J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Not a member yet
180 research outputs found
Sort by
PENGGUNAAN DAN PENYIMPANGAN PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA PADA KOMENTAR KONTRA WARGANET DIKANAL YOUTUBE GITA SAFITRI DEVI DALAM KONTEN VIDEO “CHILDFREE: SERBA SALAH DIMATA WARGANET”
This research aims to describe the usage and deviation of politeness in language in negative comments by netizens found in Gita Safitri Devi's YouTube video related to the content "Childfree: Serba Salah Dimata Warganet." This study employs a descriptive research method with a qualitative approach, using reading and note-taking techniques for data collection. The determination of the forms of usage and deviation of politeness principles in language is based on Leech's politeness theory and principles. The results of this study show that there are 30 negative comments written by netizens in the comment section of Gita Safitri Devi's YouTube video "Childfree: Serba Salah Dimata Warganet." Out of these, 21 comments adhered to the principles of politeness in language, while 9 comments violated these principles. Therefore, it can be concluded that the level of politeness in negative comments by netizens in the comment section of Gita Safitri Devi's YouTube channel regarding the "Childfree: Serba Salah Dimata Warganet" video content is categorized as quite polite. With this research on the principles of politeness in language, it is hoped that it can improve the understanding of participants in choosing the words used when expressing disagreement to their interlocutors.Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penggunaan dan penyimpangan kesantunan berbahasa pada komentar kontra warganet yang terdapat dalam video Youtube Gita Safitri terkait dengan konten Childfree: Serba Salah Dimata Warganet. Metode penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa teknik baca dan catat. Penentuan bentuk penggunaan dan penyimpangan prinsip kesopanan berbahasa didasarkan pada teori kesopanan dan prinsip kesopanan menurut Leech. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 30 tuturan komentar kontra yang ditulis oleh warganet di kolom komentar Youtube Gita Safitri Devi dalam konten video Childfree: Serba Salah Dimata Warganet. Sebanyak 21 tuturan mematuhi prinsip kesantunan berbahasa, sedangkan 9 tuturan melanggar prinsip tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat kesantunan komentar kontra warganet pada kolom komentar kanal Youtube Gita Safitri Devi terkait dengan konten video Childfree: Serba Salah Dimata Warganet dikategorikan cukup santun. Dengan adanya penelitian mengenai prinsip kesantunan berbahasa, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta tutur dalam pemilihan kata-kata yang digunakan saat menyampikan komentar ketidaksetujuan kepada lawan bicara
Analisis Aspek Psikologi dalam Majas pada Puisi Suwung, Hati Jogja, dan Mampir Karya Joko Pinurbo
This study aims to identify the psychological aspects contained in the figure of speech in three poems by Joko Pinurbo, entitled Suwung, Hati Jogja, and Mampir. The research method used is qualitative approach with text analysis. The data were analyzed by identifying style of language used in the three poems, then interpretation was carried out to understand the related psychological aspects. Results of the research show that the three poems include various figures of speech that reflect certain psychological aspects. Figures of speech found include hyperbole and synesthesia. hyperbole is used to express feelings of loneliness and emptiness in Suwung's poetry. Hyperbole and synesthesia are used to symbolize the soul and identity of the city of Jogja in the poem Hati Jogja. Hyperbole used to give life to objects and convey human emotion in Mampir's poetry. This research adds to our understanding of the relationship between literature and psychology. Psychological analysis of the figures of speech found in poetry provides a new view of how poetry can affect emotions and thoughts of the reader. The implication of this research is the importance of knowing and understanding psychological aspects in literary works, especially poetry, in the context of education and self-development.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek psikologis yang terdapat dalam majas pada tiga puisi karya Joko Pinurbo, yang berjudul Suwung, Hati Jogja, dan Mampir. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis teks. Data dianalisis dengan mengidentifikasi gaya bahasa yang dipakai dalam ketiga puisi tersebut, lalu dilakukan interpretasi untuk memahami aspek psikologis yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga puisi tersebut mencakup berbagai majas yang mencerminkan aspek psikologis tertentu. Majas yang ditemukan termasuk hiperbola dan sinestesia. hiperbola digunakan untuk mengungkapkan perasaan kesepian dan kehampaan dalam puisi Suwung. Hiperbola dan sinestesia digunakan untuk melambangkan jiwa dan identitas kota Jogja dalam puisi Hati Jogja. Hiperbola digunakan untuk memberi kehidupan pada objek dan menampilkan emosi manusia dalam puisi Mampir. Penelitian ini menambah pemahaman kita tentang keterkaitan antara sastra dan psikologi. Analisis psikologis dari majas yang terdapat pada puisi memberikan pandangan baru tentang bagaimana puisi dapat mempengaruhi emosi dan pikiran pembaca. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya mengetahui dan memahami aspek psikologi dalam karya sastra, terutama puisi, dalam konteks pendidikan dan pengembangan diri. Keywords: Literature, Figure of Speech, Psychology, Poetr
