SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1785 research outputs found

    Pembuatan Termistor NTC dengan Metode Screen Printing dari Mineral Yarosit Alam

    No full text
    Termistor NTC adalah komponen elektronika yang resistansi listriknya menurun seiring dengan kenaikan suhu. Komponen ini dapat dibuat dari campuran oksida logam. Fe2O3 merupakan oksida logam yang terkandung hingga 93,80% dalam mineral alam yarosit dan berpotensi untuk digunakan sebagai bahan pembuatan termistor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan Fe2O3 dari yarosit dan Fe2O3 impor sebagai bahan dasar dalam pembuatan termistor NTC serta untuk mengetahui pengaruh penambahan ZrO2 terhadap campuran Fe2O3 yarosit, ZnO dan CuO dalam pembuatan termistor NTC keramik oksida film tebal.Sampel yang disintesis dalam penelitian ini ada tiga. Sampel I merupakan termistor NTC yang dibuat dari serbuk keramik oksida Fe2O3 yarosit, ZnO dan CuO. Sampel II merupakan termistor NTC yang dibuat dari serbuk keramik oksida  Fe2O3 yarosit, ZnO, CuO dan doping ZrO2. Sampel III merupakan  termistor NTC yang dibuat dari serbuk keramik oksida Fe2O3 dari impor, ZnO dan CuO. Serbuk keramik oksida disintesis menggunakan metode sol-gel. Selanjutnya serbuk keramik oksida digunakan sebagai bahan pembuatan keramik oksida film tebal yang dibuat dengan teknik screen printing dengan suhu sintering 1100°C selama 2 jam, kemudian dikarakterisasi menggunakan XRD dan SEM. Setelah keramik oksida film tebal dilapisi dengan pasta perak, didapatkan termistor NTC yang diukur resistansi listriknya terhadap suhu menggunakan multimeter dan temperature controller.Hasil analisis dari karakterisasi XRD diketahui sistem kristal dari campuran keramik dari ketiga sampel adalah rhombohedral. Berdasarkan hasil analisis SEM adanya penambahan doping ZrO2 menunjukkan terjadi perubahan ukuran butir menjadi lebih kecil sehingga nilai resistansi pada suhu ruang semakin besar. Sampel I memiliki nilai konstanta termistor (B) sebesar 5636,2 K, nilai sensitivitas termistor (a) pada temperatur 300K sebesar - 6,26 %/K, dan resistansi pada suhu ruang sebesar 96,96 M. Sampel III memiliki nilai konstanta termistor (B), sensitivitas termistor (a) pada temperatur 300K serta resistansi pada suhu ruang berturut-turut sebesar 8137,9 K, - 9,04 %/K dan 247541 M. Termistor NTC dengan bahan dasar Fe2O3 yarosit, ZnO, dan CuO (Sampel I) memiliki resistansi yang menurun seiring dengan meningkatnya suhu sesuai dengan ciri dari termistor NTC dan memiliki karakteristik kelistrikan yang lebih baik dibandingkan termistor NTC dengan bahan dasar Fe2O3 impor, ZnO, dan CuO (Sampel III) untuk aplikasi termistor NTC yang diinginkan secara komersial. Sampel II memiliki nilai konstanta termistor (B) sebesar 4568,9 K, nilai sensitivitas termistor (a) pada temperatur 300K sebesar - 5,07 %/K dan resistansi pada suhu ruang sebesar 840,59 M. Adanya penambahan doping ZrO2 (Sampel II) meningkatkan resistansi termistor NTC dengan bahan dasar Fe2O3 dari mineral yarosit, ZnO, dan CuO (Sampel I)

    Pengaruh Strategi Pembelajaran Metakognitif PDCA (Preparing, Doing, Checking, Assessing and Following-Up) terhadap Pengetahuan Metakognitif dan Prestasi Belajar Siswa Kelas X SMAN 9 Malang pada Materi Reaksi Redoks

