SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1785 research outputs found
Sort by
Pengembangan Bahan Ajar Materi Kesetimbangan Kimia Berbasis Inkuiri Terbimbing Berdasarkan Kurikulum 2013
ABSTRACT Putri, Pristy Nandya. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Materi Kesetimbangan Kimia Berbasis Inkuiri Terbimbing Berdasarkan Kurikulum 2013. Skripsi, Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr Subandi., M.Si, (II) Dr. Yudhi Utomo, M.SiKata-kata Kunci : Kurikulum 2013, Inkuiri Terbimbing, Kesetimbangan KimiaPendidikan modern merupakan suatu bentuk perkembangan kompetisi global yang secara drastis dapat meningkatkan perkembangan pengetahuan dan teknologi. Lahirnya pergeseran paradigma pembelajaran dari “teacher-centered” yang beralih menjadi pembelajaran “student-centered” merupakan salah satu tanda perkembangan pendidikan di negeri ini. Salah satu usaha pemerintah untuk mendukung adanya pergeseran paradigma tersebut adalah dengan memberlakukan kurikulum 2013 yang berbasis scientific approach. Pada proses pembelajaran berbasis scientific approach, dibutuhkan sebuah bahan ajar yang dikembangkan dengan menggunakan model pembelajaran yang sesuai, salah satunya adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing. Hasil penelitian miskonsepsi menunjukkan bahwa materi kesetimbangan kimia merupakan materi yang sulit dipahami oleh peserta didik. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti bermaksud untuk mengembangkan bahan ajar berbasis inkuiri terbimbing materi kesetimbangan kimia menggunakan pendekatan kontekstual dan memuat tiga representasi pembelajaran kimia sesuai dengan kurikulum 2013 serta mengetahui tingkat kelayakan hasil pengembangan.Pengembangan bahan ajar ini menggunakan model 4D (4D-Model), yang meliputi pembatasan (define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan penyebaran (disseminate), namun pada pengembangan bahan ajar ini hanya dilakukan sampai pada tahap ketiga yaitu tahap develop/pengembangan. Penilaian bahan ajar dilakukan melalui validasi isi dan uji keterbacaan. Validasi bahan ajar dilakukan oleh dua orang guru kimia dan satu dosen kimia UM. Uji keterbacaan bahan ajar dilakukan oleh beberapa peserta didik yang mewakili tingkat kemampuan berfikir tinggi, sedang dan rendah. Validasi isi dan uji keterbacaan terbatas ditentukan berdasarkan kelayakan isi dan penyajian, bahasa, serta tata letak yang dinilai dengan menggunakan instrumen berupa: (1) lembar validasi yang berupa angket penilaian menggunakan skala Likert lima tingkat dan (2) lembar komentar dan saran dari validator dan pembaca. Revisi akan dilakukan berdasarkan komentar dan saran dari validator. Produk hasil pengembangan berupa bahan ajar kesetimbangan kimia berbasis inkuiri terbimbing berdasarkan kurikulum 2013 yang terdiri dari buku guru dan buku siswa yang dapat digunakan oleh guru/calon guru untuk membelajarkan materi kesetimbangan kimia. Berdasarkan hasil uji keterbacaan dan validasi diperoleh rata-rata tingkat kelayakan sebesar 85,8% pada buku siswa, 81,95% pada buku guru. Dari hasil uji keerbacaan pada 12 peserta didik, diperoleh tingkat kelayakan sebesar 86,15%. Dengan demikian, bahan ajar kesetimbangan kimia berbasis inkuiri terbimbing berdasarkan kurikulum 2013 baik buku siswa maupun buku guru memiliki kriteria sangat layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran
Pengembangan Bahan Ajar Materi Kepolaran, Bentuk Molekul, dan Gaya Antarmolekul Berbasis Strategi Inkuiri Terbimbing
ABSTRAK Rahayu, Sri. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Materi Kepolaran, Bentuk Molekul, dan Gaya Antarmolekul Berbasis Strategi Inkuiri Terbimbing. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1) Dr. Aman Santoso, M.Si, (II) Dr. Suharti, M.Si. Kata Kunci: kepolaran, bentuk molekul, gaya antarmolekul, inkuiri terbimbing Pembelajaran berbasis strategi inkuiri terbimbing sesuai untuk pembelajaran kimia karena strategi ini dapat mendorong siswa untuk turut aktif dalam pembelajaran sehingga siswa memiliki pemahaman yang lebih mendalam.Bahan ajar yang sering digunakan oleh para guru dan siswa umumnya masih bersifat informatif, belum menekankan pada proses belajar siswa, dan seringkali menimbulkan miskonsepsi. Permasalahan kurang efektifnya bahan ajar yang telah ada dapat diatasi dengan mengembangkan bahan ajar berbasis strategi inkuiri terbimbing. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan bahan ajar materi kepolaran, bentuk molekul, dan gaya antarmolekul berbasis strategi inkuiri terbimbing dan menguji tingkat kelayakan isi, tata bahasa, dan kegrafisan bahan ajar yang telah dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan. Pengembangan dilakukan sampai tahap ketiga yaitu tahap pengembangan. Tahap pendefinisian meliputi langkah analisis ujung depan, analisis siswa, analisis tugas, analisis konsep, dan perumusan tujuan pembelajaran. Tahap perancangan meliputi langkah pemilihan media, pemilihan format, dan pembuatan rancangan awal. Tahap pengembangan meliputi langkah penyusunan bahan ajar, telaah bahan ajar, revisi bahan ajar, validasi bahan ajar, analisis dan tindak lanjut hasil validasi, dan uji keterbacaan. Hasil penelitian pengembangan yaitu: (1) bahan ajar dengan komponen pendahuluan, isi, dan penutup. Komponen isi pada bahan ajar berisikan 3 kegiatan belajar yang disusun sesuai tahapan pada strategi inkuiri terbimbing yaitu rumusan masalah, hipotesis, pengumpulan data/observasi, evaluasi hipotesis, dan kesimpulan; (2) bahan ajar yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan buku guru sebesar 88,34% dengan kriteria sangat layak, tingkat kelayakan buku siswa sebesar 88,60% dengan kriteria sangat layak dan tingkat keterbacaan buku siswa sebesar 91,73% dengan kriteria sangat layak.Pengembangan bahan ajar ini terbatas pada tahap validasi dan uji keterbacaan, belum dilakukan uji coba pada bahan ajar yang telah dikembangkan. Bahan ajar ini belum dilengkapi oleh rencana pelaksanaan pembelajaran. Oleh karena itu, perlu dilakukan uji coba untuk mengetahui keefektifan bahan ajar yang telah dikembangkan dan perlu dikembangkan pula rencana pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan bahan ajar ini. ABSTRACT Rahayu, Sri. 2016. TheDevelopment of Teaching Material Polarity, Molecular Shapes, and Intermolecular Forces Based Guided Inquiry Strategy.Thesis, Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Malang University. Supervisor: (1) Dr. Aman Santoso, M.Si, (II) Dr. Suharti, M.Si. Keywords:polarity, molecular shapes, intermolecular forces, guided inquiry strategy Learning based guided inquiry strategies appropriate for learning chemistry because these strategies can encourage students to actively participate in learning process so that the students have a deeper understanding. Teaching materials are often used by teachers and students generallystill in informative form, yet insists on student learning process, and often lead to misconceptions.The lack of instructional materials effectively problem that already exist can be solve by developing teaching materials with guided inquiry based strategy. The objective of this research is to produce the materials of teaching material polarity, and the intermolecular forces guided inquiry-based strategies and testing the level feasibility of content, grammar, and gravis of teaching materials that have been developed. This research is a development research with 4D development model that developed by Thiagarajan. The development was done until the third stage namely the development stage. The phase definition includes the steps of defining the front-end analysis, learner analysis, task analysis, concept analysis, and specifying instructional objectives. The design phase includes the steps of media selection, format selection, and initial design. The development phase includes the steps of preparation of teaching material, study materials, revision of teaching materials, teaching materials validation, analysis and follow-up results of the validation, and test of legibility. The results of development research, namely: (1) teaching materials with components introduction, contents, and closing. Components of the contents on teaching materials contains 3 learning activities that organized according to the phases of the guided inquiry based strategy those are: formulation of the problem, hypothesis, data collection/observation, evaluation of hypothesis, and conclusions; (2) teaching materials developed have a books teachers feasibility level of 88.34% with a very decent criteria, student book feasibility level of 88.60% with a very decent criteria and student book readability level of 91.73% with a very decent criteria.Development of teaching materials is limited to the validation and test of readability, has not yet done test of teaching materials have been developed. These teaching materials not equipped by the lesson plan. Therefore, there should be a test to determine the effectiveness of the teaching materials have been developed and need to be developed lesson plan in appropriate with these teaching materials.
