SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1785 research outputs found
Sort by
Pengembangan Bahan Ajar Sifat Koligatif Larutan Berbasis Kontekstual menggunakan Learning Cycle 5E untuk Siswa Kelas XII SMA
ABSTRACT Pratiwi, Rikka Esthi. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Sifat Koligatif Larutan Berbasis Kontekstual Menggunakan Learning Cycle 5E untuk Siswa Kelas XII SMA. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ida Bagus S, M.S, (II) Drs. M. Shodiq Ibnu, M.Si.Kata Kunci: pengembangan bahan ajar, sifat koligatif larutan, kontekstual, Learning Cycle 5E.Bahan ajar merupakan salah satu faktor yang dapat mendukung siswa dalam belajar kimia. Berdasarkan hasil analisis pada beberapa buku teks, pada pokok bahasan sifat koligatif larutan banyak yang langsung menjelaskan tentang pengertian sifat koligatif dan jenis-jenisnya kemudian menuliskan rumus dari jenis sifat koligatif tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa buku teks kurang melatih peserta didik untuk mengkonstruk konsep namun langsung memberi tahu siswa. Berdasarkan penelitian, dengan menggunakan learning cycle dapat meningkatkan keefektifan belajar dan prestasi akademik yang diajarkan dalam laboratorium, sedangkan dengan pembelajaran kontekstual maka siswa dapat lebih mudah memahami. Oleh karena itu diperlukan bahan ajar yang sesuai untuk mempelajari pokok bahasan sifat koligatif larutan yaitu berbasis kontektual dengan menggunakan learning cycle 5E. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar sifat koligatif larutan berbasis kontekstual menggunakan Learning Cycle 5E dan untuk mengetahui kelayakan dari bahan ajar tersebut.Pengembangan bahan ajar sifat koligatif larutan berbasis kontekstual menggunakan model pembelajaran Learning Cycle ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan model 4D (4D-Model) yang dikembangkan oleh Sivasailam Thiagarajan yang terdiri dari 4 tahap, yaitu Define, Design, Develop, Disseminate. Namun pengembangan bahan ajar ini hanya dilakukan sampai pada tahap ketiga, yaitu tahap Develop karena keterbatasan waktu. Tahapan yang dilakukan pada Develop sampai pada validasi ahli dan uji keterbacaan, kemudian dilakukan revisi. Pada pengembangan ini, validasi yang dilakukan terdiri dari 3 bagian, yaitu RPP, Buku Guru dan Buku Siswa. berdasarkan hasil analisis data kuantitatif, rata-rata skor validasi RPP adalah 89,00% yang menunjukkan bahwa RPP yang dikembangkan tergolong sangat valid. Rata-rata skor validasi Buku Guru adalah 85,14% yang menunjukkan bahwa Buku Guru yang dikembangkan tergolong sangat valid, sedangkan skor rata-rata validasi Buku Siswa adalah 81,51% yang menunjukkan bahwa Buku siswa yang dikembangkan tergolong cukup valid. Skor rata-rata untuk uji keterbacaan siswa adalah 83,41% yang menunjukkan bahwa Buku siswa yang dikembangkan cukup mudah dipahami. Hasil ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan tergolong baik
Isolasi dan Karakterisasi Metabolit Sekunder dari Fraksi n-Heksana Ekstrak Metanol Daun Jambu Biji Australia (Psidium guajava Linn.) dan Uji Bioaktivitas Antibakterinya terhadap Escherichia coli
ABSTRACTHanik, Rubina Umi. 2016. Isolasi dan Karakterisasi Metabolit Sekunder dari Fraksi n-Heksana Ekstrak Metanol Daun Jambu Biji Australia (Psidium guajava Linn.) dan Uji Bioaktivitas Antibakterinya terhadap Escherichia coli. Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Laurent Octaviana, S.Pd., M.Si. (II) Eli Hendrik Sanjaya, S.Si., M.Si.Kata kunci: antibakteri, daun jambu biji australia, ekstrak metanol, Escherichia coli, fraksi n-heksana, isolasi. Bakteri yang bersifat patogen dapat merugikan manusia karena menjadi sumber penyakit infeksi. Salah satu bakteri yang sering menginfeksi manusia ialah Escherichia coli. Penggunaan antibiotik yang tidak terkendali untuk mengobati penyakit infeksi dapat menyebabkan resistensi. Berbagai upaya pencarian obat alternatif untuk mengobati penyakit infeksi terus ditingkatkan dengan mengembangkan