    No full text
    RINGKASAN Nugroho, Rohmat. 2019. Pengaruh Strategi Pembelajaran Metakognitif PDCA (Preparing, Doing, Checking, Assessing and Following-Up) terhadap Pengetahuan Metakognitif dan Prestasi Belajar Siswa Kelas X SMAN 9 Malang pada Materi Reaksi Redoks. Program Studi S1 Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Dr. H. Parlan, M.Si., Pembimbing II: Drs. H. Mohammad Sodiq Ibnu, M.Si. Kata-kata kunci: metakognisi, strategi metakognitif, prestasi belajar, redoks. Kesulitan belajar sering dialami oleh siswa karena kurang mampu menggunakan metakognisinya dalam membangun pengetahuan. Kemampuan menggunakan metakognisi dalam pembelajaran mempengaruhi kemampuan memecahkan masalah dan keberhasilan akademik siswa. Untuk meningkatkan kemampuan metakognitif digunakan strategi metakognitif dalam proses belajar yang mendorong dan menstimulasi siswa untuk menggunakan kemampuan metakognitif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran metakognitif PDCA (Preparing, Doing, Checking, Assessing and Following-Up) terhadap peningkatan pengetahuan metakognitif dan prestasi belajar siswa pada materi reaksi redoks. Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi eksperimen dengan menggunakan desain pretest dan posttest. Penelitian dilaksanakan di SMAN 9 Malang yang melibatkan dua kelas, kelas X IPA 4 sebagai kelas eksperimen yang dibelajarkan dengan strategi metakognitif PDCA dan kelas X IPA 3 sebagai kelas kontrol yang dibelajarkan dengan UKBM. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun 2018/2019, dimulai tanggal 11 s/d 29 Maret 2019. Data dikumpulkan dengan mengerjakan pretest dan posttest menggunakan instrumen yang telah dibuat oleh Prasetyo (2018) yang dimodifikasi dari instrumen Rompayom et al. (2010) dan mengisi kuisioner MAI (Metacognitive Awareness Inventory) yang dikembangkan oleh Schraw & Dennison (1994). Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ada perbedaan pengetahuan metakognitif dan prestasi belajar siswa kelas SM-PDCA dan kelas UKBM. Siswa yang dibelajarkan menggunakan strategi metakognitif PDCA menunjukkan peningkatan kemampuan metakognitif dan prestasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan UKBM. Strategi pembelajaran metakognitif PDCA memiliki keefektifan dalam meningkatkan pengetahuan metakognitif siswa utamanya pengetahuan deklaratif dengan nilai deffect size dan N-Gain berturut-turut sebesar 1,26 dan 0,21 (sedang), pengetahuan prosedural memiliki nilai d-effect size dan N-Gain berturut-turut sebesar 1,21 dan 0,15 (sedang), dan pengetahuan kondisional (data kurang lengkap), serta meningkatkan prestasi belajar siswa dengan d-effect size dan N-Gain berturut-turut sebesar 1,73 dan 0,35 (tinggi). Selain itu strategi metakognitif PDCA juga meningkatkan keterampilan metakognitif siswa

    Pengaruh Waktu Pemanasan Terhadap Profil Hasil Reaksi Maillard pada Proses Pembuatan Bawang Hitam dari Bawang Putih dan Bawang Merah

    No full text
    AbstrakBawang hitam merupakan hasil olahan bawang putih dan bawang merah dengan pemanasan. Bawang memiliki kandungan senyawa yang memiliki manfaat antioksidan, anti kanker dan anti obesitas. Proses pemanasan bawang menyebabkan terjadinya reaksi Maillard yang menghasilkan senyawa intermediet yang memiliki efek biologis. Penelitian ini meliputi uji kadar gula pereduksi, uji kadar asam dan analisis senyawa hasil reaksi Maillard menggunakan GC-MS. Uji kadar gula pereduksi dilakukan menggunakan metode Somoygi-Nelson sedangkan uji kadar asam manggunakan metode Titrasi. Analisis senyawa intermediet hasil reaksi Maillard menggunakan GC-MS. Berdasarkan data yang diperoleh terdapat perbedaan hasil senyawa intermediet reaksi Maillard pada bawang putih dan bawang merah. Waktu pemanasan juga berpengaruh terhadap presentase senyawa intermediet hasil reaksi Maillard.Keywords: Bawang Hitam , Bawang Putih, Bawang Merah, Reaksi Maillard, GC-M

    Pengaruh Strategi Pembelajaran Metakognitif Preparing, Doing, Checking, dan Assessing and Following-up (PDCA) terhadap Pengetahuan Metakognitif dan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI-MIPA MAN Sumenep pada Materi Asam Basa.

