SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1785 research outputs found
Sort by
Studi Struktur Keadaan Transisi dan Energi Aktivasi Abstraksi Hidrogen pada Toluena dengan Radikal Nitrat Menggunakan Metode DFT dan MP2
ABSTRAK Rosid, M. F. 2017. Studi Struktur Keadaan Transisi dan Energi Aktivasi Abstraksi Hidrogen pada Toluena dengan Radikal Nitrat Menggunakan Metode DFT dan MP2. Skripsi, Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Yahmin, S.Pd., M.Si., (II) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M.S. Kata Kunci: Toluena, Radikal Nitrat, Struktur Keadaan Transisi, Energi Aktivasi, DFT, MP2Toluena merupakan salah satu hidrokarbon aromatik yang memiliki peran penting dalam pembentukan VOC (Volatile Organic Compounds) dan memiliki reaktivitas tinggi dalam pembentukan SOA (Seconder Organic Aerosol) diatmosfer. Di lapisan atmosfer, salah satu proses penghilang toluena adalah reaksinya pada wujud gas dengan radikal NO3 pada malam hari. Reaksi tersebut menyebabkan terbentuknya polusi di udara. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi dampak tersebut. Salah satunya meneliti reaksi-reaksi yang terjadi pada toluena, terutama reaksi oksidasi pada toluena. Pada studi ini struktur keadaan transisi dan energi aktivasi abstraksi hidrogen pada toluena dengan radikal nitrat diteliti menggunakan metode kimia komputasi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur keadaan transisi, energi aktivasi dan jalur utama pada temperatur kamar reaksi abstraksi hidrogen pada toluena dengan radikal NO3 menggunakan metode DFT. Tahapan kerja dalam penelitian teoritis ini terdiri enam tahap, yaitu (1) menggambar struktur reaktan dan produk, (2) optimasi geometri dan perhitungan frekuensi vibrasi reaktan, (3) optimasi geometri dan perhitungan frekuensi vibrasi produk, (4) pencarian struktur keadaan transisi dan perhitungan frekuensi vibrasinya, (5) perhitungan energi keadaan transisi, (6) perhitungan Intrinsic Coordinate Reaction (IRC). Perhitungan optimasi geometri dan frekuensi dilakukan dengan menggunakan metode DFT B3LYP. Perhitungan energi keadaan transisi dilakukan dengan metode MP2 (Second-Order Moller-Plesset Perturbation Theory). Himpunan basis yang digunakan untuk perhitungan optimasi, frekuensi vibrasi, dan energi adalah 6-311G(d,p). Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaksi abstraksi hidrogen pada toluena dengan radikal nitrat menghasilkan enam macam struktur keadaan transisi, yakni: (1) abtraksi hidrogen pada rantai samping (TS-S, Ea = 0,509 Kkal/mol), (2) abstraksi hidrogen cincin posisi orto (TS-Oa, Ea = 12,302 Kkal/mol), (3) abstraksi hidrogen cincin posisi orto (TS-Ob, Ea = 12,017 Kkal/mol), (4) abstraksi hidrogen cincin posisi meta (TS-Ma, Ea = 12,278 Kkal/mol), (5) abstraksi hidrogen cincin posisi meta (TS-Mb, Ea = 12,363 Kkal/mol), (6) abstraksi hidrogen cincin posisi para (TS-P, Ea = 12,746 Kkal/mol). Keadaan transisi TS-S merupakan yang paling stabil, sehingga jalur utama reaksi abstraksi hidrogen toluena dengan radikal nitrat adalah radikal benzil
Identifikasi Kesulitan Siswa dalam Memahami Materi Hidrolisis Garam Menggunakan Instrumen tes Pilihan Ganda Beralasan
