J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Not a member yet
180 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS BERBASIS NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL
This study aims to produce teaching materials based writing the values of local wisdom to SMP Muhammadiyah 1 Tulang Bawang Tengah Grade VII Semester I. This study uses a model of Research and Development (R&D) with three main stages. The results of testing the effectiveness of the product in SMP Muhammadiyah 1 TBT showed enhancing the quality of learning outcomes, quality of learning, and the cultivation of character of local. Comparison of mean pretest and posttest scores showed obvious improvement, the analysis of the index shows a gain medium category. The findings in this study are useful for teachers, students, and SMP Muhammadiyah 1 TBT as a material consideration in the preparation of the next KTSP.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar menulis berbasis nilai-nilai kearifan lokal untuk SMP Muhammadiyah 1 Tulang Bawang Tengah kelas VII Semester Ganjil. Penelitian ini menggunakan model Research and Development Research (DRD) dengan tiga tahapan utama. Hasil uji efektivitas produk di SMP Muhammadiyah 1 TBT menunjukkan peningkatkan kualitas hasil belajar, kualitas pembelajaran, dan penanaman nilai-nilai kearifan lokal. Perbandingan rata-rata skor pretest dan posttest tampak nyata menunjukkan peningkatan, analisis indeks gain menunjukkan kategori sedang. Temuan dalam penelitian ini berguna bagi guru, siswa, dan SMP Muhammadiyah 1 TBT sebagai referensi pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).Kata kunci: bahan ajar, menulis, kearifan lokal
PANDANGAN DUNIA TOKOH MARGINAL NOVEL GADIS PANTAI DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN SASTRA
The issues discussed in this research was the marginal figure worldview over the novel of Gadis Pantai and implications towards learning literature. The purpose this study was to describe the worldview using a genetic structuralism approach and applying it towards learning literature in the 1st semester of grade IX in Senior High School. The data in this study were analyzed by reading the entire novel, marking, and classifying it based on the aspects of genetic structuralism. The data analyzed in this study show the results worldview that expresses the aspirations of marginalized social groups to deliver a critique of the practice of the arbitrariness of feudal and imperialist rulers. The implications of the novel of Gadis Pantai in learning literature was intended to be an instructional tool to analyze the intrinsic and extrinsic elements.Masalah yang dibahas dalam penelitian ini yaitu pandangan dunia tokoh marginal dalam novel Gadis Pantai dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pandangan dunia dengan menggunakan pendekatan strukturalisme genetik dan mengimplikasikannya pada pembelajaran sastra di sekolah menengah atas (SMA) kelas XI semester 1. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan membaca keseluruhan isi novel, menandai, dan mengklasifikasikannya berdasarkan aspek strukturalisme genetik. Data yang dianalisis dalam penelitian ini menunjukkan hasil pandangan dunia yang mengekspresikan aspirasi golongan masyarakat marginal untuk menyampaikan sebuah kritik pada praktik kesewenang-wenangan penguasa yang feodalis dan imperialis. Pengimplikasian novel Gadis Pantai dalam pembelajaran sastra ditujukan untuk bahan ajar analisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsikKata kunci: novel, pandangan dunia, pembelajaran unsur-unsur sastra
KEEFEKTIFAN MODEL EXAMPLE NON-EXAMPLE DALAM PEMBELAJARAN MENULIS FOKUS PADA BAHASA INDONESIA BAKU
This study aims to describe the learning ability in writing with a focus on the use of standard Indonesian for the students who take the learning models of Example non-Example and expository and to determine the effectiveness of the model in teaching writing. The results shows the increase of average percentage of students ability in the experimental group, from 65.97 on the pretest into 80.92 on the posttest, resulting an increase of 14.94, or 22.65%, while the increase of average percentage of students ability in the control group is from 66.47 on the pretest into 71.78 on the posttest, resulting an increase of 5:31 or 7.98%. Thus, Cooperative Learning Model with Example non-Example type can improve learning outcomes, while the expository learning model is less able to improve the outcomes of learning writing with a focus on the use of standard Indonesian.Penelitian ini bertujuanuntuk mendeskripsikan keefektifan model Kooperatif tipe Example non-Example dalam pembelajaran menulis dengan fokus pada penggunaan bahasa Indonesia baku, Penelitian ini menggunakan desain eksperimen kuasi yang dilakukan pada siswa kelas XI SMAN 13 Bandar Lampung, dengan sampel 72 responden. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan persentase rata-rata kemampuan siswa kelompok eksperimen pada pretest dari yang semula 65,97 menjadi 80,92 pada postest sehingga terjadi peningkatan sebesar 14,94 atau 22.65%, sedangkan persentase rata-rata kemampuan siswa kelompok kontrol pada pretest dari 66.47menjadi 71.78 pada postest sehingga terjadi peningkatan sebesar 5.31 atau 7.98%. Dengan demikian, model pembelajaran Kooperatif tipeExample non-Exampleefektif dalam meningkatkan hasil pembelajaran, sedangkan model pembelajaran ekspositori kurang efektif dalam meningkatkan hasil pembelajaran menulis dengan fokus pada penggunaan bahasa Indonesia baku. Kata kunci: keefektifan, model example non-example, pembelajaran menulis
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM NASKAH DRAMA DAN IMPLIKASINYA
The problem of this research is the compliance and the infraction of speaking manners of the conversation and the implication of bahasa in teaching learning process in SMA. The purpose of the research is to describe the politeness and bad manners of the conversation of drama script. This research used descriptive qualitative method. The data source of the research was the compliance and infraction of the speaking modesty which had happened in the conversation among the characters in the script of drama. The intensity of politeness which was most obeyed was the manners by using maxim of sympathy and the most bad manners which was used was the violation of maxim of deal. Applying speaking politeness can be observed by the relevant teacher from the result of students assignment in writing drama script.Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah penaatan dan pelanggaran terhadap kesantunan berbahasa dan implikasinya pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kesantunan dan ketidaksantunan berbahasa dalam naskah drama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah penaatan dan pelanggaran kesantunan berbahasa yang terjadi pada percakapan tokoh dalam naskah drama. Data kesantunan yang paling banyak, yakni kesantunan dengan maksim simpati dan ketidaksantunan yang paling banyak, yakni pelanggaran terhadap maksim kesepakatan. Kajian ini dapat diimplikasikan pada pembelajaran menulis naskah drama.Kata kunci: kesantunan, menulis naskah drama, pembelajaran
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KEGIATAN DISKUSI SISWA KELAS XI SMK DINAMIKA LAMPUNG UTARA
This conducted research was aimed to describe the politeness language in students' discussion activity at class XI in SMK Dinamika Lampung Utara year 2014/2015. The research method was qualitative descriptive. The result of this research showed that there is speech which obligate all principle of politeness in language such as wiseness, philantrophy, amiability, accolade, simphatetic and agreement. However, it was found that the linguistics politeness which is remarkable by the usage of politeness words in speech such as silakan, maaf, mohon, biar, tolong, and terima kasih. Thus, the result also showed that the pragmatic politeness is involved in the students' discussion activity in such declarative speech at class XI SMA Dinamika Lampung Utara as an expression of suruhan and persilaan.Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa dalam kegiatan diskusi siswa kelas XI SMK Dinamika Lampung Utara Tahun Pelajaran 2014/2015. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan tuturan yang mematuhi seluruh maksim sopan santun yang mencakup maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim kerendahan hati, maksim pujian, maksim simpati, dan maksim kesepakatan. Selain itu, ditemukan juga kesantunan linguistik yang ditandai dengan penggunaan kata-kata penanda kesantunan seperti silakan, maaf, mohon, biar, tolong, terima kasih. Sementara itu hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dalam kegiatan diskusi siswa kelas XI SMK Dinamika Lampung Utara Tahun Pelajaran 2014/2015 ditemukan kesantunan pragmatik berupa tuturan deklaratif sebagai ekspresi suruhan dan persilaan.Kata kunci: diskusi siswa, kesantunan berbahasa, smk dinamika
