SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1785 research outputs found

    Isolasi dan Identifikasi Fungi Pendegradasi Lignin dari Hutan Pinus Pujon Kabupaten Malang untuk Sakarifikasi Lignoselulosa

    No full text
    ABSTRACT Isolasi dan Identifikasi Fungi Pendegradasi Lignin dari Hutan Pinus Pujon Kabupaten Malang untuk Sakarifikasi LignoselulosaIsma, A. D. N.  2016. Isolasi dan Identifikasi Fungi Pendegradasi Lignin dari Hutan Pinus Pujon Kabupaten Malang untuk Sakarifikasi Lignoselulosa. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Evi Susanti, S.Si., M.Si.,   (II) Eli Hendrik Sanjaya, S.Si., M.Si.Kata Kunci : fungi, isolasi, lignin, pinus, sakarifikasi.Sakarifikasi satu tahap melibatkan aktivitas fungi pendegradasi lignin. Saat ini belum banyak diteliti fungi pendegradasi lignin dari indigenous Indonesia. Pinus merupakan salah satu jenis pohon softwood yang memiliki kandungan lignin cukup banyak, yakni sekitar 25-30% sehingga diduga pada area pohon pinus yang telah mengalami pelapukan secara alami terdapat fungi pendegradasi lignin. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mengisolasi dan mengidentifikasi isolat fungi pendegradasi lignin dari hutan pinus Pujon Kabupaten Malang (2) mengetahui kemampuan isolat fungi pendegradasi lignin dari hutan pinus Pujon Kabupaten Malang untuk proses sakarifikasi lignoselulosa.Tahapan penelitian ini meliputi (1) pengambilan sampel di hutan pinus Pujon Kabupaten Malang, (2) isolasi fungi pendegradasi lignin dari hutan pinus Pujon Kabupaten Malang menggunakan media selektif berupa minimum salt medium alkali lignin (MSM-L), (3) identifikasi isolat fungi pendegradasi lignin dari hutan pinus Pujon Kabupaten Malang, dan (4) uji kemampuan sakarifikasi, terdiri dari preparasi suspensi spora, inokulasi suspensi spora ke media ampas tebu yang disakarifikasi, penentuan kadar protein dan kadar gula pereduksi selama waktu sakarifikasi. Kadar protein ditentukan menggunakan metode Lowry dan kadar glukosa ditentukan menggunakan metode Somogy-Nelson. Data kadar protein digunakan untuk mengamati terjadinya pertumbuhan isolat fungi dan data kadar glukosa digunakan untuk mengamati terjadinya sakarifikasi. Satu isolat fungi pendegradasi lignin indigenous yang diperoleh dari hutan pinus Pujon Kabupaten Malang selanjutnya disebut sebagai isolat PnUM. Karakter koloni isolat PnUM pada media PDA berbentuk bulat dengan tepi berlekuk-lekuk, margin bergelombang, dan permukaannya umbornate (bagian tengah muncul) dan pengamatan mikroskopis hifa berseptat, kantong spora (konidia) berbentuk bulat dengan kedua ujungnya runcing dan berjajar membentuk suatu untaian/ rantai, dan konidiofor menggelembung. Isolat PnUM mampu menghasilkan lignin peroksidase. Berdasarkan kemiripan struktur mikroskopis diduga isolat PnUM merupakan Paecilomyces inflatus. Isolat PnUM dapat digunakan dalam proses sakarifikasi ampas tebu satu tahap, dengan laju     % sakarifikasi tertinggi pada hari kedua, yakni 0,066 % perhari

    isolasi, identifikasi, dan uji aktivitas senyawa saponin dalam sari mesokarp mentimun (Cucumis sativus L.) sebagai inhibitor lipase pamkreas

