SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1785 research outputs found

    pengembangan bahan ajar hidrokarbon untuk pembelajaran kimia berbasis learning management system (LMS)

    No full text
    ABSTRAK   Budiono, Agung. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Hidrokarbon untuk Pembelajaran Kimia Berbasis Learning Management System (LMS). Skripsi, Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Munzil, M.Si. (II) Drs. Muhammad Su’aidy, M.Pd.   Kata kunci: bahan ajar, Learning Management System (LMS), hidrokarbon.   Pembelajaran konvensional memiliki beberapa kelemahan, di antaranya sumber belajar terbatas, pembelajaran kurang efektif, dan tidak mampu mengakomodasi gaya dan kecepatan belajar siswa. Kelemahan tersebut dapat diatasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin maju dengan mengembangkan media pembelajaran yang dapat mengakomodasi perbedaan gaya dan kecepatan belajar siswa. Oleh karena itu diperlukan sebuah bahan ajar yang mampu memberikan nuansa baru dalam pembelajaran, memberikan beragam sumber belajar yang dapat diakses setiap saat oleh siswa, sehingga mampu mengakomodasi gaya dan kecepatan belajar siswa. Salah satu alternatif yang diajukan adalah dengan mengembangkan bahan ajar untuk pembelajaran kimia hidrokarbon berbasis learning management system (LMS) dengan memanfaatkan kemajuan teknologi di bidang internet. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar hidrokarbon untuk pembelajaran kimia berbasis learning management system (LMS) serta mengetahui kelayakan bahan ajar yang telah dikembangkan. Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah Four-D Model yang meliputi tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (disseminate). Untuk mengetahui kelayakan dari media yang telah dikembangkan dilakukan uji validasi dan uji kelompok kecil. Uji validasi yang dilakukan yaitu uji oleh ahli media dan ahli materi. Pelaksanaan uji kelompok kecil melibatkan 10 siswa SMA kelas X. Kriteria kelayakan hasil validasi media dan uji kelompok kecil untuk tiap item pada angket, yaitu 76 – 100% untuk kriteria sangat layak, 56 – 75%untuk kriteria layak, 41 – 55% untuk kriteria kurang layak dan perlu dilakukan revisi, da

    Pengaruh Strategi Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMAN 9 Malang pada Materi Hidrolisis Garam

    No full text
    ABSTRAK   Sudariyati, Dyastri. 2015. Pengaruh Strategi Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMAN 9 Malang pada Materi Hidrolisis Garam. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Munzil, S.Pd, M.Si. (II) Drs. Mohammad Shodiq Ibnu, M.Si.   Kata Kunci : Pembelajaran Team-Assisted Individualization (TAI), Hasil Belajar Kognitif Hidrolisis Garam. Siswa tidak diajarkan  menemukan pengetahuan dan konsep secara mandiri dan memiliki penafsiran yang berbeda-beda terhadap gambaran mikroskopisnya. Guru cenderung sering menggunakan metode pembelajaran konvensional yang menganggap bahwa penafsiran setiap siswa disamakan. Strategi pembelajaran yang digunakan guru kebanyakan merupakan strategi pembelajaran Ekspositori. Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi. Strategi kooperatif yang berhubungan dengan perhitungan serta pemahaman konsep adalah Teams Assisted Individualization (TAI). Pada pembelajaran dengan menggunakan Teams Assisted Individualization (TAI) pada materi hidrolisis garam  ini juga mengabungkan antara pembelajaran individu dan pembelajaran kooperatif atau kelompok untuk mendiskusikan konsep yang bersifat abstrak. Serta memastikan bahwa tiap anggota tim telah menguasai konsep yang dipelajarinya untuk mengerjakan serangkaian test dengan baik serta dapat meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) terhadap hasil belajar pada materi Hidrolisis Garam siswa kelas XI SMAN 9 Malang Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian ini adalah rancangan penelitian eksperimental semu (quasy experimental design) dengan metode posttest only control group design. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik random sampling melalui dua kali undian. Kelas eksperimen yakni kelas XI MIA 4  dibelajarkan menggunakan strategi pembelajaran TAI dan kelas yakni XI MIA 6 kontrol dibelajarkan menggunakan strategi pembelajaran ekspositori. Instrumen yang digunakan berupa instrumen perlakuan (silabus, RPP, LKS) dan instrumen pengukuran (tes hasil belajar,). Nilai kuis dan nilai ulangan harian dianalisis dengan analisis statistika dengan menggunakan bantuan program SPSS 20.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:  ada pengaruh strategi pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) terhadap hasil belajar pada materi Hidrolisis Garam siswa kelas XI SMAN 9 Malang. Rata-rata nilai hasil belajar kognitif materi Hidrolisis Garam siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan strategi pembelajaran TAI Konsep lebih tinggi ( 81,07) daripada siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan strategi pembelajaran ekspositori (  = 75,33)

