BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Not a member yet
    228 research outputs found

    PENGARUH TEKNIK PEMBELAJARAN DAN KEMAMPUAN BERPIKIR TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS ARGUMENTATIF

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh teknik pembelajaran (mind mapping, jumal) dan kemampuan berpikir (kritis, kreatif) terhadap keterampilan menulis argumentatif bahasa Inggris mahasiswa semester III Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Siliwangi. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2x2. Hasil tes keterampilan menulis argumentatif dan hasil tes kemampuan berpikir dianalisis menggunakan desain AN0 VA dua j alur pada taraf signifikansi 0,05. Dengan multistage random sampling dipilih sampel sebanyak 52 orang dari populasi sebanyak 188 orang. Temuan penelitian menunjukkan: (1) keterampilan menulis argumentatif dengan pembelajaran teknik mind mapping lebih baik daripada dengan teknik jumal; (2) keterampilan menulis argumentatif dengan kemampuan berpikir kritis lebih baik daripada kemampuan berpikir kreatif; (3) terdapat interaksi antara teknik pembelajaran, kemampuan berpikir dan keterampilan menulis argumentatif; (4) keterampilan menulis argumentatif dengan kemampuan berpikir kritis, belajar dengan teknik mind mapping lebih baik daripada dengan teknik jumal; (5) keterampilan menulis argumentatif dengan kemampuan berpikir kreatif, belajar dengan teknik mind mapping lebih rendah daripada dengan kemampuan berpikir kreatif dengan teknik jumal; (6) keterampilan menulis argumentatif dengan kemampuan berpikir kritis, belajar dengan teknik mind mapping lebih baik daripada dengan teknik jumal; (7) keterampilan menulis argumentatif dengan kemampuan berpikir kreatif, dengan pembelajaran teknik mind mapping lebih rendah daripada dengan teknik jumal.   The objective of this research is to find out the effect of instructional techniques (mind mapping, journal) and thinking ability (critical, creative) toward the students' argumentative writing skill of the third semester of English Department, FKIP Siliwangi University Tasikmalaya, academic year 2013/2014. This research was an experimental research with factorial design 2x2 using two-factor ANOVA at 0.05 significance level. The sample was 52 students selected by cluster random sampling technique. The data were collected using argumentative writing tests in English and thinking ability tests. The research finding showed: (1) the students' argumentative writing skill studying with mind mapping technique was better than by journal technique; (2) the students' argumentative writing skill for the students who have critical thinking ability was better than those who have creative thinking ability; (3) there was interaction between instructional techniques and thinking abilities toward argumentative writing skill; (4) the students' argumentative writing skill for the students who have critical thinking ability studying with mind mapping technique was better than those studying with journal technique; (5) the students' argumentative writing skill for the students who have creative thinking ability studying with journal technique was better than those studying with mind mapping technique; (6) the students' argumentative writing skill studying with mind mapping technique for the students who have critical thinking ability was better than those who have creative thinking ability; (7) the students' argumentative writing skill studying with journal technique for the students who have creative thinking ability was better than the students who have critical thinking ability. It can be inferred that instructional techniques and thinking abilities significantly affect the students' argumentative writing skill, and instructional techniques and thinking abilities affect each other

    PENINGKATAN PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INGGERIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOPERATIF. Suatu Penelitian Tindakan pada siswa kelas III SD Negeri 2 Baruga Kendari, Sulawesi Tenggara.

    No full text
    This research is aimed at increasing the student's vocabulary mastery through cooperative learning approach. The subyects were the third grade at the second semester student of Elementary School 2 Baruga Kendari Southeast Sulawesi, academic year 20J3/2014.The data were collected through observation, pre test, post test and teaching-learning proccess. Based on the result of the pre test, an action program was designed.. The post test was a mean to evaluate the action conducted in one semester. The instrument of this action research were the researcher, collaborator, the training and the given test, were some aspect used to improved the student's vocabulary ability in English, namely: the aspect of understanding, pronounciation, and action The result of this research based on the value compared from pest test and post test, showing the increasing of vocabulary mastering about 30% at understanding, 30%pronounciation, and 70%action The action reseach was conducted in one semester consisting of ten sessions of each cycle. The research went through two cycles including twenty times of meeting or teaching and learning proses. Each cycles has its ownfocus of learning. The data analyzed were qualitative data. The improvement of vocabulary ability could be observed trough the teaching­ learning procces and trough the result of the training as well as the tests

    ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA DALAM INTERAKSI PEMBELAJARAN DI KELAS (Penelitian Etnografi Komunikasi di SD Negeri 14 Gurun Laweh Padang)

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman tentang fenomena alih kode dan campur kode yang terjadi dalam interaksi guru dan siswa SD Negeri 14 Gurun Laweh Padang dalam proses belajar-mengajar di kelas. ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode etnografi komunikasi. Penelitian ini dilakukan di kelas kelas satu dan lima SD Negeri 14 Gurun Laweh Padang selama tiga bulan, September hingga November 2016. Penelitian ini menerapkan teknik analisis data siklus Spardley. Penelitian Etnografi yang terdiri dari empat langkah: analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponen makna, dan analisis tema budaya. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Bentuk alih kode guru dan siswa adalah alih kode internal; (2) Penyebab alih kode dan campur kode oleh guru dan siswa adalah penutur dan lawan tutur; (3) Fungsi alih kode dan campur kode untuk guru adalah untuk memberikan intruksi yang efektif, untuk menyederhanakan penyampaian materi, sedangkan fungsi alih kode dan campur kode untuk siswa adalah untuk membuat lebih mudah bagi mereka untuk menyampaikan ide-ide mereka atau berpikir; (4) Dampak alih kode dan campur kode adalah pergeseran bahasa, terjadinya penyimpangan di tingkat bahasa (interferensi), budaya alih kode dan campur kode pemakaian bahasa Indonesia dalam interaksi guru dan siswa dalam proses pembelajaran di kelas.Kata kunci: alih kode, campur kode, pemakaian bahasa Indonesia, etnografi komunikasi.AbstractThis study aimed to get understanding of the phenomena of code switching and code-mixing which occured in the interaction of teachers and students of 14 Public Primary School Gurun Laweh Padang in the process of teaching and learning in the classroom. This is a qualitative research with communications ethnography method.This research was conducted in the first class grade and five 14 Public Primary School Gurun Laweh Padang for three months, September through November 2016. This research applies the data analysis techniques of Spardley Cycle Ethnographic Research consisting of four steps: domain analysis, taxonomy analysis, componential analysis, and cultural analysis.The results of this study are as follows: (1) The form of code switching by teachers and students is internal code switching; (2) The causes of code switching and code-mixing made by teachers and students is speaker and listener. (3) Function code switching and code-mixing for the teacher is to provide effective instruction, to simplify the delivery of content, while the functions of code switching and code-mixing for the students is to make it easier for them to express their ideas or think; (4) The impact of the code switching and code-mixing is a shift in the language, the deviation at the language level (interference), culture code switching and code-mixing the use of Indonesian in the interaction of teachers and students in the learning process in the classroom.Keywords: code switching, code-mixing, the use of the Indonesian language, communications ethnograph

    TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM INTERAKSI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA (Kajian Etnografi Komunikasi di SMA Ehipassiko School BSD)

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai tindak tutur ilokusi dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan dari bulan November 2016 hingga Maret 2017 di kelas XII IPS, SMA Ehipassiko School BSD. Penelitian ini difokuskan pada tindak tutur ilokusi, dengan subfokus kategori tindak tutur ilokusi, jenis tindak tutur ilokusi, dan fungsi tindak tutur ilokusi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengambil kajian etnografi komunikasi untuk meneliti tindak tutur ilokusi dalam situasi yang sebenarnya. Data penelitian dikumpulkan dengan metode observasi, simak, rekam, dan wawancara. Data tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam pasangan tuturan dengan unit analisis situasi komunikatif, peristiwa komunikatif, dan tindak komunikatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat kategori tindak tutur ilokusi yang ditemukan dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XII IPS yaitu kategori asertif, direktif, komisif, dan ekspresif. Kategori-kategori tersebut tersebar ke dalam beberapa jenis yang memiliki fungsinya masing-masing.Kata Kunci : Tindak Tutur Ilokusi, Etnografi Komunikasi ABSTRACTThis research aims to obtain the deepest understanding about illocutionary speech act of Indonesian Language learning interaction. This research was conducted from November 2016 until March 2017 at class XII IPS, SMA Ehipassiko School BSD. This research focuses on category of illocutionary speech act, and subfocuses on type of illocutionary speech act and function of illocutionary speech act. This research ia a qualitative research using ethnography communication for research illocutionary speech act in a real situation. The data is collected through observation, listening, recording, and interview. The data is then grouped into pair of utterances with unit analysis communicative situation, communicative event, and communicative act. The result showed four categories of illocutionary speech act during Indonesia language learning interaction at grade XII IPS namely: assertive, directive, commisive, and ekspressive among several types which have their own function.Key Word : Illocutionary Speech Act, Ethnography of Communicatio

