SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1785 research outputs found

    Isolasi dan Identifikasi Metabolit Sekunder dari Fraksi Etil Asetat Ekstrak Metanol Batang Tapak Dara (Catharanthus roseus (L.) G. Don) dan Uji Bioaktivitas Antibakterinya Terhadap Escherichia coli

    No full text
    ABSTRACT Devi, Yopi Ariska. 2016. Isolasi dan Identifikasi Metabolit Sekunder dari Fraksi Etil Asetat Ekstrak Metanol Batang Tapak Dara (Catharanthus roseus (L.) G. Don) dan Uji Bioaktivitas Antibakterinya Terhadap Escherichia coli. Skripsi. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Laurent Octaviana, S.Pd., M.Si (II) Drs. Dermawan Afandy, M.Pd.Kata kunci : antibakteri, batang tapak dara, etil asetat, isolasi.Salah satu bakteri yang umumnya menginfeksi manusia adalah bakteri Escherichia coli. Infeksi akibat E.coli dapat dicegah menggunakan zat antibakteri yang memiliki aktivitas tinggi dan efek samping yang rendah. Salah satu sumber zat antibakteri tersebut berasal dari tumbuhan tapak dara (Catharanthus roseus). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengisolasi senyawa murni dari fraksi etil asetat ekstrak metanol batang tapak dara, (2) mengetahui bioaktivitas senyawa murni dari fraksi etil asetat terhadap bakteri Escherichia coli menggunakan metode difusi kertas cakram, (3) mengetahui karakter kimia senyawa murni dari fraksi etil asetat yang memiliki bioaktivitas antibakteri. Penelitian ini mencakup beberapa tahapan, yaitu (1) preparasi sampel, (2) ekstraksi sampel, (3) fraksinasi cair-cair (4) pemurnian menggunakan kromatografi vakum cair (KVC), (5) uji bioaktivitas antibakteri, dan (6) karakterisasi komponen aktif antibakteri berdasarkan analisis spektrofotometri FT-IR.  Isolasi senyawa murni diawali dengan maserasi batang tapak dara menggunakan pelarut methanol, dilanjutkan dengan fraksinasi cair-cair ekstrak metanol batang tapak dara menggunakan pelarut etil asetat, dan pemurnian komponen dengan menggunakan (KVC). Uji bioaktivitas terhadap E. coli dilakukan dengan metode difusi kertas cakram. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan yaitu sebanyak 0,0031 g senyawa murni (Y-1) dari 0,98 g fraksi etil asetat ekstrak metanol batang tapak dara dipisahkan dengan kromatografi vakum cair (KVC) menggunakan eluen kloroform:metanol (9,5:0,5). Hasil identifikasi menggunakan spektroskopi FT-IR menunjukkan bahwa senyawa Y-1 memiliki gugus fungsi –C=O karbonil, -OH, dan ikatan -C=C- aromatik. Hal ini mengindikasikan bahwa senyawa Y-1 diduga merupakan golongan senyawa fenolik. Uji bioaktivitas antibakteri menunjukkan senyawa Y-1 memiliki aktivtias antibakteri yang tergolong kuat dengan diameter zona hambat rata-rata 11,33 mm. Oleh sebab itu senyawa Y-1 berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri alami.ABSTRACT Devi, Yopi Ariska. 2016. Isolation and Identification Secoundary Metabolite from Ethyl acetate Fraction of Methanol Extract of  Tapak Dara Steam (Catharanthus roseus (L.)G. Don) and its Activity to Against Escherichia coli. Undergraduate Thesis, Faculty of Mathematics and Science, State University of Malang. Supervisor: (1) Laurent Octaviana, S.Pd., M.Si (II) Drs. Dermawan Afandy, M.Pd.Keyword : antibacterial, steams vinca, ethyl acetate, isolation.Escherichia coli is a bacteria mostly founded infect human.  Infection caused by bacteria can be treated using antibacterial agents with high activity and low side effects. One of the antibacterial sources is derived from the periwinkle plant/tapak dara (Catharanthus roseus). The study aims to (1) isolate pure compound from ethyl acetate fraction of the tapak dara steam, (2) to evaluate the antibacterial activity of the pure compounds against Escherichia coli, (3) identify the chemical characteristic of the pure compound based on FT-IR spectrum.This study includes several steps, namely (1) sample preparation, (2) sample extraction, (3) liquid-liquid fractionation, (4) purification of a compound by vacuum liquid chromatography (VLC), (5) antibacterial activity assay, (6) identification of the pure compound by FT-IR spectroscopy. Sample extraction was performed by maceration using methanol. Liquid-liquid fractionation was conducted using n-hexane & ethyl acetate, respectively to give an ethyl acetat fraction. Purification of the compound was done by vacuum liquid chromatography (VLC). The antibacterial activity of the pure compound against E. coli was conducted by dise-diffusion method. The conclusions of the research are as many as 0.0031 g of a pure compound namely (Y-1) from 0.98 g ethyl acetate fraction of methanol extract of vinca steam was yielded and purified by (VLC) using the eluent chloroform:methanol (9,5:0,5) as eluent. The FT-IR spectrum showed that Y-1 contains -C=O-, a carbonyl functional groups, -OH, and aromatic -C=C- bonds, it indicated that the Y-1 compound is a phenolic compound. The antibacterial assay of Y-1showed that compound is active that be showed that the compound is active with the inhabitation zone 11,33 mm. It shows the Y-1 is highly potent to be develop as a natural antibacterial against.