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PUISI MELALUI PELATIHAN DASAR TEATER PADA SISWA KELAS X
The problem in this research was how the increasing in reading poetry of student through theater basic training. The purpose of this study was to describe the increasing in reading poetry of students through theater basic training. The method used in this research was classroom action research. The results showed an increase in lesson plan (RPP) through basic training in theater, namely from the first cycle was enough categories, second cycle was good and third cycle was good categories.Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah peningkatan membaca puisi siswa melalui pelatihan dasar teater. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan membaca puisi siswa melalui pelatihan dasar teater. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) melalui pelatihan dasar teater yaitu dari siklus I kategori cukup, siklus II kategori baik, dan siklus III kategori baik sekali.Kata kunci: kemampuan membaca, pelatihan dasar teater, teks puisi
NILAI SOSIAL, BUDAYA, DAN AGAMA DALAM CERITA RADIN DJAMBAT SERTA IMPLIKASINYA
This study aims to describe the social, cultural, and religious values in the story of Radin Djambat and their implications. The method used in this research is qualitative descriptive method. The source of data in this study is Radin Djambat story book. The results showed that the story of Radin Djambat contains social , cultural, and religious values. Social values in the story Radin Djambat include devotion among human, unity in life, mutual cooperation, deliberative process, and justice for others. Cultural values in the story of Radin Djambat include theoretical , economics, art, power, and solidarity values. Religious value include implementation of the pillars of Islam and worship. Implications based on research results is literature learning with Radin Djambat story in basic 2.2 Appreciating Indonesian literatures to find the values of life and apply them to refine the manners.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai sosial, budaya, dan agama dalam cerita Radin Djambat serta implikasinya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku cerita Radin Djambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita Radin Djambat mengandung nilai sosial, budaya, dan agama. Nilai sosial dalam cerita Radin Djambat meliputi kebaktian antarmanusia, kebersatuan hidup, kegotongroyongan, kemusyawarahan, dan keadilan terhadap sesama. Nilai budaya dalam cerita Radin Djambat meliputi nilai teori, ekonomi, seni, kuasa, dan solidaritas. Nilai agama meliputi pelaksanaan rukun Islam dan ibadah. Implikasi hasil penelitian ini berupa pembelajaran sastra menggunakan cerita Radin Djambat dalam kompetensi dasar 2.2 Mengapresiasi sastra Indonesia untuk menemukan nilai-nilai kehidupan dan menerapkannya untuk memperhalus budi pekerti.Kata kunci: nilai agama, nilai budaya, nilai sosial
ANALISIS NASKAH SOAL UJIAN SEKOLAH DITINJAU DARI TIGA VALIDITAS
The problem in this research was how did the validities of appearance, content, and construction of Indonesian language and literature examination problem text from academic year 2011/2012 to 2013/2014. This was a qualitative and descriptive research. The results showed that the appearance validity viewed from principles of composing multiple choice problems including principle of material indicated that there were still inhomogeneous choice answers and a problem with double correct answers. Competences in curriculum had been represented viewed from content validity of school examination problems, and the problems had measured skills of reading and writing in the written examination problem viewed from construction validity.Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah soal ujian sekolah mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia tahun pelajaran 2011/2012 s.d 2013/2014 ditinjau dari validitas tampilan, validitas isi, serta validitas konstruksi. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan ditinjau dari validitas tampilan ditinjau dari kaidah penulisan soal pilihan ganda yang meliputi kaidah materi masih terdapat pilihan jawaban yang tidak homogen serta pilihan yang memiliki dua kunci jawaban.sedangkan ditinjau dari validitas isi soal ujian sekolah sudah mewakili kompetensi yang ada di dalam kurikulum sedangkan ditinjau dari validitas konstruksi sudah mengukur kemampuan yang diukur dalam tes tertulis berupa keterampilan membaca dan menulis.Kata kunci: analisis soal ujian, validitas isi, validitas konstruksi, validitastampilan
