J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Not a member yet
    180 research outputs found

    KARAKTERISASI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL ANAK SEJUTA BINTANG DAN NOVEL SURAT DAHLAN

    Get PDF
    This study aimed to describe the characterization of the main character in the novel of Anak Sejuta Bintang and Surat Dahlan, intertextual relations between these two novels, as well as their relevance as literature teaching materials in senior high school. The method used is descriptive qualitative method. Sources of data in this study are novel of Anak Sejuta Bintang by Akmal Nasery Basral and Surat Dahlan by Khrisna Pabichara. The results of this study indicate that the characterization of the main character in the novel of Anak Sejuta Bintang and Surat Dahlan using the direct and indirect method. Anak Sejuta Bintang is a hypogramme work, while Surat Dahlan is a transformation work. Both Anak Sejuta Bintang and Surat Dahlan can be used as an alternative literature teaching materials in senior high school reviewed from the aspects of the curriculum and literary.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakterisasi tokoh utama dalam novel Anak Sejuta Bintang dan novel Surat Dahlan, hubungan intertekstual antara kedua novel, serta relevansinya sebagai bahan ajar sastra di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Anak Sejuta Bintang karya Akmal Nasery Basral dan novel Surat Dahlan karya Khrisna Pabichara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakterisasi tokoh utama dalam novel Anak Sejuta Bintang dan novel Surat Dahlan menggunakan metode langsung dan tidak langsung. Anak Sejuta Bintang merupakan sebuah karya hipogram, sementara Surat Dahlan merupakan sebuah karya transformasi. Novel Anak Sejuta Bintang dan novel Surat Dahlan dapat dijadikan sebagai alternatif bahan ajar sastra di SMA ditinjau dari aspek kurikulum dan aspek kesastraan.Kata kunci: bahan ajar sastra, karakterisasi tokoh, novel

    TINDAK TUTUR GURU YANG BERKARAKTER DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN DI TK

    No full text
    This study aims to describe and explain the function forms of assertive , directive, expressive, commissive, and declarative charactered kindergarten teacher in the learning activities. This research method is descriptive qualitative. The research data in the form of speech functions assertive, directive, expressive, commissive, and declarative characterised kindergarten teacher. The data collecting technique used was observation, recording, and field note. Data analysis was performed with the heuristic analysis. The result of the researh shows that the functions of kindergarten speech potentially forming the student characters is the assertive speech act of stating, reporting, proposing and complaining. Secondly, The directive speech act are asking, ordering, and advising. Thirdly, The expressive speech act are gratitude, apology, gratitude, and critisizing. Fourthly, The commisive speech act are promising, offering and threatening. Finally, declarative speech act are deciding, forbiding, permitting, punishing and apology.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk-bentuk fungsi tindak tutur asertif, direktif, ekspresif, komisif, deklaratif guru TK yang berkarakter dalam kegiatan pembelajaran. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa fungsi tindak tutur asertif, direktif, ekspresif, komisif, deklaratif guru TK yang berkarakter. Teknik pengumpulan data dengan observasi, rekaman, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan dengan analisis heuristik. Hasil penelitian menunjukkan fugsi tindak tutur guru TK yang berpotensi membentuk karakter siswa adalah tindak tutur asertif menyatakan, melaporkan, mengusulkan, dan mengeluh. Tindak tutur direktif meminta, memerintah, dan menasehati. Tindak tutur ekspresif mengucapkan terimakasih, mengucapkan maaf, memuji, dan mengkritik. Tindak tutur komisif menjanjikan, menawarkan, dan mengancam. Tindak tutur deklaratif memutuskan, melarang, mengabulkan, menghukum, dan memaafkan.Kata kunci: kegiatan pembelajarah di TK, tindak tutur, tindak tutur guru yang berkarakter

