BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Not a member yet
228 research outputs found
Sort by
THE CORRELATION BETWEEN SELF-EFFICACY AND LANGUAGE STYLE MASTERY WITH NOVEL APPRECIATION ABILITY (Correlational Research of Student at Senior High School 8 Bengkulu)
The objective of this research was to find out the correlation between self-efficacy and language style mastery with novel appreciation ability either partially or simultaneously. This research was conducted at eight grade of SMAN 8 Bengkulu in 2015. The samples of this research were 40 students by using simple random sampling. This research used correlational method between X and Y variables. The data were analyzed by using regression and correlation analysis. The result of this research indicate that (1) there is a positive correlation between self-efficacy with novel appreciation ability with correlation coefficient is 0.694 and determination coefficient is 69, 4%, it has regression equation Y=-46.766+1.023X1 (2) there is a positive correlation between language style mastery with novel appreciation ability with correlation coefficient is 0.53 and determination coefficient is 53%, it has regression equation Y=40.339+1.776X2 (3) there is a positive correlation between self-efficacy and language style mastery all together with novel appreciation ability. Based on the result of the research, the researcher concluded that novel appreciation ability can be improved by increasing self-efficacy and language style mastery with correlation coefficient is 0.801 and determination coefficient 80.1%, it has regression equation Y=-33.970+0.762X1+0.945X2
 
THE LEARNING PROCESSES OF SPEAKING SKILLS AT AN ACCELERATION PROGRAM:AN ETHNOGRAPHIC STUDY IN SMA LABSCHOOL JAKARTA
This researchaims to have a comprehensive understanding about the learning processes of the English speaking skill for K-11 students at an acceleration program in SMA Labschool Jakarta.This is a qualitative research with an ethnography method.The data were gathered through document study, observation, recording,field note and depth interview. The result revealed that (1)Syllabus was designed with function, the use and mastering words meaningfully on academic and non academic context. (2)These objectives of speaking skill arestudents are able to master four skills of language on interpersonal and transactional discourse.(3)Learning materials consist of social function, text structure, and language. (4) The activities are project presentation, debate,etc. (5) The strategies are integrated learning, project-based, and problem solving learning. (6) The role of the teacher are as a facilitator and a collaborator. The role of the students as a partner with a teacherand other students. (7)The assessment and evaluation used authentic assessment. (8) The effect of learning speaking skills is a positive to the students.
Tujuan peneilitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman secara mendalam tentang proses pembelajaran berbicara bahasa Inggris pada siswa kelas 11 pada program akselerasi di SMA Labschool Jakarta. Pendekatan penelitian disertasi ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode etnografi.Sedangkan pengumpulan data dengan melakukan studi dokumentasi, rekaman video, observasi, catatan lapangan, dan wawancara mendalam yang disesuaikan setting penelitian ini. Temuan penelitian, dapat disimpulkan sebagai berikut : (1)Rancangan silabus didesain pada pemilihan fungsi, penggunaan dan penguasaan makna kata yang bermakna dan berkualitas sesuai dengan konteks komunikasi nyata dalam kehidupan sehari-hari dan konteks akademik. (2)tujuan pembelajaran berbicara bahasa Inggris yaitusiswa dapat menguasai empat keterampilan berbahasa baik dalam wacana interpersonal maupun wacana transaksional.(3) Materi pembelajaran berbasis teks yang berisi fungsi sosial, struktur teks, dan kebahasaan. (4) Kegiatan pembelajaran berupa project presentation, debat,dll. (5) Strategi yang digunakan yakni dengan integrated learning project-based.(6) Peran guru dalam pembelajaran berbicara bahasa Inggris sebagai fasilitator, evaluator, dan kolaborator, sedangkan peran siswa sebagai partner bicara dengan guru dan siswa lain. (7) Penilaian dan evaluasi pembelajaran yang dikembangkan berbasisautentik assessment. (8) Dampak pembelajaran berbicara bahasa Inggris terhadap siswa bersifat positif
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARYA ILMIAH MELALUI PENDEKATAN KOLABORATIF
