SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1785 research outputs found

    PengembanganBahanAjar Struktur Atom dan Tabel Periodik Unsur dengan Model PembelajaranLearning Cycle 5E untuk Peserta Didik SMA/MA Kelas X Program IPA

    No full text
    ABSTRAK Berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman selama Kajian dan Praktik Lapangan (KPL) di salah satu sekolah di kota Malang, buku paket kimia Kurikulum 2013 tidak sepenuhnya digunakan. Guru masih perlu melengkapi dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), khususnya pada materi struktur atom dan tabel periodik unsur. Hal ini dikarenakan soal latihan yang ada pada buku paket dirasakan kurang oleh guru. Hasil pengamatan juga menunjukkan bahwa peserta didik banyak mengalami kesulitan dalam memahami materi struktur atom dan tabel periodik unsur. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dikembangkannya bahan ajar dengan menggunakan model pembelajaran learning cycle 5E. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengembangkan bahan ajar materi Struktur Atom dan Tabel Periodik Unsur menggunakan modellearning cycle5E, (2) untuk mengetahui validitas/kelayakan bahan ajar hasil pengembangan, dan (3) melakukan uji keterbacaan secara terbatas pada bahan ajar hasil pengembangan.Penelitian dan pengembangan ini mengadaptasi dari model pengembangan 4D menurut Thiagarajan dengan modifikasi. Penelitian dan pengembangan ini hanya sampai tahap tiga (develop). Untuk bahan ajar hasil pengembangan selanjutnya dilakukan uji kelayakan isi oleh validator yaitu, satu dosen kimia dan dua guru kimia SMA, selanjutnya uji keterbacaan pada peserta didik kelas X SMA. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket yang berisi skor penilaian disertai komentar dan saran. Penilaian yang diperoleh kemudian dianalisis dan digunakan sebagai pedoman untuk melakukan revisi. Hasil pengembangan berupa buku guru dan buku peserta didik dengan model pembelajaran learning cycle 5E pada materi struktur atom dan tabel periodik unsur. Hasil validasi isi bahan ajar (buku peserta didik dan buku guru) oleh validator, menunjukkan bahwa secara rata-rata memiliki nilai 85,96 dengan kriteria sangat layak. Hasil uji keterbacaan adalah 85,31 dengan kriteria sangat mudah dipahami dan menarik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan sangat layak untukdigunakan baik oleh peserta didik maupun guru, serta keterbacaan bahan ajar sangat mudah dipahami oleh peserta didik

    PENGARUH JENIS ALKOHOL PADA SINTESIS ALKIL ESTER DARI CPO MELALUI REAKSI TRANSESTERIFIKASI MENGGUNAKAN KATALIS HETEROGEN

    No full text
    ABSTRAK   Putra, M. Rizky Ghani. 2016. Pengaruh Jenis Alkohol pada Sintesis Alkil Ester dari CPO melalui Reaksi Transesterifikasi Menggunakan Katalis Heterogen. Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Aman Santoso, M.Si., (II) Dr. Sumari, M.Si.   Kata kunci: Crude palm oil (CPO), alkil ester, transesterifikasi, katalis CaO-MgO. CPO berkualitas rendah dapat dibuat alkil ester dengan reaksi transesterifikasi oleh alkohol. Jenis alcohol yang sering digunakan dalam reaksi transesterifikasi adalah metanol namun bersifat toksik, sehingga perlu alternatif jenis alcohol lain. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Sintesis alkil ester dari CPO melalui reaksi transesterifikasi menggunakan katalis heterogen CaO-MgO, (2) Mengetahui karakter alkil ester hasil sintesis dari CPO pada jenis alcohol berbeda. Penelitian ini terdiri dari 6 tahap yaitu: (1) rafinasi CPO, (2) penentuan karakter CPO, (3) penentuan angka asam lemak bebas CPO, (4) aktivasi katalis CaO-MgO, (5) sintesis alkil ester dari CPO dengan dua jenis alkohol, yaitu methanol dan etanol, (6) identifikasi komponen senyawa penyusun campuran alkil ester hasil sintesis dengan menggunakan GC-MS, serta karakterisasi alkil ester meliputi massa jenis, viskositas, indeks bias dan uji angka asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) alkil ester dapat disintesis dari CPO melalui reaksi transesterifikasi dengan metanol dan katalis CaO-MgO menghasilkan rendemen sebesar 85,72 %, (2) karakter metil ester hasil sintesis yaitu  massa jenis 0,86 g/mL, viskositas 3,23 cSt, indeks bias 1,44819, dan angka asam 0,747 mg KOH/g metil ester. Komponen metil ester dari CPO yaitu metil ester hasil sintesis berpotensi sebagai biodiesel, (3) produksi alkil ester hasil sintesis mengandung senyawa metil miristat (1,200 %), metil palmitat (40,637 %), metil linoleat (9,323 %) metil 7-oktadekenoat (42,986 %), dan metil stearat (4,427 %)