obat tradisional dari tumbuhan. Salah satu tanaman yang dipercaya memiliki khasiat sebagai antibakteri ialah jambu biji australia. Ekstrak dari daun jambu biji australia diketahui mengandung komponen bioaktif yang memiliki aktivitas antibakteri. Senyawa-senyawa nonpolar seperti terpena yang dapat terekstrak dari fraksi n-heksana bersifat aktif terhadap bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengisolasi senyawa murni dari fraksi n-heksana ekstrak metanol daun jambu biji australia, (2) mengetahui golongan senyawa isolat murni dari fraksi n-heksana ekstrak metanol daun jambu biji australia, dan (3) mengetahui bioaktivitas antibakteri senyawa murni dari fraksi n-heksana ekstrak metanol daun jambu biji australia terhadap Escherichia coli.Penelitian yang dilakukan melalui 7 tahap, yaitu (1) preparasi sampel, (2) ekstraksi, (3) fraksinasi cair-cair, (4) analisis kromatografi lapis tipis (KLT), (5) pemurnian komponen, (6) karakterisasi senyawa murni dilakukan dengan spektrofotometri FT-IR dan skrining fitokimia, dan (7) uji bioaktivitas antibakteri senyawa murni terhadap Escherichia coli. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut metanol. Fraksinasi cair-cair terhadap ekstrak metanol menggunakan pelarut n-heksana. Pemurnian komponen dilakukan dengan metode kromatografi kolom gravitasi dan uji KLT tiga sistem eluen. Uji bioaktivitas antibakteri senyawa murni terhadap Escherichia coli dilakukan dengan metode difusi cakram. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan yaitu (1) satu senyawa murni (kode RK-1) berhasil diisolasi dari fraksi n-heksana ekstrak metanol daun jambu biji australia dengan massa 0,0121 g dan rendemen 1,905%, (2) analisis spektrum FT-IR yang didukung dengan hasil uji skrining fitokimia mengindikasikan bahwa senyawa RK-1 diduga merupakan golongan senyawa triterpena, dan (3) senyawa RK-1 memiliki bioaktivitas antibakteri kuat terhadap Escherichia coli dengan diameter zona hambat sebesar 10,325 mm.ABSTRACTHanik, Rubina Umi. 2016. Isolation and Characterization of Secondary Metabolites of n-Hexane Fraction of Methanol Extract of Australian Guava Leaves (Psidium guajava Linn.) and Antibacterial Bioactivity Test against Escherichia coli. Undergraduate Thesis, Faculty of Mathemathic and Sciences, State University of Malang. Supervisor: (I) Laurent Octaviana, S.Pd., M.Si. (II) Eli Hendrik Sanjaya, S.Si., M.Si.Keywords: antibacterial, australian guava leaves, methanol extract, Escherichia coli, n-hexane fraction, isolation.Pathogenic bacteria that can harm humans as a source of infectious diseases. One of the bacteria that commonly infect humans is Escherichia coli. Uncontrolled use of antibiotics to treat infectious diseases can cause resistance. Various efforts to find alternative drugs to treat infectious diseases continue to be improved by developing traditional medicine from plants. One of the plants that are believed to have efficacy as antibacterial is australian guava. Extract of australian guava leaves is known to contain bioactive components that have antibacterial activity. Nonpolar compounds such as terpenes which can be extracted from the n-hexane fraction are active against bacteria. This study aims to (1) isolate the pure compound of n-hexane fraction of methanol extract of australian guava leaves, (2) isolate the pure compound of n-hexane fraction of methanol extract of australian guava leaves, and (3) determine the antibacterial bioactivity of pure compound of n-hexane fraction of methanol extract of australian guava leaves against the Escherichia coli.Research conducted through seven stages, namely (1) sample preparation, (2) extraction, (3) liquid-liquid fractionation, (4) analysis of thin layer chromatography (TLC), (5) purification of component, (6) characterization the pure compound performed by FT-IR spectrophotometry and phytochemical screening, and (7) antibacterial bioactivity test the pure compound against Escherichia coli. Extraction is