J - SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Not a member yet
180 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MELALUI TEKNIK AKROSTIK PADA SISWA KELAS X
The purpose of this study was to describe the implementation of the teaching of writing poem using the acrostic techniques and to improve learning outcomes of writing poem using the acrostic technique. This research was a classroom action research conducted in two cycles. The results showed that the acrostic technique can improve the learning outcomes of writing poetry skills of the students. Moreover, the acrostic technique can improve learning outcomes of poetry writing skills, that of the average in the first cycle of 57,61 % increase to 80.44 % in the second cycle. With the percentage of completeness is 46,87 % in the first cycle and increased in the second cycle with 77,41 % . Referring to indicators is success the 75% of students have the completed the completeness writing sklis, so this research was considered passed.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan teknik akrostik dan meningkatkan hasil pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan teknik akrostik. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik akrostik dapat meningkatkan proses pembelajaran keterampilan menulis puisi siswa. Selain itu, teknik akrostik dapat meningkatkan hasil keterampilan menulis puisi, yaitu dari rerata pada siklus I sebesar 57,61% meningkat menjadi 80,44% pada siklus II. Dengan persentase ketuntasan sebesar 46,87% pada siklus I dan meningkat pada siklus II sebesar 77,41%. Mengacu pada indikator keberhasilan penelitian yang menetapkan sebesar 75% siswa mengalami ketuntasan dalam menulis, maka penelitian ini dinyatakan berhasil.Kata kunci: pembelajaran menulis puisi, penelitian tindakan kelas, teknik akrostik
GAYA BAHASA MARIO TEGUH DALAM ACARA GOLDEN WAYS SEBAGAI ALTERNATIF KAJIAN PENGEMBANGAN
Every language expression (form) has its own characteristic. It is because of human as an individualls was different from others. This will also appear in Mario Teguh language use, in Golden Ways show. This research has three main objectives, which are to find the language use of Mario Teguh in Golden Ways show, analyze the language style of Mario Teguh based on rhetoric needs, and prepare this research an alternative material development source in Rhetoric Subject in the university. This research used descriptive method. Based on the research, Mario Teguh Golden Ways used some of language styles: anastrof, asindenton , polisindeton, perifrasis, erotesis, Zeugma, paradoxically, kiasmus, euphemism , litotes, tautology, and redundancy, and style of figurative language; metaphor , simile, inuedo, irony, personification, and sarcasm.Setiap ragam bahasa memiliki ciri khas tersendiri. Hal itu disebabkan karena sebagai manusia yang secara individual pasti berbeda satu dengan yang lain. Hal ini juga tampak pada ragam bahasa Mario Teguh dalam acara Golden Ways. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk gaya bahasa Mario Teguh dalam acara Golden Ways, untuk menganalisis gaya bahasa Mario Teguh berdasarkan kebutuhan beretorika, dan untuk dijadikan alternatif kajian pengembangan sumber belajar Mata Kuliah Retorika di Perguruan Tinggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Mario Teguh dalam Acara Golden Ways menggunakan gaya bahasa retoris; anastrof, asindenton, polisindeton, perifrasis, erotesis, zeugma, paradoks, kiasmus, eufemisme, litotes, tautologi, dan pleonasme, dan gaya bahasa kiasan; metafora, simile, inuedo, ironi, personifikasi, dan sarkasme.Kata kunci: gaya bahasa, sumber belajar, retorika
PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK BERITA SISWA KELAS VIIA
This study aimed to analyze and describe the lesson plan, the implementation of learning, assessment of learning, the student news listening skills class VII A SMP Taman Siswa Telukbetung Bandarlampung with the used of audio-visual media. The method used is classroom action research. The results of this study shows, news listening lesson plan with the use of audio-visual media have been prepared very well. Implementation of learning to listen to the news with the used of audio-visual media has changed the learning environment becomes more attractive and have increased student activity in learning. Improved listening skills with the use of audio-visual media, namely the average value on prasiklus 54.23, 69.21 in the first cycle and the second cycle into 78.16.Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan rencana pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian pembelajaran, dan kemampuan menyimak berita siswa kelas VIIA SMP Taman Siswa Telukbetung Bandarlampung dengan pemanfaatan media audio visual. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil penelitian ini menunjukkan, RPP menyimak berita dengan pemanfaatan media audio visual telah disusun dengan sangat baik. Pelaksanaan pembelajaran menyimak berita dengan pemanfaatan media audio visual telah mengubah suasana pembelajaran menjadi lebih menarik dan telah meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Peningkatan kemampuan menyimak dengan pemanfaatan media audio visual yaitu nilai rata-rata pada prasiklus 54,23 , pada siklus satu 69,21, dan pada siklus dua menjadi 78,16.Kata kunci: media audio visual, menyimak, berita