    IMPROVING STUDENTS' ABILITY IN COMPREHENDING ENGLISH TEXTS THROUGH PEDAGOGICAL TRANSLATION STRATEGY (AN ACTION RESEARCH TO THE ECONOMICS FACULTY STUDENTS UNIVERSITAS MATARAM)

    No full text
    This study aims at knowing both the process and result of improving students' ability in comprehending English texts through Pedagogical Translation Strategy. The Riel's model of action research method was used to conduct this study. The data was collected through observation, test, interview, questionnaire, and diary. The gained data was analysed statistically or qualitatively in order to know theprocess and the result of improvement caused by the application of Pedagogical Translation Strategy which was eleborated into main instructional actions of first, second and third cyclical Instructional Action Package. It was proved that the quality of process and result of instruction were improved. The average scores for learningprocess increased significantly from 3.1 to 3.4 and to 3.6 in thefirst, second, and third cycle, respectively. Whereas, for learning result, particularly in comprehending English text, students got average scores of 40.2, 59.9, 70.6 and 72.9 in pre-test, cycle I, cycle II and cycle III, consecutively. This means that The pedagogical translation strategy is significantly effective to be used for teaching reading comprehension, particularly English texts. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil peningkatan kemampuan mahasiswa dalam memahami teks bahasa Inggris melalui Strategi Penerjemahan Pedagogis. Metode penelitian tindakan model Riel digunakan dalam melakukan penelitian ini. Data-data dikumpulkan melalui pengamatan, tes, wawancara, angket, dan catatan harian. Data-data tersebut kemudian dianalisis secara statistik deskriptif atau kualitatif untuk mengetahui proses dan hasil peningkatan yang disebabkan oleh penerapan Strategi Penerjemahan Pedagogis yang dijabarkan menjadi tindakan-tindakan inti dalam Paket Tindakan Pembelajaran siklus pertama, kedua, dan ketiga. Terbukti bahwa kualitas proses dan hasil pembelajaran telah dapat ditingkatkan. Skor rata-rata proses pembelajaran meningkat secara signifikan dari 3,1 pada siklus pertama, menjadi 3,4 pada siklus kedua, dan 3,6 pada siklus ketiga. Selanjutnya, peningkatan hasil pembelajaran ditunjukkan oleh nilai rata-rata tes awal dan siklus pemahaman teks bahasa Inggris. Nilai-nilai tersebut adalah 40,2 pada tes awal, menjadi 59,9 pada siklus pertama, 70,6 pada siklus kedua, dan 72,9 pada siklus ketiga. Hal ini berarti bahwa Strategi Penerjemahan Pedagogis efektif untuk dipergunakan mengajar Pemahaman Bacaan, khususnya teks berbahasa Inggris

    AGRESIVITAS TOKOH DALAM NOVEL JAZZ, PARFUM, DAN INSIDEN KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA (Suatu Kajian Psikologi Sastra)

