BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Not a member yet
228 research outputs found
Sort by
PERMODELAN FAKTOR PRODUKSI UNTUK OPTIMALISASI KEUNTUNGAN DI UKM HARAPAN NUNGGAL BENGKULU
Abstrak
Keuntungan yang optimal merupakan tujuan utama dalam setiap usaha. Dengan demikian perusahaan akan dituntut menghasilkan produk-produk secara maksimal dengan penggunaan sumber daya yang dimiliki agar memberikan keuntungan optimal. Perusahaan juga harus memperhatikan setiap perubahan-perubahan yang terjadi, baik dari keuntungan maupun sumber daya yang dimiliki agar tidak mempengaruhi keuntungan optimal perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui besarnya keuntungan optimal atas penggunaan sumber daya untuk produksi tahu yang dapat diperoleh UKM Harapan Nunggal dengan metode simpleks, dan mengetahui perubahan-perubahan yang masih dapat ditolerir tanpa mengubah keuntungan optimal yang diperoleh. Hasil penelitian dengan berdasarkan perhitungan metode simpleks diperoleh keuntungan optimal apabila UKM Harapan Nunggal memproduksi tahu kecil sebanyak 14.595 potong. Besarnya keuntungan optimal adalah Rp. 729.729,8,- untuk setiap kegiatan produksi per hari. Perubahan yang masih dapat ditolerir tanpa mengubah optimalitas keuntungan adalah dengan melakukan perubahan yang sesuai atau berada dalam rentang kelayakan dalam analisis sensitivitas.
Kata Kunci: Optimalisasi Keuntungan dan Metode Simpleks
Abstract
Getting a big advantage is the main goal in every business. To that end, the company will be required to produce products with the use of maximum resources to provide optimal benefits. Companies must also consider any changes that occur, either from profits or resources optimally so as not to affect corporate profits. The purpose of research is to know the si%e of optimal benefits for the utilisation of resources for the production tofu that can be obtained by SMTLs Harapan Nunggal simplex method, and knowing that changes can still be tolerated without altering the optimal gains obtained. With the assumption of tofu as a product is inelastic, because the price changes that occur will not affect to demand of tofu. The results of research and based on the calculation of the simplex method, optimal benefit is obtained when SMEs Harapan Nunggal produce small tofu as much as 14.595pieces. The amount of maximum profit is Rp. 729.729,8,- for each production activity/ day. And changes can still be tolerated without altering Optimisation profits is to do the appropriate changes or are in the range of feasibility in sensitivity analysis.
Keywords: Gain Optimisation and Simplex Method
 
PILIHAN BAHASA PADA MASYARAKAT MULTIBAHASA DI DESA BOTOHILISORAKE, NIAS SELATAN (Penelitian Etnografi pada Masyarakat Multibahasawan Nias, Indonesia dan Inggris)
Abstrak The aim of this study is to provide a deep understanding of the language choice of a multilingual society. This study is a qualitative research using ethnographic methods. Observation, recording and transcripts and interviews are data collection techniques used. Analysis of the data in this study conducted by transcribing the data recorded in written form, then analyzed and interpreted. The data analysis showed that: the language choice of Botohilisorake rural communities are very dense, consisting of ten language options. There are three main languages chosen: Nias Selatan dialect, Indonesian and English. But the choice of the most dominant language is Nias Selatan dialect. This is because the villagers who are proud of their identities as a Nias people in general Nias and Nias Selatan people in particular.