WACANA BERITA BERTAJUK KORUPSI DALAM SITUS INDONESIANA DAN IMPLIKASI PEMBELAJARAN ANALISIS WACANA
The research discussed about text, discourse practice, and sociocultural practie of coruption discourse in Indonesiana site, and its implication to discourse analysis learning in University. The method used in this research was qualitative method with critical discourse analysis by Norman Fairclough. Based on the result of the research and discussion, text components in every discourse reveals the critical facts in society. Meanwhile, discourse practice denotes external component which affect text production process so the discourse become more comprehensive. Then, sociocultural practice or social knowledge which becomes the framework of writer could emphasize the discourse result. The result of the research could be used as an example step to discourse analysis by Norman Fairclough.Penelitian ini mengaji tentang teks, praktik wacana, dan praktik sosiokulutral wacana bertema korupsi dalam situs Indonesiana serta implikasi hasil penelitian pada pembelajaran analisis wacana di Universitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan model analisis wacana kritis Norman Fairclough. Hasil penelitian didapat sebagai berikut. Unsur-unsur teks yang terdapat dalam wacana yang telah dianalisis mengemukakan tentang proses kritik terhadap fenomena atau kejadian yang terjadi di masyarakat. Sementara, praktik wacana yang merupakan hal-hal di luar teks yang memengaruhi proses produksi teks menjadi hal yang dapat memperjelas teks yang ditulis oleh pembuat wacana. Selanjutnya, praktik sosiokultural atau pengetahun kemasyarakatan yang menjadi modal pembuat wacana dalam menulis juga menjadi hal yang memperkokoh substansi dari wacana. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai contoh cara menganalisis wacana dengan pendekatan Norman Fairclough.Kata kunci: analisis wacana kritis, norman fairclough, indonesiana
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERMAIN DRAMA BERBASIS AUTOBIOGRAFI HABIBIE DAN AINUN
The purpose of this study was to produce teaching materials of drama play based on autobiographical of Habibie and Ainun class XI SMA / MA. This study used a model of Research and Development ( R & D ) with three main stages, namely the preliminary studies, product development, and 3 implementations of the product. The next step was to design and develop products of drama play teaching materials based autobiographical of Habibie and Ainun, assessment of practitioners or peers, substance expert test expert test substance and educational technology expert test, small scale trial, and wide scale test. Revision of product development was carried out based on inputs from any assessment or test undertaken to produce teaching materials which is valuable and ready to be implemented. The findings in this study were useful for teachers, students, and researchers as consideration for the purposes of further development.Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk bahan ajar bermain drama berbasis autobiografi Habibie dan Ainun siswa kelas XI SMA/MA. Penelitian ini menggunakan model Research and Development (R&D) dengan tiga tahapan utama, yakni studi pendahuluan, pengembangan produk, dan 3 implementasi produk. Langkah berikutnya adalah mendesain dan mengembangkan produk bahan ajar bermain drama berbasis autobiografi Habibie dan Ainun, penilaian praktisi atau teman sejawat, uji ahli substansi dan uji ahli teknologi pendidikan, uji coba skala kecil, dan uji coba skala luas. Revisi produk pengembangan dilakukan berdasarkan masukan-masukan dari setiap penilaian atau uji yang dilakukan untuk menghasilkan produk bahan ajar yang layak dan siap untuk diimplementasikan. Temuan dalam penelitian ini berguna bagi guru, siswa, dan peneliti sebagai bahan pertimbangan untuk keperluan-keperluan pengembangan lebih lanjut.Kata kunci: autobiografi, bahan ajar, bermain drama
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW PADA SISWA KELAS VII