    Pengembangan Bahan Ajar Larutan Asam Basa Berbasis Representasi Kimia Metafora Tetrahedral dengan Pendekatan Saintifik untuk Kelas XI SMA/MA

    No full text
    ABSTRACT Suryani, Anis. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Larutan Asam Basa Berbasis Representasi Kimia Metafora Tetrahedral dengan Pendekatan Saintifik untuk Kelas XI SMA/MA. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Aman Santoso, M.Si. (II) Dr. Yahmin, S.Pd., M.Si.Kata Kunci: bahan ajar, asam basa, metafora tetrahedral, saintifik Pembelajaran kimia di SMA secara umum masih sering dianggap sulit dan tidak menarik oleh sebagian besar siswa, karena masih banyak sekolah yang belum menerapkan pembelajaran kontekstual. Pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan ketertarikan siswa terhadap materi pembelajaran. Materi asam basa merupakan salah satu materi penting dalam ilmu kimia, merupakan materi prasyarat untuk mempelajari materi kimia lainnya. Ketersediaan bahan ajar yang sesuai dengan Kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik dengan sintaks 5M sangat cocok dikolaborasikan dengan metafora baru dalam representasi kimia, sehingga siswa dapat lebih tertarik untuk mempelajari kimia. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan bahan ajar materi larutan asam basa yang relevan dengan tuntutan Kurikulum 2013 yaitu menggunakan pendekatan saintifik, yang berbasis representasi kimia metafora tetrahedral; dan (2) mengetahui tingkat kelayakan bahan ajar hasil pengembangan. Penelitian ini merupakan Penelitian Pengembangan dengan model Plomp, yang terdiri dari 5 fase, yaitu fase (1) investigasi awal, (2) perancangan, (3) realisasi, (4) tes, evaluasi, dan revisi, serta (5) implementasi. Namun karena adanya keterbatasan waktu dan biaya, pada penelitian ini hanya diadopsi sampai fase ke-4, yaitu fase tes, evaluasi, dan revisi yang dilakukan dengan tes validasi dan uji keterbacaan. Tes validasi dilakukan oleh 3 orang validator ahli, yaitu 1 orang dosen Kimia dan 2 orang guru Kimia SMA, sedangkan uji keterbacaan dilakukan oleh 10 orang siswa. Bahan ajar yang dihasilkan terdiri dari “Buku Siswa” dan “Buku Guru” yang masing-masing terdiri dari sistem pendukung dan bagian isi. Sistem pendukung mencakup cover, kata pengantar, daftar halaman, pendahuluan, pendekatan pembelajaran, cakupan kompetensi, petunjuk penggunaan, peta konsep, glosarium, dan daftar pustaka. Bagian isi memuat skenario pembelajaran dan terbagi menjadi 5 Kegiatan Belajar, yaitu pengantar asam basa, teori asam basa, larutan asam basa, kekuatan asam basa, dan indikator asam basa yang masing-masing telah memenuhi keempat aspek representasi kimia metafora tetrhedral. Hasil validasi menunjukkan bahwa kelayakan bahan ajar sebesar 88% yang artinya bahan ajar hasil pengembangan sangat layak digunakan untuk membantu proses pembelajaran siswa

