Jurnal Administrasi Bisnis
Not a member yet
206 research outputs found
Sort by
Analisis Pengaruh Market Timing Terhadap Struktur Modal Perusahaan non-Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
The aim of this study is to analyze the persistence of the impact of market timing on
capital structure of non-financial firms listed in Indonesia Stock Exchange. Market
timing is measured from the perspective of IPO event, and divides the market into
two sections, hot market and cold market. Firms that go public in hot market are
identified as the market timers. From 93 sample data, the result shows that hot
market-firms substantially issue more equity than cold market-firms do. Therefore,
market timing has no impact on capital structure of non-financial firm in Indonesia,
both in short-term and long-term. After going public, the impact of market timing
vanished, which is indicated by the rise of the leverage level of hot market-firms in
Indonesia.
Keywords: Market timing, IPO, hot market and cold market, capital structur
Kajian Implementasi Hubungan Industrial di PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk
Dinamika relasi ketenagakerjaan, tidak dapat dilepaskan dari interaksi antara pekerja dan pengusaha, serta peran dari Pemerintah yang mengakomodir peraturan didalam interaksi tersebut. Pekerja merupakan pihak yang mengoperasikan aset dan mesin yang disediakan oleh pengusaha, sehingga memberikan produk dengan nilai tambah dan daya guna bagi konsumen, sedangkan pengusaha adalah pihak yang memberikan tugas dan tanggung jawab kepada pekerja sesuai dengan perjanjian kerja nya. Dalam tataran keadilan, maka relasi yang terjalin antara pihak pekerja dan pengusaha akan mewujudkan hubungan industrial yang kooperatif dengan berlandaskan semangat kemitraan. Sebagai wujud dari semangat kemitraan terhadap pemenuhan hak dan kewajiban pengusaha dan pekerja, maka dibentuklah kaidah yang mengatur dan mengikat secara hukum bagi kedua belah pihak. Salah satunya diwujudkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Bersama (PKB). PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk merupakan sebuah industri pembuatan alas kaki yang telah berdiri di kota Bandung sejak tahun 1998. Dalam perjalanannya, perusahaan ini telah mengalami berbagai tantangan krisis, yang mengakibatkan perusahaan harus melakukan berbagai langkah penyesuaian demi eksistensi perusahaan. Adakalanya, pertimbangan efisiensi yang ditempuh perusahaan, justru bersimpangan dengan kesepakatan yang tertuang didalam buku PKB, dan juga aturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam penelitian ini, kajian terhadap implementasi hubungan industrial di perusahaan diawali dengan menelaah isi dari PKB perusahaan yang kemudian dikembangkan kedalam instrument penelitian melalui kuesioner dan wawancara dengan pihak-pihak yang berkepentingan. Hasil dari perhitungan kuesioner dan wawancara kemudian dipaparkan didalam temuan penelitian, dimana dari temuan yang diperoleh dapat ditemukan hal-hal dan kebijakan apa saja yang telah berjalan dengan baik, dan kebijakan mana yang belum dapat dipenuhi oleh perusahaan, sehingga dapat diberikan rekomendasi yang disesuaikan dengan masalah yang ada
ANALISIS BUDAYA ORGANISASI – STUDI KASUS DIVISI SDM KANTOR PUSAT DAN KANTOR CABANG UTAMA BANK X
Bank X awalnya adalah nasionalisasi perusahaan milik Belanda di Indonesia , lalu menjadi perusahaan berbadan hukum sebagai perusahaan daerah yang berusaha di bidang perbankan.Bank X adalah salah satu Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang terkemuka di kota Bandung yang sedang ingin bertransformasi menuju jajaran bank besar di kancah nasional.Bank X merupakan BPD pertama yang mencatatkan saham perdananya atau IPO (Initial Public Offering) , sesuai dengan visinya adalah ingin menjadi salah satu dari 10 bank terbesar dan berkinerja terbaik di Indonesia.Perubahan bentuk badan usaha menuntut perubahan budaya organisasinya. Bank X belum secara khusus menentukan budaya seperti apa yang hendak dituju.Tujuan penelitian yang ingin dicapai ialah : Pertama,untuk mengetahui dan menganalisis budaya organisasi saat ini dan yang diharapkan menurut pegawai Divisi SDM Kantor Pusat dan Kantor Cabang Utama Bank X, Kedua, memberikan masukan kepada Bank X bagaimana langkah-langkah untuk melakukan perubahab budaya organisasi.Dari hasil penelitian dengan menggunakan instrumen OCAI (Organizational Culture Assessment Instrument) dan instrumen MSAI (Management Skills Assessment Instrument) menunjukan bahwa budaya organisasi yang saat ini dirasakan oleh pegawai didominasi oleh budaya Market (26,64) dan Hierarchy (25,79) sedangkan budaya yang diharapkan didominasi oleh budaya Clan (27,66) dan Market (24,41). Jika dilihat dari keterampilan manajerial, maka keterampilan budaya Clan sudah dimiliki oleh para manajer. Untuk keterampilan budaya Market masih ada sebanyak 25% responden yang berada pads tingkat sedang dan 12,5% pada tingkat rendah. Keterampilan budaya Market yang dimaksud adalah : Competiiveness, Energizing Employes, dan Customer Service.Rekomendasi yang dimunculkan dari penelitian ini yaitu menindak lanjuti kajian budaya yang diharapkan untuk memastikan budaya tersebut menjadi kebutuhan untuk terwujudnya visi-misi Bank X, maka hal-hal yang dapat dilakukan adalah meningkatkan Adhocracy, menurunkan Market, menurunkan Hierarchy, dan meningkatkan Clan.Masih perlu meningkatkan keterampilan manajerial dalam hal competitiveness, energizing employes, dan customer service melalui penyelengaaraan program pelatihan dan pembinaan
