Riset Informasi Kesehatan
Not a member yet
105 research outputs found
Sort by
Analisis peran ibu terhadap pencegahan ascariasis anak prasekolah Wilayah Kerja Puskesmas Tahtul Yaman Kota Jambi
ABSTRAK
Latar Belakang: Ascariasis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing Ascaris lumbricoides atau cacing gelang. Di Indonesia prevalensi ascariasis ini tinggi terutama pada anak-anak. Ascariasis dapat dijumpai di beberapa tempat, terutama yang beriklim panas. Ascariasis dapat terjadi pada semua umur, terutama pada anak dan terbanyak pada umur 1-6 tahun.
Tujuan:Untuk mendapatkan informasi secara mendalam tentang peran ibu dalam melakukan pencegahan ascariasis pada anak prasekolah.
Metode:Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, Informan dalam penelitian ini yaitu 2 orang perawat, 4 orang ibu dengan anak menderita ascariasis dan 4 orang ibu dengan anak yang tidak menderita ascariasis.
Hasil:Hasil penelitiaan ini diketahui bahwa peran ibu pada anak yang menderita ascariasis masih belum optimal terhadap pencegahan ascariasis baik dari hygiene pribadi yaitu dilihat dari kebiasaan mencuci tangan, pemakaian alas kaki, dan kebersihan kuku dimana peran ibu maish kurang optimal, ibu kurang mengajarkan anak membiasakan diri mencuci tangan, memakai alas kaki, dan memotong kuku. Dari segi sanitasi lingkungan dapat dilihat dari tempat buang air besar, dan kebiasaan membuang sampah dimana informan yang tidak terkena ascariasis buang air besar sudah pada tempat nya dan buang sampah sebagian besar juga sudah pada tempatnya. Untuk sanitasi air, sumber air yang digunakan terdiri dari air sungai, air sumur dan PDAM, sarana pembuangan air limbah berupa parit, dibuang saja ke tanah, dan pada kolam tampung. Untuk pengolahan makanan dapat dilihat dari cara mencuci bahan makanan dan cara menyimpan makanan.
Kesimpulan: Belum optimalnya peran ibu terhadap pencegahan ascariasis anak prasekolah.
Kata Kunci: Peran Ibu, Pencegahan, Ascariasis
Hubungan asupan gizi seimbang, pola asuh dengan perkembangan motorik balita gizi kurang di Kota Jambi
AbstractBackground: Most cases of growth failure (malnutrition) occur due to inadequate food consumption in terms of number and type. Lack of food intake is most often caused by psychosocial problems, including lack of access to food, ignorance, and misperceptions of parents about proper food, environmental dysfunction or eating interactions, and more global parent-child relationship issues.Methodology Research: This research is a quantitative research with a cross-sectional design that aims to determine the relationship between balanced nutrition intake and parenting patterns against motor development less nutrition. The population in this study were mothers who had under-five children with less nutrition recorded in Payo Selincah Community Health Center, Simpang IV Sipin Public Health Center, Handil Health Center, Paal V Public Health Center of Jambi City in 2016. The number of samples in this study amounted to 48 samples. The technique of taking place of research using Multistage Random Sampling. The sample selection technique is purposive sampling. Data analysis tested is univariate-bivariate analysis using chi-square statistic test.Results: The results showed that there was a significant relationship between balanced nutritional intake (p-value = 0,017) to motor development of under-fives malnutrition. There is no significant correlation between parenting pattern (p-value = 0,093) to motor development in underweight children less.Conclusion: It is expected that parents pay more attention to nutrition intake in children under the age of five. As a nutritional balanced in accordance with the needs of children's growth will give a big influence on growth development of children. It is expected health workers, especially in primary health center officers to always remind parents to provide balanced nutrition for children under five
Mini Review: Traditional Plants Medicine of Suku Anak Dalam Jambi
Indonesia is a country with many tribes and cultures, one of which Suku Anak Dalam (SAD) in Jambi province. SAD also known as Orang Rimba, they are semi-nomadic life, moving from one place to another in Bukit Dua Belas National Park area. Each tribe is headed by Temenggung as a chief master for treatment diseases using plants. Method for collect data by ethnopharmacology observation survey some plant in Orang Rimba at Bukit Dua Belas National Park Jambi for infection diseases treatment, and literature search about the plants. SAD scantily clad it easier making for skin direct contact with environmental it cause skin infection extremely easy to occur. They use some plant for treat infection diseases, several disease including inflammation, diarrhea, measles, and malaria.
Key Words: Suku Anak Dalam Jambi, infection, inflammation, diarrhea, measles, malari
Hubungan Pengetahuan, Persepsi, Self Efficacy dan Pengaruh Interpersonal Terhadap Pencegahan Penularan TB Paru di Puskesmas Muara Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2016
Abstract
The Primary Health Center Muara Kumpeh was shown that patients with pulmonary TB were growing up for every single year. The data in 2014 was shown for 44 cases totally and increased in 2015 as many as 54 cases. The knowledge has been a role in a person's perception.One's knowledge is the beginning of a behavioral factor that correlates positively with actions to prevent transmission of pulmonary TB.
This research is a quantitative research with cross sectional study design. The goal is to determine the relationship of knowledge, perception, self-efficacy, and interpersonal influences on the prevention of pulmonary TB transmission in the region Muara Kumpeh Primary Health Center 2016. The sample of this study was 54 peoples and was using a Total Sampling Technique. This study in April 2016, analyzed using univariate and bivariate with a Chi-Square test.
The results of the study indicated that there has a relationship between of knowledge with p = 0.038, the perceptions of the value of p = 0.000, self-efficacy (confidences) with a value of p = 0.003, and interpersonal influences with p = 0.047. The total of 30 (55.6%) of respondents has good Prevention's and 24 (44.4%) of respondents were less good at preventing transmission of pulmonary TB. This research was found that all of the variables have a significant relationship with the prevention of transmission of Lung’s TB with p-value <0, 05.
The health workers should make a therapeutic relationship more to the patients so that the respondents were more feels comfortable and open to the questions, on the complaint of their illness, a language should be easy to understand by the respondent. The message was real to put women more aware of the importance of healing and a better understanding of what that should be done in the prevention of Lung’s TB to other families member
Hubungan Suhu, Kelembaban dan Curah Hujan terhadap Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti Di RT 45 Kelurahan Kenali Besar
Latar Belakang : Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah penyakit menular disebabkan virus dengue dan ditularkan nyamuk Aedes aegypti. Parasit dan vektor penyakit sangat peka terhadap faktor iklim, khususnya suhu, curah hujan, kelembaban, permukaan air, dan angin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan suhu, kelembaban, dan curah hujan terhadap keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di RT 45 Kelurahan Kenali Besar Tahun 2016.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan selama 30 hari. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling berjumlah 40 tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Hasil : Hasil analisis dengan uji regresi linier anova menunjukkan variabel suhu udara dengan nilai r = 0,458 dan p = 0,011, kelembaban dengan r = 0,609 dan p = 0,000, dan pada hasil curah hujan dengan nilai r = 0,357 dan p = 0,053.
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara suhu dan kelembaban dengan keberadaan jentik, sedangkan curah hujan tidak mendukung keberadaan jentik aedes aegypty. Masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan mengenai perubahan iklim terhadap peningkatan vektor penyebab DBD dengan memberantas tempat perindukan Aedes aegypti didalam maupun diluar rumah.
Kata Kunci : Suhu, Kelembaban, Curah Hujan, Aedes aegypt