Abstract The objective of this action research was to understand the improvement of the students’ English academic writing skill through collaborative learning approach. This research was conducted at UIN Alauddin Makassar in academic year 2014. In order to find out the student improvement, the researcher applied the essay productive test at the end of the first and the second cycles. Before giving the test, the researcher developed collaborative activities to the students for five times each. The mean score of the students writing in the first cycle is 2,6 for grammar and spelling show that the continuity of the treatment in the second cycle is needed. The test in the second cycle showed the significant improvement viz 3,19. The second cycle indicated that the application of collaborative learning approach has given significant improvement to the students’ writing achievement. The finding in this reseach has lead the write to recommend the use of collaborative learning approach in the teaching and learning academic writing at UIN Alauddin Makassar and in other universities.Keywords: English academic writing, collaborative learning approach, students’ writing skill
Abstrak Tujuan penelitian ini ialah untuk memahami peningkatan keterampilan mahasiswa dalam penulisan karya tulis ilmiah dalam bahasa Inggris melalui pendekatan pembelajaran kolaboratif. Penelitian ini dilaksanakan pada UIN Alauddin Makassar pada tahun akademik 2014. Untuk mengetahui peningkatan kemapuan mahasiswa dalam membuat karya tulis ilmiah bahasa Inggris, peneliti memberikan tes produktif pada akhir pelaksanaan siklus pertama dan akhir siklur kedua. Sebelum memberikan tes, peneliti mengembangkan kegiatan pembelajaran kolaboratif kepada mahasiswa sebanyak lima kali pertemuan untuk masing-masing siklus. Perolehan nilai rata-rata mahasiswa pada siklus pertama yaitu 2,6 pada aspek tatabahasa dan ejaan, menunjukkan perlunya mengulangi kegiatan belajar pada siklus kedua. Hasil tes siklus kedua menunjukkan perbaikan yang signifikan yaitu , 3,19 pada aspek tatabahasa dan ejaan. Hasil tes pada akhir siklus kedua menunjukkan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran kolaboratif telah membawa peningkatan pada keterampilan menulis mahasiswa. Temuan dalam penelitian ini menjadi dasar rekomendasi penulis untuk menerapkan pendekatan pembelajaran kolaboratif dalam pengajaran menulis karya ilmiah pada UIN Alauddin makassar dan termasuk diluar lembaga tersebut.Kata kunci: karya tulis ilmiah dalam bahasa inggris, pendekatan pembelajaran kolaboratif, keterampilan menulis dalam bahasa Inggri
REALISASI PRINSIP KESANTUNAN DALAM DISKUSI INTERNET DI TIGA GRUP DISKUSI HINDU INDONESIA
Abstrak
Penelitian ini bertujuanuntuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang realisasi prinsip kesantunandalam diskusi internet di tiga grup diskusi Hindu Indonesia. Realisasi prinsip kesantunan tersebut terdiri atas pematuhan dan pelanggaran. Paradigma peneiitian ini adalah kualitatif.Metode yang digunakan adalah analisis isi pragmatik dan prosedur induktif. Data penelitian berupa kutipan-kutipan dialog dalam diskusi internet yang mengandung realisasi prinsip prinsip kesantunan. Data tersebut diperoleh dari rekaman tertulis dialog dalam diskusi internet di tiga grup diskusi Hindu Indonesia. I Iasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umumprinsip kesantunan cendcrung dipatuhi. Ini berarti mereka yang terlibat dalam diskusi internet di tiga grup diskusi Hindu Indonesia secara umum dikategorikan santun dalam berbahasa.
Kata Kunci: Realisasi, prinsip kesantunan, diskusi internet
Abstract
This study aims to gain a deep understanding of the politeness principlereali^ation in the internet discussion of three Indonesian Hindu groups. Realisation of politeness principle consist of compliance and qffense.This research paradigm is qualitative. The method used is pragmatics content analysis and inductive procedure. The data of this research is in the form of dialogue excerpts in internet discussions containing the realisation of politeness principles. The data obtained from the written dialogue record on the three Indonesian Hindu discussion groups in internet. The results oft his study indicatethatin generalthe principle of politeness tends to be obeyedThese means they are involved in internet discussions on the three discussion groups generally categorized Hindu Indonesia polite in speaking.