    Pengembangan Instrumen Penilaian Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SMA Kelas XI Pada Materi Larutan Penyangga

    No full text
    ABSTRAK   Rokhmah, Khaulatul Mustafida. 2017. Pengembangan Instrumen Penilaian Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SMA Kelas XI Pada Materi Larutan Penyangga. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Parlan, M.Si., (II) Drs. Dermawan Afandy, M.Pd.   Kata kunci: instrumen penilaian, kemampuan berpikir tingkat tinggi, larutan penyangga Kimia merupakan ilmu yang mencari jawaban atas pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana gejala-gejala alam yang berkaitan dengan komposisi, struktur, sifat, perubahan, dinamika, dan energi zat. Namun kenyataan di lapangan, pembelajaran IPA yang diterapkan di Indonesia pada umumnya hanya menuntut siswa untuk lebih banyak mempelajari konsep-konsep dan prinsip-prinsip tanpa melatih siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikirnya. Kemampuan berpikir yang diharapkan dari pembelajaran IPA adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kemampuan berpikir tingkat tinggi didefinisikan sebagai penggunaan pikiran secara lebih luas untuk memecahkan permasalahan dengan menggunakan kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan mengkreasi. Salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa melalui pengkondisian untuk berpikir melalui proses latihan menjawab soal yang berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat tinggi. Asesmen alternatif dapat mengukur keterampilan bekerja ilmiah, kemampuan berpikir tingkat tinggi, dan berbagai kemampuan (abilities) lainnya. Butir-butir soal yang dikembangkan dalam asesmen alternatif dapat melatih siswa untuk berpikir tingkat tinggi. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini untuk menghasilkan instrumen penilaian kemampuan berpikir tingkat tinggi materi larutan penyangga untuk siswa SMA yang valid dan reliabel. Penelitian ini menggunakan model Research and Development (R & D) yang dikembangkan oleh Borg dan Gall. Penelitian ini dilakukan hanya sampai lima tahap yaitu  penelitian dan pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan draf produk, uji coba lapangan awal, dan revisi hasil uji coba. Pengumpulan data diperoleh melalui hasil validasi oleh ahli instrumen penilaian dan uji coba empiris. Hasil validasi produk instrumen penilaian yang dikembangkan diperoleh persentase rata-rata sebesar 74% dengan kriteria layak. Hasil uji empiris soal pilihan ganda dan sebab-akibat diperoleh 24 soal yang valid dengan reliabilitas soal sebesar 0,769 dengan kriteria tinggi. Dari  hasil tersebut menunjukkan bahwa instrumen penilaian kemampuan berpikir tingkat tinggi yang dikembangkan pada materi larutan penyangga sudah valid dan reliabel untuk digunakan

    Uji Toksisitas Ekstrak Metanol Kernel Biji Mangga (Mangifera indica Linn) Varietas Manalagi terhadap Artemia salina dan Komponen Penyusunnya