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO ANIMASI UNTUK MENUNJANG PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS DESKRIPSI SISWA KELAS VII MTS NURUL IMAN BLITAR
The aim of this research is to produce learning media in the form of animated videos that are valid and suitable for use. This research is Borg & Gall Research and Development (R&D) using interview and questionnaire techniques. The limitation of this research lies in the use of only one main material or one Basic Competency, so it cannot be used in the subsequent learning process. The subjects of this research were 21 class VII students at MTs Nurul Iman Blitar. The learning animation video development process consists of (1) Needs analysis, (2) Product design, (3) Product testing and (4) Product revision. This research found that animated learning videos were declared valid in three aspects, namely media aspects (90%), material aspects (91%) and teacher validation (96%). Based on the product satisfaction questionnaire given to students, this learning animation video obtained a satisfaction percentage of 95% so that this product was declared very suitable for use as a learning medium. It is hoped that the development of this animated video can be developed with new thoughts and ideas by future researchers and can become a reference for teachers in choosing appropriate learning media that suits the students' character.Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan media pembelajaran berbentuk video animasi yang valid dan layak untuk digunakan. Penelitian ini merupakan Penelitian dan Pengembangan (R&D) Borg & Gall dengan menggunakan teknik wawancara dan kuesioner. Batasan penelitian ini terletak pada penggunaan satu materi pokok atau satu Kompetensi Dasar saja, sehingga tidak bisa digunakan dalam proses pembelajaran selanjutnya. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Nurul Iman Blitar sejumlah 21 siswa. Proses pengembangan video animasi pembelajaran terdiri dari (1) Analisis kebutuhan, (2) Perancangan produk, (3) Uji coba produk dan (4) Revisis produk. Penelitian ini menemukan bahwa video animasi pembelajaran dinyatakan valid dalam tiga aspek, yaitu aspek media (90%), aspek materi (91%) dan validasi guru ajar (96%). Berdasarkan kuesioner kepuasan produk yang diberikan kepada siswa, video animasi pembelajaran ini memeproleh presentase kepuasan sebesar 95% sehingga produk ini dinyatakan sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran. Pengembangan video animasi ini diharapkan dapat dikembangkan dengan gagasan dan ide-ide baru oleh para peneliti selanjutnya serta dapat menjadi referensi bagi guru dalam memilih media pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan karakter peserta didik
Penggunaan Konjungsi Koordinatif dan Subordinatif dalam Terjemahan Surah Yusuf dan Relevansinya sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Siswa SMP Kelas IX
This research aims to describe (1) the use of conjunctions contained in the translation of Surah Yusuf and (2) its relevance as Indonesian language teaching material for grade IX junior high school students. The methodology in this research is descriptive qualitative. A qualitative descriptive approach was chosen in this research because the researcher attempted to describe the conjunctions contained in the translation of Surah Yusuf with the relevance of Indonesian language learning for class IX junior high school students. The object of this research is the coordinating and subordinating conjunctions in the translation of Surah Yusuf, while the research subject is the translation of Surah Yusuf. The data collection technique uses the note-taking technique, namely the researcher collects data by listening to and noting the translation of the Al-Qur'an which contains coordinating conjunctions and subordinating conjunctions. Data analysis uses an interactive model which includes data collection, data reduction, data presentation and conclusions. The research data source was taken from the digital translation of the Al-Qur'an in Surah Yusuf which was translated by the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia. The research results show that (1) The coordinating conjunction has 22 data, namely: and (11 data), then (5 data), but (2 data), but (1 data), except (2 data) and namely (1 data). Meanwhile, the subordinating conjunction has 7 data, namely: because of (3 data), such as (1 data) and because of (3 data). (2) The results of this research can be used as a series of Indonesian language teaching materials in junior high schools by linking them to discussion text material. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penggunaan konjungsi yang terkandung dalam terjemahan Surah Yusuf dan (2) relevansinya sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia pada siswa SMP kelas IX. Metodologi dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan konjungsi yang terkandung dalam terjemahan Surah Yusuf dengan relevansi pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa SMP kelas IX. Objek penelitian ini adalah konjungsi koordinatif dan subordinatif pada terjemahan Surah Yusuf, sedangkan subjek penelitian adalah terjemahan Surah Yusuf. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat, yaitu peneliti mengumpulkan data dengan menyimak dan mencatat terjemahan Al-Qur'an yang mengandung konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi, pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan simpulan. Sumber data penelitian diambil dari terjemahan Al-Qur’an digital pada Surah Yusuf yang diterjemahkan oleh kementrian Agama Republik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) konjungsi koordinatif memiliki 22 data yaitu meliputi: dan (11 data), kemudian (5 data), tetapi (2 data), namun (1 data), kecuali (2 data) dan yaitu (1 data). Sedangkan konjungsi subordinatif memiliki 7 data yaitu meliputi: karena (3 data), seperti (1 data), dan sebab (3 data). (2) Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai rangkaian bahan ajar Bahasa Indonesia di SMP dengan mengaitkan pada materi teks diskusi
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENERIMAAN PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA (PPPK) GURU SD HONORER DI DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN BANYUASIN
This study aims to describe the implementation of the government employee recruitment policy with work agreement (PPK) for honorary elementary school teachers in the Education and Culture Office of Banyuasin Regency. Qualitative research method with research subjects including Head of Education Office, Head of Regional Personnel Agency, Head of GTK/PTK Division, Head of Section, Principal and Elementary School Teacher. Data analysis uses source triangulation, technical triangulation, and member check triangulation. The results of the study indicate that describing the implementation of the government employee recruitment policy with a work agreement (PPK) for honorary elementary school teachers at the Banyuasin Regency Education and Culture Office in terms of bureaucratic structure, resources, communication in the implementation of the PPK recruitment policy and diapsospdi runs well. Inhibiting factors include aspects of facilities and infrastructure such as computers that are not functioning, disrupted internet network signals, and server errors. This study recommends improving communication, allocating adequate resources, strengthening commitment to school principals, and enforcing transparency in policy implementation. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPK) guru SD honorer di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banyuasin. Metode penelitian kualitif dengan subjek penelitian meliputi Kepala dinas pendidikan, Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Kepala Bidang GTK/PTK, Kepala Seksi, Kepala Sekolah dan Guru SD. Analisis Data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mendeskripsikan implementasi kebijakan penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPK) guru SD honorer di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banyuasin dari segi struktur birokrasi, sumber daya, komunikasi dalam implementasi kebijakan penerimaan PPK dan diapsospdi berjalan dengan baik. Faktor penghambat melipusti aspek sarana dan prasarana seperti komputer yang tidak berfungsi, sinyal jaringan internet yang terganggu, dan server eror. Penelitian ini merekomendasikan untuk meningkatkan komunikasi, mengalokasikan sumber daya yang memadai, memberikan penguatan komitmen kepada kepala sekolah, dan menegakkan transparansi dalam implementasi kebijakan
PENGGUNAAN GAYA BAHASA PADA NOVEL BANDIT-BANDIT BERKELAS KARYA TERE LIYE
