SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1785 research outputs found

    Pengembangan Ensiklopedia Unsur Golongan Transisi dan Transisi Dalam

    No full text
    Berdasarkan komponen penyusunnya materi dikelompokkan menjadi unsur, senyawa, dan campuran. Unsur adalah suatu zat yang tidak dapat dipisahkan lagi menjadi zat yang lebih sederhana dengan cara kimia. Seiring perkembangan zaman dan teknologi banyak penemuan dan informasi baru mengenai unsur-unsur. Informasi-informasi tentang perkembangan unsur tersebut masih bertebaran, maka diperlukan sebuah proses pengumpulan dan pengorganisasian informasi tentang unsur-unsur. Kesatuan informasi tentang unsur-unsur yang tertata dapat diwujudkan dalam bentuk ensiklopedia. Penyusunan ensiklopedia difokuskan pada unsur golongan transisi dan transisi dalam. Tujuan dari pengembangan ensiklopedia ini adalah menghasilkan ensiklopedia unsur golongan transisi dan transisi dalam dan untuk mengetahui kelayakan ensiklopedia hasil pengembangan sebagai sumber belajar dan media pembelajaran.  Model pengembangan yang digunakan untuk mengembangkan ensiklopedia ini adalah Four-D Model (model 4D) dari Thiagarajan. Model 4D terdiri dari empat tahapan, yaitu membatasi (define), merancang (design), mengembangkan (develop), dan mendeseminasikan (disseminate). Pengembangan ensiklopedia ini hanya dilakukan sampai tahap mengembangkan. Pada tahap membatasi dilakukan analisis pendahuluan dan analisis bahan kajian. Pada tahap merancang dilakukan rancangan tampilan awal, telaah tampilan awal, revisi tampilan awal, dan rancangan tampilan akhir. Pada tahap mengembangkan dilakukan penyusunan ensiklopedia, telaah ensiklopedia oleh dosen pembimbing, revisi tahap I, validasi ensiklopedia, revisi ensiklopedia tahap II, dan analisis hasil validasi. Ensiklopedia terdiri dari bagian pendahuluan, isi, dan penutup. Bagian isi memuat informasi tentang unsur meliputi  identitas, sifat-sifat, sejarah penemuan, terdapatnya di alam, produksi, keselamatan dan pencegahan, manfaat dan kegunaan, serta senyawa-senyawa dan kegunaannya. Ensiklopedia hasil pengembangan termasuk kategori sangat layak dengan tingkat kelayakan sebesar 80,8%. Hasil ini menunjukkan bahwa ensiklopedia yang telah dikembangkan adalah sangat layak digunakan sebagai sumber belajar dan media pembelajaran mengenai unsur golongan transisi dan transisi dalam.

    Identifikasi Mikroalga dari Pantai Teluk Raas Kabupaten Malang serta Identifikasi Komposisi Asam Lemaknya

