Riset Informasi Kesehatan
Not a member yet
    105 research outputs found

    Hubungan pola asuh dengan kejadian stunting (rekomendasi pengendaliannya di Kabupaten Lebong)

    Full text link
    Background: Lebong is the third highest district (34.4%) of stunting cases in Bengkulu Province, where the percentage of children under five is very short (11.8%) in Bengkulu2. The purpose of this study was to analyze the associated of parenting to stunting to children with ages 6-59 months and its control recommendation in Lebong district. Method: The type of research used was observational analytic, case control study design and purposive sampling technique. The population is mother and children with ages 6-59 months in August 2018. Quantitative data analysis (univariate and bivariate). Results: Stunting respondents in Lebong district had a history of parenting: non exclusive breastfeeding (55.20%), time for complementary feeding <6 months (55.20%), used poor health services (72.40%), low level of maternal knowledge (67.20%), poor environmental sanitation (77.60%) & poor psychosocial stimulation (94.80%). There was a relationship (P value <0.05) between history of breastfeeding, time of giving complementary feeding, utilization of health services, level of knowledge of mother, environmental sanitation, psychosocial stimulation to stunting in Lebong. Conclusion: Three factors dominant of parenting have influence to stunting in Lebong are utilization of health services, level of mother knowledge and psychosocial stimulation. The model of controled stunting risk factors in Lebong can be done through family empowerment aimed at the individual, community and health service levels.   Keywords: lebong, model, parenting style, stuntin

    Monitoring penggunaan antibiotik di Bangsal Penyakit Dalam RSUD Kerinci

    Full text link
    Latar Belakang : Tingginya penggunaan antibiotik akan meningkatkan  potensi penggunaannya yang tidak rasional dan berdampak pada tingkat mortalitas, biaya, kejadian efek samping obat dan resistensi. ATC/DDD merupakan standar yang telah di tetapkan WHO untuk menilai kuantitas penggunaan antibiotik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik di bangsal bedah rumah sakit umum daerah Kerinci tahun 2016 dan 2017 Metode : Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan metode purposif sampling. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 578 pada tahun 2016 dan 643 pada tahun 2017 dan kemudian diolah dengan metode ATC/DDD dan DU 90% Hasil : Hasil penelitian menunjukkan total DDD/100 patient day tahun 2016 sebesar (49,66 DDD/100 patient day) dan mengalami penurunan pada tahun 2017 menjadi (45,43 DDD/100 patient day). Antibiotik yang masuk kedalam segmen DU 90% tahun 2016 yaitu sefotaksim sebesar 83,83% (41,63 DDD/100 patient day) dan seftriakson sebesar 6,69% (3,32 DDD/100 patient  day)  dan  pada  tahun  2017  masih  sama  yaitu  sefotaksim sebesar 81,02%                                                                                       (36,81 DDD/100 patient day) dan seftriakson sebesar 10,77% (4,89 DDD/100 patient day). Kesimpulan : Penggunaan antibiotic sangat tinggi dan  yang masuk kedalam segman DU 90% berpotensi mengalami resistensi sehingga perlu diawasi penggunaannya.   Kata kunci: Kata kunci : ATC/DDD, DU 90%, Antibotik, Farmakoepidimiologi

    Hubungan indeks massa tubuh dan riwayat peradangan sendi dengan kejadian osteoartritis

