Riset Informasi Kesehatan
Not a member yet
105 research outputs found
Sort by
Hubungan Pengetahuan Penderita TB Paru, Pelayanan Kesehatan dan Pengawas Menelan Obat terhadap Tingkat Kepatuhan Pasien
Latar Belakang : Tuberkulosis sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia, termasuk Indonesia. Untuk mencapai kesembuhan diperlukan kepatuhan berobat bagi setiap penderita. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan penderita TB Paru, pelayanan kesehatan dan pengawas menelan obat terhadap tingkat kepatuhan berobat di Rumah Sakit X Jambi Tahun 2015.
Metode : Sampel penelitian adalah pasien yang didiagnosa TB Paru dengan pengobatan fase lanjutan rawat jalan di poliklinik DOTS TB paru Rumah Sakit X Jambi pada Agustus – Oktober yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 24 orang. Data yang diperoleh dianalisis secara univariat dan bivariat (Spearman’s correlation).
Hasil :Hasil analisis Spearman’s menunjukkan bahwa tidak terdapat terdapat hubungan pengetahuan dengan dengan kepatuhan berobat (p-value=0.243), terdapat hubungan signifikan antara pelayanan kesehatan dengan kepatuhan berobat (p-value=0.000), terdapat hubungan signifikan antara PMO dengan kepatuhan berobat (p-value=0.000).
Kesimpulan :Terdapat hubungan pengetahuan penderita TB Paru, pelayanan kesehatan dan pengawas menelan obat terhadap tingkat kepatuhan berobat di Rumah Sakit X Jambi Tahun 2015.
 
Gambaran kemampuan mengontrol halusinasi klien skizofrenia di ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi
Gambaran Kemampuan Mengontrol Halusinasi Klien Skizofrenia di Ruang Rawat Inap
Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi
Firman1, Nofrida Saswati2, Sutinah3
123Program Studi Ilmu Keperawatan STIKES Harapan Ibu Jambi
Abstrak
Latar Belakang : Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa dimana pasien mengalami perubahan sensori persepsi. Dalam mengontrol halusinasi klien dilatih untuk menghardik halusinasi, minum obat dengan teratur, bercakap cakap dengan orang lain serta melakukan aktivitas terjadwal. Akibat tidak terkendalinya penanganan halusinasi dapat menyebabkan pasien menjadi perilaku kekerasan, bunuh diri, isolasi sosial dan harga diri rendah.
Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui gambaran kemampuan mengontrol halusinasi klien Skizofrenia di ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi.
Metodologi : Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi pada tanggal 5-12 Februari 2018. Populasi yaitu seluruh klien halusinasi di ruang rawat inap berjumlah 286 klien. Sampel yaitu klien halusinasi berjumlah 44 orang dan sampel perawat berjumlah 44 klien. Penelitian menggunakan lembar kuesioner untuk mengevaluasi kemampuan klien dalam mengontrol halusinasi dan data dianalisa secara univariat.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berumur 15-35 tahun sebanyak 24 (54,6%) responden. Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 26 (59,1%) responden. Hasil analisis menunjukkan responden memiliki kemampuan mengontrol halusinasi dengan kategori baik sebanyak 25 klien (56,8%). kemampuan mengontrol halusinasi dengan kategori kurang baik sebanyak 19 klien (43,2%).
Kesimpulan : Bagi pihak Rumah sakit perlu meningkatkan kinerja perawat yang bertugas di ruang rawat inap rumah sakit jiwa daerah Provinsi Jambi agar dapat membantu klien dalam mengontrol halusinasi.
Kata Kunci : Mengontrol Halusinasi, Klien Skizofreni
Pelatihan bermain pada pengasuh meningkatkan kualitas interaksi antara pengasuh dan anak prasekolah
Abstrak
Latar Belakang: Pengasuh adalah penentu utama perkembangan anak. Interaksi dan hubungan dengan pengasuh akan memberikan efek yang kuat pada pertumbuhan dan perkembangan yang sehat bagi anak-anak. Interaksi berkualitas dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Namun, tidak setiap pengasuh mampu merespons secara tepat kebutuhan anak-anak mereka. Memberikan pelatihan bermain bagi pengasuh adalah salah satu solusi yang dibutuhkan.
