SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1785 research outputs found
Sort by
Analisis Sumbangan Materi Hidrokarbon terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI MIA Tahun Ajaran 2018/2019 di SMAN 1 Lawang
RINGKASANAmayliadevi, R. R. 2019. Analisis Sumbangan Materi Hidrokarbon terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI MIA Tahun Ajaran 2018/2019 di SMAN 1 Lawang. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) H. Herunata, S.Pd., M.Pd., (II) Dr. Hj. Hayuni Retno Widarti, M.Si.Kata Kunci: analisis, sumbangan, hidrokarbon, keterampilan berpikir kritisSalah satu kecakapan hidup yang harus dimiliki siswa pada abad 21 adalah keterampilan berpikir kritis yang dapat dikembangkan dan dilatih melalui beragam bidang, salah satunya adalah bidang kimia. Salah satu materi pada bidang kimia adalah materi hidrokarbon. Sebagian besar siswa menganggap bahwa materi hidrokarbon berisi pengetahuan informatif yang berisi hafalan. Namun, penilaian pada materi hidrokarbon tidak hanya ditekankan pada hafalan saja karena materi tersebut dapat ditekankan pada pertanyaan yang membutuhkan kajian lebih mendalam dan pemikiran yang kritis. Tujuan penelitian ini mengukur persentase sumbangan materi hidrokarbon terhadap kemampuan keterampilan berpikir kritis siswa dan mengetahui tingkat kemampuan keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI MIA tahun ajaran 2018/2019 di SMAN 1 Lawang.Penelitian menggunakan rancangan penelitian kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian dipilih berdasarkan wawancara dan saran dari dua orang guru kimia SMAN 1 Lawang yaitu kelas XI MIA 1, XI MIA 4, XI MIA 6, dan XI MIA 7 tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 133 siswa. Instrumen penilaian keterampilan berpikir kritis yang digunakan pada materi hidrokarbon yang dikembangkan oleh Rodliyah (2018) dengan indikator berpikir kritis Ennis (2011). Data yang telah diperoleh dianalisis sesuai dengan pengelompokkan pokok bahasan pada materi hidrokarbon. Hasil analisis tingkat kemampuan keterampilan berpikir kritis siswa menggunakan jumlah siswa yang mendapat skor tiga pada soal pilihan ganda beralasan dan skor 4 pada soal uraian dibagi jumlah keseluruhan siswa sampel, lalu dikategorikan berdasarkan jumlah persentase menurut Karim (2015). Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi hidrokarbon yang diajarkan oleh guru mampu memunculkan kemampuan keterampilan berpikir kritis siswa dengan tingkat kemampuan keterampilan berpikir kritis yang masih tergolong sangat rendah dengan rata-rata antara lain 1) senyawa karbon organik dan anorganik sebesar 39,10%, 2) identifikasi dan sumber senyawa karbon sebesar 13,53%, 3) kekhasan atom karbon sebesar 27,82 %, 4) tata nama senyawa hidrokarbon sebesar 16,29%, 5) isomer senyawa hidrokarbon sebesar 9,62 %, 6) sifat fisika dan kimia senyawa hidrokarbon pada sub pokok bahasan sifat fisika senyawa hidrokarbon sebesar 29,32 %, sub pokok bahasan reaksi pembakaran senyawa hidrokarbon sebesar 5,71 %, sub pokok bahasan reaksi substitusi senyawa alkana sebesar 0,94%, sub pokok bahasan reaksi senyawa alkena sebesar 11,58%, sub pokok bahasan reaksi senyawa alkuna sebesar 3,57%, dan sub pokok bahasan identifikasi senyawa hidrokarbon jenuh dan tak jenuh sebesar 0,75%, dan 7) kegunaan senyawa hidrokarbon sebesar 14,43%
Pengaruh Penambahan Dispersan Terhadap Kestabilan dan Perpindahan Panas Nanofluida Air-ZrO2