    No full text
    PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN METAKOGNITIF PREPARING, DOING, CHECKING, DAN ASSESSING AND FOLLOWING-UP (PDCA) TERHADAP PENGETAHUAN METAKOGNITIF DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI-MIPA MAN SUMENEP PADA MATERI ASAM-BASANahda Afania, Parlan, Dedek Sukarianingsih Universitas Negeri Malange-mail: [email protected]: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan proses pembelajaran pada siswa yang dibelajarkan dengan strategi metakognitif PDCA dan siswa yang dibelajarkan dengan strategi ekspositori, mengidentifikasi tingkat pengetahuan metakognitif siswa, mengetahui pengaruh strategi pembelajaran metakognitif PDCA terhadap pengetahuan metakognitif dan prestasi belajar siswa, mengetahui hubungan antara pengetahuan metakognitif dengan prestasi belajar siswa, dan mengetahui hubungan antara pengetahuan metakognitif (MAI) dengan prestasi belajar siswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian eksperimen semu (quasy experimental design) dengan pretest-posttest control group design. Teknik pemilihan sampel dilakukan secara cluster random sampling dengan undian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterlaksanaan proses pembelajaran kelas SM-PDCA adalah sebesar 94,75%, dan kelas EP sebesar 95%, (2) tingkat pengetahuan metakognitif siswa secara keseluruhan tergolong sedang, dimana tingkat pengetahuan deklaratif siswa tergolong sedang, tingkat pengetahuan prosedural siswa tinggi, dan tingkat pengetahuan kondisional siswa sedang, (3) ada pengaruh strategi metakognitif PDCA terhadap pengetahuan metakognitif (pengetahuan deklaratif, prosedural, dan kondisional) siswa, (4) ada pengaruh strategi metakognitif PDCA terhadap prestasi belajar siswa, (5) strategi metakognitif PDCA memiliki keefektifan yang tinggi dalam meningkatkan prestasi belajar siswa, dengan nilai d-effect size dan N-Gain berturut-turut 3,73 dan 0,85 (6) ada hubungan antara pengetahuan metakognitif dengan prestasi belajar siswa, (7) tidak ada hubungan antara pengetahuan metakognitif (MAI) dengan prestasi belajar siswa.Kata kunci: strategi pembelajaran metakognitif PDCA, pengetahuan metakognitif, prestasi belajar, asam basa

    Pengembangan Instrumen Diagnostik Four-Tier untuk Mengidentifikasi Pemahaman Siswa SMA Pada Materi Hidrolisis Garam

    No full text
    RINGKASAN Mulyasari, D. I. 2019. Pengembangan Instrumen Diagnostik Four-Tier untuk Mengidentifikasi Pemahaman Siswa SMA Pada Materi Hidrolisis Garam. Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Habiddin, M.Pd., Ph.D, (II) M. Muchson, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Pengembangan, Four-Tier, Identifikasi, Hidrolisis Garam. Ilmu kimia memiliki konsep-konsep yang bersifat abstrak, kompleks, dan saling terkait, sehingga apabila siswa tidak memahami konsep yang lebih dasar maka akan kesulitan dalam memahami konsep yang lebih kompleks. Kesulitan dalam memahami konsep-konsep tersebut dapat mengakibatkan kesalahan pemahaman konsep, apabila hal tersebut terjadi secara berlanjut maka akan menimbulkan miskonsepsi. Salah satu cara yang digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi dengan menggunakan tes diagnostik. Tes diagnostik terdiri dari beberapa macam yaitu tes pilihan ganda biasa, two-tier, three-tier,dan four-tier. Akan tetapi dalam penelitian ini peneliti menggunakan tes pilihan ganda four-tier dikarenakan pada pilihan ganda one-tier, two-tier, dan three-tier memiliki kekurangan. Instrumen four-tier terdiri dari empat tingkatan yaitu multiple choice, tingkat keyakinan jawaban, alasan jawaban, dan tingkat keyakinan alasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan instrumen diagnostik yang valid dan layak untuk siswa SMA kelas XI. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa SMA kelas XI SMAN 1 Gondanglegi dan SMAN 1 Tumpang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar angket validasi isi yang berupa saran dan komentar, serta skor yang diberikan oleh validator ahli. Instrumen diagnostik four-tier yang dikembangkan menggunakan tahapan pengembangan instrumen oleh Habiddin & Page (2019), yaitu (1) mapping concept; (2) testing & interviewing; (3) defining student unscientific ideas; (4) developing the prototype four-tier; (5) validating the prototype four-tier; (6) refining the final four-tier. Jenis data yang diperoleh berupa data hasil validasi isi instrumen pilihan ganda alasan terbuka dan instrumen diagnostik four-tier yang meliputi data saran dan komentar serta persentase hasil validasi, selain itu juga diperoleh data hasil analisis butir soal yang berupa data tingkat kesukaran, daya beda, keefektifan pengecoh, validitas, dan reliabilitas butir soal. Hasil validasi isi menjukkan bahwa rata-rata instrumen diagnostik fourtier di atas 81% dengan keriteria sangat layak. Hasil analisis butir soal menunjukkan bahwa rata-rata butir soal mempunyai validitas dan reliabilitas yang tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa butir soal layak dan reliabel , sehingga dapat digunakan sebagai instrumen diagnostik untuk mengidentifikasi pemahaman siswa