    Full text link
    Latar Belakang : Osteoartritis merupakan kondisi yang menyerang lebih dari 27 juta orang dewasa di Amerika. Di Indonesia prevalensi osteoartritis yang tampak secara radiologis cukup tinggi, yaitu 15,5% pada pria dan 12,7% pada wanita. Indeks massa tubuh dan riwayat peradangan pada sendi merupakan salah satu faktor penyebab penyakit osteoartritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dan riwayat peradangan sendi dengan kejadian osteoartritis Di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi Tahun 2018.   Metode : Penelitian ini menggunakan desain case control. Populasi kasus yaitu seluruh pasien osteoartritis dan populasi kontrol yaitu seluruh pasien yang memiliki tanda dan gejala serupa yaitu nyeri dan kekakuan sendi. Pengambilan sampel diambil dengan matching jenis kelamin 1:1 yaitu terdiri dari sampel kasus sebanyak 25 dan sampel kontrol sebanyak 25 dengan tekhnik purposive sampling, instrumen pengumpulan data menggunakan lembar checklist,  hasil penelitian di uji secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square.   Hasil : Hasil analisis univariat pada kelompok kasus menunjukkan 72% responden memiliki IMT dengan kategori obesitas, 78% memiliki riwayat peradangan sendi sedangkan pada kelompok kontrol 64% responden memiliki IMT yang normal, dan 84% responden tidak memiliki riwayat peradangan sendi. Hasil analisis uji Chi-Square diketahui ada hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh dengan kejadian osteoartritis p-Value = 0,023 (p<0,05), daengan nilai Odds Ratio (OR) = 2,19, dan ada hubungan antara riwayat peradangan sendi dengan kejadian osteoartritis p-Value = 0,001 (p<0,05) dengan  nilai Odds Ratio (OR) = 11,15.   Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh dan riwayat peradangan sendi dengan kejadian osteoartritis di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi. Diharapkan kepada instansi terkait dapat meningkatkan upaya pencegahan, dengan melakukan komunikasi kepada pasien berupa pentingnya penurunan berat badan dan menjaga pola makan yang sehat. &nbsp

    Relationship Supervision and Motivation with Nurse Performance in Meeting Patient's Personal Hygiene Needs

    No full text
    Abstract Background: personal hygiene is one of the role of nurse in educating health service. It intends to keep patient’s hygiene during treatment. It is supported by supervision and motivation as stated in nurses’ job description. In fact, personal hygiene has not been run properly according standard operating procedure. The purpose of this study was to know the correlation between supervision and motivation with nurses’ performance in giving health service of personal hygiene in inpatient room.   Method: This study was a quantitative using cross sectional method. The samples consisted of nurses in surgical inpatient ward. Total sampling was employed; that is, there were 38 nurses taking part in this research. Data were collected through administering questionnaire. Then, univariate and bivariate analysis were used by using statistic chi-square test.   Result: univariate statistic test revealed that 22 (57,9%) of respondents had good performance, 26 (68.4%) of respondents confirmed that supervision run well, 24 (63.2%) of respondents stated that they had high motivation in instructing  personal hygiene. Bivariate analysis showed that there was a significant correlation between supervision and nurses’ performance (p-value 0.002<0.05) and there was a significant correlation between motivation and nurses’ performance (p-value 0,002 < 0,05).  Conclusion: there was a significant correlation between supervision and motivation with nurses’ performance in instructing personal hygiene to patients at surgical inpatient ward of Raden Matther hospital.   &nbsp

    Hubungan breastfeeding self-efficacy dengan motivasi dalam pemberian ASI eksklusif ibu hamil trimester 3 di Puskesmas Umbulharjo Yogyakarta

    Full text link
    Latar belakang: ASI merupakan sumber kehidupan bagi sang bayi pada periode extro-gestate atau pasca kelahiran. ASI eksklusif adalah pemberian air susu ibu untuk bayi di usia 0-6 bulan. Indonesia memiliki cakupan ASI ekslusif sebanyak 41,5% dan Yogyakarta memiliki presentase sebesar 71,6%. Kota Yogyakarta adalah cakupan ASI eksklusif terendah di D.I. Yogyakarta. Salah satu faktor keberhasilan pemberian ASI eksklusif adalah breastfeeding self efficacy dan motivasi. Breastfeeding self efficacy dan motivasi dapat terjadi pada ibu hamil trimester 3. Ketika Breastfeeding self efficacy dan motivasi tidak baik pada ibu hamil trimester 3 maka akan beresiko ibu tidak akan memberikan ASI eksklusif. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara breastfeeding self efficacy dengan motivasi dalam pemberian ASI eksklusif ibu trimester 3 di Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta. Metode: Rancangan pada penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan cross sectional. Responden dalam penelitian sebanyak 58 responden dengan teknik accidental sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan analisis data Kendall’s Tau. Hasil: Penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang signfikan antara breastfeeding self efficacy dengan motivasi dalam pemberian ASI eksklusif ibu trimester 3 di Puskesmas Umbulharjo I kota Yogyakarta, dengan nilai koefisien korelasi Kendall,s Tau 0,439 dan p value sebesar 0,001 (p<0,05). Kesimpulan: Semakin baik breasfeeding self efficacy ibu hamil trimester 3 maka akan semakin baik pula motivasi dalam pemberian ASI eksklusif ibu hamil trimester 3 dan begitu juga sebaliknya