done by maceration using methanol. Liquid-liquid fractionation of the methanol extract is done using n-hexane solvent. Purification of the component is done by column chromatography gravity method and three TLC eluent system test. Antibacterial bioactivity test the pure compound against Escherichia coli performed by disc diffusion method.The conclusion from this research namely (1) the pure compound (code RK-1) was isolated from a n-hexane fraction of methanol extract of australian guava leaves with a mass of 0,0121 g and a yield of 1,905%, (2) analysis of FT-IR spectra were supported by phytochemical screening test results indicate that the compound RK-1 is thought to be the threeterpenes compound, and (3) the compound RK-1 has a strong antibacterial bioactivity against Escherichia coli with inhibition zone diameter of 10,325 mm
Pengembangan Bahan Ajar Materi Kimia Unsur Golongan Alkali Dan Alkali Tanah Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Siswa SMA/ MA Kelas XII
ABSTRAK Puspita, Deby. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Materi Kimia Unsur Golongan Alkali Dan Alkali Tanah Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Siswa SMA/ MA Kelas XII. Skripsi, Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Wayan Dasna, M.Ed.,M.Si.,Ph.D, (II) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M.S. Kata Kunci : Bahan Ajar, Inkuiri Terbimbing, Unsur Alkali dan Alkali Tanah Pembelajaran kimia pada kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 digunakan untuk meningkatkan kemampuan spiritual, sikap, kognitif, dan psikomotor secara seimbang. Keberhasilan Kurikulum 2013 tidak hanya ditentukan oleh model pembelajaran, namun juga ditentukan oleh bahan ajar yang digunakan. Bahan ajar merupakan salah satu komponen dalam pembelajaran. Bahan ajar materi golongan alkali dan alkali tanah yang dibutuhkan adalah bahan ajar yang menyajikan fakta dan konsep yang sesuai dengan kurikulum 2013 yaitu inkuiri terbimbing. Hasil analisis terhadap 2 bahan ajar menunjukkan bahwa penyajian materi golongan alkali dan alkali tanah secara deskriptif tidak membantu guru dalam membelajarkan kimia sehingga bahan ajar tersebut kurang menarik minat peserta didik. Tujuan dari penelitian pengembangan bahan ajar adalah: (1) menghasilkan bahan ajar materi kimia unsur golongan alkali dan alkali tanah berbasis inkuiri terbimbing; dan (2) mengetahui kelayakan bahan ajar materi kimia unsur golongan alkali dan alkali tanah berbasis inkuiri terbimbing. Penelitian pengembangan menggunakan model rancangan 4D yang terdiri dari pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Pada penelitian pengembangan ini, tahap penyebaran tidak dilakukan. Validasi dilakukan oleh 3 validator yaitu seorang dosen kimia dan dua guru kimia SMA/ MA. Uji keterbacaan dilakukan pada 10 orang peserta didik SMA Negeri 1 Sumberpucung. Instrumen validasi dan uji keterbacaan menggunakan angket. Klasifikasi angket validasi dan uji keterbacaan menggunakan kriteria tertentu. Hasil pengembangan berupa bahan ajar kimia unsur golongan alkali dan alkali tanah berbasis inkuiri terbimbing yang terbagi menjadi 2 buku yaitu Buku Siswa dan Buku Pedoman Guru. Karakteristik bahan ajar tersebut antara lain : (1) menggunakan model inkuiri terbimbing, (2) dilengkapi video penunjang bahan ajar yang dikemas dalam bentuk Compactdisk (CD), (3) penyajian materi menggunakan alur pembelajaran yang berurutan, dan (4) disajikan fakta-fakta yang banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor hasil validasi Buku Siswa yaitu 81,6% dan Buku Pedoman Guru yaitu 83,3% yang dikategorikan sangat layak. Skor hasil uji keterbacaan yaitu 81,2% yang dikategorikan sangat layak. Produk hasil pengembangan diharapkan dapat mendukung implementasi kurikulum 2013 yaitu menggunakan inkuiri terbimbing dan disarankan untuk diuji secara empiris sehingga peneliti lain dapat mengetahui keefektifan bahan ajar bila diterapkan dalam pembelajaran kelas