Customized Packaging Support System Hotel
Advances in technology are causing transport becomes cheaper and government support to promote tourism has positive impact in the hospitality business, even in West Java, there are around 1,649 registered hotels. Various hotels are competing in various forms of strategies. One strategy used is rife customer intimacy strategy in the form of packages that provide customized according to the preferences of the target customer.Research type is qualitative that use five hotel as samples. Data collected through interviews, FGD (Focus Group Discussion), and evaluation of the Standard Operating Procedures and systems used by the hotel. Analyze data using MIT 90\u27s Framework and BPMN (Business Process Modeling and Notation) to determine the systems needed by the hotel as well as describe the proposed system of this research.This research focuses on designing information systems that can support hotel in offering customized packages. Keywords : Information System, Customer Package
Pemasaran Gerilya (Guerilla Marketing) Sebagai Alternatif Pemasaran Konvensional
Conventional marketing carried out by companies often require huge costs. Companies advertise their products on television, spread flyers and billboards in many places, conduct sales promotion like crazy, and so forth. Smaller companies generally have a modest marketing budget so it is difficult to compete with the marketing done by large companies. Some small companies try to find an alternative to using non-conventional ways of marketing, known as guerrilla marketing. One characteristic of guerrilla marketing is a low cost but has elements, creative, sensation, unique, humor, and surprises. Nowadays, guerrilla marketing is also done by major companies such as McDonald\u27s, Nike, FedEx and many others.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Customer Loyalty Pasien di Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung dengan Metode Structural Equations Model
Dalam setiap organisasi bisnis, keuntungan dan pertumbuhan adalah dua hal yang dianggap pendorong utama berjalannya usaha. Untuk mencapai hal-hal tersebut, sebuah organisasi bisnis harus dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan. Proses ini dilakukan dengan pemberian manfaat atau kegunaan yang disampaikan melalui barang dan jasa yang dimiliki setiap organisasi. Dewasa ini, merupakan hal yang umum untuk menggabungkan keduanya. Organisasi-organisasi ini harus bersaing satu sama lain untuk mendapatkan pelanggan baru dan mempertahankannya. Hal inilah yang menyebabkan mengapa kesetiaan pelanggan penting untuk dipelihara. Penelitian ini dilakukan dengan metode Structural Equations Model untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi kesetiaan pelanggan atau pasien dari Rumah Sakit Santo Borromeus. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dikatakan bahwa organisasi ini adalah rumah sakit yang baik dengan penekanan pada branding dan citra, meskipun dengan adanya keluhan tentang beberapa hal lain. Walaupun begitu, rumahsakit ini tetap mampu untuk menjaga kesetiaan pelanggannya
Anteseden Orientasi Pasar Pada Perusahaan Industri Kreatif Kota Bandung
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Anteseden dari Orientasi Pasar yang meliputi Penekanan Pimpinan Puncak, Penghindaran terhadap Resiko, Sistem Re- ward berdasarkan Kinerja Pemasaran, Persaingan dan Gejolak Pasar, serta pengaruh- nya terhadap orientasi pasar pada perusahaan industri kreatif pada industri kreatif Kota Bandung. Untuk dapat menjawab permasalahan penelitian, maka metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Tipe penelitiannya adalah Descriptive Research dan Verificative Explanation Research. Unit analisis dalam penelitian ini adalah perusahaan industri kreatif di Kota Bandung. Unit pengamatan dalam penelitian ini adalah pemilik atau pimpinan, dengan total ukuran sampel sebesar 165 perusahaan dari 15 subsektor di Industri Kreatif. Selanjutnya masing masing variabel akan dilakukan pengujian hipotesis secara empiris dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penekanan pimpinan puncak, penghindaran terhadap resiko, sistem reward berbasiskan kinerja pemasaran, persaingan dan gejolak pasar berpengaruh positif signifikan terhadap orientasi pasar dan penghindaran terhadap resiko berpengaruh negatif signifikan terhadap orientasi pasar. Hasil ini menjelaskan bahwa hipotesis yang diajukan teruji. Temuan dari penelitian ini adalah sistem reward berdasarkan kinerja pemasaran merupakan variabel yang paling mempengaruhi orientasi pasar. Selain itu juga koor- dinasi antar fungsi pada perusahaan industri kreatif merupakan yang paling dominan dalam mengukur orientasi pasar dibanding dengan orientasi konsumen dan orientasi pesaing.