Identifikasi Spesies dan Analisis Komposisi Asam Lemak Mikroalga Indigen Isolat KLP 4 dari Waduk Selorejo Malang
ABSTRACT Hidayati, Ela, D. H. 2016. Identifikasi Spesies dan Analisis Komposisi Asam LemakMikroalga Indigen Isolat KLP 4 dari Waduk Selorejo Malang. Skripsi. JurusanKimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Eli HendrikSanjaya, S.Si, M.Si., (II) Drs. Dermawan Afandy, M.Pd.Kata kunci : Mikroalga, Ekstraksi, Asam Lemak, GC-MS.Biodiesel merupakan bahan bakar yang diperoleh dari minyak nabati maupunlemak hewani melalui reaksi transesterifikasi. Sebagian besar minyak nabati yangdigunakan dalam pembuatan biodiesel merupakan bahan pangan, sehinggapemanfaatannya kurang menguntungkan. Salah satu bahan baku non pangan yangberpotensi dalam pembuatan biodiesel adalah mikroalga. Mikroalga merupakantumbuhan mikroskopik yang sebagian besar hidup di wilayah perairan. Kadar lipid yangtinggi pada mikroalga memungkinkan untuk dijadikan sebagai bahan baku pembuatanbiodiesel. Indonesia memiliki wilayah perairan yang sangat luas, maka jumlahmikroalga yang dihasilkan pun melimpah. Peneliti dari jurusan Biologi FMIPA UMtelah berhasil mengisolasi beberapa kultur mikroalga dari Waduk Selorejo yang salahsatunya isolat KLP 4, namun belum dilakukan analisis asam lemaknya. Dengandemikian, tujuan penelitian ini adalah mengetahui spesies mikroalga indigen isolat KLP4, mengetahui nilai rendemen lipid yang dihasilkan mikroalga isolat KLP 4, sertamengetahui potensi lipidnya sebagai bahan baku pembuatan biodiesel.Penelitian ini adalah penelitian eksploratif laboratoris. Untuk mencapai tujuanpenelitian, tahapan yang dilakukan adalah 1) pembuatan media; 2) pembuatan kultur; 3)uji morfologi; 4) pembuatan kurva pertumbuhan; 5) kultivasi mikroalga; 6) pemanenanmikroalga; 7) isolasi lipid mikroalga; dan 8) analisis lipid mikroalga. Morfologimikroalga diamati dengan mikroskop cahaya untuk identifikasi spesiesnya. Ujispektrofotometri dilakukan untuk mengetahui kurva pertumbuhan mikroalga. Isolasilipid mikroalga dilakukan dengan metode ekstraksi sokhletasi menggunakan pelarutheksana. Analisis lipid mikroalga menggunakan GC-MS untuk mengidentifikasi asamlemak yang terkandung dalam lipid mikroalga.Hasil yang diperoleh pada penelitian ini, spesies mikroalga isolat KLP 4 dariWaduk Selorejo Malang diduga merupakan Chlamydomonas sp. Pembuatan kurvapertumbuhan dilakukan selama 34 hari dengan waktu optimum pertumbuhan terjadipada hari ke 13-18. Kultivasi mikroalga dilakukan selama 12 minggu untukmenghasilkan biomassa yang cukup (0,35 g). Rendemen lipid mikroalga kering yangdihasilkan sebesar 46,86%. Analisis lipid dengan GC-MS dapat diketahui komponenasam lemak tertinggi pada mikroalga Chlamydomonas sp. adalah asam palmitat. Asampalmitat ini merupakan asam lemak yang umum dalam pembuatan biodiesel.Berdasarkan uraian tersebut mikroalga jenis Chlamydomonas sp. dari Waduk SelorejoMalang mempunyai potensi tinggi untuk pembuatan biodiesel. viABSTRACT Hidayati, Ela, D. H. 2016. Spesies Identification and Analysis of Fatty Acid Ingredientsof Microalgae Indigen Isolate KLP 4 from Selorejo’s Reservoir Malang.Undergraduate. Chemistry Department, Mathematics and Science Faculty, StateUniversity of Malang. Advisors: (I) Eli Hendrik Sanjaya, S.Si, M.Si., (II) Drs.Dermawan Afandy, M.Pd.Keywords : Microalgae, Extraction, Fatty Acid, GC-MS.Biodiesel is a fuel derived from vegetable oils or animal fats through atransesterification reaction. Most of the vegetable oil used in the manufacture ofbiodiesel is a foodstuffs, so that utilization is less favorable. One of non-food rawmaterials in the manufacture of biodiesel potential is microalgae. Microalgae is amicroscopic plants that live mainly in territorial waters. High levels of lipids content inmicroalgae allows it to be used as raw material for making biodiesel. Indonesia has avery broad of water area, then the amount of microalgae produced was abundant.Researchers from Department of Biological UM has managed to isolate some of themicroalgae culture from Selorejo’s Reservoir, one of which isolates is KLP 4, but havenot done analysis of the fatty acid. Thus, the purpose of this study were to determinespesies of microalgae indigen isolate KLP 4, to determine the value of the yield ofmicroalgae lipid isolates KLP 4, as well as determine the potential of lipid as a rawmaterial for making biodiesel.This study is exploratory laboratories. This research was conducted in severalstages: 1) making media; 2) growing culture; 3) morphology identification; 4) making agrowth curve; 5) cultivation of microalgae; 6) harvesting microalgae; 7) isolation ofmicroalgae lipid; and 8) microalgae lipid analysis. Microalgae morphology wasobserved by light microscopy to identify the spesies. Spectrophotometric test isperformed to determine the growth curve of microalgae. Isolation of lipid microalgaewith extraction sokhletasi using hexane solvent. Microalgae lipid analysis using GC-MSto identify the compounds of microalgae lipid.The results show that, the spesies of microalgae isolate KLP 4 from Selorejo’sReservoir Malang is Chlamydomonas sp. The growth curve conducted for 34 days witha time of optimum growth occurred at days 13-18. Cultivation of microalgae carried outfor 12 weeks to produce enough biomass (0,35 g). The yield of lipid produced is46.86%. Lipid analysis by GC-MS shown that the highest fatty acid components in themicroalgae Chlamydomonas sp. is palmitic acid. Palmitic acid is a fatty acid that iscommon in the manufacture of biodiesel. Based on the description of the type ofmicroalgae Chlamydomonas sp. in Selorejo’s Reservoir Malang has the high potential as a raw material for making biodiesel
Pembuatan, Karakterisasi, dan Analisis Permukaan Adsorben Silika Gel, Silika Selulosa, Silika Surfaktan, dan Silika Selulosa-Surfaktan Menggunakan Spektrofotometer Inframerah (FT-IR)