KARAKTERISASI LINDI DAN KOMPOS TPA TLEKUNG BATU SERTA PEMANFAATAN KOMPOS SEBAGAI ADSORBEN ION KADMIUM
ABSTRAK Qowim, Muhammad Shofhul. 2016. Karakterisasi Lindi dan Kompos TPA Tlekung Batu serta Pemanfaatan Kompos sebagai Adsorben Ion Kadmium. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Irma Kartika Kusumaningrum, M.Si., (II) Dr. Sc. Anugrah Ricky Wijaya, M. Sc. Kata-kata Kunci: adsorpsi, ion kadmium, kompos, lindi Kompos produksi TPA Tlekung Batu merupakan salah satu alternatif adsorben ion logam pada lindi. Adsorpsi logam oleh kompos dipengaruhi karakter kompos dan karakter lindi. Penelitian ini merupakan salah satu rangkaian penelitian pendahuluan pemanfaatan kompos sebagai adsorben ion logam pada lindi. Tujuan penelitian adalah mengetahui karakter sampel lindi, karakter kompos, dan kemampuan kompos sebagai adsorben ion kadmium dengan variasi dosis kompos dan waktu kontak. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap yaitu : 1) penentuan karakter lindi meliputi penentuan nilai BOD dengan metode winkler; COD dengan metode bikromat; TOC dengan instrumen TOC analyzer; DO, pH, Turbiditas, dan suhu dengan instrumen WQC22A; TDS dan TSS dengan metode gravimetri; dan kadar kadmium dengan instrumen AAS, 2) karakter fisikokimia kompos meliputi pH, kadar air, dan kadar logam, serta 3) penentuan dosis kompos dan waktu kontak optimum untuk menurunkan kadar kadmium dalam larutan Cd(NO3)2. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa (1) karakter sampel lindi TPA Tlekung adalah sebagai berikut: nilai TSS sebesar 1666,67 mg/l, TDS sebesar 11840 mg/l, kekeruhan sebesar 132 mg/l, kadar TOC sebesar 1570 mg/l, kadar DO sebesar 0,16 ppm, kadar BOD5 sebesar 41,69 mg/l, kadar COD sebesar 1973,33 mg/l, kadar kadmium sebesar 0,0723 ppm, dan pH 8, (2) karakter sampel kompos TPA Tlekung, antara lain berbau seperti tanah, berwarna coklat tua, pH 7, kadar air sebesar 20,74%, kadar nikel, kadmium, dan tembaga terlarut masing-masing sebesar 2,728 mg/kg, 1,384 mg/kg, dan 27,96 mg/kg, dan (3) kompos mampu mengadsorpsi 81,84% ion kadmium dalam larutan Cd(NO3)2 0,1 ppm dengan dosis optimal sebesar 2,5 gram dan waktu kontak 24 jam
Metode Titrimetri Penentuan Kadar Total dan Kadar Parsial EDTA dalam Campuran Na2H2EDTA, Na2CaEDTA,dan NaFeEDTA
ABSTRACT Laily, Umi M. 2016. Metode Titrimetri Penentuan Kadar Total dan Kadar Parsial EDTA dalam Campuran Na2H2EDTA, Na2CaEDTA, dan NaFeEDTA. Skripsi, Program Studi S1 Kimia, Pembimbing: (I) Dr. Irma K. Kusumaningrum, S.Si, M.Si (II) Eli Hendrik Sanjaya, S.Si, M.Si.Kata Kunci:EDTA, kompleksometri, titrimetri.EDTA (Etilendiamintetraasetat) adalahsalahsatubahantambahanpangan yang biasa digunakan dalam berbagai produk makanan kemasan. EDTA dalam makanan berfungsi sebagai sekuestran. Penggunaan EDTA maksimum dalam makanan harus dibatasi. Menurut Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013, batas penggunaan EDTA pada makanan adalah 33-1000 mg/kg tergantung jenis makanannya. EDTA dalam bahan pangan berada dalam bentuk senyawa Na2H2EDTA, Na2CaEDTA, dan NaFeEDTA. Metode sebelumnya yang telah banyak digunakan yaitu instrumentasi spektrofotometri UV-Vis dan HPLC, namun belum mampu menganalisis kadar EDTA total dalam makanan dan memerlukan biaya operasional yang mahal. Perlu adanya sebuah metode alternative penetuan kadar EDTA dalam bahan makanan sebagai penyempurna metode yang telah ada. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun metode penentuan kadar EDTA total dan EDTA parsial yang terdapat dalam bentuk Na2H2EDTA, Na2CaEDTA, dan NaFeEDTA dalam campuran yang mengandung tiga jenis senyawa tersebut. Penentuan kadar EDTA dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu (1) penentuan kadar EDTA sebagai Na2H2EDTA dengan metode titrimetri; (2) penentuan kadar EDTA sebagai Na2CaEDTA dengan metode titrimetri; (3) penentuan kadar EDTA total dengan metode titrimetri; (4) penentuan kadar EDTA sebagai NaFeEDTA dengan metode titrimetri; dan(5) perhitungan persentase recovery. Metode penentuan