    No full text
    ABSTRAK Buah mangga (Mangifera indica Linn) termasuk kelompok buah batu (drupa) yang berdaging, dengan ukuran dan bentuk yang berbeda-beda. Salah satu jenis mangga yang paling banyak ditanam di Jawa Timur adalah mangga manalagi. Bagian dari mangga yang paling banyak dimanfaatkan adalah daging buahnya sedangkan bijinya kurang dimanfaatkan. Bagian dalam biji mangga yaitu kernel biji banyak mengandung senyawa bioaktif yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui golongan senyawa-senyawa yang terkandung dalam kernel biji mangga (Mangifera indica Linn) varietas manalagi yang diekstrak dengan menggunakan pelarut metanol, (2) Menentukan toksisitas ekstrak metanol kernel biji mangga (Mangiifera indica Linn) terhadap Artemia salina, (3) Mengidentifikasi salah satu komponen hasil isolasi ekstrak metanol kernel biji mangga (Mangifera indica Linn) varietas manalagi.Penelitian ini terdiri dari tujuh tahap, yaitu yaitu (1) preparasi sampel, (2) ekstraksi serbuk kernel biji mangga manalagi dengan pelarut metanol, (3) uji fitokimia ekstrak metanol kernel biji mangga manalagi, (4) uji toksisitas ekstrak metanol terhadap larva Artemia salina dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test), (5) analisis dengan kromatografi lapis tipis (6) pemisahan dengan kromatografi lapis tipis preparatif, dan (7) identifikasi senyawa hasil isolasi secara fitokimia dan analisis secara spektrofotometri inframerah (infrared, IR). Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol kernel biji mangga manalagi mengandung golongan senyawa tanin, flavonoid, triterpenoid, saponin, dan karbohidrat. LC50 ekstrak metanol kernel biji mangga manalagi adalah 1738 ppm sehingga ekstrak metanol kernel biji mangga manalagi bersifat tidak toksik. Komponen hasil isolasi dari KLTP ekstrak metanol kernel biji mangga (Mangifera indica Linn) varietas manalagi yaitu komponen A1, A2 dan A3 berupa padatan tidak berwarna. Berdasarkan hasil uji fitokimia yang telah dilakukan bahwa komponen A1, A2, dan A3 positif mengandung flavonoid. Komponen A1 memiliki gugus fungsi yang khas yaitu gugus O-H, gugus C-H alkana, gugus C=C aromatik, gugus C-H aromatik dan gugus C-O eter. Komponen A2 memiliki gugus fungsi gugus O-H, gugus C-H alkana, gugus C=C aromatik, gugus C=O karbonil, gugus C-H aromatik dan gugus C-O eter. Komponen A3 memiliki gugus fungsi yang khas yaitu gugus O-H, gugus C-H alkana, gugus C=C aromatik, gugus C-H aromatik dan gugus C-O eter. Sehingga dapat disimpulkan bahwa komponen A1, A2, dan A3 diduga merupakan senyawa golongan flavonoid

    Identifikasi Kesulitan Siswa Man Kembangsawit Kabupaten Madiun dalam Memahami Materi Ikatan Kimia Menggunakan Tes Diagnostik Two-Tier

    No full text
    ABSTRAK Ridhwan, Baiatur. 2017. Identifikasi Kesulitan Siswa MAN Kembangsawit Kabupaten Madiun Dalam Memahami Materi Ikatan Kimia Menggunakan Tes Diagnostik  Two-Tier. Skripsi, Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Dedek Sukarianingsih, M.Pd.,M.Si., (2) M. Muchson, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci :Identifikasi, kesulitan belajar, ikatan kimia, tes diagnostik two-tierIlmu kimia memiliki beberapa karakteristik antara lain: sebagian besar konsep kimia bersifat abstrak dan  merupakan penyederhanaan dari  yang sebenarnya, sifat ilmu kimia berurutan dan berkembang sangat cepat, serta materi kimia yang harus dipelajari sangat banyak. Konsep-konsepdalam ilmu kimia saling berkaitan antara satu dengan yang lain dan memiliki karakter yang berjenjang mulai dari yang sederhana menuju yang lebih kompleks. Salah satu materi pelajaran  yang diajarkan pada siswa kelas X adalah ikatan kimia. Siswa harus memiliki pemahaman yang utuh tentang materi ikatan kimia, karena materi ikatan kimia merupakan pondasi untuk materi selanjutnya seperti termokimia dan asam-basa. Hasil dari penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi ikatan kimia. Oleh karena itu dibutuhkan penelusuran lebih lanjut untuk mengetahui kesulitan  yang dialami oleh siswa. Tes diagnostic Two-tier adalah salah satu instrumen yang efektif dan efisien untuk mengetahui pemahaman konsep siswa dalam mendiagnosa minskonsepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi letak kesulitan belajar siswa dalam memahami materi ikatan kimia.Penelitianiniadalahpenelitiandeskriftifdenganpendekatankualitatif. Subjekpenelitianadalahsiswakelas X MAN Kembangsawit, KabupatenMadiun yang terdiridari 60 siswakelas X MIA 1 dan MIA 2. Instrumenpenelitianberupa 30 butirsoaltesdiagnostiktwo-tier yang telahdipilihberdasarkanhasilujicobaulangdarisoal yang dikembangkanolehFauziyah (2016) danPuspaningtari (2015)diperolehreliabilitassebesar 0,618danvaliditasbaik. Hasiltesdiagnostik two-tier kemudiandianalisisdenganteknikanalisisdeskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman siswa pada masing-masing konsep pada materi ikatan kimia yang sangat rendah adalah konsep struktur Lewis (27,5%), ikatan kovalen(25,6%) dan ikatan kovalen koordinasi (28.3%). Sedangkan konsep kestabilan unsur (31,6%), ikatan ionik (35,1%), ikatan kovalen polar-nonpolar (35%) dan ikatan logam (34,1%) memiliki tingkat pemahaman yang  rendah. Kesulitan-kesulitan yang dialami siswa pada, (a) konse pkestabilan unsure adalah membedakan kecenderungan suatu unsure untuk membentuk  anion (mengikat elektron) atau kation (melepas elektron) dalam memperoleh suatu kestabilan; (b) konsep struktur Lewis adalah menentukan jumlah electron valensi dari unsur  yang  membentuk ion atau berikatan dengan unsur yang lain; (c) konsep ikatan ionik, ikatan kovalen, ikatan  kovalen koordinasi, ikatan  polar dan nonpolar serta ikatan logam adalah memaham ipengertian masing-masing ikatan tersebut, ciri-ciri dari ikatan tersebut, dan perbedaan setiap ikatan tersebut. 