Pengaruh Fasilitas Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Divisi Sumber Daya Manusia dan Diklat PT. Dirgantara Indonesia
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fasilitas kerja terhadap kepuasan kerja karyawan Divisi Sumber Daya Manusia dan Diklat PT. Dirgantara In- donesia. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Divisi Sumber Daya Manusia dan Diklat yang berjumlah 56 karyawan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah penelitian kausalitas komparatif. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah regresi. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fasilitas kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan Divisi Sumber Daya Manusia dan Diklat PT. Dirgantara Indonesia.
Orientasi Pasar Sebagai Strategi Perusahaan Kecil Menghadapi Faktor Lingkungan
Konsep orientasi pasar telah muncul sejak tahun 1990 yang dikemukakan oleh Kohli dan Jaworski yang kemudian diikuti oleh Narver dan Slater. Sampai saat ini orientasi pasar masih menjadi topik yang sering dikaji dalam berbagai penelitian yang dilakukan oleh akademisi dan peneliti. Orientasi pasar merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan perusahaan termasuk perusahaan kecil dalam menghadapi faktor lingkungan yang sangat cepat berubah. Faktor kunci dari perusahaan yang sukses menerapkan orientasi pasar adalah bagaimana memenuhi kebutuhan pelanggan atau orientasi pelanggan, melakukan tindakan terhadap strategi pesaing atau orientasi pesaing dan mengkoordinasikan semua fungsi dalam perusahaan agar orientasi pelanggan dan orientasi pesaing dapat dilakukan secara maksimal. Dalam banyak penelitian pada level Usaha Kecil Menengah, telah dibuktikan bahwa orientasi pasar dapat meningkatkan kinerja bisnis perusahaan.Keywords: Orientasi pasar, orientasi pelanggan, orientas
Pemanfaatan Sales Intellegence Dalam Peningkatan Control of Knowledge
Persaingan dalam sebuah industri tidak dapat dihindarkan oleh para pelaku bisnis. Salah satu cara untuk bertahan dan memenangkan persaingan adalah dengan mening- katkan kemampuan perusahaan untuk mengendalikan sumber daya di sekitarnya. Untuk dapat unggul dalam sebuah persaingan, perusahaan dapat mengendalikan sumber daya non-makro seperti Control of Knowledge, Expert Power, Control of Distribution, Control of Resources, dan Personal Power. Dari kelima sumber yang dapat dikendalikan tersebut, Control of Knowledge dapat digunakan untuk memperoleh pemahaman dan meningkatkan kemampuan perusahaan untuk mempersiapkan masa depannya. Dalam hal ini dikhususkan pada divisi penjualan, yang akan diperkuat dengan analisis mengenai tipe kecerdasan penjualan. Tipe kecerdasan penjualan adalah kecerdasan indrawi, intuitif, logis, verbal, spasial, personal, musikal, pikiran-tubuh, masyarakat, teknis, visual, dan kreatif. Didasarkan pada analisis dan pengembangan kecerdasan penjualan tersebut, maka perusahaan akan mendapatkan informasi dan pengetahuan yang lebih dibandingkan pesaing terkait konsumennya. Keunggulan informasi dan pengetahuan tentang konsumen memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk meningkatkan kendali atas informasi, sehingga mampu memposisikan diri lebih baik dari para pesaingnya.