kadar EDTA dilakukan secara titrimetri menggunakan beberapa macam logam. Penentuan kadar EDTA sebagai Na2H2EDTA dilakukan menggunakan logam kalsium yang terdapat pada larutan CaCl2, sedangkan penentuan kadar EDTA dalam bentuk Na2CaEDTA, kadar EDTA total, dan kadar EDTA dalam bentuk NaFeEDTA dilakukan menggunakan logam kobalt yang terdapat pada larutan Co(NO3)2. Berdasarkan hasil analisis penentuan kadar EDTA dilakukan pada campuran Na2H2EDTA : Na2CaEDTA : NaFeEDTA dengan perbandingan 4 : 4 : 4; 4 : 8 : 8; dan 6 : 6 : 4, persentase recovery yang dapat dicapai secara berturut-turut untuk setiap komposisi campuran EDTA adalah sebagai berikut, pada penentuan EDTA sebagai Na2H2EDTA adalah (77,5%; 70,8%; 77,5%), EDTA sebagai Na2CaEDTA (98,5%; 62,2%; 88,7%), EDTA total (85,8%; 86,5%; 88,7%), dan EDTA sebagaiNaFeEDTA (81,5%; 80,0%; 96,2%)
SINTESIS DAN KARAKTERISASI SENYAWA KOMPLEKS PERAK NITRIT DAN TRISIKLOHEKSILFOSFINA DENGAN STOIKIOMETRI 1 : 1
ABSTRACT SINTESIS DAN KARAKTERISASI SENYAWA KOMPLEKS PERAK NITRIT DAN TRISIKLOHEKSILFOSFINA DENGAN STOIKIOMETRI 1 : 1Sholihah, Robi’atus. 2016. Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks Perak Nitrit dan Trisikloheksilfosfina dengan Stoikiometri 1 : 1. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Effendy, Ph.D.(2) Dr. Fariati, M.Sc.Kata kunci: karakterisasi, perak nitrit, senyawa kompleks, sintesis, trisikloheksilfosfina(PCy3)Reaksi antara perak nitratdan trisikloheksilfosfina (PCy3) dengan stoikiometri 1 : 1 menghasilkansenyawa kompleks dimer sentrosimetrik [(PCy3)Ag( -ONO2)2Ag(PCy3)]dengan geometri trigonal planar terdistorsi di sekitar atom pusatnya. Pada senyawa kompleks ini, ion nitrat mengkoordinasi atom perak melalui atomoksigennya. Senyawa kompleks dari perak nitrit dan PCy3 dengan stoikiometri1 : 1 belum pernah dilaporkan. Ion nitrit sebagai ligan ambidentat juga berpeluang untuk mengikat atom perak melalui atom nitrogen.Senyawa kompleks dari perak nitrit dan PCy3 mungkin memiliki struktur yang berbeda dengan senyawa kompleks perak nitrat analognya. Tujuan penelitian ini adalah mensintesis senyawa kompleks dari perak nitrit dan PCy3 dengan stoikiometri 1 : 1 serta menentukan prediksi strukturnya sesuai analisisEDX dan energi bebasnya. Dari struktur senyawa kompleks yang diperoleh dapat diketahui pola kordinasi ion nitrit terhadap atom perak.Senyawa kompleks disintesis dengan mereaksikan AgNO2 dan PCy3 pada perbandingan mol 2 : 1 dalam pelarut metanol. Kristal senyawa kompleks diukur titik leburnya untuk mengetahui kebaruan, kemurnian, dan kestabilan. Jenis senyawa kompleks ditentukan dari hasil uji daya hantar listrik (DHL) dan uji kualitatif ion nitrit. Analisis EDX bertujuan untuk memperoleh prediksi rumus empiris dari senyawa kompleks. Berdasarkan rumus empiris, hasil uji DHL, dan uji kualitatif ion nitrit kemungkinan rumus dan struktur senyawa kompleks dapat diramalkan. Energi bebas dari struktur yang mungkin dihitung dengan program Gaussian vol. 5.0. Kemungkinan struktur yang diterima memiliki energi bebas terendah. Senyawa kompleks hasil sintesis berupa kristal tidak berwarna, berbentuk prisma, dan terdekomposisi pada suhu 125-128oC. Hasil uji titik lebur membukti-kan bahwa kompleks hasil sintesis merupakan senyawa baru. Hasil pengukuran DHL dan uji kualitatif ion nitrit menunjukkan bahwa kompleks yang terbentuk adalah senyawa molekuler. Analisis EDX memberikan prediksi rumus empiris yaitu C18H33AgNO2P. Kemungkinan struktur yang memenuhi yaitu satu kompleks nitro [Ag(O2N)(PCy3)] dan empat senyawa kompleks nitrito meliputi dimer [(PCy3)Ag( -O2N)( -ONO)Ag(PCy3)],dimer [(PCy3)Ag( -O2N)2Ag (PCy3)], dimer [(PCy3)Ag( -ONO)2Ag(PCy3)], dan [Ag(O2N)(PCy3)]. Energi bebas senyawa kompleks berturut-turut sebesar-12.754.822, -33.474.600, -33.472.041, -33.474.234, dan -16.538.224 kJ/mol. Dimer[(PCy3)Ag( -ONO)2Ag(PCy3)] merupakan struktur senyawa kompleks yang diterima karena memiliki energi bebas per ikatan terendah. Di dalam senyawa kompleks ini, ion nitrit terkoordinasipadaatom perak melalui atom oksigen. Hal ini seperti yang diamati pada struktur senyawa kompleks dimer [(PCy3)Ag( -ONO2)2Ag(PCy3)]. Kedua dimer tersebut merupakan senyawa kompleks yang isostruktur