    Pengaruh JenisAsam pada Proses Pembentukan Gel terhadap Silika Xerogel Berbasis Abu Bagasse

    No full text
    Hasil analisis XRF terhadap abu bagasse menunjukkan bahwa dalam abu bagasse terkandung silika dengan konsentrasi yang tinggi sehingga berpotensi sebagai bahan baku pembuatan silika xerogel. Silika xerogel memiliki banyak manfaat antara lain sebagai fasa diam kromatografi, adsorben, dan katalis selektif. Silika xerogel dapat disintesis dengan metode sol-gel.Sol silika dapat diperoleh dengan cara penambahan asam pada larutan hasil ekstraksi abu bagasse. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis silika xerogel dari abu bagasse dengan variasi jenis dan konsentrasi asam pada proses pembentukan gel. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap utama, yaitu: 1) ekstraksi silika sebagai Natrium silikat dari abu bagasse, 2) sintesis silika xerogel dengan metode sol gel, dan 3) karakterisasi silika xerogel dengan FT-IR, SEM, dan BET. Melalui tahapan-tahapan penelitian yang telah dilakukan diperoleh silika xerogel. Hal ini didukung oleh data hasil analisis FT-IR yang menunjukkan adanya gugus fungsi yang khasdari silika gel (gugus silanol, yaitu ≡Si-OH dan siloksan, yaitu ≡Si-O-Si≡). Dari hasil analisis FT-IR pula disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh jenis asam terhadap gugus fungsi yang dihasilkan. Analisis SEM menunjukkan bahwa silika gel dengan menggunakan Asam oksalat memiliki pori-pori yang lebih rapat susunannya daripada silika xerogel dengan menggunakan Asamklorida. Analisis BET menunjukkan luas permukaan untuk silika xerogel dipengaruhi oleh jenis dan konsentrasi asam. Luas permukaan spesifik silika xerogel yang dihasilkan menggunakan Asamklorida 1,0 M sebesar 143,934 m2/g, luas permukaan spesifik untuk silika xerogel dengan menggunakan Asam klorida 1,5 M sebesar 131,538 m2/g, luas permukaan untuk silika xerogel dengan menggunakan Asam oksalat 0,5 M sebesar 209,617 m2/g, dan luas permukaan untuk silika xerogel dengan menggunakan Asam oksalat 0,75 M sebesar 202,473 m2/g

    Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing-Mind Map terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI MAN 1 MALANG Pada Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