This research aims to analyze the use of language styles in the novel "Bandit-Bandit Berkelas" by Tere Liye. This analysis was carried out using a descriptive qualitative approach in the form of a case study, which allows for in-depth analysis of the novel text. Research identifies and analyzes various forms of language styles used, including metaphor, simile, hyperbole, irony, sarcasm, personification, and alliteration. The research results show that Tere Liye uses various types of language styles effectively to enrich the narrative, deepen characterization, and convey themes and moral messages in his novel. Metaphors (45 frequency) and similes (32 frequency) are the most dominant types of language styles, often used to provide a more vivid and in-depth picture of characters, settings and situations. Hyperbole (18 frequency) was used to emphasize extreme feelings or situations, while irony (24 frequency) and sarcasm (12 frequency) added depth to the narrative by conveying social criticism or humor. Personification (20 frequency) and alliteration (10 frequency) are used to make descriptions of nature and the environment more lively and add rhythm and musicality to sentences. This research makes an important contribution to literary studies, especially in understanding the use of language styles in modern Indonesian literary works. These findings can be a reference for writers and academics in exploring creative writing techniques and stylistic analysis, as well as enriching insight into language styles in literary narratives.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan gaya bahasa dalam novel “Bandit-Bandit Berkelas” karya Tere Liye. Analisis ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif berbentuk studi kasus, yang memungkinkan dilakukannya analisis mendalam terhadap teks novel. Penelitian mengidentifikasi dan menganalisis berbagai bentuk gaya bahasa yang digunakan, antara lain metafora, simile, hiperbola, ironi, sarkasme, personifikasi, dan aliterasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tere Liye menggunakan berbagai jenis gaya bahasa secara efektif untuk memperkaya narasi, memperdalam penokohan, dan menyampaikan tema serta pesan moral dalam novelnya. Metafora (45 frekuensi) dan simile (32 frekuensi) merupakan jenis gaya bahasa yang paling dominan, sering digunakan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dan mendalam tentang tokoh, latar, dan situasi. Hiperbola (18 frekuensi) digunakan untuk menekankan perasaan atau situasi ekstrem, sedangkan ironi (24 frekuensi) dan sarkasme (12 frekuensi) menambah kedalaman narasi dengan menyampaikan kritik sosial atau humor. Personifikasi (20 frekuensi) dan aliterasi (10 frekuensi) digunakan untuk membuat deskripsi alam dan lingkungan menjadi lebih hidup serta menambah ritme dan musikalitas pada kalimat. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi kajian sastra, khususnya dalam memahami penggunaan gaya bahasa dalam karya sastra Indonesia modern. Temuan-temuan tersebut dapat menjadi referensi bagi para penulis dan akademisi dalam mengeksplorasi teknik penulisan kreatif dan analisis stilistika, serta memperkaya wawasan gaya bahasa dalam narasi sastra
Efektivitas Bahan Ajar pada Mata Kuliah Desain Pembelajaran Bahasa Indonesia Anak Berkebutuhan Khusus berbantuan Aplikasi Book Creator
This study aims to assess the effectiveness of teaching materials of Indonesian Design Learning for children with special needs, assisted by the Book Creator application. The method used in this research is Research and Development (R&D). The procedure of this study consists of observation, questionnaire distribution, and giving specialized test. Compared to conventional teaching material development methods, the R&D method will obtain more valid and reliable results. The findings reveal that the developed materials are a valuable alternative for instructional purposes. The materials not only meet the validity criteria from experts but also significantly enhance students' understanding of designing learning for children with special needs. Based on validity test, expert validation results show a score of 85.5% for content and 86% for design, confirming the materials' suitability for use. Furthermore, an effectiveness test score of 86% demonstrates a substantial contribution to the learning process, supporting the recommendation for broader implementation. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keefektifan bahan ajar pada mata kuliah Desain Pembelajaran Bahasa Indonesia Anak Berkebutuhan Khusus berbantuan aplikasi Book Creator yang telah dikembangkan ketika digunakan di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS Unimed. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Metode R&D digunakan dengan melibatkan tahap observasi, penyebaran angket, dan tes khusus. Dibandingkan dengan metode pengembangan bahan ajar konvensional, metode R&D memungkinkan diperolehnya hasil yang lebih valid dan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar ini dapat menjadi alternatif yang baik dalam pembelajaran. Bahan ajar ini tidak hanya memenuhi kriteria validitas dari ahli, tetapi juga efektif meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang desain pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus. Hasil validasi ahli materi sebesar 85,5% dan ahli desain sebesar 86% menunjukkan bahwa bahan ajar tersebut layak digunakan. Selain itu, uji efektivitas sebesar 86% menunjukkan bahwa bahan ajar ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap proses pembelajaran sehingga dapat direkomendasikan untuk digunakan secara lebih luas.