    No full text
    ABSTRACT   isolasi, identifikasi, dan uji aktivitas senyawa saponin dalam sari mesokarp mentimun (Cucumis sativus L.) sebagai inhibitor lipase pamkreas Wijaya, M. 2015. Isolasi, Identifikasi, dan Uji Aktivitas Senyawa Saponin dalam Mesokarp Mentimun (Cucumis sativus L.) sebagai Inhibitor Lipase Pankreas. Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Subandi, M.Si., (II) Tatas H.P. Brotosudarmo, Ph. D. Kata Kunci: Mesokarp mentimun, saponin, inhibitor lipase pankreas Obesitas ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) yang merupakan nilai perbandingan antara berat badan (Kg) dibagi dengan tinggi badan kuadrat (m2). Kategori obesitas jika IMT lebih besar dari 30,0.Obesitas berakibat munculnya sejumlah penyakit kronik seperti kelebihan kolestrol, darah tinggi, jantung koroner, dan diabetes tipe II. Obesitas dapat ditanggulangi dengan diet karbohidrat dan lemak ataupun mengkonsumsi obat anti obesitas,misalnya Orlistat. Pada sari mesokarp jenis mentimun suri terdapatsenyawa golongan alkaloid, flavonoid, polifenol dan saponin. Senyawa golongan ekstrak metanol dari buah Acanthopanax senticosus mengandung saponin triterpenoid yang dapat bertindak sebagai inhibitor terhadap lipase pankreas dengan hasil uji inhibitor lipase pankreas. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengidentifikasi, dan menguji daya inhibisi senyawa saponin dari mesokarp mentimun terhadap lipase pankreas, relatif terhadap Orlistat, dan mengetahui profil spektrum UV-Vis dan FT-IR dari senyawa tersebut. Penelitian ini terdiri dari 5 tahapan: 1) penyiapan mesokarp mentimun, 2) ekstraksi menggunakan pelarut metanol dengan metode maserasi, kemudian dipekatkan sehingga diperoleh ekstrak kental, 3) isolasi komponen dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) kualitatif dan preparatif, 4) uji saponin (fitokimia) isolat mesokarp mentimun dan uji aktivitas sebagai inhibitor lipase pankreas, relatif terhadap Orlistat, serta 5) identifikasi struktur isolat dengan spektrofotometri UV-Vis dan FT-IR. Enzim lipase yang digunakan adalah Lipase porcine pancreas (Produk Sigma), minyak zaitun sebagai substrat, dan sebagai inhibitor standar digunakan Orlistat (Produk Xenical). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Ekstrak metanol mesokarp mentimun mengandung senyawa golongan saponin yang aktif sebagai inhibitor terhadap lipase pankreas, 2) Terdapat dua jenis senyawa golongan saponin dalam mesokarp mentimunyang aktif sebagai inhibitor lipase pankreas,dengan daya inhibisi terhadap lipase pankreas masing-masing sebesar 70,7% dan 64,4 % relatif terhadap Orlistat per 0,2 mg isolat saponin, dan 3) Berdasarkan spektrum UV-Vis dan IR kedua isolatsenyawa saponin tersebut diduga saponin jenis triterpenoid

    Pengembangan Bahan Ajar Reaksi Redoks dan Elektrokimia dengan Model Learning Cycle 5 Fase untuk Siswa Kelas XII SMA/MA sebagai Penunjang Kurikulum 2013