    No full text
    ABSTRAK Fatma, Arina Diana. 2016. Pengaruh Penerapan Inkuiri Terbimbing-Mind Map terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI MAN 1 Malang pada Materi Kelarutan danHasil KaliKelarutan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (1) Drs. Muhammad Suaidy,M.Pd., (2) Dr. Irma Kartika Kusumaningrum, M.Si. Kata Kunci : inkuiri terbimbing, mind map, hasil belajar, kelarutan dan hasil kali kelarutan Kelarutan dan hasil kali kelarutan merupakan salah satu materi kimia yang sulit bagi siswa. Berdasarkan hasil wawancara pembelajaran kimia disekolah bahwa pembelajaran ekspositori menyebabkan hasil belajar kognitif siswa rendah, hal ini dapat ditunjukkan dengan rendahnya persentase siswa yang mencapai nilai di atas KKM sebanyak 18%, sedangkan siswa yang belum mencapai KKM sebanyak 82%.Model pembelajaran inkuiri terbimbing-mind mapmerupakan salah satu alternatif model pembelajaran yang digunakan untuk memperkecil tingkat ketidaktuntasan siswa, dengan model ini diharapkan siswa dapat merubah pola ingatan jangka pendek menjadi ingatan jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keterlaksanaan pembelajaran dan perbedaan hasil belajar kelas eksperimen yangdiajar menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing-mind map dan kelas kontrol diajar menggunakan model pembelajaran ekspositori. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif yaitu rancangan deskriptif dan rancanganquasy eksperimental design dengan post test only control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Populasi yang digunakan adalah seluruh kelas XI MIA di MAN 1 Malang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah XI MIA 1 sebagai kelas kontrol dan XI MIA 5 sebagai kelas eksperimen yang ditentukan dengan undian.Instrumen penelitian berupa instrumen perlakuan (silabus, RPP, LKS) dan instrumen pengukuran berupa lembar observasi dan soal test hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) keterlaksanaan pembelajaran inkuiri terbimbing-mind map sebesar 91,62% dan ekspositori sebesar 90,75%, (2) terdapat perbedaan hasil belajar siswa kelas XI pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing-mind map dan ekspositori. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata siswa kelas kontrol sebesar 75,13, sedangkan nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 82,29.  Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing-mind map lebih baik daripada siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran ekspositori

    Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kolaboratif (Collaborative Learning) terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas XI IPA SMA pada Materi Pokok Hidrolisis Garam

    No full text
    ABSTRACT Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kolaboratif (Collaborative Learning) terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas XI IPA SMA pada Materi Pokok Hidrolisis GaramSenja, Anggi Mega. 2016. Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kolaboratif (Collaborative Learning) terhadap Hasil Belajar Kognitif  Siswa Kelas XI IPA SMA pada Materi Pokok Hidrolisis Garam. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Dr. Munzil, S.Pd., M.Si. Pembimbing II : Dr. Nazriati, M.Si.Kata Kunci : Pembelajaran Kolaboratif, Hasil Belajar Kognitif, Hidrolisis garamKimia adalah salah satu pelajaran wajib bagi siswa yang mengikuti program IPA di SMA/MA. Kemampuan siswa yang berbeda-beda mengakibatkan pemahaman siswa terhadap materi hidrolisis garam juga berbeda-beda. Sehingga dibutuhkan metode pembelajaran yang tepat agar siswa dengan kemampuan tinggi dapat berinteraksi dengan siswa berkemampuan rendah. Jika terjadi interaksi yang positif maka siswa dapat memperoleh pengetahuan secara mandiri. Perolehan pengetahuan secara mandiri membuat pengetahuan yang diperoleh bertahan lebih lama. Salah satu model pembelajaran yang melibatkan interaksi antara guru dan siswa serta interaksi siswa dengan siswa adalah model pembelajaran kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh penerapan pembelajaran kolaboratif  terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas XI SMA Negeri 6 Malang  dalam mempelajari materi hidrolisis garam.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu dengan model post test only design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMAN 6 Malang. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dan diperoleh dua kelas, yaitu kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen yang dibelajarkan dengan pembelajaran kolaboratif, dan kelas XI IPA 4 sebagai kelas kontrol yang dibelajarkan dengan model pembelajaran diskusi. Instrumen penelitian divalidasi dengan tingkat validasi 90 % dengan kriteria sangat baik. Analisis data dilakukan dengan uji t pada nilai a = 0,05. Analisis statistik dengan uji-t independent sample test digunakan untuk menguji perbedaan hasil belajar kognitif siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitiaan menunjukkan rata-rata hasil belajar kognitif siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kolaboratif (64,12) lebih tinggi dibandingkan  rata-rata hasil belajar kognitif siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran diskusi adalah (51,36)

    Efektivitas HCl dan HNO3 Sebagai Digestor dalam Sedimen Sungai untuk Analisis Cd Menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA)