PENOKOHAN PEREMPUAN PENUNGGANG HARIMAU DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN SASTRA SMP
This study aims to describe the characterization in novel Woman of Lion Rider written by M. Harya Ramdhoni focused on understanding the story content having values so can be taken advantage for daily life and describe the characterization relevance in novel Woman of Lion Rider written by M. Harya Ramdhoni with the teaching learning of literature apreciation in school. The method used is qualitative descriptive method. The results showed that the novel Woman of Lion Rider describes the characters by using telling method (1) characterization by using name, (2) characterization by actor, (3) by author utterance and showing method (1) characterization by dialogue, (2) location and situation of dialoque, (3) identity appoinet by speaker, (4) characters’ mental quality, (5) tone of voice, dialect, and vocabulary, (6) characterization by the character action and the characters can be connected with the teaching learning of literature apreciation.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penokohan dalam cerita rakyat Perempuan Penunggang Harimau ditulis M. Harya Ramdhoni yang memfokuskan pemahaman isi cerita yang memiliki nilai-nilai sehingga dapat mengambil manfaat untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan mendeskripsikan relevansi dengan pembelajaran apresiasi sastra di sekolah. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Perempuan Penunggang Harimau mengambarkan watak tokoh-tokohnya dengan menggunakan metode langsung karakterisasi melalui penggunaan nama tokoh (2) karakterisasi melalui penampilan tokoh, dan (3) karakterisasi melalui tuturan pengarang dan tidak langsung terdiri atas (1) karakterisasi melalui dialog, (2) lokasi dan situasi percakapan, (3) jatidiri tokoh yang dituju oleh penutur, (4) kualitas mental para tokoh, (5) nada suara, tekanan, dialek, dan kosa kata, dan (6) karakterisasi melalui tindakan para tokoh.dan watak para tokoh ini dapat direlevansikan dengan pengajaran apresiasi sastra.Kata kunci: cerita rakyat, pembelajaran sastra, penokohan
KOHERENSI WACANA JURNALISTIK SURAT KABAR RADAR LAMPUNG EDISI APRIL 2014 DAN IMPLIKASINYA
This research aim to describe coherence of discourse the journalistic on April 2014 edition of Radar Lampung newspaper and its implication. The results showed that the text of the news in the newspapers Radar Lampung contains markers forming coherence in a discourse consisting of the addition or addition, series or sequence, pronomia, conjunctions, and means wholeness in a discourse. 11 types of addition or addition, three types of series or sequence, 5 types of pronouns, the personal pronoun, the pronoun instructions, owner pronouns, pronouns pen, indefinite pronouns, and means the integrity of the discourse, namely causal relationship, the means -purpose, means-results, the reason-result, the terms of the results. Implications of these results in the form of learning to write a coherent exposition text in basic competencies 4.2 Produce coherent texts according to the characteristics of the text that will be made either orally or in writing.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan koherensi wacana jurnalistik pada surat kabar Radar Lampung edisi April 2014 dan implikasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks berita pada surat kabar Radar Lampung mengandung pemarkah pembentuk koherensi dalam sebuah wacana yang terdiri atas penambahan atau adisi, seri atau rentetan, pronomia, konjungsi, dan sarana keutuhan dalam sebuah wacana. 11 jenis penambahan atau adisi, 3 jenis seri atau rentetan, 5 jenis pronomina, yaitu kata ganti orang, kata ganti petunjuk, kata ganti empunya, kata ganti penanya, kata ganti tak tentu, dan sarana keutuhan wacana, yaitu hubungan sebab-akibat, sarana-tujuan, sarana-hasil, alasan-akibat, syarat-hasil. Implikasi hasil penelitian ini berupa pembelajaran menulis teks eksposisi yang koheren dalam kompetensi dasar 4.2 Memproduksi teks yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan.Kata kunci: jurnaistik, koherensi, wacana