ABSTRAK Mabruri, Muhamad Rif’an. 2017. Identifikasi Kesulitan Siswa dalam Memahami Materi Hidrolisis Garam Menggunakan Instrumen Tes Pilihan Ganda Beralasan. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Muhammad Su’aidy, M.Pd. (2) Drs. H. Ridwan Joharmawan, M.Si. Kata kunci: Identifikasi Kesulitan, Hidrolisis Garam Hidrolisis garam adalah materi kimia yang mengandung konsep berurutan, aplikasi matematik, dan banyak membutuhkan prasyarat. Salah satu prasyarat tersebut adalah konsep asam basa. Bila prasyarat tersebut tidak dipahami oleh siswa, hal ini memungkinkan tejadi kesulitan dalam memahami materi hidrolisis garam. Kesulitan ini juga dapat terjadi pada siswa kelas XII MIA SMA Budi Utomo Perak karena menurut guru pengajar kimia di SMA Budi Utomo Perak, penguasaan konsep asam basa siswa masih kurang. Oleh karena itu, perlu adanya identifikasi mengenai kesulitan siswa kelas XII MIA SMA Budi Utomo Perak dalam memahami materi hidrolisis garam. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui persentase siswa kelas XII MIA SMA Budi Utomo Perak yang mengalami kesulitan dalam memahami materi hidrolisis garam yang meliputi sub materi (1) pengertian hidrolisis garam, (2) sifat larutan garam, (3) tetapan hidrolisis garam, dan (4) pH larutan garam. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang besifat mengidentifikasi kesulitan yang dialami oleh siswa kelas XII MIA SMA Budi Utomo Perak dalam memahami materi hidrolisis garam. Populasi pada penelitian adalah siswa kelas XII MIA SMA Budi Utomo Perak. Sampel pada penelitian ini adalah XII MIA 8 yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes pilihan ganda yang disertai alasan terbuka dari siswa terdiri dari 22 soal. Instrumen sudah melalui tahap uji validitas dan uji reliabilitas dengan nilai 0,844. Setelah data terkumpul, kemudian di analisis menggunakan teknik statistik deskriptif melalui penghitungan persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (a) cukup banyak (56,0%) siswa yang mengalami kesulitan dalam menjelaskan pengertian hidrolisis garam, (b) banyak (75,8%) siswa yang mengalami kesulitan dalam menentukan sifat larutan garam. (c) sedikit (6,0%) siswa yang mengalami kesulitan dalam menentukan tetapan hidrolisis garam, (d) sedikit (27,2%) siswa yang mengalami kesulitan dalam menentukan pH larutan garam. Secara umum cukup banyak (41,3%) siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi hidrolisis garam. Kesulitan paling banyak dialami siswa adalah menentukan sifat larutan garam yaitu dengan persentase kesulitan sebesar 75,8%
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) Dipadu dengan Make a Match untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X MIPA pada Pokok Materi Reaksi Redoks di SMA Negeri 10 Malang
ABSTRAK Penurunan kualitas belajar siswa mengindikasikan bahwa perlu adanya upaya terus menerus dalam meningkatkan kualitas belajar. Pembelajaran kooperatif TSTS dipadu dengan Make a Match pada materi reaksi redoks, merupakan metode belajar yang digunakan oleh guru. Kegiatan pembelajaran tersebut membuat siswa menjadi lebih aktif, tidak membosankan dan membuat siswa belajar lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kognitif siswa dengan menggunakan suatu metode belajar yang menyenangkan, yakni kooperatif TSTS dipadu dengan Make a Match dan kooperatif TSTS saja. Rancangan Penelitian yang digunakan adalah Post Test Only Design dengan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cluster Random Sampling. Data dikumpulkan dengan tes objektif yang terdiri dari 30 butir soal yang valid dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,884. Data dianalisis dengan uji-t dua pihak dengan α = 0,05. Hasil uji hipotesis dari data hasil belajar kognitif siswa, disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar. Nilai rata-rata hasil belajar pada kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS dipadu dengan Make a Match sebesar 80,4 dan nilai rata-rata hasil belajar kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS saja sebesar 74,9. Berdasarkan analisis kesulitan tiap submateri ternyata siswa mengalami kesulitan terbesar pada submateri menentukan bilangan oksidasi unsur, senyawa, ion, maupun molekul
