SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1785 research outputs found
Sort by
Diagnosis Miskonsepsi Siswa Kelas XI SMA Negeri se-Kota Probolinggo pada Materi Larutan Asam Basa Menggunakan Tes Diagnostik Pilihan Ganda Dua Tingkat
ABSTRACT Widyorini, Cety Anggun. 2016. Diagnosis Miskonsepsi Siswa Kelas XI SMA Negeri se-Kota Probolinggo pada Materi Larutan Asam Basa Menggunakan Tes Diagnostik Pilihan Ganda Dua Tingkat. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Prayitno, M.Pd dan (2) Dr. Sumari, M.Si.Kata kunci: miskonsepsi, larutan asam basa, tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat.Materi larutan asam basa merupakan salah satu materi yang penting dalam ilmu kimia karena hampir semua reaksi merupakan reaksi asam basa. Beberapa penelitian sebelumnya menyatakan bahwa siswa mengalami miskonsepsi dalam memahami konsep-konsep pada materi larutan asam basa. Miskonsepsi siswa dapat disebabkan oleh pengetahuan awal siswa dan metode pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, diagnosis miskonsepsi siswa penting dilakukan agar ditemukan metode yang tepat untuk mengatasi atau mencegah terjadinya miskonsepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mendiagnosis miskonsepsi siswa pada materi larutan asam basa dan menentukan persentase siswa yang mengalami miskonsepsi tersebut. Instrumen yang digunakan untuk mendiagnosis miskonsepsi siswa, yaitu tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat. Tingkatan pertama terdiri atas pilihan jawaban dan tingkatan kedua terdiri atas pilihan alasan. Pilihan alasan tersebut terdiri atas alasan yang benar dan alasan miskonsepsi yang disusun berdasarkan hasil analisis tes terbuka, wawancara, dan pengkajian literatur.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan 154 siswa kelas XI di SMA Negeri se-kota Probolinggo sebagai sampel penelitian. Langkah-langkah dalam penelitian ini, yaitu (1) melakukan kajian literatur, (2) menyusun instrumen penelitian, (3) mengumpulkan data, (4) menganalisis data, dan (5) menyusun kesimpulan. Penyusunan tes diagnosis pilihan ganda dua tingkat yang digunakan sebagai instrumen penelitian terdiri atas tiga tahap, yaitu (1) menentukan isi, (2) mengumpulkan informasi mengenai miskonsepsi siswa pada materi larutan asam basa, dan (3) menyusun tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat berdasarkan hasil tes terbuka, wawancara, dan kalian literatur. Tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat yang digunakan untuk mendiagnosis miskonsepsi siswa terdiri atas 37 butir soal. Berdasarkan hasil analisis menggunakan SPSS 16 for Windows diketahui bahwa tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat yang digunakan pada penelitian ini mempunyai kriteria reliabilitas yang sangat tinggi dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,801. Persentase siswa yang mengalami miskonsepsi pada materi larutan asam basa ditentukan berdasarkan konsistensi jawaban siswa untuk setiap konsep materi larutan asam basa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi siswa yang mempunyai persentase lebih dari atau sama dengan 20% meliputi enam konsep, yaitu (1) teori asam basa (teori asam basa Arrhenius dan teori asam basa Lewis), (2) pasangan asam-basa konjugat, (3) ionisasi asam basa, (4) pH larutan asam basa, (5) reaksi asam basa, dan (6) sifat elektrolit larutan asam basa
Karakterisasi Lindi dan Pemanfaatan Kompos TPA Tlekung sebagai Adsorben Ion Nikel
ABSTRAK Dewi, Nur Partiana. 2016. Karakterisasi Lindi dan Pemanfaatan Kompos TPA Tlekung sebagai Adsorben Ion Nikel. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Irma Kartika Kusumaningrum, M.Si., (II) Dr. Sc. Anugrah Ricky Wijaya, M.Sc. Kata-kata Kunci: adsorpsi, kompos, lindi, ion nikel Lindi berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik cair. Kendala utama yang dihadapi dalam pemanfaatan lindi adalah potensi adanya cemaran ion logam berat dalam lindi, salah satunya ion nikel. Bahan cemaran ion logam berat dalam lindi dapat terakumulasi pada tanaman pangan sehingga tanaman pangan tersebut berbahaya untuk dikonsumsi. Kompos merupakan salah satu alternatif adsorben untuk mengurangi kadar ion nikel karena adanya gugus fungsional seperti -COOH, OH-alkoholat dan OH-fenolat yang mampu mengadsorpsi ion logam berat dengan pembentukan senyawa kompleks kelat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) karakteristik lindi TPA Tlekung, (2) karakteristik kompos TPA Tlekung sebagai adsorben, (3) kemampuan kompos dalam mengadsorpsi ion nikel, (4) model isoterm adsorpsi ion nikel oleh kompos. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap: (1) penentuan parameter fisikokimia lindi TPA Tlekung yang meliputi suhu, kekeruhan, pH, kadar DO, Total Padatan Tersuspensi dan Terlarut, BOD5, COD, TOC, serta nikel, (2) penentuan parameter fisikokimia kompos TPA Tlekung yang meliputi kadar air, pH, dan jenis logam secara kualitatif, (3) proses adsorpsi ion nikel oleh kompos. Metode dan instrumentasi yang digunakan pada tahapan diatas meliputi metode bikromat, titrimetri Winkler, gravimetri, instrumentasi WQC 22-A, pH-meter, TOC- Analyzer, XRF, dan AAS. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa (1) parameter fisikokimia lindi TPA Tlekung adalah sebagai berikut kadar TSS, TDS, kekeruhan, DO, BOD5, COD, TOC, nikel dan pH masing-masing sebesar 1666,67 mg/l, 11480 mg/l, 132 mg/l, 0,16 mg/l, 41,69 mg/l, 1973,33 mg/l, 1570 mg/l, 0,0547 mg/l, dan 8, (2) parameter fisikokimia kompos TPA Tlekung adalah sebagai berikut; berbau seperti tanah, berwarna coklat tua, kadar air, Cd, Ni, Cu terlarut dan pH masing-masing sebesar 20,74 %, 1,384 mg/kg, 2,728 mg/kg, 27,96 mg/kg, dan 7, (3) 1,25 gram kompos TPA Tlekung dapat mengadsorpsi 85,33 % ion nikel dalam larutan Ni(NO3)2 0,1 ppm dengan waktu kontak optimal 2 jam, (4) adsorpsi ion nikel oleh kompos mengikuti kaidah metode isoterm adsorpsi Langmuir
Pengembangan Instrumen Asesmen Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Materi Termokimia untuk SMA Kelas XI
ABSTRACT Amanda, Dea. 2016. Pengembangan Instrumen Asesmen Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Materi Termokimia untuk SMA Kelas XI. Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang.Pembibing: (1) Dr. Fauziatul Fajaroh, M.S, (2) Drs. H. Parlan, M.Si.Kata kunci: berpikir kritis, asesmen, termokimia.Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik. Berpikir kritis ini penting untuk dikembangkan atau ditingkatkan dalam pembelajaran sains termasuk dalam pembelajaran kimia. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak ditemukan pembelajaran yang tidak menekankan pada pengembangan keterampilan berpikir kritis melainkan cenderung mengkondisikan peserta didik untuk menghafal dan menyerap informasi secara pasif. Selain itu, pengukuran keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran kimia juga masih jarang dilakukan. Oleh karena itu, diperlukan suatu instrumen untuk mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan tingkat validitas dan reliabilitas yang memadai.Metode yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini mengacu pada lima tahap pertama dari model research and development Borg dan Gall yang terdiri atas penelitian dan pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan draf produk, uji produk awal (uji terbatas) dan revisi hasil uji coba. Draf produk yang dihasilkan terdiri dari 21 soal pilihan ganda dan 9 uraian divalidasi konstruk untuk mengetahui kesesuaian instrumen dengan aspek berpikir kritis sebelum dilakukan uji coba terbatas kepada siswa SMA kelas XI. Uji coba dilakukan terhadap 30 siswa untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen yang telah dikembangkan.Berdasarkan hasil validasi konstruk oleh tiga validator diperoleh nilai rata-rata sebesar 94,4% dengan kriteria sangat layak sehingga instrumen asesmen yang dikembangkan sudah sesuai untuk pengukuran kemampuan berpikir kritis. Hasil dari uji coba terbatas dan analisis butir soal diperoleh 16 soal pilihan ganda dan 9 soal uraian valid dengan reliabilitas tinggi. Oleh karena itu, instrumen asesmen berpikir kritis pada materi termokimia ini layak diterapkan dalam pembelajaran untuk mengukur keterampilan berpikir kritis siswa.ABSTRACT Amanda, Dea. 2016. Development of Assesment Instrument of Critical Thinking on Thermochemistry for Eleventh Grades on Senior High School Students. Undergraduated Thesis, Chemistry Department, Faculty of Mathematic and Science, State University of Malang. Advisors: (1) Dr. Fauziatul Fajaroh, M.S, (2) Drs. H. Parlan,M.Si.Keywords: critical thinking, assessment, thermochemistry.Critical thinking skills is one of the competencies that must be mastered by the learner. Critical thinking is important to be developed or improved in science, including chemistry. In facts, there are still many that do not emphasize learning in the development of critical thinking skills but tend to condition students to memorize and absorb information passively. In addition, measurement of critical thinking skills in the learning of chemistry is still rare. Therefore, we need an instrument to measure critical thinking skills levels of learners with adequate reliability and validity.The method used in this study refers to the development of the first five stages of research and development models Borg and Gall consisting of research and information gathering, planning, development of draft product, the initial product