J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Not a member yet
180 research outputs found
Sort by
PERAN LEGENDA WAI BULOK DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS DAN TRADISI KABUPATEN PRINGSEWU
In folklore, particularly legends, play a crucial role in shaping identity and tradition. This is also true for the Wai Bulok legend in Pringsewu Regency. What roles are present in this legend? Thus, the author aims to understand the roles in shaping the identity and traditions of the community found in the Wai Bulok Legend. To achieve this objective, the author employs descriptive qualitative methods and direct observation to gain an in-depth understanding of the role in forming the identity and traditions present in the Wai Bulok Legend. This is also based on interviews with Khaidir Arif (title: Raja Utama), a traditional leader in Lampung and a respected figure in the Lampung Pubian community from Buai Nyukhang, the oldest clan in Pringsewu Regency. The data obtained include identities or traditions occurring in the Wai Bulok Legend. The results indicate that the Wai Bulok Legend possesses several distinctive characteristics that form a unique identity, distinguishing it from other regions. These include the formation of Collective Identity, Cultural Heritage and Local History, Inspiration for Local Traditions and Arts, and Education and Value Learning. Pringsewu Regency has several flowing rivers, one of which is the Wai Bulok River. Through the narrator, a remarkable history is told, one of which reveals that Pringsewu is an ancient city that has existed since the Majapahit era, around 1540. In this article, the author specifically examines the roles in forming identity and tradition found in the Wai Bulok Legend. Dalam cerita rakyat terkhusus legenda biasanya memiliki peranan penting dalam pembentukan identitas dan suatu tradisi demikian halnya dalam legenda wai bulok di Kabupaten Pringsewu. Peranan apakah yang terdapat dalam legenda tersebut? Dengan demikian penulis ingin mengetahui peranan dalam membentuk identitas dan tradisi masyarakat yang terdapat di dalam Legenda Wai Bulok tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut penulis menggunakan metode deskriptif kualitatip dan observasi langsung sehingga dapat mendapatkan pemahaman mendalam tentang peranan dalam pembentukan identitas dan tradisi yang ada di Legenda Wai Bulok dan juga berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber seorang Khaidir Arif(gelar: Raja Utama) tokoh adat Lampung/Penyimbang dalam masyarakat Lampung khususnya Lampung Pubian dari Buai Nyukhang(buai tertua di Kabupaten Pringsewu) Data yang didapat berupa identitas atau tradisi yang terjadi dalam Legenda Wai Bulok tersebut. Dan hasilnya adalah Legenda Wai Bulok memiliki beberapa ciri yang menjadi identitas yang khas sehingga sangat bereda dengan daerah yang lain, diantaranya membentuk Identitas Kolektif, Warisan Budaya dan Sejarah Lokal, Inspirasi Tradisi dan Kesenian Lokal, Pendidikan dan Pembelajaran Nilai. Kabupaten Pringsewu memiliki beberapa sungai yang mengalir dan salah satunya adalah Sungai/Wai Bulok. melalui narasumber diceritakan sebuah sejarah yang sangat luar biasa salah satunya ternyata Pringsewu adalah kota tua yang sudah ada sejak zaman Majapahit sekitar tahun 1540. Dalam artikel ini, penulis khusus mengkaji tentang Peranan dalam pembentukan identitas dan tradisi yang ada di Legenda Wai Bulok
Pemahaman Mahasiswa Universitas Islam Bandung terhadap Ejaan Bahasa Indonesia dalam Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) Edisi V
Penelitian ini disusun berdasarkan temuan masih banyaknya mahasiswa yang belum memahami dan menerapkan ejaan dalam karya tulis yang mereka susun, khususnya penerapan Ejaan Yang Disempurnakan Edisi 5 (EYD Edisi 5). Meskipun pengajaran di kelas mengenai EYD Edisi 5 sudah kerap mereka dapatkan. EYD Edisi 5 ini merupakan revisi terbaru yang dihadirkan signifikansi dalam perubahan aturan ejaan didalamnya, melalui perubahan-perubahan ini mahasiswa di perguruan tinggi perlu memahami dan menguasai standar ejaan yang telah diperbarui dalam edisi terbaru ini secara efektif, guna komunikasi akademik dan profesional. Penelitian ini memiliki sifat uji variabel yang mana sangat cocok menggunakan metode campuran atau kerap disebut dengan mix method, yaitu prosedur dalam mengumpulkan, menganalisis, dan mengkombinasikan metode kuantitatif dan kualitatif dalam satu penelitian. Melalui penggunaan mix method ini, menghasilkan uraian jawaban penelitian yang komprehensif dan akuntabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan grafik pemahaman mahasiswa terhadap ejaan dalam EYD Edisi V setelah mendapatkan treatment pelatihan materi ejaan bahasa Indonesia.This research was prepared based on the finding that there are still many students who do not understand and apply spelling in the