    PERILAKU TOKOH DALAM NOVEL “AYAT-AYAT CINTA” KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY

    No full text
    This research prupose to deskribe the first character behavior who “Hasanah” who follow from the fisrt Character of “Verses of Love” novel by Habiburrahman El Shirazy relevance with the education Character in Senior High School by Learning Literature. The method used in this research is deskriptive qualitative method. The source data in this research is the “Verses of Love” novel. One result of this research showed that the first character behavior who “Hasanah” reflection to behavior in iman and taqwa such as Honesty, Istiqamah, Amanah, Qanaah, (Prized), Tawakal, Tabligh, Patient, Loyal, and Solidarity. The relevance with the character education in senior High School by Learning Literature reflection to honesty valve, religious, dicipline, tolerance, responsible, sosial care who can be follow for all student and apply in the every day life.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perilaku tokoh utama yang ‘Hasanah’ yang dapat diteladani dari tokoh utama dalam novel “Ayat-Ayat Cinta” karya Habiburrahman El Shirazy relevansinya dengan pendidikan karakter dalam pembelajaran sastra di SMA. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku novel Ayat-Ayat Cinta. Hasil penelitian menunjukkan perilaku tokoh utama yang “Hasanah” cerminan perilaku iman dan taqwa meliputi sifat kejujuran, istiqamah, amanah, qanaah (syukur), tawakal, tabligh, sabar, taat, dan setia kawan. relevansi dengan pendidikan karakter dalam pembelajaran sastra di SMA tercermin pada nilai kejujuran, religius, displin, toleransi, tanggung jawab, peduli sosial yang dapat dijadikan teladan untuk para siswa dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.Kata kunci: nilai kejujuran, perilaku hasanah, religious

    KESALAHAN BERBAHASA DALAM KARANGAN SISWA KELAS VI SD AL-KAUTSAR BANDARLAMPUNG

    Get PDF
    Research conducted in SD Al-Kautsar Bandarlampung Academic Year 2012-2013 aims to describe errors by four language errors taxonomies by using descriptive methods and the data sources of 38 students’ essays. The language errors identified in the students’ essays of Class VI SD Al-Kautsar Bandarlampung described in this detail (1) language errors based on Linguistic Category Taxonomy found 1361 erors (79.82%) of the total 1705 errors, (2) language errors based on Surface Strategy Taxonomy found 24 errors (1.41%) of the total 1705 errors, (3) language errors based on Comparative Taxonomy found 14 errors (0.59%) of the total 1705 errors, and (4) language errorsbased on Communicative Effects Taxonomy identified 111 errors (6.5%) of the total 1705 errors. The research found no language errors both in misformation of Surface Strategy Taxonomy and other errors (unique errors) of Comparative Taxonomy.Penelitian yang dilakukan di SD Al-Kautsar Bandarlampung Tahun Ajaran 2012-2013 ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan berbahasa berdasarkan empat taksonomi kesalahan berbahasa dengan menggunakan metode deskriptif dan sumber data berupa karangan siswa yang berjumlah 38 buah karangan. Kesalahan berbahasa yang teridentifikasi pada karangan siswa kelas VI SD Al-Kautsar Bandarlampung initeridentifikasi dengan rincian (1) kesalahan berbahasa berdasarkan Taksonomi Kategori Linguistik ditemukan 1361 kesalahan (79,82%) dari total 1705 kesalahan; (2) kesalahan berbahasa berdasarkan Taksonomi Siasat Permukaan ditemukan 24 kesalahan (1,41%) dari total 1705 kesalahan, (3) kesalahan berbahasa berdasarkan Taksonomi Komparatif ditemukan 14 kesalahan (0,59%) dari total 1705 kesalahan, dan (4) kesalahan berbahasa berdasarkan Taksonomi Efek Komunikatif yang teridentifikasi pada penelitian ini sebanyak 111 kesalahan (6,5%) dari total 1705 kesalahan. Pada penelitian ini, kesalahan berbahasa salah formasi (misformation) pada Taksonomi Siasat Permukaan dan kesalahan lain (unique errors) pada Taksonomi Komparatif tidak ditemukan satu kesalahan pun.Kata kunci: karangan, kesalahan berbahasa, siswa, taksonomi