    No full text
    ABSTRACT Tangkeallo, Fernando Sanrego., 2016. Efektivitas HCl dan HNO3 Sebagai Digestor dalam Sedimen Sungai untuk Analisis Cd Menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Skripsi. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Yudhi Utomo, M.Si. (II) Dr. Sc. Anugrah Ricky Wijaya, M.Sc.Kata Kunci : Digesti, Cd, HCl, HNO3, Sedimen Sungai Sedimen merupakan material padat yang terbentuk dari proses yang bersumber dari alam dan aktivitas dari manusia. Sedimen terdiri dari berbagai material organik dan anorganik salah satunya yaitu logam berat. Logam berat yang terkandung di dalam sedimen berikatan dengan anion organik dan anorganik sehingga perlu digestor untuk memutuskan ikatan dan lebih mudah untuk dianalisis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi HCl, HNO3, dan campuran keduanya dalam analisis Cd pada proses digesti sedimen serta mengetahui perbandingan kadar Cd efektif pada proses digesti sedimen menggunakan pelarut kondisi efektif dengan akuaregia.Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu: (1) preparasi sampel; (2) proses digesti pada sedimen menggunakan pelarut HCl, HNO3, dan campurannya dengan variasi konsentrasi pada suhu 130°C selama 3 jam; (3) proses pengujian garam Cd(NO3)2.4H2O (4) perbandingan kadar Cd2+ menggunakan larutan akuaregia dan pelarut kondisi efektif. Hasil  penelitian ini mengindikasikan kondisi efektif yang diperoleh yakni 0.14 ppm dengan menggunakan 50 mL larutan HNO3 3 M. Hasil tersebut lebih tinggi jika dibandingkan pelarutan menggunakan akuaregia sebanyak 0.08 ppm. 

    Identifikasi Pemahaman Siswa pada Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Melalui Tes Diagnostik Pilihan Ganda Dua Tingkat

    No full text
    ABSTRACT Meilia, Pradilla. 2016. Identifikasi Pemahaman Siswa pada Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Melalui Tes Diagnostik Pilihan Ganda Dua Tingkat. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H.  Dermawan Afandy, M.Pd., (II) Dr. H. Yudhi Utomo, M.Si.Kata-Kata Kunci: tes diagnostik, pilihan ganda, dua tingkat, kelarutan, hasil kali kelarutan.Ilmu kimia mencakup materi yang amat luas yang terdiri dari fakta, konsep, aturan, hukum, prinsip dan teori, sehingga sebagian besar konsep dalam materi ilmu kimia bersifat abstrak dan menuntut kemampuan intelektual yang tinggi untuk dipelajari. Pada kenyataannya, peserta didik sering membangun sebuah pemahaman yang tidak lengkap atau salah dalam menyimpulkan suatu materi kimia yang telah dipelajari. Oleh karena itu, diperlukan upaya penilaian untuk mengetahui tingkat pemahaman dan kesalahan konsep peserta didik pada materi kimia yang sudah diajarkan sehingga guru dapat merancang perbaikan pembelajaran untuk kedepannya. Namun, teknik penilaian yang sering digunakan untuk mengukur pemahaman kognitif siswa adalah tes tulis pilihan ganda satu tingkat dan uraian yang kurang tepat untuk mendiagnosis kesalahan konsep peserta didik. Berkaitan dengan hal itu, maka peneliti ingin mengidentifikasi pemahaman peserta didik menggunakan tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat. Tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat merupakan tes diagnostik yang terdiri atas dua bagian. Bagian pertama berisi pertanyaan dengan pilihan jawaban dan bagian kedua berisi pilihan alasan-alasan yang mengacu pada pilihan jawaban di bagian pertama.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengungkap pemahaman peserta didik pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan melalui tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang diperoleh pada penelitian ini dianalisis secara kuantitatif, sedangkan objek/subjek yang diteliti dideskripsikan untuk mengungkap pemahaman dan kesalahan konsep siswa pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap yaitu tahap pengembangan butir soal, tahap validasi dan uji coba serta tahap aplikasi perangkat tes.  Berdasarkan analisis kualitas soal yang meliputi: (1) uji indeks kesukaran butir soal diperoleh 14 soal dengan kesukaran sedang, 7 soal sukar dan 3 soal mudah, (2) uji indeks daya beda butir soal dihasilkan  4 soal dengan kriteria sangat baik, 16 soal dengan kriteria baik dan 4 soal dengan kriteria cukup, (3) uji validitas butir soal diperoleh 23 soal valid dan 1 soal tidak valid, (4) nilai reliabilitas tes adalah sebesar 0,914 dengan kriteria sangat tinggi. Hasil penelitian menyatakan bahwa persentase pemahaman peserta didik terhadap konsep kesetimbangan larutan garam sukar larut (52,6%),  kelarutan garam sukar larut (55,3%),   larutan belum jenuh, larutan jenuh dan larutan lewat jenuh (56,2%) serta faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan zat (53,4%) termasuk dalam kriteria cukup. Persentase pemahaman peserta didik terhadap hasil kali kelarutan (66,1%) termasuk dalam kriteria baik. Persentase pemahaman peserta didik terhadap konsep pengendapan (37,2%) dan hubungan Ksp dengan pH larutan (30,6%) termasuk dalam kriteria kurang seka