    Faktor penggunaan siklamat pada penjual minuman di Sekolah Dasar wilayah kecamatan Telanaipura kota Jambi

    Full text link
    Latar Belakang : Siklamat merupakan salah satu komponen yang sering ditambahkan dalam bahan makanan, penggunaan siklamat di sejumlah negara telah dilarang, namun di indonesia masih diperbolehkan dengan batas maksimal penggunaan yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil suvei awal yang dilakukan peneliti dengan menguji sampel minuman di beberapa sekolah dasar wilayah kecamatan telanaipura kota jambi sebanyak 7 sampel terdapat sebanyak 57% minuman yang dijual mengandung siklamat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penjual minuman yang menggunakan siklamat dan yang berhubungan dengan faktor-faktor penggunaan siklamat pada penjual minuman di sekolah dasar wilayah kecamatan telanaipura kota jambi, yang dilaksanakan bulan Juli s/d Agustus 2018. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional, selanjutnya untuk melihat hubungan antara variabel dilakukan uji statistik dengan Chi-square.   Hasil : Hasil penelitian menunjukan dari 33 sampel minuman yang diuji terdapat sebanyak 24,2% minuman yang mengandung siklamat. Selain itu, sebanyak 21 responden (63,6%) memiliki tingkat pengetahuan rendah, 19 responden (57,6%) memiliki sikap negatif, 6 responden (18,2%) mempunyai akses mendapatkan siklamat mudah, dan 29 responden (87,9%) mengatakan petugas kesehatan berperan. Kesimpulan: Adapun faktor yang berhubungan dengan penggunaan siklamat adalah akses (p-value=0,020) dan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan (p-value 0,206) sikap (p-value 0,098) peran petugas kesehatan (p-value 0,241) dengan penggunaan siklamat pada penjual minuman di sekolah dasar wilayah kecamatan telanaipura kota jambi.   Saran: Disarankan untuk sekolah melakukan pengawasan internal (evaluasi) menggunakan lapor terkait kantin sekolah dan peran puskesmas untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada penjual agar penjual paham tentang siklamat yang bertujuan supaya penjual minuman yang masih menggunakan siklamat tidak menggunakannya kembali.     Kata Kunci:  siklamat, pengetahuan, sikap, akses

    Pengaruh Slow Deep Breathing Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi

    Full text link
    Latar belakang : Hipertensi merupakan salah satu penyakit pada sistem kardiovaskuler yang memiliki angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Tekanan darah tinggi pada pasien hipertensi dapat diatasi dengan terapi farmakologis dan non farmakologis.Salah satu terapi non farmakologis adalah terapi relaksasi napas dalam. Data kasus hipertensi di Puskesmas Simpang IV Sipin pada tahun 2015 sebanyak 1193 kasus meningkat menjadi 2026 kasus pada tahun 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh slow deep breathing terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Simpang IV Sipin. Metode : Penelitian ini merupakan quasi exsperimen dengan pendekatan one group pre test and post test. Sampel penelitian adalah penderita hipertensi dengan jumlah sampel sebanyak 17 responden dan diambil secara Purposive sampling.Pengumpulan data dengan menggunakan alat ukur spygnomano meter air raksa dan melakukan slow deep breathing.Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji wilxocon. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan tekanan darah responden setelah diberikan slow deep breathing yaitu tekanan darah sistolik sebesar 11,18 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 2,94 mmHg. Hasil analisis dengan menggunakan uji wilxocon dengan tingkat kepercayaan 95% dengan α 5% (0,05) didapat nilai p-value tekanan darah sistolik 0,000 dan tekanan darah diastolik 0,166). Hal ini menunjukkan slow deep breathing memiliki pengaruh terhadap penurunan tekanan darah sistolik, tetapi tidak memiliki pengaruh terhadap tekanan darah diastolik pada penderita hipertensi. Kesimpulan dan Saran : kesimpulan menunjukkan adanya pengaruh slow deep breathing terhadap tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi. Diharapkan perawat dapat memberikan latihan slow deep breathing sebagai manajemen non farmakologi dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien hipertensi primer