    engaruh Waktu Pematangan (Aging) terhadapKarakterNanopartikel Magnetit Bersalut Silika Hasil Sintesis dengan MetodeSol-gel

    No full text
    ABSTRAK   Mun’im, Ahmad Fadllul. 2015. Pengaruh Waktu Pematangan (Aging) terhadap Karakter Nanopartikel Magnetit Bersalut Silika Hasil Sintesis dengan Metode Sol-gel. Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj .Fauziatul Fajaroh, M.S., (II) Dr. Nazriati, M.Si. Kata-kata kunci:nanopartikel,magnetit, silika, sol-gel, waktu pematangan (aging). Pengembangan nanopartikel magnetit secara terus-menerus telah dilakukan guna mengeksplorasi metode sintesis yang efektif dan efisien serta aplikasinya di berbagai bidang seperti penyerapan anion atau ion logam dalam air limbah. Salah satu metode sintesis nanopartikel adalah metode elektro kimia yang berbasis elektro-oksidasi besi dalam air demineralisasi. Salah satu upaya untuk menstabilkan magnetit yang dihasilkan adalah dengan jalan melapisi permukaannya menggunakan silika. Penelitian ini bertujuan mensintesis nanopartikel magnetit secara elektro kimia dan melapisinya dengan silica menggunakan metode sol-gel serta mempelajari pengaruh waktu pematangan (aging) terhadap karakter partikel yang dihasilkan (luas permukaan spesifik). Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap utama yaitu (1) persiapan anode besi murni dengan metode elektroplating untuk mendapatkan electrode besi terlapisi besi murni. (2) sintesis nano partikel magnetit secara eletrokimia yang dilakukan dalam selelektrolisis dengan pelat besi terlapisi besi murni sebagaian ode dan pelat besi lain sebagai katode dalam air demineralisasi. (3) pelapisan nanopartikel magnetit melalui metode sol-gel dengan menggunakan larutan natrium silikat sebagai sumber silika dalam bervariasi waktu pematangan gel, hasil sintesis kemudian dikarakterisasi dengan XRD, FTIR, SEM, dan BET. Hasil analisis XRD menunjukkan bahwa baik magnetit dan magnetit bersalut silka mempunyai puncak yang bersesuaian dengan magnetit. Namun, intensitas magnetit bersalut silika mengalami penurunan. Hasilanalisis FTIR menunjukkan magnetit telah terlapisi silica dengan munculnya serapan dari ikatan-ikatanSi-O-Si dan Si-O-Fe. Rerata ukuran partikel untuk magnetit dari analisis SEM adalah 53,125 nm dengan standar deviasi 4,731 nm, dan untuk magnetit bersalut silica rerata ukuran partikel 61,562nm dengan standar deviasi7,772 nm. Kedua jenis partikel menunjukkan morfologisferik. Hasilanalisis BET menunjukkanluaspermukaanspesifikmagnetitsebesar 27,894 m2/g, sedangkanmagnetitbersalutsilikaberkisarantara236,312 sampai 277,289 m2/g bergantung pada lamanya waktu pematangan gel. Semakin lama waktu pematangan gel, maka kepolimerisasian semakin kuat, sehingga kemungkinan terjadi aglomerisasi semakin besar, dan luas permukaan partikel magnetit bersalut silika yang dihasilkan semakin kecil