    Uji Toksisitas Ekstrak Metanol dan Fraksi n-Heksana Batang Kenikir (Cosmos caudatus) terhadap Artemia salina serta Isolasi Salah Satu Komponen Penyusunnya

    No full text
     Kenikir (Cosmos caudatus) merupakan salah satu tumbuhan yang tumbuh subur di daerah tropis. Sebagian masyarakat memanfaatkan kenikir pada daunnya saja sedangkan batangnya tidak dimanfaatkan dan menjadi limbah, padahal dalam batang kenikir terdapat komponen-komponen yang cukup potensial. Penelitian tentang batang kenikir telah dilakukan, namun hanya fokus pada kandungan ekstraknya saja, sedangkan daun kenikir sudah diteliti sampai tingkat toksisitas. Oleh karena itu diperlukan penelitian lebih lanjut tentang toksisitas batang kenikir dengan menggunakan hewan uji Artemia salina. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan sifat toksik ekstrak metanol batang kenikir terhadap Artemia salina, (2) menentukan sifat toksik fraksi n-heksana batang kenikir terhadap Artemia salina, (3) mengidentifikasi salah satu komponen hasil isolasi fraksi n-heksana batang kenikir.   Tahapan dalam penelitian ini adalah (1) preparasi sampel , (2) ekstraksi batang kenikir, (3) uji fitokimia, (4) uji toksisitas terhadap Artemia salina, (5) analsisis secara kromatografi lapis tipis, (6) pemisahan senyawa secara kromatografi kolom gravitasi dan kromatografi lapis tipis preparatif, (7) identifikasi senyawa hasil isolasi secara organoleptik dan secara spektrofotometri IR.  Ekstrak metanol dan fraksi n-heksana batang kenikir bersifat toksik terhadap Artemia salina dengan  LC50 berturut-turut 689 ppm dan 403 ppm, komponen hasil isolasi fraksi n-heksana berupa padatan tidak berwarna, mempunyai gugus fungsi OH, gugus C=C aromatik, C-H alifatik, dan gugus C-O eter serta positif uji golongan flavonoid. Komponen ini diduga merupakan senyawa golongan flavonoid. 

    Kajian Pengaruh Suhu terhadap Pembentukan Silika Gel dari Sekam Padi dengan Metod Sol-Gel dan Aplikasinya sebagai Penyerap Senyawa Kairomon