test (limited test) and the revision of the test results. The draft of the resulting product consists of 21 multiple choice questions and 9 essays validated constructs to determine the suitability of the instrument with aspects of critical thinking before the trial is limited to high school students in class XI. The trials conducted on 30 students to determine the validity and reliability of the instruments that have been developed. Based on the results of construct validation by three validator obtained an average value of 94.4% with the criteria very decent that the assessment instrument developed is appropriate for the measurement of critical thinking skills. The results of limited testing and analysis items obtained 16 multiple choice questions and 9 essays valid with high reliability. Therefore, the assessment instrument critical thinking on thermochemistry is feasible in learning to measure students' thinking skills
Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari Perak(I) Format dengan Trisikloheksilfosfina
ABSTRACT Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari Perak(I) Format dengan TrisikloheksilfosfinaJanuria. 2016. Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari Perak(I) format dengan Trisikloheksilfosfina. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1) Prof. Effendy, Ph.D.(2) Dr. Fariati, MSc.Kata-kata Kunci: karakterisasi, perak(I) format, senyawakompleks, sintesis, trisikloheksilfosfina.Reaksi antara perak(I) asetat (AgC2H3O2) dan trisikloheksilfosfina (PCy3)dengan stoikiometri1 : 1 menghasilkan senyawa kompleks molekuler [Ag(O2C2H3)((C6H11)3P)] dengan struktur trigonal planar terdistorsi di sekitar atom pusatnya. Perak(I) formatmemiliki kemiripan dengan perak(I) asetat dalam hal jenis senyawa danpola koordinasiatom donornya. Senyawa kompleks dari AgCHO2 dengan PCy3belum pernah disintesis. Tujuan penelitian adalah mensintesis senyawa kompleks dari AgCHO2 dan PCy3dengan stoikiometri 1 : 1 serta mengkarakterisasi hasil sintesisnya. Struktur yang diperoleh dapat digunakan untuk membandingkan persamaan pola koordinasi dari ion format dan ion asetat.Senyawa kompleks disintesis dengan mereaksikan AgCHO2 dan PCy3 dengan perbandingan mol 2 : 1 dalam pelarut metanol. Senyawa kompleks hasil sintesis diukur titik leburnya dan dianalisis unsur-unsurnya dengan EDX. Hasil analisis EDX digunakan untuk memperoleh rumus empiris dari senyawa. Terbentuknya senyawa molekuler atau ionik diidentifikasi dengan daya hantar listrik (DHL) dan uji kualitatif ion format. Berdasarkan rumus empiris, hasil uji DHL, dan uji kualitatif ion format kemungkinan struktur senyawa kompleks dapat diramalkan.Energi bebas dari kemungkinan struktur yang diperoleh dihitung dengan program Gauss View 5.0. Struktur senyawa kompleks yang diterima adalah yang memiliki energi bebas per ikatan terendah. Senyawa kompleks dari AgC2H3O2 dan PCy3 dengan stoikiometri1 : 1 menghasilkan senyawa kompleks baru yang terdekomposisi pada suhu92-94°C. Uji daya hantar listrik dan uji kualitatif format mengindikasikan bahwa kompleks hasil sintesisa dalah senyawa molekuler. Analisis EDX memberikan rumus empiris C19H34AgO2P. Tiga kemungkinan struktur senyawa kompleks hasil sintesis adalah dimer [((C6H11)3P)Ag(µ-OCHO)2Ag((C6H11)3P)], dimer [((C6H11)3P)Ag(µ-O2CH)2Ag((C6H11)3P)], dan monomer [Ag(O2CH((C6H11)3P)] dengan energi bebas berturut-turut sebesar -642.250,1211, -637.056,3582, dan -642.162,9649kJ/mol. Senyawa kompleks monomer [AgO2CH((C6H11)3P)] memiliki energi bebas terendah. Oleh sebab itu, struktur yang diterima adalah [AgO2CH((C6H11)3P)]. Struktur ini isostruktur dengan [Ag((C6H11)3P)(O2C2H3)]
Eksplorasi Keratinase dari Bakteri Tanah dan Uji Potensinya sebagai Agen Dehairing
ABSTRACT Badriyah, Laila. 2016. Eksplorasi Keratinase dari Bakteri Tanah dan Uji Potensinya sebagai Agen Dehairing. Skripsi, Jurusan S1 Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Suharti, S.Pd., M.Si, (II) Eli Hendrik Sanjaya, S.Si, M.Si. Kata Kunci: Bakteri Indigen, Dehairing, Eksplorasi, Keratinase Industri penyamakan kulit berkontribusi menghasilkan polusi lingkungan khususnya pada proses tanning seperti proses dehairing. Metode dehairing konvensioanal mengunakan Na2S yang yang dapat menghasilkan gas H-2S yang yang sangat beracun. Keratin dalam rambut dapat didegradasi oleh enzim spesifik keratinase dari mikroba. Penelitian terdahulu menunjukkan adanya diversitas mikroba penghasil keratinase. Indonesia memiliki varietas mikroorganisme yang luas yang berpotensi sebagai sumber mikroorganisme penghasil keratinase. Tujuan penelitian ini antara lain: (1) mengisolasi bakteri indigen keratinolitik dari sampel tanah, (2) mengidentifikasi isolat bakteri dengan uji fenotip dan