SINTESIS DAN KARAKTERISASI SENYAWA KOMPLEKS DARI BESI(III) KLORIDA DENGAN LIGAN ISOKUINOLINA DAN KALIUM TIOSIANAT
ABSTRAK Reaksi mangan(II) nitrat dengan ligan isokuinolina dan kalium tiosianat pada stoikiometri 1 : 4 : 2 menghasilkan senyawa kompleks molekuler [Mn(C9H7N)4(SCN)2]. Senyawa kompleks tersebut memiliki geometri di sekitar atom pusat oktahedral terdistorsi. Mangan(II) memiliki jari-jari kation yang lebih besar dari besi(III) (81,0 pm dan 78,5 pm). Jari-jari kation mangan(II) dan besi(III) memiliki perbedaan yang kecil karena merupakan ion logam transisi yang berasal dari satu periode. Penelitian bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi senyawa kompleks dari besi(III) klorida dengan ligan isokuinolina dan kalium tiosianat pada stoikiometri 1 : 4 : 2 serta memprediksi struktur hasil senyawanya. Sintesis senyawa kompleks menggunakan metode reaksi langsung dengan mereaksikan besi(III) klorida dan isokuinolina pada stoikiometri 1:4 dalam pelarut metanol membentuk senyawa kompleks I. Kemudian kompleks I direaksikan dengan kalium tiosianat pada perbadingan 1:2. Kristal hasil sintesis diuji titik leburnya untuk mengetahui kebaruan, kemurnian, dan kestabilan termalnya. Uji daya hantar listrik (DHL) dan uji kualitatif ion klorida untuk menentukan senyawa kompleks hasil sintesis merupakan senyawa ionik atau molekuler. Analisis EDX digunakan untuk mengetahui rumus empiris senyawa kompleks. Analisis FT-IR untuk mengidentifikasi gugus fungsi dari ligan isokuinolina dan kalium tiosianat. Berdasarkan rumus empiris, uji DHL, uji kualitatif ion klorida, dan analisis FT-IR yang diperoleh maka rumus kimia dan struktur senyawa tersebut dapat diprediksi. Penentuan energi bebas prediksi struktur menggunakan Gaussian 09W. Struktur senyawa kompleks yang memenuhi adalah struktur dengan energi bebas terendah. Senyawa hasil sintesis berupa kristal balok berwarna hitam kemerahan dengan titik lebur 217-219°C. Hal ini mengindikasikan senyawa baru, dan murni. Hasil uji DHL dan uji kualitatif ion klorida menunjukkan senyawa kompleks molekuler. Analisis EDX menunjukkan senyawa kompleks mengandung 12,06% atom N, 23,34% atom S, dan 12,90% atom Fe, serta memiliki rumus empiris C14H15FeN4O2S3.. Data spektrum IR menunjukkan tiga serapan kuat pada 1639,49 cm-1 mengindikasikan vibrasi ulur C=N dari ligan isokuinolina, pada 2040,69 cm-1 yang khas dengan vibrasi ulur C≡N dari ligan ion tiosianat, serta 1278,81cm-1 dan 3080,32 cm-1 mengindikasikan vibrasi ulur C-O dan O-H. Prediksi rumus molekul kompleks hasil sintesis adalah [Fe(C9H7N)(CH3OH)2(NCS)3] dengan energi bebas -3322.449 kJ/mol yang berbeda dengan kompleks [Mn(C9H7N)4(SCN)2]. Hal ini karena ligan isokuinolina merupakan ligan ruah yang terikat pada besi(III) dengan jari-jari ion lebih kecil daripada mangan(II), sehingga isokuinolina digantikan oleh pelarut metanol sebagai ligan untuk mengimbangi bilangan koordinasi besi(III)
Isolasi, Karakterisasi, dan Uji Toksisitas Ekstrak Etil Asetat Kernel Biji Mangga (Mangifera indica Linn) Varietas Manalagi terhadap Larva Artemia salina Leach
ABSTRAK Buah mangga termasuk kelompok buah batu yang berdagingdengan ukuran dan bentuk yang sangat beragam, salah satunya adalah mangga manalagi yang berbentuk bulat. Kernel biji mangga mengandung tannin, flavon, karbohidrat,lemak, dan polifenol. Tujuan penelitian ini adalah: (1) memperoleh informasi mengenai komponen penyusun yang terdapat dalam ekstrak etil asetat kernel biji mangga manalagi, (2) memperoleh informasi mengenai toksisitas ekstrak etil asetat kernel biji mangga manalagi terhadap Artemia salina Leach menggunakan metode BSLT, dan (3) memperoleh informasi mengenai golongan senyawa penyusun kernel biji mangga manalagi dalam pelarut etil asetat. Penelitian yang