    Evaluasi Kepatuhan Pasien Hipertensi Lanjut Usia Melalui Home Pharmacy Care Di WilayahKerja Puskesmas Paal V Jambi

    Full text link
    Latar Belakang : Hipertensi termasuk penyakit the silent killer yang merupakan suatu faktor resiko utama dari penyakit jantung dan stroke. Penyakit pada lanjut usia biasanya bersifat kronis. Home pharmacy care dapat meningkatkan kepatuhan pasien sehingga meningkatkan kualitas hidup dan tingkat kesembuhan pasien. Tujuan penelitian ini untuk evaluasi kepatuhan pasien hipertensi lanjut usia melalui home pharmacy care di wilayah kerja  Puskesmas Paal V Jambi. Metode : Penelitian ini merupakan observasional analisis dengan pengambilan sampel secara purposive sampling pada pasien rawat jalan di Puskesmas  Paal V Jambi dengan kriteria inklusi sebanyak 60 pasien. Kepatuhan pasien diukur menggunakan kuesioner  Modifikasi Morisky Medication Adherence Scale (MMAS) untuk menilai kepatuhan terapi, data dianalisis secara statistik mengunakan SPSS. Hasil : Dari uji Wilcoxon diperoleh nilai Significancy 0,000 (p < 0,05) yang artinya didapatkan ada pengaruh dilakukan home pharmacy care terhadap responden pasien hipertensi lanjut usia baik sebelum  dan sesudah dilakukannya home pharmacy care. Dari uji Spearman Rho diperoleh nilai significancy p > 0,05 pada kepatuhan terhadap tekanan darah sistol dan diastol  yang artinya  tidak ada hubungan antara kepatuhan dengan  tekanan darah sistol dantekanan darah diastol pasien hipertensi lanjut usia di wilayah Kerja Puskesmas Paal V Jambi. Kesimpulan : Adanya pengaruh  home pharmacy care terhadap kepatuhan dan tekanan darah sehingga meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi lanjut usia di wilayah kerja Puskesmas Paal V Jambi.   Background : Hypertension includes the silent killer disease which is a major risk factor for heart disease and stroke. The elderly disease is usually chronic. Home pharmacy care can improve patient compliance so as to improve the quality of life and cure rate of patients. The purpose of this study was to evaluate the compliance of elderly hypertension patients through home pharmacy care in the Paal V Jambi Puskesmas work area. Method : This study was an observational analysis with purposive sampling on outpatients at Paal V Jambi Health Center with inclusion criteria of 60 patients. Patient compliance was measured using the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS) Modification questionnaire to assess therapy adherence, data were analyzed statistically using SPSS. Results : From the Wilcoxon test, the Significant value was 0,000 (p < 0,05) which means that there was an effect of home pharmacy care on the respondents of elderly hypertension patients both before and after doing home pharmacy care. From the Spearman Rho test, there was a significance value of p > 0.05 in adherence to systole and diastolic blood pressure, which means that there was no relationship between adherence to systolic blood pressure and diastolic blood pressure in elderly hypertensive patients in the Paal V Jambi Health Center. Conclusion : the influence of home pharmacy care on adherence and blood pressure thus increasing the compliance of elderly hypertension patients in the Paal V Jambi Health Center work area

    Hubungan asupan natrium, kalium; indeks masa tubuh, lingkar pinggang dengan tekanan darah pria dewasa muda