    No full text
    ABSTRACT Daud, Adawiah. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Reaksi Redoks dan Elektrokimia dengan Model Learning Cycle 5 Fase untuk Siswa Kelas XII SMA/MA sebagai Penunjang Kurikulum 2013. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)  Dr. Endang Budiasih, M.S., (II) Dra. Dedek Sukarianingsih, M.Pd., M.Si.Kata Kunci: reaksi redoks, elektrokimia, learning cycle 5 faseKimia sebagai salah satu cabang sains yang mengandung banyak konsep abstrak dan teoritis yang  mempelajari tentang fenomena alam di sekitar secara sistematis. Elektrokimia adalah salah satu cabang ilmu kimia yang berkaitan dengan interkonversi energi listrik dan energi kimia beserta aspek kuantitatifnya. Reaksi Redoks dan Elektrokimia merupakan pokok bahasan dalam ilmu kimia yang bersifat kompleks, karena materinya rumit, dan banyak konsep bersifat abstrak. Hal ini menyebabkan siswa sering mengalami kesulitan dalam memahami materi tersebut. Berdasarkan studi pustaka yang dilakukan, Yolanda (2015) menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap materi reaksi redoks dan elektrokimia masih tergolong cukup, namun beberapa indikator menunjukkan pemahaman siswa tergolong rendah dan sangat rendah, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman siswa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyediakan bahan ajar yang inovatif, yang bisa mendorong siswa untuk berpikir. Bahan ajar tersebut bisa difasilitasi dalam model pembelajaran konstruktivistik, yaitu model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa Bahan Ajar Reaksi Redoks dan Elektrokimia dengan Model Learning Cycle 5 Fase untuk Siswa Kelas XII SMA/MA sebagai Penunjang Kurikulum 2013 dan menguji tingkat kelayakan bahan ajar. Model pengembangan bahan ajar yang digunakan adalah model pengembangan 4-D menurut Thiagarajan. Empat langkah pengembangan tersebut adalah define (perencanaan), design (perancangan), develop (pengembangan) dan disseminate (penyebarluasan). Tahap pengembangan hanya dilakukan sampai tahap develop (pengembangan) karena keterbatasan waktu dan biaya. Validasi isi bahan ajar dilakukan oleh validator dan uji keterbacaan oleh siswa . Validasi ahli dilakukan oleh satu orang dosen dan dua orang guru SMA, sedangkan uji keterbacaan dilakukan pada sepuluh siswa SMA. Instrumen validasi berupa angket penilaian menggunakan skala Likert lima tingkat disertai dengan kolom tanggapan, komentar, dan saran . Kriteria penilaian meliputi kelayakan isi, bahasa, dan penyajian. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari nilai rata-rata hasil validasi dengan menggunakan teknik analisis rata-rata. Data kualitatif diperoleh dari komentar, tanggapan, dan saran dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Kedua data tersebut merupakan dasar untuk melakukan revisi terhadap bahan ajar yang dikembangkan. Hasil pengembangan berupa bahan ajar pokok bahasan reaksi redoks dan elektrokimia berbasis Learning Cycle 5 Fase diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Berdasarkan validasi yang telah dilakukan diperoleh persentase rata-rata untuk kriteria penilaian isi sebesar 93,33%, kriteria penilaian bahasa sebesar 92,76%, dan kriteria penilaian penyajian sebesar 91,55%, sehingga diperoleh penilaian rata-rata sebesar 92,75%. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka bahan ajar ini sangat layak untuk digunakan sebagai sumber belajar untuk pokok bahasan reaksi redoks dan elektrokimia berbasis Learning Cycle 5 Fase untuk siswa kelas XII SMA/MA

    Isolasi, Karakterisasi, dan Uji Aktivitasnya Sebagai Antioksidan dan Sunscreen Suatu Terpenoid Dari Fraksi Kloroform Biji Pepaya (Carica papaya Linn)

