Jurnal Akuatika
Not a member yet
66 research outputs found
Sort by
Formulasi Skin Lotion Dengan Penambahan Karagenan Dan Antioksidan Alami Dari Rhizophora Mucronata Lamk.
Skin lotion merupakan produk kosmetika yang berfungsi melembutkan dan menjaga kulit dari kekeringan. Tujuan penelitian adalah menentukan konsentrasi terbaik dari penambahan karaginan dan ekstrak Rhizophora mucronata pada skin lotion. Tahapan dalam penelitian ini adalah formulasi skin lotion dengan penambahan karaginan (0%; 1,5%; 1%; 1,5%; 2%) dan skin lotion terbaik ditambah ekstrak Rhizopora mucronata (0,5% dan 1%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula skin lotion terbaik adalah penambahan karaginan 1,5%. Karakteristik sensori skin lotion berkisar antara agak suka sampai suka; nilai pH 7,62; viskositas 2500 cP, stabilitas emulsi 100%, penyusutan berat 3,72%; dan total mikrob kurang dari 2,5 x 102 Cfu (log 2,39). Skin lotion yang ditambah 1% ekstrak Rhizopora mucronata mempunyai aktivitas antioksidan terbaik (130,494 ppm).
Profil Vertikal Oksigen Terlarut di Danau Pinang Luar (Oxbow Lake) Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau
Kajian ini berada di danau Pinang luar dengan konsentrasi Dissolved Oxygen (DO) dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi DO di danau Pinang Luar, sebuah danau oxbow yang menerima air dari Sungai Kampar telah dilakukan pada Juni-Juli 2013 selama level air minimum . Pengambilan sampel dilakukan dengan metode post facto survei . Ada 3 stasiun , yaitu Stasiun 1 (inlet), Station 2 (di bagian tengah danau) dan Station 3. Sampling vertikal pengambilan sampel diputuskan berdasarkan transparansi air, di permukaan, di 1,5 dan 2,5 kedalaman Secchi dan di dasar danau. Pengambilan sampel dilakukan sekali / minggu , untuk jangka waktu 3 minggu. Parameter yang diukur adalah DO, suhu , transparansi , pH , kedalaman dan kelimpahan fitoplankton . Hasil menunjukkan bahwa DO di permukaan adalah 5,20-6,40 mg / l , dalam 1,5 secchi adalah 4,00-4,40 mg / l , dalam 2,5 secchi adalah 2,93-4,00 mg / l dan di bagian bawah adalah 1,87-2,53 mg / l . Data profil DO menunjukkan bahwa penurunan tertinggi terjadi pada permukaan untuk kedalaman secchi 1.5 (0 m sampai 1,0 m kedalaman masing-masing) . Secara umum, konsentrasi DO di daerah antara permukaan air sampai kedalaman 2,5 Secchi sangat cocok untuk mendukung kehidupan organisme air
Kajian Pemanfaatan Limbah Rajungan dan Aplikasinya untuk Bahan Minuman Kesehatan Berbasis Kitosan
Kitin adalah biopolimer yang tersusun atas unit N-asetil-D-glukosamin dengan ikatan Beta-(1,4) yang paling banyak dijumpai di alam setelah selulosa. Di Indonesia limbah kitin yang belum dimanfaatkan sebesar 56.200 metrik ton per tahun. Limbah ini belum termanfaatkan secara baik dan berdaya guna, bahkan sebagian besar merupakan buangan yang juga turut mencemari lingkungan.Di pihak lain, buangan tersebut ternyata sangat potensil untuk dimanfaatkan sebagai kitosan. Tujuan penulisan kajian ini adalah untuk menggambarkan pemanfaatan limbah rajungan menjadi kitosan lalu mengaplikasikan kitosan tersebut sebagai bahan minuman kesehatan.Hasil kajian kitosan dijarapkan akan dapat diterapkan sebagai bahan baku industri berbasis biota laut.