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui agresivitas tokoh dalam novel Jazz,Parfum, dan Insiden karya Seno Gumira Ajidarma dari pendekatan psikologisastra. Penelitian ini dilakukan bulan September 2016 hingga Juli 2017.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metodeanalisis isi, dan sumbernya adalah novel Jazz, Parfum, dan Insiden. Jenisagresivitas yang paling banyak ditemukan adalah agresivitas langsung-aktifnonverbalsejumlah 91 (75,2%) data yang berupa tindakan merugikan orang lainsecara langsung. Kemudian tujuan agresivitas yang paling menonjol sebanyak 7(70%) data, tujuan agresivitas tersebut untuk menghentikan perilaku yang tidaksesuai, tujuan ini bukan untuk menyakiti korban. Lalu, sebab munculnyaagresivitas yang paling besar adalah faktor provokasi, provokasi terjadi karenaberbagai pihak saling memanasi sehingga agresi muncul, faktor provokasi iniditemukan sebanyak 3 (75%) data. Lalu dampak agresi yang menonjol dalampenelitian ini adalah kematian, kematian terjadi karena agresi sudah terlalu parah.Dampak kematian ditemukan sebanyak 12 (42,8%) data. Yang terakhir solusimengurangi agresi paling banyak ditemukan adalah hukuman, seperti dipenjara,ditahan sebanyak 9 (90%) data. Dalam novel Jazz, Parfum, dan Insiden terdapatnilai-nilai positif untuk membangkitkan pandangan pembaca terhadap kehidupannyata, khususnya mengenai rasa empati, simpati pada sesama manusia.Kata kunci: Agresivitas, Tokoh, Novel, Seno Gumira Ajidarma. AbstrackThis research is purposed to analysze the character’s aggresiveness from Jazz,Parfum, and Insiden, a novel by Seno Gumira Ajidarma. This research has startedat September 2016 and end at July 2017. By using content analysis for it ismethod, this kind of research is qualitative research, on the based Jazz, Parfum,and Insiden. Some type of aggressiveness oftenly found in this research is kind ofdirect-active-nonverbal, amount 91 (75,2%) data which is such action thatdirectly disserving people. Then the dominant purposes of aggressiveness is amount 7 (70%) data, this kind of aggressiveness takes order to stopunappropriate behaviour, not to harm victims. Then the biggest cause ofaggressiveness is based on provocative factors, that appears as if each side ofgroups keep provoking and raise aggression up. There are 3 (75%) datas amountthis factor. Then the most dominant influence of aggression in this research is thedeath caused by highly ruthless aggression. This kind of death influence is amount12 (42,8%) data. The last is the mostly solution found to ease aggressiveness ispunishment, which are imprisoned or arrested, amount 9 (90%) datas of them. Inthe Jazz, Parfum, and Insiden novel, there are positive values to raise up thereaders perspective about reality, some of them are especially empathy, andsympathy among human beings.Keywords: aggressiveness, aggression, character, novel, Seno Gumira Ajidarma

    KONFLIK SOSIAL PADA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL I AM MALALA KARYA CHRISTINA LAMB

    Get PDF
    oai:jurnalunj.journal.unj.ac.id:article/597Abstract: This study aims to reveal information about the forms, causes, and the completion of social conflicts described by the author in the novel "I am Malala" by Christina Lamb. Research has been conducted in Jakarta from July 2014 through the month of August 2015. This study uses descriptive qualitative   content analysis method using sociological approach literature both of the focus of research, ask questions, data collection, verification of the validity of the data, analyzing, interpreting, find, verify, and concluded. The results show that this novel contains positive values ​​that can be used as a reference to examine the contents of the novel literature and attached to public life, although it contains about social conflict. Based on the research results, it is suggested that the novel "I am Malala," by Christina Lamb could be a medium in teaching social values ​​and working to tackle the problem of social conflict on students happens in literary learning process. Keywords: Novel, Social Conflict, main figure and Sociologi Literary.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan berbagai informasi tentang bentuk-bentuk, penyebab, dan penyelesaian terhadap konflik sosial yang dijelaskan oleh penulis dalam novel “I Am Malala,†Karya Christina Lamb.  Penelitian   telah dilakukan di Jakarta dari bulan Juli 2014 sampai   dengan bulan Agustus 2015.   Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi menggunakan pendekatan sosiologi sastra baik dari fokus penelitian, mengajukan pertanyaan, pengumpulan data, verifikasi   keabsahan data, menganalisis, menafsirkan, menemukan, memverifikasi, dan menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini mengandung   nilai-nilai   positif   yang dapat dijadikan acuan untuk menelaah sastra dan isi novel tersebut lekat dengan kehidupan masyarakat, walaupun berisi tentang konflik   sosial. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bahwa novel   “I am Malala,†karya   Christina Lamb bisa   menjadi media dalam mengajar nilai   sosial dan dapat berupaya   menangani    masalah konflik   sosial     pada   anak    didik   yang   terjadi dalam proses pembelajaran kesusastraan.  Kata Kunci: Novel, Konflik Sosial, Tokoh Utama, dan Sosiologi Sastra

    Maxim ojCooperation in Dialogue in a Japanese Novel Saga no Gabbai Bacchan (A Study of Novel Translation from Japanese to Bahasa Indonesia) Robihim