ABSTRAK Putri, Rahmawati Rizky Eka. 2016. Pembuatan,Karakterisasi, dan Analisis Permukaan Adsorben Silika Gel,Silika Selulosa, Silika Surfaktan, dan Silika Selulosa-Surfaktan Menggunakan Spektrofotometer Inframerah (FT-IR). Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D., (II) Dr. Sc. Anugrah Ricky Wijaya, M.Sc. Kata kunci: adsorben, FT-IR, selulosa, silika, surfaktan Kandungan silika (SiO2) yang tinggi pada sekam padi dapat dimanfaatkan dalam pembuatan silika sebagai adsorben. Sekam padi yang dijadikan abu diekstraksi untuk diambil kandungan silikanya. Pembuatan silika ini dimodifikasi dengan selulosa dari nata de coco dan surfaktan n-CTMABr untuk dilihat interaksi dan sifat-sifat di permukaan. Modifikasi ini dilakukan untuk melihat perbedaan sifat silika akibat penambahan selulosa maupun surfaktan. Pembuatan adsorben diharapkan adanya interaksi keterikatan dari silika dengan selulosa atau surfaktan serta sifat-sifat yang dimiliki silika hasil modifikasi tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) karakterisasi silika gel, silika selulosa, silika surfaktan, dan silika selulosa-surfaktan, (2) sifat permukaan silika dengan selulosa dan surfaktan menggunakan analisis spektrofotometer inframerah (FT-IR), dan (3) pengaruh variasi konsentrasi larutan surfaktan pada sifat permukaan silika modifikasi dilihat dari spektrofotometer inframerah (FT-IR). Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental laboratoris. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap, yaitu (1) pembuatan adsorben silika gel, silika selulosa, silika surfaktan, dan silika selulosa-surfaktan, (2) karakterisasi adsorben meliputi analisis BET, kadar air, kadar abu, penentuan massa jenis, dan daya serap terhadap larutan iod, dan (3) analisis permukaan silika menggunakan spektrofotometer inframerah (FT-IR). Hasil penelitian adalah (1) karakterisasi silika termodifikasi telah dilakukan meliputi analisis kadar air, kadar abu, massa jenis, daya serap terhadap larutan iod, menunjukkan silika surfaktan mempunyai kadar air dan kadar abu yang kecil, sehingga lebih baik dibanding silika yang lainnya. Pada uji BET menunjukkan silika surfaktan memiliki diameter pori dan ukuran pori total yang lebih besar dibandingkan silika yang lainnya, (2) munculnya pergeseran bilangan gelombang akibat penambahan selulosa dari gugus –OH dan surfaktan dari ikatan C-H pada silika menggunakan spektrofotometer inframerah (FT-IR) yang menunjukkan keterikatan di permukaan, (3) variasi konsentrasi larutan surfaktan yang dijerapkan pada silika modifikasi mempengaruhi pergeseran dan pelebaran pita serapan pada gugus (Si-OH) silanol, (Si-O-Si) siloksan, ikatan C-H dari surfaktan n-CTMABr, dan gugus –OH dari selulosa
Perbedaan Hasil Belajar Kognitif Materi Hidrolisis Garam Pada Pembelajaran Strategi Problem Posing-Think Pair Share dan Ekspositori Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Batu
ABSTRAK Rindawati, Ari. 2016. Perbedaan Hasil Belajar Kognitif Materi Hidrolisis Garam Pada Pembelajaran Strategi Problem Posing-Think Pair Share dan Ekspositori Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Batu. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Srini M. Iskandar, M.Sc., Ph.D. (II) Dr. H. Yudhi Utomo, M.Si. Kata kunci: Problem Posing-Think Pair Share, Hasil Belajar Kognitif, Hidrolisis Garam Materi hidrolisis garam merupakan salah satu materi kimia yang diajarkan di SMA. Akan tetapi, siswa kemungkinan mengalami kesulitan dalam memahami materi tersebut. Kesulitan siswa ini dikarenakan guru cenderung menggunakan pembelajaran strategi ekspositori yang menyebabkan kerja sama siswa menjadi kurang. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah penggunaan pembelajaran strategi yang tepat, yaitu pembelajaran strategi konstruktivis Problem Posing yang dipadukan dengan pembelajaran strategi kooperatif tipe Think Pair Share. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui keterlaksanaan proses pembelajaran di kelas yang dibelajarkan dengan pembelajaran strategi Problem Posing-Think Pair Share dan ekspositori pada materi hidrolisis garam siswa kelas XI SMA Negeri 2 Batu, (2) Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar kognitif siswa di kelas yang dibelajarkan dengan pembelajaran strategi Problem Posing-Think Pair Share dan ekspositori pada materi hidrolisis garam siswa kelas XI SMA Negeri 2 Batu. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan penelitian eksperimental semu (quasy experimental design) dengan posttest only control group design. Kelas eksperimen dibelajarkan menggunakan pembelajaran strategi Problem Posing-Think Pair Share dan kelas kontrol dibelajarkan menggunakan ekspositori. Instrumen yang digunakan berupa instrumen perlakuan (silabus, RPP, LKS dan Handout) dan instrumen pengukuran (lembar observasi dan tes hasil belajar). Tes hasil belajar terdiri dari 25 butir soal yang valid dengan reliabilitas α = 0,887. Data keterlaksanaan proses pembelajaran dianalisis menggunakan analisis deskriptif, sedangkan data nilai tes hasil belajar dianalisis menggunakan analisis statistika melalui uji-t dengan signifikansi α = 0,05 berbantuan program SPSS 20.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterlaksanaan proses pembelajaran pada siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran strategi Problem Posing-Think Pair Share dan siswa yang dibelajarkan menggunakan ekspositori masuk dalam kategori terlaksana dengan sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari persentase rata-rata keterlaksanaan proses pembelajaran pada siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran strategi Problem Posing-Think Pair Share yaitu sebesar 95,56% dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan ekspositori sebesar 92,50%, (2) Ada perbedaan hasil belajar kognitif materi hidrolisis garam antara siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran strategi Problem Posing-Think Pair Share dan ekspositori pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Batu dengan nilai signifikansi sebesar 0,002 pada α = 0,05
Pengaruh pH terhadap Karakterisrik Silika Xerogel Berbasis Abu Bagasse.