    No full text
    ABSTRACT Novitasari, Alifah. 2016. Identifikasi Mikroalga dari Pantai Teluk Raas,Kabupaten Malang serta Identifikasi Komposisi Asam Lemaknya. Skripsi,Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) EliHendrik Sanjaya, S.Si., M.Si., (II) Drs. Parlan, M.Si.Kata kunci : mikroalga, ekstraksi, transesterifikasi, asam lemak.Mikroalga adalah alga yang berukuran mikroskopis yang memiliki ukuran3-30m. Mikroalga memiliki kandungan lipid yang tinggi sehingga dapatdimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui: (1) jenis mikroalga yang terdapat di Pantai Teluk Raas; (2) rendemenlipid yang dihasilkan mikroalga dari Pantai Teluk Raas; dan (3) analisis komposisiasam lemak dari lipid yang dihasilkan mikroalga dari Pantai Teluk Raas.Penelitian ini bersifat eksploratif dan terdiri dari beberapa tahapan yakni(1) identifikasi mikroalga yang terdapat di Pantai Teluk Raas, (2) kultivasimikroalga dengan media walne, (3) pemanenan mikroalga, (4) penentuanrendemen lipid mikroalga dengan metode ekstraksi sokhlet, dan (5) analisiskomposisi asam lemak lipid mikroalga dengan GC-MS.Hasil penelitian menunjukkan mikroalga dari pantai Teluk Raas didugaberjenis Euglena sp (dominan) dan terdapat sedikit Gloeocapsa. Persen kadarlipid mikroalga kering sebanyak 7,5 %. Komposisi asam lemak yang terdapatdalam lipid mikroalga adalah asam dodekanoat (1,6%), asam tetradekanoat(1,3%), asam heksadekanoat (16,6%), asam 9,12-oktadekadienoat (25,2%),9-Oktadekenoat (29,8 %), dan asam oktadekanoat (6,7%). iiABSTRACT Novitasari, Alifah. 2016. Identification of Microalgae from the Gulf Coast RaasMalang and Analysis the Fatty Acid Composition. Thesis, Department ofChemistry, Science Faculty, State University of Malang. Supervisor: (I) EliHendrik Sanjaya, S.Si., M.Si., (II) Drs. Parlan, M.Si.Keywords: microalgae, extraction, transesterification, fatty acid.Microalgae is microscopic algae which has a size of 3-30 m. Microalgaehave a high lipid content, so it can be used as raw material for biodiesel. Thepurpose of this research were to determine: (1) the type of microalgae containedon the Gulf Coast of Raas, (2) the yield of microalgae lipid produced from theGulf Coast Raas, and (3) the fatty acid composition of microalgae lipid producedfrom the Gulf Coast Raas.This research is explorative and consists of several stages (1) identificationof microalgae on the Gulf Coast of Raas, (2) cultivation of microalgae withWalne media, (3) harvesting microalgae, (4) determination of the yield ofmicroalgae lipid to extraction methods soxlet, and (5) analysis of the compositionmicroalgae lipid fatty acid by GC-MS.The results showed the types of microalgae from the Gulf Coast Raas areEuglena sp (dominant) and Gloeocapsa in very small amounts. Percent lipidlevels in dried microalgae is 7.5%. The composition of fatty acids contained inmicroalgae lipid are dodecanoic acid (1.6%), tetradecanoic acid (1.3%),hexadecanoic acid (16.6%), 9,12-octadecadienoic acid (25.2%), 9-octadecenoic acid (29.8%), and octadecanoic acid (6.7%)

    Isolasi, Karakterisasi, dan Uji Aktivitas Antibakteri dari Fraksi n-Heksana Ekstrak Aseton Biji Asam Jawa (Tamarindus indica Linn)

    No full text
    Biji merupakan salah satu bagian organ tanaman asam jawa (Tamarindus indica Linn) yang relatif belum banyak dimanfaatkan dibandingkan bagian lain dari tanaman ini. Biji merupakan bagian penting dari suatu tanaman karena untuk keberlangsungan regenerasinya. Hal ini dikarenakan tanaman pada umumnya merupakan sumber informasi ketersediaan berbagai macam senyawa. Oleh sebab itu, diduga di dalam biji asam jawa terkandung senyawa-senyawa kimia yang perlu digali untuk pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengisolasi komponen yang ada di dalam biji asam jawa, khususnya fraksi n-heksana dari ekstrak aseton, (2) mengkarakterisasi komponen hasil fraksinasi, (3) mentransformasi minyak biji asam jawa menjadi metil esternya dan mengidentifikasi asam lemak penyusunnya, dan (4) menentukan aktivitas antibakteri komponen hasil fraksinasi. Penelitian ini terdiri dari 5 tahap. Tahap 1 adalah preparasi sampel yang meliputi pengumpulan, pengeringan, dan pembuatan serbuk. Tahap 2 adalah isolasi komponen yang meliputi ekstraksi dan fraksinasi. Tahap 3 adalah karakterisasi yang meliputi wujud, warna, massa jenis, indeks bias, viskositas, uji penyabunan, uji ketidakjenuhan, bilangan asam, bilangan penyabunan, dan bilangan iod. Tahap 4 adalah sintesis metil ester dan identifikasi senyawa penyusun hasil fraksinasi. Tahap 5 adalah uji aktivitas antibakteri. Isolasi yang dilakukan dengan metode maserasi dan fraksinasi dari fraksi n-heksana dalam ekstrak aseton biji asam jawa diperoleh zat cair sebagai minyak (trigliserida) berwarna kuning. Selanjutnya zat ini disebut sebagai minyak biji asam jawa. Minyak biji asam jawa ini mempunyai massa jenis 0,84 g.mL-1, indeks bias 1,472 (25°C) atau 1,470 (29,5°C), viskositas 62,32 cSt mengandung ikatan rangkap, mempunyai bilangan asam 1,68, bilangan penyabunan 392, dan bilangan iod 54,61. Transesterifikasi minyak biji asam jawa menggunakan metanol dengan katalis asam sulfat menghasilkan metil ester. Metil ester dianalisis secara GC-MS untuk mengetahui asam lemak penyusun minyak biji asam jawa. Asam-asam lemak penyusunnya adalah asam dodekanoat (12,66%), asam tetradekanoat (5,17%), asam heksadekanoat (9,90%), asam 9,12-oktadekadienoat (38,68%), asam 11-oktadekenoat (19,93%), asam oktadekanoat (4,80%), asam 11-eikosenoat (0,76%), asam eikosanoat (1,55%), asam dokosanoat (2,01%), dan asam tetrakosanoat (4,54%). Minyak biji asam jawa tidak berpotensi sebagai antibakteri terhadap bakteri uji Staphylococcus aureus dan Escherichia coli karena memiliki diameter zona bening 6 mm (kategori tidak aktif)

    Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 5E Dipadu dengan Think Pair Share Terhadap Hasil Belajar Kognitif Materi Hidrolisis Garam Pada Peserta Didik Kelas XI Matematika Ilmu Alam SMA Negeri 02 Batu

    No full text
    ABSTRACT Fasilah, Lila. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 5E Dipadu dengan Think Pair Share Terhadap Hasil Belajar Kognitif Materi Hidrolisis Garam Pada Peserta Didik Kelas XI Matematika Ilmu Alam SMA Negeri 02 Batu. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Muhammad Su'aidy, M.Pd. (II) Evi Susanti, S.Si., M.Si.Kata kunci: Learning Cycle 5E-Think Pair Share, hasil belajar kognitif, hidrolisis garamHasil belajar kimia peserta didik di SMA Negeri 02 Batu pada materi Hidrolisis Garam tahun pelajaran 2014/2015, menunjukkan bahwa banyak peserta didik yang memiliki nilai di bawah KKM. Hal ini dapat dilihat dari nilai ketuntasan peserta didik, dimana 67% peserta didik mendapat nilai di bawah KKM pada materi Hidrolisis Garam. Oleh karena itu, untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, diperlukan inovasi dalam memilih dan menerapkan model pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran Learning Cycle 5E yang dipadukan dengan Think Pair Share. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui keterlaksanaan langkah-langkah pembelajaran model Learning Cycle 5E-Think Pair Share dan ekspositori; (2) mengetahui perbedaan hasil belajar kognitif antara peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E-Think Pair Share dengan yang dibelajarkan menggunakan ekspositori.Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental semu. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas XI MIA 3 dengan 31 peserta didik sebagai kelas eksperimen (kelas Learning Cycle 5E-Think Pair Share) dan kelas XI MIA 4 dengan 31 peserta didik sebagai kelas kontrol (kelas ekspositori). Instrumen yang digunakan berupa instrumen perlakuan (silabus, RPP, dan LKS) dan instrumen pengukuran (soal tes hasil belajar kognitif dan lembar observasi). Tes hasil belajar kognitif terdiri dari 25 butir soal yang valid dengan nilai reliabilitas 0,88. Data keterlaksanaan pembelajaran dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan teknik persentase. Data hasil belajar kognitif dianalisis untuk menguji hipotesis penelitian menggunakan uji-t dengan menggunakan bantuan program SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterlaksanaan langkah-langkah pembelajaran model Learning Cycle 5E-Think Pair Share pada kelas eksperimen dapat terlaksana dengan sangat baik (97%) dan ekspositori pada kelas kontrol terlaksana dengan kategori sangat baik (94%); (2) terdapat perbedaan hasil belajar kognitif antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Jika dilihat nilai rata-ratanya, nilai rata-rata hasil belajar kognitif kelas eksperimen lebih tinggi (78,84) daripada kelas kontrol ( 72,25). Dengan demikian, dapat disimpulkan lebih lanjut bahwa hasil belajar kognitif peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E-Think Pair Share lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar kognitif peserta didik yang dibelajarkan menggunakan ekspositori

    Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari Perak Asetat dengan Ligan N,N'-dietiltiourea

    No full text
    ABSTRACT Widodo, Wahyu. 2016. Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari Perak Asetat dengan Ligan N,N’-dietiltiourea. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fariati, M.Sc. (2) Prof. Effendy, Ph.D.Kata-kunci: karakterisasi kompleks hasil sintesis, N,N’-dietiltiourea, perak(I) asetat.Reaksi antara perak(I) asetat (AgC2H3O2) dan ligan etu (C3H6N2S) pada stokiometri 1 : 3 menghasilkan senyawa kompleks molekuler [Ag(etu)3(OOCCH3)]2 dengan geometri tetrahedral terdistorsi di sekitar atom pusat. Detu (C5H12N2S) merupakan turunan dari tu (CH4N2S) yang memiliki kemiripan dengan etu dalam hal pola koordinasinya. Senyawa kompleks dari perak(I) asetat dan ligan detu belum pernah dilaporkan. Tujuan penelitian yaitu sintesis dan karakterisasi senyawa kompleks dari perak(I) asetat dan ligan detu pada stoikiometri 1 : 2. Struktur yang diperoleh dapat digunakan untuk membandingkan persamaan pola koordinasi dari ligan etu dan ligan detu.Senyawa kompleks disintesis dengan  mereaksikan AgCH3COO dan detu dengan perbandingan mol 1 : 2 dalam pelarut metanol. Senyawa kompleks hasil sintesis diukur titik leburnya dan dianalisis unsur-unsurnya dengan EDX. Hasil analisis EDX digunakan untuk memperoleh rumus empiris dari senyawa. Terbentuknya senyawa molekuler atau ionik diidentifikasi dengan daya hantar listrik (DHL) dan uji kualitatif ion asetat. Berdasarkan rumus empiris, hasil uji DHL, dan uji kualitatif ion asetat kemungkinan struktur senyawa kompleks dapat diramalkan. Energi bebas dari kemungkinan struktur yang diperoleh dihitung dengan program Gauss View 5.0.8. Struktur senyawa kompleks yang diterima adalah yang memiliki energi bebas terendah. Senyawa kompleks dari AgCH3COO dan detu menghasilkan kristal tidak berwarna dan terdekomposisi pada temperatur 120-122ºC. Hal ini menunjukkan senyawa kompleks hasil sintesis murni dan baru. Hasil uji DHL mendekati nilai DHL pelarut dan negatif terhadap uji kualitatif ion asetat mengindikasikan kompleks hasil sintesis adalah senyawa kompleks molekuler. Analisis EDX memberikan rumus empiris senyawa kompleks C12H27AgO2N4S2. Berdasarkan hasil karakterisasi, diperoleh tiga kemungkinan struktur senyawa kompleks hasil sintesis yaitu monomer [Ag(CH3COO)(detu)2], dimer [(CH3COO)(detu)Ag(µ-S-detu)2Ag(detu)(OOCCH3)] dan monomer sepit [Ag(O,O-O2CCH3)(detu)2] dengan energi bebas berturut-turut sebesar -594.1615, -1795.8161, dan -753.6215 kJ/mol. Senyawa kompleks dimer[(CH3COO)(detu)Ag(µ-S-detu)2Ag(detu)(OOCCH3)] memiliki energi bebas per ikatan dan energi bebas total terendah. Oleh sebab itu, struktur yang diterima adalah [(CH3COO)(detu)Ag(µ-S-detu)2Ag(detu) (OOCCH3)] dengan struktur tetrahedral terdistorsi. Struktur ini isostruktur dengan [((C6H5)3P)Ag(µ-OCCH3O)2 Ag((C6H5)3P)]

    Kajian Keadaan Transisi dan Reaktivitas Senyawa Difenilmetanation dan 2,2,4,4-tetrametil-3-tioksosiklobutanon pada Reaksi Sikloadisi-1,3 Senyawa Metil 2-diazo-3-okso-butirat dengan Metode DFT (Density Funchtional Theory).