Keywords: Language choice, multilingual, language teaching
Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang pilihan bahasa pada masyarakat multibahasa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan metode etnografis. Observasi, rekaman dan transkrip dan wawancara adalah tehnik pengumpulan data yang digunakan. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan melakukan transkrip data rekaman ke dalam bentuk tulis, kemudian dianalisis dan dimaknai.Analisis data menunjukkan bahwa: pilihan bahasa masyarakat desa Botohilisorake sangat lebat, terdiri dari sepuluh pilihan bahasa. Ada tiga bahasa yang paling utama dipilih yaitu bahasa Nias dialek Selatan, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Tetapi pilihan bahasa yang paling dominan adalah bahasa Nias dialek Selatan. Hal tersebut dikarenakan masyarakat desa bangga akan identitas mereka sebagai orang Nias pada umumnya dan orang Nias Selatan pada khususnya.Kata Kunci: Pilihan bahasa, multibahasa, pengajaran bahas
NILAI-NILAI HISTORIS NOVEL BABAD SRIWIJAYA KARYA FERRY IRAWAN AM (KAJIAN STRUKTURAL SEMIOTIK)
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai- nilai historis berupa realita objektif dan realita imajinatif, dengan s truktural semiotik novel Babad Sriwijaya karya Ferry Irawan AM. Pengumpulan data merujuk pada prosedur yang dikemukakan Mayring, melalui beberapa tahap, pertama membuat pertanyaan penelitian, menentukan teknik analisis, menentukan unit analisis, menganalisis materi dan menafsirkannya.Data penelitian adalah semua teks tulisan berkenaan dengan rumusan penelitian yang terdapat dalam novel. Hasil kajian nilai-nilai historis berupa realita objektif dan realita imajinatif diperoleh data, 50 judul, 20 judul memiliki nilai-nilai historis diperoleh 89 kutipan, 38 kutipan merupakan realita objektif. Kemudian nilai-nilai historis berupa realita imajinatif, dari 30 judul diperoleh 342 kutipan, ada 218 merupakan realita imajinatif. Selanjutnya semiosis nilai-nilai historis novel Babad Sriwijaya dari 50 judul, diperoleh 209 kutipan, 418 merupakan penanda semiosis yang terdiri 69 penanda realita objektif, 410 penanda realita imajinatif. Dengan rincian ikon 378, indeks 389, dan simbol 167. Berdasakan data di atas, 40% Babad Sriwijaya mengandung nilai-nilai historis berupa realita objektif, dan 60% merupakan realita imajinatif. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Babad Sriwijaya merupakan novel berlatar sejarah.
Kata Kunci: Nilai-nilai Historis, Novel Babad Sriwijaya, Sruktural Semiotik.
Abstract
The research on the novel of Babad Sriwijaya written by Ferry Irawan AM was focused on the historical values by using structural semiotic analysis. The objective of the research was to analyse historical values which were objective and imaginative reality, with qualitative research method, and content analysis technique. The data collection was done through some phases, firstly, formulating research problem (question), determining technique of analysis, determining analysis units, analysing and interpreting the material, referring to the procedure proposed by Mayring. The data were whole written texts in the novel related to formulation of the problem. Based on the analysis which included the theme, plot, setting, and characters, there were 20 titles in the objective reality out of 50 titles. Then, there were 38 objective realities out of 89 quotations. There were 30 titles in imaginative reality and 218 imaginative realities out of 342 quotations. Based on semiotic analysis on the historical values of 50 titles in the novel of 'Babad Sriwijaya", it was found that there were 209 quotations, 418 were semiotic signals consisted of 69 objective reality signals and 410 imaginative reality signals. There were 378 icons, 389 indexes, and 167 symbols. Based on the data above, 40% contained historical values of objective reality and 60% of imaginative reality. In conclusion, 'Babad Sriwijaya was historical-based novel.
