembangan Sektor Unggulan di Kalimantan Barat. Vol. 5. No.2, 94-103. Jurnal Ekonomi Bisnis Dan Kewirausahaan (JEBIK).Adisasmita, R. 2005. Dasar-dasar Ekonomi wilayah. Jakarta: Graha Ilmu.___________. 2013. Pembangunan Pedesaan.Yogyakarta: Graha Ilmu.Arsyad, L. 1999. Pengantar Perencanaan Pembangunan Ekonomi Daerah. Yogyakarta: BPEE.__________. 2010. Ekonomi Pembangunan dan, Edisi kelima, UPP STIE YKPN, YogyakartaBadan Pusat Statistik. (2018) Kalimantan Barat Dalam Angka_________________. (2018) PDRB Menurut Harga Konstan menurut lapangan usaha 2013-2017. Pontianak: Badan Pusat StatistikBudiono, D. (2009). Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta: BPFEBukit, I. M., (2010). Analisis Potensi Ekspor Hasil-Hasil Pertanian di Kabupaten Karo, Skripsi Fakultas Ekonomi, Universitas Sumatera Utara, Sumatera UtaraHalwani, R. H., (2002).Ekonomi Internasional dan Globalisasi Ekonomi. Ghalia Indonesia, JakartaIqbal dan Sudaryanto. 2008. Pembangunan Pertanian Indonesia. Http//blogs.unpad.ac.id/abysanilaras/2010/06/13/pentingnya-pembangunan-pertanian-di-IndonesiaJhingan, M. L. 2010. Ekonomi Perencanaan dan Pembangunan I. Edisi Kesembilan . Jakarta: PT Raja Gravindo PersadaKementerian Pertanian Indonesia. (2019) Jumlah produksi Hasil-hasil PertanianKuncoro, M. 2012. Ekonomi Pembangunan. Penerbit Selemba Empat, Jakarta.Laini, E. F., (2016). Kajian Komoditi Unggulan. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Skripsi.Universitas Muhammadiyah Purwokerto.Mawardi, I. (1997). Daya Saing Indonesia Timur Indonesia dan Pengembangan Ekonomi Terpadu. Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi & Sosial. Jakarta.Nadzir, M. (1988), Metodologi Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia.Paul, K. dan Maurice, O. (2014). Ekonomi Internasional Teori dan Kebijakan. Terjemahan DR.Faisal H.Basri,SE.MSc, Jakarta.PT Indeks Kelompok GramediaSoepomo, P. (1993). Analisis Shift-share, Perkembangan dan Penerapan, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia.Sugiyono, P, D. 2014. Metode Penelitian Bisnis, Bandung: Alfabeta.Sukirno, S. (2004). Makro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Perkasa._________. (2010).  Makro Ekonomi Pengantar,P Edisi ketiga, PT Raja Grafindo Persada JakartaTarigan, R. (2005). Ekonomi Regional: Teori dan Aplikasi, Medan. PT. Bumi Aksara.Todaro, Michel P, & Staphan C, Smith. 2011. Pembangunan Ekonomi, Edisi kesebelas. Jilid 1 Terjemahan Haris Munandar. Erlangga. Jakarta.Tumenggung, S. (1996). Gagasan dan Kebijaksanaan Pembangunan Ekonomi Terpadu (Kawasan Timur Indonesia). Direktorat Bina Tata Perkotaan dan Pedesaan Dirjen Cipta Karya Departemen PU. Jakarta.Widodo, S, T. 1990. Indikator Ekonomi Dasar Perhitungan Perekonomian Indonesia. Jakarta: Kanisius

    FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FERTILITAS DIKELURAHAN SIANTAN HULU KECAMATAN PONTIANAK UTARA

    No full text
    ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk menguji dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi fertilitas di Kelurahan Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah regresi linear berganda, yaitu dengan menggunakan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia kawin pertama berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap fertilitas, pendidikan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap fertilitas, pekerjaan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap fertilitas, pendapatan keluarga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap fertilitas, penggunaan alat kontrasepsi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap fertilitas.Kata kunci : Fertilitas, Usia Kawin Pertama, Pendidikan, Pekerjaan, Pendapatan Keluarga, Penggunaan Alat Kontrasepsi (KB)DAFTAR PUSTAKA Adioetomo, Sri Moertingsih dan Samosir, Omas Bulan. 2010. Dasar-Dasar Demografi, Edisi 2. Jakarta: Salemba Empat.Aliman. 2000. Modul Ekonometrika Terapan. Yogyakarta : PAU Studi Ekonomi UGM.Almasdi Syahza., 2009, Ekonomi Pembangunan, Teori dan Kajian Empirik Pembangunan Pedesaan, Pusat Pengembangan Pendidikan Universitas Riau, Pekanbaru.Azwar. 