PEMANFAATAN KONJUNGSI SUBORDINATIF DALAM TEKS MOTIVASI DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM
Good knowledge and understanding of conjunctions, especially subordinating conjunctions, will help language users communicate effectively. In this research, the relationship between meaning and subordinating conjunction markers in motivational texts on Instagram social media will be explored through a qualitative approach. Data collection was carried out by observing the use of subordinating conjunctions in motivational texts on social media from four accounts on Instagram. To find out the meaning relationship contained in subordinating conjunctions, the researcher carried out data analysis using the matching method; Meanwhile, to find out the markers for subordinating conjunctions, the data was analyzed using the agih method. Data that has been successfully analyzed is presented informally. The results obtained are that there are ten relationships in the meaning of subordinating conjunctions and their markers, namely: (1) relationships in the meaning of time, including: the beginning of the event marked since; the beginning of the time of an event marked by another event marked by, when, and while; the beginning of an event that is preceded by another event marked after; and the duration of an event marked with a certain event marked until; (2) the meaning relationship of terms marked as long as, if, if, if, and if; (3) the relationship between meaning and goal marked in order; (4) concessive meaning relationships marked although and although; (5) the meaning relationship between marked comparisons such as; (6) the meaning relationship of comparison is marked rather than; (7) causal meaning relationship marked because; (8) the meaning relationship of the results marked then, until, and so; (9) the relationship between the meaning of marked tools with and without; and (10) the meaning relationship of complementation is marked by that. Pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang konjungsi, khususnya konjungsi subordinatif akan membantu para pemakai bahasa dalam berkomunikasi secara efektif. Dalam penelitian ini akan dieksplorasi seputar hubungan makna dan penanda konjungsi subordinatif dalam teks motivasi di media sosial Instagram melalui pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyimakan terhadap pemanfaatan konjungsi subordinatif dalam teks motivasi di media sosial dari empat akun di Instagram. Untuk mengetahui hubungan makna yang terdapat dalam konjungsi subordinatif, analisis data peneliti lakukan dengan metode padan; sedangkan untuk mengetahui penanda konjungsi subordinatif, data dianalisis dengan memanfaatkan metode agih. Data yang telah berhasil dianalisis disajikan secara informal. Hasil yang diperoleh adalah adanya sepuluh hubungan makna konjungsi subordinatif dan penandanya, yaitu: (1) hubungan makna waktu, meliputi: awal peristiwa berpenanda sejak; awal waktu peristiwa yang ditandai dengan peristiwa lain berpenanda demi, ketika, dan selagi; awal suatu peristiwa yang didahului dengan peristiwa lain berpenanda setelah; dan lamanya suatu peristiwa yang ditandai dengan peristiwa tertentu berpenanda hingga; (2) hubungan makna syarat berpenanda asalkan, bila, apabila, jika, dan kalau; (3) hubungan makna tujuan berpenanda agar; (4) hubungan makna konsesif berpenanda walau dan meski; (5) hubungan makna pembandingan berpenanda seperti; (6) hubungan makna perbandingan berpenanda daripada; (7) hubungan makna sebab berpenanda karena; (8) hubungan makna hasil berpenanda maka, sampai, dan sehingga; (9) hubungan makna alat berpenanda dengan dan tanpa; dan (10) hubungan makna komplementasi berpenanda bahwa.