Keywords: Historical Value, Novel of Babad Sriwijaya, Structural Semioti
PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH DASAR
ABSTRACT This study aims to gain a deep and comprehensive understanding of the process of learning English language learners in the class II SDSN Pondok Kelapa 03 Pagi Jakarta Timur by using a qualitative approach ethnographic method. The process involves the roles of teachers and learners. Teachers are able to create a good learning atmosphere that have a positive impact on student learning and therefore, the learning outcome become maximum. She also serves as director of activities, both individually and in groups. Learners will always feel safe because the teachers have always paid attention to students while they are learning independently. The approach based on assumptions about the nature of language how language learning is carried out. English learning is to develop English language skills contextually and acceptably. It is according to context, conditions and daily situation of the students. It is recommended that the result of the study needs to be integrated for the commonucation media which is appropriate to the needs of the students.Keywords : English language learning, etnography, teacher as guidance
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam dan komprehensif tentang proses pembelajaran bahasa Inggris pada peserta didik kelas II di SDSN Pondok Kelapa 03 Pagi Jakarta Timur dengan menggunakan pendekatan kualitatif metode etnografi. Proses pembelajaran melibatkan peran guru dan peserta didik. Guru mampu menciptakan suasana pembelajaran dengan baik sehingga berdampak positif pada proses belajar siswa dan akhirnya hasil belajar menjadi maksimal. Guru juga berperan sebagai pengarah kegiatan baik secara individu maupun secara berkelompok. Peserta didik akan selalu merasa aman dan diperhatikan karena guru selalu berada diantara peserta didik walaupun mereka belajar secara mandiri. Pendekatan mengacu pada asumsi-asumsi mengenai hakikat bahasa bagaimana pembelajaran bahasa dilakukan. Pembelajaran bahasa Inggris adalah mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris secara kontekstual dan berterima sesuai dengan konteks serta kondisi dan situasi keseharian peserta didik. Hal ini untuk menghasilkan bentuk pembelajaran bahasa Inggris yang lebih menyentuh kebutuhan berbahasa peserta didik. Temuan tersebut perlu diintegrasikan sedemikian rupa sehingga menghasilkan kegiatan belajar yang menekankan pada aspek bagaimana bahasa Inggris digunakan sebagai alat komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.Kata kunci: Pembelajaran bahasa Inggris, etnografi, guru pengarah kegiata
EVALUASI KUALITAS PEMBELAJARAN BAHASA DI SMA SEDERAJAT DI DKI JAKARTA
Abstrak
Tujuan penelitian adalah mengumpulkan informasi berkenaan dengan evaluasi kualitas pembelajaran bahasa di SMA. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei deskriptif dan evaluative denganmodel evaluasi countenance stake (antecedents, transactions, dan outcomes) dengan jumlah responden 80. Data diperoleh menggunakan angket dan pengolahan data menggunakan analisis statistik. Hasil penelitian yaita^4ntecendents atau persiapan pembelajaran bahasa. Frekuensi responden yang memilih kata Selalu 36,5 % atau 175 Frekuensi, kata sering 20,4 % atau 98 Frekuensi, kata kadang-kiadang 27,7% atau 133 Frekuensi, jarang 45 frekuensi atau 9,4% dan tidak pernah 29 Frekuensi atau 6.0 % dengan total frekuensi 480. Transaction atau proses berlangsung pembelajaran bahasa .Frekuensi responden yang memilih kata Selalu 42,7 % atau 546 Frekuensi, kata Sering 19.9 % atau 255 Frekuensi, kata Kadang-kcadang 179% atau 229 Frekuensi, Jarang 10,5 % atau 134 frekuensi dan Tidak pernah 9.1% atau 116 Frekuensi dengan total frekuensi 1280. Outcomes/guru bahasa menutup pembelajaran. Frekuensi responden yang memilih kata Selalu 48.0 % atau 307 Frekuensi, kata Sering 24,4 % atau 156 Frekuensi, kata KadangTiadang 18.1% atau 24,4 Frekuensi', kata Jarang 5,9 % atau 38 frekuensi dan Tidak pernah 3,6.% atau 23 Frekuensi dengan total frekuensi 640' hasil analisis evaluasi countenance stake disimpulkan bahwa evaluasi kualitas pembelajaran bahasa mulai dari persiapan pembelajaran, keberlangsungan kegiatan inti dan menutup pembelajaran yaitu diperoleh data statistic rata-rata 430 frekuensi atau 30,5% dari total 1410 frekuensi dari responden yang menyatakan/memilih selalu mengerjakan tiga fase dalam pembelajaran bahasa (Indonesia, Inggris dan Asing) artinya guru bahasa masih perlu meningkatkan kemampuan dan keterampilan mengajar melalui pelatihan pembelajaran, kebiasaan pnlaku positif, integritas, komitmen dalam menjalan kewajiban sebagai guru bahasa yang professional yang berdampak pada kualitas pencapaian hasil belajar bahasa.