    Pengembangan Bahan Ajar Menggunakan Pendekatan Saintifik untuk Mengeksplisitkan Hakikat Sains (NOS) dan Berpikir Kritis pada Materi Pengenalan Ilmu Kimia SMA/MA Kelas X

    No full text
    ABSTRAK   Umami, Elisa. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Menggunakan Pendekatan Saintifik untuk Mengeksplisitkan Hakikat Sains (NOS) dan Berpikir Kritis pada Materi Pengenalan Ilmu Kimia SMA/MA Kelas X. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Prayitno, M.Pd, (II) Dr. Aman Santoso, M.Si.   Kata kunci: Bahan ajar, literasi sains, pendekatan saintifik, hakikat sains (NOS), berpikir kritis Ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari peristiwa ataupun fenomena yang terjadi di alam semesta. Siswa menganggap materi kimia sebagai ilmu yang sulit karena bersifat abstrak,berjenjang, dan terdiri dari banyak pokok bahasan. Salah satu materi tersebut adalah pengenalan ilmu kimia yang masih belum dipahami dengan baik oleh siswa. Kesulitan dalam memahami materi kimia disebabkan karena pola pembelajaran yang masih menjadikan guru sebagai pusat pembelajaran (teacher centered), sehingga belum mampu meningkatkan kemampuan literasi sains siswa. Menurut penelitian PISA, literasi sains siswa Indonesia masih rendah, yaitu menduduki peringkat ke 64 dari 65 negara. Salah satu penyebab rendahnya literasi sains siswa Indonesia adalah karena sebagian besar buku pelajaran yang ada memuat aspek hakikat sains (NOS) secara implisit sehingga kurang mendapat perhatian dari pembaca (siswa). Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar dengan materi pengenalan ilmu kimia yang menggunakan pendekatan saintifik (scientific approach) untuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis, serta untuk mengetahui tingkat kelayakan bahan ajar yang dikembangkan. Pengembangan bahan ajar menggunakan pendekatan saintifik (scientific approach) untuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis pada materi pengenalan ilmu kimia SMA/MA Kelas X ini menggunakan model 4D (four D model).Model pengembangan 4D(four D model)terdiri dari tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Tetapi, dalam pengembangan bahan ajar ini hanya terbatas pada tahap define, design, dandevelop.Data pada pengembangan ini berupa data kuantitatif yang berdasarkan skor angket dari 2 validator ahli dan 2 validator praktisi yang disusun dalam skala Likert, serta data kualitatif yang berdasarkan tanggapan dan saran-saran perbaikan yang diisi oleh 2 validator ahli dan 2 validator praktisi. Hasil dari penelitian dan pengembangan adalah bahan ajar yangterdiri dari buku siswa dan buku guru. Dari hasil validasi bahan ajar menunjukkan bahwa buku siswa memenuhi kriteria layak dengan nilai rata-rata 80,6% dan buku panduan guru memenuhi kriteria sangat layak dengan nilai rata-rata 81,4%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar menggunakan pendekatan saintifik (scientific approach) untuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis pada materi pengenalan ilmu kimia SMA/MA kelas X ini layak untuk diterapkan dalam pembelajaran

    Studi Struktur Keadaan Transisi dan Energi Aktivasi Reaksi Radikal Hidroperoksil dan Ozon Menggunakan Metode Density Functional Theory (DFT).

