J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Not a member yet
180 research outputs found
Sort by
COMMISSIVE ILLOCUTIONARY SPEECH ACT OF TRADERS' SPEECH IN WIYONO MARKET, PESAWARAN, AND ITS IMPLICATION TOWARD THE LEARNING OF BAHASA INDONESIA IN SENIOR HIGH SCHOOL
The focus of this research discusses the types of commission illocutionary speech acts in the speech of traders at the Wiyono Market, Pesawaran and their interactions with Indonesian Language learning in high school. In this regard, this study aims to describe the types of commission illocutionary speech acts in the speech of traders at the Wiyono Market, Pesawaran and their interactions in Learning Indonesian in high school.The method used in this study is a qualitative description. The source of data in this study is the speech of traders at the Wiyono Market, Pesawaran. Data collection techniques used are observation, observation, and recording.The results of this study indicate that there are commissive illocutionary speech acts in Pasar Wiyono Pesawaran which include commissive illocutionary speech acts of vowing function consisting of two data, commissive illocutionary speech acts of promised function consisting of seventeen data, and commissive speech acts of offering function consisting of sixteen data.Fokus penelitian ini membahas jenis-jenis tindak tutur ilokusi komisif pada tuturan pedagang di Pasar Wiyono Pesawaran dan implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Sehubungan dengan itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis tindak tutur ilokusi komisif pada tuturan pedagang di Pasar Wiyono Pesawaran dan implikasinya pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA.Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini ialah tuturan pedagang di Pasar Wiyono Pesawaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik pengamatan, simak catat, dan perekaman.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tindak tutur ilukosi komisif di Pasar Wiyono Pesawaran yang meliputi tindak tutur ilokusi komisif fungsi berkaul terdiri atas dua data, tindak tutur ilokusi komisif fungsi menjanjikan terdiri atas tujuh belas data, dan tindak tutur ilokusi komisif fungsi menawarkan terdiri atas enam belas data.Keywords: commissive speech acts, vows, offers, and promisesDOI Artikel: https://doi.org/10.23960/J-Simbol/v10i1.2022.01
PERAN HUMOR TOKOH NAGABONAR DALAM SKENARIO FILM NAGABONAR KARYA ASRUL SANI
Artikel ini membuktikan skenario film sebagai sebuah karya sastra, dan membahas peran humor tokoh Nagabonar serta lelucon nilai-nilai perjuangan kemerdekaan dalam skenario film Nagabonar Karya Asrul Sani. Metode yang digunakan adalah semiotika Charles Sanders Peirce dan telaah humor dalam perspektif psikologis. Hasil analisis yang didapatkan berdasarkan penelaahan secara struktur dalam perspektif komunikasi teks, membuktikan bahwa skenario film merupakan sebuah karya tekstual yang dapat dikaji berdasarkan hakikat sebuah karya sastra. Dan analisis mengenai humor tercipta dan berperan sebagai respons atau mekanisme pertahanan diri pada tokoh Nagabonar, serta sebagai penjungkiran terhadap konsep dan logika stereotipe kepahlawanan di Indonesia. This article proves the film scenario as a literary work, and discusses the role of humor in Nagabonar characters and jokes about the values of the struggle for independence in Asrul Sani's Nagabonar film scenario. The method used is Charles Sanders Peirce's semiotics and the study of humor in a psychological perspective. The results of the analysis obtained based on structural analysis in the perspective of text communication prove that a film scenario is a textual work that can be studied based on the nature of a literary work. And an analysis of humor created and acting as a response or self-defense mechanism to the Nagabonar character, as well as a reversal of the concept and logic of stereotypes of heroism in Indonesia.Keywords: Nagabonar, Independence, HumorDOI Artikel: https://doi.org/10.23960/J-Simbol/v10i2.2022.1
EFEKTIFITAS APLIKASI CANVA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MASA KINI