Kata Kunci: antecedents, transactions, dan outcomes
Abstract
The research objective obtained information with regard to the evaluation of the quality of language learning in high school that focused on three indicators of language learning were the preparation before the core of learning, the learning process of learning takes place and when it closed. The approach used in this research was descriptive and evaluative survey. The method used was program evaluation. Model evaluation model used countenance stake (antecedents, transactions, and outcomes) by the number of respondents 80. The data were obtained using a questionnaire and data processing using statistical analysis. The research results concluded that, Antecedents or preparation of language learning. Frequency of respondents who has chosen the word was always 36.5% or 175 frequency, often said 20.4% or 98 frequency, said sometimes 27.7% or 135 frequency, a frequency rarely 45 or 9.4% and never 29 Frequeny or 6.0% with a totalfrequency 480. Transaction or the process of language learning The frequeny of respondents who has chosen the word was always 42.7% or 546frequeny, said Often 19.9% or 255frequeny, said sometimes 179% or 229 Frequeny, Sparse 10.5% or 134 frequeny and Never 9.1% or 116 frequeny with total frequeny 1280. Outcomes / teacher language learning closes. Frequeny of respondents who has chosen the word was always 48.0% or 307frequency, said Often 24.4% or 156 frequency, said Sometimes 18.1% or 24.4 Frequency ', said Rarely 5.9% or 38 frequencies and Never 3.6% or 23 frequencies with a totalfrequeny of 640. So based on the analysis results of stake countenance evaluation concluded that the evaluation of the quality of language learningfrom the lesson preparation, the continuity of core activities and close the learning that was obtained statistical data on average 430frequeny or 30.5% of the total in 1410 the frequeny of respondents who expressed three steps in learning language (Indonesian, English and foreign) language teachers means they need to improve teaching skills through training and learning, positive behavior habits, integrity, commitment to running the obligation as a professional language teachers who have an impact on the quality of language learning achievement.
Keywords: antecedents, transactions, and outcome
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM WACANA INTERAKSI KOMUNIKASI DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS BENGKULU
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan, mendeskripsikan dan menjelaskan kesantunan berbahasa dalam interaksi komunikasi di Universitas Bengkulu. Penektian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan anaksis isi. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik penyadapan dengan merekam interaksi komunikasi yang dilakukan oleh masyarakat (civitas) akademik. Prosedur pengolahan data dilakukan dengan langkah pentransknpsian, pengklasifikasian data ke dalam korpus penelitian, penganaksisan percakapan terpikh dari korpus, dan penyimpulan hasil analisis. Hasil penelitian menggambarkan bahwa dalam interaksi komunikasi masyarakat akademik Universitas Bengkulu antara mahasiswa dengan dosen, memenuhi prinsip kesantunan, akan tetapi masih terdapat pelanggaran terhadap prinsip kesantunan tersebut. Strategi yang digunakan menggambarkan strategi positif dan negatif, sedangkan sebagai penanda kesantunan digunakan bentuk menyampaian pertanyaan, terima kasih, memuliakan Tuhan, menyampaikan maaf, mendoakan orang lain, dan menyampaikan kesetujuan.
Kata Kunci: pragmatik, interaksi komunikasi, kesantunan berbahasa
Abstract
The aim of the research is to describe language politeness in interaction comumunication discourse in Bengkulu University. The focus of the research is to determine how to fulfill the maxim, violation the maxim, strategies, markers, andform of direct and indirect speech in language politeness. This research used a qualitative approach by using content analysis methods and inductive procedures. The data collecting technique by recording conversation, noted conversation, classify convertations into research corpus, and selected Conversation unit from research corpus as an anali^ed data unit. The result of research showed in discourse interaction communication at University of Bengkulu, between student and dosen fulfill the principle of maxim, also violation of the principle of language politeness.