    No full text
    ABSTRAK   Saputra, F. A. N. 2015. Studi Struktur Keadaan Transisi dan Energi Aktivasi Reaksi Radikal Hidroperoksil dan Ozon Menggunakan Metode Density Functional Theory (DFT). Skripsi, Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Yahmin, S.Pd., M. Si., (II) Dr. Siti Marfuah, M. S. Kata kunci : Ozon, Radikal Hidroperoksil, DFT, Keadaan Transisi, Energi Aktivasi   Ozon adalah gas yang tidak berwarna dan ditemui pada lapisan stratosfer. Ozon berfungsi untuk menahan radiasi sinar ultraviolet dari matahari sehingga aman untuk kesehatan makhluk hidup di bumi. Sinar UV sangat berbahaya bagi makhluk hidup karena dapat menyebabkan kanker kulit, katarak, kerusakan genetik, penurunan sistem kekebalan hewan dan tumbuhan. Dalam atmosfer lapisan ozon dapat rusak karena adanya reaksi alamiah yang melibatkan radikal bebas, salah satunya adalah reaksi radikal hidroperoksil dengan ozon. Pada studi ini struktur keadaan transisi dan energi aktivasi reaksi radikal hidroperoksil dengan ozon diteliti menggunakan metode kimia komputasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan transisi dan energi aktivasi reaksi radikal hidroperoksil dan ozon menggunakan metode DFT. Tahapan kerja dalam penelitian ini terdiri dari tujuh tahap, yaitu (1) pembuatan model reaktan dan produk, (2) perhitungan optimasi geometri dan perhitungan frekuensi vibrasi reaktan, (3) perhitungan optimasi geometri dan perhitungan frekuensi vibrasi produk, (4) perhitungan optimasi geometri keadaan transisi, (5) perhitungan frekuensi vibrasi keadaan transisi, (6) perhitungan energi keadaan transisi, (7) perhitungan Intrinsic Reaction Coordinate (IRC) keadaan transisi. Perhitungan optimasi geometri dan frekuensi dilakukan dengan menggunakan metode DFT B3LYP(Becke, 3-parameter, Lee-Yang-Parr). Perhitungan energi keadaan transisi dilakukan dengan metode CCSD(T)(Couple cluster Singled and Doubles-include triples). Himpunan basis yang digunakan untuk perhitungan optimasi geometri dan frekuensi dan perhitungan energi keadaan transisi adalah 6-31G+(d,p).  Hasil penelitian menunjukkan pada keadaan transisi reaksi antara radikal hidroperoksil dengan ozon, ikatan antar atom oksigen pada ozon dan ikatan antar atom oksigen dan hidrogen pada radikal hidroperoksil terputus. Atom O negatif pada ozon berikatan dengan O positif radikal hidroperoksil dan O positif molekul ozon, Atom O negatif pada molekul ozon berikatan dengan O positif pada molekul ozon dan O netral molekul ozon, Atom hidrogen berikatan dengan O netral molekul ozon dan O positif radikal hidroperoksil. Energi aktivasi reaksi tersebut sebesar 10,638 kkal/mol