    No full text
    ABSTRAK Rahayu, Alfinda Puji. 2016.Kajian Keadaan Transisi dan Reaktivitas Senyawa Difenilmetanation dan 2,2,4,4-tetrametil-3-tioksosiklobutanon pada Reaksi Sikloadisi-1,3 Senyawa Metil 2-diazo-3-okso-butiratdengan Metode DFT (Density Funchtional Theory). Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Siti Marfu’ah, M. S., (II) Dr. Yahmin, S.Pd., M.Si. Kata kunci : 1,3-oksatiol, sikloadisi-1,3, DFT, energi aktivasi Senyawa metil 2-diazo-3-okso-butirat disintesis melalui reaksi sikloadisi-1,3. Senyawa tersebut direaksikan dengan senyawa yang berbeda, yaitu difenilmetanation dan 2,2,4,4-tetrametil-3-tioksosiklobutanon. Hasil reaksi sikloadisi-1,3 dari kedua pereaksi yaitu golongan 1,3-oksatiol. Golongan 1,3-oksatiol bermanfaat untuk merangsang sel otot dan sel syaraf yang ada pada hewan tikus dan babi. Selain itu juga berfungsi untuk uji toksisitas pada sel tumor dan aktivitas antivirus terhadap HIV.Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Untuk mengetahui struktur 3 dimensi keadaan transisi pada reaksi sikloadisi-1,3 senyawametil 2-diazo-3-okso-butiratdengandifenilmetanation, (2) Untuk mengetahui struktur 3 dimensi keadaan transisi pada reaksi sikloadisi-1,3 senyawa metil 2-diazo-3-okso-butirat dengan 2,2,4,4-tetrametil-3-tiooksosiklobutanon, (3) Untukmengetahui energi aktivasi reaksi sikloadisi-1,3 pada metil 2-diazo-3-okso-butirat dengan difenilmetanation, (4)Untuk mengetahui energi aktivasi reaksi sikloadisi-1,3pada metil 2-diazo-3-okso-butirat dengan 2,2,4,4-tetrametil-3-tiooksosiklobutanon, dan (5) Untukmengetahuiperbedaanreaktivitasdifenilmetanationdan 2,2,4,4-tetrametil-3-tiooksosiklobutanon. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Lunak Gauss View 5.0 dan Gaussian 09. Metode yang digunakan yaitu DFT (Density Functional Theory) B3LYP dengan himpunan basis 6-31G(d). Tahap pertama yaitu menggambarkan molekul reaktan, produk, dan zat antara. Tahap kedua yaitu dilakukan optimasi geometri dan frekuensi vibrasi molekul-molekul yang telah digambarkanstrukturnya agar dihasilkanstruktur molekul pada keadaan dasar. Tahap ketiga yaitu penentuan struktur keadaan transisi menggunakan metode QST3. Dari penelitian ini diperoleh 4 struktur keadaan transisi dari 2 reaksi sikloadisi-1,3. Pada reaksi 1 dihasilkan 2 struktur keadaan transisi, yang berartireaksi 1 terdiridari 2 tahap. Energi aktivasi dari tahap pertama adalah 22,464 kkal/mol, dan energi aktivasi dari tahap kedua adalah 17,921 kkal/mol. Jadi tahap penentu laju dari reaksi 1 yaitu pada tahap pertama. Padareaksi 2 dihasilkan 2 struktur keadaan transisi, yang berartireaksi 2 terdiri dari 2 tahap. Energi aktivasi pada tahap pertama adalah21,689 kkal/mol dan pada tahap kedua adalah 17,837 kkal/mol. Jadi tahap penentu laju dari reaksi 2 yaitu pada tahap pertama. Pada penelitian ini,struktur keadaan transisi tahap 1 terlihat ikatan C-N memanjang, sedangkan pada struktur keadaan transisi tahap 2 terlihat ikatan C-N terputus

    Penerapan Kombinasi Blended Learning Dengan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI MIA SMAN 2 Batu Pada Materi Larutan Penyangga

    No full text
    ABSTRAK Pratama, Indra Hadi. 2015. Penerapan Kombinasi Blended Learning Dengan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI MIA SMAN 2Batu Pada Materi Larutan Penyangga. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D., (2) Dr. Irma Kartika Kusumaningrum, S.Si., M.Si. Kata Kunci: inkuiri terbimbing, blended learning, larutan penyangga, hasil belajar, persepsi siswa. Perkembangan teknologi telah dimanfaatkan dalam berbagai bentuk kegiatan pembelajaran untuk mengoptimalkan hasil belajar, bahkan sekarang pembelajaran dapat dilakukan melalui internet (online) dan tidak lagi selalu disyaratkan untuk melakukan pertemuan tatap muka antara guru dengan murid. Pembelajaran secara itu dapat dilakukan dengan menggabungkan dua metode pembelajaran, yaitu online dan face-to-face yang kemudian dikenal dengan blended learning. Dengan mengkombinasikan blended learning dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing yang sangat baik dalam pembentukan konsep siswa, diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi larutan penyangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan kombinasi blended learning dan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan siswa yang dibelajarkan dengan inkuiri terbimbing saja. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan mengetahui bagaimana persepsi siswa tentangblended learning. Penelitian dirancang menggunakan desain penelitian deskriptif dan eksperimen semu dengan posttest only control group design.Populasi penelitian yang digunakan adalah semua siswa kelas XI MIA SMAN 2 Batu dengan sampel yang dipilih dengan teknik cluster random sampling melalui dua kali pengundian. Data yang dikumpulkan berupa nilai tugas harian, nilai ulangan harian dan angket. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa: (1) Siswa yang dibelajarkan dengan kombinasi blended learning dan model pembelajaran inkuiri terbimbing memperoleh peningkatan ulangan harian lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing saja. Pengaruh yang dihasilkan oleh blended learning sangat dipengaruhi oleh persepsi siswa terhadap model pembelajaran. Siswa yang menyukai blended learning memperoleh hasil belajar lebih tinggi dibandingkan siswa menyukai pembelajaran konvensional. (2) 75% siswa yang dibelajarkan dengan kombinasi blended learning dan model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih menyukai blended learning dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. ABSTRACT Pratama, Indra Hadi. 2015. The Application of Combination of Blended Learning and Guided Inquiry on Learning Result of 11th Grade of Mathematic and Science class of Senior High School 2 Batu on Buffer Solution Topic. Thesis, Chemistry Department, Faculty of Mathematic and Science, Universitas Negeri Malang. Supervisor: (1) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph. D., (2) Dr. Irma Kartika Kusumaningrum, S. Si., M. Si. Keywords: guided inquiry, blended learning, buffer solution, learning result, student’s perception. The developement of technology has been utilized on various learning activities to optimizing learning result, moreover, nowadays learning can be done through internet (online) and not always requiring teacher-students meeting anymore. That kind of learning can be done by mixing two learning methode, online and face to face learning which also known as blended learning. By combining blended learning with guided inquiry which is good to construct student’s concept, be provided that to increase the learning result on buffer solution subject. This study’s purpose is to determine the difference of learning result between two class which one is teached with combination of blended learning and guided inquiry and the other is teached with quided inquiry only. Beside that, this study was also collecting student’s perception of blended learning. This study had designed as descriptive and quasi experiment research with posttest only control design. The population of the study was all students in 11th grade of mathematic and science class of Senior High School 2 Batu by had using two step cluster random sampling. The data was collecting as daily task, examination dan questionnaires. Based on the result of research, can be conclude that: (1) the students whom are teached by combination of bleneded learning and guided inquiry gain increase of examination result  higher than the students whom are teached by guided inquiry only. The influence of blended learning depend on student’s perception of teaching models. The students whom prefer blended learning gain higher learning result than the students whom like conventional learning. (2) 75% of the students whom are teached by combination of bleneded learning and guided inquiry prefer blended learning than conventional learning

    Kajian Proses Digesti Basah dengan HCl dan HNO3 pada Sampel Sedimen Sungai dalam Analisis Pb menggunakan SSA