Keyword: pragmatics, interaction communication, language politeness
STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS (PENELITIAN ETNOGRAFI PADA SEKOLAH INTERNASIOANAL AIScho BSD City)
Abstract: This study aims to investigate the communication strategies in English language learning conducted by the learnes of international students of SMP AIScho BSD City. This research conducts a qualitative approach with an ethnography method. The data of 27 learners’ spoken speech were collected from observation by using audio recorder, field notes and unstructured interview. The data analisis were using performance analysis technique, a futher analysis based on actual speeches and linguistic behaviors.The analysis reveals that the learners employ communication strategies in English language learning consists of verbal communication strategy and nonverbal communication strategy. The finding futher shows that the learnes employ both communication strategies in terms of three reasons; keeping communication obsctacles, to govern language competence and strategic competence.Keywords: communication strategy, Language competence, English language learning strategy.
Abstak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi dalam pembelajaran bahasa Inggris oleh siswa pada SMP Internasional AIScho BSD City. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode ethnografi, adapun data dari 27 subjek penelitian dikumpulkan melalui pengamatan dengan menggunakan audio recorder, catatan lapangan dan wawancara tidak formal. Data penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis performansi yaitu, melakukan analisis berdasarkan tuturan yang terjadi secara alamiah dan kompetensi linguistik. Hasil penelitian menunjukan bahawa siswa SMP menggunakan dua strategi komunikasi yaitu, strategi komunikasi verbal dan strategi komunikasi nonverbal. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahawa siswa menggunakan strategi komunikasi dengan dua karakteristik yaitu: untuk dapat mempertahankan jalanya komunikasi, untuk menyatakan maksud tertentu dan untuk menguasai kompetensi bahasa dan menguasai bentuk-bentuk tertentu sebagai kompetensi strategis.Kata Kunci: strategi komunikasi, kompetensi bahasa, strategi belajar bahasa Inggris
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARYA ILMIAH MELALUI LESSON STUDY
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang peningkatan keterampilan menulis makalah melalui lesson study pada mahasiswa Program Studi PGSD FKIP Untan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan yang dilakukan sebanyak dua siklus.Setiap siklus dilaksanakan empat kali pertemuan. Data dalam penelitian ini terdiri dari data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui lembar wawancara, kuesioner, dan lembar pengamatan. Data kuantitatif yang diperoleh dari hasil tes menulis makalah. Sumber data dalam penelitian adalah peristiwa pembelajaran menulis makalah melalui lesson study mahasiswa Program Studi PGSD FKIP Untan. Hasil penektian menunjukkan data awal nilai rata-rata keterampilan menulis makalah mahasiswa adalah 158,6 (kategori kurang). Setelah dilaksanakan pembelajaran dengan lesson study di siklus I, nilai rata-rata keterampilan menulis makalah meningkat menjadi 298,8 (kategori baik). Pada siklus II, nilai nilai rata-rata keterampilan menulis makalah mengalami peningkatan lagi menjadi 341,8 (kategori sangat baik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lesson study dalam pembelajaran dapat meningkatkan keterampilan menulis karya ilmiah mahasiswa PGSD FKIP Untan.
Kata Kunci: Keterampilan menulis, karya ilmiah, lesson study
Abstract
This research aims to find a deep understanding of the improvement of scientific writing skills through lesson study on students of PGSD FKIP Untan. This research usesan action researchapproach in twocycles. The data in this research was divided into two, namely quantitative and qualitative. The qualitative data wereobtainedthrough interview, questionnaires, and observation sheets. The quantitative data wereobtained from the results of scientific writing test. The data in this research were the scientific writing learning through lesson study on the students of PGSD FKIP Untan. The results showed that the initial average score of students paper writing skill was 158.6 (average category). After learning through the lesson study in the first cycle, the average score of writing skills improved to 298.8 (good category). In the second cycle, the average score of paper writing skills also improved to 341.8 (very good category). The result indicates that the use of lesson study in learning can improve the scientific papers writing skills of PGSD students of FKIP Untan.