    Pengembangan Buku Ajar Kimia pada Pokok Bahasan Materi dan Perubahannya untuk Meningkatkan Pemahaman Peserta didik SMP/MTs

    No full text
    Materi dan perubahannya merupakan konsep dasar dalam memahami konsep-konsep yang ada dalam kimia. Materi dan perubahannya merupakan  pokok bahasan yang dianggap sulit oleh peserta didik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mengalami kesulitan dan kesalahan konsep (miskonsepsi) terhadap pokok  bahasan tersebut. Penyebab kesulitan dan kesalahan konsep antara lain model mental peserta didik yang kurang sesuai dengan model konseptual dan penjelasan yang kurang tepat dari guru maupun buku ajar. Berdasarkan hal tersebut perlu pengembangan buku ajar untuk menyesuaikan model mental peserta didik dengan model konseptual, sehingga pemahaman peserta didik mengalami peningkatan. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan buku ajar pada pokok bahasan materi dan perubahannya yang layak untuk peserta didik SMP. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan, yang mengacu pada model 4-D (four D-models) yang meliputi 4 tahap, yaitu define (perencanaan), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Penelitian dan pengembangan ini terbatas pada tahap define, design, develop tanpa melakukan tahap disseminate Buku ajar hasil pengembangan divalidasi oleh 3 validator yaitu satu dosen Kimia UM dan dua guru IPA dari SMPN 2 Mojowarno dan SMPN 1 Singosari, dan uji keterbacaan dilakukan pada 10 peserta didik kelas VII SMPN 1 Singosari. Data hasil validasi dan uji keterbacaan terdiri dari dua jenis yaitu data kuantitatif diperoleh dari perhitungan nilai rata-rata untuk mengetahui kelayakan buku ajar dan data kualitatif berupa komentar, kritik, dan saran dari validator untuk memperbaiki buku ajar yang dikembangkan. Produk hasil pengembangan berupa buku ajar kimia pada pokok bahasan materi dan perubahannya. Hasil validasi buku ajar oleh validator menunjukkan bahwa kelayakan komponen isi sebesar 89%, komponen penyajian sebesar 91%, komponen kegrafisan sebesar 91%, dan komponen bahasa sebesar 73%. Rata-rata persentase kelayakan buku ajar yang diperoleh sebesar 86% dengan kriteria sangat layak digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa buku ajar layak digunakan sebagai buku suplemen. Buku ajar hasil pengembangan ini memiliki beberapa kelebihan antara lain: (1) buku ajar ini menyajikan hubungan antara fenomena (peristiwa) dengan gambaran submikroskopik partikel penyusun materi dan (2) penyajian pokok bahasan berdasarkan data hasil penelitian tentang kesulitan dan miskonsepsi pada pokok bahasan materi dan perubahannya. Hasil uji keterbacaan oleh peserta didik menunjukkan persentase kelayakan sebesar 82% dengan kriteria layak digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa buku ajar layak digunakan oleh peserta didik. Buku ajar hasil pengembangan diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai buku pendamping bagi guru  maupun peserta didik