karakteristik biokimia, (3) menentukan waktu fermentasi optimum untuk menghasilkan keratinase dengan aktivitas tertinggi, (4) mengkarakterisasi ekstrak kasar keratinase (seperti pH dan temperatur optimum, dan pengaruh ion logam), dan (5) menguji kemampuan ekstrak kasar enzim sebagai agen dehairing. Mikroba penghasil keratinase diisolasi dari sampel pengayaan tanah-bulu ayam yang diambil dari Bunulrejo, Malang. Seleksi bakteri penghasil protease dilakukan mengunakan media selektif susu skim-agar dan kemempuan protease bertindak sebagai keratinase ditentukan mengunakan media cair berisi bulu ayam. Waktu fermentasi optimum ditentukan dengan mengukur aktivitas protease dari ekstrak kasar selama 5 hari berturut-turut. Spesies dari isolat bakteri ditentukan dengan uji fenotip dan uji biokimia di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Karakterisasi ekstrak kasar keratinase hanya dilakukan untuk menentukan pH dan temperatur optimum dan pengaruh ion logam divalen (Cu2+, Ni2+, Ba2+, Mn2+, dan Zn2+). Uji kemampuan ekstrak kasar keratinase sebagai agen dehairing dilakukan dengan merendam kulit kambing dalam larutan enzim pada kondisi optimumnya dan permukaan kulit di-scan mengunakan SEM. Bakteri indigen penghasil keratinase yang diberi nama Isolat LH telah berhasil diisolasi. Identifikasi bakteri dengan uji fenotip diperkirakan isolat LH merupakan Pseudomonas aeruginosa. Waktu fermentasi optimum 2 hari dengan aktivitas protease 5,58 U/mL. Ekstrak kasar keratinase isolat LH memiliki pH optimum 8 dan temperatur optimum 37°C. Semua ion logam divalen yang diujikan menghambat aktivitas ekstrak kasar keratinase isolat LH. Ekstrak kasar keratinase isolat LH dapat mengkatalisis proses dehairing kulit kambing secara sempurna setelah 3 hari inkubasi. Profil SEM menunjukkan dehairing enzimatik oleh ekstrak kasar keratinase isolat LH lebih baik dibandingkan dehairing enzimatik dari penelitian lain. ABSTRACT Badriyah, Laila. 2016. Exploration of Keratinase from Soil Bacteria and Its Potential as Dehairing Agent. Undergraduate, Chemistry Department, Mathematics and Science Faculty, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Suharti, S.Pd., M.Si, (II) Eli Hendrik Sanjaya, S.Si, M.Si. Key Words: Dehairing, Exploration, Indigenous Bacteria, Keratinase Leather industries contribute in producing pollutants, especially waste from tanning process such as dehairing process. Conventional dehairing uses Na2S which turn into extremely toxic gasses, H2S. Hair keratin could be degraded by microbial keratinases. Prior researches showed divers of microorganisms produce keratinases. Indonesia has large variety of microorganisms which are potential sources for keratinase producing micororganisms. This study aim to: (1) isolate an indigenous keratinolytic soil bacterium (2) identify the isolated bacterium by phenotype test and biochemical characters, (3) determine the optimum fermentation time to produce high activity keratinase, (4) characterize crude keratinase (include optimum pH and temperatur, and divalent metal cations effect), and (5) to test the crude enzyme capability as dehairing agent. Microbial producing keratinase was isolated from soil-chicken feather encriched samples taken from Bunulrejo, Malang. Screening of protease producing bacterium was done using skim milk-agar selective medium and capablity of the protease to act as keratinase was determined using liquid medium containing containing chicken feathers. The optimum fermentation time was determined by measuring protease activity for five consecutive days of the crude extract. The species of the isolated bacterium was determined using phenotypic test and biochemical assay in microbiology laboratory, Medical Department , Brawijaya University. Characterization of crude keratinase was done only for pH and temperature optimum and the effect of divalent metal cations (Cu2+, Ni2+, Ba2+, Mn2+, and Zn2+). Dehairing ability test of crude keratinase was done by soaking goat skin in enzyme solution under optimum condition and the skin surfaces were scanned using SEM. Indigenous keratinase producing bacterium marked as LH isolate was successfully isolated. Phenotypic test identified the isolate as Pseudomonas aeruginosa. Optimum fermented time was achieved in 2 days with protease activity of 5,58 U/mL. Crude keratinase of LH isolate has an optimum pH of 8 and optimum temperature of 37°C. All of tested divalent metal cations inhibited enzyme activity of crude enzyme of LH isolate. Crude enzyme of LH isolate could catalyzed dehairing process of goat skin perfectly after 3 days incubation. SEM profile showed enzymatic dehairing by crude enzyme of LH isolate was better than other dehairing enzymatic study.