    Identifikasi Pestisida Karbofuran Pada Permukaan Tomat dan Pengaruh Pencucian Terhadap Kadarnya Menggunakan LC-ESI+-QTOF

    No full text
    Identifikasi pestisida pada saat ini telah berkembang dengan menggunakan beberapa instrumen. Instrumen yang pernah digunakan untuk identifikasi pestisida pada produk pertanian yaitu GC, UV-Vis, dan HPLC. Salah satu contoh pestisida yaitu karbofuran. Karbofuran merupakan golongan karbamat yang memiliki efek samping yaitu menghambat kerja enzim kolonisterase dalam tubuh. Salah satu tanaman yang menggunakan karbofuran untuk memberantas hama adalah tomat. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi pestisida karbofuran pada air pencucian tomat menggunakan LC-ESI+-QTOF. Jenis LC yang digunakan adalah UPLC, yang memiliki kelebihan yaitu dapat meminimalisir waktu running yang dibutuhkan. ESI+ merupakan teknik ionisasi yang digunakan pada spektrometer massa. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Validasi LC-ESI+-QTOF untuk identifikasi karbofuran (2) Identifikasi karbofuran pada air pencucian tomat menggunakan LC-ESI+-QTOF dengan kondisi yang sudah divalidasiMetode penelitian ini diawali dengan membuat larutan standrat karbofuran dengan berbagai konsentasi. Kemudian dilakukan pencarian kondisi LC-ESI+-QTOF yang dilanjutkan dengan validasi. Uji validasi yang dilakukan yaitu lineritas, akurasi, presisi, LOD, dan LOQ.  Tahap yang terakhir yaitu identifikasi karbofuran pada air pencucian tomat menggunakan alat LC-ESI+-QTOF yang sudah divalidasi. Hasil kondisi terbaik dari liquid chromatogram yaitu menggunakan kolom C8 BEH dan fase gerak yang digunakan yaitu air:metanol. Kondisi terbaik dari mass spectrometer  yaitu menggunakan collision energy 10 volt. Dari validasi alat, nilai korelasi yang dihasilkan yaitu 0,99, % recovery masing-masing larutan standart karbofuran yang digunakan masuk dalam rentang 70-130%, % RSD yang dihasilkan 1,02%, nilai LOD sebesar 2,13 ppt, dan nilai LOQ sebesar 7,11 ppt.  Hasil analisis karbofuran pada air pencucian tomat yaitu semakin banyak pencucian yang dilakukan maka kadar karbofuran yang terekstrak semakin kecil

    Sintesis Nanopartikel Seng Oksida (ZnO) menggunakan Ekstrak Kulit Pisang serta Uji Aktivitas Antibakteri