Pengembangan Bahan Ajar Menggunakan Pendekatan Saintifikdengan Mengeksplisitkan Hakikat Sains (NOS)dan Berpikir Kritis pada Materi Hidrolisis Garam
ABSTRACT Pengembangan Bahan Ajar Menggunakan Pendekatan Saintifikdengan Mengeksplisitkan Hakikat Sains (NOS)dan Berpikir Kritis pada Materi Hidrolisis GaramPenerapan Kurikulum 2013 merupakan upaya peningkatan kualitas pendidikan sains di Indonesia yang menekankan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik. Salah satu materi kimia dalam silabus Kurikulum 2013 adalah hidrolisis garam. Materi hidrolisis garam merupakan materi yang sangat aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.Hasil analisa terhadap bahan ajar materi hidrolisis garam yang telah menggunakan konsep pendekatan saintifik dalam Kurikulum 2013 yang tersedia saat ini menunjukkan bahwa bahan ajar tersebut belum mampu mengkonstruk pemahaman siswa secara maksimal sehingga prestasi akademik yang dicapai juga belum maksimal. Implementasi Kurikulum 2013 perlu didukung dengan adanya bahan ajar menggunakan pendekatan saintifikdengan mengeksplisitkan hakikat sains dan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar materi hidrolisis garam menggunakan pendekatan saintifik dengan mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis, serta mengetahui validitas atau kelayakan prototipe bahan ajar melalui validasi ahli (1 orang dosen) dan praktisi (2 orang guru mata pelajaran Kimia SMA/MA).Model pengembangan bahan ajar yang digunakan adalah model pengembangan 4D yang terdiri dari empat tahap yaitu, tahap pembatasan (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Namun model 4D yang digunakan dalam penelitian ini hanya terbatas sampai tahap develop, dan tidak sampai pada tahap disseminate karena keterbatasan waktu, tenaga, serta biaya.Dalam pengembangan ini, diperoleh data kuantitatif berdasarkan skor angket tanggapan dari validator ahli dan praktisi yang disusun dalam skala Likert, serta data kualitatif berdasarkan tanggapan dan saran-saran perbaikan yang diisi oleh validator ahli dan praktisi. Hasil pengembangan ini berupa produk bahan ajar yang terdiri dari buku siswa dan buku pedoman guru. Buku siswa memuat materi hidrolisis garam dan buku pedoman guru berisi profil bahan ajar, petunjuk penggunaan bahan ajar, silabus, RPP, dan instrumen penilaian. Berdasarkan hasil validasi bahan ajar secara keseluruhan, buku siswa memperoleh kriteria layak (79,76%), begitu juga halnya buku panduan guru yang memperoleh kriteria layak (78,89%). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa produk bahan ajar menggunakan pendekatan saintifik dengan mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis pada materi hidrolisisgaram layak untuk digunakan dalam pembelajaran
Isolasi Bakteri Penghasil Protease dari Pangan Fermentasi Tauco sebagai Sumber Protease untuk Isolasi kolagen secara Enzimatis dari Sisik Ikan
ABSTRACT Ramadhan, H. R. 2016. Isolasi Bakteri Penghasil Protease dari Pangan Fermentasi Tauco sebagai Sumber Protease untuk Isolasi kolagen secara Enzimatis dari Sisik Ikan. Skripsi, Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Evi Susanti, S.Si., M.Si., (II) Dr. Suharti, S.Pd., M.Si., Ph.DKata Kunci: Fermentasi tauco, isolasi enzimatis, kolagen, proteaseKolagen memiliki berbagai manfaat di beberapa industri di antaranya industri makanan, farmasi, kosmetik, dan fotografi. Kolagen dapat diisolasi dari jaringan ikat dan bagian tubuh ikan, seperti tulang, sisik, dan kulit. Isolasi kolagen dapat menggunakan metode enzimatis karena metode ini memiliki spesifitas reaksi yang tinggi sehingga produk yang dihasilkan homogen. Salah satu enzim yang digunakan adalah protease yang diisolasi dari bakteri penghasil protease yang berasal dari tauco. Enzim ini akan menghidrolisis parsial ikatan peptida pada jaringan ikat hewan sehingga dihasilkan kolagen. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui keragaman bakteri penghasil protease dari pangan fermentasi tauco Jawa Timur, (2) mengetahui kemampuan protease isolat terpilih untuk mengisolasi kolagen dari sisik ikan bandeng.Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap: (1) preparasi sampel tauco (2) isolasi dan pemurnian bakteri penghasil protease dari pangan fermentasi tauco, (3) menentukan isolat murni terpilih yang menghasilkan zona bening tertinggi, (4) mengukur aktivitas protease dari isolat terpilih, (5) menguji protease dari bakteri isolat terpilih untuk diuji pada sisik ikan bandeng. Isolasi bakteri penghasil protease dari tauco yang berasal dari Pasar Besar kota Malang, Jawa Timur dilakukan dengan cara pengenceran, sebar, dan gores pada media susu skim agar (SSA). Kemudian isolat bakteri dicat Gram untuk mengetahui kemurnian isolat. Isolat terpilih digunakan untuk produksi ekstrak kasar protease yang selanjutnya digunakan untuk uji kemampuan mengisolasi kolagen dari sisik ikan bandeng.Suspensi tauco yang diuji memiliki pH 5,0 dan kadar protein sebesar 31 mg/mL. Isolat protease yang dihasilkan dari tauco sebanyak 21 isolat, yaitu: HTcUM1, HTcUM2, HTcUM3, HTcUM4, HTcUM5, HTcUM6, HTcUM6.1, HTcUM6.1.1, HTcUM6.1.2, HTcUM6.2, HTcUM6.2.1, HTcUM6.2.2, HTcUM7, HTcUM7.1, HTcUM7.2, HTcUM8, HTcUM9, HTcUM9.1, HTcUM9.2, HTcUM10, dan HTcUM11. Dari 21 isolat, dipilih 1 isolat murni yang berpotensi untuk menghasilkan enzim protease, yaitu HTcUM10 karena memiliki indeks proteolitik 3,0. Isolat HTcUM10 dalam media produksi menggunakan sumber protein pepton tidak menghasilkan aktivitas protease pada media produksi ber-pH 5 sedangkan pada media produksi ber-pH 7 menghasilkan aktivitas protease sebesar 0,11 U/mL. Protease yang dihasilkan belum mampu mengisolasi kolagen dari sisik ikan
Pemahaman Konseptual dan Algoritmik Siswa Kelas XI MIPA SMAN 2 Malang pada Materi Sifat Koligatif Larutan.
ABSTRACT Herawati, Nimas Roro. 2016. Identifikasi Pemahaman Konseptual dan Algoritmik Siswa Kelas XI MIPA SMAN 2 Malang pada Materi Sifat Koligatif Larutan. Skrpsi, Jurusan Kimia, Program Studi Pendidikan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Dermawan Afandi, M.Pd. (II) Dr. Suharti, S.Pd, M.SiKata – Kata Kunci: sifat koligatif larutan, pemahaman konseptual siswa, pemahaman algoritmik siswa , miskonsepsi, tes diagnostik pilhan ganda beralasan terbukaIlmu kimia merupakan bagian dari ilmu pengetahuan yang terdiri atas fakta-fakta, aturan, hukum, prinsip, teori dan hitungan kimia. Dengan demikian, satu hal penting dalam mempelajari ilmu kimia dibutuhkan pemahaman konseptual dan pemahaman algoritmik. Salah satu materi kimia yang dalam mempelajarinya membutuhkan pemahaman konseptual dan algoritmik adalah sifat koligatif larutan. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru SMAN 2 Malang, sebanyak 57% peserta didik yang dinyatakan lulus ulangan harian. Jenis soal yang disajikan guru adalah soal yang berkaitan pemahaman algoritmik, sehingga belum bisa digunakan untuk mencari faktor apa saja yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan membuktikan pemahaman konseptual peserta didik untuk melihat kesalahan-kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi pemahaman konseptual dan algoritmik peserta didik, (2) Mengidentifikasi miskonsepsi yang dimiliki peserta didik, dan (3) Mengidentifikasi hubungan antara pemahaman konseptual dan algoritmik peserta didik.Metode penelitian menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas XI MIPA SMAN 2 Malang yang terdiri dar 127 peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam penelitan ini yaitu tes diagnostik pilihan ganda beralasan terbuka dengan 14 soal bersifat konseptual dan 10 soal bersifat algoritmik. Tes pilihan ganda beralasan adalah salah satu jenis tes objektif yang soalnya terdiri atas bagian kerangka (steam) dan bagian kemungkinan