ABSTRACT Raga, Bella.C.D.S. 2016. Pengaruh pH terhadap Karakterisrik Silika Xerogel Berbasis Abu Bagasse. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nazriati, M. Si., (II) Dr. Hj. Fauziatul Fajaroh, M. S.Kata Kunci : Abu bagasse, metode alkalis, pH, silika gelSilika xerogel merupakan material berpori yang pada umumnya digunakan sebagai adsorben, bahan pengisi, bahan baku keramik, bahan tambahan pada detergen, pasta gigi, dan kosmetik. Abu bagasse dimanfaatkan sebagai sumber silika dalam penelitian ini dengan menggunakan metode sol-gel. Salah satu parameter yang mempengaruhi perubahan sol menjadi gel yaitu pH. pH akan mempengaruhi laju reaksi kondensasi dan karakteristik silika xerogel yang dihasilkan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH terhadap karakteristik silika xerogel yang disintesis berbasis abu bagasse.Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pembuatan larutan natrium silikat dari abu bagasse, dan pembentukan silika xerogel dengan metode sol-gel pada variasi pH 2, 5, 7, dan 9, serta karakterisasi silika xerogel dengan menggunakan instrumen FTIR, SEM, dan BET.Hasil analisis FTIR menunjukkan bahwa silika xerogel telah berhasil disintesis. Adanya puncak melebar pada bilangan gelombang 3500 cm-1 mengindikasikan adanya gugus silanol (SiO-H) dan gugus siloksan (Si-O-Si) ditunjukkan dengan adanya puncak melebar pada bilangan gelombang 1000 cm-1. Hasil analisis SEM menunjukkan bahwa pori silika xerogel pH 5 berukuran lebih kecil dari pori silika xerogel pH 9. Hasil analisis BET menunjukkan luas permukaan maksimum silika xerogel adalah sebesar 490,115 m2/g yang dihasilkan pada variasi pH 5 sebagai pH optimum.ABSTRACT Raga, Bella. C. D. S. 2016. The Effect of pH on Characteristic of Silica Xerogel Based Bagasse Ash. Undergraduate Thesis. Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Science, State University of Malang, Supervisors: (I) Dr. Nazriati. M. Si., (II) Dr. Hj. Fauziatul Fajaroh, M. S.Keywords : Bagasse ash, sol- gel methods, pH, xerogel silica.Xerogel silica is a porous material which generally used to adsorbent, filler, basic material on ceramics production, and supplement material of detergent, toothpaste, and cosmetic product. Bagasse ash used as source of silica in this research with sol-gel methods. One of the parameters that effect change the sol to gel is pH. pH effect the rate of condensation reaction and also affect the characteristic result of silica gel. Therefore this study aims to determine the effect of pH on characteristics of silica xerogel synthesized based of bagasse ashThis process research was conducted in several stages: sodium silicate preparation from bagasse ash, silica xerogel formation with sol-gel methods at pH 2, 5, 7, and 9, and characterisation of xerogel silica with FTIR, SEM, and BET instrument. Characterization by FTIR showed that xerogel silica have been synthesized with wide uptake in wave numbers 3000cm-1 is the silanol group (SiOH) and siloksan group (Si-O-Si) in the wave number 1000 cm-1. Characterization by SEM showed pore of xerogel silica at pH 5 smaller than xerogel silica at pH 9. Characterization by BET showed the surface area of xerogel silica at pH 2, 5, 7, and 9 respectively are 471,111; 490,115; 417,638; and 325,493 m2/g. Xerogel silica with the biggest surface area is at pH 5
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFAE) TERHADAP HASIL BELAJAR DAN MOTIVASI SISWA KELAS X MIA SMA NEGERI 10 MALANG PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
ABSTRACT Bambut, Klaudia E.N. 2016.Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran StudentFacilitator and Explaining (SFAE) Terhadap Hasil Belajar dan MotivasiSiswa Kelas X MIA SMA Negeri 10 Malang pada Materi LarutanElektrolit dan Non Elektrolit. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Endang Budiasih,M.Si, (2) Drs. H. Parlan, M.Si Kata kunci: Student Facilitator and Explaining (SFAE), ekspositori, hasil belajar, motivasi belajar.Hasil wawancara dan observasi yang dilakukan di salah satu sekolah dikota Malang menunjukkan bahwa proses pembelajaran kimia masih cenderungmenggunakan pendekatan teacher center learning dan hanya berpegang padabuku teks atau diktat, sehingga menyebabkan pemahaman siswa terhadap materidan motivasinya untuk mempelajari kimia menjadi rendah. Oleh karena itu, perludi terapkan suatu model pembelajaran dengan pendekatan student center learningdan lebih komunikatif dengan siswa, yaitu model pembelajaran StudentFacilitator and Explaining (SFAE). Model pembelajaran SFAE menekankan padaperan siswa sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dari penerapan model pembelajaranSFAE terhadap hasil belajar dan motivasi siswa, serta keterlaksanaan dari modelpembelajaran SFAE tersebut. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semuposttest-only control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruhsiswa kelas X MIA SMA Negeri 10 Malang yang selanjutnya dengan teknikcluster random sampling diperoleh kelas X-MIA B2 sebagai kelas eksperimenyang dibelajarkan dengan model SFAE dan kelas X-MIA F2 sebagai kelas kontrolyang dibelajarkan dengan model pembelajaran ekspositori. Instrumen penelitianyang digunakan meliputi instrumen perlakuan yaitu silabus, RPP, LKS, daninstrumen pengukuran yaitu lembar observasi pembelajaran, tes hasil belajar, danangket motivasi belajar. Data yang diperoleh selanjutnya di deskripsikan dandiolah secara statistik untuk menganalisis keterlaksanaan pembelajaran, motivasibelajar siswa, dan menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterlaksanaan modelpembelajaran SFAE pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit sebesar85,63% dengan kategori baik; (2) ada perbedaan hasil belajar kognitif materilarutan elektrolit dan non elektrolit antara siswa yang dibelajarkan dengan modelpembelajaran SFAE dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaranEkspositori. Rata-rata nilai hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SFAE ( = 78,12), lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkandengan model pembelajaran Ekspositori ( = 72,20); (3) rata-rata motivasi belajar siswa pada kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SFAE dan kelasyang dibelajarkan dengan model pembelajaran ekspositori masing-masing adalah81,96 dan 74,14. ABSTRACT Bambut, Klaudia E.N. 2016. The Effect of Implementation Student Facilitator andExplaining (SFAE) Learning to Students’ Learning Outcomes andMotivation at Grade X Science Program SMAN 10 Malang in TopicElectrolyte and Non Electrolyte Solution. Thesis, Department ofChemistry, Mathematics and Science Faculty, State University of Malang.Supervisor: (1) Dr. Hj. Endang Budiasih, M.Si, (2) Drs. H. Parlan, M.Si Key words : student facilitator and explaining (SFAE), expository, learning outcomes, learning motivationObservation and interviews that conducted in one of malang high schoolsshowed that the chemistry learning process still tend to teacher center learningapproach and just text book oriented, resulted in decreasing of studentscomprehension about the material and motivation to learn. Therefore, need toapllying a learning model that based on student center learning approach andcommunicative with student. One model of student centered learning that can beenhance students activity in learning process is Student Facilitator and Explainingmodel. SFAE learning model engages student as facilitator in learning process, byproviding and explanation the topic to other students in their group. The purposesof this study are to describe the feasibility of SFAE learning modelimplementation to learning outcomes, and learning motivation. The research used a quasi-experimental with posttest-only control groupdesign. Population of the research is all of students at Grade X Science ProgramSMAN 10 Malang. The samples of research are involving students from X MIAB2 as experiment class, and X MIA F2 as control class that take by clusterrandom sampling. The research instruments are consisted of treatment instrumentthere are syllabus, lesson plans, worksheets, and measurement instruments thereare observation sheets, motivation questionnaire, and tests. Date analysis are doneby descriptive analysis and statistical analysis. Descriptive analysis is used todescribe the learning feasibility, and student’s motivation of learning. Statisticalanalysis is used to analysis the comparison of student’s cognitive learningoutcomes. The result show that (1) learning feasibility of SFAE learning model ontopic electrolyte and non-electrolyte solution is 85.63 % went on very well (2)there are differences of student’s cognitive learning outcomes on topic electrolyteand non-electrolyte solution between students who taught with SFAE learningmodel, and students who taught with expository learning model. On average, learning outcomes of students who taught with SFAE learning model ( = 78,12) is higher than students who taught with expository leaning model ( = 72,20). (3) learning motivation of students who taught with SFAE learning model (=81,96), is higher than students who taught with expository learning model ( =74,14).
Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari Perak Nitrit dengan Ligan Campuran Trifenilfosfina dan N,N'-dietiltiourea
ABSTRACT Saniyah, Riska Umi Faridatus. 2016. Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari Perak Nitrit dengan Ligan Campuran Trifenilfosfina dan N,N’-dietiltiourea. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fariati, M.Sc. (2) Prof. Effendy, Ph.D. Kata-kata kunci: karakterisasi, N,N’-dietiltiourea, perak nitrit, sintesis, trifenilfosfina.Senyawa kompleks dari perak nitrit dengan ligan campuran trifenilfosfina (PPh3) dan tiourea (tu) untuk stoikiometri 1 : 2 : 1 yang telah dilaporkan adalah dimer [Ag(PPh3)2(tu)(µ-ONO)]2 dengan geometri trigonal bipiramidal terdistorsi di sekitar atom pusatnya. N,N’-dietiltiourea (detu) merupakan turunan dari tu yang memiliki struktur lebih ruah. Penggantian tu dengan detu meningkatkan efek sterik antara ligan-ligan di sekitar atom pusat, sehingga dapat mengurangi jumlah ligan yang diikat oleh atom Ag. Hal ini memungkinkan untuk diperolehnya senyawa kompleks dengan struktur yang berbeda dibanding struktur dari [Ag(PPh3)2(tu)(µ-ONO)]2. Senyawa kompleks dari AgNO2 dengan ligan campuran PPh3 dan detu belum disintesis. Tujuan penelitian adalah mensintesis senyawa kompleks dari AgNO2 dengan ligan campuran PPh3 dan detu pada perbandingan stoikiometri 1 : 1 : 1 dan mengkarakterisasi hasil sintesisnya berdasarkan uji titik lebur, uji daya hantar listrik, uji kualitatif ion nitrit, analisis SEM-EDX, dan analisis dengan program GaussView 5.0.8. Sintesis senyawa kompleks dari AgNO2 dengan ligan campuran PPh3 dan detu pada stoikiometri 1 : 1 : 1 dilakukan secara langsung dalam pelarut metanol. Senyawa hasil sintesis diuji titik leburnya untuk mengetahui kebaruan, kemurnian, dan kestabilan termalnya. Uji daya hantar listrik dan uji kualitatif ion nitrit untuk menetapkan senyawa kompleks yang terbentuk merupakan senyawa ionik atau molekuler. Analisis EDX untuk menentukan rumus empiris senyawa kompleks. Berdasarkan rumus empiris dan jenis senyawa diperoleh rumus kimia senyawa kompleks. Rumus kimia digunakan untuk memprediksi kemungkinan struktur senyawa. Energi bebas kemungkinan struktur tersebut dihitung dengan program GaussView 5.0.8. Struktur senyawa kompleks yang diterima adalah yang memiliki energi bebas per ikatan terendah. Senyawa hasil sintesis AgNO2 dengan ligan campuran PPh3 dan detu berupa kristal prisma tidak berwarna dan terdekomposisi pada temperatur 111°C. Hal ini mengindikasikan senyawa tersebut baru, murni, dan stabil. Uji daya hantar listrik dan uji kualitatif ion nitrit menghasilkan senyawa kompleks molekuler. Analisis EDX memberikan rumus empiris C23H27AgN3O2PS. Senyawa kompleks yang terbentuk dapat berupa monomer [Ag(PPh3)(detu)(O2N)] atau dimer [Ag(PPh3)(detu)(µ-ONO)]2. Perhitungan energi bebas per ikatan menunjukkan monomer [Ag(PPh3)(detu)(O2N)] dan dimer [Ag(PPh3)(detu)(µ-ONO)]2 memiliki energi bebas per ikatan berturut-turut sebesar -308449,69 kJ/mol dan-308429,35 kJ/mol. Struktur yang memenuhi adalah kompleks monomer karena memiliki energi bebas per ikatan lebih rendah. Senyawa kompleks monomer [Ag(PPh3)(detu)(O2N)] isostruktur dengan [Ag(PPh3)2(O2N)]
Pengembangan Instrumen Penilaian Sikap dan Keterampilan Psikomotorik pada Materi Sifat Koligatif Larutan
ABSTRACT Feritawati, Yuli. 2015. Pengembangan Instrumen Penilaian Sikap dan Keterampilan Psikomotorik pada Materi Sifat Koligatif Larutan. Skripsi, Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Oktavia Sulistina, S.Pd., M.Pd, (II) Drs. Muhammad Su’aidy, M.Pd.Kata Kunci: instrumen penilaian, sikap, keterampilan psikomotorik, sifat koligatif larutanMateri sifat koligatif larutan meliputi penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmosis. Fenomena sifat koligatif larutan merupakan fenomena yang dapat diamati, sehingga dapat dipelajari melalui kegiatan laboratorium. Pembelajaran dengan kegiatan laboratorium tidak hanya membutuhkan penilaian kognitif, tetapi juga membutuhkan penilaian keterampilan psikomotorik dan sikap yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Penilaian yang ditekankan dalam Kurikulum 2013 adalah penilaian autentik yang menekankan pada penilaian proses dan hasil untuk kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan berbagai instrumen penilaian sesuai Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kimia di beberapa SMA diperoleh bahwa (1) penilaian masih ditekankan pada hasil belajar kognitif (2) penilaian sikap dalam pembelajaran dilakukan secara subjektif oleh guru, dan (3) belum ada instrumen yang dijadikan acuan untuk melakukan penilaian dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu dilakukan penelitian dan pengembangan yang berjudul “Pengembangan Instrumen Penilaian Sikap dan Keterampilan Psikomotorik Pada Materi Sifat Koligatif Larutan” untuk