    No full text
    Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah. Salah satu tanaman yang paling banyak tumbuh subur di Indonesia adalah tanaman pisang. Pisang dapat dimakan langsung atau diolah terlebih dahulu. Tingginya tingkat konsumsi pisang mengakibatkan banyaknya limbah kulit pisang yang dihasilkan. Kulit pisang mengandung senyawa fitokimia seperti flavonoid, alkaloid, polifenol, dan karotenoid. Adanya senyawa fitokimia dalam kulit pisang dapat dimanfaatkan sebagai capping agent dalam sintesis nanopartikel. Salah satu nanopartikel yang banyak diteliti adalah nanopartikel seng oksida (ZnO). Nanopartikel ZnO dapat diaplikasikan sebagai agen antibakteri, bahan pembuatan solar sel, dan bahan pembuatan kosmetik. Pada penelitian ini dilakukan sintesis nanopartikel ZnO menggunakan ekstrak kulit pisang serta uji aktivitas antibakterinya. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui kandungan senyawa fitokimia pada ekstrak kulit pisang dalam air, (2) mensintesis nanopartikel ZnO menggunakan ekstrak kulit pisang, (3) mengetahui pengaruh  perbedaan jenis kulit pisang terhadap ukuran nanopartikel ZnO, serta (4) mengetahui sifat antibakteri dari nanopartikel ZnO. Penelitian ini dilakukan dengan 3 tahap utama. Tahap pertama adalah ekstraksi kulit pisang dan uji fitokimianya. Tahap kedua adalah sintesis nanopartikel ZnO menggunakan ekstrak kulit pisang dan karakterisasi nanopartikel ZnO menggunakan X-Ray Diffraction (XRD). Tahap ketiga adalah uji aktivitas antibakteri nanopartikel ZnO. Ekstrak kulit pisang raja nangka, awak, dan kepok putih dalam air mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan polifenol. Nanopartikel ZnO berhasil disintesis dengan menggunakan ekstrak kulit pisang raja nangka, awak, dan kepok putih. Perbedaan jenis kulit pisang berpengaruh terhadap ukuran nanopartikel. Hal ini disebabkan karena setiap jenis kulit pisang memiliki kadar senyawa polifenol yang berbeda. Semakin banyak kadar polifenol maka ukuran nanopartikel akan semakin kecil. Ukuran nanopartikel ZnO yang disintesis menggunakan ekstrak kulit pisang raja nangka, awak, dan kepok putih secara berturut-turut adalah 26,8 nm; 29,0 nm; dan 33,9 nm. Nanopartikel ZnO yang disintesis menggunakan ekstrak kulit pisang raja nangka, awak, dan kepok putih bersifat sebagai antibakteri. Nanopartikel ZnO memiliki aktivitas antibakteri lebih besar pada bakteri gram negatif daripada bakteri gram positif

    ANALISIS Fe PADA SEDIMEN PANTAI PASIR PUTIH SITUBONDO DENGAN MODIFIKASI PROSEDUR LEACHING BCR MICROWAVE TEROPTIMASI

    No full text
    Aktivitas antropogenik di kawasan pantai dapat memicu pencemaran lingkungan oleh logam berat. Salah satu logam berat yang banyak mencemari perairan laut adalah besi (Fe) yang bersumber dari kapal-kapal nelayan dan aktivitas pariwisata, sehingga perlu dilakukan monitoring. Penelitian ini menggunakan metode Bureau Community of Reference (BCR) microwave teroptimasi dengan variasi konsentrasi dan pH pelarut pada frakasi 2. Sampel yang digunakan adalah sedimen dari kawasan perairan Pantai Pasir Putih Situbondo pada kedalaman 5 m di bawah permukaan air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pH dan konsentrasi optimum pelarut pada fraksi 2 metode BCR microwave teroptimasi pada proses leaching logam Fe dalam sedimen Pantai Pasir Putih Situbondo dan (2) tingkat pencemaran logam Fe dalam sampel sedimen Pantai Pasir Putih Situbondo. Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan konsentrasi pelarut fraksi 2 membantu proses leaching Fe lebih maksimal. Pengkondisian pH pada suasana asam membantu dalam proses pengikisan kation. Pada analisis tingkat pencemaran Fe terhadap lingkungan disekitar Pantai Pasir Putih tidak menunjukkan potensi terjadinya pencemaran logam berat akibat aktivitas antropogenik. Sebagian besar sumber Fe pada kawasan Pantai Pasir Putih merupakan besi yang bersumber dari alam

    Sintesis La0,7Sr0,3CoO3 Menggunakan Metode Sol-Gel dengan Variasi Rasio Asam Sitrat dan Etilen Glikol