    IMPLEMENTASI KTSP DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SMP

    No full text
    The research is aimed at describing teachers’ comprehension ability towards KTSP and its implementation in Indonesian language and literature learning. It used a descriptive method with primary and secondary data. The source of the data was Indonesian language and literature teachers at SMPN 2 Tegineneng. The data collecting technique was triangulation through questionnaires and observation sheets. The data analysis technique was descriptive quantitative. The research findings are: 1) the comprehension towards KTSP was categorized high; 2) based on the class observations, the preparation and implementation stages were categorized good; 3) the KTSP document was categorized ‘enough’ which means it could be used as a reference for Teaching and Learning Activities in Academic Year 2012/2013.Penelitian bertujuan mendeskripsikan pemahaman terhadap KTSP dan implementasi dalam pembelajaran Bahasa dan sastra Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan data primer dan sekunder. Sumber data penelitian ini adalah guru Bahasa dan Sastra Indonesia SMPN 2 Tegineneng. Teknik pengumpulan data adalah teknik triangulasi menggunakan instrumen angket dan lembar observasi. Teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian (1) pemahaman terhadap KTSP berkategori tinggi. (2) berdasarkan observasi kelas, tahap persiapan dan pelaksanaan berkategori baik, (3) Dokumen KTSP berkategori cukup, artinya dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan KBM tahun pelajaran 2012/2013.Kata kunci: guru, implementasi, ktsp 2006.

    IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM PEMBELAJARAN OLAHRAGA PADA SISWA KELAS XI SMA

    Get PDF
    This study was conducted to describe conversational implicatures in sports education learning of the eleventh grade students of SMA Negeri 2 Bandar Lampung. The method used was a descriptive qualitative method. The results of this study indicate that (1) the dominant type of speech that is used to implicating directive speech act, (2) the use of verbal utterances in implicating show that between students and sports teacher have the knowledge and exercise good cooperation in understanding the form of verbal utterances, (3) the use of context in implicating play an important role to support the success of communication between students and the sports teacher, and (4) hearer’s perlocutions towards implicatures show that not all can be responded positively.Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan implikatur percakapan dalam pembelajaran olahraga pada siswa kelas XI SMA Negeri  2 Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) jenis tuturan yang dominan digunakan untuk berimplikatur yaitu tindak tutur direktif, (2) penggunaan bentuk verbal tuturan dalam berimplikatur menunjukkan bahwa antara siswa dan guru olahraga memiliki pengetahuan dan kerja sama yang baik dalam pemahaman bentuk verbal tuturan tersebut, (3) Pemanfaatan konteks dalam berimplikatur berperan penting guna mendukung keberhasilan komunikasi antara siswa dan guru olahraga, dan (4) Perlokusi mitra tutur terhadap implikatur menunjukkan bahwa tidak semua implikatur dapat direspons dengan positif.Kata kunci: implikatur, olahraga, percakapan

    REPRESENTASI KEKUASAAN PADA TINDAK TUTUR GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

    Get PDF
    The objective of this research is to describe kinds of representation of power in teacher’s speech acts in Indonesian Language learning. The research method used in this research was qualitative descriptive. Meanwhile, the data in this research was taken from the teacher’s speech acts consisting of the representation of power in assertive, directive, and expressive. The data collecting technique used was observation, recording, and field note. Moreover, the data was analyzed by using heuristic and interactive analysis. Based on the data analysis, it was found that there is the representation of power of the directive speech acts, the power used is position power, coercion, awards, skills, charisma. Meanwhile, the representation of power in assertive speech acts, the power used is coercion power, skills, awards. Finally, the representation of power of the expressive speech acts, the power used is position power, coercion, awards.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk representasi kekuasaan pada tindak tutur guru dalam pembelajaran bahasa. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa tindak tutur guru direktif, asertif, ekspresif guru yang di dalamnya terdapat representasi kekuasaan. Teknik pengumpulan data dengan observasi, rekaman, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan dengan analisis heuristik dan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan adanya representasi kekuasaan pada tindak tutur direktif guru, kekuasaan yang digunakan adalah kekuasaan jabatan, paksaan, penghargaan, keahlian, dan kharisma. Representasi kekuasaan pada tindak tutur asertif guru, kekuasaan yang digunakan adalah kekuasaan paksaan, keahlian, dan penghargaan. Representasi kekuasaan pada tindak tutur ekspresif guru, kekuasaan yang digunakan adalah kekuasaan jabatan, paksaan, dan penghargaan.Kata kunci: pembelajaran, representasi kekuasaan, tindak tutur guru