dilakukan terdiri dari tujuh tahap. Tahap 1, preparasi sampel meliputi pengumpulan, pengeringan, pembuatan serbuk kernel biji mangga manalagi, dan penimbangan. Tahap 2, ekstraksi serbuk kernel biji mangga manalagi dengan pelarut etil asetat menggunakan metode maserasi. Tahap 3, uji fitokimia ekstrak etil asetat kernel biji mangga manalagi. Tahap 4, uji toksisitas ekstrak etil asetat kernel biji mangga manalagi terhadap larva Artemia salina dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Tahap 5, analisis ekstrak etil asetat kernel biji mangga manalagi secara kromatografi lapis tipis (KLT). Tahap 6, isolasi senyawa dari ekstrak etil asetat kernel biji mangga manalagi dengan kromatografi lapis tipis preparatif (KLTP). Tahap 7, karakterisasi senyawa hasil isolasi meliputi wujud, warna, uji fitokimia, dan identifikasi gugus fungsi secara spektrofotometri IR. Ekstrak etil asetat kernel biji mangga manalagi mengandung senyawa golongan tannin, flavonoid, dan saponin. Uji toksisitas pada ekstrak etil asetat kernel biji manalagi didapatkan nilai LC50 yaitu sebesar 5888 ppm. Hasil isolasi dari ekstrak etil asetat kernel biji mangga manalagi menghasilkan 3 senyawa yaitu K1, K2, dan K3. Komponen K1 berwujud padat dan berwarna putih, memiliki gugus O-H, ikatan C-H alifatik, ikatan C=C aromatik, ikatanC-H alkana, ikatan C-O eter, dan ikatan C-H aromatik yang mengindikasikan golongan tannin.Komponen K2 berwujud padat dan berwarna putih, memiliki gugus O-H, ikatan C-H alifatik, ikatan C=C aromatik, ikatan C-H alkana, ikatan C-O eter, ikatan =C-H alkena, dan ikatan C-H aromatik yang mengindikasikan golongan flavonoid.Komponen K3 berwujud padat dan berwarna putih, memiliki gugus O-H, ikatan C-H alifatik, gugus C=O ester, ikatan C=C aromatik, ikatan C-H alkana, ikatan C-O eter, dan ikatan C-H aromatik yang mengindikasikan golongan flavonoid
Pengembangan Buku Petunjuk Praktikum Kimia SMA/MA Kelas X Berbasis Learning Cycle 5E
ABSTRAK Setyowati, Wahyu.2016. Pengembangan Buku Petunjuk Praktikum Kimia SMA/MA Kelas X Berbasis Learning Cycle 5E. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fauziatul Fajaroh, M.S dan (2) Drs. H. Parlan, M.Si. Kata kunci: pengembangan, buku petunjuk praktikum kimia, Learning Cycle 5E. Kegiatan laboratorium dalam pembelajaran kimia akan berlangsung efektif bila ditunjang dengan adanya buku petunjuk praktikum yang memadai. Hasil wawancara penulis dengan3 guru kimia di sekolah yang berbeda menunjukkan bahwa 3 sekolah tersebut sudah memiliki peralatan laboratorium yang lengkap, namun buku petunjuk praktikum yang ada di sekolah tersebut masih sangat terbatas. Di sekolah-sekolah tersebut masih digunakan petunjuk praktikum yang terdapat di buku paket kimia SMA ataupun di modul kimia buatan Tim Edukatif HTS (Hayati Tumbuh Subur). Petunjuk praktikum yang digunakan masih seperti buku resep, sehingga kurang memberi kesempatan peserta didik untuk berperan aktif dalam melakukan dan mengembangkan ketrampilan proses. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengembangan buku petunjuk praktikum yang mampu memberikan solusi untuk permasalahan tersebut. Pengembangan buku petunjuk praktikum kimia berbasis Learning Cycle 5E adalah suatu proses sistematis dalam merancang dan menyusun buku petunjuk praktikum kimia berbasis model pembelajaran Learning Cycle 5E. Tujuan pengembangan buku petunjuk praktikum ini adalah untuk menghasilkan dan menguji kelayakan buku petunjuk praktikum kimia SMA kelas X berbasis Learning Cycle 5E. Penelitian pengembangan ini menggunakan lima langkah dari kesepuluh langkah dalam model penelitian pengembangan menurut Borg dan Gall yaitu (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji coba lapangan awal, (5) revisi