    No full text
    RINGKASANAsrori, F.(2019). Sintesis La0,7Sr0,3CoO3±δ menggunakan Metode Sol-Gel dengan Variasi Rasio Asam Sitrat dan Etilen Glikol. Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Adilah Aliyatulmuna, S.T., M.T., (2) Nur Aini, M.Si.Kata Kunci : La0,7Sr0,3CoO3±δ, metode sol-gel, Variasi rasio agen pengkelatOksida perovskite berbasis LaCoO3 merupakan oksida dengan aktivitas katalitik yang tinggi. Aktivitas yang tinggi tersebut menyebakan oksida perovskit berbasis LaCoO3 sering digunakan sebagai katalis pendegradasi limbah organik. Aktivitas kataltik oksida perovskit LaCoO3 sendiri masih dapat dioptimalkan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan substitusi Sr2+ 30 % terhadap La3+ dalam LaCoO3. Substitusi tersebut akan menghasilkan senyawa perovskit dengan rumus La0,7Sr0,3CoO3±δ. Senyawa La0,7Sr0,3CoO3±δ telah disintesis dengan berbagai metode. Salah satu metode tersebut adalah metode sol-gel tipe polimerisasikompleks.Metode sol-gel tipe polimerisasi kompleks sendiri merupakan metode solgel yang menggunakan agen pengkelat asam sitrat dan etilen glikol. Akan tetapi, jumlah asam sitrat dan etilen glikol yang digunakan dapat mempengaruhi hasil sintesis La0,7Sr0,3CoO3±δ. Oleh sebab itu, pada penelitian ini sintesis La0,7Sr0,3CoO3 dilakukan menggunakan metode sol-gel tipe polimerisasi kompleks dengan variasi rasio asam sitrat dan etilen glikol yang berbeda-beda yakni 4 : 3 ; 3 : 3; dan 4 : 3. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai sintesis La0,7Sr0,3CoO3 menggunakan metode sol-gel serta mempelajari pengaruh rasio asam sitrat dan etilen glikol terhadap hasil sintesis La0,7Sr0,3CoO3. Pada penelitian ini, sintesis La0,7Sr0,3CoO3 menggunakan metode sol-gel dengan variasi rasio asam sitrat dan etilen glikol yang berbeda menghasilkan karakterisitik La0,7Sr0,3CoO3 yang berbebeda. Sintesis La0,7Sr0,3CoO3 menggunakan metode sol gel dengan variasi rasio asam sitrat dan etilen glikol 4 : 3 menghasilkan nilai parameter kisi dan ukuran kristal yang lebih kecil dibandingkan dengan rasio 3 : 3 dan 2 : 3. Selain itu, sintesis La0,7Sr0,3CoO3 juga menghasilkan fasa lain yang dapat diidentifikasi dengan FTIR

    Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Inkuiri Terbimbing yang Diperkaya Augmented Reality pada Materi Asam Basa

    No full text
    RINGKASANNuchrurita, Rosida. 2019. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Inkuiri Terbimbing yang Diperkaya Augmented Reality pada Materi Asam Basa Skripsi. Jurusan Kimia. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Munzil, S.Pd., M.Pd, (II) M. Muchson, S.Pd., M.Pd.Kata kunci: Bahan ajar, inkuiri termbimbing, augmented reality, asam basa, pHIlmu kimia merupakan cabang ilmu sains, sehingga untuk dapat mempelajarinya secara utuh membutuhkan keterampilan sains baik sebagai produk, proses, ataupun sikap. Salah satu model pembelajaran yang dapat mengintegrasikan keterampilan sains secara utuh adalah inkuiri terbimbing. Implementasi model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat dibantu dengan penggunaan bahan ajar. Bahan ajar yang telah beredar dewasa ini kurang interaktif dan kurang memperhatikan interaksi tiga representasi kimia, khususnya materi asam basa. Alternatif yang dapat digunakan adalah menggunakan media pembelajaran digital yang dapat memperhatikan ketiga representasi, khususnya submikroskopik, contohnya teknologi augmented reality. Teknologi augmented reality memungkinkan pengguna dapat melihat objek seolah-olah terlihat real ada di hadapannya. Penggunaan teknologi ini juga dapat menarik perhatian siswa sehingga siswa minat untuk belajar. Model pengembangan bahan ajar menggunakan model pengembangan Lee dan Owens yang sesuai untuk pengembangan multimedia. Model pengembangan ini terdiri dari lima tahap, namun dalam pengembangan yang dilakukan hanya analyze, design, dan development. Tahap implementation dan evaluation tidak dilakukan karena keterbatasan tenaga, waktu, dan biaya peneliti. Bahan ajar yang telah selesai dikembangkan divalidasi oleh satu dosen kimia dan satu guru kimia, kemudian dilakukan uji keterbacaan.Hasil validasi bahan ajar diperoleh rata-rata sebesar 86,7% untuk aspek isi materi secara menyeluruh dengan kriteria sangat valid. Sedangkan berdasarkan aspek media hasil validasi bahan ajar memperoleh rata-rata sebesar 82,7% dengan kriteria sangat valid.Pada uji keterbacaan, bahan ajar yang dikembangkan mendapatkan rata-rata sebesar 92,17% dengan kriteria sangat valid.Berdasarkan hasil validasi dan uji keterbacaan tersebut bahan ajar ini dapat digunakan dalam proses pembelajaran kimia materi asam basa

    0

    full texts

    1,785

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