    KARAKTERISTIK BAHASA GURU DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK GLOBAL SURYA

    Get PDF
    The study aims at describing the characteristics of teacher talk in learning activity at Global Surya kindergarten. The data of this study was teacher speeches that contain characteristics of teacher talk such as repetition, simplification, interrogative sentence,code mixing, and code switching. The result shows that the characteristics of teacher talk exist in teacher speech during learning activity. Repetition, interrogative sentence, code mixing, and code switching can be found in the speech of teacher when explaining, asking, ordering, and confirming, while simplification can be found in the speech of teacher when explaining, asking, and ordering.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik bahasa guru dalam kegiatan pembelajaran di TK Global Surya. Data penelitian berupa tuturan guru yang mengandung karakteristik bahasa guru berupa repetisi, penyederhanaan, kalimat tanya, campur kode, dan alih kode. Hasil penelitian menunjukkan adanya karakteristik bahasa guru pada tuturan guru saat kegiatan pembelajaran. Karakteristik bahasa guru jenis repetisi, kalimat tanya, campur kode, dan alih kode ditemukan ketika guru menjelaskan, bertanya, memerintah, dan menguatkan, sedangkan karakteristik bahasa guru jenis penyederhanaan ditemukan dalam kegiatan guru saat menjelaskan, bertanya, dan memerintah.Kata kunci: bahasa guru, karaketeristik bahasa guru, kegiatan pembelajaran

    PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM BUKU MATEMATIKA KELAS VI MI/SD

    Get PDF
    This study aims to describe the usage of perfected orthography (EYD), diction and writing sentence in the textbook of mathematics for the sixth grade in primary school. The method used in this research is qualitative descriptive method. The source of data in this study is the mathematics book published by Quadra and published by Erlangga. The results showed that the mathematics books still contain (1) unaccuracy of using the perfected orthography (EYD) such as capital word, italics, word writing (principle, affixed, repeated, preposition, particle) and punctuation mark such as comma, colon, and exclamation mark; (2) unaccuracy of diction; (3) unaccuracy of writing sentence.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemakaian EYD, diksi (pilihan kata), dan penulisan kalimat dalam buku matemetika kelas VI MI/SD. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku matematika kelas VI MI terbitan Quadra dan kelas VI SD terbitan Erlangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) masih ada ketidaktepatan pemakaian ejaan yang meliputi pemakaian huruf kapital, pemakaian huruf miring, penulisan kata (kata dasar, kata keturunan, bentuk ulang, kata depan, partikel), dan pemakaian tanda baca (tanda koma, tanda titik dua, tanda seru); (2) masih ada ketidaktepatan diksi (pilihan kata) yang meliputi kata yaitu, dari, ke, dengan, dan di mana; (3) masih ada ketidaktepatan penulisan kalimat.Kata kunci: bahasa Indonesia, buku matematika, penggunaan

    PRINSIP KERJA SAMA DAN SOPAN SANTUN SISWA DI JEJARING FACEBOOK DAN IMPLIKASINYA

    Get PDF
    This study aims to describe the form of compliance and violation of the cooperative and courtesy principles of students in facebook communication and their implication. The result shows that there is an existence of compliance and violation of the cooperative and courtesy principles on facebook made by students of SMP Muhammadiyah 1 Pringsewu. Compliance and violation of the principle of cooperation consists of four maxims, they are the maxim of quantity, quality, relevance, and manner. Compliance and violation of the principle of courtesy consists of 5 maxims they are maxim of wisdom, praise, humility, agreement, and sympathy, while the compliance and violation maxim of generosity are not found in the data. The implication toward learning is that facebook communication can be used as a reference in correct and appropriate Indonesian language learning at schools.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk penaatan dan pelanggaran prinsip kerja sama dan sopan santun pada komunikasi siswa di facebook dan implikasinya pada pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya penaatan dan pelanggaran prinsip kerja sama dan sopan santun pada komunikasi facebook siswa SMP Muhammadiyah 1 Pringsewu. Penaatan dan pelanggaran prinsip kerja sama terdiri dari 4 maksim, yaitu maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Penaatan dan pelanggaran prinsip sopan santun terdiri dari 5 maksim, yaitu maksim kearifan, pujian, kerendahan hati, kesepakatan, dan simpati, sedangkan maksim kedermawanan tidak ditemukan bentuk penaatan dan pelanggaran pada data. Implikasi terhadap pembelajaran adalah komunikasi di facebook dapat dijadikan sebagai acuan dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang baik dan benar di sekolah.Kata kunci: jejaring sosial facebook, pembelajaran, prinsip kerja sama, prinsip sopan santun

    127

    full texts

    180

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