Forum Arkeologi
Not a member yet
534 research outputs found
Sort by
FUNGSI DAN MAKNA TINGGALAN ARKEOLOGI DI SUBAK BUBUNAN SUKAWATI GIANYAR, BALI
This research was conducted based on the findings of archaeological remains in Subak Bubunan Sukawati rice field by the community in 2014 when cutting down the banyan tree. After doing data collection and description, it is followed by a more in-depth discussion, which aims to know the functions and meanings for the community. The data collection in this research is done using observation method, interview, and literature study through qualitative approach which then analyzed using functional theory and semiotics theory. The results show the function of the past and present archaeological remains in Subak Bubunan Sukawati based on the mythology, origin, and community activities are not completely the same, and some have changed the function. Meaning of Archaeological Remains in Subak Bubunan Sukawati is known based on the signs they have such as decoration (attributes), mythology, and community activities in utilizing the archaeological remains. Some of the meanings that are successfully examined are the meaning of fertility, the meaning of power, and the meaning of religion. Penelitian ini dilakukan berdasarkan atas temuan tinggalan arkeologi di kawasan sawah Subak Bubunan Sukawati oleh masyarakat pada tahun 2014 ketika menebang pohon beringin. Tinggalan arkeologi yang telah dilakukan pendataan maupun pendeskripsian ini dilanjutkan dengan pembahasan lebih mendalam, yang bertujuan untuk mengetahui fungsi dan maknaannya bagi masyarakat. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode observasi, wawancara, serta studi kepustakaan melalui pendekatan kualitatif yang selanjutnya dianalisis menggunakan teori fungsional dan teori semiotika. Hasil penelitian menunjukkan fungsi masa lampau dan sekarang tinggalan arkeologi di Subak Bubunan Sukawati berdasarkan atas mitologi, asal usul, dan aktivitas masyarakat tidak seutuhnya sama, bahkan ada yang mengalami perubahan fungsi. Makna Tinggalan arkeologi di Subak Bubunan Sukawati diketahui berdasarkan tanda-tanda yang dimilikinya seperti hiasan (atribut), mitologi, dan aktivitas masyarakat dalam memanfaatkan tinggalan arkeologi tersebut. Beberapa makna yang berhasil ditelisik adalah makna kesuburan, makna kekuasaan, dan makna religi
KRITIK TEKS PRASASTI SATRA
Satra Inscription is one of the inscriptions which have never been wholly studied before, so epigraphy study of the inscription become significant. This research aims to evaluate the information contained in Satra Inscription for the purpose of reconstructing cultural history and placing it in historical context. The methods used in this research consist of data collection, analysis, and interpretation. The data were collected through observation and literature study. Analysis was done using textual critic approach, and interpretation was done by explaining the relevance of Satra Inscription in historical context. The research shows that Satra Inscription is a copied inscription (tinulad), and assumed of being inscribed after the middle of the 15th century AD. The inference is based on the inconsistency between the king’s name and the year mentioned. Palaeography study, the usage, and language pattern of the inscription are also strengthen the inference that Satra Inscription as copied inscription. Textual critic of the inscription shows that the usage of informations contained in Satra Inscription as historical data needs to be carefully used. Prasasti Satra merupakan salah satu temuan prasasti baru yang belum pernah diteliti secara menyeluruh, sehingga kajian epigrafi terhadap prasasti ini menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi informasi yang ada di Prasasti Satra untuk kepentingan rekonstruksi sejarah kebudayaan dan menempatkannya di dalam konteks sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data, analisis data, dan penafsiran data. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan studi pustaka. Analisis data dilakukan melalui kritik teks, dan penafsiran data dilakukan dengan memaparkan relevansi Prasasti Satra di dalam konteks sejarah. Penelitian ini menunjukkan bahwa Prasasti Satra merupakan prasasti tinulad, yang penulisannya diduga setelah pertengahan abad ke-15 Masehi. Dugaan tersebut muncul berdasarkan adanya ketidaksesuaian antara penyebutan nama raja dengan angka tahun yang tercantum. Tinjauan dari aspek paleografi, penggunaan, dan pola bahasanya juga menguatkan dugaan tersebut. Kritik teks terhadap Prasasti Satra diperlukan agar tedapat kehati-hatian ketika menggunakan informasi yang terkandung di dalam Prasasti Satra sebagai data sejarah. Kata kunci: prasasti, satra, kritik teks, tinulad
SEBARAN BANGUNAN PILLBOX SEBAGAI STRATEGI PERTAHANAN JEPANG DI TELUK AMBON