written work they compose, especially the application of Enhanced Spelling Edition 5 (EYS Edition 5). Even though they often receive classroom teaching regarding EYD Edition 5. EYD Edition 5 is the latest revision which presents significance in changes to the spelling rules in it. Through these changes students in tertiary institutions need to understand and master the spelling standards that have been updated in this latest edition effectively, for academic and professional communication. This research has the nature of a variable test which is very suitable for using mixed methods or often called mix methods, namely procedures for collecting, analyzing and combining quantitative and qualitative methods in one study. Through the use of this mix method, it produces a comprehensive and accountable description of research answers. The results of this research show that there is an increase in the graph of students' understanding of spelling in EYD Edition V after receiving training treatment on Indonesian spelling material
ANALISIS KONTEKS PADA TEKS EDITORIAL DALAM SURAT KABAR MEDIA INDONESIA YANG BERJUDUL “MENTERI SIBUK SENDIRI”
Jalaluddin mengatakan bahwa konteks merupakan sekebat andaian mengenai dunia yang dibangun oleh pendengar melalui cara psikologis oleh penden (Nasucha, 2016). Pada artikel ini, konteks pada teks editorial dalam surat kabar media Indonesia yang berjudul “Menteri Sibuk Sendiri” akan dianalisis dengan tujuan untuk mengetau makna konteks yang terkandung dalam berita. Adapun hasilnya, ditemukan 5 data konteks yang dimuat dalam berita editorial Media Indoensia yang berjudul “Menteri Sibuk Sendiri”. semua konteksnya membahasa mengenai kritik yang ditujukan pada pejabat di Indonesia yang mengawaikan tugas negaranya demi mempersiapkan langkah jitu memenangkan pemilu 2024. Jalaluddin said that context is a bundle of assumptions about the world that is built up psychologically by listeners (Nasucha, 2016). In this article, the context of the editorial text in an Indonesian media newspaper entitled "The Minister is Busy Himself" will be analyzed with the aim of knowing the meaning of the context contained in the news. As for the results, 5 context data were found which were published in Media Indonesia's editorial news entitled "The Minister is Busy Himself". all of the contexts discuss criticism aimed at officials in Indonesia who are monitoring their country's duties in order to prepare the right steps to win the 2024 election
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS DRAMA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL MEA (MEANS ENDS ANALYSIS) SISWA KELAS VIII
The purpose of this study is to improve students' ability to write drama texts using the MEA (Means Ends Analysis) model. To achieve these objectives, this study used the Classroom Action Research method with the implementation procedures are: planning, action, observation, and reflection. This Classroom Action Research activity was carried out in two cycles using data collection techniques, observation sheets and assessment sheets. The subjects of this study were VIII grade students of SMP Negeri 1 Tuhemberua with a total of 34 students with 18 males and 16 females conducted in the even semester of the 2018/2019 Learning Year. The results of the study showed that there was an increase in students' ability to write drama texts using the MEA (Means Ends Analysis) model. This, seen in the results of cycle I, the lowest score was 40 while the highest score was 80 with an average score of 57.11 while in cycle II with the lowest score of 70 while the highest score was 94 with an average score of 76.32. The results of the observation of researchers in cycle I, the first meeting amounted to 45.45% and the second meeting amounted to 63.63%. While cycle II, the first meeting amounted to 72.72% and the second meeting amounted to 100%. The results of student observation in cycle I, the first meeting was 26.20% and the second meeting was 41.17%. While the observation results in cycle II, namely the first meeting amounted to 63.37% and the second meeting amounted to 100%. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa menulis teks drama dengan menggunakan model MEA (Means Ends Analysis). Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan prosedur pelaksanaannya adalah: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dua siklus dengan menggunakan teknik pengumpulan data, lembar observasi dan lembar penilaian. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tuhemberua dengan jumlah siswa 34 orang dengan jumlah laki-laki 18 orang dan perempuan 16 orang yang dilaksanakan pada semester genap Tahun Pembelajaran 2018/2019. Hasil penelitian, ada peningkatan kemampuan siswa menulis teks drama dengan menggunakan model MEA (Means Ends Analysis). Hal ini, terlihat pada hasil siklus I nilai nilai terendah 40 sedangkan nilai tertinggi 80 dengan rata-rata nilai sebesar 57,11 Sedangkan pada siklus II dengan nilai terendah 70 sedangkan nilai tertinggi 94 dengan rata-rata nilai sebesar 76,32. Hasil observasi peneliti siklus I pertemuan pertama sebesar 45,45% dan pertemuan kedua sebesar 63,63%. Sedangkan siklus II yaitu pertemuan pertama sebesar 72,72% dan pertemuan kedua sebesar 100%. Hasil observasi siswa siklus I pertemuan pertama 26,20% dan pertemuan kedua sebesar 41,17%. Sedangkan hasil observasi pada siklus II yaitu pertemuan pertama sebesar 63,37% dan pertemuan kedua sebesar 100%