    No full text
    ABSTRAK   Larasati, Gebby. 2014. Kajian Pengaruh Suhu terhadap Pembentukan Silika Gel dari Sekam Padi dengan Metode Sol-Gel dan Aplikasinya sebagai Penyerap Senyawa Kairomon. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D, (II) Dr. Sc. Anugrah Ricky Wijaya, M.Sc.   Kata Kunci: Abu sekam padi, adsorpsi, kairomon, silika gel. Proses adsorpsi adalah proses penyerapan partikel suatu cairan maupun gas oleh suatu padatan hingga terbentuk lapisan tipis pada permukaan adsorben. Kandungan silika yang tinggi dalam abu sekam padi berpotensi besar sebagai bahan dasar pembuatan media berpori berbasis silika seperti silika gel. Salah satu metode yang digunakan dalam pembuatan silika gel yaitu dengan metode sol-gel. Silika gel dapat dimanfaatkan sebagai fasa diam (adsorben) untuk keperluan adsorpsi golongan senyawa kairomon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengekstraksi dan mengarakterisasi silika dari abu sekam padi, (2) mengetahui pengaruh suhu selama proses pembentukan gel terhadap silika gel sekam padi yang dihasilkan dan (3) mengetahui serapan silika sekam padi terhadap adsorpsi senyawa kairomon. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dan dilakukan di laboratorium Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Penelitian ini terdiri dari 5 tahap, yaitu (1) preparasi abu sekam padi,(2) pembuatan silika gel dari abu sekam padi dengan variasi suhu 25°C, 55°C dan 80°C (3) karakterisasi silika gel abu sekam padi yang meliputi analisis SEM, penentuan massa jenis, kadar air, kadar abu, dan daya serap terhadap larutan iod,(4) ekstraksi senyawa kairomon dari tanaman padi, dan (5) pengujian efektivitas silika gel abu sekam padi terhadap adsorpsi senyawa kairomon dengan metode Batch. Hasil penelitian adalah (1) pembentukan silika gel abu sekam padi terbaik pada suhu 80°C berupa serbuk berwarna putih bertekstur lebih halus dan memiliki ukuran partikel yang lebih homogen (2) hasil karakterisasi silika sekam padi pada suhu pembentukan gel 80°C hampir dua kali lebih besar dibandingkan pembentukan gel pada suhu 25°C dan 55°C dengan kadar air sebesar 2,39 %; kadar abu 1,74 %; massa jenis 1,49 g/mL dan daya serap terhadap I2 sebesar 3,05 %. (3) Hasil adsorpsi senyawa kairomon dalam pelarut aseton lebih maksimal dibandingkan dalam pelarut n-heksana, terbukti dari penurunan nilai absorbansi di panjang gelombang yang sama pada data spektrum UV-Vis. ABSTRACT   Larasati, Gebby. 2014. Study of Temperature’s Effect on Silica Gel from Rice Husk Ash Using Sol-Gel Method and Its Application as Adsorbent for Kairomones. Undergraduate Thesis, Chemistry Department, Faculty of Mathematics and Science, State University of Malang. Advisors: (I) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D, (II) Dr. Sc. Anugrah Ricky Wijaya, M.Sc.   Keywords: rice husk ash, adsorption, kairomones, silica gel. Adsorption is a process of liquid or gaseous particles which are adsorbed by solid surface until a thin layer is formed. The high content of silica from rice husk ash makes it a suitable raw material for silica gel production through the sol-gel method. This silica gel can then be used as an adsorbent material for kairomone compounds. The objectives of this research are to extract and characterized silica form rice husk ash, to understand the effect of temperature to produce suitable silica gel, and to understand the pattern of adsorption of kairomone compounds on the silica gel produced from rice husk ash. This is an experimental procedure and it was done in the chemistry laboratory Faculty of Mathematics and Science, State University of Malang. There were 5 steps for this research: (1) preparation of rice husk ash; (2) production of silica gel from rice husk ash with temperature variations 25°C, 55°C, and 80°C; (3) characterization of silica gel from rice husk ash including SEM analysis, determination of density, moisture content, ash content, and adsorption ability on iodine solution; (4) extraction of kairomone compounds from rice plants; and (5) determination the effectiveness of silica from rice husk ash for adsorption of kairomones using Batch method. The results were (1) silica gel produced from rice husk ash gave the best product at 80°C, shown as white powder with softer texture and higher similarity in size compared to the results at 25°C and 55°C; (2) characterization of produced silica gel from rice husk ash at 80°C was better when compared to 25°C and 55°C, with the moisture content 2.39%, ash content 1.74%, density 1.49 g/mL, and adsorption ability on iodine solution 2.39%; (3) the adsorption kairomone compounds using acetone as solvent gave a better result compared to n-hexane as solvent, as shown by the decreasing of absorbance at the same wavelength at spectrum UV-Vis data

    Studi Struktur Keadaan Transisi Metilasi Kuersetin Menggunakan Metode Density Functional Theory

    No full text
    ABSTRAK   Anggraeny, Yeny Puspita. 2016. Computational Study of Transition State Methylation of  Quercetin with Density Functional Theory Method. Undergraduate. Department of Chemistry. Faculty of Mathematical and Natural Sciences. State University of Malang. Mentors : (I) Dr. Siti Marfu’ah, M.S. (II) Dr. Yahmin, S.Pd.,M.Si.   Keyword: quercetin , DFT, methylation, structure of transition state. Quercetin is a flavonoid with antioxidants  compounds. From the quercetin compound can produce other compounds that have antioxidant activity which is larger by methylation hydroxyl groups. Methylation reaction of quercetin have been done with experimentally and already known the final product but the structure of the transition state and activation energy is not yet known. Therefore, theoretically the research conducted to determine (1) the activation energy methylation quercetin and (2) the reactivity of the group 3’-OH, 4’-OH and 5-OH in the methylation reaction of quercetin. This theoritical study consists of four phases: (1) modeling of reactant molecules and products (2) optimization of geometry and calculating the energy of the reactants and products (3) calculation of transition state energy (4) calculation of Intrinsic Reaction Coordinate (IRC). The method used is DFT with B3LYP hybrid function and the base set 6-311G +. From research on methylation of  quercetin is obtained three transition state structures that is the transition state of methylation  3’-OH , the transition state of methylation  4’-OH and the transition state of methylation 5-OH. The activation energy (Ea) methylation of  3’-OH amounted 117,778  kcal/mol , The activation energy (Ea) methylation of  4’-OH amounted 31,091 and  the activation energy methylation of 5-OH amounted  93,308 kcal/mol. The activation energy methylation of  4’-OH has a lowest value, so reaction rate of  methylation 4’-OH fastest. This means that 4’-OH has greatest reactivity in the methylation reaction.   ABSTRAK   Kuersetin  merupakan salah satu senyawa golongan flavonoid yang bersifat antioksidan. Dari senyawa kuersetin dapat dihasilkan senyawa lain yang memiliki aktivitas antioksidan yang lebih besar yaitu dengan memetilasi gugus hidroksil. Reaksi metilasi kuersetin telah dilakukan secara eksperimen dan  sudah diketahui produk akhir yang dihasilkan tetapi energi aktivasinya belum  diketahui. Oleh karena itu dilakukan penelitian secara teoritis untuk mengetahui (1) energi aktivasi metilasi kuersetin dan (2) reaktivitas gugus 3’ -OH, 4’ -OH, dan 5 -OH pada reaksi metilasi kuersetin. Penelitian ini terdiri dari empat tahapan yaitu (1) optimasi geometri dan perhitungan energy reaktan dan produk, (2) optimasi geometri keadaan transisi, (3) perhitungan energi keadaan transisi, dan (4) perhitungan Intrinsic Reaction Coordinate (IRC) struktur keadaan transisi. Metode yang digunakan adalah DFT dengan fungsi hybrid B3LYP dan himpunan basis 6-311G+. Penelitian mengenai metilasi kuersetin menghasilkan tiga struktur keadaan transisi yaitu keadaan transisi metilasi 3’-OH, metilasi 4’-OH dan metilasi 5-OH. Energi aktivasi (Ea) metilasi 3’-OH adalah sebesar 117,778 kkal/mol, energi aktivasi 4’-OH 31,091 kkal/mol dan energi aktivasi metilasi 5-OH adalah sebesar 93,308 kkal/mol. Energi aktivasi metilasi 4’-OH mempunyai nilai yang lebih rendah daripada metilasi 3’-OH dan metilasi 5-OH sehingga laju reaksi metilasi 4’-OH lebih cepat daripada 3’-OH dan 5-OH. Hal ini berarti 4’-OH memiliki kereaktifan yang lebih besar daripada 3’-OH dan 5-OH pada reaksi metilasi

    0

    full texts

    1,785

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