Tujuan: Penelitian ini menguji pengaruh pelatihan bermain terhadap kualitas interaksi antara pengasuh dan anak prasekolah.
Metode: Penelitian ini adalah pra-eksperimental dan menggunakan satu kelompok pre-pos tes tanpa kelompok kontrol. Sembilan belas pasang pengasuh dan anak-anak pra sekolah direkrut dengan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner demografi dan lembar observasi PICCOLO (Parenting Interaction with Children: Checklist of Observation Linked to Outcome). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil: Terjadi peningkatan skor kualitas interaksi sebelum dan sesudah pelatihan diberikan. Nilai rata-rata sebelum pelatihan adalah 24,95 dan setelah pelatihan bermain adalah 36,74 (pada postest 1) dan 36,89 (pada postest 2). Terjadi kenaikan rata-rata skor kualitas interaksi sebesar 11,79 (pada postest 1), dan 11,94 (pada postest 2). Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p = 0,000 (nilai p < 0,05)
Kesimpulan: Ada pengaruh pelatihan bermain terhadap kualitas interaksi antara pengasuh dan anak prasekolah (nilai p < 0,05)
Relationship knowledge, perception, and attitude with the intensity of smoking behavior in Pharmaceutical And Food Academic Students (Akafarma) Yayasan Harapan Banda Aceh in 2016
HUBUNGAN PENGETAHUAN, PERSEPSI, DAN SIKAP DENGAN INTENSITAS PERILAKU MEROKOK PADA MAHASISWA AKADEMI FARMASI DAN MAKANAN (AKAFARMA) YAYASAN HARAPAN BANGSA BANDA ACEH TAHUN 2016
Aris Winandar
1.Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh
Email korespondensi : ( [email protected])
Abstrak
Latar Belakang : Intensitas perilaku merokok juga menimbulkan dampak negatif bagi perokok pasif. Berdasarkan studi pendahuluan yang penulis lakukan di Akademi Farmasi dan Makanan (Akafarma) Yayasan Harapan Bangsa Banda Aceh tahub 2016 jumlah mahasiswa sebanyak 150 orang, sebagian mahasiswa terutama laki-laki mengkonsumsi rokok dalam kesehariannya, penyebab mahasiswa mengkonsumsi rokok karena ingin tampil gaya, alasan mereka jika merokok membuat pikaran jadi lebih tenang, selain itu sikap mahasiswa yang tidak mengetahui bahwa jika merokok membuat mereka mudah terkena penyakit, selain itu kurangnya pengetahuan tentang rokok juga merupakan salah satu penyebab mahasiswa tidak memperdulikan keesehatannya..(Tujuan) untuk mengetahui hubungan pengetahuan, persepsi, dan sikap dengan intensitas perilaku merokokpada remaja putra di Akademi Farmasi dan Makanan (Akafarma) Yayasan Harapan Bangsa Banda Aceh Tahun 2016.
Metode : bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional study.Hasil : ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan intensitas perilaku merokokdengan p value=0,000 (p<0,05), persepsi p value=0,004 (p<0,05), dan sikap dengan p value=0,002 (p<0,05) dengan intensitas perilaku merokok pada mahasiswa di Akademi Farmasi dan Makanan (Akafarma) Yayasan Harapan Bangsa Banda Aceh.Kesimpulan : Pengetahuan, Persepsi, Dan Sikap ada hubungan yang sangat bermakna dengan intensitas perilaku merokok pada mahasiswa di Akademi Farmasi dan Makanan (Akafarma) Yayasan Harapan Bangsa Banda Aceh
Kata kunci: Perilaku Merokok, remaja
Abstract
Background: The intensity of smoking behavior also has a negative impact on passive smoking. Based on preliminary study which the author did at Academy of Food and Pharmacy (Akafarma) Harapan Bangsa Foundation Banda Aceh in 2016 the number of students as many as 150 people, some students, especially men consume cigarettes in their daily life, the cause of students consuming cigarettes because they want to look stylish, their reasons if smoking makes the plateau so calm, besides the attitude of students who do not know that if smoking makes them susceptible to disease, other than that the lack of knowledge about cigarettes is also one cause the students do not care about his health ..(Goal) to know the relationship of knowledge, and attitudes with the intensity of smoking behavior in young men at the Akademi Academy of Pharmacy and Food (Akafarma) Harapan Bangsa Foundation Banda Aceh Year 2016. Method: analytical descriptive with cross-sectional approach. Result: there is a significant correlation between knowledge and intensity of smoking behavior with p value = 0,000 (p <0,05), perception p value = 0,004 (p <0,05), and attitude p value = 0,002 (p <0,05) with intensity of smoking behavior among students at Akademi Academy of Pharmacy and Food (Akafarma) Harapan Bangsa Foundation Banda Aceh. Conclusion: Knowledge, Perception, And Attitude There is a very meaningful relation with intensity of smoking behavior in students at the Akpararma Akademarma dan Food (Akafarma) Foundation of Harapan Bangsa Banda Aceh