Keywords: Writing skills, scientific papers, lesson study
 
LEARNING ENGLISH (Ethnographic Studies at SMAN 81 East Jakarta)
ABSTRACT This research is aimed at analyzing learning and teaching process at Senior High School (SMA) 81 East Jakarta in academic years 2013/2014. The research used a qualitative approach. The research method is ethnographic methods. Tha data were collected through observation, interview, and document analysis. The research analysis used Spradley’s terms; domain, taxonomy, and componential analysis, then discovering cultural themes.The research findings showed that 1) the purpose of English learning in SMAN 81 focused on the acquisition of communicative competence; 2) Syllabus was developed by proportional syllabus that emphasized the structure, functions, processes, and experience of language acquisition; 3) Approaches, methods, and techniques used literacy approach based on functional and interactional language theory and constructivism, humanism, behaviorism and cognitive language learning theory; Meanwhile, 4) the evaluation of learning used were written tests, performance tests, portofolios, and product or project.The results of this research showed that the process of learning was effective and students can improve English competence. In addition, the learning process was also well supported by students whom were motivated to learn and the teachers were always eager to continue their innovation as well as a means of learning self-sufficient.Keywords: the English learning, qualitative and ethnography
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis proses pembelajaran bahasa Inggris di Sekolah Menengah Atas Negeri 81 Jakarta Timur tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara, dan kajian dokumentasi. Analisis data dilakukan berdasarkan model analisis Spradley dengan menggunakan analisis domain, taksonomi, komponensial dan analisis tema budaya.Temuan budaya menunjukan bahwa: 1) bentuk tujuan pembelajaran diarahkan pada penguasaan kompetensi komunikatif; 2) Silabus yang dikembangkan adalah silabus proporsional yang memberikan penekanan seimbang pada struktur, fungsi, proses serta pengalaman memperoleh bahasa; 3) Pendekatan menggunakan pendekatan literasi yang berdasarkan pada teori bahasa fungsional dan interaksional serta teori belajar bahasa konstruktivisme, humanisme, behaviorisme dan kognitivisme; 4) sistem penilaian yang digunakan antara lain; tes tertulis, tes penampilan, portofolio, produk atau proyek.Hasil penelitian tentang proses pembelajaran bahasa Inggris di SMAN 81 menunjukan sangat baik dan efektif dalam meningkatkan kompetensi dalam penguasaan bahasa Inggris karena semua proses pembelajaran yang dilakukan dibuat berdasarkan suatu perencanaan yang matang. Selain itu, proses pembelajaran yang baik tersebut juga di dukung oleh siswa yang termotivasi untuk belajar dan para guru yang senantiasa bersemangat untuk terus melakukan inovasi diri serta sarana pembelajaran yang memadai.Kata Kunci: Pembelajaran Bahasa Inggris, Kualitatif, Etnografi, Pendekatan Literas
KETAKSAAN TINDAK TUTUR DALAM WACANA HUMOR PADA ACARA SENTILAN SENTILUN DI METRO TV
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang jelas dan menyeluruh mengenai bentuk-bentuk ketaksaan tindak tutur, tuturan yang digunakan dalam menyampaikan ketaksaan tindak tutur, dan maksud tuturan yang mengandung ketaksaan tindak tutur dalam wacana humor pada acara "Sentilan Sentilun" di Metro Tv. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Temuan hasil penelitian ini adalah 1) bentuk-bentuk ketaksaan tindak tutur meliputi ketaksaan fonetis (disebakan pelafalan bunyi dan subtitusi bunyi bahasa), ketaksaan leksikal (polisemi, penyimpangan bentuk metafora,homonimi, hiponimi, dan sinonimi), ketaksaan gramatikal (frasa amfibologi, penyimpangan bentuk peribahasa, penyimpangan bentuk idiom, devisi, dan proses morfologis; 2) Tuturan yang digunakan dalam menyampaikan ketaksaan tindak tutur meliputi tindak tutur langsung-tidak langsung, literal-tidak literal, dan lokusi-ilokusi; 3) Maksud tuturan yang mengandung ketaksaan tindak tutur, yaitu memberitahu, menuntut, membual, menganjurkan, menasihati, mengejek, memuji, menyindir, dan mengkriti