    Pengendapan Protease Alkali dari Bacillus brevis pada Konsentrasi Etanol 20 %

    No full text
    ABSTRAK Romadhoni, Y. F. 2014. Pengendapan Protease Alkali dari Bacillus brevis pada Konsentrasi Etanol 20 %. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Suharti, S.Pd., M.Si., (2) Eli Hendrik Sanjaya, S.Si., M.Si.   Kata kunci : Protease Alkali, Bacillus brevis, pengendapan etanol Protease merupakan enzim hidrolase yang mengkatalisis reaksi hidrolisis ikatan peptida pada protein. Bacillus brevis diketahui mampu menghasilkan protease alkali ekstraseluler. Untuk keperluan industri ekstrak kasar enzim yang diproduksi perlu dipisahkan dari sisa media, sedangkan untuk keperluan analisis lanjutan enzim tersebut juga perlu dimurnikan sampai tingkat kemurnian sesuai analisis yang dipersyaratkan. Misalnya untuk keperluan analisis kristalografi diperlukan enzim yang relatif murni. Pemurnian tahap awal enzim ekstraseluler yang paling sering dilakukan dengan biaya relatif rendah adalah dengan metode pengendapan menggunakan garam anorganik atau pelarut organik. Pada penelitian ini dilakukan pengujian potensi etanol sebagai reagen pengendap protease alkali dari Bacillus brevis  dan mengetahui aktivitas spesifik enzim protease alkali hasil pengendapan tersebut. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratoris meliputi beberapa tahap : (1) peremajaan bakteri Bacillus brevis dari agar miring, (2) produksi ekstrak kasar enzim protease dari Bacillus brevis, (3) pengendapan enzim dengan etanol 20 %. Kadar tirosin diukur menggunakan metode Anson. Kadar protein ditentukan dengan metode Lowry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etanol berpotensi sebagai reagen pengendap untuk pemurnian tahap awal  ekstrak kasar protease dari Bacillus brevis. Pengendapan enzim protease dari Bacillus brevis menggunakan etanol 20 % meningkatkan aktivitas spesifik ekstrak kasar enzim dari 6,254 U/mg menjadi 19,170 U/mg

    Pengendapan Protease Alkali dari Bacillus brevis pada Konsentrasi Etanol 20 %

    No full text
    ABSTRAK Romadhoni, Y. F. 2014. Pengendapan Protease Alkali dari Bacillus brevis pada Konsentrasi Etanol 20 %. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Suharti, S.Pd., M.Si., (2) Eli Hendrik Sanjaya, S.Si., M.Si.   Kata kunci : Protease Alkali, Bacillus brevis, pengendapan etanol Protease merupakan enzim hidrolase yang mengkatalisis reaksi hidrolisis ikatan peptida pada protein. Bacillus brevis diketahui mampu menghasilkan protease alkali ekstraseluler. Untuk keperluan industri ekstrak kasar enzim yang diproduksi perlu dipisahkan dari sisa media, sedangkan untuk keperluan analisis lanjutan enzim tersebut juga perlu dimurnikan sampai tingkat kemurnian sesuai analisis yang dipersyaratkan. Misalnya untuk keperluan analisis kristalografi diperlukan enzim yang relatif murni. Pemurnian tahap awal enzim ekstraseluler yang paling sering dilakukan dengan biaya relatif rendah adalah dengan metode pengendapan menggunakan garam anorganik atau pelarut organik. Pada penelitian ini dilakukan pengujian potensi etanol sebagai reagen pengendap protease alkali dari Bacillus brevis  dan mengetahui aktivitas spesifik enzim protease alkali hasil pengendapan tersebut. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratoris meliputi beberapa tahap : (1) peremajaan bakteri Bacillus brevis dari agar miring, (2) produksi ekstrak kasar enzim protease dari Bacillus brevis, (3) pengendapan enzim dengan etanol 20 %. Kadar tirosin diukur menggunakan metode Anson. Kadar protein ditentukan dengan metode Lowry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etanol berpotensi sebagai reagen pengendap untuk pemurnian tahap awal  ekstrak kasar protease dari Bacillus brevis. Pengendapan enzim protease dari Bacillus brevis menggunakan etanol 20 % meningkatkan aktivitas spesifik ekstrak kasar enzim dari 6,254 U/mg menjadi 19,170 U/mg