    No full text
    ABSTRAK   Fadlillah. 2015. Isolasi, Karakterisasi, dan Uji Aktivitasnya Sebagai Antioksidan  dan Sunscreen Suatu Terpenoid Dari Fraksi Kloroform Biji Pepaya (Carica papaya Linn). Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Sutrisno, M.Si., (II) Dr. Siti Marfu’ah M.S.   Kata Kunci: isolasi, biji pepaya, kloroform, antioksidan, sunscreen.   Pepaya (Carica papaya Linn) merupakan tumbuhan yang banyak ditemukan di wilayah Indonesia. Hampir semua bagian dari pohon pepaya bisa digunakan sebagai obat seperti daun, bunga, biji, akar, getah, dan kulit pepaya. Biji merupakan bagian yang berkembang dari ovule (bakal biji) dan mempunyai peran sebagai komponen regenerasi pada tanaman. Secara tradisional, biji pepaya secara tradisional sebagai obat cacing, obat masuk angin, penyakit kulit, dan gangguan pencernaan. Namun, pada umumnya biji pepaya belum banyak digunakan dan cenderung dibuang, sehingga berpotensi sebagai limbah. Padahal, biji pepaya dapat diolah dan diambil senyawa-senyawanya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengisolasi komponen dari fraksi kloroform biji pepaya, (2) mengkarakterisasi salah satu komponen hasil isolasi dari fraksi kloroform biji pepaya, (3) menentukan aktivitas antioksidan dan sunscreen komponen hasil isolasi dari fraksi kloroform biji pepaya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris yang terdiri dari lima tahap, yaitu (1) ekstraksi dan  isolasi biji pepaya, (2) karakterisasi komponen yang meliputi wujud, warna, kelarutan, dan ketidakjenuhan, (3) uji golongan senyawa bahan alam, (4) identifikasi struktur secara spektrofotometri UV-Vis (ultraviolet-visible) dan analisis secara spektrofometri IR (infrared), dan (5) uji aktivitas antioksidan dan sunscreen. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman radikal DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl), sedangkan uji aktivitas sunscreen secara spektrofotometri UV. Komponen hasil pemurnian fraksi kloroform biji pepaya adalah zat wujud cair kental berwarna kuning, titik didih 71-72ºC, massa jenis 0,812 g/mL, tidak optik aktif, larut dalam kloroform dan etil asetat, larut sebagian dalam n-heksana dan metanol dan tidak larut dalam air. Komponen ini dalam etanol mempunyai λ 214 nm (a 1,643 mL.cm -1 .mg -1 ) dan λ maks  350 nm (a 0,082 mL.cm ). Memiliki ikatan rangkap terkonjugasi, dengan gugus C-O, C=O karbonil, C-H aromatik dan C-H alifatik sp 3 . Diduga komponen ini merupakan senyawa golongan terpenoid. Komponen hasil pemurnian tidak memiliki aktivitas antioksidan (KP 50  4.130 mg.L -1 ) dan sunscreen (SPF 0,899). -1 .mg -1 mak

    Sintesis Silika Xerogel Hidrofilik Berbasis Abu Bagasse

    No full text
    ABSTRAK Rahayu, Alfinda Puji. 2016.Kajian Keadaan Transisi dan Reaktivitas Senyawa Difenilmetanation dan 2,2,4,4-tetrametil-3-tioksosiklobutanon pada Reaksi Sikloadisi-1,3 Senyawa Metil 2-diazo-3-okso-butiratdengan Metode DFT (Density Funchtional Theory). Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Siti Marfu’ah, M. S., (II) Dr. Yahmin, S.Pd., M.Si. Kata kunci : 1,3-oksatiol, sikloadisi-1,3, DFT, energi aktivasi Senyawa metil 2-diazo-3-okso-butirat disintesis melalui reaksi sikloadisi-1,3. Senyawa tersebut direaksikan dengan senyawa yang berbeda, yaitu difenilmetanation dan 2,2,4,4-tetrametil-3-tioksosiklobutanon. Hasil reaksi sikloadisi-1,3 dari kedua pereaksi yaitu golongan 1,3-oksatiol. Golongan 1,3-oksatiol bermanfaat untuk merangsang sel otot dan sel syaraf yang ada pada hewan tikus dan babi. Selain itu juga berfungsi untuk uji toksisitas pada sel tumor dan aktivitas antivirus terhadap HIV.Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Untuk mengetahui struktur 3 dimensi keadaan transisi pada reaksi sikloadisi-1,3 senyawametil 2-diazo-3-okso-butiratdengandifenilmetanation, (2) Untuk mengetahui struktur 3 dimensi keadaan transisi pada reaksi sikloadisi-1,3 senyawa metil 2-diazo-3-okso-butirat dengan 2,2,4,4-tetrametil-3-tiooksosiklobutanon, (3) Untukmengetahui energi aktivasi reaksi sikloadisi-1,3 pada metil 2-diazo-3-okso-butirat dengan difenilmetanation, (4)Untuk mengetahui energi aktivasi reaksi sikloadisi-1,3pada metil 2-diazo-3-okso-butirat dengan 2,2,4,4-tetrametil-3-tiooksosiklobutanon, dan (5) Untukmengetahuiperbedaanreaktivitasdifenilmetanationdan 2,2,4,4-tetrametil-3-tiooksosiklobutanon. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Lunak Gauss View 5.0 dan Gaussian 09. Metode yang digunakan yaitu DFT (Density Functional Theory) B3LYP dengan himpunan basis 6-31G(d). Tahap pertama yaitu menggambarkan molekul reaktan, produk, dan zat antara. Tahap kedua yaitu dilakukan optimasi geometri dan frekuensi vibrasi molekul-molekul yang telah digambarkanstrukturnya agar dihasilkanstruktur molekul pada keadaan dasar. Tahap ketiga yaitu penentuan struktur keadaan transisi menggunakan metode QST3. Dari penelitian ini diperoleh 4 struktur keadaan transisi dari 2 reaksi sikloadisi-1,3. Pada reaksi 1 dihasilkan 2 struktur keadaan transisi, yang berartireaksi 1 terdiridari 2 tahap. Energi aktivasi dari tahap pertama adalah 22,464 kkal/mol, dan energi aktivasi dari tahap kedua adalah 17,921 kkal/mol. Jadi tahap penentu laju dari reaksi 1 yaitu pada tahap pertama. Padareaksi 2 dihasilkan 2 struktur keadaan transisi, yang berartireaksi 2 terdiri dari 2 tahap. Energi aktivasi pada tahap pertama adalah21,689 kkal/mol dan pada tahap kedua adalah 17,837 kkal/mol. Jadi tahap penentu laju dari reaksi 2 yaitu pada tahap pertama. Pada penelitian ini,struktur keadaan transisi tahap 1 terlihat ikatan C-N memanjang, sedangkan pada struktur keadaan transisi tahap 2 terlihat ikatan C-N terputus