    No full text
    Generally novel tells us about the life that is around humans. In a novel, the author will always make every effort to direct the reader to the images of the reality of life through the stories contained in the novel, with a variety of unique and attractive packaging. In the novel Saga no Gabai Bacchan, communications are contains aspects of pragmatics, especially across languages and intercultural communication. The purpose of this study is to provide a thorough understanding of the maxims of cooperation with the principles of compliance and violations in the dialogue translation of the novel Saga no Gabai Bacchan. Due to this research, including the type of pragmatic research in translation, which reveal the pragmatic aspects of dialogue in the novel translation of Saga no Gabai Bacchan (SGB) from Japanese into Indonesian, this study used content analysis method (content analysis) with a pragmatic approach and translation. Content analysis method is used to reveal the pragmatic aspects of the dialogue translation of the novel SGB from Japanese into Indonesian who be related with maxims of cooperation, both of which meet the principles of cooperation and in violation of the principle of cooperation. So this research, including qualitative research with the analysis method as the container contents, we study the pragmatic aspects of the translation of the dialogue to understand the dialogue as a whole translation and translation analysis reveals speech translation, translation deviations and failures pragmaliguis in dialogue translation. The results were obtained descriptions of the data on the dialogue translation is identified based on the pragmatic aspects of the dialogue translation The pragmatic aspects include cooperation maxims which are divided into four categories, namely quantity maxim, maxim of quality, maxim implementation and maxim relevance. Each of these maxims emphasizing speakers within the limits of compliance and violation of the principles of communication in accordance with the situation and conditions speech act in the delivery of accurate information, clearly and information based on facts, not excessive, and not taxa/ambiguity.   Novel umumnya menceritakan tentang kehidupan yang ada disekitar manusia. Dalam sebuah novel, pengarang akan selalu berusaha semaksimal mungkin untuk mengarahkan pembaca kepada gambaran-gambaran realita kehidupan melalui cerita yang terkandung dalam novel tersebut, dengan berbagai kemasan yang unik dan menarik. Dalam novel Saga no Gabai Bacchan, komunikasi yang disampaikan banyak mengandung aspek-aspek pragmatik. Hubungan antara pragmatik dapat dijelaskan melalui pemahaman bentuk tindak komunikasi, terutama komunikasi antarbahasa dan antarbudaya. Tujuan penelitian ini adalah memberikan pemahaman yang mendalam tentang maksim kerja sarna dengan prinsip pemenuhan dan pelanggaran dalam dialog pada novel Saga no Gabai Bacchan. Berhubung penelitian ini termasukjenis penelitian pragmatik, yaitu mengungkapkan aspek pragmatik dalam terjemahan dialog pada novel Saga no Gabai Bacchan (SGB) dari bahasa Jepang ke dalam bahasa Indonesia, maka penelitian ini menggunakan metode analisis isi (Content Analysis) dengan pendekatan pragmatik. Metode analisis isi digunakan untuk mengungkapkan aspek pragmatik dalam dialog pada novel Saga no Gabai Bacchan dari bahasa Jepang ke dalam bahasa Indonesia yang berkaiitan dengan maksim kerjasama. Jadi penelitian mengkaji aspek pragmatik pada dialog secara utuh, dan analisis mengungkapkan ujaran, penyimpangan dan kegagalan dalam dialog. Dari hasil penelitian diperoleh 4 katagori maksim, yaitu maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim pelaksanaan dan maksim relevansi, masing-masing mengandung prinsip pemenuhan dan prinsip pelanggaran. Adapun tiap-tiap maksim ini menekankan penutur dalam batas-batas pemenuhan dan pelanggaran prinsip komunikasi sesuai dengan situasi utur dan kondisi tuturan dalam dalam penyampaian infonnasi yang akurat, jelas dan sesuai fakta, tidak berlebihan, berkaitan dan tidak taksa

    RELASI LEKSIKAL PADA LEKSEM EMOSI DALAM NOVEL PULANG KARANGAN TERE LIYE (Suatu Kajian Semantik)