Persaingan dalam dunia pendidikan membuat para pendidik berlomba lomba untuk meningkatkan kualitas peserta didik dalam bidang akdemik dan non akademik. Salah satu cara memicu keseriusan siswa untuk belajar adalah membuat ide menarik dalam proses menyampaikan pembelajaran, Pemanfaatan penggunaan media pembelajaran yang beragam memiliki banyak fungsi guna untuk mengantarkan pendidik menyalurkan ilmu yang akan dipelajari peserta didik agar tercapai tujuan dari pembelajaran. Salah satu media yang menarik dan mudah diakses untuk menciptakan media pembelajaran yang bermacam-macam gambar adalah aplikasi Canva yang dirancang untuk memudahkan pendidik dalam mengkreasikan antara materi yang akan diberikan dengan bermacam fitur yang dikemas dalam aplikasi canva.Competition in the world of education makes educators compete to improve the quality of students in the academic and non-academic fields. One way to trigger students' seriousness to learn is to create interesting ideas in the process of delivering learning. The use of diverse learning media has many functions to deliver educators to channel the knowledge that students will learn in order to achieve the goals of the learner. One of the interesting and accessible media for creating learning media with various images is the Canva application which is designed to make it easier for educators In creating between the material to be provided with various features packaged in the Canva application.Keywords: canva; design; presentationDOI Artikel: https://doi.org/10.23960/J-Simbol/v10i2.2022.0
KESANTUNAN BERTUTUR DALAM CERPEN LEBARAN DI PERANTAUAN KARYA ETI NURHALIMAH
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana kesantunan yang digunakan dalam dialog cerita pendek oleh karakter tokoh Lebaran di Perantauan karya Eti Nurhalimah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesantunan bertutur dalam cerita pendek Lebaran di Perantauan menggunakan beragam maksim kesantunan, yaitu maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim kerendahan hati, dan maksim kesepakatan. Selain itu, dalam dialog cerita pendek ini juga terdapat pelanggaran terhadap maksim kesantunan, yaitu pelanggaran maksim pujian.This study aims to describe how politeness is used in short story dialogues by Eti Nurhalimah's Lebaran in Overseas characters. This study used the descriptive qualitative method. The study results show that politeness in the short stories of Lebaran in Overseas uses a variety of politeness maxims, namely the maxim of wisdom, the maxim of generosity, the maxim of humility, and the maxim of agreement. In addition, in this short story dialogue, there is a violation of the politeness maxim, namely the violation of the maxim of praise.Keywords: maxims, politeness, short stories.DOI Artikel: https://doi.org/10.23960/J-Simbol/v9i1.2021.3
LITERATUR RIVIEW: EFEKTIFITAS PENGGUNAAN AUGMENTED REALITY SEBAGAI MEDIA DALAM PEMBELAJARAN
This study describes the exposure of the effectiveness of using augmented reality as a learning medium in the learningprocess. The method used in this study is the literature study method, more precisely, by using content analysis techniques. From the results of this study a conclusion can be drawn that augmentedreality can be usedas a learning medium. Augmented reality has a good impact such as triggering the attractiveness of students to want to learn the material andfostering creativity for teachers in teaching. The effectiveness of using augmented reality as a medium is proven by the results of research related to augmented reality-based learning media which has validated the effectiveness of its use. Penelitian ini menjelaskan tentang pemaparan efektivitas penggunaan augmented reality sebagai media pembelajaran dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu adalah metode studi literatur lebih tepatnya yaitu dengan menggunakan teknik analisis konten. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa augmented reality dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Augmented reality memberikan dampak baik seperti pemicu daya tarik peserta didik untuk mau mempelajari materi serta menumbuhkan kreativitas bagi guru dalam mengajar. Efektivitas dari penggunaan augmentedrealitysebagai media dibuktikan dengan hasil penelitian terkait media pembelajaran berbasis augmentedreality yang sudah tervalidasi keefektifan penggunaannya.Keywords: Augmented Reality, Learning MediaDOI Artikel: https://doi.org/10.23960/J-Simbol/v10i2.2022.0
TINDAK PERLOKUSI DALAM GELAR WICARA MATA NAJWA EPISODE COBA-COBA TATAP MUKA DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP
The problem in this research is the perlocutionary act in Mata Najwa Talkshow, Trying Face-to-face Episode and its implications for learning Indonesian in junior high school. This study uses descriptive qualitative method. Data collection techniques were carried out by observing and taking notes. The data source of this research is the speech in Mata Najwa Talkshow, Trying Face-to-Face Episode. This study shows that there are 82 illocutionary acts that are expressed by speakers with certain perlocutions from the speech partners. The illocutionary and perlocutory acts that dominating were assertive illocutionary acts with positive responsive verbal perlocutions (22 data), while non-responsive verbal perlocutions were not found at all. This research can be implicated in learning Indonesian in Basic Competency Junior High Schools 3.9 and 4.9. Summarizing the content of ideas, opinions, arguments that support and against as well as the solutions for actual problems in the discussion texts that are read and heard. Masalah dalam penelitian ini adalah Tindak Perlokusi dalam Gelar Wicara Mata Najwa Episode Coba-Coba Tatap Muka dan implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara simak dan catat. Sumber data penelitian ini adalah tuturan dalam Gelar Wicara Mata Najwa Episode Coba-Coba Tatap Muka. Penelitian ini menunjukkan ada 82 tindak ilokusi yang diungkap oleh penutur dengan perlokusi tertentu dari mitra tutur. Tindak ilokusi dan perlokusi yang mendominasi adalah tindak ilokusi asertif berperlokusi verbal responsif positif (22 data), sedangkan tindak ilokusi berperlokusi verbal nonresponsif tidak ditemukan sama sekali. Penelitian ini dapat diimplikasikan pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Kompetensi Dasar 3.9 dan 4.9 Menyimpulkan isi gagasan, pendapat, argumen yang mendukung dan yang kontra serta solusi atas permasalahan aktual dalam teks diskusi yang dibaca dan didengar.Keywords: illocutionary acts, perlocutionary acts, Mata Najwa’s Talk ShowDOI Artikel: https://doi.org/10.23960/J-Simbol/v10i1.2022.0
PEMANFAATAN MEDIA BERBASIS ISPRING SUITE UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN BAHASA: LITERATURE REVIEW
One of the software that can be used in learning is iSpring Suite. This papers presents a literature review on the use of iSpring Suite as a learning media. The literature was taken from Google Scholar and filtered through Publish or Perish using the keyword “media pembelajaran bahasa berbasis iSpring Suite”. Journal articles that are used as references are published in the year range of 2017-2022. The results of the literature screening selected 7 journal articles that match certain criteria. The results of a review of journal articles show that iSpring Suite has been widely used and developed as a learning media and suitable for all levels of education. Therefore, iSpring Suite can be used as an option for the use and development of learning media to increase the motivation and learning outcomes of students. Salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan dalam pembelajaran ialah iSpring Suite. Literature review ini menyajikan tinjauan pustaka tentang pemanfaatan iSpring Suite sebagai media pembelajaran. Literatur diambil dari Google Scholar dan penjaringan melalui Publish or Perish dengan menggunakan kata kunci “media pembelajaran bahasa berbasis iSpring Suite”. Artikel jurnal yang dijadikan referensi yaitu diterbitkan pada rentang tahun 2017-2022. Hasil skrining literatur tersebut terpilih 7 artikel jurnal yang sesuai kriteria tertentu. Hasil review artikel jurnal menunjukkan bahwa iSpring Suite telah banyak dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai media pembelajaran dan tepat digunakan dalam segala jenjang pendidikan. Oleh karena itu, iSpring Suite dapat dijadikan pilihan pemanfaatan dan pengembangan media pembelajaran untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik. Keywords: ispring suite, learning media, literature reviewDOI Artikel: https://doi.org/10.23960/J-Simbol/v10i2.2022.0
KARAKTER TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RINDU KARYA TERE LIYE DAN IMPLIKASINYA SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR DI MADRASAH ALIYAH (MA)
This study aims to describe the main character of the novel Rindu by Tere Liye and to describe the results of the research on the character of the main character of the novel Rindu by Tere Liye as an alternative teaching material at Madrasah Aliyah (MA). The method used in this research is descriptive qualitative. The data source of this research is the novel Rindu by Tere Liye. The data analysis technique used is the text content analysis technique. The results showed that there were four main characters including Ahmad Karaeng (Gurutta), Daeng Andipati, Ambo Uleng and Bonda Upe. The character includes five aspects including honest character (shidq), trustworthy character (amanah), character conveying orders (tabligh) and intelligent character (fathanah). The implication of the results of this study is that it can be used as an alternative teaching material to support the character education curriculum at Madrasah Aliyah (MA).Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter tokoh utama yang terdapat dalam novel Rindu karya Tere Liye dan mendeskripsikan hasil penelitian karakter tokoh utama novel Rindu karya Tere Liye sebagai alternatif bahan ajar di Madrasah Aliyah (MA). Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Sumber data dari penelitian ini adalah novel Rindu karya Tere Liye. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat karakter tokoh utama meliputi Ahmad Karaeng (Gurutta), Daeng Andipati, Ambo Uleng dan Bonda Upe. Karakter tersebut meliputi lima aspek diantaranya karakter jujur (shidq), karakter terpercaya (amanah), karakter menyampaikan perintah (tabligh) dan karakter cerdas (fathanah). Implikasi hasil penelitian ini adalah dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar untuk mendukung kurikulum pendidikan karakter di Madrasah Aliyah (MA). Keywords: Main character, the novel Rindu, implications.DOI Artikel: https://doi.org/10.23960/J-Simbol/v10i1.2022.0
PROSES KREATIF PENGARANG NOVEL THE POWER OF DREAM NINA NURRAHMAH DAN IMPLEMENTASINYA PADA RANCANGAN PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA KELAS XII
The purpose of this study is to describe the creative process of Nina Nurrahmah as the author of the novel The Power of A Dream and its implementation in the design of learning literature in high school class XII. This research was conducted to overcome the problems that exist in high school class XII regarding novel design. The results showed that there was a series of creative processes that Nina went through. Nina's creative process starts from the urge to write, activities before writing, activities during writing, to activities after writing. Starting from the reason for writing, conducting interviews before writing, the repetitive activities carried out while writing, until the stage where the work was finished all reflecting Nina's cultural, religious, and educational background. All of Nina's creative processes are very worthy of being used as inspiration in creating effective and interesting learning, which can be implemented in the RPP (Learning Implementation Plan).Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan proses kreatif Nina Nurrahmah sebagai pengarang novel The Power of A Dream dan implementasinya pada rancangan pembelajaran sastra di SMA kelas XII. Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang terdapat di SMA kelas XII tentang perancangan novel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif. Proses kreatif Nina dimulai dari dorongan untuk menulis, kegitan sebelum menulis, kegiatan selama menulis, hingga kegiatan setelah menulis. Mulai dari alasan menulis, melakukan wawancara terlebih dahulu sebelum menulis, kegiatan berulang yang dilakukan saat menulis, hingga sampai pada tahap karya selesai ditulis semua sangat mencerminkan latar belakang budaya, agama, dan pendidikan Nina. Semua proses kreatif Nina ini sangat layak untuk dijadikan inspirasi dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan menarik, dapat diimplementasikan ke dalam rancangan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Keywords: Tcreative, process, learning literatureDOI Artikel: https://doi.org/10.23960/J-Simbol/v10i1.2022.0
STUDI LITERATUR: PENINGKATAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN PENGEMBANGAN MEDIA POWERPOINT BERBASIS ISPRING SUITE
Learning media plays a very important role in the learning process in the classroom. Learning media functions as an intermediary for educators to provide learning materials to students. By choosing the right media, learning can take place effectively and efficiently. In addition, rapid technological developments also affect the media used for learning. Along with these developments, learning media emerged. Android application is one of the results of technological developments in the world of education. One of the interactive media that can be accessed using Android is iSpring Suite which has many interesting features, one of which is interactive quizzes and can be created according to the educator's wishes.Media pembelajaran memegang peranan yang sangat penting dalam proses pembelajaran di kelas. Media pembelajaran berfungsi sebagai perantara bagi pendidik untuk memberikan materi pembelajaran kepada siswa. Dengan memilih media yang tepat, pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien Selain itu, perkembangan teknologi yang pesat juga mempengaruhi media yang digunakan untuk pembelajaran Seiring dengan perkembangan tersebut muncullah media pembelajaran. Aplikasi android merupakan salah satu hasil perkembangan teknologi dalam dunia pendidkan. Salah satu media interaktif yang dapat dikases menggunakan android yakni iSpring Suite yang memiliki banyak fitur menarik salah satunya yakni kuis interaktif dan dapat dikreasikan sesuai dengan keinginan pendidik. Keywords: interest in learning and iSpring Suite DOI Artikel: https://doi.org/10.23960/J-Simbol/v10i2.2022.0