    Pengembangan Media Pembelajaran Kamus Kimia Bergambar pada Materi Asam Basa

    No full text
    ABSTRACT Pengembangan Media Pembelajaran Kamus Kimia Bergambar pada Materi Asam BasaMateri asam basa merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dalam pembelajaran kimia. Materi asam basa pada pembelajaran kimia merupakan materi yang konseptual. Konsep-konsep yang ada di dalamnya saling terkait satu sama lain, sehingga siswa dituntut untuk memahami konsepnya dengan lebih mendalam. Hal ini menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam mengkonstruk pemahamannya sendiri. Di samping itu, tahap berikir siswa sekolah menengah atas sebagian masih dalam tahap berpikir konkrit sehingga siswa akan mengalami kesulitan ketika harus mengkonstruk pemahamannya sendiri jika hanya dengan menggunakan buku sebagai sumber belajar bagi mereka. Hal di atas menjadi dasar pemikiran perlunya Kamus Kimia Bergambar Materi Asam Basa. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan media pembelajaran Kamus Kimia Bergambar pada materi Asam Basa dan mengetahui kelayakannya sebagai alternatif sumber belajar mandiri bagi siswa.Rancangan model pengembangan yang digunakan dalam mengembangkan Kamus Kimia Bergambar Materi Asam Basa ini adalah 4-D Model (Model 4-D) dari Thiagarajan (1974). Model 4-D Thiagarajan dipilih karena memuat langkah yang sesuai dengan tujuan dan dasar pengembangan media. Model ini terdiri dari empat tahap, yaitu tahap pembatasan (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Tahap penyebaran (disseminate) tidak dilakukan karena disesuaikan dengan tujuan pengembangan. Pada tahap develop, terdapat uji validasi yang dilakukan oleh seorang dosen kimia dan dua orang guru kimia SMA. Uji keterbacaan dilakukan terhadap 10 orang siswa SMA yang telah menempuh materi Asam Basa. Hasil pengembangan berupa buku cetak berukuran 14,8 cm x 21 cm. Kamus ini memiliki beberapa bagian, yang terdiri dari Bagian Pembuka, Bagian Isi, dan Bagian Penutup. Materi yang disajikan mencakup teori Asam Basa, konsep pH, indikator, kekuatan Asam Basa dan titrasi Asam Basa. Media pembelajaran yang dikembangkan bersifat lengkap dan komprehensif. Hasil yang diperoleh dari uji validasi untuk aspek (a) Isi sebesar 81,7%, (b) Informasi yang disajikan sebesar 78,3%, (c) Tampilan sebesar 87,5%, (d) Bahasa sebesar 82,2%, dan (e) Ketergunaan media sebesar 87,8%. Pengembang juga telah melakukan Uji Keterbacaan terhadap kamus, dan hasil yang diperoleh yaitu sebesar 96%. Berdasarkan hasil tersebut, maka kamus yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat layak sehingga dapat digunakan sebagai sumber belajar dan media pembelajaran

    Isolasi Bakteri Penghasil Protease dari Terasi Sidoarjo untuk Isolasi Kolagen dari Sisik Ikan Bandeng

    No full text
    ABSTRACT Chusniyah, Naharotul. 2016. Isolasi Bakteri Penghasil Protease dari Terasi Sidoarjo untuk Isolasi Kolagen dari Sisik Ikan Bandeng. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Evi Susanti, S. Si, M. Si, (II) Dr. Suharti, M. SiKata Kunci: Kolagen, Protease, Sisik Ikan, TerasiKolagen merupakan protein struktural yang memiliki manfaat dalam industri makanan, kosmetik, biomedis, dan farmasi. Sisik ikan merupakan limbah yang mengandung 41-84 % kolagen, sehingga sisik ikan bandeng berpotensi sebagai salah satu sumber kolagen. Isolasi kolagen dapat dilakukan secara enzimatik dengan protease. Protease dapat diisolasi dari bakteri dan dimanfaatkan untuk isolasi kolagen. Salah satu sumber bakteri penghasil protease adalah pangan fermentasi terasi. Terasi dari beberapa daerah di Indonesia yang diketahui mengandung bakteri penghasil protease. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) keragaman bakteri penghasil protease dari terasi Sidoarjo, (2) kemampuan bakteri protease isolat terpilih dalam mengisolasi kolagen dari sisik ikan secara enzimatis.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif laboratoris. Tahap penelitian yang dilakukan: (1) preparasi sampel terasi Sidoarjo, (2) isolasi bakteri penghasil protease, (3) pemurnian isolat bakteri, (4) evaluasi kemurnian isolat bakteri dengan pewarnaan Gram, (5) penentuan indeks proteolitik, (6) produksi ekstrak kasar protease dari isolat terpilih, (7) uji kemampuan protease isolat terpilih untuk isolasi kolagen dari sisik ikan bandeng. Keragaman isolat ditentukan berdasarkan perbedaan morfologi antar koloni. Indeks proteolitik merupakan perbandingan besarnya diameter zona bening dengan diameter koloni isolat. Isolat potensial dipilih yang memiliki indeks proteolitik tertinggi. Aktivitas protease ditentukan berdasarkan jumlah tirosin yang dibebaskan enzim. Kadar tirosin bebas hasil reaksi dengan reagen Folin-Ciocalteu ditentukan dengan metode Anson pada λ=660 nm. Kemampuan protease dalam isolasi kolagen dari sisik ikan bandeng berdasarkan besarnya kenaikan kadar protein pada reaksi antara sisik ikan bandeng dengan protease dibandingkan protease saja. Kadar protein ditentukan dengan metode Lowry. Bakteri penghasil protease yang terdapat di terasi Sidoarjo sebanyak 18 isolat dengan morfologi yang berbeda, delapan isolat diantaranya sudah berhasil dimurnikan yaitu TR-1, TR-2, TR-5, TR-9.2, TR-11, TR-12.1 merupakan bakteri Gram positif, TR-10 dan TR-13 merupakan bakteri Gram negatif. Indeks proteolitik isolat TR-12.1, TR-5, TR-2, TR-9.2, TR-11, TR-1, TR-13, dan TR-10 berturut-turut 1,64; 1,87; 1,96; 2,00; 2,00; 2,21; 2,31 dan 3,00. Kemampuan isolat TR-10 dalam proses isolasi kolagen dari sisik ikan bandeng adalah sebesar 16 %

    Isolasi dan Identifikasi Fungi Pendegradasi Lignin dari Hutan Pinus Pujon Kabupaten Malang untuk Sakarifikasi Lignoselulosa

    No full text
    ABSTRACT Isma, A. D. N.  2016. Isolasi dan Identifikasi Fungi Pendegradasi Lignin dari Hutan Pinus Pujon Kabupaten Malang untuk Sakarifikasi Lignoselulosa. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Evi Susanti, S.Si., M.Si.,   (II) Eli Hendrik Sanjaya, S.Si., M.Si.Kata Kunci : fungi, isolasi, lignin, pinus, sakarifikasi.Sakarifikasi satu tahap melibatkan aktivitas fungi pendegradasi lignin. Saat ini belum banyak diteliti fungi pendegradasi lignin dari indigenous Indonesia. Pinus merupakan salah satu jenis pohon softwood yang memiliki kandungan lignin cukup banyak, yakni sekitar 25-30% sehingga diduga pada area pohon pinus yang telah mengalami pelapukan secara alami terdapat fungi pendegradasi lignin. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mengisolasi dan mengidentifikasi isolat fungi pendegradasi lignin dari hutan pinus Pujon Kabupaten Malang,                  (2) mengetahui kemampuan isolat fungi pendegradasi lignin dari hutan pinus Pujon Kabupaten Malang untuk proses sakarifikasi lignoselulosa. Tahapan penelitian ini meliputi (1) pengambilan sampel di hutan pinus Pujon Kabupaten Malang, (2) isolasi fungi pendegradasi lignin dari hutan pinus Pujon Kabupaten Malang menggunakan media selektif berupa minimum salt medium alkali lignin (MSM-L), (3) identifikasi isolat fungi pendegradasi lignin dari hutan pinus Pujon Kabupaten Malang, dan (4) uji kemampuan sakarifikasi, terdiri dari preparasi suspensi spora, inokulasi suspensi spora ke media ampas tebu yang disakarifikasi, penentuan kadar protein dan kadar gula pereduksi selama waktu sakarifikasi. Kadar protein ditentukan menggunakan metode Lowry dan kadar glukosa ditentukan menggunakan metode Somogy-Nelson. Data kadar protein digunakan untuk mengamati terjadinya pertumbuhan isolat fungi dan data kadar glukosa digunakan untuk mengamati terjadinya sakarifikasi.  Satu isolat fungi pendegradasi lignin indigenous yang diperoleh dari hutan pinus Pujon Kabupaten Malang selanjutnya disebut sebagai isolat PnUM. Karakter koloni isolat PnUM pada media PDA berbentuk bulat dengan tepi berlekuk-lekuk, margin bergelombang, dan permukaannya umbornate (bagian tengah muncul) dan pengamatan mikroskopis hifa berseptat, kantong spora (konidia) berbentuk bulat dengan kedua ujungnya runcing dan berjajar membentuk suatu untaian/ rantai, dan konidiofor menggelembung. Isolat PnUM mampu menghasilkan lignin peroksidase. Berdasarkan kemiripan struktur mikroskopis diduga isolat PnUM merupakan Paecilomyces inflatus. Isolat PnUM dapat digunakan dalam proses sakarifikasi ampas tebu satu tahap, dengan laju     % sakarifikasi tertinggi pada hari kedua, yakni 0,066 % perhari

    Pengaruh Rasio Daun Brokoli Muda Dan Tua Terhadap Aktivitas Antioksidan, Sifat Fisikokimia Dan Mutu Organoleptik Velva Daun Brokoli (Brassica oleracea var. italica)

    No full text
    ABSTRACT Aaisyah. 2016. Pengaruh Rasio Daun Brokoli Muda Dan Tua Terhadap Aktivitas Antioksidan, Sifat Fisikokimia Dan Mutu Organoleptik Velva Daun Brokoli (Brassica oleracea var. italica). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M. Si,  (II) Ir. Issutarti, M. P.Kata Kunci: daun brokoli, velvaKandungan senyawa antioksidan, vitamin, mineral, dan serat yang tinggi, pemanfaatan daun brokoli muda dan tua sebagai produk makanan layak untuk dikembangkan dan ditingkatkan nilai ekonomisnya melalui pengolahan menjadi velva. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis aktivitas antioksidan, kandungan vitamin C, serat pangan, sifat fisik overrun, daya leleh, mutu hedonik rasa, warna, aroma, dan tekstur velva daun brokoli. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan perlakuan rasio daun brokoli muda dan daun brokoli tua 90:10, 80:20, 70:30, 60:40 dengan dua kali pengulangan. Data hasil analisis diuji secara statistik menggunakan uji ANOVA dilanjutkan dengan DMRT.Hasil penelitian menunjukkan perlakuan rasio daun brokoli muda dan daun brokoli tua berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan, vitamin C, dan total serat pangan velva daun brokoli, namun tidak berpengaruh terhadap sifat fisik overrun dan daya leleh velva daun brokoli. Mutu organoleptik pada uji hedonik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada rasa, warna, dan tekstur velva daun brokoli, namun tidak terdapat perbedaan yang nyata terhadap uji hedonik aroma velva daun brokoli. Aktivitas antioksidan, vitamin C, dan serat pangan dengan nilai tertinggi ditunjukkan pada velva dengan rasio (60:40). Sifat fisik overrun velva daun brokoli berkisar antara 21-23%, sedangkan daya leleh velva daun brokoli berkisar 27,8-28,4 menit.  Saran penelitian ini yaitu, perlu penelitian lebih lanjut mengenai hal-hal yang berkaitan dengan sifat fisik (overrun dan daya leleh) dan sifat hedonik pada velva dengan sifat kimia terbaik (rasio 60:40), sehingga dihasilkan velva daun brokoli yang memiliki kualitas sifat fisikokimia yang baik dan sesuai standar mutu