One characteristic of the Japanese defense system is the existence of pillboxes. During the Japanese occupation of Ambon Island, the construction of the pillboxes was carried out in massive numbers as a defense strategy to anticipate attacks by the Allies who wanted to retake Ambon Island territory. The purpose of this study was to determine the distribution pattern of Pillboxes and analyze the distribution of Pillboxes as part of the Japanese defense strategy in defending Ambon Bay. The data collection method uses the field observation method along the coast of the Ambon Bay which is the entrance of the sea traffic and airlines. This location is the center of settlements and government so that almost all strategic infrastructure is in this region — spatial data obtained from each pillbox object coupled with the Architectural Documentation Center (PDA) inventory data in 2007, then associated with related literature data, processed using Geographic Information System applications to produce the descriptive analysis. The results of this study indicate that the distribution of pillboxes location is generally divider into coastal and hilly locations and there are concentrations in strategic areas. The general conclusion of this study is the pillboxes placement strategy is an effective strategy both in attack and defense. Salah satu ciri khas dari sistem pertahanan Jepang yaitu keberadaan pillbox. Pada masa pendudukan Jepang di Pulau Ambon, pembangunan pillbox dilakukan dalam jumlah masif sebagai strategi pertahanan untuk mengantisipasi serangan Sekutu yang ingin merebut kembali wilayah Pulau Ambon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola sebaran Pillbox dan menganalisis sebaran Pillbox sebagai bagian dari bentuk strategi pertahanan Jepang dalam mempertahankan Teluk Ambon. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi lapangan di sepanjang pesisir Teluk Ambon yang merupakan pintu masuk jalur laut dan udara. Lokasi ini merupakan pusat permukiman dan pemerintahan, sehingga hampir seluruh infrastruktur strategis berada di wilayah ini. Data spasial yang diperoleh dari setiap objek pillbox ditambah dengan data inventaris Pusat Dokumentasi Arsitektur (PDA) tahun 2007, lalu dikaitkan dengan data literatur terkait, diolah dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografis untuk menghasilkan analisa deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebaran lokasi pillbox secara umum terbagi atas lokasi pantai dan perbukitan serta terdapat konsentrasi pillbox di lokasi strategis. Kesimpulan umum dari penelitian ini adalah strategi penempatan pillbox merupakan strategi yang efektif baik dalam menyerang maupun bertahan
ARCA DI CANDI CETHO: INTERPRETASI BARU SEBAGAI ARCA PANJI
One of the influence of Indian culture that developed rapidly in the classical Indonesia period is a manufacute of statues. This remind is not rarely associated with contruction of holy and a particular religion. Talking about the statue not regardless of the a figures in statue. Furthermore, thus study wants to identity the statue which is located in the V terrace of Cetho Temple who contain meaning aesthetic. This statue has a height 99 cm, wide 15 cm, and wearing the head covering some kind of hat/tekes. Data collection was done through observation and literature review. Data analysis was using qualitative and comparative. Result showed that this statue is figure of Panji. It rests upon a comparison with Panji Statue from Selokelir temple and Grogol. The Panji Statue is used as a medium by the rsi who lived in Cetho Temple at that time. Therefore, Panji is considered as special person. For it, to hold the cult the Panji of hope can deliver the rsi to the God. Salah satu pengaruh kebudayaan India yang berkembang pesat dalam periode Masa Klasik Indonesia adalah pembuatan arca. Peninggalan ini tidak jarang berkaitan dengan pembangunan sebuah tempat suci dan agama tertentu. Berbicara mengenai arca tidak terlepas dari tokoh yang diarcakan. Untuk itu penelitian ini ingin mengidentifikasi arca yang terletak di teras ke lima Candi Cetho yang sarat mengandung makna estetis. Arca tersebut memiliki tinggi 99 cm, lebar 15 cm, dan mengenakan penutup kepala semacam topi/tekes. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi dan kajian pustaka. Analisis yang digunakan kualitatif dan komparatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa arca yang terletak di teras ke lima Candi Cetho merupakan tokoh Panji. Hal ini berdasarkan atas perbandingan yang dilakukan dengan arca Panji dari Candi Selokelir dan Grogol. Sangat mungkin tokoh Panji ini dijadikan sebagai media pemujaan oleh kaum rsi dan pertapa yang tinggal di Candi Cetho kala itu, karena Panji dianggap sebagai sesosok yang istimewa dan mempunyai kelebihan pada dirinya. Untuk itu dengan mengadakan pemujaan terhadap Panji berharap dapat menghantarkan si pemuja kepada Tuhan. Kata kunci: arca, panji, pemujaan