RINGKASANWidia, R. N. 2019. Pengaruh Penambahan Dispersan Terhadap Kestabilan dan Perpindahan Panas Nanofluida Air-ZrO2. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nazriati, M.Si., (II) Dr. Dani Gustaman Syarif, M.Eng. Kata Kunci: dispersan, nanofluida air-ZrO2, kestabilan.Nanofluida dapat diterapkan dalam bidang perpindahan panas pada mesin karena memiliki sifat termal yang jauh lebih baik daripada air. Nanopartikel yang dapat digunakan sebagai nanofluida salah satunya adalah zirkonium dioksida. Nanopartikel zirkonium dioksida dapat diperoleh dari mineral zirkon (ZrSiO4). Zirkonium mempunyai sifat anti korosif, titik didih tinggi, dan mempunyai luas permukaan yang besar. Namun, nanofluida zirkonium dioksida dalam fluida air masih relatif belum stabil dan mudah mengendap dalam waktu yang singkat. Untuk meningkatkan kestabilan perlu penambahan dispersan. Dispersan yang digunakan yaitu Cetyl trimethylammonium bromide (CTAB), Poli asam akrilik (PAA), Polietilena glikol 4000 (PEG 4000), dan Asam sitrat. Penambahan dispersan bertujuan untuk melapisi permukaan nanopartikel zirkonium dioksida sehingga menghasilkan stabilisasi sterik yang berfungsi untuk mencegah terjadinya pengendapan dalam waktu singkat. Tujuan penelitian ini (1) mengetahui karakteristik nanopartikel zirkonium dioksida (ZrO2) yang digunakan (2) mengetahui kestabilan nanofluida air-ZrO2 dengan penambahan dispersan berdasarkan pengamatan visual (3) mengetahui kestabilan nanofluida air-ZrO2 dengan penambahan dispersan dan kemampuannya dalam memindahkan panas dibanding air.Penelitian ini terdiri dari empat tahap, antara lain: (1) nanofluida zirkonium dioksida dalam fluida air disintesis dengan penambahan dispersan poli asam akrilik, CTAB, Asam sitrat, dan PEG 4000 (2) nanopartikel dan nanofluida zirkonium dioksida dikarakterisasi menggunakan XRD, Surface Area Meter, Zeta Potensial, dan Heat Trasfer (3) diuji pengaruh penambahan dispersan poli asam akrilik, CTAB, Asam sitrat, dan PEG 4000 terhadap kestabilan nanofluida zirkonium dioksida dalam fluida air.Sesuai hasil analisis XRD, difraktogram nanopartikel ZrO2 yang digunakan sama dengan difraktogram dari standar JCPDS no. 37-1484 yaitu ZrO2 monoklinik. Hasil analisis surface area meter memperlihatkan bahwa luas permukaan jenis nanopartikel yang diperoleh m2/g dan diperoleh ukuran partikel melalui perhitungan sebesar 41 nm. Hasil pengamatan visual memperlihatkan kestabilan nanofluida Air-ZrO2 yang ditambahkan dispersan PAA sama stabilnya dengan nanofluida yang diberi CTAB dan lebih baik dari nanofluida lainnya yang diberi Asam Sitrat dan PEG 4000. Nanofluida yang ditambahkan dispersan CTAB dan PAA paling stabil mencapai kestabilan hingga 14 hari. Berdasarkan hasil analisis zeta potensial nanofluida yang ditambahkan dispersan Cetyl trimethylammonium bromide (CTAB) lebih baik daripada nanofluida yang diberi Poli asam akrilik (PAA) dengan nilai potensial zeta 49,7 mV dan memiliki pH 7,69. Hasil uji heat transfer menunjukkan nanofluida Air-ZrO2 dengan penambahan dispersan Cetyl trimethylammonium bromide (CTAB) dapat memindahkan panas lebih baik dari pada air dengan nilai convective heat transfer coefficient nanofluida dan overall heat transfer coefficient yang jauh lebih besar 1,72 dan 1,84 kali dibandingkan fluida dasar (air)
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Inkuiri yang Dilengkapi Augmented Reality pada Materi Sel Volta
RINGKASAN Ernanda, Cholila. 2019. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Inkuiri yang Dilengkapi Augmented Reality pada Materi Sel Volta. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Munzil, S.Pd., M.Si., (II) Herunata, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci : sel volta, inkuiri, augmented reality Penelitian ini dilatar belakangi oleh kesulitan peserta didik dalam mempelajari ilmu kimia karena ilmu kimia bersifat abstrak. Hal ini dapat diatasi dengan penggunaan bahan ajar berbasis inkuiri yang dikombinasikan dengan teknologi augmented reality yang dapat memunculkan objek 3D sehingga dapat membantu peserta didik dalam mempelajari materi sel volta. Bahan ajar tersebut sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013 yang menuntut peserta didik untuk menemukan pengetahuan sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar inkuiri yang dilengkapi augmented reality pada materi sel volta. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan William W. Lee & Diana L. Owens yang terdiri atas lima tahapan: (1) tahap penilaian/analisis (asessment/analysis) yang meliputi analisis kebutuhan (need asessment) dan analisis awal akhir (front-end analysis) dilakukan wawancara dan observasi untuk mengetahui kebutuhan yang dibutuhkan sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013, (2) tahap desain (design) dilakukan pembuatan storyboard, (3) tahap produksi/pengembangan (development) dilakukan pembuatan bahan ajar, (4) tahap implementasi (implementation), dan (5) tahap evaluasi (evaluation). Tahap implementasi dan evaluasi tidak dilakukan karena keterbatasan waktu dan biaya. Subyek uji coba dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XII MIA SMAN 2 Pare sebanyak 20 peserta didik. Produk divalidasi oleh 2 ahli materi (guru dan dosen) dan 2 ahli media (guru dan dosen). Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif yang diperoleh berupa saran dan komentar yang akan digunakan sebagai pertimbangan dalam memperbaiki bahan ajar. Data kuantitatif diperoleh dari skor angket yang akan digunakan untuk mengetahui kelayakan bahan ajar. Teknis analisis data yang menggunakan teknis analisis rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat layak dengan persentase validasi materi sebesar 83%, validasi media sebesar 83%, dan uji keterbacaan sebesar 85 %. Berdasarkan nilai persentasi hasil validasi dan uji keterbacaan dapat disimpulkan bahwa bahan ajar dapat digunakan sebagai sumber belajar dalam proses pembelajaran kimia khususnya materi sel volta di dalam dan di luar kelas. SUMMARY Ernanda, Cholila. 2019. Development of Inquiry-Based Learning Materials Equipped with Augmented Reality in Volta Cell Materials. Thesis, Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, State University of Malang. Advisor: (I) Dr. Munzil, S.Pd., M.Si., (II) Herunata, S.Pd., M.Pd. Keywords: voltaic cells, inquiry, augmented reality This research is motivated by the difficulties of students in learning chemistry because chemistry is abstract. This can be overcome by the use of inquiry-based teaching materials combined with augmented reality technology that can bring up 3D objects so that can help students learn voltaic cell material. The teaching material is in accordance with the requirements of the 2013 curriculum which requires students to find their own knowledge. The purpose of this research is to develop inquiry teaching materials equipped with augmented reality in voltaic cell material. This development research uses the development model of William W. Lee & Diana L. Owens which consists of five stages: (1) the stage of assessment / analysis which includes needs analysis and initial front-end analysis conducted interviews and observations to find out the needs needed in accordance with the requirements of the 2013 curriculum, (2) the design stage made storyboard, (3) the stage of production / development made teaching materials, (4) implementation stage, and (5) evaluation stage. Due to limited time and cost, the implementation and evaluation stage are not carried out. The test subjects in this research were students of class XII MIA Senior High School 2 Pare as many as 20 students. The product is validated by 2 material experts (teachers and lecturers) and 2 media experts (teachers and lecturers). The technique of collecting data uses a questionnaire. Data were analyzed qualitatively and quantitatively. Qualitative data obtained in the form of suggestions and comments that will be used as consideration in improving teaching materials. Quantitative data obtained from questionnaire scores that will be used to determine the feasibility of teaching materials. Technical data analysis using average analysis techniques. The results showed that the teaching materials developed were included in the very feasible category with a percentage of material validation of 83%, media validation of 83%, and readability test of 85%. Based on percentage value of validation and readability test, it can be summed up that teaching materials can be used as learning resources for students in the process of learning chemistry, especially on voltaic material inside and outside the class.