produk awal. Produk pengembangan diuji coba melaui proses validasi isi dan uji keterbacaan terbatas. Validasi isi dilakukan oleh 1 dosen jurusan kimia UM dan 2 guru kimia dari dua SMA yang berbeda. Sedangkan, uji keterbacaan terbatas dilakukan terhadap 10 peserta didik SMA kelas X MIA. Instrumen pengumpulan data berupa angket dengan skala Likert serta lembar komentar dan saran. Jenis data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik perhitungan nilai rata-rata dan teknis analisis persentase. Berdasarkan hasil validasi diperoleh nilai rata-rata 3,17 dengan kriteria valid untuk buku guru dan 3,19 dengan kriteria valid untuk buku peserta didik. Hasil uji keterbacaan terbatas terhadap peserta didik SMA kelas X MIA SMAN 10 Malang diperoleh persentase80,4% dengan kriteria tingkat keterbacaan tinggi. Berdasarkan hasil validasi dan uji keterbacaan terbatas menunjukkan bahwa buku petunjuk praktikum kimia SMA/MA kelas X berbasis Learning Cycle 5E ini sudah memenuhi kriteria layakdan mudah dibaca.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENGEKSPLISITKAN HAKIKAT SAINS (NOS) DAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN
Abstrak Solihhuddin, Muhammad. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Menggunakan Pendekatan Saintifik untuk Mengeksplisitkan Hakikat Sains (NOS) dan Berpikir Kritis pada Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Sri Rahayu, Ph.D, (II) Drs. Prayitno, M.Pd. Kata kunci:bahan ajar, literasi sains, pendekatan saintifik, hakikat sains (NOS), berpikir kritis Pemerintah Indonesia melakukan reformasi di bidang pendidikan dengan menerapkan kurikulum 2013 yang menggunakan pendekatan saintifik. Pendekatan tersebut diyakini dapat meningkatkan literasi sains siswa di Indonesia yang saat ini masih tergolong sangat rendah.Menurut penilaian OECD melalui PISA, literasi sains siswa Indonesia menduduki peringkat 64 dari 65 negara. Hal ini dimungkinkan karena sebagian besar bahan ajar yang ada termasuk bahan ajar Kimia SMA/MA tidak memuat aspek hakikat sains (NOS) secara eksplisit dan kurang melatih kemampuan berpikir kritis. Oleh karena itu, perlu dikembangkan bahan ajar yang memuat hakikat sains (NOS) secara eksplisit dan mampu melatih kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan prototipe bahan ajar menggunakan pendekatan saintifik untuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan, serta mengetahui kelayakan prototipe bahan ajar tersebut melalui validasi ahli (2 orang dosen Jurusan Kimia) dan praktisi (1 orang guru mata pelajaran Kimia SMK dan 1 orang guru mata pelajaran Kimia SMA/MA). Penelitian pengembangan untuk menghasilkan prototipe bahan ajar ini menggunakan model 4D (four D model) yang dikemukakan oleh Thiagarajan (1974). Model 4D ini terdiri dari tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate).Namun, pengembangan yang dilakukan hanya terbatas pada tahap define, design, serta develop karena keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya.Data yang diperoleh pada pengembangan ini berupa data kuantitatif berdasarkan skor angket tanggapan dari validator ahli dan praktisi yang disusun dalam skala Likert, serta data kualitatif berdasarkan tanggapan dan saran-saran perbaikan yang diisi oleh validator ahli dan praktisi. Prototipe bahan ajar yang dihasilkan dari pengembangan ini terdiri dari buku siswa dan buku guru. Buku siswa memuat materi kelarutan dan hasil kali kelarutan,sedangkan buku guru berisi panduan guru, panduan materi, silabus, RPP, dan instrumen penilaian. Hasil validasi bahan ajar menunjukkan bahwa buku siswamemenuhi kriteria sangat layak (80,83%)dan buku guru juga memperoleh kriteria sangat layak (80,83%).Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa prototipe bahan ajar menggunakan pendekatan saintifikuntuk mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutansangat layak untuk diuji lapangan