1997. Metode Penelitian Jilid I .Yogyakarta: pustaka pelajar.Badan Pusat Stastistik Kota Pontianak. 2014 . Kota Pontianak dalam Angka .Badan Pusat Stastistik Kota Pontianak. 2015. Kota Pontianak dalam Angka.Badan Pusat Stastistik Kota pontianak. 2016. Kota Pontianak dalam Angka.Caldwell, John C. 1983. Direct Economic Costs And Benefits Of Children. New York/London : Academic Press.Davis, Kingsley & Judith Blake, 1974. Struktur Sosial dan Fertilitas (Social structure and fertility: ananalytical framework), Yogyakarta: Lembaga Kependudukan UGM.Davis, K. 1978. Struktur Sosial Dan Fertilitas. Jakarta: Aquarista Offset.Dinas Kesehatan Kota Pontianak, 2011. Profil Kesehatan Kota Pontianak.Dinas Kesehatan Kota Pontianak, 2012. Profil Kesehatan Kota Pontianak.Dinas Kesehatan Kota Pontianak, 2013. Profil Kesehatan Kota Pontianak.Dinas Kesehatan Kota Pontianak, 2014. Profil Kesehatan Kota Pontianak.Dinas Kesehatan Kota Pontianak, 2015.  Profil Kesehatan Kota Pontianak.Effendi, S. M. (2008). Metodologi penelitian survai. Jakarta: Pustaka LP3ES.Endang, E. R. 2009. Analisa Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Anak yang Diinginkan Oleh Wanita (PUS) yang Bekerja dan PengaruhnyaTerhadap Pendapatan Rumah Tangga. Jurnal Sosial. 10(1) : h.50-52.Hull, T.H., M. Adioetomo, and V.J. Hull. Ages at Marriage and Cohabitation in Java. International Population Dynamics Program Research Note; no. 32. Australian National University. 1984.Ismail, A. W. (2016). Faktor Yang Mempengaruhi Fertilitas Di Kelurahan Tanjung Raya Kecamatan Kedamaian Kota Bandar Lampung. Skripsi Universitas Lampung, 20-30.Kuncoro, M. (2013). mudah memahami dan menganalisis indikator ekonomi. yogyakarta: upp stim ykpn.Kurniawati, T. (2014). Buku Ajar Kependudukan dan Pelayanan KB. Jakarta: EGC.Lucas, Bouge. 1990. Pengantar Kependudukan, Cetakan Keempat. YogyakartaMantra, I.B. 2000. Demografi Umum.Pustaka Pelajar. YogyakartaMantra, I.B. 2008. Filsafat Penelitian & Metode Penelitian Sosial. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.Mantra, I.B. 2013. Demografi Umum. Pustaka Pelajar Yogyakarta.Marlina, s., normelani, e., & hastuti, k. p. (2017). faktor-faktor yang mempengaruhi fertilitas dikelurahan pekauaman kecamatan banjarmasin selatan. jurnal pendidikan geografi, -.Melinda, Y. (2012). Hubungan Umur Kawin Pertama Dan Penggunaan Kontrasepsi Dengan Fertilitas Remaja Berstatus Kawin. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Volume. 3 No.2.Mirah, S. C. (2013). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Fertilitas Pekerja wanita Di Kelurahan Tegal Besar Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember. Skripsi Universitas Jember, 40-60.Mudrajad, K. (2011). metode kuantitatif teori dan aplikasi untuk bisnis dan ekonomi. yogyakarta: upp stim ykpn.Rahmayeni, Z. (2016). faktor-faktor yang mempengaruhi fertilitas pasangan usia subur peserta KB di kelurahan aur kuningkecamatan aur birugotigo baleh bukittinggi. universitas putra indonesia yptk, -.Rosyidi, S. (2004). pengantar teori ekonomi . pendekatan kepada teori ekonomi mikro dan makro edisi ke 1. jakarta: grafindo.Santoso, Singgih dan Fandy Tjiptono ; Riset Pemasaran : Konsep dan Aplikasi dengan SPSS, Jakarta : PT. Elex Media Komputindo, 2002.Sendi, a. y., subagiarta, i. w., & wibisono, s. (2013). analisis faktor-faktor yang mempengaruhi fertilitas pada wanita usia subur di desa kemiri kecamatan panti kabupaten jember. universitas jember, -.Setiawan, & de, k. (2010). ekonometrika. yogyakarta: andi.Smith, t. m. (2003). pembangunan ekonomi di dunia ketiga jilid 1 edisi kedelapan. jakarta: erlangga.Subagiarta, I.W. (2006). “Sumber Daya Manusia”. Jember: FE UNEJ.Sugiyono. (2007). Statistika untuk penelitian. Bandung: CV. Alfabeta.Sugiyono. (2011). Statistika untuk penelitian. Bandung: Alfabeta.Sulistyawati, Ari. 2011. Pelayanan Keluarga Berencana. Salemba Medika. JakartaSulistyaningsih, i. a. (2014). faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya fertilitas dikecamatan tambaksari kota surabaya. pendidikan geografi, 158-159.Supranto, J. 1995. Ekonometrika Buku 1. Jakarta : LPFE UI.T, K. (2014). Buku Ajar Kependudukan dan Pelayanan KB. Jakarta: EGC.Testa, M. R.. The Socio-Economic Determinats of Childbearing Intentions: A Macro-Micro European Analysis. Austrian: Vienna Institude of Demography. 