    Pengaruh Strategi Pembelajaran NHT-Peta Konsep Terhadap Hasil Belajar Asam-Basa Pada Siswa Kelas XI SMAN 9 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Febrylian, Valientine Indah. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Menggunakan Pendekatan Saintifik untuk Mengeksplisitkan Hakikat Sains (NOS) dan Berpikir Kritis pada Materi Hidrokarbon dan Minyak Bumi. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Prayitno, M.Pd. (II) Dra. Sri Rahayu, M.Ed., Ph.D.   Kata Kunci: bahan ajar, literasi sains, pendekatan saintifik, hakikat sains (NOS), berpikir kritis, model 4D. Literasi sains merupakan tujuan utama pada pendidikan sains. Kebermaknaan pembelajaran sains dapat dicapai jika siswa memiliki kemampuan literasi sains yang baik. Hasil penelitian PISA (Programme for International Student Assessment) menunjukkan bahwa literasi sains siswa Indonesia masih relatif rendah dibandingkan dengan negara lain. Hal tersebut merupakan permasalahan pendidikan yang harus diselesaikan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memberi penekanan pada komponen utama literasi sains dalam pembelajaran, yakni hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis belumditekankan secara eksplisit dalam bahan ajar, termasuk bahan ajar kimia. Oleh karena itu, perlu dikembangkan bahan ajar menggunakan pendekatan saintifik untuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan prototipe bahan ajar menggunakan pendekatan saintifik untuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis pada materi hidrokarbon dan minyak bumi dan mengetahui tingkat kelayakannya. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dikembangkan dengan model 4D yang terdiri dari 4 tahap, yaitu define (pembatasan), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Namun dalam pengembangan bahan ajar ini terbatas dilakukan sampai tahap develop tanpa melakukan tahap disseminate. Pada penelitian pengembangan ini diperoleh data kuantitatifberdasarkan skor angket tanggapan yang disusun berdasarkan skala Likert, serta data kualitatif berdasarkan tanggapan dan saran perbaikan yang diisi oleh 2 validator ahli, yaitu dosen dan 2 validator praktisi, yaitu guru kimia SMA/MA. Hasil penelitian pengembangan ini berupa prototipe bahan ajar yang berupa buku siswa dan buku guru. Buku siswa berisi materi hidrokarbon dan minyak bumi, sementara buku guru memuat profil bahan ajar, petunjuk penggunaan bahan ajar, silabus, RPP, dan instrumen penilaian. Hasil validasi menunjukkan bahwa buku siswa sangat layak untuk digunakan dengan memenuhi persentase sebesar 88,44%. Begitu pula dengan buku guru yang juga sangat layak untuk digunakan dengan memenuhi persentase sebesar 93,40%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar menggunakanpendekatan saintifik untuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis pada materi hidorkarbon dan minyak bumi hasil pengembangan ini telah layak untuk dilakukan uji lapangan

    Pengembangan Bahan Ajar Kurikulum 2013 Materi Termokimia Berbasis Inkuiri Terbimbing