Proses Kreatif Pengarang Antologi Cerpen Hujan Cahaya Karya Widya Al Falah dan Implikasinya pada Rancangan Pembelajaran Sastra Di SMP Kelas IX
The purpose of this study was to describe Widya Al Falah's creative process as the author of the short story Rain of Light and its implementation in the design of literature lessons in grade IX junior high school. This research was conducted to overcome problems in class IX junior high school regarding the design of short story anthologies. The method used in this research is descriptive qualitative method. The results showed that there was a series of creative processes that Widya Al Falah went through as the author of the short story anthology Rain of Light in writing his works. Widya's creative process starts from the urge to write, activities before writing, activities during writing, to activities after writing. All the activities that Widya went through were inseparable from his personal background. Starting from the reasons for writing, conducting interviews before writing, the repetitive activities that are carried out while writing, to the point where the work is finished being written, all reflect Widya's cultural, religious and educational background. All of Widya's creative processes are very appropriate to be used as inspiration in creating effective and interesting learning, can be used as learning material or implemented into RPP designs (Learning Implementation Plans)Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan proses kreatif Widya Al Falah sebagai pengarang antologi cerpen Hujan Cahaya dan implementasinya pada rancangan pembelajaran sastra di SMP kelas IX. Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang terdapat di SMP kelas IX tentang perancangan antologi cerpen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya rangkaian proses kreatif yang dilalui oleh Widya Al Falah sebagai pengarang antologi cerpen Hujan Cahaya dalam menulis karya-karyanya. Proses kreatif Widya dimulai dari dorongan untuk menulis, kegitan sebelum menulis, kegiatan selama menulis, hingga kegiatan setelah menulis. Seluruh kegiatan yang dilalui Widya tidak lepas dari latar belakang pribadinya. Mulai dari alasan menulis, melakukan wawancara terlebih dahulu sebelum menulis, kegiatan berulang yang dilakukan saat menulis, hingga sampai pada tahap karya selesai ditulis semua sangat mencerminkan latar belakang budaya, agama, dan pendidikan Widya. Semua proses kreatif Widya ini sangat layak untuk dijadikan inspirasi dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan menarik, dapat dijadikan sebagai materi pembelajaran maupun diimplementasikan ke dalam rancangan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
PENERAPAN MEDIA WORDWALL DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS PROSEDUR MENGGUNAKAN DISCOVERY LEARNING DI KELAS VII
This study examines the application of Wordwall media in learning procedure text writing skills using the Discovery Learning method in grade VII. With a mixed-method approach, this study involved 60 seventh grade students who were divided into experimental and control groups. The results showed that the integration of Wordwall and Discovery Learning significantly improved students' understanding of procedure text structure, writing quality, and critical thinking skills compared to the conventional method. Increased student motivation and engagement were also observed. Implementation challenges were identified, including technological accessibility and pedagogical customization. This study concludes that the Wordwall-Discovery Learning approach is effective in improving procedure text writing skills and provides important implications for Indonesian language teaching practices in the digital era.Penelitian ini mengkaji penerapan media Wordwall dalam pembelajaran keterampilan menulis teks prosedur menggunakan metode Discovery Learning di kelas VII. Dengan pendekatan mixed-method, penelitian ini melibatkan 60 siswa kelas VII yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil menunjukkan bahwa integrasi Wordwall dan Discovery Learning meningkatkan pemahaman struktur teks prosedur, kualitas tulisan, dan keterampilan berpikir kritis siswa secara signifikan dibandingkan dengan metode konvensional. Peningkatan motivasi dan keterlibatan siswa juga teramati. Tantangan implementasi teridentifikasi, termasuk aksesibilitas teknologi dan penyesuaian pedagogis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan Wordwall-Discovery Learning efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur dan memberikan implikasi penting bagi praktik pengajaran bahasa Indonesia di era digital
PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA RUANG PUBLIK DI JALAN LINTAS TIMUR SUMATRA, LABUHAN RATU, LAMPUNG TIMUR SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA
This research aims to describe the use of Indonesian on Jalan Lintas Sumatra, Labuhan Ratu, East Lampung and its implications for learning Indonesian in high schools. This study used descriptive qualitative method. Data sources were obtained from public spaces on Jalan Lintas Timur Sumatra, Labuhan Ratu, East Lampung in the form of banners, shop/business signs, office signs and billboards. The data in this research are words, phrases, clauses and sentences. The results of this research show that the use of language found on Jalan Lintas Timur Sumatra, Labuhan Ratu, East Lampung is words, phrases, clauses and sentences. The words found are single words and complex words in the form of affixes, repeated words and compound words. The phrases found are endocentric and exocentric phrases. The clauses found are complete and incomplete clauses which are seen based on their internal elements. Meanwhile, the sentences found were question sentences and command sentences. The use of phrases on Jalan Lintas Timur Sumatra, Labuhan Ratu, East Lampung is more dominant than the use of other languages. Based on the analysis of the grammatical units found, the use of Indonesian on Jalan Lintas Timur Sumatra, Labuhan Ratu, East Lampung tends to be correct in terms of writing and usage in accordance with linguistic rules. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa Indonesia di Jalan Lintas Sumatra, Labuhan Ratu, Lampung Timur serta implikasinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari ruang publik di Jalan Lintas Timur Sumatra, Labuhan Ratu, Lampung Timur berupa kain rentang (spanduk), papan nama toko/usaha, papan nama kantor, dan baliho. Data dalam penelitian ini adalah kata, frasa, klausa, dan kalimat. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan bahasa yang ditemukan di Jalan Lintas Timur Sumatra, Labuhan Ratu, Lampung Timur adalah kata, frasa, klausa, dan kalimat. Kata yang ditemukan adalah kata tunggal dan kata kompleks berupa kata berimbuhan, kata ulang, dan kata majemuk. Frasa yang ditemukan adalah frasa endosentris dan eksosentris. Klausa yang ditemukan adalah klausa lengkap dan tak lengkap yang dilihat berdasarkan unsur internalnya. Sementara itu, kalimat yang ditemukan adalah kalimat tanya dan kalimat perintah. Penggunaan frasa di Jalan Lintas Timur Sumatra, Labuhan Ratu, Lampung Timur lebih mendominasi dibandingkan penggunaan bahasa yang lainnya. Berdasarkan analisis terhadap satuan gramatik yang ditemukan, penggunaan bahasa Indonesia di Jalan Lintas Timur Sumatra, Labuhan Ratu, Lampung Timur cenderung tepat dari segi penulisan dan penggunaan yang sesuai dengan kaidah kebahasaan
Metode Pembelajaran Studi Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madrasah Arabiyah (MA) Bayang Kabupaten Pesisir Selatan
This research aims to analyze and describe the implementation of Islamic studies learning methods at the Islamic High School (STAI) Madrasah Arabiyah (MA) Bayang, Pesisir Selatan Regency. The research focus includes three main learning methods applied, namely textual-contextual methods, problem-based learning, and collaborative learning. The research uses a qualitative approach with analytical descriptive methods, with data collection techniques through participant observation, in-depth interviews with 5 lecturers and 15 students, as well as documentation studies. Data analysis uses the Miles and Huberman interactive model. The research results show that the implementation of learning methods at STAI MA Bayang is integrative and adaptive, by combining the three methods according to the characteristics of the course. The textual-contextual method is effective in developing a comprehensive understanding of religious texts, problem-based learning is successful in improving analytical skills in dealing with contemporary issues, and collaborative learning encourages active learning through interaction between students. Despite facing challenges such as limited resources and diversity of student backgrounds, institutions have succeeded in overcoming them through various development programs and utilization of learning technology.