Keywords: Realisation, politeness principles, internet discussio
BELAJAR BERBICARA BAHASA INGGRIS MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS TUGAS (Penelitian Tindakan di FKIP Universitas Mataram)
ABSTRACT This study aims to determine the process and the result of students’ increasing English speaking ability at Faculty of Teacher Training and Education University of Mataram. This study used qualitative and quantitative approaches through task based learning. The research methodology used is an action research developed by Kemmis and Mc.Taggart with the spiral model by phases: planning, action, observation, and reflection. Data collection techniques in this study conducted by observation, field note of the researcher/collaborator, and photos as documentation. Meanwhile, for quantitative data is gathered by test (the pre-test, the evaluation of group discussions cycle 1, cycle 2, and cycle 3,and the post-test). The results showed that there was a significant increase in the ability of students speaking English after attending the subject of speaking II through task based learning. Based on the test results of students English speaking ability of the three aspects assessed: accuracy, fluency, and pronunciation showed that the pre-test average student score = 16.66%, cycle 1 = 20.00%, cycle 2 = 66.66%, cycle 3 = 80.00% and post-test = 83.33%. Thus, the study concluded that the students' speaking ability can be improved through task based learning approach.Keywords: Learning, English Speaking, Task Based Learning Approach
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil peningkatan kemampuan berbicara bahasa Inggris mahasiswa di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui pembelajaran berbasis tugas. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan (action research) yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart yaitu model spiral dengan tahapan: perencanaan (planning), pelaksanaan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Tehnik pengumpulan data kualitatif dalam penelitian ini diperoleh dengan observasi, cacatatan lapangan, dan dokumentasi berupa foto-foto proses pembelajaran di kelas. Sedangkan untuk data kuantitatif diperoleh dengan Tes (pre-test, evaluasi diskusi kelompok pada siklus 1, siklus 2, siklus 3, dan post-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada kemampuan berbicara bahasa Inggris mahasiswa setelah mengikuti pembelajaran mata kuliah speaking II melalui pendekatan pembelajaran berbasis tugas. Berdasarkan hasil tes berbicara bahasa Inggris mahasiswa dengan melihat kemampuan pada tiga aspek yang dinilai: akurasi (accuracy), kelancaran (fluency), dan pengucapan (pronunciation) menunjukkan bahwa ketuntasan belajar pada pre-test adalah 16.66%, silklus 1 = 20.00%, siklus 2 = 66.66%, siklus 3 = 80.00%, and post-test = 83.33%. Dengan demikian disimpulkan bahwa kemampuan berbicara bahasa Inggris mahasiswa dapat ditingkatkan melalui pendekatan pembelajaran berbasis tugas.Kata Kunci: Belajar, Berbicara Bahasa Inggris, Pendekatan Pembelajaran Berbasis Tuga
NILAI-NILAI HUMANIORA DALAM ANTOLOGI PUISI "BLUES UNTUK BONNIE" KARYA WS RENDRA
Abstrak
Tujuan penelitian ini untuk memahami secara komprehensif nilai-nilai humaniora dalam antologi puisi "Blues untuk Bonnie" karya WS Rendra. Metode penelitian yang digunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan studi pustaka, dan teknik analisis data dengan analisis isi melalui kajian struktural semiotik. Hasil penelitian yakni antologi puisi Blues untuk Bonnie karya WS Rendra mengandung nilai-nilai humaniora yang terlihat melalui tanda-tanda semiotik berupa moralitas, simpati, empati, kasih sayang, kepedulian, kerjasama, dan toleransi. Temuan penelitian ini merekomendasikan bahwa masih banyak jenis-jenis karya sastra yang dapat dijadikan objek kajian dengan menggunakan pendekatan-pendekatan yang berbeda untuk mengungkap nilai-nilai pendidikan terutama pendidikan karakter bagi siswa dan mahasiswa. Temuan penelitian ini memberikan implikasi terhadap pengajaran sastra di sekolah lanjutan sampai perguruan tinggi dalam bentuk penyusunan bahan ajar atau pengembangan model pembelajaran apresiasi sastra sebagai alternatif pemecahan masalah pendidikan karater bangsa.
Kata Kunci: Nilai-nilai humaniora, antologi puisi, kajian struktural semiotik
Abstract
The objective of this research is to understand comprehensively the humanities values in antology of poetry "Blues for Bonnie" by WS Rendra. The research used content analysis method with qualitative approach. Data collection techniques are used library study and data analysis techniques with content analysis through the study of structuralism semiotic. The result was the antology of poetry 'Blues for Bonnie" by WS Rendra contains humanities values seen through semiotic signs are morality, symphaty, empbaty, love, care, togetherness, and tolerant. The findings lead to the recomendation that there are still many kinds of literary works which can be the object of research by using different approaches for investigating education characters! values for students. This finding implicates to literary instruction in schools to universities in forms of teaching materials or literary appreciation instruction as one of the alternative problem solving of the nation character education.