The problem in this research is the level of speaking ability students of class VII SMP Negeri 1 Abung Surakarta. The purpose of this research was to improve the preparation of lesson plan, implementation of learning speaking skills, learning assessment system, and their speaking ability by applying the learning model Jigsaw.The method used is classroom action research. The results showed the preparation of lesson plan used model Jigsaw ie from the first cycle enough, and the second cycle increased to very good. Similarly, in the implementation of learning speaking skills through learning model Jigsaw, which was the first cycle enough, the second cycle increased to very good.Increased activity of the students from the first cycle72.27 to the second cycle 79.4, amounting to 7.13.Increased ability to speak through learning model Jigsaw 64.22 which is pre-cycle, the first cycle increased by 69.22 there was an increase of 5.00%, 81.32 second cycle increased by 12.10%.Masalah dalam penelitian ini adalah tingkat kemampuan berbicara siswa kelas VII SMP Negeri 1 Abung Surakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pelaksanaan pembelajaran kemampuan berbicara, sistem penilaian pembelajaran, dan kemampuan berbicara siswa dengan menerapkan model pembelajaran Jigsaw. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research).Hasil penelitian menunjukkan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) menggunakan model pembelajaran Jigsaw yaitu dari siklus I cukup, dan siklus II meningkat menjadi sangat baik. Begitu pula pada pelaksanaan pembelajaran kemampuan berbicara melalui model pembelajaran Jigsaw, yaitu siklus I cukup, siklus II meningkat menjadi sangat baik. Peningkatan rata-rata nilai aktivitas siswa dari siklus I 72,27 ke siklus II 79,4 sebesar 7,13. Peningkatan kemampuan berbicara melalui model pembelajaran Jigsaw yaitu prasiklus 64,22, siklus I meningkat 69,22 ada peningkatan sebesar 5,00%, siklus II 81,32 meningkat sebesar 12,10%.Kata kunci: kemampuan berbicara, model pembelajaran, jigsaw
KESANTUNAN BAHASA LISAN GURU SMK NEGERI 4 BANDAR LAMPUNG DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
The problem in this research was the politeness of spoken language teachers of SMK Negeri 4 Bandar Lampung in learning Indonesian and its implications in the development of character education of vocational students in the academic year 2015/2016. This study aimed to describe the principle of manners speaking, the kinds of speech acts, values of character education, language spoken politeness implications in the development of character education students, and students' perception of politeness spoken language Indonesian teacher. This study used descriptive qualitative method. The results showed the principles of courtesy are found in the spoken language teacher was a maxim of wisdom as much as 42 languages spoken, the implications politeness oral language teachers in character education was reflected in the maxims of politeness and of speech acts used by teachers Indonesian, results of students' perception of politeness Indonesian spoken language teacher obtained 69.45% with a very polite response.Masalah dalam penelitian adalah kesantunan bahasa lisan guru SMK Negeri 4 Bandar Lampung dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan implikasinya dalam pengembangan pendidikan karakter siswa SMK tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prinsip sopan santun berbahasa, jenis-jenis tindak tutur, nila-nilai pendidikan karakter, implikasi kesantunan bahasa lisan dalam pengembangan pendidikan karakter siswa, dan persepsi siswa terhadap kesantunan bahasa lisan guru Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan prinsip sopan santun yang ditemukan dalam bahasa lisan guru adalah maksim kebijaksanaan sebanyak 42 bahasa lisan, implikasi kesantunan bahasa lisan guru dalam pendidikan karakter tercermin dari maksim-maksim kesantunan dan jenis tindak tutur yang digunakan oleh guru Bahasa Indonesia, hasil persepsi siswa terhadap kesantunan bahasa lisan guru Bahasa Indonesia diperoleh 69,45% dengan tanggapan sangat santun.Kata kunci: kesantunan berbahasa, bahasa lisan (tuturan), pendidikan karakte
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR APRESIASI PUISI KONTEMPORER BERBASIS MODEL SUCHMAN
This research aimed to develop teaching materials in the form of appreciation of contemporary poetry worksheets based on Suchman models for high school students of class XII. In the model, there are five steps of learning. This research method used techniques of qualitative and quantitative data analysis, through research and development Borg and Gall. The results of the analysis of students and teachers to the development of teaching materials in teaching appreciation of contemporary poetry in three (3) high school in Pesawaran, shows that students have sufficient interest, on teachers indicated that the teaching materials need to be developed. Based on the identification of material development strategy, it is feasible by combining the strengths and weaknesses of learning of the opportunities and threats (SWOT analysis).Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar berupa LKS apresiasi puisi kontemporer berbasis model Suchman untuk siswa kelas XII SMA. Dalam model Suchman terdapat lima langkah pembelajaran. Metode penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif, melalui modifikasi penelitian pengembangan Borg dan Gall. Hasil analisis kebutuhan siswa dan guru terhadap pengembangan bahan ajar pembelajaran apresiasi puisi kontemporer pada 3 (tiga) sekolah SMA di Pesawaran, menunjukkan bahwa siswa memiliki minat yang cukup, pada guru menunjukkan bahwa bahan ajar sangat perlu dikembangkan. Berdasarkan identifikasi strategi pengembangan bahan ajar yang layak dilakukan dengan mengkombinasikan kekuatan dan kelemahan pembelajaran terhadap peluang dan ancaman (analisis SWOT).Kata kunci: bahan ajar, lembar kegiatan siswa, model suchman
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS MELALUI METODE KOOPERATIF (STAD) SISWA KELAS VIII
The problem in this research was the improvement of writing skills through cooperative methods students team achievement division (STAD) in class VIII G SMPN 2 Negeri Katon Pesawaran the school year 2015/2016. This study aimed to analyze and describe (1) the processes and activities of learning to write instructions to do something with the methods of cooperative (STAD) and (2) an increase in skill of writing instructions to do something in class VIII G of SMPN 2 Negerikaton Pesawaran after following the learning process with cooperative learning methods (STAD). The results showed an increase and reached the target value of at least 75. The pre-aycle test results obtained the average value of 68.27 and the first cycle values obtained an average of 74.78. This means an increase of 6.51%. In the second cycle, values obtained an average of 83.56. This means an increase from the first cycle to the second cycle of 8.78%.Masalah dalam penelitian ini adalah peningkatan keterampilan menulis melalui metode kooperatif tipe student team achievement division (STAD) pada siswa kelas VIII G SMPN 2 Negeri Katon Pesawaran tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan (1) proses dan aktivitas pembelajaran menulis petunjuk melakukan sesuatu dengan metode kooperatif tipe (STAD) dan (2) peningkatan keterampilan menulis petunjuk melakukan sesuatu pada siswa kelas VIII G SMPN 2 Negerikaton Pesawaran setelah mengikuti pembelajaran dengan metode kooperatif tipe (STAD). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan dan mencapai target nilai minimal 75. Hasil tes prasiklus diperoleh nilai rata-rata sebesar 68,27 dan pada siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar 74,78. Hal ini berarti terjadi peningkatan sebesar 6,51%. Pada siklus II diperoleh nilai rata-rata sebesar 83,56. Hal ini berarti terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 8,78%.Kata Kunci: keterampilan menulis, siswa, metode kooperatif tipe (STAD)
REPRESENTASI PDRI DALAM NOVEL PRESIDEN PRAWIRANEGARA DAN PEMBELAJARAN SASTRA DI PERGURUAN TINGGI
Novels have shown an integral relationship between the content of the literature with the reality of what happened in the community. It needs to be studied in depth, especially in the novel Presiden Prawiranegara, Kisah 207 Hari Syafruddin Prawiranegara Memimpin Indonesia by Akmal Nasery Basral who made the object of research. This qualitative research used descriptive method. The results showed that the representation of emergency government before PDRI to explain the background of the PDRI and Prawiranegara Syarifuddin role as Chairman of the PDRI, representation of emergency government during the PDRI contains a description of the role Syarifuddin Prawiranegara while leading the PDRI for 207 days, at the end of the PDRI described handover of government mandates to their rightful owners. The data of this study can be used as learning models by arranging the syllabus and SAP.Novel telah menunjukkan adanya hubungan yang tidak terpisahkan antara isi karya dengan realitas yang terjadi dalam masyarakatnya. Hal tersebut perlu dikaji secara mendalam, khususnya pada novel Presiden Prawiranegara, Kisah 207 Hari Syafruddin Prawiranegara Memimpin Indonesia karya Akmal Nasery Basral yang dijadikan objek penelitian. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi pemerintahan darurat sebelum masa PDRI menjelaskan latarbelakang terjadinya PDRI dan peran Syarifuddin Prawiranegara sebagai Ketua PDRI, representasi pemerintahan darurat pada masa PDRI mengandung penjelasan mengenai peran Syarifuddin Prawiranegara saat memimpin PDRI selama 207 hari, pada bagian akhir masa PDRI dijelaskan penyerahan mandat pemerintahan kepada pemilik yang sah. Data penelitian ini dapat dijadikan model pembelajaran dengan cara menyusun silabus dan SAP.Kata kunci: novel, pemerintahan darurat republik indonesia, representasi