mempermudah guru dalam melakukan penilaian sikap dan keterampilan secara objektif. Tujuan pengembangan adalah menghasilkan produk berupa instrumen penilaian sikap dan keterampilan psikomotorik pada materi sifat koligatif larutan serta mengetahui tingkat kelayakannya.Tahap-tahap pengembangan instrumen penilaian sikap dan keterampilan meliputi (1) studi kepustakaan; (2) survei lapangan; (3) penyusunan instrumen; (4) uji coba terbatas; (5) revisi hasil uji coba; (6) uji coba lebih luas; (7) penyempurnaan produk akhir; dan (8) desiminasi dan implementasi. Pada pengembangan ini hanya dilakukan sampai pada tahap kelima. Produk hasil pengembangan diuji coba melalui proses validasi isi oleh ahli dan uji coba terbatas. Validasi isi dilakukan oleh satu dosen Kimia dan dua guru Kimia SMA. Uji coba terbatas instrumen penilaian sikap dilakukan oleh siswa Kelas X MIA 2 SMA N 9 Malang dengan jumlah 35 siswa. Uji coba terbatas instrumen penilaian keterampilan dilakukan oleh 10 siswa Kelas XII SMA Laboratorium UM. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik perhitungan persentase, uji validitas dan reliabilitas, dan deskriptif. Produk hasil pengembangan berupa instrumen penilaian sikap dan keterampilan psikomotorik pada materi sifat koligatif larutan dalam bentuk cetak. Hasil validasi isi oleh ahli terhadap instrumen penilaian sikap menunjukkan bahwa instrumen penilaian sikap memiliki persentase rata-rata 97% dengan kriteria kelayakan “sangat layak” dan instrumen penilaian keterampilan memiliki persentase rata-rata 87% dengan kriteria kelayakan “sangat layak”. Hasil uji coba terbatas menunjukkan bahwa instrumen penilaian sikap valid dengan rhitung antara 0,372-0,866 dan instrumen reliabel dengan nilai alpha cronbach antara 0,607-0,927. Hasil uji keterbacaan terhadap instrumen penilaian keterampilan menunjukkan bahwa instrumen penilaian keterampilan “sangat sesuai/sangat tepat digunakan dan sangat mudah dipahami bahasanya” dengan persentase antara 76%-100%
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK YANG MENGEKSPLISITKAN HAKIKAT SAINS (NOS) DAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI SIFAT KOLIGATIF LARUTAN
ABSTRACT Agustina, Dina. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Pendekatan Saintifik yang Mengeskplisitkan Hakikat Sains (NOS) dan Berpikir Kritis pada Materi Sifat Koligatif Larutan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Prof. Dra. Sri Rahayu, M.Ed., Ph.D. (II) Drs. Prayitno, M.Pd.Kata kunci: Literasi Sains, Hakikat Sains (NOS), Berpikir Kritis, Pendekatan Saintifik, Bahan AjarKemampuan literasi sains siswa Indonesia berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Program for International Student Assement (PISA) untuk mengukur kemampuan anak-anak berusia 15 tahun dalam mengimplementasikan masalah-masalah di kehidupan nyata terbilang masih sangat rendah. Hal ini tidak sejalan dengan tujuan pembelajaran kimia yang berfokus untuk menciptakan siswa yang berliterasi sains melalui pembelajaran berbasis pendekatan saintifik. Kemampuan literasi sains siswa akan meningkat seiring dengan pemahaman aspek hakikat sains (NOS). Namun pada faktanya, buku-buku ajar kimia untuk siswa SMA belum mampu menyajikan aspek hakikat sains secara eksplisit. Atas dasar tersebut diperlukan bahan ajar berbasis pendekatan saintifik yang mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis. Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berbasis pendekatan saintifik yang mengeksplisitkan NOS dan berpikir kritis pada materi sifat koligatif larutan.Penelitian dan pengembangan ini dilakukan dengan menggunakan model penelitian dan pengembangan bahan ajar 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, dkk pada tahun 1974. Langkah-langkah dalam model pengembangan 4D terdiri atas tahap pembatasan (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (disseminate). Pelaksanaan pengembangan bahan ajar hanya dilakukan pada tahap pembatasan, perancangan, dan tahap pengembangan, sedangkan tahap penyebaran tidak dilakukan. Bahan ajar yang dikembangkan terdiri atas dua bagian yakni buku pegangan siswa dan buku panduan untuk guru. Setelah dikembangkan dan dinyatakan layak oleh pembimbing, maka bahan ajar divalidasi oleh 4 validator, yakni 2 dosen Kimia dan 2 guru Kimia. Bahan ajar dikatakan layak jika hasil validasi yang dilakukan terhadap buku siswa dan buku panduan guru diatas 61%. Hasil validasi terhadap produk buku siswa dan buku panduan guru yang dilakukan oleh 4 validator menunjukkan persentase rata-rata sebesar 89% untuk buku siswa dan 90% untuk buku panduan guru. Berdasarkan kriteria kelayakan bahan ajar hasil validasi yang mengacu pada Riduwan (2007:15) dapat disimpulkan bahwa produk pengembangan bahan ajar yang telah dikembangkan oleh penulis sangat layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran