SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1785 research outputs found
Sort by
Identifikasi Pemahaman Konsep dan Kesulitan Siswa Kelas X MIPA SMAN 6 Malang dalam Mempelajari Materi Hidrokarbon
ABSTRACT Baety, Vika Noer. 2015. Identifikasi Pemahaman Konsep dan Kesulitan Siswa Kelas X MIPA SMAN 6 Malang dalam Mempelajari Materi Hidrokarbon. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Siti Marfu’ah, M.S. (2) Drs. Parlan, M.Si.Kata-kata kunci : Pemahaman konsep, Kesulitan, HidrokarbonSalah satu materi pokok yang dibelajarkan dalam mata pelajaran kimia di SMA yaitu materi Hidrokarbon. Materi hidrokarbon merupakan salah satu materi kimia yang penting dan membutuhkan penguasaan konsep yang tinggi. Selain itu materi hidrokarbon merupakan materi prasyarat untuk dapat menguasai materi selanjutnya, yaitu materi turunan senyawa hidrokarbon. Oleh karena itu penting untuk mengetahui pemahaman konsep dan kesulitan siswa pada materi hidrokarbon guna memperbaiki pembelajaran dan meluruskan kesalahan konsep.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi: (1) pemahaman konsep siswa pada materi hidrokarbon; (2) kesulitan siswa dalam mempelajari materi hidrokarbon.Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif. Variabel yang dideskripsikan dalam penelitian ini adalah pemahaman konsep dan kesulitan siswa dalam memahami materi yang ditunjukkan dengan kemampuan siswa dalam menjawab soal-soal yang diberikan. Sampel penelitian dari penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA SMAN 6 Malang tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari 67 siswa kelas X MIPA 1 dan XI MIPA 2. Pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan instrumen tes diagnostik. Soal berupa pilihan ganda dengan lima alternatif pilihan jawaban yang diperkuat hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) tingkat pemahaman siswa pada masing-masing konsep hidrokarbon adalah (a) konsep senyawa organik sebesar 23,16%, (b) konsep definisi senyawa hidrokarbon sebesar 100%, (c) konsep kekhasan atom karbon sebesar 80,79%), (d) konsep penggolongan senyawa hidrokarbon sebesar 75,13%), (e) konsep tata nama senyawa alkana sebesar 60,3%, (f) konsep sifat fisika senyawa alkana, alkena, dan alkuna sebesar 43,84%, (g) konsep reaksi kimia pada senyawa alkana, alkena, dan alkuna sebesar 34,70%, dan (h) konsep isomer sebesar 53,36%, 2) letak kesulitan siswa dalam mempelajari konsep hidrokarbon adalah (a) membedakan sifat fisika senyawa organik dengan senyawa anorganik, (b) menentukan sifat kepolaran senyawa dan juga pengaruh kepolaran terhadap kelarutan, (c) membedakan dan menentukan C primer, C sekunder, C tersier, dan C kuaterner, (d) memahami konsep homolog, (e) membedakan rumus umum alkana, alkena, dan alkuna, (f) memahami aturan pemberian nama senyawa secara IUPAC, (g) pengaruh adanya percabangan pada kenaikan dan penurunan titik didih/titik leleh, (h) membedakan reaksi adisi, eliminasi, dan substitusi, dan (i) menentukan jenis isomer yang terjadi pada senyawa-senyawa yang disebutkan
Studi Struktur Keadaan Transisi Metilasi Kuersetin Menggunakan Metode Density Functional Theory
ABSTRAK Kuersetin merupakan salah satu senyawa golongan flavonoid yang bersifat antioksidan. Dari senyawa kuersetin dapat dihasilkan senyawa lain yang memiliki aktivitas antioksidan yang lebih besar yaitu dengan memetilasi gugus hidroksil. Reaksi metilasi kuersetin telah dilakukan secara eksperimen dan sudah diketahui produk akhir yang dihasilkan tetapi energi aktivasinya belum diketahui. Oleh karena itu dilakukan penelitian secara teoritis untuk mengetahui (1) energi aktivasi metilasi kuersetin dan (2) reaktivitas gugus 3’ -OH, 4’ -OH, dan 5 -OH pada reaksi metilasi kuersetin. Penelitian ini terdiri dari empat tahapan yaitu (1) optimasi geometri dan perhitungan energy reaktan dan produk, (2) optimasi geometri keadaan transisi, (3) perhitungan energi keadaan transisi, dan (4) perhitungan Intrinsic Reaction Coordinate (IRC) struktur keadaan transisi. Metode yang digunakan adalah DFT dengan fungsi hybrid B3LYP dan himpunan basis 6-311G+. Penelitian mengenai metilasi kuersetin menghasilkan tiga struktur keadaan transisi yaitu keadaan transisi metilasi 3’-OH, metilasi 4’-OH dan metilasi 5-OH. Energi aktivasi (Ea) metilasi 3’-OH adalah sebesar 117,778 kkal/mol, energi aktivasi 4’-OH 31,091 kkal/mol dan energi aktivasi metilasi 5-OH adalah sebesar 93,308 kkal/mol. Energi aktivasi metilasi 4’-OH mempunyai nilai yang lebih rendah daripada metilasi 3’-OH dan metilasi 5-OH sehingga laju reaksi metilasi 4’-OH lebih cepat daripada 3’-OH dan 5-OH. Hal ini berarti 4’-OH memiliki kereaktifan yang lebih besar daripada 3’-OH dan 5-OH pada reaksi metilasi
Studi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Adsorpsi, Isoterm Adsorpsi, Termodinamika dan Kinetika Adsorpsi MalasitHijau oleh Nanopartikel Magnetit Bersalut Silika Hasil Sintesis secara Sol-Gel
ABSTRAK Mumtazah, Zuhriah. 2016. Studi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Adsorpsi, Isoterm Adsorpsi, Termodinamika dan Kinetika Adsorpsi MalasitHijau oleh Nanopartikel Magnetit Bersalut Silika Hasil Sintesis secara Sol-Gel. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Fauziatul Fajaroh, M.S., (II) Dr. Nazriati, M.Si. Kata Kunci:magnetit bersalut silika, Malasit Hijau, isoterm adsorpsi, termodinamika adsorpsi, kinetika adsorpsi Proses adsorpsi untuk menurunkan kadar zat warna berbahaya seperti Malasit Hijau dalam larutan sangat dipengaruhi oleh jenis adsorben yang digunakan. Salah satu adsorben yang dapat digunakan adalah nanopartikel magnetit bersalut silika. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari dua faktor yang mempengaruhi daya adsorpsi magnetit bersalut silika terhadap Malasit Hijau yang meliputi waktu kontak dan konsentrasi awal adsorbat. Selain itu juga dipelajari model isoterm adsorpsi, termodinamika dan kinetika adsorpsi yang terjadi. Penelitian dilakukan dengan 4 tahap. Pertama, proses sintesis nanopartikel magnetit dengan metode elektrokimia. Kedua, sintesis magnetit bersalut silika dengan metode sol-gel dengan natrium silikat sebagai sumber silika. Hasil sintesis kemudian dikarakterisasi dengan FTIR, XRD, SEM, dan BET. Ketiga, proses aplikasi nanopartikel magnetit bersalut silika sebagai adsorben Malasit Hijau pada berbagai kondisi waktu kontak dan konsentrasi awal adsorbat. Keempat, penentuan parameter kesetimbangan yang digunakan untuk studi model isoterm adsorpsi, termodinamika dan kinetika adsorpsi. Hasil penelitian menunjukkan daya adsorpsi dipengaruhi oleh waktu kontak dan konsentrasi awal adsorbat. Mekanisme adsorpsi yang terjadi memenuhi model Isoterm Freundlich daripada model Isoterm Langmuir. Proses adsorpsi berlangsung spontan dan eksotermik. Proses adsorpsi mengarah kepada model kinetika orde dua semu
Metode Spektroskopi FTIR-ATR dan Spektroskopi UV-Vis untuk Menganalisa Mobilitas Surfaktan CTMABr dalam Etanol pada Berbagai Konsentrasi
ABSTRAK Syaifudin, Mukhamad. 2016. Metode Spektroskopi FTIR-ATR dan Spektroskopi UV-Vis untuk Menganalisa Mobilitas Surfaktan CTMABr dalam Etanol pada Berbagai Konsentrasi. Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D, (II) Dr. Endang Budiasih, M.S. Kata kunci: etanol, polaritas, surfaktan n-CTMABr, spektroskopi FTIR-ATR, spektroskopi UV-Vis. Interaksi antara campuran surfaktan CTMABr dan etanol sebagai eluen dalam memisahkan rhodamin B dan tartrazin dari adsorben silika gel, silika-selulosa, dan silika-selulosa-surfaktan mampu mengatasi kesulitan proses pemisahan. Kajian tentang campuran surfaktan CTMABr-etanol perlu dipelajari untuk mengetahui interaksi yang terjadi antara surfaktan CTMABr dan etanol menggunakan spektroskopi FTIR-ATR dan UV-Vis. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mempelajari interaksi antara surfaktan CTMABr dan pelarut etanol berdasarkan data spektrum spektroskopi Inframerah (IR) dan UV-Vis, (2) mempelajari interaksi antara surfaktan CTMABr dan etanol pada berbagai variasi konsentrasi surfaktan CTMABr berdasarkan data spektrum FTIR-ATR dan UV-Vis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis spektrum IR dan UV-Vis untuk mengetahui interaksi antara surfaktan CTMABr dan etanol berdasarkan mobilitasnya. Tahapan penelitian yang akan dilakukan yaitu (1) pembuatan larutan induk surfaktan CTMABr dengan pelarut etanol, (2) pembuatan larutan surfaktan CTMABr pada berbagai variasi konsentrasi, dan (3) pengujian larutan surfaktan CTMABr menggunakan spektroskopi FTIR-ATR dan spektroskopi UV-Vis. Spektrum FTIR-ATR CTMABr dalam etanol menunjukkan beberapa modus getaran yaitu modus C-H streching, modus gunting N-CH3, modus kibas-CH2, dan modus gugus pusat N-C. Hasil pengukuran spektroskopi UV-Vis menunjukkan pergeseran panjang gelombang yang mengindikasikan adanya transisi n→π* akibat adanya pasangan elektron bebas dari surfaktan CTMABr. Semakin tinggi konsentrasi CTMABr nilai intensitas yang dihasilkan dari data spektroskopi FTIR-ATR menunjukkan perubahan profil puncak yang menurun dan melebar. Data spektrum UV-Vis menunjukkan semakin tinggi konsentrasi surfaktan CTMABr, serapan mengalamai pergeseran λmax ke arah panjang gelombang yang rendah (pergeseran hipsokromik). ABSTRACT Syaifudin, Mukhamad. 2016. Methods of FTIR-ATR spectroscopy and UV-Vis Spectroscopy to Analyze Mobility Cationic Surfactants CTMABr in ethanol at Various Concentration. Undergraduate Thesis, Departement of Chemistry, Faculty of Mathematics and Sciences, State University of Malang. Advisors: (I) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D. (II) Dr. Endang Budiasih, M.S. Keywords: ethanol, polarity, surfactants n-CTMABr, FTIR-ATR spectroscopy, UV-Vis Spectroscopy. Interaction between surfactant CTMABr and ethanol mixtures as the eluent in separated of rhodamine B and tartrazine as a silica gel, silica-cellulose, and cellulose-silica-surfactant adsorbent capable to overcoming the difficulties of separation process. Studies on surfactant CTMABr in ethanol mixtures need to be studied to understand the interaction surfactant CTMABr and ethanol using a FTIR-ATR spectroscopy and UV-Vis spectroscopy. The purpose of this study are (1) to study the interaction between the surfactant CTMABr and ethanol based on spectral Infrared Spectroscopy (IR) and UV-Vis, (2) studies the interaction between the surfactant CTMABr and ethanol at various concentrations of surfactants CTMABr based on spectroscopic spectrum of FTIR- ATR and UV-Vis spectroscopy. The method used in this experiment is analysis of IR spectra and UV-Vis to understand the interaction between surfactant CTMABr and ethanol based on mobilities. Stages of research to be conducted (1) make the main solution of surfactant CTMABr with ethanol. (2) make a CTMABr surfactant solution at various concentrations, and (3) testing of surfactant CTMABr solution using FTIR-ATR spectroscopy and UV-Vis spectroscopy. FTIR-ATR spectrum of CTMABr in ethanol shows some vibrational modes are C-H stretching modes, Scissoring modes of N-CH3, wagging modes of CH2, and the central group modes of N-C. The results of UV-Vis spectroscopy measurements show a wavelength shift that indicates a transition n → π * due to the lone pair of surfactant CTMABr. The higher concentration of CTMABr, intensity value resulting from FTIR-ATR spectroscopy shows changes in the profile peak decreased and widened. UV-Vis spectral showed that the higher concentration of surfactant CTMABr, absorption λmax have a shifted toward lower wavelengths (hypsochromic shifted)
Pengembangan Buku Petunjuk Praktikum Kimia Kelas X Semester II Berbasis Inkuiri Terbimbing Berdasarkan Kurikulum 2013
ABSTRACT Imansari, Sisilia Daris. 2016. Pengembangan Buku Petunjuk Praktikum Kimia Kelas X Semester II Berbasis Inkuiri Terbimbing Berdasarkan Kurikulum 2013. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Parlan, M.Si, (II) Dr. Irma Kartika Kusumaningrum, S.Si., M.Si.Kata kunci: petunjuk pratikum, inkuiri terbimbing, Kurikulum 2013.Kimia merupakan mata pelajaran yang dianggap sulit oleh peserta didik, hal tersebut disebabkan oleh karakteristik materi kimia yang berjenjang, kompleks, dan banyak konsep-konsep, sehingga peserta didik dituntut untuk memahami materi prasyarat untuk mempelajari materi selanjutnya. Hasil wawancara penulis dengan beberapa guru kimia SMA menunjukkan bahwa petunjuk praktikum yang tersedia dalam buku diktat SMA hanya membuktikan teori tanpa melatih berfikir peserta didik dalam proses mengkonstruk konsep–konsep dari materi kimia yang dipraktikumkan, oleh karena itu diperlukan buku petunjuk praktikum yang dapat membantu proses berfikir peserta didik dalam mengkonstruk konsep-konsep kimia melalui kegiatan praktikum. Buku petunjuk praktikum kimia SMA sebaiknya menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing, karena inkuiri telah mengubah fokus pendidikan sains dari penghafalan konsep-konsep dan fakta-fakta dalam mata pelajaran kimia ke cara belajar melalui penelaahan yang bersifat mencari pemecahan permasalahan dengan menganalisis menggunakan langkah-langkah tertentu untuk menuju suatu kesimpulan. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah mengembangkan buku petunjuk praktikum kimia SMA kelas X semester II berbasis inkuiri terbimbing berdasarkan Kurikulum 2013.Model yang digunakan dalam pengembangan produk adalah model pengembangan Thiagarajan, Semmel dan Semmel (1974), yaitu model pengembangan 4-D terdiri atas 4 tahap utama, yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), disseminate (penyebaran), tetapi tahap disseminate tidak dilakukan, karena tujuan dari penelitian pengembangan adalah menghasilkan buku petunjuk praktikum dan mengetahui kelayakannya. Hasil validasi buku petunjuk praktikum oleh dosen dan 2 guru menunjukkan nilai rata-rata 3,4 untuk buku guru, dan 3,4 untuk buku siswa dengan kriteria sangat valid. Hasil uji keterbacaan oleh peserta didik menunjukkan nilai rata-rata 3,4 dengan kriteria sangat mudah dipahami oleh peserta didik, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa buku petunjuk praktikum yang dikembangkan layak digunakan di SMA kelas X IPA semester II
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle 5E-Peta Konsep Terhadap Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik Kelas XI SMA Laboratorium UM pada Materi Hidrolisis Garam
ABSTRACT Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle 5E-Peta Konsep Terhadap Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik Kelas XI SMA Laboratorium UM pada Materi Hidrolisis GaramHidayati, Nurul. 2016. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle 5E-Peta Konsep Terhadap Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik Kelas XI SMA Laboratorium UM pada Materi Hidrolisis Garam. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Muhammad Su’aidy, M.Pd. (II) Eli Hendrik Sanjaya, S.Si., M.SiKata Kunci: Model Pembelajaran Learning Cycle 5E, Peta Konsep, Hasil Belajar Kognitif, Hidrolisis Garam.Hasil belajar kognitif peserta didik kelas XI IPA 1 dan XI IPA 4 pada materi kesetimbangan, asam basa, dan stoikiometri di SMA Laboratorium UM menunjukkan bahwa peserta didik yang memiliki nilai di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 19,23% pada kelas XI IPA 4 dan 25,93% pada kelas X IPA 1. Dengan demikian diperlukan suatu cara untuk meningkatkan hasil belajar kognitif menggunakan tersebut. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah model pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam belajar, yaitu dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E-Peta Konsep. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) keterlaksanaan proses pembelajaran materi hidrolisis garam menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E-Peta Konsep dan pembelajaran Ekspositori, (2) ada tidaknya perbedaan hasil belajar kognitif antara peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E-Peta Konsep dan peserta didik yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran Ekspositori dalam mempelajari materi hidrolisis garam, dan (3) ada tidaknya korelasi antara kemampuan membuat peta konsep dengan hasil belajar kognitif peserta didik pada kelas yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E-Peta Konsep.Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental semu (quasi experimental design) posttest only control group dan rancangan penelitian deskriptif. Rancangan eksperimen semu digunakan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran terhadap hasil belajar kognitif, serta rancangan penelitian deskriptif untuk mengetahui keterlaksanaan proses pembelajaran. Pemilihan sampel dilakukan berdasarkan saran dari guru kimia di sekolah dan diperoleh hasil kelas XI IPA 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 1 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan berupa instrumen perlakuan (Silabus, RPP, dan Modul Kimia) dan instrumen pengukuran berupa soal tes hasil belajar kognitif yang memiliki validitas butir soal antara 0,20 dan 0,73 dan reliabilitas soal sebesar 0,89. Data keterlaksanaan proses pembelajaran dianalisis menggunakan teknik persentase, hipotesis yang diajukan diuji menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi = 0,05. Sedangkan korelasi kemampuan membuat peta konsep dengan hasil belajar kognitif peserta didik dianalisis menggunakan pearson correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses pembelajaran materi hidrolisis garam menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E-Peta Konsep dan pembelajaran Ekspositori pada peserta didik kelas XI IPA SMA Laboratorium UM telah terlaksana dengan baik. Rata-rata persentase keterlaksanaan proses pembelajaran pada kelas eksperimen sebesar 88,98% dan kelas kontrol sebesar 89,26%, (2) tidak ada perbedaan hasil belajar kognitif antara peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E-Peta Konsep dan peserta didik yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran Ekspositori pada kelas XI IPA SMA Laboratorium UM, dan (3) ada korelasi sebesar 0,494 dengan kriteria cukup antara kemampuan membuat peta konsep dengan hasil belajar kognitif pada kelas yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E-Peta Konsep
Studi Adsorpsi-Desorpsi Senyawa Hidrokarbon pada Permukaan Adsorben Silika-Selulosa Hibrid
ABSTRAK Amalia, R.S. 2016. Studi Adsorpsi-Desorpsi Senyawa Hidrokarbon pada Permukaan Adsorben Silika-Selulosa Hibrid. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D., (II) Drs. Mohammad Sodiq Ibnu, M.Si. Kata Kunci : adsorpsi-desorpsi, senyawa volatil, silika-selulosa hibrid. Silika dari abu sekam padi dan selulosa dari nata de coco digunakan sebagai bahan dasar pembuatan silika-selulosa hibrid. Adsorben ini dapat digunakan sebagai agen adsorpsi dan desorpsi dari senyawa hidrokarbon dalam formulasi atraktan. Tujuan penelitian adalah (1) mengkarakterisasi silika-selulosa hibrid sebagai media adsorben yang meliputi analisis FTIR, SEM dan BET, penentuan massa jenis, kadar air, kadar abu, dan daya serap terhadap larutan iod, (2) mengetahui gambaran penyerapan dan pelepasan senyawa hidrokarbon (heksana, n-heptana, n-heksadekana dan campurannya) dilihat dari kromatografi gas spektroskopi massa (GC-MS) dan (3) mengetahui interaksi di permukaan adsorben silika-selulosa hibrid sebagai adsorben senyawa hidrokarbon dilihat dari FTIR. Penelitian ini terdiri atas beberapa tahap, yaitu (1) pembuatan adsorben silika-selulosa hibrid, (2) karakterisasi adsorben silika-selulosa hibrid, (3) penjerapan heksana, n-heptana, n-heksadekana dan campurannya pada permukaan adsorben silika-selulosa hibrid (4) analisis gambaran penyerapan dan pelepasan senyawa hekasana, n-heptana, n-heksadekana dan campurannya dengan GC-MS dan (5) analisis interaksi di permukaan hasil penjerapan heksana, n-heptana, n-heksadekana dan campurannya dengan FTIR. Hasil penelitian yang diperoleh (1) silika-selulosa hibrid dapat digunakan sebagai adsorben senyawa hidrokarbon dengan karakterisasi yang telah dilakukan meliputi analisis FTIR, SEM dan BET, kadar air, kadar abu, massa jenis, dan daya serap terhadap larutan iod, (2) senyawa campuran hidrokarbon yang dijerapkan pada adsorben silika-selulosa hibrid pada waktu penjerapan 1 minggu, komponen terdesorpsi adalah n-heksadekana, dan (3) proses adsorpsi senyawa hidrokarbon oleh adsorben silika-selulosa hibrid ditandai dengan pelebaran puncak spektra FTIR
Efektivitas Pelepasan Senyawa-Senyawa Ekstrak Batang Padi Terinfeksi Wereng Batang Coklat dari Permukaan Adsorben Silika-Selulosa
ABSTRAK Setyoaji, Datik. 2016. Efektivitas Pelepasan Senyawa-Senyawa Ekstrak Batang Padi Terinfeksi Wereng Batang Coklat dari Permukaan Adsorben Silika-Selulosa. Skripsi, Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D. (II) Dr. Hj. Endang Budiasih, M.S. Kata Kunci: Bioatraktan, Bioassay, GC-MS, Kairomon, Silika-Selulosa. Tanaman padi yang terinfeksi oleh hama Wereng Batang Cokelat (WBC) akan menghasilkan senyawa volatil yang disebut kairomon. Senyawa kairomon dapat mempengaruhi perilaku orientasi parasitoid telur WBC yaitu Anagrus sp, sehingga senyawa tersebut dapat dimanfaatkan sebagai atraktan. Untuk memaksimalkan kinerja atraktan, maka digunakan adsorben silika-selulosa sebagai penjerap. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mengetahui efektivitas pelepasan senyawa volatil dari permukaa adsorben silika-selulosa dengan dua komposisi, (2) mengetahui senyawa volatil ekstrak batang padi terinfeksi yang dilepaskan dari permukaan adsorben silika-selulosa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris yang terdiri dari tujuh tahap. Tahap pertama preparasi sampel batang padi terinfeksi menggunakan varietas Ciherang. Tahap kedua ekstraksi sampel padi sehat dan terinfeksi hama WBC dengan menggunakan pelarut metanol. Tahap ketiga analisis kandungan senyawa ekstrak cair dan gas batang padi terinfeksi menggunakan GC-MS. Tahap keempat pembuatan adsorben silika-selulosa pada dua komposisi. Tahap kelima karakterisasi adsorben silika-selulosa berupa analisis SEM dan BET, massa jenis, kadar air, kadar abu, dan daya serap terhadap larutan iod. Tahap keenam bioassay olfaktometer tabung Y. Tahap ketujuh analisis pelepasan senyawa volatil ekstrak batang padi terinfeksi yang dilepaskan dari permukaan adsorben silika-selulosa menggunakan GC-MS. Hasil penelitian yang diperoleh (1) Komposisi adsorben silika selulosa yang terbuat dari 45 gram silika dan 3,75 gram selulosa memiliki efektivitas pelepasan senyawa volatil batang padi terinfeksi lebuh baik, karena dapat menarik respon parasitoid paling banyak. (2) Senyawa 1,2-Benzenedicarboxylic Acid, Diethyl Ester adalah golongan ester dari ekstrak batang padi terinfeksi dan merupakan salah satu senyawa yang memanggil respon parasitoid
Sintesis Metil Ester Asam Lemak dari Minyak Goreng Bekas dengan Reaksi Transesterifikasi Menggunakan Katalis KOH
ABSTRACT Iswanti, Aldila Putri. 2016. Sintesis Metil Ester Asam Lemak dari Minyak Goreng Bekas dengan Reaksi Transesterifikasi menggunakan Katalis KOH. Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Aman Santoso, M.Si., (II) Dr. Sumari, M.Si.Kata-kata kunci: biodiesel, minyak goreng bekas, transesterifikasiBertambahnya jumlah kendaraan bermotor setiap tahunnya menyebabkan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) semakin berkurang. Salah satu upaya untuk mengatasi kelangkaan BBM adalah dengan memproduksi biodiesel. Biodiesel dalam ilmu kimia secara umum dikenal dengan metil ester asam lemak. Sintesis metil ester asam lemak dapat dilakukan melalui proses transesterifikasi dengan melibatkan alkohol dan katalis. Sintesis metil ester asam lemak dari minyak goreng bekas menggunakan bantuan gelombang ultrasonik diharapkan dapat mempercepat waktu sintesis dan menghasilkan rendemen yang besar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi optimum sintesis metil ester dengan reaksi transesterifikasi menggunakan katalis KOH dari minyak goreng bekas dengan bantuan gelombang ultrasonik dan menentukan karakter metil ester hasil sintesis dari minyak goreng bekas untuk mengetahui potensinya sebagai biodiesel. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium penelitian Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Penelitian ini terdiri dari lima tahap, yaitu (1) rafinasi minyak goreng bekas, (2) penentuan kadar asam lemak bebas, (3) esterifikasi minyak goreng bekas, (4) transesterifikasi minyak, (5) karakterisasi metil ester hasil sintesis yang meliputi identifikasi komponen metil ester, massa jenis, viskositas, indeks bias, dan bilangan asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum dalam proses sintesis dilakukan selama 25 menit. Karakterisasi metil ester hasil sintesis berada pada rentang standar mutu Biodiesel SNI-04-7182-2006, sehingga metil ester hasil sintesis dapat berpotensi sebagai biodiesel
Identifikasi Miskonsepsi Siswa Kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Pasuruan pada Topik Konservasi Materi Menggunakan Tes Diagnostik Pilihan Ganda Dua Tingkat.
ABSTRAKSakina, Ade. 2016. Identifikasi Miskonsepsi Siswa Kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Pasuruan pada Topik Konservasi Materi Menggunakan Tes Diagnostik Pilihan Ganda Dua Tingkat. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Prayitno, M. Pd. (II) Dr. Sc. Anugrah Ricky Wijaya, M. Sc. Kata Kunci: miskonsepsi, konservasi materi, tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat Ilmu kimia bersifat abstrak dan membutuhkan kemampuan mengaitkan aspek makroskopis, submikroskopis, dan simbolis dalam mempelajarinya. Karakteristik kimia tersebut menyebabkan siswa mengalami kesulitan dan bahkan miskonsepsi. Miskonsepsi yang ditemukan Özmen dan Ayas (2003) di Turki menunjukkan bahwa massa zat hasil reaksi yang berupa endapan lebih besar daripada massa zat sebelum reaksi yang berupa cairan. Lebih lanjut Stavy (1990) di Israel menemukan miskonsepsi bahwa massa materi berwujud padat lebih besar daripada berwujud cair ataupun gas. Hasil observasi singkat peneliti di dua SMA Negeri Kabupaten Pasuruan menunjukkan sebanyak 61% siswa menganggap massa zat hasil reaksi yang berupa endapan lebih besar daripada massa zat sebelum reaksi yang berupa cairan. Hasil temuan tersebut menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari konservasi materi. Dari uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang bertujuan untuk: (1) Menemukan miskonsepsi siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Pasuruan pada topik konservasi materi yang melibatkan reaksi kimia dalam sistem tertutup dan terbuka; (2) Menemukan miskonsepsi siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Pasuruan dalam memecahkan soal tipe partikulat pada topik konservasi materi; dan (3) Menemukan miskonsepsi siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Pasuruan pada topik konservasi materi yang melibatkan perubahan wujud zat dalam sistem tertutup dan terbuka.Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan kepada 240 siswa kelas XI di enam SMA Negeri Kabupaten Pasuruan tahun ajaran 2015/2016. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat dengan reliabilitas sebesar 0,75.Hasil penelitian diperoleh sebanyak 26 macam miskonsepsi siswa tentang konservasi materi. Miskonsepsi dengan persentase terbesar adalah sebagai berikut: (1) sebesar 49% siswa menganggap bahwa massa zat hasil reaksi yang berupa endapan lebih besar daripada massa zat sebelum reaksi yang berupa cairan; (2) sebesar 56% siswa tidak memperhatikan zat sisa hasil reaksi dalam konteks konservasi materi dalam reaksi kimia; dan (3) sebesar 56% siswa menganggap bahwa massa total setelah seluruh es mencair lebih besar daripada massa total semula