Kajian Keadaan Transisi dan Reaktivitas Senyawa Difenilmetanation dan 2,2,4,4-tetrametil-3-tioksosiklobutanon pada Reaksi Sikloadisi-1,3 Senyawa Metil 2-diazo-3-okso-butirat dengan Metode DFT (Density Funchtional Theory)
ABSTRAK Rahayu, Alfinda Puji. 2016.Kajian Keadaan Transisi dan Reaktivitas Senyawa Difenilmetanation dan 2,2,4,4-tetrametil-3-tioksosiklobutanon pada Reaksi Sikloadisi-1,3 Senyawa Metil 2-diazo-3-okso-butiratdengan Metode DFT (Density Funchtional Theory). Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Siti Marfu’ah, M. S., (II) Dr. Yahmin, S.Pd., M.Si. Kata kunci : 1,3-oksatiol, sikloadisi-1,3, DFT, energi aktivasi Senyawa metil 2-diazo-3-okso-butirat disintesis melalui reaksi sikloadisi-1,3. Senyawa tersebut direaksikan dengan senyawa yang berbeda, yaitu difenilmetanation dan 2,2,4,4-tetrametil-3-tioksosiklobutanon. Hasil reaksi sikloadisi-1,3 dari kedua pereaksi yaitu golongan 1,3-oksatiol. Golongan 1,3-oksatiol bermanfaat untuk merangsang sel otot dan sel syaraf yang ada pada hewan tikus dan babi. Selain itu juga berfungsi untuk uji toksisitas pada sel tumor dan aktivitas antivirus terhadap HIV.Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Untuk mengetahui struktur 3 dimensi keadaan transisi pada reaksi sikloadisi-1,3 senyawametil 2-diazo-3-okso-butiratdengan difenil metanation, (2) Untuk mengetahui struktur 3 dimensi keadaan transisi pada reaksi sikloadisi-1,3 senyawametil 2-diazo-3-okso-butirat dengan 2,2,4,4-tetrametil-3-tiooksosiklobutanon, (3) Untukmengetahui energi aktivasi reaksi sikloadisi-1,3 pada metil 2-diazo-3-okso-butirat dengan difenilmetanation, (4)Untuk mengetahui energi aktivasi reaksi sikloadisi-1,3pada metil 2-diazo-3-okso-butirat dengan 2,2,4,4-tetrametil-3-tiooksosiklobutanon, dan (5) Untukmengetahuiperbedaanreaktivitasdifenilmetanationdan 2,2,4,4-tetrametil-3-tiooksosiklobutanon. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Lunak Gauss View 5.0 dan Gaussian 09. Metode yang digunakan yaitu DFT (Density Functional Theory) B3LYP dengan himpunan basis 6-31G(d). Tahap pertama yaitu menggambarkan molekul reaktan, produk, dan zat antara. Tahap kedua yaitu dilakukan optimasi geometri dan frekuensi vibrasi molekul-molekul yang telah digambarkanstrukturnya agar dihasilkanstruktur molekul pada keadaan dasar. Tahap ketiga yaitu penentuan struktur keadaan transisi menggunakan metode QST3. Dari penelitian ini diperoleh 4 struktur keadaan transisi dari 2 reaksi sikloadisi-1,3. Pada reaksi 1 dihasilkan 2 struktur keadaan transisi, yang berartireaksi 1 terdiridari 2 tahap. Energi aktivasi dari tahap pertama adalah 22,464 kkal/mol, dan energi aktivasi dari tahap kedua adalah 17,921 kkal/mol. Jadi tahap penentu laju dari reaksi 1 yaitu pada tahap pertama. Pada reaksi 2 dihasilkan 2 struktur keadaan transisi, yang berarti reaksi 2 terdiridari 2 tahap. Energi aktivasi pada tahap pertama adalah21,689 kkal/mol dan pada tahap kedua adalah 17,837 kkal/mol. Jadi tahap penentu laju dari reaksi 2 yaitu pada tahap pertama. Pada penelitian ini,struktur keadaan transisi tahap 1 terlihat ikatan C-N memanjang, sedangkan pada struktur keadaan transisi tahap 2 terlihat ikatan C-N terputus
Isolasi, Karakterisasi,dan Uji Aktivitas Antibakteri dari Fraksi (n-Heksana + Etil Asetat = 5 + 5)Ekstrak Aseton Biji Asam Jawa (Tamarindus indica Linn)