REDUKSI TEMBAGA(II) MENJADI TEMBAGA(I) PADA SINTESIS SENYAWA KOMPLEKS TEMBAGA(II) KLORIDA DENGAN 1,3-BIS(DIFENILFOSFINO)PROPANA (dppp)
ABSTRAK Siaturohmah, Lis. 2015. Reduksi Tembaga(II) Menjadi Tembaga(I) Pada Sintesis Senyawa Kompleks Tembaga(II) Klorida dengan 1,3-Bis(difenilfosfino)propana (dppp). Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Effendy, Ph.D, (2) Dr. Fariati, M.Sc. Kata-kata kunci: sintesis, karakterisasi, senyawa kompleks, CuCl2, dppp Tembaga(I) klorida dan 1,3-bis(difenilfosfino)propana (dppp) menghasil-kan senyawa kompleks dimer molekuler [(dppp-P,Pʹ)Cu(μ-Cl)2Cu(dppp-P,Pʹ)]. Senyawa tersebut memiliki geometri tetrahedral terdistorsi di sekitar atom pusat-nya. Dppp pada senyawa kompleks tersebut berlaku sebagai ligan sepit bidentat dan ion klorida bertindak sebagai ligan jembatan. Senyawa kompleks dari tembaga(II) klorida dan dppp belum pernah dilaporkan. Senyawa kompleks yang terbentuk dari tembaga(II) klorida dan dppp mungkin memiliki struktur berbeda dengan senyawa kompleks [(dppp-P,Pʹ)Cu(μ-Cl)2Cu(dppp-P,Pʹ)] karena ukuran tembaga(II) lebih kecil dari tembaga(I). Tujuan dari penelitian adalah mensintesis dan menentukan struktur senyawa kompleks dari tembaga(II) klorida dan dppp. Sintesis senyawa kompleks dilakukan dengan mereaksikan CuCl2.2H2O dan dppp pada stoikiometri 1 : 1 dalam aseton. Senyawa kompleks hasil sintesis diukur titik leburnya untuk mengetahui kebaruan, kemurnian, serta kesetabilan termalnya. Analisis EDX digunakan untuk menentukan rumus empiris senyawa kompleks. Uji daya hantar listrik (DHL) dan uji kualitatif ion klorida digunakan untuk mengetahui jenis kompleks molekuler atau ionik. Berdasarkan rumus empiris, uji DHL, dan uji kualitatif ion klorida diperoleh beberapa rumus kimia senyawa kompleks yang memungkinkan. Berdasarkan rumus kimia ini dapat diprediksi struktur senyawa kompleks yang mungkin terbentuk. Energi bebas dari beberapa kemungkinan struktur dihitung menggunakan program SPARTAN ’14 V1.1.0. Struktur kompleks dengan energi bebas terendah dipilih sebagai struktur senyawa kompleks hasil sintesis. Reaksi antara CuCl2.2H2O dan dppp dengan stoikiometri 1 : 1 meng-hasilkan kristal tidak berwarna yang memiliki titik lebur 82-84°C. Data hasil pengukuran titik lebur menunjukkan bahwa senyawa kompleks yang terbentuk merupakan senyawa baru, murni, serta setabil. Analisis EDX memberikan rumus empiris C27H26ClCuP2 yang mengindikasikan bahwa tembaga(II) mengalami reduksi menjadi tembaga(I). Hasil uji DHL dan uji kualitatif ion klorida me-nunjukkan bahwa kompleks hasil sintesis merupakan senyawa kompleks molekuler dengan rumus kimia yang memungkinkan adalah [CuCl(dppp-P,P')] dan [(dppp-P, P')Cu(μ-Cl)2Cu(dppp-P,P')]. Energi bebas dari kedua kemungkinan struktur kompleks tersebut secara berturut-turut adalah -3798,4648 dan-11711,9383 kJ/mol. Energi bebas [(dppp-P,P')Cu(μ-Cl)2Cu(dppp-P,P')] adalah lebih rendah -4115,0087 kJ/mol dari dua kali energi bebas [CuCl(dppp-P,P')]. Oleh karena itu, senyawa yang diperoleh adalah dimer[(dppp-P,P')Cu(μ-Cl)2Cu(dppp-P,P')] yang memiliki geometri tetrahedral di sekitar atom pusatnya
Pengembangan Media Digital Berbasis Android Untuk Pembelajaran Materi Termokimia Kelas XI
