Riset Informasi Kesehatan
Not a member yet
    105 research outputs found

    Potensi antiinflamasi ekstrak etanol daun bisbul (Diospyros discolor Willd) terhadap edema mencit putih jantan (Mus musculus) terinduksi karagenan

    Full text link
    Latar Belakang: Tanaman bisbul (Diospyros discolor Willd) merupakan tanaman yang tumbuh pada iklim tropis. Daun bisbul memiliki aktivitas antiinflasmasi berdasarkan pada kandungan fitokimia. Kandungan fitokimia daun bisbul antara lain alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid. Inflamasi merupakan suatu respons protektif normal terhadap luka jaringan yang disebabkan oleh trauma fisik, zat kimia perusak atau zat-zat mikrobiologi. Penelitian ini bertujuan menentukan potensi aktivitas dan dosis efektif dari ekstrak etanol daun bisbul  sebagai antiinflamasi. Metode: Ekstrak daun bisbul dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antiinflamasi yang dilakukan dibagi dalam 5 kelompok perlakuan.Setiap kelompok terdiri atas 5 ekor mencit putih jantan (Mus musculus). Kelompok I (kontrol negatif) diberikan 0,5% suspensi Na-CMC; kelompok II (kontrol positif) diberikan natrium diklofenak 0,13 mg; sedangkan kelompok III, IV, dan V secara berturut-turut diberikan ekstrak etanol daun bisbul sebesar 0,5 g/Kg BB, 1 g/Kg BB dan 1,5 g/Kg BB. Masing-masing mencit kemudian diinduksi menggunakan karagenan secara intraplantar. Volume radang diukur dengan menggunakan alat pletismometer dilakukan selama 6 jam dengan interval waktu 60 menit. Hasil: Dosis ekstrak etanol daun bisbul 0,5 g/Kg BB mempunyai persentase inhibisi udema tertinggi, yaitu sebesar 77,78 % dibandingkan dengan dosis 1 g/Kg dan 1,5 g/Kg BB yang mempunyai persentase akhir yang sama, yaitu sebesar 66,67 %. Kesimpulan: Ekstrak etanol daun bisbul dengan dosis 0,5 g/Kg BB merupakan dosis yang berpotensi sebagai antiinflamasi pada mencit  jantan

    Pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan kualitas tidur bayi usia 3-10 bulan di Desa Tamanan wilayah kerja Puskesmas Banguntapan II

    Full text link
    Background: every parent wants a child who can grow and develop optimally according to its age category. One of the factors that can influence growth and development is the quality of sleep, due to 75% growth hormone produced when the baby sleeps. Sleep quality of babies can be stimulated through the act of giving massage baby. Objective: this study aims to determine the effect of infant massage on improvement the quality of sleep for infants aged 3-10 months in a village of Banguntapan Public Health Center II. Research method: this research is a pre-experiment research with an approach in one group (one-group pre-post test design without control). Data analysis used is the Wilcoxon test. This research was carried out in the Working Area Village Banguntapan II Health Center, with a population of 64 infants aged 3-10 months. Technique sampling using purposive sampling, which is the number of 15 babies aged 3-10 month. Providing education and demonstration of baby massage is done once, then massage done by parents of babies every day within 3 weeks, and observed by researchers every 2 days. Sleep quality was measured using the A Brief Screening Questionnaire For Infant Sleep Problems (BISQ). Results: Before being given massage the majority of the quality of bad baby sleep was 14 respondents (93.3%), then after being given massage for 3 weeks there was an increase in quality sleep where all babies have good sleep quality of 15 respondents (100%). Comparative test results infant massage between before and after massage is p value 0.000 (p value <0.005). Conclusion: there is the effect of infant massage on improving the quality of sleep for infants aged 3-10 months at Village of Bangutapan II Health Center

    Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanolik umbi mentimun papasan (Coccinia grandis L.Voigt) terhadap Shigella dysenteriae dan Staphylococcus aureus