jawaban alternatif (options) .Tes ini mengharuskan peserta didik memilih jawaban dari pilihan ganda pada soal dengan menyertakan alasan memilih jawaban tersebut. Pemahaman konseptual, pemahaman algoritmik, dan miskonsepsi peserta didik ditentukan berdasarkan banyaknya siswa yang menjawab salah dan benar dalam menjawab tes. Kemudian dinyatakan dengan presentase. Hasil penelitian menujukkan bahwa: (1) tingkat pemahaman konseptual peserta didik tergolong sedang (52%) dan pemahaman algoritmik peserta didik tergolong tinggi, (2) presentase miskonsepsi peserta didik tertinggi terdapat pada pokok bahasan; (a) konseptual penuruan tekanan uap yaitu Tekanan uap turun karena luas pemukaan berubah (28%); (b) konseptual penurunan titik beku yaitu Gaya antar partikel lemah menyebabkan energi kinetik lemah (23%); (c) konseptual tekanan osmosis yaitu π caira
Uji Toksisitas Ekstrak Metanol dan Fraksi n-Heksana Daun Beluntas (Pluchea Indica L.) terhadap Artemia salina serta Isolasi Salah Satu Komponen Penyusunnya
ABSTRACT Latifah, N. L. 2016. Uji Toksisitas Ekstrak Metanol dan Fraksi n-Heksana Daun Beluntas (Pluchea Indica L.) terhadap Artemia salina serta Isolasi Salah Satu Komponen Penyusunnya. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Marfu’ah, M.S., (II) Dr. H. Sutrisno, M.Si.Kata kunci: uji toksisitas, isolasi, daun beluntas, fraksi n-heksana Daun beluntas telah banyak digunakan masyarakat sebagai obat herbal karena dipercaya berkhasiat sebagai penurun demam, meningkatkan nafsu makan, dan peluruh keringat. Beberapa penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa daun beluntas memiliki kandungan senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Ekstrak metanol daun beluntas diketahui memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker rahim (HeLa). Fraksi n-heksana daun beluntas belum diketahui sifat toksiknya. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui tingkat toksisitas fraksi n-heksana ekstrak daun beluntas yangdibandingkan dengan tingkat toksisitas ekstrak metanolnya, menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) terhadap larva Artemia salina,sertamengetahui identitas salah satu komponen penyusun fraksi tersebut.Uji toksisitas ekstrak metanol dan fraksi n-heksana daun beluntas dilakukan sebanyak lima kali pengulangan dengan 10 ekor Artemia salina pada setiap pengulangan. Konsentrasi larutan uji yang digunakan yaitu 100, 200, 400, 600, 800, dan 1000 ppm. Selanjutnya dilakukan perhitungan nilai LC50 berdasarkan persamaan grafik dari nilai probit terhadap log konsentrasi larutan uji. Untuk mengetahui identitas salah satu komponen penyusun fraksi n-heksana, dilakukan pemisahan menggunakan kromatografi kolom dan kromatografi lapis tipis preparatif (KLTP). Pada pemisahan ini dilakukan analisis kromatografi lapis tipis (KLT) terlebih dahulu, yaitu untuk menentukan eluen yang digunakan pada proses pemisahan fraksi. Selain itu, analisis KLT juga digunakan untuk mengelompokkan fraksi-fraksi yang dihasilkan pada kromatografi kolom berdasarkan pola noda yang identik untuk diisolasi dengan KLTP. Komponen yang diperoleh dari KLTP ini dianalisis secara spektrofotometri IR dan diuji fitokimia untuk mengetahui identitasnya.LC50 ekstrak metanol danfraksi n-heksana daun beluntas berturut-turut adalah 651ppm dan< 100 ppm. Jadi, fraksi n-heksana bersifat lebih toksik dibandingkan ekstrak metanol daun beluntas.Uji fitokimia pada fraksi n-heksana ekstrak daun beluntas ini menunjukkan hasil positif terhadap uji fenolik, flavonoid, saponin, dan steroid.Komponen hasil isolasi dengan kromatografi kolom dan KLTP berupa padatan tidak berwarnaserta memberikan hasil positif adanya golongan flavonoid. Pada analisis secara spektrofotometri IR, komponen ini menunjukkan pita serapan gugus -OH, gugus C-H aromatik, gugus C-O eter, dan ikatan C=C. Komponen ini diduga merupakan golongan flavonoid karena memiliki pita-pita serapan dari gugus-gugus yang umumnya terdapat dalam struktur dasar dari flavonoi