Keywords: Smoking Behavior, adolescent
Pengaruh lama kontak arang kayu terhadap penurunan kadar kesadahan air sumur gali di Paal Merah II Kota Jambi
Abstrak
Latar belakang: Kesadahan atau hardness adalah salah satu sifat kimia yang dimiliki oleh air. Menurut WHO dampak penggunaan yang timbul akibat penggunaan air sadah terhadap kesehatan adalah penyumbatan pembuluh darah jantung dan batu ginjal. Salah satu cara untuk menurunkan kesadahan adalah dengan melakukan penyaringan menggunakan karbon aktif atau arang. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama kontak arang terhadap tingkat kesadahan air.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan rancangan Time series design. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah lama kontak arang 10 menit, 20 menit dan 30 menit, variabel terikat adalah Penurunan kadar kesadahan air, dan variabel terkendali adalah sumber air, diameter dan ketebalan arang.
Hasil: hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh tingkat kesadahan air. Persentase penurunan pada waktu kontak 10 menit (25,23%), 20 menit (36,44%) dan 30 menit (56,38%). Hal ini menunjukkan bahwa penurunan kesadahan yang paling efektif dari wakttu kontak 10 menit, 20 menit dan 30 menit adalah 30 menit.
Kesimpulan: Penelitian ini menyarankan agar orang menggunakan air sumur gali sebagai air bersih yang memiliki tingkat kesadahan tinggi agar melakukan pengolahan terlebih dahulu. Salah satu alternatifnya adalah menggunakan penyaringan dengan menggunakan arang sebagai media filtrasi.
Keywords : Kesadahan air, arang kayu, waktu kontak
 
Faktor yang mempengaruhi pola asuh orang tua dalam kemandirian personal hygiene pada anak pra sekolah di Tk Islam Pelangi Anak Pandeyan Umbulharjo Yogyakarta
Latar belakang: Personal hygiene merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus mulai diterapkan anak sejak dini. Kemandirian personal hygiene anak dipengaruhi oleh pola asuh orangtua. Faktor-faktor yang mempengaruhi pola asuh diantaranya keterlibatan orang tua, stres orangtua, pengalaman, peran orang tua dan tipe pola asuh yang diterapkan.
Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian descriptive korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan non Pobability sampling secara total sampling sebanyak 40 orang. Analisa data menggunakan uji statistik Kendall Tau. dan Regresi Linier Berganda.
Hasil: Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orangtua dalam pengasuhan kategori tinggi sebanyak 29 orang (72,5%), stres orangtua dalam pengasuhan kategori rendah sebanyak 28 orang (70,0%), kemandirian personal hygiene kategori mandiri sebanyak 29 orang (72,5%), pengalaman orang tua dalam pengasuhan kategori tinggi sebanyak 28 orang (70%), peran orang tua dalam pola asuh kategori tinggi sebanyak 23 orang (57%) dan tipe pola asuh yang diterapkan paling banyak adalah permisif sebanyak 18 orang (45%) Ada hubungan antara keterlibatan orang tua, stres orangtua, pengalaman, peran orang tua dan tipe pola asuh dengan kemandirian personal hygiene ditandai dengan nilai signifikan 0,000<0,05, dengan kemandirian personal hygiene anak prasekolah di TK Islam Pelangi Anak Pandeyan Umbulharjo Yogyakartadengan nilai value 0,000 (nilai p<0,05).
Kesimpulan: faktor yang mempengaruhi pola asuh dalam kemandirian personal hygiene antara lain keterlibatan orang tua, stres orangtua, pengalaman, peran orang tua dan tipe pola asuh kemandirian Personal Hygiene anak prasekolah di TK Islam Pelangi Anak Pandeyan Umbulharjo Yogyakarta.