    Pengembangan Bahan Ajar Tentang Unsur Golongan Halogen Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Siswa SMA/MA Kelas XII IPA

    No full text
    ABSTRACT Aisah, Fitri Dewi. 2016. Pengembangan Bahan Ajar tentang Unsur Golongan Halogen Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Siswa SMA/MA Kelas XII IPA. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., Ph.D. (II) Drs. Darsono Sigit, M.Pd.Kata kunci: unsur golongan halogen, bahan ajar, inkuiri terbimbing, model 4-DPembelajaran kimia pada kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik yaitu pendekatan yang dilakukan melalui proses mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan. Untuk mengimplementasikan kurikulum 2013 diperlukan sumber belajar antara lain bahan ajar. Paparan materi unsur golongan halogen pada bahan ajar yang ada saat ini masih bersifat deskriptif informatif. Hal tersebut membuat siswa tidak tertarik dan cenderung menghafal materi unsur golongan halogen sehingga pemahaman siswa tidak bertahan lama, selain itu bahan ajar yang bersifat deskriptif informatif tersebut membuat guru kesulitan mengimplementasikan kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik. Oleh karena itu, diperlukan bahan ajar berbasis inkuiri terbimbing sehingga guru akan terdorong untuk membelajarkan kimia secara inkuiri. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengembangkan bahan ajar tentang unsur golongan halogen berbasis inkuiri terbimbing untuk siswa SMA/MA kelas XII IPA dan mengetahui tingkat kelayakannya.Penelitian pengembangan bahan ajar unsur golongan halogen berbasis inkuiri terbimbing ini menggunakan rancangan model 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan et al. (1974)  terdiri dari 4 tahap, yaitu: (1) pendefinisian (define), (2) perancangan (design), (3) pengembangan (develop), dan (4) penyebaran (disseminate). Penelitian ini hanya dilakukan pada tahap pertama sampai tahap ketiga, sedangkan pada tahap keempat disseminate tidak dilakukan karena keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya penelitian. Bahan ajar yang telah dikembangkan kemudian dilakukan validasi oleh 3 validator, yaitu satu dosen kimia UM dan dua guru kimia SMA. Validasi dilakukan menggunakan instrument berupa angket dengan rubik penilaian menggunakan skala Likert disertai lembar pengisian komentar serta saran dari validator. Produk hasil pengembangan terdiri dari buku siswa dan buku guru. Berdasarkan hasil validasi, bahan ajar buku siswa diperoleh sebesar 88,6% (kategori sangat valid) dan buku guru diperoleh sebesar 88,2% (kategori sangat valid), sedangkan hasil uji keterbacaan diperoleh sebesar 80,7% (kategori sangat valid). Dari hasil validasi tersebut dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan sangat layak untuk digunakan di SMA/MA. Produk bahan ajar hasil pengembangan diharapkan mampu mendorong diterapkannya kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik dan disarankan untuk dilakukan uji empiris atau uji efektivitas sehingga akan diketahui efektifitas bahan ajar bila diterapkan pada proses pembelajaran

    0

    full texts

    1,785

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