KORELASI TERHADAP PERSEPSI PENGGUNAAN MEDIA ONLINE DIGITAL INTERAKTIF DENGAN KEMAMPUAN MENULIS BAHASA INGGRIS SISWA TINGKAT SMA
The use of interactive digital online media in the English teaching and learning process has become increasingly widespread, especially since the outbreak of the Covid-19 outbreak in 2020. In this case, not only educational-based media such as Google Classroom, Edmodo, or various digital dictionaries, but also video conference service provider software, to social media and entertainment site networks have transformed into unlimited sources of teaching materials, especially for the field of English language science. Students are one of the groups that actively utilize various types of media as a means of learning and gaining knowledge and techniques that can be applied in their English production. This study was designed to identify high school students related to the use of internet-based interactive digital media and relate it to their English writing skills. A survey using a closed-ended questionnaire was conducted to obtain responses that lead to students' use of digital online media to then be analyzed in relation to their achievements in the writing test. This study found that the correlation between the use of interactive online media and students' English writing skills has a negative relationship. This can be seen from students' English writing skills which are inversely proportional to students' perceptions of the use of interactive online media.Penggunaan media online digital interaktif dalam proses belajar mengajar Bahasa Inggris semakin marak terutama sejak merebaknya wabah Covid-19 pada 2020 lalu. Dalam hal ini, tak hanya media berbasis edukasi seperti Google Classroom, Edmodo, atau pun beragam kamus digital, namun juga perangkat lunak penyedia layanan video conference, hingga media sosial dan jejaring situs hiburan bertransformasi menjadi sumber bahan ajar tak terbatas terutama untuk bidang keilmuan Bahasa Inggris. Pelajar menjadi salah satu kelompok yang secara aktif memanfaatkan ragam jenis media ini sebagai sarana belajar dan memperoleh pengetahuan serta teknik yang dapat diterapkan dalam produksi Bahasa Inggris mereka. Penelitian ini dirancang untuk mengidentifikasi pelajar di tingkat SMA terkait penggunaan media digital interaktif berbasis internet dan menghubungkannya dengan keterampilan mereka dalam menulis bahasa Inggris (writing). Survei dengan menggunakan close-ended questionnaire dilakukan untuk memperoleh respon yang mengarah pada penggunaan media online digital para pelajar untuk kemudian dianalisis kaitannya dengan capaian mereka dalam writing test. Dalam penelitian ini didapati bahwa korelasi antara penggunaan media online interaktif dengan kemampuan menulis Bahasa Inggris siswa memiliki hubungan yang neagtif. Hal ini terlihat dari kemampuan menulis Bahasa Inggris siswa berbanding terbalik dengan persepsi siswa terhadap penggunaan media online interaktif
ATTENTIONAL DISTRACTION IN APP-BASED LANGUAGE LEARNING WITH MOBILE PHONES: A LITERATURE REVIEW
This research reviews attentional distraction factors in mobile phone-based language learning and proposes the Interactive Model of Attentional Distraction Management in learning as a new theoretical framework. Distractions from multitasking, notifications and social media apps were shown to reduce attention as well as memory function, hindering important cognitive processes in language acquisition. Individual factors such as age, gender and experience also affect the ability to manage distractions, which reinforces the urgency of adaptive attentional management. This new theoretical framework offers an interactive and personalised solution with three main components: cognitive, psychological and social environmental elements. Mobile phone-based applications can adjust learning settings in real-time, providing better user control over distractions. This model is expected to improve learners' focus, maintain attention, and support the effectiveness of technology-based language learning