Keywords: humanity values, poetry antology, structuralism semiotic researc
NILAI-NILAI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM FILM 'ENTRE LES MURS' PENELITIAN ANALISIS ISI
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara komprehensif nilai-nilai pendidikan multikultural dari James Banks dalam film "Entre les Murs". Penelitian kualitatif ini menggunakan analisis percakapan. Analisis dan interpretasi data menunjukkan bahwa: (1) integrasi isi ditunjukkan dalam film melalui diskusi antar guru, bukan dari kurikulum sekolah; (2) proses konstruksi ilmu pengetahuan ditunjukkan dari metode mengajar; (3) pedagogik kesetaraan antar manusia ditunjukkan dari sikap guru yang memberikan kesempatan bagi siswanya untuk meningkatkan rasa kepercayaan diri, memotivasi siswa, dan memberikan ilmu yang sama tanpa memandang etnis; (4) pengurangan prasangka terlihat dari tingkah laku positif seperti interaksi interpersonal dari para siswa yang menunjukkan usaha untuk mengurangi prasangka, walaupun masih ada prasangka negatif yang terlihat; dan (5) pemberdayaan kebudayaan sekolah terlihat dari program sekolah yang memungkinkan adanya keterlibatan seluruh perangkat sekolah seperti kepala sekolah, guru, siswa, dan orangtua siswa.
Kata Kunci: Analisis percakapan, film, multikultural, pendidikan multikultural
Abstract
The objective of this research is to understand comprehensively the values of multicultural education from James Banks on the film "Entre les Murs". This qualitative research uses conversation analysis. The data analysis and interpretation indicates (1) content integration is shown on the film from the discussions between the teacher; (2) knowledge construction process is shown from the teaching method; (3) equity pedagogy is shown from the teachers who provide opportunities for students to boost their confidence, motivate students, and provide the same education regardless of ethnicity; (4) prejudice reduction is shown in interpersonal interactions between students that indicate an effort of prejudice reduction such as helping each other, even though the negative prejudicefrom the teachers and the students are still shown; (5) empowering school culture and social structure is shown from school programs that enable the involvement of all school stakeholders.
Keywords: Conversation analysis, multicultural, multicultural education
NILAI-NILAI MORAL DALAM NOVEL HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY (TINJAUAN STRUKTURAL GENETIK)
ABSTRACT The objective of the research is to find out the moral values in Habiburrahman El Shirazy's Novels. The research was conducted using qualitative approach with descriptive method. The data were collected by analyzing, studying, and recording the document. The analysis and interpretation of the data indicate that first, moral values in novel's structure of the novels include human's perspective toward God, such as piety, devout, humble; human's perspective toward themselves such as honest, responsible, healthy, discipline, hard work, confident, logical, critical, creative, innovative, autonomous, curious; human's perspective toward human such as the awareness of their right and duty toward themselves and the others, the obedience of social norms, the appreciation of one's achievements and works, being polite and democratic, and human's perspective toward surroundings such as caring and admiring toward the beauty of nature created by God. Second, Moral values were analyzed through the author’s social background indicating the appearance of the novels. Third, moral values from the author's point of view in the novels include human's perspective toward God, themselves, the others, and surroundings. It is recommended that students should read the novels in order to find out the moral values in literary works.Keywords: moral values, novel, genetic structuralism
ABSTRAK Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai moral dalam novel karya Habiburrahman El Shirazy ditinjau dari struktural genetik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Pengumpulan data menggunakan teknik analisis dokumentasi, pustaka, dan catat. Analisis interpretasi data menunjukkan (1) adanya nilai-nilai moral dalam struktur novel Ayat Ayat Cinta yang meliputi dimensi manusia dengan Tuhan yaitu religius, dimensi manusia dengan dirinya, dimensi manusia dengan manusia, yaitu sadar akan hak dan kewajiban diri sendiri dan orang lain dan dimensi manusia dengan lingkungan yaitu adanya keperdulian dan kekaguman terhadap keindahan alam yang diciptakan oleh sang pencipta, (2) nilai-nilai moral yang ditinjau dari sudut latar sosial pengarang yang mengkondisikan lahirnya novel Ayat Ayat Cinta; (3) nilai-nilai moral ditinjau dari sudut pandangan dunia pengarang dalam novel Ayat Ayat Cinta yang meliputi dimensi manusia dengan manusia, dimensi manusia dengan dirinya sendiri, dimensi manusia dengan manusia, dan dimensi manusia dengan lingkungan. Penemuan-penemuan membawa ke arah rekomendasi terhadap siswa agar membekali diri dengan berbagai bacaan penunjang lainnya untuk menemukan nilai-nilai moral yang terkandung dalam karya sastra.Kata kunci: Nilai-nilai moral, novel, struktural geneti