PENGARUH INSERSI STAD TERHADAP EFEKTIVITAS BAHAN AJAR UKBM BERBASIS LC 5E MATERI REAKSI REDOKS DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA
RINGKASANChosniatun, Novitasari. 2019. Pengaruh Insersi STAD terhadap Efektivitas Bahan Ajar UKBM Berbasis LC 5E Materi Reaksi Redoks dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muntholib, M.Si., (II) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M.S.Kata Kunci: UKBM, LC 5E, STAD, berpikir tingkat tinggi, redoksTahun 2016, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberlakukan Kurikulum 2013 edisi revisi. Dalam kurikulum 2013 revisi terdapat empat poin penting yaitu (1) penyederhanaan aspek penilaian siswa oleh guru, (2) proses berpikir siswa tidak dibatasi, (3) teori 5M (mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, dan mencipta) tidak sebatas teori, dan (4) struktur mata pelajaran dan lama belajar di sekolah tidak diubah (kemendikbud, 2016). Kemampuan menganalisis dan mencipta yang terdapat dalam kurikulum 2013 merupakan bagian dari kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills). Pembelajaran yang dikenal berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi adalah inquiry-based learning, termasuk di dalamnya adalah model pembelajaran Learning Cycle 5E (LC 5E). Umumnya LC 5E menuntut siswa untuk bekerja sama. Salah satu model pembelajaran yang berbasis pada kerjasama antar siswa adalah Student Teams Achievement Division (STAD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Insersi STAD ke dalam LC 5E dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dengan menggunakan bahan ajar UKBM pada materi reaksi reduksi-oksidasi.Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian eksperimen semu (Quasy Experimental Design) dengan model pretest-posttest control group design dan rancangan penelitian deskriptif (Creswell, 2012: 309-310). Rancangan penelitian pretest-posttest control group design digunakan untuk memaparkan efektivitas bahan ajar, sedangkan rancangan penilaian deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan proses pembelajaran. Data kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa diukur dengan tes kemampuan berpikir tingkat tinggi dan keterlaksanaan proses pembelajaran diukur dengan menggunakan lembar observasi. Terdapat tujuh kelas X MIA di SMA Negeri 1 Kepanjen dan diperoleh dua kelas penelitian dengan teknik simple random sampling, yaitu kelas X MIA 1 sebagai kelas eksperimen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran LC 5E-STAD dan kelas X MIA 2 digunakan sebagai kelas kontrol yang dibelajarkan dengan model pembelajaran LC 5E.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) Keterlaksanaan pembelajaran LC 5E dan LC 5E-STAD dalam pembelajaran reaksi redoks berturut-turut adalah 93,75% dan 94,23% dengan kriteria sangat baik, (b) Hasil uji t-test menunjukkan bahwa ada perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi materi reaksi redoks antara siswa yang dibelajarkan dengan bahan ajar UKBM berbasis LC 5E dengan siswa yang dibelajarkan dengan bahan ajar UKBM berbasis LC 5E-STAD. Skor rata-rata kelas LC 5E-STAD (72,22) lebih tinggi daripada kelas LC 5E (66,94). Ini menunjukkan bahwa insersi STAD dapat meningkatkan efektivitas LC 5E dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa
Pengembangan dan Penerapan Tes Keterampilan Argumentasi Ilmiah Materi Kimia Asam Basa untuk Siswa SMA Kelas XI