KINERJA SEKTOR PERIKANAN PROVINSI BANTEN
Pembangunan sektor perikanan merupakan salah satu pembangunan sektoral yang memiliki kontribusi pada pembangunan di Provinsi Banten khususnya dalam pertumbuhan ekonomi regional dan penyerapan tenaga kerja. Makalah ini menganalisis hasil model LQ dan Tipologi Klassen atas sektor perikanan terhadap pembangunan wilayah Provinsi Banten. Provinsi Banten memiliki produksi perikanan potensial di Pulau Jawa. Sebagai salah satu sektor potensial, sektor perikanan perlu dukungan kebijakan agar mampu berkontribusi pada perkonomian wilayah Provinsi Banten. Hipotesis dari penelitian ini adalah sektor perikanan menjadi faktor terpenting dalam pertumbuhan ekonomi daerah Banten. Pada kenyataannya, hasil analisis menunjukkan fakta sebaliknya, sektor perikanan bukan sektor dominan dalam pertumbuhan daerah Provinsi Banten
PENDEKATAN METODE VON BERTALANFFY UNTUK ANALISIS PERTUMBUHAN KERANG KAPAH (Meretrix meretrix) YANG BERASAL DARI PENGEPUL PANTAI AMAL LAMA KOTA TARAKAN
Kerang kapah merupakan nama lokal sebutan dari masyarakat kota Tarakan dan merupakan ciri khas atau karakteristik tersendiri dan menjadi bagian dari sumberdaya hayati laut yang berpotensi cukup tinggi. Tujuan penelitian adalah mengkaji dan mengkomparasikan model pertumbuhan absolut/mutlak dari kerang kapah (Meretrix meretrix) setiap bulan selama tiga bulan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Ruang lingkup penelitian ini hanya difokuskan pada variabel pertumbuhan absolut/mutlak dari kerang kapah (Meretrix meretrix). Teknik pengumpulan data, menggunakan desain penelitian survey. Teknik pengambilan sampel kerang kapah menggunakan cara sampling dengan metode purposive sampling dimana diharapkan dalam pengambilan sampel sebanyak 10% sudah dapat mewakili jumlah keseluruhan populasi kerang kapah (Meretrix meretrix). Dalam pemilihan bentuk dan ukuran sampel kerang dilakukan secara random/ acak dimulai dari ukuran terkecil hingga ukuran terbesar. Variabel utama yang di ukur dalam penelitian ini adalah variabel pertumbuhan dan struktur umur menggunakan data berupa panjang cangkang dari kerang kapah (Meretrix meretrix). Hasil penelitian bentuk model pertumbuhan absolut/mutlak kerang kapah (Meretrix meretrix) pada Bulan November 2011 yaitu Lt = 12,349 ( 1 – 2,71828 – 0,0258 (t + 1,7408)) ( r = 0,966 dan n = 120 ). Hasil penelitian model pertumbuhan absolut/mutlak kerang kapah (Meretrix meretrix) pada Bulan Desember 2011 yaitu Lt = 9,552 ( 1 – 2,71828 – 0,0586 (t + 1,402)) ( r = 0,958 dan n = 138 ). Hasil penelitian model pertumbuhan absolut/mutlak kerang kapah (Meretrix meretrix) pada Bulan Januari 2012 yaitu Lt = 9,301 ( 1 – 2,71828 – 0,07 (t + 1,3247)) ( r = 0,947 dan n = 120 )
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON DI SITU CISANTI KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT
Penelitian tentang struktur komunitas plankton di Danau Cisanti Kabupaten Bandung, Jawa Barat Indonesia telah dilakukan pada bulan Mei 2009 sampai Juni 2009 selama musim hujan. Metode yang digunakan adalah metode survei. Sampling plankton dilakukan pada lima stasiun dengan enam kali ulangan setiap tujuh hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas fitoplankton terdiri dari 46 genus dan zooplankton 10 genus. Bacillariophyceae memberikan kontribusi tertinggi pada kepadatan fitoplankton dan Diatoma merupakan genus yang utama. Kepadatan zooplankton Sementara tertinggi diberikan oleh Crustaceae dengan Cyclops sebagai genus yang utama. Indeks Simpson berkisar 0,305-0,616, untuk fitoplankton dan 0,468-0,746 untuk zooplankton. Sementara indeks keanekaragaman berkisar 0,384-0,695 untuk fitoplankton dan 0,254-0,532 untuk zooplankton. Berdasarkan struktur komunitas dan nutrisi plankton (NO3-dan PO4-3) konsentrasi di waduk Cisanti dikategorikan sebagai mesotrophic cenderung eutrophic
ANALISIS POTENSI LESTARI PERIKANAN TANGKAP DI KAWASAN PANGANDARAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi lestari perikanan tangkap di kawasan Pangandaraan Provinsi Jawa Barat. Kondisi perikanan tangkap di Kawasan Pangandaran berdasarkan data produksi selama 11 tahun terakhir mengalami penurunan, hal inilah yang melatarbelakangi diakukannya penelitian mengenai potensi lestari perikanan tangkap di Kawasan Pangandaran Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer dilakukan secara purposive diperoleh 5 orang pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat. Data sekunder periode 1999-2009 mengenai data produksi perikanan tangkap, jenis alat tangkap dan trip upaya penangkapan per jenis alat tangkap di Kabupaten Ciamis. Analisis potensi lestari sumberdaya perikanan dengan menggunakan model Schafer dengan tehnik CYP (Clarck, Yoshimoto, Pooley). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tangkapan optimal berdasarkan hasil dari berbagai rezim pengelolaan perikanan yaitu : Maximum Economic Yield (MEY) sebesar 1.560,78 ton, Maximum Sustainable Yield (MSY) 1.567 ton
KARAKTERISTIK BIOFILM BERBAHAN DASAR KARAGINAN
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakterisik karaginan yang digunakan dalam pembuatan biofilm. Karaginan yang diekstraksi menggunakan KOH 0,5% selama 1 jam memberikan hasil terbaik dengan karakteristik rendemen 45,64%, viskositas 18 cP, kadar air 16,26%, kadar abu 35,90%, kadar abu tak larut asam 0,32%, kadar sulfat 5,04%, dan kekuatan gel 385,63 gf. Penggunaan karaginan pada konsentrasi 1,5% menghasilkan biofilm terbaik dengan sifat-sifat ketebalan 0,070 mm, kuat tarik 5516,67 kgf/cm2, persen pemanjangan 43,05% dan laju transmisi uap air 0,0060 g/m2/hari. Biofilm terbaik juga mempunyai struktur mikroskopis internal polimer lebih kompak dan padat
Pemanfaatan Daging Limbah Filet Ikan Kakap Merah Sebagai Bahan Baku Surimi Untuk Produk Perikanan
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai derajat putih dan mengetahui tingkat kekenyalan surimi yang berasal dari daging limbah filet ikan kakap merah sebagai bahan baku untuk produk olahan perikanan, khususnya produk fish jelly. Penelitian dilakukan secara eksperimental dan dianalisis secara deskriptif. Parameter yang diamati adalah rendemen daging ikan, derajat putih, dan uji lipat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging limbah filet ikan kakap merah dapat digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan produk perikanan, khususnya fish jelly dengan nilai derajat putih 32,88%. Berdasarkan uji lipat dapat membentuk gel cukup sempurna dengan nilai mutu uji lipat 4,7
DINOFLAGELLATA EPIFITIK PADA LAMUN Enhalus acoroides DI RATAAN TERUMBU PULAU PARI, KEPULAUAN SERIBU
Penelitian tentang Dinoflagellata epifitik pada lamun Enhalus acoroides telah dilakukan di rataan terumbu Pulau Pari, Kepulauan Seribu pada bulan April 2012. Penelitian dilakukan dengan mengoleksi daun lamun Enhalus acoroides dari rataan terumbu, kemudian dimasukkan ke dalam botol plastik berisi air laut. Setelah itu, dilakukan pengocokan dan penyaringan dengan saringan bertingkat (125µm dan 20µm). Dinoflagellata epifitik yang ditemukan berjumlah 8 jenis, yaitu Gambierdiscus toxicus Prorocentrum concavum, P. emarginatum, P.lima, P. rhathymum, Ostreopsis lenticularis, O. ovata, dan O. siamensis. Enam dari jenis tersebut termasuk Dinoflagellata epifitik yang berpotensi menyebabkan Ciguatera Fish Poisoning.Kelimpahan Dinoflagellata epifitik tertinggi dimiliki oleh Prorocentrum lima (903 sel/cm2), sedangkan kelimpahan terendah dimiliki oleh Gambierdiscus toxicus (1 sel/cm2).Berdasarkan uji korelasi Spearman, parameter lingkungan perairan yang memengaruhi kelimpahan Dinoflagellata epifitik saat penelitian adalah kecepatan arus.