    Full text link
    Hubungan asupan natrium, kalium; indeks masa tubuh, lingkar pinggang dengan tekanan darah pria dewasa muda Evelin Malinti 1. Yunus Elon 2 1 2 Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia Email: [email protected]   Abstrak Latar belakang: Peningkatan tekanan darah pada usia muda meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular. Kondisi obesitas dan  kecendrungan diet tinggi natrium dan rendah kalium menjadi penyebab peningkatan tekanan darah pada usia muda. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara asupan natrium-kalium, indeks masa tubuh, dan lingkar pinggang dengan tekanan darah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan cross sectional design menggunakan teknik purposive sampling untuk mendapatkan responden yang sesuai kriteria inklusi. Hasil: Data deskriptif menunjukkan bahwa responden memiliki asupan natrium yang cukup tinggi dan asupan kalium rendah. Sebagian besar responden memiliki IMT normal, namun 36% IMT tergolong overweight dan obesitas, sedangkan dari segi lingkar pinggang, responden memiliki ukuran lingkar pinggang normal. Berdasarkan tekanan darah sistolik sebagian besar responden tergolong memiliki tekanan darah normal (56%), elevated (36%), HT-1 (4%), dan HT-2 (4%). Berdasarkan tekanan darah diastolik, responden yang memiliki tekanan darah normal (28%), HT-1 (60%), dan HT-2 (12%). Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa  hubungan antara asupan natrium, kalium, dan lingkar pinggang dengan tekanan darah sistolik dan diastolik p>.05.  Sedangkan hubungan antara IMT dengan tekanan darah sistolik dan diastolik p<.05. Kesimpulan: Tidak ada hubungan signifikan antara asupan natrium, kalium, dan lingkar pinggang dengan tekanan darah, dan terdapat hubungan signifikan antara IMT dengan tekanan darah. Pria dewasa muda perlu melakukan usaha mengontrol tekanan darah dengan mencapai IMT yang ideal dan memperhatikan angka kecukupan asupan natrium dan kalium.   Kata Kunci: asupan natrium, asupan kalium, IMT, lingkar pinggang, tekanan dara

    Perbandingan Validitas Skala Ukur Nyeri VAS dan NRS Terhadap Penilaian Nyeri di IGD RSUD Raden Mattaher Jambi

    Full text link
    Latar belakang : Nyeri merupakan pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang aktual atau potensial. Nyeri merupakan salah satu sebab utama mengapa seseorang mengunjungi IGD. Pelayanan gawat darurat dikatakan terlambat apabila pelayanan terhadap pasien gawat dan atau darurat dilayani oleh petugas IGD rumah sakit > 15 menit, maka diperlukan kecepatan dan ketepatan dalam melakukan pengkajian nyeri di IGD. Terdapat berbagai jenis alat untuk mengukur intensitas nyeri di IGD Rumah Sakit diantaranya yang paling sering digunakan yaitu VAS dan NRS. Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantittif dengan desain penelitian studi perbandingan. Pengambilan samel dengan accidental sampling. Pengumpulan data dilaksanakan di IGD tanggal 03 Juni sampai 16 Juni 2017 kemudian didapat sebanyak 76 responden dengan keluhan nyeri, uji yang digunakan yaitu uji kappa untuk melihat perbedaan skala ukur nyeri VAS dan NRS, kemudian uji sensitivitas, spesifitas dan akurasi untuk melihat skala ukur nyeri yang lebih baik digunakan . Hasil : Analisis univariat nyeri responden dengan menggunakan skala VAS banyak yang nyeri sedang 41 orang, NRS lebih banyak yang nyeri berat yaitu 37 orang. Analisis bivariat menggunakan uji kappa dengan p-value (0,00) < α (0,05), sensitivitas VAS (85,4%), NRS (93%), spesifitas VAS (45,9%), NRS (31,7%), akurasi VAS (50%), NRS (50%) Kesimpulan : NRS lebih baik digunakan sebagai alat ukur untuk menilai nyeri dikarenakan nilai sensitivnya lebih besar dari skala ukur nyeri VAS. Kata kunci : NRS, VAS, Nyer

    95

    full texts

    105

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Riset Informasi Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