    No full text
    ABSTRAK   Sasmitariji, Holistiana. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Kurikulum 2013 Materi Termokimia Berbasis Inkuiri Terbimbing. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fauziatul Fajaroh, M.S., (II) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M.S.   Kata Kunci: bahan ajar, inkuiri terbimbing, kurikulum 2013, termokimia. Kurikulum 2013 merupakan produk dari penyempurnaan dan pengembangan kurikulum lama yang kini lebih menekankan pada keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik. Seiring dengan berubahnya kurikulum menjadi kurikulum 2013, secara otomatis semua komponen penyusun dari kurikulum itu sendiri pun juga ikut berubah. Salah satunya adalah bahan ajar. Bahan ajar yang digunakan harus sesuai dengan kurikulum 2013. Faktanya, bahan ajar yang selama ini digunakan masih bersifat informatif dengan menyajikan konsep dan tidak menuntut siswa untuk berinkuiri. Untuk itu perlu adanya pengembangan bahan ajar yang sesuai dengan standar kurikulum 2013 sebagai perbaikan penanaman konsep bagi peserta didik dan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi dan melatih keterampilan siswa untuk berinkuiri. Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti melakukan pengembangan bahan ajar berbasis inkuiri terbimbing. Tujuan dari pengembangan bahan ajar ini adalah menghasilkan bahan ajar termokimia yang sesuai dengan standar kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik berbasis inkuiri terbimbing, dan mengetahui kelayakan bahan ajar yang dihasilkan. Pengembangan ini dilakukan menggunakan model pengembangan 4D-Model dari Thiagarajan yang terdiri dari 4 tahapan yakni define (pembatasan), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Namun, pengembangan bahan ajar ini hanya dilakukan hingga pada tahap ketiga yaitu develop. Validasi isi produk dilakukan oleh satu orang dosen kimia dan dua orang guru kimia. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi berupa angket dan lembar komentar atau saran validator terhadap bahan ajar. Uji keterbacaan dilakukan pada siswa MAN 2 Kota Batu. Data hasil validasi dan uji keterbacaan kemudian dianalisis menggunakan jenjang kriteria presentase kelayakan dari bahan ajar yang dikembangkan. Berdasarkan hasil analisis data, bahan ajar dinyatakan layak dengan kriteria 77,5 % oleh validator dan 75% pada uji keterbacaan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar dikategorikan layak dengan sedikit revisi berdasarkan komentar dan saran oleh validator dan siswa. Pengembangan lebih lanjut dapat dilakukan melalui uji empirik bahan ajar dengan sampel yang lebih luas untuk mengetahui keefektifan bahan ajar dalam pembelajaran

    Analisis kesulitan peserta Didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Lumajang dalam Memahami Materi Ikatan Kimia

    No full text
    ABSTRAK   Puspaningtari, Widya. 2015. Analisis Kesulitan Peserta Didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Lumajang dalam Memahami Materi Ikatan Kimia. Skripsi, Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M.S., (II) Oktavia Sulistina, S.Pd.,M.Pd.   Kata kunci: kesulitan belajar, sekolah menengah kejuruan, ikatan kimia. Kimia merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Ilmu kimia sendiri memiliki beberapa karakterisik, antara lain sebagian besar konsep kimia bersifat abstrak dan  merupakan penyederhanaan dari yang sebenarnya, sifat ilmu kimia berurutan dan berkembang sangat cepat, serta materi kimia yang harus dipelajari sangat banyak. Terkait dengan karakteristik ilmu kimia ini banyak peserta didik yang mengalami kesulitan. Hasil dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa masih banyak peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami materi ikatan kimia. Oleh karena itu dibutuhkan penelusuran lebih lanjut untuk mengetahui kesulitan yang dialami oleh peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan peserta didik kelas X jurusan Kimia Industri dalam memahami materi ikatan kimia. Penelitian ini mengunakan rancangan deskriptif. Subjek penelitian adalah seluruh peserta didik kelas X jurusan Kimia IndustriSMKN 1 Lumajang yang terdiri dari 2 kelas sejumlah 70 orang. Instrumen penelitian berupa 30 butir soal objektif disertai alasan terbuka dengan realibilitas α = 0,886. Pengambilan data dilakukan dengan tes tulis untuk kemudian dianalisis tingkat kesulitan peserta didik kelas X jurusan Kimia Industri berdasarkan proporsi jawaban salah. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan teknik persentase pada setiap indikator soal kemudian dikualifikasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan dalam memahami ikatan kimia tergolong banyak (60,7%). Hal ini disebabkan karena peserta didik masih belum memahami konsep prasyarat seperti konfigurasi elektron, konfigurasi ion, dan elektron valensi sehingga peserta didik juga mengalami kesulitan pada konsep kestabilan unsur (65%). Saat peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami konsep kestabilan unsur, peserta didik juga mengalami kesulitan pada konsep selanjutnya yaitu struktur Lewis (72,5%). Kesulitan pada struktur Lewis ini juga berdampak pada kesulitan dalam memahami ikatan ion (46,3%), ikatan kovalen (58,4%), dan ikatan logam (61,3%)

    0

    full texts

    1,785

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