    No full text
    ABSTRAK     Mawardi, Ahmad.Rizal. 2016. Kajian Proses Digesti Basah dengan HCl dan HNO3 pada Sampel Sedimen Sungai dalam Analisis Pb menggunakan SSA. Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. Yudhi Utomo, M.Si., (II) Dr. Munzil S.Pd. M.Si.   Kata-kata kunci: Digesti basah, HCl, HNO3, Pb, Sedimen.   Sedimen sungai dapat terbentuk akibat adanya interaksi antara zat kimia terutama dari limbah aktivitas manusia dengan material lain dalam lingkungan sungai. Salah satu logam yang dapat ditemukan dalam sedimen sungai adalah logam Pb melalui berbagai proses geokimia. Analisis  Pb dalam sedimen dapat dilakukan dengan berbagai proses salah satunya adalah proses digesti basah. Proses digesti basah merupakan proses pemutusan ikatan pada senyawa yang menyusun sedimen dengan menggunakan pelarut asam. Pelarut asam yang konsentrasinnya pekat biasanya digunakan dalam proses digesti basah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pelarut HCl, HNO3, dan campuran HCl-HNO3 cukup baik pada proses digesti sedimen sungai untuk analisis Pb dan pengaruh variasi konsentrasi pelarut HCl, HNO3, dan campuran HCl-HNO3. Penelitian ini dilakukan dengan 4 tahap, yaitu: (1) persiapan sampel (2) proses digesti menggunakan HCl, HNO3, dan campuran HCl-HNO3 dengan variasi konsentrasi (3) pengujian sampel garam Pb(NO3)2 (4) perbandingan hasil proses digesti pada pelarut yang mempunyai hasil efektif dengan pelarut akuaregia. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh variasi konsentrasi pelarut terhadap proses digesti sedimen sungai untuk analisis Pb memberikan hasil efektif pada pelarut HNO3 1M, HCl 3M, dan campuran HCl-HNO3 3M-6M. Proses digesti sedimen sungai menggunakan pelarut HNO3 1M, HCl 3M, dan campuran HCl-HNO3 3M-6M memberikan hasil cukup baik untuk analisis Pb dibandingkan dengan akuaregia.

    Perbandingan Metode CCSD dengan B3LYP pada Reaksi Produksi Hidrogen dari Liquefied Petroleum Gas (LPG) secara Komputasi.