    Efektifitas Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Pada Materi Koloid Untuk Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 7 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Yanpiter, Baunlaka. 2016. Efektifitas Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Pada Materi Koloid Untuk Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 7 Malang. Skripsi, jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M.S., (II) Drs.Mohammad Sodiq Ibnu, M.Si   Kata Kunci: Inkuiri Terbimbing, Hasil Belajar, Keterampilan Proses Sains, Koloid Kimia termasuk Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang mempelajari materi dari segi struktur, susunan, perubahan susunan dan mekanisme perubahan susunannya. Bahasan dalam ilmu kimia umumnya bersifat abstrak, dan koloid merupakan salah satu materi yang di anggap cukup mudah untuk dipahami oleh siswa SMA Negeri 7 Malang sehingga guru sering mengabaikan materi koloid, tetapi koloid sangat bermanfaat dan berkaitan dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini perlu diatasi dengan membelajarkan siswa dengan menggunakan model pembelajaran yang lebih baik, agar bisa meningkatkan hasil belajar siswa. Model pembelajaran yang digunakan adalah inkuiri terbimbing. Dalam model ini siswa dituntut untuk menemukan sendiri pengetahuannya melalui keterampilan proses sains. Keterampilan proses sains bersifat penting dalam pembelajaran dikarenakan membuat siswa memiliki pemahaman konsep yang baik, sehingga selain meningkatkan hasil belajar siswa, juga dapat melatih keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar dan keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Eksperimental Semu dengan model Post test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 7 Malang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling. Kelas XI IPA 1 terpilih sebgai kelas Eksperimen yang dibelajarkan dengan Inkuiri terbimbing, dan kelas XI IPA 4 sebagai kelas kontrol yang dibelajarkan dengan model konvensional. Instrumen pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar kognitif, dan lembar observsi keterampilan sains. Hasil uji coba tes menghasilkan 30 butir soal valid dan memiliki reliabilitas sebesar 0,800. Analisis data penelitian dilakukan dengan analisis statistik kuantitatif dan analisis deskriptif. Data hasil belajar kognitif siswa dianalisis secara kuantitatif yang meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t dua pihak dengan taraf signifikansi 0,05, sedangkan data keterlaksanaan pembelajaran, dan keterampilan proses sains dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar kognitif antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri terbimbing (rata-rata 80,9) dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (rata-rata 73,5); (2) keterampilan proses sains siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing (91,57, kriteria sangat baik) lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (84,1 kriteria baik). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran inkuiri terbimbing memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap hasil belajar dan keterampilan proses sains siswa daripada model pembelajaran konvensional

    Analisis Pemahaman Konsep Siswa terhadap Materi Termokimia Berdasarkan Knowledge Space Theory(KST) pada Siswa Kelas XI MIA SMA Negeri 1 Ponorogo

    No full text
    ABSTRAK   Enggarani, Berlian. 2017. Analisis Pemahaman Konsep Siswa terhadap Materi Termo-kimia Berdasarkan Knowledge Space Theory(KST) pada Siswa Kelas XI MIA SMA Negeri 1 Ponorogo. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M.S (II) Drs. Moh. Sodiq Ibnu, M.Si.   Kata kunci : tingkat pemahaman konsep, pola pemahaman, termokimia, Knowledge Space Theory (KST)  Pada observasi saat KPL, pelajaran kimia adalah salah satu pelajaran yang di-anggap sulit. Kesulitan siswa ini membawa dampak yang kurang baik, yaitu rendahnya kualitas sains. Hal ini dikarenakan lemahnya konsep awal dan kurang optimalnya pema-haman siswa tentang materi kimia. Salah satu materi dalam ilmu kimia yang dianggap sulit yaitu termokimia, dimana termokimia ini mencakup kemampuan konseptual, ke-mampuan algoritmik dan kegiatan praktikum. Sehingga diperlukan pemahaman konsep yang baik dan terstruktur  untuk bisa memahami materi tersebut. Dari uraian, dapat di-katakan untuk mendapatkan konsep termokimia yang benar, maka skema atau pola pe-mikiran siswa harus terstruktur. Pada penelitian ini digunakan metode knowledge space theory (KST) untuk mengetahui pemahaman siswa, yaitu tingkat dan pola pemahaman. Knowledge space theory merupakan sebuah metode untuk menjelaskan bagaimana menggambarkan peta struktur pengetahuan siswa dalam memahami sesuatu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dimana dalam analisis data menggu-nakan metode KST. Subyek penelitian adalah dua kelas XI MIA SMA Negeri 1 Ponoro-go, dengan jumlah siswa sebanyak 61 siswa. Data diperoleh melalui instrumen tes ter-tulis sebanyak 25 butir soal pilihan ganda beralasan. Butir soal ini sudah dikategorikan untuk mempermudah analisis, yang semuanya valid dengan realibilitas 0,696. Data hasil penelitian berupa jawaban soal siswa yang kemudian dianalisis untuk dieksplorasi hubu-ngan antar kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) tingkat pemahaman siswa SMA Negeri 1 Ponorogo dalam memahami materi termokimia tergolong tinggi (67,9%) tetapi belum terstruktur dalam pengerjaannya. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pemahaman kon-sep siswa mengenai materi termokimia, sehingga hubungan antar konsep tidak mereka ketahui (2) pola pemahaman siswa SMA Negeri 1 Ponorogo dalam menggambarkan materi termokimia dikelompokkan menjadi beberapa tipe, yaitu : (a) siswa tidak mema-hami keterkaitan antar konsep dari tiap indikator; (b) siswa belum dapat menghubung-kan konsep 1 dengan konsep yang lain dengan baik, siswa menggunakan Konsep dasar Termokimia untuk memahami konsep Reaksi Eksoterm Endoterm, Persamaan Ter-mokimia, Penetuan Entalpi Standar; konsep Reaksi Eksoterm Endoterm untuk memaha-mi konsep Persamaan Termokimia dan Penentuan Entalpi Standar; dan konsep Persama-an Termokimia untuk memahami konsep Penetuan Entalpi Standar (c) siswa dapat me-mahami 3 konsep namun belum komplek, siswa hanya dapat menggunakan Konsep da-sar Termokimia dan Reaksi Eksoterm Endoterm untuk memahami konsep Persamaan Termokimia; Konsep dasar Termokimia dan Persamaan Termokimia untuk memahami konsep Penentuan Entalpi Standar; dan menggunakan konsep Reaksi Eksoterm Endo-term dan Persamaan Termokimia untuk memahami konsep Penentuan Entalpi Standar

    Penentuan Kandungan Fe, Ni, dan Mn dalam Sedimen di Pelabuhan Sendang Biru secara Fraksinasi menggunakan Metode BCR

    No full text
    Tiga jenis logam berat yang dominan terdapat pada sedimen di Pelabuhan Sendang Biru, Malang yaitu Fe,Ni, dan Mn. Ketiga logam berat tersebut diduga merupakan kontaminan yang berasal dari antropogenik di sekitar pelabuhan. Logam berat yang berasal dari antropogenik akan tertahan pada fraksi nonresidual dalam sedimen. Adanya perubahan lingkungan perairan baik secara alami maupun antropogenik dapat mempengaruhi keberadaan logam berat tersebut dalam sedimen.Logam berat yang larut ke perairan dapat memberikan dampak negatif pada sistem ekologis dan biologis.Dalam rangka monitoring konsentrasi logam dan status sedimen di Pelabuhan Sendang Biru, dilakukan fraksinasi ketiga logam tersebut menggunakan metode BCR.Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode BCR efektif me-leachingFe dan Ni, tetapi kurang efektif me-leachingMn pada sedimen Pelabuhan Sendang Biru.Metode BCR mampu me-leachingFe dan Ni secara presisi dan akurat, namun tidak mampu me-leachingMn secara akurat.Hasil fraksinasi Fe,Ni, dan Mnpada sedimen Pelabuhan Sendang Biru menunjukkan Fe dominan pada fraksi residual, sedangkan Ni dan Mn dominan pada fraksi nonresidual. Fe dominan pada fraksi residual mengindikasikan bahwa Fe terikat dengan silikat dan alumina dalam mineral alami sedimen, sedangkan Ni dan Mn dominan pada fraksi nonresidual mengindikasikan bahwa kedua logam tersebut berasal dari antropogenik. Ditinjau dari konsentrasi masing-masing logam berat, sedimen Pelabuhan Sendang Biru maksimal terkontaminasi moderat oleh Ni dan terkontaminasi rendah oleh Fe dan Mn. Namun, ditinjau dari total konsentrasi logam berat sedimen Pelabuhan Sendang Biru terkontaminasi rendah oleh Fe,Ni, dan Mn. Kata Kunci: sedimen, fraksinasi logam, metode BC