    Full text link
    Abstrak Latar Belakang: Penyakit infeksi merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah serius di negara berkembang khususnya di Indonesia. Bakteri yang sering menimbulkan penyakit infeksi adalah bakteri Shigella dysentriae dan Staphylococcus aureus. Metode: Serbuk umbi Mentimun Papasan (Coccinia grandis L.Voight) dilakukan ekstraksi dengan metode maserasi. Pelarut yang dipakai adalah etanol 96%. Identifikasi golongan senyawa dilakukan dengan menggunakan pereaksi kimia. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran. Hasil: Hasil identifikasi golongan senyawa menunjukkan adanya golongan senyawa flavonoid, tanin, saponin, alkaloid dan polifenol. Hasil uji antibakteri ekstrak umbi Mentimun Papasan kosentrasi 1 gr/ml, 2 gr/ml, 3 gr/ml dan 4 gr/ml terhadap bakteri Shigella dysentriae berturut-turut: 18mm, 19,66 mm, 21,23 mm dan 23,33 mm. Hasil uji antibakteri ekstrak umbi Mentimun Papasan kosentrasi 1 gr/ml, 2 gr/ml, 3 gr/ml dan 4 gr/ml terhadap bakteri Staphylococcus aureus berturut-turut: 18,67 mm, 20,67 mm, 23,33 mm dan 27 mm. Kesimpulan: Ekstrak etanolik umbi Mentimun Papasan dapat menghambat bakteri  Shigella dysentriae dan Staphylococcus aureus. &nbsp

    Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan Low Back Pain (LBP) pada pekerja pengrajin batik tulis di Kecamatan Pelayangan Kota Jambi Tahun 2018

    Full text link
    ABSTRAK   Latar Belakang : Low Back Pain (LBP) adalah salah satu gangguan muskuloskeletal akibat dari ergonomi yang salah. Angka kejadian pasti dari LBP di Indonesia bervariasi antara 7,6% sampai 37%.90% kasus LBP bukan disebabkan oleh kelainan organik, melainkan oleh kesalahan posisi tubuh dalam bekerja. Tujuan Untuk mengetahui gambaran dan hubungan posisi duduk, durasi kerja, usia, dan masa kerja dengan keluhan low back pain (LBP) pada pekerja pengrajin batik tulis di Kecamatan Pelayangan Kota Jambi Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada pembatik tulis di Kecamatan Pelayangan, dengan cara melakukan observasi dan wawancara. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 36 orang yang termasuk dalam kriteria insklusi. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil : Dari penelitian ini didapatkan hasil responden yang mengalami keluhan low back pain sebesar 52,8%, 30,6% responden memiliki posisi kerja dengan risiko sangat tinggi, 86,1% responden memiliki durasi kerja lama, 91,7% responden berusia berisiko dan 88,9% responden memiliki masa kerja lama. Hasil bivariat diperoleh ada hubungan antara posisi kerja (p-value=0,007) dan masa kerja (p-value=0,04) dengan keluhan LBP. Tidak ada hubungan antara durasi kerja (p-value=0,272) dan usia (p-value=0,593) dengan keluhan LBP pada pengrajin batik tulis. Kesimpulan : bahwa ada hubungan antara posisi kerja dan masa kerja dengan keluhan low back pain pada pekerja batik tulis di Kecamatan Pelayangan Kota Jambi. Untuk itu disarankan kepada pekerja batik tulis mengatur posisi kerja yang ergonomis seperti memberi bantalan pada punggung sehingga punggung tidak membungkuk saat bekerja, menggunakan bantalan busa untuk duduk dan lain sebagainya   Kata Kunci         :  Low Back Pain, Posisi Kerja, Durasi Kerja, Usia, Masa Kerja   ABSTRACT   Background : Low Back Pain (LBP) is one of the musculoskeletal disorders resulting from incorrect ergonomics. The exact incidence of LBP in Indonesia varies between 7.6% to 37%. 90% of LBP cases are not caused by organic disorders, but by errors in body position at work. Several factors related to the incidence of LBP include individual characteristics such as age, sex, body mass index (BMI), height, exercise habits, length of work and work position. Method : This study is a descriptive analytic study with a cross sectional approach conducted on batik makers in Pelayangan District, by conducting observations and interviews. The sampling technique used total sampling technique with a sample of 36 people included in the inclusion criteria. Data were analyzed using chi square test. Results : From this study, the results of respondents with low back pain complaints were 52.8%, 30.6% of respondents had very high risk positions, 86.1% of respondents had a long duration of work, 91.7% of respondents were at risk and 88 , 9% of respondents have a long working period. Bivariate results obtained there was a relationship between work position (p-value = 0.007) and work period (p-value = 0.04) with LBP complaints. There was no relationship between the duration of work (p-value = 0.272) and age (p-value = 0.593) with LBP complaints on batik makers. Conclusion : It can be concluded that there is a relationship between work position and tenure with low back pain complaints on batik workers in Pelayangan Sub-district, Jambi City. For this reason it is recommended that batik workers set ergonomic work positions such as giving a cushion on the back so that the back does not bend while working, using foam pads to sit and so on   Keywords: Low Back Pain, Working Position, Work Duration, Age, Working Period &nbsp