Kata kunci: keterlibatan orang tua, stres orangtua, pengalaman, peran orang tua dan tipe pola asuh, Kemandirian Personal Hygiene
Efektivitas ekstrak daun cabai rawit (Capsicum frutescents L.) sebagai penumbuh rambut terhadap hewan uji kelinci (Oryctolagus cuniculus)
Latar Belakang : Cabai rawit (Capsicum frutescents L) adalah salah satu tanaman yang mengandung senyawa kimia diantaranya saponin, alkaloid, terpenoid, kuinon dan flavanoid. Senyawa saponin dan flavanoid pada daun cabai rawit memiliki peranan untuk memacu pertumbuhan rambut. Saponin merupakan senyawa yang mampu menstimulasi pertumbuhan rambut dengan meningkatkan sirkulasi darah perifer sehingga mampu memacu pertumbuhan rambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan konsentrasi optimum ekstrak daun cabai rawit terhadap pertumbuhan rambut pada kelinci (Oryctolagus cuniculus)
Metode : Jenis penelitian ialah eksperimental dengan analisis data secara Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel diolah dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dan dibuat variasi konsentrasi 5%, 10%, dan 20% . Nature ekstrak lidah buaya digunakan sebagai kontrol positif. Perlakuan diberikan terhadap hewan coba kelinci setiap hari dengan dosis 2 kali sehari selama 18 hari.
Hasil : Berdasarkan hasil penelitian menggunakan analisis ANOVA diperoleh F hitung (8,524799) > F tabel (2,76). Hasil ini menunjukkan ekstrak daun cabai rawit memberikan efek pertumbuhan rambut yang sangat signifikan pada konsentrasi 5%, 10% dan 20% dengan konsentrasi optimum pertumbuhan rambut adalah 20%.
Kesimpulan : Ekstrak daun cabai rawit dengan variasi konsentrasi 5%, 10% dan 20% mempunyai efek mempercepat proses pertumbuhan rambut dengan konsetrasi optimum yaitu 20
Faktor-faktor yang berhubungan terhadap kepemilikan jamban sehat di Desa Sungai Rambai Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo Tahun 2013
ABSTRAK
Latar Belakang : Berdasarkan data profil Dinas kesehatan kabupaten Tebo tahun 2012 secara keseluruhan kepemilikan jamban sehat ( Tempat Buang Air Besar) baru mencapai 45,3%. Dari 45,3% tersebut wilayah kerja puskesmas pulau Temiang hanya mencapai 24,5% data kepemilikan jamban sehat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan terhadap kepemilikan jamban sehat di Desa Sungai Rambai Kecamatan Tebo Ulu kabupaten Tebo Tahun 2013.
Metode : Jenis penelitian ini bersifat penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain studi Cross Sectional (potong lintang).Desain ini adalah suatu metode penelitian observasi dan wawancara dengan menggunakan uji chi-square untuk melihat pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat. Populasi adalah seluruh jumlah rumah sebanyak 169 rumah yang ada di Desa Sungai Rambai.
Hasil : hasil penelitian diperoleh nilai untuk variabel pengetahuan p-value = 0,000, pendidikan dengan standar deviasi 2,902, status ekonomi dengan nilai r = 0,328.
Kesimpulan : adanya hubungan antara pengetahuan, pendidikan dan status ekonomi terhadap kepemilikan jamban sehat di Desa Sungai Rambai Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo Tahun 2013
Pengetahuan dan Peran Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Anak Autis di Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus Unggul Sakti Jambi
Abstract
Background : The problems faced by parents in increasing achievement of students with autism was lack of parents knowledge and role of parents in facilitating process of learning at home. In this case, knowledge and the role of parents is really needed in improving their achievement in SABK Unggul Sakti Jambi.
Method : This study is a quantitative research with cross sectional design that aims to determine the correlation of knowledge and role of parents toward students’ achievement at SABK Unggul Sakti Jambi. The samples used were 30 parents. Total Sampling was used in this study. There were 30 parents of students with autism as the sample. Data were collected through questionnaire and checklist sheet. Data were processed by univariate and bivariate Spearman Correlation Test.