RINGKASANUmi, Latifah. 2019. Pengembangan dan Penerapan Tes Keterampilan Argumentasi Ilmiah Materi Kimia Asam Basa untuk Siswa SMA Kelas XI. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muntholib, M. Si., (II) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M.S.Kata Kunci: Tes Argumentasi, Argumentasi Ilmiah, Asam Basa. Kurikulum 2013 yang menerapkan pendekatan ilmiah sebagai pendekatan pembelajaran resmi sangat berkepentingan dengan proses inkuiri berupa argumentasi ilmiah. Argumentasi merupakan komponen pengetahuan ilmiah yang menjadi tujuan pembelajaran sekaligus cara yang digunakan untuk mempelajari dan mengkonstruksi pengetahuan ilmiah. Keterampilan argumentasi sebagai tujuan pendidikan sains termasuk ilmu kimia dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap konsep kimia. Bentuk nyata penempatan argumentasi ilmiah sebagai cara dan tujuan pembelajaran adalah tersedianya instrumen penilaian argumentasi ilmiah. Terdapat kekurangan dalam instrumen penilaian argumentasi ilmiah di lapangan sehingga perlu dikembangkan lebih lanjut. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkas tes keteramilan argumentasi ilmiah yang valid dan reliabel serta mendeskripsikan keterampilan argumentasi ilmiah siswa. Penelitian ini menerapkan rancangan penelitian dan pengembangan instrumen tes keterampilan argumentasi ilmiah materi asam basa yang dilanjutkan dengan survei. Tahapan pengembangan instrumen mengadosi tahapan pengembangan dari Chandrasegaran et.al., 2007; Wattanakasiwich et.al., 2013; Damanhuri et.al., 2016; dan Muntholib et.al., in press yang terdiri dari lima langkah yakni, telaah literatur, penyusunan instrumen, validasi ahli, uji coba, dan finalisasi instrumen tes. Terdapat dua data yang diperoleh dalam penelitian, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data ini diperoleh dari uji validasi, uji coba, dan survei. Validasi instrumen tes dilakukan oleh tiga validator, yaitu satu dosen kimia Universitas Negeri Malang, dan dua guru SMA Negeri 1 Tumpang. Uji coba instrumen tes dilakukan kepada 177 siswa. Sedangkan survei dilakukan kepada 71 siswa SMAN 1 Tumpang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik persentase.Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) skor rata-rata validitas instrumen adalah 84,6 (sangat layak) digunakan untuk mengukur keterampilan argumentasi ilmiah siswa dan (2) keterampilan argumentasi ilmiah siswa terdiri dari tiga komponen yakni, (a) keterampilan membedakan komponen argumentasi sebesar 80,53% (sangat baik); (b) keterampilan menuliskan argumentasi sebesar 55,42% (cukup); dan (c) keterampilan argumentasi dalam setiap sub materi asam basa sebesar 55,48% (cukup)
Pengaruh Strategi Pembelajaran Metakognitif PDCA (Preparing, Doing, Checking, Assessing and Following-Up) terhadap Pengetahuan Metakognitif dan Prestasi Belajar Siswa Kelas X SMAN 9 Malang pada Materi Reaksi Redoks
RINGKASAN Nugroho, Rohmat. 2019. Pengaruh Strategi Pembelajaran Metakognitif PDCA (Preparing, Doing, Checking, Assessing and Following-Up) terhadap Pengetahuan Metakognitif dan Prestasi Belajar Siswa Kelas X SMAN 9 Malang pada Materi Reaksi Redoks. Program Studi S1 Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Dr. H. Parlan, M.Si., Pembimbing II: Drs. H. Mohammad Sodiq Ibnu, M.Si. Kata-kata kunci: metakognisi, strategi metakognitif, prestasi belajar, redoks. Kesulitan belajar sering dialami oleh siswa karena kurang mampu menggunakan metakognisinya dalam membangun pengetahuan. Kemampuan menggunakan metakognisi dalam pembelajaran mempengaruhi kemampuan memecahkan masalah dan keberhasilan akademik siswa. Untuk meningkatkan kemampuan metakognitif digunakan strategi metakognitif dalam proses belajar yang mendorong dan menstimulasi siswa untuk menggunakan kemampuan metakognitif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran metakognitif PDCA (Preparing, Doing, Checking, Assessing and Following-Up) terhadap peningkatan pengetahuan metakognitif dan prestasi belajar siswa pada materi reaksi redoks. Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi eksperimen dengan menggunakan desain pretest dan posttest. Penelitian dilaksanakan di SMAN 9 Malang yang melibatkan dua kelas, kelas X IPA 4 sebagai kelas eksperimen yang dibelajarkan dengan strategi metakognitif PDCA dan kelas X IPA 3 sebagai kelas kontrol yang dibelajarkan dengan UKBM. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun 2018/2019, dimulai tanggal 11 s/d 29 Maret 2019. Data dikumpulkan dengan mengerjakan pretest dan posttest menggunakan instrumen yang telah dibuat oleh Prasetyo (2018) yang dimodifikasi dari instrumen Rompayom et al. (2010) dan mengisi kuisioner MAI (Metacognitive Awareness Inventory) yang dikembangkan oleh Schraw & Dennison (1994). Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ada perbedaan pengetahuan metakognitif dan prestasi belajar siswa kelas SM-PDCA dan kelas UKBM. Siswa yang dibelajarkan menggunakan strategi metakognitif PDCA menunjukkan peningkatan kemampuan metakognitif dan prestasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan UKBM. Strategi pembelajaran metakognitif PDCA memiliki keefektifan dalam meningkatkan pengetahuan metakognitif siswa utamanya pengetahuan deklaratif dengan nilai deffect size dan N-Gain berturut-turut sebesar 1,26 dan 0,21 (sedang), pengetahuan prosedural memiliki nilai d-effect size dan N-Gain berturut-turut sebesar 1,21 dan 0,15 (sedang), dan pengetahuan kondisional (data kurang lengkap), serta meningkatkan prestasi belajar siswa dengan d-effect size dan N-Gain berturut-turut sebesar 1,73 dan 0,35 (tinggi). Selain itu strategi metakognitif PDCA juga meningkatkan keterampilan metakognitif siswa
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) YANG DIPERKAYA AUGMENTED REALITY PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN LARUTAN NONELEKTROLIT
RINGKASAN Putri, Devi Dwi. 2019. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) yang Diperkaya Augmented Reality pada Materi Bentuk Larutan Elektrolit dan Larutan Nonelektrolit. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Munzil, S.Pd., M.Si., (II) Drs. Muhammad Su’aidy, M.Pd. Kata Kunci: Larutan Elektrolit dan Larutan Nonelektrolit, POGIL, Augmented Reality Hasil dari beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap representasi submikroskopis atau level abstrak dalam materi larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit masih rendah. Maka dari itu, pembelajaran kimia memerlukan bahan ajar yang dapat memvisualisasikan konsep abstrak tersebut. Salah satu teknologi yang sedang berkembang dan dapat memvisualisasikan konsep abstrak yaitu augmented reality. Bahan ajar yang dipadukan dengan teknologi augmented reality, agar memudahkan siswa memahami konsep kimia dan tertarik belajar kimia. Bahan ajar yang dipadukan dengan augmented reality mengikuti langkah-langkah model pembelajaran POGIL agar siswa dapat berpikir kritis dan mandiri.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berbasis POGIL yang diperkaya augmented reality pada materi larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit, yang disusun sesuai dengan kurikulum 2013. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model multimedia berbasis desain intruksional oleh William W. Lee & Diana L. Owens. Model ini terdiri dari lima tahapan: (1) penilaian/analisis (assessment/analysis) yang terdiri atas analisis kebutuhan dan analisis awal-akhir yang meliputi 10 analisis lainnya yaitu analisis target pengguna, teknologi, hingga biaya (2) perancangan (design), (3) pengembangan (development), (4) penerapan (implementation), dan (5) evaluasi (evaluation). Penelitian hanya terbatas hingga tahap pengembangan, dikarenakan terbatas pada waktu dan biaya. Bentuk akhir dari produk pengembangan ini berupa bahan ajar cetak berukuran A6 yang dipadukan dengan teknologi qrcode, google drive, dan aplikasi augmented reality dalam format .apk pada smartphone android. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan sangat sesuai, sangat jelas, sangat lengkap, dan sangat baik, dengan hasil validasi materi sebesar 91, validasi media sebesar 83, dan uji keterbacaan sebesar 94,3. Berdasarkan nilai tersebut, dapat disimpulkan bahwasannya bahan ajar termasuk ke dalam kriteria sangat layak, sehingga dapat digunakan sebagai sumber maupun penunjang pembelajaran kimia, terutama pada materi larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit di dalam maupun di luar kelas
Studi Analisis Fraksi Logam Fe pada Sedimen Pantai Tiga Warna Malang
RINGKASANFajar, A.M. 2019. Studi Analisis Fraksi Logam Fe pada Sedimen Pantai Tiga Warna Malang, Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sc. Anugrah Ricky Wijaya, S.Si., M.Sc., (II) Drs. Mohammad Sodiq Ibnu, M.Si.Kata kunci: Besi, Sedimen, BCR, Microwave, PLI, I-geo.Sedimen memegang peranan penting sebagai media perekam logam berat, baik sebagai natural resources atau antropogenik. Pantai Tiga Warna merupakan salah satu pantai di Jawa Timur yang mempunyai banyak aktivitas antropogenik, sehingga dapat berkontribusi dalam pencemaran oleh adanya logam berat Fe.Penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental. Penelitian melalui beberapa tahap, yaitu (1) penentuan lokasi sampling dan pengambilan sampel sedimen, (2) penyiapan sampel sedimen, (3) uji XRF sampel sedimen, (4) uji presisi sampel sedimen dengan metode BCR, dan (5) leaching keterikatan Fe dalam sedimen Pantai Tiga Warna menggunakan metode BCR yang teroptimasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode BCR teroptimasi dengan bantuan microwave mempunyai nilai presisi yang baik, menandakan metode BCR dengan bantuan microwave baik digunakan untuk sampel sedimen. Nilai Pollution Load Index (PLI) dan nilai Indeks geoakumulasi (I-geo) yang diperoleh dari sampel sedimen pada perairan berwarna biru, hijau, dan merah menandakan sedimen Pantai Tiga Warna masih bersifat natural dan belum terkategori tercemar
Pengembangan Bahan Ajar Berbaris Learning Cycle 5E Yang Diperkaya Augmented Reality Pada Materi Atruktur Atom Untuk Siswa Kelas X SMA/MA
RINGKASAN Lestari, Tri Shintia Ayu. 2019. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Learning Cycle 5E Yang Diperkaya Augmented Reality 3D Pada Materi Struktur Atom Untuk SMA/MA. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Marfu’ah, M.S., (II) Dr. Munzil, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: Struktur Atom, Augmented reality, Learning Cycle 5E Kurikulum 2013 memiliki tujuan untuk mempersiapkan siswa agar beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta dapat berkonstribusi di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia. Pada mata pelajaran kimia suatu hukum, prinsip, konsep, dan teori diperoleh dari percobaan yang dilakukan oleh penelitian. Selain itu untuk memahami mata pelajaran kimia harus mengacu pada tiga konsep representasi yaitu makroskopi, mikroskopik dan sub mikroskopik. Salah satu strategi untuk mencapai tujuan tersebut maka perlu adanya bahan ajar. Bahan ajar dapat dikembangkan dengan menerapkan model pembelajaran seperti learning cycle 5E dan penambahan media pembelajaran seperti augmented reality 3D. Tujuan dari penelitian adalah menghasilkan bahan ajar berbasis learning cycle 5E yang diperkaya augmented reality (3D) pada materi struktur atom untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas yang valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan research & development yang dikemukakan oleh Lee & Owens (2014). Langkah-langkah dalam penelitian meliputi: (1) penilaian/analisis (assessment/analysis) yang terdiri dari analisis kebutuhan (need assessment) dan analisis awal dan akhir (front-end analysis), (2) desain (design), (3) pengembangan (development). Pengembangan bahan ajar berbasis learning cycle 5E yang diperkaya augmented reality divalidasi oleh dua validator dan uji keterbacaan dilakukan oleh 23 siswa Brawijaya Smart School. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Apabila hasil dari analisis validasi mencapai nilai ≥61% maka produk pengembangan bahan ajar telah layak untuk digunakan sebagai bahan ajar dan mudah dipahami oleh pembaca. Apabila hasil dari analisis validasi ≤61%, maka produk pengembangan bahan ajar belum layak untuk digunakan sebagai bahan ajar dan tidak mudah dipahami oleh pembaca, sehingga perlu direvisi. Hasil validasi isi bahan ajar oleh validator bahan ajar yang dikembangkan memiliki nilai rata-rata 78.8 dengan kategori layak untuk digunakan. Hasil validasi media pembelajaran yang dikembangkan memiliki nilai rata-rata 76.8 dengan kategori layak untuk digunakan. Hasil uji keterbacaan bahan ajar oleh siswa menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memiliki nilai rata-rata 87.8 dengan kriteria sangat mudah dipahami
Sintesis La0,7Sr0,3CoO3 Menggunakan Metode Sol-Gel dengan Variasi Rasio Asam Sitrat dan Etilen Glikol
RINGKASANAsrori, F.(2019). Sintesis La0,7Sr0,3CoO3±δ menggunakan Metode Sol-Gel dengan Variasi Rasio Asam Sitrat dan Etilen Glikol. Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Adilah Aliyatulmuna, S.T., M.T., (2) Nur Aini, M.Si.Kata Kunci : La0,7Sr0,3CoO3±δ, metode sol-gel, Variasi rasio agen pengkelatOksida perovskite berbasis LaCoO3 merupakan oksida dengan aktivitas katalitik yang tinggi. Aktivitas yang tinggi tersebut menyebakan oksida perovskit berbasis LaCoO3 sering digunakan sebagai katalis pendegradasi limbah organik. Aktivitas kataltik oksida perovskit LaCoO3 sendiri masih dapat dioptimalkan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan substitusi Sr2+ 30 % terhadap La3+ dalam LaCoO3. Substitusi tersebut akan menghasilkan senyawa perovskit dengan rumus La0,7Sr0,3CoO3±δ. Senyawa La0,7Sr0,3CoO3±δ telah disintesis dengan berbagai metode. Salah satu metode tersebut adalah metode sol-gel tipe polimerisasikompleks.Metode sol-gel tipe polimerisasi kompleks sendiri merupakan metode solgel yang menggunakan agen pengkelat asam sitrat dan etilen glikol. Akan tetapi, jumlah asam sitrat dan etilen glikol yang digunakan dapat mempengaruhi hasil sintesis La0,7Sr0,3CoO3±δ. Oleh sebab itu, pada penelitian ini sintesis La0,7Sr0,3CoO3 dilakukan menggunakan metode sol-gel tipe polimerisasi kompleks dengan variasi rasio asam sitrat dan etilen glikol yang berbeda-beda yakni 4 : 3 ; 3 : 3; dan 4 : 3. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai sintesis La0,7Sr0,3CoO3 menggunakan metode sol-gel serta mempelajari pengaruh rasio asam sitrat dan etilen glikol terhadap hasil sintesis La0,7Sr0,3CoO3. Pada penelitian ini, sintesis La0,7Sr0,3CoO3 menggunakan metode sol-gel dengan variasi rasio asam sitrat dan etilen glikol yang berbeda menghasilkan karakterisitik La0,7Sr0,3CoO3 yang berbebeda. Sintesis La0,7Sr0,3CoO3 menggunakan metode sol gel dengan variasi rasio asam sitrat dan etilen glikol 4 : 3 menghasilkan nilai parameter kisi dan ukuran kristal yang lebih kecil dibandingkan dengan rasio 3 : 3 dan 2 : 3. Selain itu, sintesis La0,7Sr0,3CoO3 juga menghasilkan fasa lain yang dapat diidentifikasi dengan FTIR