ABSTRACT Wilanda, Nur Okta Ardi. 2016. Pengembangan Media Digital Berbasis Android Untuk Pembelajaran Materi Termokimia Kelas XI, Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang (UM). Pembimbing: (1) Drs. Parlan., M.Si., (II) Dr.Sc. Anugrah Ricky Wijaya., S.Si, M.Sc. Kata kunci: pengembangan, media digital, android, termokimia Kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik jika komponen-komponen pembelajaran tersebut sudah memadai. Salah satu komponen dalam kegiatan belajar dan mengajar tersebut adalah komponen media pembelajaran. Materi kimia mencakup tiga aspek yaitu makroskopik, submikroskopik dan simbolik. Untuk mengajarkan aspek submikroskopik guru memerlukan media pembelajaran yang dapat memvisualisasikan materi atau fenonmena yang tak kasat mata. Penggunaan smartphone dalam kehidupan masyarakat sudah sangat luas terutama pada kalangan siswa khususnya smartphone berbasis android. Oleh karena itu, media pembelajaran yang dapat dijalankan pada perangkat smartphone berbasis android perlu dikembangkan sebagai salah satu alternatif. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan media digital berbasis android pada materi termokimia kelas XI. Penelitian pengembangan ini menggunakan metode 4D dengan tahap define, design, develop dan disseminate. Tahap define dilakukan secara manual studi literatur. Tahap design dan develop dilakukan dengan bantuan aplikasi pihak ketiga yaitu adobe photosop CS6, adobe flash CC. Sementara tahapan disseminate tidak dilakukan karena keterbatasan waktu penelitian. Produk yang dihasilkan berformat APK yang dapat dipasang pada smartphone berbasis android dengan versi minimal 2.3 (Jelly Bean). Proses validasi produk pengembangan dilakukan oleh dosen ahli media, dosen ahli materi dan guru SMA serta uji keterbacaan siswa. Hasil validasi aspek media oleh dosen diperoleh skor 93,20 % yang menunjukkan bahwa media masuk dalam kriteria sangat layak. Validasi aspek materi oleh dosen dan oleh guru SMA diperoleh skor 83,40% menunjukkan bahwa materi sudah sangat layak. Hasil uji keterbacaan siswa diperoleh skor 81,79% menunjukkan produk masuk dalam kriteria sangat layak.
Adsorpsi-Desorpsi Hasil Ekstrak Tanaman Padi Terinfeksi Wereng Batang Coklat Pada Penjerap Silika Gel dan Silika Surfaktan
ABSTRACT Mustofa, Dana Ayu. 2016. Studi Adsorpsi-Desorpsi Hasil Ekstrak Tanaman Padi Terinfeksi Wereng Batang Coklat Pada Penjerap Silika Gel dan Silika Surfaktan. Skripsi, Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D. (II) Drs. H. Ridwan Joharmawan, M.Si.Kata Kunci : adsorpsi, desorpsi, ekstrak tanaman padi, silika gel, silika-surfaktan.Adsorpsi merupakan salah satu cara yang digunakan untuk pemisahan dalam kimia. Adsorpsi yaitu menjerap suatu senyawa dan melepaskan senyawa yang lain bergantung pada sifat adsorben dan adsorbat. Silika gel dan silika-surfaktan merupakan jenis adsorben yang sering digunakan dalam proses adsorpsi. Kedua adsorben diuji adsorpsi-desorpsinya dengan hasil ekstrak tanaman padi terinfeksi menggunakan analisis GCMS. Ekstrak padi terinfeksi di indikasikan mengandung senyawa kairomon yang digunakan sebagai atraktan parasitoid. Penelitian ini betujuan mengetahui adsorpsi desorpsi dari adsorben silika gel dan silika surfaktan. Penelitian ini diawali dengan mengekstrak tanaman padi terinfeksi hama wereng menggunakan pelarut metanol. Kemudian membuat media penjerap silika gel dari abu sekam padi dan silika yang ditambahkan surfaktan. Kedua adsorben dikarakterisasi untuk diuji fisik maupun uji BET. Adsorben silika gel dan silika-surfaktan ditetesi ekstrak tanaman padi dan ditutup rapat. Gas yang dilepas di ambil dengan menggunakan syring kemudian dianalisis menggunakan GC-MS sehingga dapat diketahui senyawa yang dilepas oleh kedua adsorben. Hasil penelitian menunjukkan bahwa silika gel dapat mendesorpsi lebih banyak senyawa dibanding silika surfaktan. Berdasarkan hasil GCMS silika gel memiliki kemampuan mendesorpsi lebih baik dibanding silika surfaktan. Silika surfaktan dapat menyerap hasil ektrak tanaman padi, tapi tidak dapat mendesorpsikannya kembali