Results : The results of univariat analysis showed that 73.3% students had a moderate learning achievement, another finding revealed that 60% of student were categorized low achievement. Also, 63.3% of respondents unsatisfiend role in facilitating students to increase their achievement. Then, bivariate analysis indicated that there was a significant correlation between knowledge (p-value=0.017) and role of students (p-value=0.000) toward the learning achievement.
Conclusion : It is expected to the school to continue the efforts to increase knowledge and the role of parents in increasing achievement of students with autism to do a good cooperation. Furthermore, the role of their parents extremely has impact towards learning process of students both at school and home.
Keyword : Autistic Child, Achievement, Knowledge, Rol
Hubungan Aktifitas Berulang Dan Sikap Kerja Dengan Keluhan Muskuloskeletal Disorders Pada Tenaga Kerja di PT Bahari Gembira Ria Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2017
Hubungan Aktifitas Berulang Dan Sikap Kerja Dengan Keluhan Muskuloskeletal Disorders Pada Tenaga Kerja di PT Bahari Gembira Ria Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2017
1 Putri Sahara H, SKM, M.K.K.K., 2 Rika Eliya Sari, 3 Irwandi Rachman, SKM, M.Kes
1.2.3Program Studi Kesehatan Masyarakat STIKES Harapan Ibu, Jambi,Indonesia
[email protected]
Abstrak
Latar Belakang : Keluhan Otot muskuloskeletal disorders adalah resiko kerja mengenai gangguan otot yang disebabkan oleh kesalahan postur kerja dalam melakukan suatu aktivitas kerja, keluhan pada bagian ototskeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan sangat ringan sampai sangat sakit, apabila otot menerima beban statis secara berulang dan dalam waktu yang lama, akan dapat menyebabkan keluhan berupa kerusakan pada sendi, ligament dan tendon
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional.
tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan aktifitas berulang, sikap kerja dengan keluhan muskuloskeletal disorders pada tenaga kerja di PT. Bahari Gembira Ria Kabupaten Muaro Jambi. Sampel dalam peneltian ini adalah pekerja dibagian perkebunan sebanyak 136 orang dan untuk melihat hubungan antara variabel dilakukan uji statistik dengan Chi-square
Hasil : Hasil uji statistik diperoleh ada hubungan aktifitas berulang dengan nilai p-Value 0,040, serta ada hubungan sikap kerja dengan nilai p-Value 0,010 terhadap keluhan muskuloskeletal disorders.
Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara aktifitas berulang dengan keluhan muskuloskeletal disordersdi bagian Afdeling PT. Bahari Gembira Ria Kabupaten Muaro Jambi dengan nilai p-Value 0,040, dan Ada hubungan yang signifikan antara sikap kerja dengan keluhan muskuloskeletal disorders di bagian Afdeling PT. Bahari Gembira Ria Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2017 dengan nilai p-Value 0,010.
Kata kunci: Aktifitas Berulang, Sikap Kerja, Keluhan muskuloskeletal disorders
Abstract
Background : Musculoskeletal disorders Musculoskeletal disorders are the work risk of muscle disorders caused by workplace errors in performing a work activity, a complaint on the muscular part felt by a person from a very mild to very painful complaint, if the muscle accepts static charges repeatedly and in time long, will cause a complaint of damage to joints, ligaments and tendons
Method : This research is a quantitative research with Cross Sectional approach. This research is a quantitative research with Cross Sectional approach.the purpose of this study is to know the relationship of repetitive activity, work attitude with complaints of musculoskeletal disorders at the workforce at PT. Bahari Gembira Ria Kabupaten Muaro Jambi. The sample in this study is the plantation worker as much as 136 people and to see the relationship between variables is done statistical test with Chi-square.
Results :The statistical test results obtained there is a relationship of repetitive activities with the value of p-Value 0.040, and there is a working attitude relationship with the value of p-Value 0.010 to complaints musculoskeletal disorders.
Conclusion: There is a significant relationship between repeated activities with complaints of musculoskeletal disorders in the PT Afdeling section. Bahari Gembira Ria Kabupaten Muaro Jambi with p-Value value 0.040, and There is a significant relationship between work attitude with complaints of musculoskeletal disorders in the PT Afdeling. Bahari Gembira Ria Kabupaten Muaro Jambi Year 2017 with p-Value value 0.010.
Key words: Recurring Activity, Work Attitude, Musculoskeletal Complaints disorder