MODEL OF TEACHING LITERATURE MATERIALBASED ON FOLKLORE USING CONTEXTUAL TEACHING & LEARNING FOR CHARACTER EDUCATION
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untukmengembangkan model bahan ajar sastra berbasis cerita rakyat dengan pendekatan CTL untuk pendidikan karakter di sekolah dasar Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan Borg & Gall yang digabungkan dengan langkah-langkah pengembangan bahan ajar Jolly & Bolitho. Penelitian dilakukan di SD Kota Bengkulu.Hasil analisis kebutuhan ditemukan bahwa bahan ajar bahasa Indonesia tidak menyertakan cerita rakyat Bengkulu dalam pembelajaran dan kompetensi guru dan siswa berkenaan dengan cerita rakyat belum memadai. Hasil rancangan bahan ajar sastra berbasis cerita rakyat untuk memenuhi kebutuhan tersebut efektif,layak digunakan, dan valid menurut validasi ahli materi, media, kurikulum, dan karakter. Bahan ajar Sastra berbasis cerita rakyat dengan pendekatan CTL di SD untuk pendidikan karakter efektif hasil pengembangan dan yang digunakan kelompok besar juga menyatakan dengan kriteria baik.Terdapat perbedaan keefektifan yang signifikan pada kemampuan hasil belajar siswa antara kelompok menggunakan bahan ajar sastra berbasis cerita rakyat dan kelompok yang tidak menggunakan bahan ajar bahasa Indonesia berbasis cerita rakyat.Hasil validasi bahan ajar kelompok pakar dengan kriteria sangat baik, dan guru dengan kriteria sangatbaik. Respon penguna bahan ajar guru dan siswa baik, maka dapat disimpulkan bahan ajar yang di rancang layak digunakan dalam pembelajaran.
Kata Kunci: bahan ajar, cerita rakyat, CTL, dan pendidikan karakter
Abstract
The research aims to used is develop teaching literature material model based on folklore and CTL approach for the education of character at Elementary School in Bengkulu city. The reasearch method using Researched Developmentof Borg & Gall combined with folly and Bolitho’s material development steps. Research was done in Elementary School in Bengkulucity. The data were collected by surveys, interviews,and questionnaires. The need identification shows that teaching material of Bahasa Indonesia did not includ folklore of Bengkulu in class; and the ability of teachers and students wasnot yet adequate. Literature teaching materials using folklore was found effective and validaccording to experts of media, curriculum, and character. There were significant difference of effectiveness in which students using literature teaching materials using folklore and which were not. Materials validation by expert group and teacher judgementwas very good. Teacher and students well respond to the teaching materials, so it can be concluded that literature teaching materials was effective for teaching literature.
Keywords: teaching material, folktale, Contextual Teaching &Learning, character educatio
RETORIKA WACANA OPINI SURAT KABAR KOMPAS
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami secara komprehensif strategi retorika dalam wacana opini surat kabar. Metode yang digunakan adalah anaksis isi (content analysis). Data dikumpulkan melalui seleksi pada wacana opini Surat Kabar Kompas mulai Januari sampai dengan Desember terbitan tahun 2013 dengan topik yang sama, penuks berbeda. Berdasarkan penektian yang telah dilakukan dalam wacana opini Surat Kabar Kompas penuks opini cenderung menjelaskan sehingga ragam yang dipilih berupa ragam eksplanasi meski opini termasuk eksposisi. Strategi retorika yang digunakan penuks cenderung menggunakan pembenaran (46,4%) yang lebih bersifat subjektif dibanding strategi data yang paling sedikit digunakan (3,6%).
Kata Kunci: strategi retorika, wacana opini, eksposisi, eksplanasi.
Abstract
The aim of the research was to describe the rhetorical strategy using in Kompas opinion texts comprehensively. The content analysis using to analyse the data, the opinion text from Kompas January to December 2013 from different writer with the same topic. The result showed that writer tend to using explanation rather than exposition. The rhetorical strategy mostly that writer using was warrant (46,4%) and very title using data strategy (3,6%).
Keywords: Rhetorical strategy, opinion text, exposition, explanatio