    Teh bawang dayak (Eleutherine americana Merr) menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi

    Full text link
    Latar Belakang : Bawang Dayak merupakan salah satu tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat Dayak di Kalimantan Timur untuk mengobati beberapa penyakit antara lain sebagai obat kanker payudara, darah tinggi (hipertensi), kencing manis (diabetes melitus) dan kolesterol. Umbi bawang dayak mengandung flavonoid yang berguna untuk melancarkan peredaran darah dan mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah, sehingga darah dapat mengalir dengan normal. Tujuan dari penelitian ini membuktikan efek teh bawang dayak terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode : Metode penelitian menggunakan rancangan one grup pretest and posttest tanpa kelompok pembanding (kontrol). Sampel dalam penelitian ini adalah warga dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Wonorejo Samarinda sebanyak 20 orang. Uji Bivariat menggunakan Paired t-test untuk mengetahui perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan teh bawang dayak Hasil : Hasil analisis uji statistik menunjukkan bahwa pada variabel tekanan darah diukur melalui sistolik dan diastolik nilai p value adalah 0.001 (<0.05) yang berarti teh bawang dayak efektif menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Kesimpulan : Teh bawang dayak efektif menurunkan tekanan darah pada pasien hipertens

    Analisis penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di PT Remco Jambi tahun 2018

    Full text link
    Latar Belakang :Penerapan SMK3 bertujuan untuk meningkatkan efektifitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi, mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, pekerja/buruh, dan/atau serikat pekerja/serikat buruh; serta  menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, dan efisien untuk mendorong produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan SMK3 di PT. Remco Kota Jambi Tahun 2018. Metode :Penelitian menggunakan rancangan kualitatif dimana pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasi. Instrumen menggunakan pedoman wawancara mendalam, pedoman observasi dan pedoman telaah dokumen. Penyajian hasil ditulis dalam bentuk transkrip dan dianalisis secara naratif. Hasil : Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa penerapan SMK3 di  PT Remco belum optimal diterapkan hal ini disebabkan sarana yang digunakan belum sesuai dengan kebutuhan, motivasi pekerja dalam penggunaan APD kurang baik masih ada  pekerja yang tidak menggunakan APD saat melakukan pekerjaan. Kesimpulan :PT. Remco belum mencapai target SMK3 sesuai dengan PP No. 50 Tahun 2012 yaitu zero accident. Untuk itu disarankan untuk memberikan sangsi kepada pekerja yang tidak menggunakan APD dan reward kepada pekerja yang  sudah menggunakan APD dengan baik

    Uji aktivitas ekstrak biji ganitri (Elaeocarpus sphaericus Schum.) terhadap penurunan kadar gula darah mencit Jantan (Mus musculus L.)

    Full text link
    Abstrak   Latar Belakang: Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh ketidak mampuan tubuh dalam memproduksi insulin dan/atau insulin yang dihasilkan oleh tubuh tidak dapat bekerja secara optimal. Penderita diabetes rawan terhadap pajanan radikal bebas sehingga menimbulkan dampak komplikasi yang mendorong kerusakan organ. Glukosa darah pada penderita diabetes harus distabilkan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai obat alami diabetes adalah biji ganitri (Elaeocarpus sphaericus Schum.). Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa biji ganitri mengandung senyawa kimia seperti glikosida, alkaloid, steroid, dan flavonoid. Senyawa-senyawa  tersebut memiliki efek farmakologi diantaranya dapat digunakan sebagai obat penenang, hipnotis, tranquillizing, anticonvulsive, antiepilepsi, aktivitas antihipertensi dan antidiabetes. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas ekstrak biji ganitri (Elaeocarpus sphaericus Schum.) terhadap penurunan kadar gula darah, serta kolesterol dan trigliserida pada mencit (Mus musculus L.) jantan diabetes. Metode: Dosis ekstrak biji ganitri yang digunkan yaitu 650 mg/kg BB, 1300 mg/kg BB dan 2600 mg/kg BB, sedangkan kontrol terdiri dari kontrol positif (K+) yaitu perlakuan berupa pemberian suspensi glibenklamid 0,013 mg/kg BB dalam aquades dan kontrol negatif (K-) berupa aquades. Parameter yang diamati adalah kadar gula darah, kolestrol dan trigliserida. Pengukuran kadar gula darah, kolesterol, dan trigliserida mencit selama perlakuan dilakukan pada hari ke-17 dan 25. Hasil: Perlakuan yang efektif dalam menurunkan gula darah, kolesterol, dan trigliserida adalah dosis 2600 mg/kg BB, ditunjukkan dengan penuruanan kadar gula darah yang relative sama dengan kontrol positif glibenklamide.  Rata-rata kadar gula darah mengalami penurunan dari sebelumnya antara 258,9-264,3 mg/dl menjadi 165,2 mg/dl, kadar kolesterol sebelumnya antara 135 -149,1 mg/dl menjadi 82,1 mg/dl, serta kadar trigliserida sebelumnya antara 153,8 -159,6 mg/dl menjadi 79,3 mg/dl. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian ekstrak biji ganitri (Elaeocarpus sphaericus Schum.) terhadap penurunan kadar gula darah, kadar kolesterol, dan trigliserida. Semakin tinggi dosis yang diberikan maka semakin tinggi penuruanan kadar gula darah, kadar kolesterol dan trigliserida mencit jantan

    Skrining antikanker menggunakan metode BST (Brine Shrimp Lethality Test) pada ekstrak metanol daun saga (Abrus precatorius L.) dengan partisi etanol

    Full text link
    Latar belakang : Pengembangan senyawa antikanker dari bahan alami perlu dilakukan untuk meminimalisir efek samping dari penanganan penyakit kanker yang saat ini banyak dilakukan. Suatu senyawa dapat diketahui potensi antikankernya dengan pendekatan menggunakan metode BST (Brine Shrimp Lethality Test). Ekstrak metanol daun saga (Abrus precatorius L.) bersifat toksik terhadap larva A. salina Leach.   Tujuan : Mengetahui bagian teraktif dari ekstrak metanol daun saga yang dipartisi (dipisahkan) menggunakan pelarut etanol.   Metode : Ekstrak metanol daun saga dipartisi dengan pelarut etanol hingga terbentuk bagian larut dan tidak larut. Kedua bagian tersebut diuji menggunakan metode BST dengan 5 kali ulangan dan 3 replikasi yang masing-masing menggunakan 10  ekor larva A.salina.   Hasil : Dari perhitungan didapatkan nilai LC50 bagian larut etanol sebesar 144,544 ppm sedangkan nilai LC50 bagian tidak larut etanol sebesar 151,356 ppm.   Kesimpulan : Bagian larut etanol menyebabkan persentase kematian yang lebih tinggi daripada bagian tidak larut. Nilai LC50 bagian larut etanol lebih rendah dibanding bagian tidak larutnya. Semakin rendah nilai LC50 senyawa, maka semakin berpotensi pula untuk dikembangkan sebagai agen antikanker.   Kata kunci : toksisitas, Abrus precatorius L., Artemia salina Leach., antikanker, partisi.&nbsp

    Sediaan Granul Effervescent Dari Sari Buah Pepaya (Carica papaya L)

    Full text link
    ABSTRAK Latar Belakang : Zaman yang semakin modern  pola pikir masyarakat lebih senang akan sesuatu yang praktis, dikarenakan aktivitas masyarakat yang sangat padat yang menyebabkan masyarakat lupa dalam menjaga kebutuhan vitamin dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Umumnya masyarakat lebih senang mengkonsumsi yang serba instan, baik makanan atau minuman. Makanan atau minuman tersebut terkadang hanya memiliki sedikit vitamin yang dibutuhkan tubuh. Buah pepaya (Carica papaya L) merupakan sumber yang kaya akan nutrisi seperti, provitamin A, karotenoid, vitamin C, vitamin B, likopen, mineral diet dan serat makanan. Salah satu alternatif yang baru dalam meningkatkan konsumsi buah pepaya adalah dalam bentuk sediaan granul effervescent instan. Metode : Pada buah pepaya dirancang formula granul effervescent menjadi 3 formula yaitu F1, F2, dan F3 dilakukan proses juicer di dapatkan sari buah pepaya ditambahkan maltodekstrin menghasilkan serbuk, dilakukan 2 fase yaitu fase asam dan fase basa didapatkan granul fase asam dan granul fase basa, setelah itu kedua granul dicampurkan menghasilkan granul effervescent. Hasil : Hasil dari uji dapat di simpulkan bahwa pada formula 3 dan 2 granul effervescent sari buah pepaya memberikan evaluasi yang lebih baik di bandingkan formula 1. Formula 3 menjadi formula granul effevescent sari buah pepaya yang paling disukai konsumen karena memiliki bau yang khas. Kesimpulan : Sari Buah Pepaya dapat diformulasi menjadi sediaan granul Effervescent.   Kata Kunci : Carica papaya L, Granul effervescent, Juicer.   ABSTRACT Introduction : The modern the mindset for the community was happy to be something that was practical , because of the high that the community forget in maintaining the needs of vitamins and nutrition needed body .Generally the community prefer to consume in an instant , good food or drink .Food or drink is sometimes had few vitamin needed body. Papaya fruit ( carica papaya l ) is a source of rich in nutrients as, provitamin a, carotenoid, vitamin c,  vitamin b, lycopene, mineral diet and fibers food. One alternative new in fruit of the papaw increase consumption is in the form of preparations effervescent instant granule. Methoda : One fruit pepaya designed formula granule effervescent be 3 formula that f1 , f2 , and f3 done process juicer obtained juice pepaya added maltodekstrin produce of , conducted 2 phase namely the acid and the bases obtained granule phase acid and granule the bases , after both granule get mixed produce granule. Result : The results of the can be concluded that in formula 3 and 2 granule effervescent juice evaluation pepaya provide better compare formula 1. Formulas 3 be formula granule effevescent juice pepaya most favored consumers having a peculiar smell. Conclution : Papaya Fruit Essence can be formulated into EfferVescent granule preparations.   Keyword  : Carica papaya L, Granul effervescent, Juicer

    Pembentukan Pembentukan Kompleks Inklusi Ibuprofen Kombinasi Polimer beta siklodekstrin dan Hydroxypropyl Metylcelulose Menggunakan Teknik Kneading

    No full text
    Latar Belakang : Ibuprofen termasuk kedalam BCS kelas II yaitu memiliki kelarutan yang rendah tetapi memiliki permeabilitas tinggi.Berdasarkan literatur kombinasi beta siklodekstrin dan Hidroksipropil Metilselulosa dapat meningkatkan kelarutan. Tujuan :Untuk meningkatkan laju disolusi dari ibuprofen dalam bentuk kompleks inklusi dengan kombinasi beta siklodekstrin dan Hidroksipropil Metilselulosa Metoda :Menggunakan teknik kneading. Ibuprofen di buat dengan 4 formula dengan perbandingan beta siklodekstrin F1 (1:0,5), F2 (1:1), F3 (1:1.5), dan F4 (1:2) dan penambahan Hidroksipropil Metilselulosa 0.1 % dari jumlah formula. Formula yang telah dibuat selanjutnya dilakukan evaluasi yang meliputi persen perolehan kembali, laju disolusi, ,distribusi ukuran partikel, analisa FTIR, XRD dan SEM. Hasil :Hasil dari evaluasi menunjukan bahwa semua formula memenuhi persyaratan dengan penambahan beta siklodekstrin dan Hidroksipropil Metilselulosa kecuali formula 1. Hasil profil disolusi memperlihatkan bahwa adanya peningkatan laju disolusi. Kesimpulan :Dapat  disimpulkan bahwa kompleks inklusi ibuprofen dengan beta siklodekstrin dan Hidroksipropil Metilselulosa menggunakan teknik kneading dapat meningkatkan laju disolusi yang dapat dilihat dengan semakin banyak penambahan beta siklodekstrin dan Hidroksipropil Metilselulosa maka akan semakin tinggi kelarutan dan laju disolusinya. Formula yang paling baik yaitu formula 4 dengan perbandingan 1 : 2 (Ibuprofen : Beta siklodekstrin) dan penambahan Hidroksipropil Metilselulosa 0.1 % dari jumlah formula. Kata Kunci :Kompleks Inklusi, Ibuprofen, β- siklodekstrin, Hidroksipropil Metilselulosa, Kneading

    95

    full texts

    105

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Riset Informasi Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