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi metode pembelajaran studi Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madrasah Arabiyah (MA) Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Fokus penelitian meliputi tiga metode pembelajaran utama yang diterapkan yaitu metode tekstual-kontekstual, problem-based learning, dan collaborative learning. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan 5 dosen dan 15 mahasiswa, serta studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode pembelajaran di STAI MA Bayang bersifat integratif dan adaptif, dengan memadukan ketiga metode sesuai karakteristik mata kuliah. Metode tekstual-kontekstual efektif dalam mengembangkan pemahaman komprehensif terhadap teks keagamaan, problem-based learning berhasil meningkatkan kemampuan analitis dalam menghadapi isu kontemporer, dan collaborative learning mendorong pembelajaran aktif melalui interaksi antar mahasiswa. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan keragaman latar belakang mahasiswa, institusi berhasil mengatasinya melalui berbagai program pengembangan dan pemanfaatan teknologi pembelajaran
ANALISIS PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA DALAM INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 GUNUNGSITOLI UTARA
Ketika interaksi belajar mengajar di kelas, siswa bukan hanya sekedar memperlihatkan tingkah laku yang sopan santun namun dalam tuturan atau berbahasa juga perlu kesantunan. Kesantunan dalam berbahasa menjadi hal penting untuk diperhatikan agar tetap diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini, untuk mendeskripsikan prinsip kesantunan berbahasa Indonesia siswa berdasarkan maksim kebijaksanaan dan maksim kesetujuan siswa dalam interaksi pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data yakni: observasi, rekaman video, dan dokumentasi. Proses analisis data menggunakan teknik yang dikemukakan oleh Milles dan Huberman yakni: mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, siswa dari kelas VIII-A di SMP Negeri 2 Gunungsitoli Utara dalam pembelajaran melakukan interaksi timbal balik antara guru dan siswa, di mana guru mendapatkan umpan balik dari siswa. Hasil penelitian kesantunan berbahasa siswa menunjukkan bahwa 22 responden menggunakan maksim kebijaksanaan dan maksim kesetujuan dengan tuturan yang santun. Kemudian, dari 22 responden terdapat 7 orang yang dalam bertutur masih menggunakan maksim kebijaksanaan dan maksim kesetujuan yang kurang santun. Dikatakan kurang santun karena dikaitkan dengan konteks yang terjadi dalam proses pembelajaran
ANALISIS MAKNA MAMAHEA NI’OWALU (MENANDU PENGANTIN) DALAM UPACARA PERNIKAHAN ADAT NIAS
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata cara menandu pengantin dan makna menandu pengantin. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data primer yang didapatkan dari observasi, dokumentasi, dan wawancara yang dilakukan peneliti dan informan yang telah ditentukan oleh peneliti. Analisis data yang digunakan adalah dengan empat tahapan ialah pengumpulan data dengan melakukan wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan dari hasil penelitian makna dari menandu pengantin adalah bersimbol bahagia sebagai perayaan pesta ditandai dengan tenda biru dan pelaminan berhias bunga-bunga sebagai singgasana pengantin dianggap raja dan ratu sehari, serta diiringi alat musik gong, aramba dan faritia. Sebagai generasi Nias, ciri khas pada pesta pernikahan ini telah ada sejak dulu hingga saat ini. Makna lain tentang menandu pengantin yang dianggap emas yang dipamerkan pada orang-orang adalah wujud penerimaan yang sah dari pihhak laki-laki pada keluarga atau komunitas mereka yang bersosial. Selanjutnya, saudara yang menggendong pengantin adalah rasa penguatan hubungan untuk saling melindungi dan turut memberikan apresiasi atas pilihan hidup untuk menikah. This research aims to analyze the procedure of menandu bride and the meaning of menandu bride. Using descriptive qualitative method with primary data sources obtained from observation, documentation, and interviews conducted by researchers and informants who have been determined by researchers. The data analysis used is with four stages, namely data collection by conducting interviews and documentation. Based on the results of the research, the meaning of the bridal menandu is a happy symbol as a party celebration marked by a blue tent and a flower-decorated aisle as the throne of the bride and groom considered the king and queen of the day, and accompanied by gong, aramba and faritia musical instruments. As a generation of Nias, this characteristic of the wedding party has existed from the past to the present. Another meaning of carrying the bride and groom, which is considered gold that is displayed to people, is a form of legal acceptance from the male party in their family or social community. Furthermore, brothers carrying the bride and groom is a sense of strengthening the relationship to protect each other and also give appreciation for the life choice to get married.