    No full text
    ABSTRACT Asrori, Ahmad Khozin. 2016. Perbandingan Metode CCSD dengan B3LYP pada Reaksi Produksi Hidrogen dari Liquefied Petroleum Gas (LPG) secara Komputasi. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Yahmin, S.Pd., M.Si., (II) Drs. Muhadi.Kata kunci:Becke’s three parameter hybrid exchange functional, and the Lee–Yang–Parr (B3LYP); Coupled Cluster (CCSD); Data Termodinamika; Hidrogen; Liquefied Petroleum Gas (LPG).Hidrogenmerupakansuatureaktankuncidanpengangkutenergi, sertadapatdihasilkandariberbagaibahanbakarberbasisfosilataupunminyaktanah, hidrogenberpeluangmenjadienergimasadepankarenadapatdiperbaharui. Hidrogenjugabisadiperolehdari gas LPG. Keduakomponen LPG yakni n-butanadanpropanamemilikinilaiefisiensikonversi yang tinggi.Gunamengetahuinilaiekonomiproduksihidrogendari LPG,perlumenghitung data termodinamika.Penelitiandilakukangunamemperoleh data termodinamika yang paling mudahdanbenar.Tujuandaripenelitianiniadalah: (1) menghitungentalpi, entropi, danenergibebasgibbspadareaksi n-butana&propanadenganmetode CCSD. (2) menghitungentalpi, entropi, danenergibebasgibbspadareaksi n-butana&propanadenganmetode B3LYP. (3) memilihmetodekomputasi yang tepatuntukperhitunganini.Penelitiandimulaidenganmengoptimasisemuamolekul yang berkaitandenganreaksiproduksihidrogendari LPG sebanyakdua kali gunadilanjutkanpenelitianmenggunakanmetode CCSD dan yang satunyadigunakanuntukpenelitian B3LYP. Metode CCSD mengacuperhitungan coupled cluster yang menggunakansubstitusigandadantunggaldaripenentuHatree-Fock. Penelitianberakhirdenganmembandingkanhasil yang paling mendekati data eksperimenantarakeduametodetersebut.Hasil penelitian menunjukkan (1) metodeCCSD lebihbaikdigunakanuntukmencari data entalpireaksi n-butanamaupunpropana, (2)metodeCCSD lebihbaikdigunakanuntukmencari data energibebasgibbsreaksi n-butanamaupunpropana, (3)metodeCCSD lebihbaikdigunakanuntukmencari data entropireaksi n-butanamaupunpropana.ABSTRACT Asrori, Ahmad Khozin. 2016. The Comparison of CCSD Method and B3LYP Method for Hydrogen Production from Liquefied Petroleum Gas (LPG). Mini Thesis. Chemistry Department, Faculty of Mathematics and Science, UniversitasNegeri Malang. Advisor: (I) Dr. H. Yahmin, S.Pd., M.Si., (II) Drs. Muhadi.Keywords: Becke’s three parameter hybrid exchange functional, and the Lee–Yang–Parr (B3LYP); coupled-cluster with single and double excitations (CCSD); Thermodynamic data; Hydrogen; Liquefied Petroleum Gas (LPG).Hydrogen is both a key reactant and an energy carrier, and can be produced from various fuels among which existing fossil or petroleum-based fuels will continue to offer advantages for many years until the transition to renewable resources is completed. Hydrogen can also be obtained from the steam reforming of liquefied petroleum gas (LPG). Both of LPG components, propane and butane, have high conversion efficiencies. How economics the hydrogen production from LPG are, further study is needed to obtain thermodynamic data for hydrogen production from LPG exact and easily. The purpose of this study were (1) obtain the enthalpy, entropy, and gibbs free energy data for n-butane and propane using CCSD methods, (2) obtain the enthalpy, entropy, and gibbs free energy data for n-butane and propane using B3LYP methods, (3) Choose the right computational method for this calculations.The study was begun twice optimizing all of the compounds that related to hydrogen production from Liquefied Petroleum Gasin order to use for two methods (CCSD and B3LYP).CCSD method is request a coupled cluster calculations, using double substitutions from the Hartree-Fock determinant, or both single and double substitutions. The study was ended comparing CCSD and B3LYP method which one is the closest to the experiment data.The results of this study were (1) CCSD is better than B3LYP in order to obtain the enthalpy data for the steam reforming of n-butane and propane, (2) CCSD is better than B3LYP in order to obtain the gibbs free energy data for steam reforming of n-butane and propane, (3) CCSD is better than B3LYP in order to obtain the entropy data for steam reforming of n-butane and propane

    pengembangan media pembelajaran turunan alkana untuk SMA kelas XII berbasis android

    No full text
    ABSTRACT PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TURUNAN ALKANAUNTUK SMA KELAS XII BERBASIS ANDROIDEka Yuliana, Munzil, & DermawanJurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri MalangE-mail: [email protected] ini bertujuan untuk mengembangkan mediapembelajaran Kimia dengan aplikasi turunan alkana berbasis androiduntuk siswa kelas XII IPA SMA dan mengetahui kelayakan aplikasiturunan alkana berbasis android dengan menggunakan model proseduralyang mengadaptasi model Borg dan Gall. Hasil penelitian menunjukkanbahwa tingkat kelayakan media pembelajaran berdasarkan penilaian: 1)ahli materi diperoleh persentase 100%. 2) ahli media diperoleh persentasesebesar 80%. 3) uji coba praktisi pembelajaran kimia diperoleh persentase100%. dan 4) uji coba kelompok kecil diperoleh persentase sebesar 80%.Dengan demikian media pembelajaran turunan alkana berbasis androidlayak digunakan sebagai media pembelajaran kimia.Kata - Kata Kunci: media, android, senyawa turunan alkana.ABSTRACT: This study aims to develop learning media alkanederivatives Chemistry with android based application for students of classXII Science High School and determine the feasibility of alkanederivatives android based applications using procedural models that adaptthe model Borg and Gall. The results showed that the eligibility rate basedlearning media assessment: 1) subject matter experts obtained a percentageof 100%. 2) The media experts obtained a percentage of 80%. 3) learningpractitioners chemical testing obtained the percentage of 100%. and 4)small group trial obtained a percentage of 80%. Thus the learning mediaalkane derivatives decent android based chemical used as a learningmedium. Keywords: medium, android, Alkane derivatives

    0

    full texts

    1,785

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