2009.Todaro, m. (2006). pengembangan ekonomi dunia ketiga edisi kedelapan. jakarta: erlangga.Putu, Ni A dan I Gusti W. “Pengaruh Faktor Sosial dan Ekonomi Terhadap Jumlah Anak yang Dilahirkan Hidup di Kota Denpasar”. Erepo.unud.ac.id. Diakses 24 Februari 2018Wibowo. (2008). manajemen kinerja. jakarta: rajagrafindo.Widarjono, a. (2007). ekonometrika teori dan aplikasi untuk ekonomi dan bisnis,edisi kedua cetakan kesatu. yogyakarta: ekonisia.Yuniarti, dkk., (2013). Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Fertilitas: Suatu Kajian Literatur, Universitas Padjajaran, Bandung

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUH KEMAUAN MASYARAKAT UNTUK MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini yang berjudul faktor-faktor yang mempengaruhi kemauan masyarakat untuk membayar pajak bumi dan bangunan di kecamatan sukadana kabupaten kayong utara bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kemauan masyarakat untuk membayar pajak bumi dan bangunan. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang diperoleh dari badan keuangan daerah dan data primer yang diperoleh dari kuesioner. analisis penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wajib pajak bumi dan bangunan yang ada di kabupaten kayong utara Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 50 responden wajib pajak bumi dan bangunan Penelitian ini menggunakan empat variabel yaitu ,Tingkat pendidikan kepala keluarga, Tingkat pendapatkan kepala keluarga dan Kualitas pelayanan pajak sebagai variabel independen dan Kemaun membayar pajak sebagai variabel dependen .Hasil penelitian menunjukan variabel tingkat pendidikan kepala keluarga berpengaruh positif signifikan terhadap kemauan membayar pajak.Variabel Pendapatan Kepala Keluarga  berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap kemauan membayar pajak dan variabel kualitas pelayanan pajak berpengaruh positif signifikan terhadap kemauan membayar pajak. Kata Kunci : pajak,pendidikan,pendapatan dan kualitas pelayanan.RINGKASAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAUAN MASYARKAT UNTUK MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARALatar BelakangPembangunan suatu negara tidaklah hanya mencakup usaha hanya untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi saja, tetapi pembangunan suatu negara lebih mencakup  usaha untuk mewujudkan pemerataan disegala bidang ekonomi dan daerah. kegiatan ekonomi yang sangat bervariasi ini untuk mendorong setiap daerah untuk mengembangkan potensi ekonominya pembangunan di suatu negara tidak terlepas dari peran pajak yang diterapkan di setiap negara tersebut khususnya di indonesia. pajak di indonesia sering dipergunakan oleh negara untuk sumber penerimaan terbesar setelah migas dalam menutupi belanja negara, yaitu sebesar 70%  dari total pendapatan negara, sebagaimana yang terdapat  di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di setiap tahunnya.Akan tetapi masyarakat masih banyak yang belum memahami pentingnya kesadaran wajib pajak dikarenakan tarif pajak yang di bebankan kepada masyarakat tidak sesuai dengan pendapatan yang mereka terima untuk membayar jumlah pajak yang harus dibayarkan, sehingga banyak masyarakat yang tidak mau membayar pajak. kurang tegasnya sanksi yang di berikan kepada wajib pajak juga menjadi penyebab kurangnya masyarakat untuk berpartisipasi dalam membayar pajak. dan banyak diantara masyarakat yang membayar pajak mengalami birokrasi (kualitas pelayanan pajak) yang masih belum memuaskan. selain itu, kurangnya sosialisasi menyebabkan masyarakat di pinggiran kota kurang mengetahui arti pentingnya pajak untuk daerah mereka dan kewajiban yang harus mereka menuhi sebagai warga negara.PermasalahanKesadaran masyarakat Kayong Utara masih sangat rendah untuk  membayar Pajak Bumi dan Bangunan. Hal ini disebabkan beberapa faktor, salah satunya faktor internal yang meliputi, kesadaran membayar pajak, kemauan orang membayar pajak ,birokrsasi (kualitas pelayanan),sistem pemungutan pajak. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan pajak yang sangat menarik untuk dibahas. peneliti perlu menganalisis Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kemauan masyarakat untuk membayar pajak Bumi dan Bangunan.Tujuan PenelitianMenguji faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kemauan masyarakat untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan ? Metode PenelitianLokasi penelitian :Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong UtaraData yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder  Data primer adalah data yang diperoleh dan dikumpulkan sendiri dalam melalakukan penelitian untuk mendapatkan informasi berupa data-data bersangkutan. Data primer dalam penelitian ini menggunakan penyebaran kuisioner yang diberikan pada responden serta mengajukan pertanyaan pada saat melakukan penelitian. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara atau dengan kata lain diperoleh atau dicatat oleh pihak lain.Alat Analsis:Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini analisis regresi logistik.Hasil PenelitianHasil Penelitian diperoleh beberapa faktor yang mempengaruhi kemauan membayar pajak bumi dan bangunan yaitu tingkat pendidikan kepala keluarga, tingkat pendapatan kepala keluarga dan kualiatas pelanan pajak. dimana tingkat pendidikan kepala keluarga dan kualitas pelayanan berpengaruh positif signifikan sedangkan tingkat pendapatan kepala keluarga tidak berpengaruh signifikan.Kesimpulan dan saranKesimpulan :Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel tingkat pendidikan kepala keluarga berpengaruh signifikan terhadap kemauan membayar pajak.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel tingkat pendapatan kepala keluarga tidak berpengaruh signifikan terhadap kemauan membayar pajakHasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel kualitas pelayan perpajakan berpengaruh signifikan terhadap kemauan membayar pajak.Rekomendasi :Diharapkan kepada kepala keluarga dapat meningkatkan wawasan tentang  pengetahuan perpajakan sehingga dengan begitu kedepanya bisa lebih meningkatkan kemauan membayar pajak. misalnya seperti mengikuti sosialisasi yang di adakan oleh dinas pendapatan daerahDiharapkan kepada kepala keluarga dapat meningkatkan pendapatan sehingga dengan begitu kedepanya bisa meningkatkan kemauan membayar pajak. misalnya dengan membuka usaha sampingan.Diharapkan kepada petugas pajak untuk meningkatkan kualitas pelayanan pajak, sehingga dengan begitu dapat meningkatkan kemauan membayar pajak.misalnya perbaikan sarana dan prasana. Sarana misalnya petugas memberikan pelayanan dengan baik misalnya petugas pajak bersikap ramah dan sopan kepada wajib pajak. Prasarana misalnya disediakan ruang tunggu yang nyaman serta fasilitas pendukung yang baik.  DAFTAR PUSTAKA Amelia, D. (2016). “Optimalisasi Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan Oleh Uptd  Dinas Pendapatan Daerah Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis”.Vol. 3 (1), 4-10.Darwin. (2013). “Pajak Bumi Dan Bangunan Dalam Tataran Praktis”. Jakarta: Mitra Wacana Media.Firdaus, M. (2011). Ekonometrika. Jakarta : PT. Bumi Aksara.Mardiasmo. (2011). “Perpajakan edisi revisi 2011”. Yogyakarta : Andi.Misbahuddin & Hasan , I (2013). Analisis data penelitian dengan statistik. Jakarta: PT. Bumi AksaraPersadha, B.W., Hidayat, K., & Topowijoyo., (2015). “optimalisasi penerimaan pajak bumi dan bangunan dan kontribusinya terhadap pajak daerah di kota surakarta (Studi pada kasus dinas pendapatan pengelolaan keungan dan aset kota surakarta)”. Vol. 6. (2), 4-6.Pertiwi, P. R., Azizah, F. D., & Kurniawan, C. B., (2014). “Analisis Efektivitas Pemungutan Pajak Bumi Dan Bangunan (Studi Pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keungan Dan Aset Kota Probolinggo)”.Vol. 3 (1), 2-4.Resmi, S. (2011). “Perpajakan : Teori dan kasus”. Edisi 6 buku 1. Jakarta : Salemba Empat.Rahmawan, E. (2012). “Optimalisasin Pemungutan Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB) Dalam Peningkatan Pendapatan Daerah (Studi Pemungutan Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB) Di Kecematan Limpasu Kabupaten Hulu Sungai Tengah”.Vol. 1. (2), 24-37.Rahmawati, Ningsih, E.S., & Fadhlia, W. (2011). “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemauan Membayar Pajak (Studi Pada Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Memiliki Usaha Warung Kopi Di Kota Banda Aceh)”. Vol. 4 (2),3-5.Supramono & Theresia, D.W. (2010). “Perpajakan Indonesia Edisi Revisi 2009”. Yogyakarta : Andi.Sugiyono. (2016). Metode penelitian manajemen.Bandung: Alfabeta.Susyanti, j & Ahmad, D. (2016). “Perpajakan Untuk Praktisi dan Akademisi”. Malang : Empatdua Media.SR, Soemarso. (2007). “Perpajakan : Pendekatan Komprehensif“. Jakarta: Salemba Empat.Waluyo. (2011). “Perpajakan Indonesia Edisi 10 Buku 2”. Jakarta : Salemba          Empat

    Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Langsung Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan di Provinsi Kalimantan Barat

    No full text
    ABSTRAK Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh pendapatan asli daerah dan belanja langsung terhadap pertumbuhan ekonomi melalui kemiskinan di Provinsi Kalimantan Barat tahun 2012-2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan periode observasi 2012-2016 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) maupun publikasi lainnya yang terkait. Teknik metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini  adalah regresi berganda data panel dengan model regresi Common Effect Weight. Data diolah menggunakan Eviews 9.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan asli daerah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan dengan koefisien -1,872083 dan nilai probabilitas sebesar 0,0000. Belanja langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan dengan koefisien sebesar 2,707083 dan nilai probabilitas uji t statistik sebesar 0,0003 atau lebih kecil dari taraf signifikan 5% atau sebesar 0,05. Kemiskinan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan koefisien sebesar 0,279930 dan nilai probabilitas sebesar 0,6615. Pendapatan asli daerah dan belanja langsung secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap kemiskinan dengan nilai F statistik 22,39985 dan Prob (F-statistic) 0,000000.Kata Kunci : Pendapatan Asli Daerah, Belanja Langsung, Pertumbuhan Ekonomi  dan KemiskinanDaftar Pustaka Arini dan Mustika, D.S.M. (2015). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Dan Belanja Tidak Langsung Terhadap Kemiskinan Melalui Pertumbuhan Ekonomi Di Provinsi Bali. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, 4(9), pp: 1140-1163.Arsyad, Lincolin. (2004). Ekonomi Pembangunan, Edisi Keempat, Cetakan Kedua, Yogyakarta: Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta.Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat---------Statistik Jumlah Penduduk Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2011 - 2016---------Statistik Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2012 – 2016---------Statistik Belanja Langsung Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2012 – 2016---------Statistik Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2012 – 2016---------Statistik Angka Kemiskinan Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2012 – 2016Boediono. (2009). Teori Pertumbuhan Ekonomi, Edisi Pertama, Yogyakarta: BPFE-YogyakartaChamsyah, B. (2006). Teknologi Penanggulangan Kemiskinan, RM-Books, Jakarta.Dahmardeh, N. dan Tabar, M.H. (2013). Pengeluaran Pemerintah dan Dampaknya   pada Pengurangan Kemiskinan (Empiris Dari Sistan dan Baluchestan Provinsi Iran). Jurnal Internasional Universitas Sistan dan Balluchestan, Zahedan-Iran, 2(1), ISSN: 2226-3624.  Gujarati, D. N. (2004). Dasar - dasar Ekonometrika : Edisi 4. Jakarta: Salemba Empat.Jhinghan, M.L. (2002). Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan, Edisi Kesembilan, Jakarta: PT Raja Grafindo PersadaJoliais. (2016). Analisis Pengaruh PAD, DAU dan DAK Terhadap Kemiskinan Pada Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat dengan Pertumbuhan Ekonomi Sebagai Variabel Intervening. Jurnal of Economic and Economic EducatioN  STKIP-PGRI SUMBAR, 4(2), ISSN: 2302-1590.Kaat, M.H. Kindangen, P dan Rotinsulu, D.Ch. (2016) Analisis Pengaruh Belanja Langsung Dan Belanja Tidak Langsung Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dan Dampaknya Terhadap Pengentasan Kemiskinan Di Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2010-2015. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Magister Ilmu Ekonomi Universitas Sam Ratulangi. Kaho, J.R. (2001). Prospek Otonomi Daerah di Negara Republik  Indonesia, Edisi Pertama, Cetakan Kelima. Jakarta: PT Raja Grafindi Persada.Kuncoro, M. (2011). Metode Kuantitatif, Teori dan Aplikasi Untuk Bisnis & Ekonomi. Yogyakarta: UPPM STIM YKPN.Mangkoesoebroto, G. (1993). Ekonomi Publik, Edisi Ketiga, Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.Mankiw, N.G. (2007). Makro Ekonomi Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga.Minggu, T.D. Veckie, A. Rumate. Rotinsulu, D.Ch. (2014). Analisis Pengaruh Belanja Langsung, Belanja Tidak Langsung Dan Investasi Swasta Terhadap Kemiskinan Di Kota Bitung. Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Magister Ilmu Ekonomi Universitas Sam Ratulangi, Manado. Ratnadi, N.M.D. Ariyanto, D. Dan Wirawati, N.G.P (2016). Analisis Pengaruh Belanja Langsung Pada Pertumbuhan Ekonomi dan Pengentasan Kemiskinan di Provinsi Bali. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, 11(1).Novriansyah, M.A. (2018). Pengaruh Pengangguran dan Kemiskinan di Provinsi Gorontalo. E-Jurnal Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Gorontalo, 1(1), P-ISSN: 2614-5170.Rohani. (2016). Pengaruh Pertumbuhan Penduduk, Pertumbuhan Ekonomi, Pengangguran dan Inflasi terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negri (UIN) Alauddin Makasar.Rostow, W.W. (2009). The Stages Of Economic Growth. The Economic History Review, New Series, 12(1),pp:1-16Santosa, Budi. (2013). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan Daerah Terhadap Pertumbuhan, Pengangguran dan Kemiskinan 33 Provinsi Di Indonesia. Jurnal Keuangan dan Bisnis Universitas Trisakti Jakarta,  5(2).Saraswati, I.A.A.P. dan Arka, S. (2016). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Dan Dana Alokasi Umum terhadap Tingkat Kemiskinan Melalui Belanja Modal Kabupaten/Kota Di Provinsi Bali. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana, 5(4), pp: 1292-1316.Sasana, H. (2012). Pengaruh Belanja Pemerintah Daerah dan Pendapatan Perkapita Terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Jurnal Ekonomi dan Manajemen. 25(1), pp: 1-12.Suari, D.A.P. dan Dewi, N.P.M. (2016). Pengaruh Jumlah Penduduk dan Dana Perimbangan terhadap Pertumbuhan Ekonomi melalui Belanja Langsung di Provinsi Bali. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, 5(7), pp: 825-845.Sugiyono. (2004). Satistika Untuk Penelitian, Cetakaan Keenam, Bandung: Cv-Alfabeta.Sukirno, S. (2000). Makro Ekonomi Teori Modern, Perkembangan Pemikiran Klasik Hingga Keynesian Baru. Jakarta: PT. Rajagrafindo PersadaSuparmoko, M. (2002). Ekonomi Publik Untuk Keuangan dan Pembangunan DaeraH, Edisi Pertama, Yogyakarta: Andi Yogyakarta.Suryana, (2000). Ekonomi Pembangunan, Problematika dan Pendekatan. Edisi Pertama. Jakarta: Selemba Empat.Tambunan, T. (2001). Perekonomian Indonesia, Teori dan Temuan Empiris. Ghalia: Jakarta.Tiebout, C. M. (1961). An Economic Theory of Fiscal Decentralization. In The National Bureau of Economic Research, 79-96. Princeton University Press.Todaro, M.P. dan Smith, S.C. (2006). Pembangunan Ekonomi, Edisi Kesembilan, Jakarta: ErlanggaWijayanti, N.K.H. (2015). Pengaruh PAD dan DAU Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Melalui Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Bali. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, 4(3), pp: 1164-119

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Curvanomic
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