ABSTRACT Khasanah, Fiqih Fajar Ria. 2016. Isolasi, Karakterisasi, dan Uji Aktivitas Antibakteri dari Fraksi (n-Heksana + Etil Asetat = 5 + 5) Ekstrak Aseton Biji Asam Jawa (Tamarindus indica Linn). Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Sutrisno, M.Si., (II) Dr. Siti Marfu’ah, M.S.Kata kunci: antibakteri, biji asam jawa, ekstrak asetonBiji merupakan salah satu bagian organ tanaman asam jawa (Tamarindus indica Linn) yang relatif belum banyak dimanfaatkan dibandingkan bagian lain dari tanaman ini. Diduga di dalam biji asam jawa terkandung senyawa-senyawa kimia yang perlu digali untuk pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk:(1) mengisolasi komponen yang ada di dalam biji asam jawa, khususnya fraksi(n-heksana + etil asetat = 5 + 5) dari ekstrak aseton, (2) mengkarakterisasi komponen hasil fraksinasi, (3) mentransformasi minyak biji asam jawa menjadi metil esternya dan mengidentifikasi asam lemak penyusunnya, dan (4) menentukan aktivitas antibakteri komponen hasil fraksinasi.Penelitian ini terdiri dari 5 tahap. Tahap 1 adalah preparasi sampel yang meliputi pengumpulan, pengeringan, dan pembuatan serbuk. Tahap 2 adalah isolasi komponen yang meliputi ekstraksi dan fraksinasi. Tahap 3 adalah karakterisasi yang meliputi wujud, warna, indeks bias, massa jenis, viskositas, uji penyabunan, uji ketidakjenuhan, bilangan asam, bilangan penyabunan, dan bilangan iod. Tahap 4 adalah sintesis metil ester dan identifikasi senyawa. Tahap 5 adalah uji aktivitas antibakteri.Isolasi yang dilakukan secara maserasi dan fraksinasi dari fraksi (n-heksana + etil asetat = 5 + 5) ekstrak aseton biji asam jawa diperoleh zat cair seperti minyak (trigliserida cair) berwarna hijau. Selanjutnya zat ini disebut sebagai minyak biji asam jawa. Minyak biji ini mempunyai indeks bias 1,478 (25ºC) atau 1,477 (28,2ºC), massa jenis 0,920 g.mL-1, viskositas 195,20 cSt, sebagai trigliserida, mengandung ikatan rangkap, mempunyai bilangan asam 0,126, bilangan penyabunan 0,089, dan bilangan iod 0,025. Transesterifikasi minyak biji asam jawa menggunakan metanol dengan katalis asam sulfat menghasilkan metil ester. Metil ester dianalisis secara GC-MS untuk mengetahui asam lemak penyusun minyak biji asam jawa. Asam-asam lemak tersebut adalah asam oktanoat (0,87%), asam dekanoat (1,68%), asam dodekanoat (25,18%), asam tetradekanoat (7,93%), asam heksadekanoat (16,06%), asam 9,12-oktadekadienoat (21,91%), asam 9-oktadekenoat (17,76%), asam oktadekanoat (3,82%), asam eikosanoat (0,39%), asam 11-eikosenoat (1,03%), asam dokosanoat (1,00%), dan asam tetrakosanoat (1,92%). Minyak biji asam jawa tidak berpotensi sebagai antibakteri terhadap bakteri uji Staphylococcus aureus dan Escherichia coli (diameter zona bening 6 mm)
Pengembangan Bahan Ajar Materi Kesetimbangan Kimia Menggunakan Pendekatan Saintifik 5M untuk Siswa SMA Kelas XI
ABSTRACT Pengembangan Bahan Ajar Materi Kesetimbangan Kimia Menggunakan Pendekatan Saintifik 5M untuk Siswa SMA Kelas XIYunisari, Yuneta Dwi. Pengembangan Bahan Ajar Materi Kesetimbangan Kimia Menggunakan Pendekatan Saintifik 5M untuk Siswa SMA Kelas XI. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Dermawan Afandy, M.Pd., (II) Muntholib, S.Pd, M.Si.,Kata Kunci: pengembangan, bahan ajar, kesetimbangan kimia, pendekatan saintifik 5MKurikulum 2013 menetapkan pendekatan saintifik sebagai pendekatan pembelajaran. Dalam kurikulum ini metode ilmiah disederhanakan menjadi lima langkah pembelajaran yang disebut sebagai lima pengalaman belajar. Konsekuensi dari penetapan pendekatan saintifik sebagai standar proses pembelajaran adalah dibutuhkannya bahan ajar yang mengacu pada pendekatan saintifik. Beberapa bahan ajar sudah dikembangkan untuk memenuhi tuntutan Kurikulum 2013. Namun beberapa bahan ajar tersebut belum sepenuhnya mencerminkan pendekatan saintifik sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013, khususnya bahan ajar dengan materi kesetimbangan kimia yang merupakan salah satu materi pokok pembelajaran kimia yang tercantum pada KD 3.9 dan 4.9. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar materi kesetimbangan kimia menggunakan pendekatan saintifik 5M untuk siswa kelas XI yang valid dari sisi isi, bahasa, sistematika penyajian, dan tampilan.Pengembangan bahan ajar ini dilakukan dengan menerapkan model pengembangan Four-D (Thiagarajan,1974). Menurut model ini, pengembangan bahan ajar dilakukan melalui 4 tahapan, yakni tahap define, design, develop, dan disseminate. Namun pada pengembangannya hanya akan dilakukan tahap define, design, dan develop. Validasi pengembangan bahan ajar ini akan diperoleh data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh berdasarkan skor angket yang disusun dalam skala Likert. Data kualitatif diperoleh berdasarkan komentar dan saran perbaikan yang diisi oleh validator ahli yakni dosen Jurusan Kimia dan guru kimia, serta pada uji keterbacaan yang dilakukan oleh 10 siswa kelas XI. Dari perolehan data kuantitatif kemudian dianalisis menggunakan teknik persentase penilaian. Hasil perhitungan persentase penilaian yang diperoleh digunakan sebagai landasan dalam pengambilan keputusan lebih lanjut terhadap revisi produk yang disesuaikan dengan jenjang kriteria interpretasi skor penilaian bahan ajar untuk mengetahui tingkat kelayakan bahan ajar. Spesifikasi bahan ajar yang dikembangkan berupa buku siswa yang berbasis pendekatan saintifik 5M. Hasil validasi bahan ajar diperoleh nilai rata-rata (1) kelayakan isi sebesar 94,79%, (2) kelayakan bahasa sebesar 86,67%, (3) kelayakan sistematika penyajian sebesar 93,33%, dan (4) kelayakan tampilan sebesar 91,67% yang menunjukkan bahan ajar berkategori sangat layak. Sedangkan uji keterbacaan bahan ajar memperoleh persentase rata-rata penilaian sebesar 83,50%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa bahan ajar materi kesetimbangan kimia menggunakan pendekatan saintifik 5M layak untuk diterapkan dalam pembelajaran
Pengembangan Aplikasi Acid Base Trivia Berbasis Android dan Chemo-edutainment (CET) pada Larutan Asam Basa
ABSTRACT Pengembangan Aplikasi Acid Base Trivia Berbasis Android dan Chemo-edutainment (CET) pada Larutan Asam BasaSwastika, Ratna Anggi. 2016. Pengembangan Aplikasi Acid Base Trivia Berbasis Android dan Chemo-edutainment (CET) pada Larutan Asam Basa. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. Munzil, S.Pd, M.Si., (II) Dr. Sumari, M.Si.Kata kunci: media pembelajaran, android, CET, larutan asam dan basaMedia pembelajaran sangat berperan penting dalam proses pembelajaran. Pada umumnya sumber belajar kimia yang ada saat ini dikemas dalam bentuk media cetak yang hanya membatasi pada dua level representasi, yaitu makroskopik dan simbolik. Sedangkan level representasi mikroskopik jarang siswa peroleh saat proses pembelajaran bila dibandingkan dengan dua level representasi lainnya. Akibatnya, siswa cenderung hanya menghafalkan representasi submikroskopik dan simbolik yang bersifat abstrak. Sehingga siswa tidak mampu membayangkan proses dan struktur suatu zat yang mengalami reaksi. Salah satu materi kimia yang membutuhkan koordinasi dari tiga jenis level representasi yang saling berhubungan yaitu materi larutan asam basa. Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan dan mengetahui kelayakan aplikasi Acid Base Trivia berbasis android dan CET pada larutan asam basa.Pengembangan aplikasi Acid Base Trivia berbasis android dan chemo-edutainment pada materi larutan asam basa ini menggunakan model 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan (1974) yang terdiri dari 4 tahap yaitu define, designe, develop, dan disseminate. Namun, pengembangan ini hanya dilakukan sampai pada tahap yang ketiga, yakni tahap develop. Uji coba media yang dikembangkan dilakukan untuk mengetahui tingkat kelayakan dan valid serta daya tarik aplikasi ini melalui uji keterbacaan pada kelompok kecil. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik deskriptif dengan cara menghitung presentase skor masing-masing aspek yang dinilai oleh responden. Media pembelajaran yang dihasilkan berupa aplikasi media pembelajaran acid base trivia pada materi larutan asam dan basa. Aplikasi media pembelajaran yang dikembangkan berbentuk software aplikasi yang dapat dipasang pada menu home di smartphone. Aplikasi ini berukuran 69,26 MB yang memuat teks, gambar, animasi, video dan latihan soal. Dari data hasil uji validitas dan uji keterbacaan kelompok kecil diketahui rata-rata keseluruhan sebanyak 92,02% menunjukkan bahwa aplikasi acid base trivia berbasis android dan CET yang dikembangkan secara kuantitatif memenuhi kriteria layak sehingga media ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran
Sintesis Metil Ester Dari Minyak Dedak Padi Melalui Reaksi Esterifikasi dan Uji Potensinya Sebagai Biodiesel
ABSTRACT Abdurrohman. 2016. Sintesis Metil Ester Dari Minyak Dedak Padi Melalui Reaksi Esterifikasi dan Uji Potensinya Sebagai Biodiesel.Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Aman Santoso, M.Si., (II) Dra. Dedek Sukarianingsih, M.Pd., M.Si.Kata kunci: Esterifikasi, metil ester, minyak dedak padiIndonesia sebagai Negara agraris, merupakan Negara penghasil padi terbesar ke tiga di dunia. Besarnya produksi padi di Indonesia mengakibatkan bertambah besarnya hasil samping penggilingan padi menjadi beras, berupa menir, sekam, dan dedak padi. Dedak padi sampai saat ini baru dimanfaatkan sebagai pakan ternak, dedak padi tersebut mempuyai kandungan minyak yang dapat dikonversi menjadi alkil ester, dengan cara mereaksikannya dengan alkohol berbantuan katalis. Sintesis alkil ester dari minyak nabati dapat dilakukan melalui reaksi esterifikasi atau transesterifikasi, namun minyak dengan kemurnian rendah seperti minyak dedak padi lebih tepat melalui reaksi esterifikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui rendemen minyak dedak padi hasil ekstraksi, 2) sintesis metil ester dari minyak dedak padi melalui reaksi esterifikasi berkatalis asam, 3) karakterisasi metil ester hasil sintesis serta uji potensinya sebagai biodiesel meliputi uji densitas, viskositas, indeks bias, dan angka asam, 4) identifikasi senyawa penyusun metil ester hasil sintesis dengan instrumen GC-MSPenelitian ini merupakan penelitian bersifat eskperimental laboratoris yang bertujuan untuk mensintesis metil ester dari minyak dedak padi melalui reaksi esterifikasi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium penelitian Jurusan Kimia, dan Lab Sentral FMIPA Universitas Negeri Malang. Tahapan dalam penelitian ini, yaitu 1) ekstraksi minyak dedak padi, 2) sintesis metil ester dari dedak padi melalui reaksi esterifikasi, 3) karakterisasi metil ester minyak dedak padi dan uji potensinya sebagai biodiesel meliputi penentuan densitas, viskositas, indeks bias, dan uji bilangan asam, 4) identifikasi senyawa penyusun metil ester hasil sintesis dengan GC-MS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minyak dedak padi memiliki rendemen sebesar 18,09 %. Metil ester dapat disintesis dari minyak dedak padi dan metanol melalui reaksi esterifikasi berkatalis asam dengan rendemen 72,37 %. Karakter metil ester hasil sintesis masuk kedalam rentangan standar mutu biodiesel yaitu, densitas sebesar 0,850 g/mL, viskositas 4,73 cSt, indeks bias 1,45871, dan angka asam sebesar 0,6 g KOH/g metil ester, sehingga diketahui metil ester hasil sintesis berpotensi sebagai biodiesel. Hasil identifikasi senyawa penyusun metil ester hasil sintesis dengan GC-MS menunjukkan adanya senyawa metil miristat (0,38 %), metil palmitat (40,67 %), metil oleat (53,68 %), metil stearat (5,02 %), dan metil arakhidat (0,14 %)