    Studi Penyerapan Kurkumin dan Klorofil pada Silika-Selulosa-Surfaktan dengan FT-IR dan UV-Vis

    No full text
    ABSTRAK   Putri, Aisyah Nurita. 2017. Studi Penyerapan Kurkumin dan Klorofil pada SilikaSelulosa-Surfaktan dengan Spektroskopi FT-IR dan UV-Vis. Skripsi.Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Surjani Wonorahardjo,Ph.D., (II) Drs. Mohammad Sodiq Ibnu, M.Si.   Kata Kunci: Penyerapan (Adsorpsi) , Kurkumin, Klorofil, UV-Vis, FT-IR, Silika-Selulosa-Surfaktan Pemisahan kimia terjadi sampai ke skala molekuler (sampai partikel terkecil). Salah satu contohnya adalah penyerapan (adsorpsi). Kurkumin dan klorofil merupakan pewarna alami yang terdapat pada tumbuhan sehingga untuk mendapatkan zat warna kurkumin dan klorofil perlu dilakukan pemisahan misalnya dengan menggunakan suatu adsorben yaitu silika-selulosa-surfaktan yang masih belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mengetahui pembuatan dan karakteristik fisik silika-selulosa-surfaktan sebagai adsorben berdasarkan hasil analisis FT-IR (Fourier Transform Infra-Red), penentuan massa jenis, kadar air, kadar abu, dan daya serap terhadap iod, (2) mengetahui daya adsorpsi yang dihasilkan adsorben terhadap kurkumin, klorofil, dan campurannya dengan metode adsorpsi batch dan KLT, dan (3) mengetahui interaksi dipermukaan antara adsorben silika-selulosa-surfaktan dengan krukumin, klorofil dan campurannya jika dianalisis berdasarkan FT-IR dan UV-Vis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris yang terdiri dari lima tahap yaitu (1) pembuatan adsorben silika-selulosa-surfaktan, (2) karakterisasi adsorben, (3) aplikasi silika-selulosa-surfaktan sebagai adsorben terhadap adsorpsi kurkumin, klorofil, dan campurannya, (4) analisis interaksi di permukaan antara adsorben dengan senyawa klorofil, kurkumin, dan campurannya dengan  UV-Vis, dan (5) analisis interaksi di permukaan antara adsorben dengan senyawa klorofil, kurkumin dan campurannya dengan FT-IR. Hasil penelitian yang diperoleh (1) Hasil karakterisasi fisik adsorben silika-selulosa-surfaktan sebagai berikut: massa jenis 2,77 g/mL, kadar air 4,59%, kadar abu 89,95%, dan daya serap terhadap larutan iod 14,34%. Hasil analisis FT-IR pada bilangan gelombang 2897,08 cm-1 menunjukkan vibrasi ulur O-H pada gugus silanol (≡Si-OH-) dan selulosa. (2) Persen adsorpsi klorofil oleh adsorben silika-selulosa-surfaktan dengan metode batch lebih besar daripada kurkumin yaitu ±94,45% sedangkan kurkumin ±2,90% dan pada metode KLT klorofil terikat lebih kuat dibandingkan dengan kurkumin dengan ditunjukkan oleh nilai Rf klorofil yang lebih kecil dibandingkan kurkumin. (3) Interaksi yang terjadi antara kurkumin, klorofil maupun campurannya di permukaan adsorben silika-selulosa-surfaktan ditandai dengan pelebaran puncak pada spektra FT-IR, sedangkan anlaisis interaksi dengan UV-Vis menunjukkan bahwa reaksi antara kurkumin, klorofil, dan campurannya dengan adsorben silika-selulosa-surfaktan merupakan reaksi fisika

    0

    full texts

    1,785

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