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam tentang relasi leksikal pada leksem emosi dalam novel Pulang karangan Tere Liye. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan teknik analisis konten. Data penelitian ini adalah semua leksem emosi yang terdapat dalam novel Pulang karangan Tere Liye. Berdasarkan hasil analisis dapat diperoleh beberapa kesimpulan, yaitu: (1) Leksem emosi yang ditemukan dalam novel Pulang karangan Tere Liye berjumlah 48 leksem. Leksem-leksem tersebut terdiri atas delapan ranah makna, yaitu ranah makna kesenangan (10 leksem), kesedihan (6 leksem), kemararahan (8 leksem), keheranan (4 leksem), rasa malu (2 leksem), kebencian (6 leksem), kesukaan (4 leksem), dan ketakutan (8 leksem); (2) Komponen makna pada leksem emosi yang berada dalam satu ranah makna yang sama ternyata tidak hanya memiliki persamaan melalui komponen makna bersama, tetapi juga memiliki perbedaan melalui komponen makna diagnostik; (3) Medan leksikal pada leksem emosi yang ditemukan ternyata berbentuk hierarki atas-bawah dan sejajar; (4) Relasi leksikal yang terjadi di antara leksem-leksem emosi yang berada dalam satu ranah makna dapat berupa relasi kehiponiman dan kesinoniman; dan (5) Makna semantis pada leksem emosi ditentukan oleh komponen makna yang bertanda (+) dan (±) yang dimiliki oleh setiap leksem berdasarkan (1) jenis emosi, (2) pelaku dan tujuan, (3) akibat, dan (4) penyebab terjadi.Kata kunci: relasi leksikal, leksem emosi, novel.AbstractThe purpose of this research is to gain deep understanding about lexical relations of emotion lexemes in the novel Pulang by Tere Liye. This is qualitative study used content analysis methode. The data in this study were all emotion lexemes contained in the novel Pulang by Tere Liye. Based on the analysis results, that can be concluded: (1) Emotions lexemes that found in the novel Pulang by Tere Liye totaling 48 lexemes. There are consists of eight the realm of meaning that is the realm of the meaning of pleasure, sadness, anger, wonder, shame, hateful, joy, and fear; (2) Component meaning of emotion lexemes which is in the realm of the same significance is not only a commonality through shared common component, but also has the distinction through diagnostic component; (3) Lexical field of emotions lexemes found that the top-down hierarchy shaped and aligned; (4) Lexical relation that occur between lexemes where are in a realm of meaning can be hyponymy and synonymy relations; and (5) Semantic meaning of emotion lexemes were determined by component of meaning that marked (+) and (±) which is owned by each lexeme through (a) type of emotion, (b) actors and purpose, (c) result, (d) causes occured.Keywords: lexical relations, emotion lexemes, novel

    PEMBELAJARAN MENULIS DESKRIPTIF BAHASA INGGRIS DI KELAS X PADA SISWA LAMBAN BELAJAR (Suatu Kajian Etnografi di SMA Budi Waluyo, Jakarta)

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memperoleh informasi tentang kegiatan pembelajaran menulis deskriptif pada mata pelajaran bahasa Inggris oleh siswa lamban belajar di kelas X SMA Budi Waluyo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Penelitian ini dilakukan di SMA Budi Waluyo, Jalan Cisanggiri III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi (pengamatan), wawancara, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis Spradley, terdiri atas analisis domain, taksonomi, komponen, dan tema budaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) menguasai keterampilan dasar menulis dan dapat menulis atau mengarang sebuah teks deskriptif yang sederhana dalam bahasa Inggris dengan baik dan benar menjadi tujuan pembelajaran menulis; 2) materi yang ada dalam buku teks (pokok) dan tata bahasa (grammar) adalah materi yang digunakan guru dalam pembelajaran; 3) metode pembelajaran berbasis struktural, ceramah, pemberian tugas, dan latihan; 4) media pembelajaran berbasis fasilitas sekolah dan kreativitas guru; 5) peran guru mendominasi aktivitas pembelajaran dan siswa cenderung pasif, menunggu perintah guru, 6) evaluasi proses dan hasil.Kata kunci: pembelajaran menulis deskritif, siswa lamban belajarAbstractThe objective of this research is to obstain information and to describe English descriptive writing instruction conducted at the 10th year-slow learner students of Budi Waluyo Senior High School of Jakarta. It used qualitative approach and the ethnographic research method. It was held at Budi Waluyo Senior High School located at Cisanggiri Street, Kebayoran Baru, South Jakarta. The data were collected through observation, interview, and document analysis. The data were analyzed based on Spradley’’s terms, which were domains, taxonomic, componential analyis, and cultural themes analysis. Based on the finding of the research, it concluded that (1) the goal of the writing instruction was students had an ability to write or compose a simple descriptive text, make some functional simple texts in English, and had a basic writing skill; (2) the teacher used material instruction from a textbook that was suggested in curriculum; (3) the use of method was structural bases learning, lectures, assignments, and exercises; (4) the use of media was black/whiteboard, electronic media, picture, photograph, direct object, and school facility bases; (5) the role of teacher dominated all the instruction activity and students waiting teacher’s order (passive student) in the learning process, (6) the evaluation used process and result evaluation.Keywords: English writing instruction, slow learne

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