SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1785 research outputs found

    Sintesis Silika Xerogel Berbasis Abu Bagasse dan Aplikasinya sebagai Adsorben Metilen Biru

    No full text
    Metilen biru merupakan salah satu zat warna yang dapat menjadi limbah karena penggunaannya dalam pewarnaan tekstil. Metode pananggulangan yang sering digunakan untuk mengatasi limbah zat warna adalah adsorpsi. Silika xerogel yang disintesis dari abu bagasse memiliki luas permukaan yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai adsorben dalam adsorpsi metilen biru.Penelitian ini bertujan untuk mengetahui daya adsorpsi silika xerogel berbasis abu bagasse untuk adsorpsi metilen biru meliputi waktu kontak, konsentrasi adsorbat, dan parameter-parameter kesetimbangan adsorpsi. Penelitian terdiri dari tiga tahap. Pertama,sintesis silika xerogel berbasis abu bagasse. Kedua,aplikasi silika xerogel untuk adsorpsi metilen biru terhadap pengaruh variasi waktu dan konsentrasi adsorbat.Ketiga, mempelajari parameter-parameter kesetimbangan untuk isoterm adsorpsi, besaran-besaran termodinamika,dan kinetika adsorpsi metilen biru oleh silika xerogel berbasis abubagasse.Hasil penelitian menunjukkan daya adsorpsi dipengaruhi oleh waktu komtak dan konsentrasi awal adsorbat.Parameter kesetimbangan mekanisme adsorpsi yang terjadi memenuhi model isoterm Langmuir.Proses adsorpsi berlangsung spontan dan eksotermik. Proses adsorpsi mengarah pada model kinetika orde dua semu. 

    PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN PUKULAN LOB DAN FOREHAND SMASH UNTUK SISWA EKSTRAKURIKULER BULUTANGKIS SMA NEGERI 1 PURWOSARI KABUPATEN PASURUAN

    No full text
    ABSTRAK Putranto, Wahyu Septyan. 2017. Pengembangan Model Latihan Pukulan Lob dan Forehand Smash untuk Siswa Ekstrakurikuler Bulutangkis SMA Negeri 1 Purwosari Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Oni Bagus Januarto, M. Kes, (II) Febrita Paulina  H, S.Pd., M.Pd   Kata Kunci: bulutangkis, model latihan, lob, forehand smash.   Bulutangkis merupakan olahraga permainan yang dapat dilakukan di dalam gedung atau di area terbuka yang dibatasi garis-garis dalam ukuran panjang dan lebar tertentu. Permainan bulutangkis dapat dimainkan dengan teknik pukulan yang bervariasi, mulai dari yang relatif  lambat hingga yang sangat cepat. Teknik dasar pukulan bulutangkis merupakan hal yang wajib dikuasai dalam permainan bulutangis. Berdasarkan hasil observasi awal diketahui bahwa siswa ekstrakurikuler bulutangkis SMA Negeri 1 Purwosari Kabupaten Pasuruan belum sepenuhnya menguasai teknik dasar pukulan bulutangkis. Hal ini diperkuat dengan hasil analisis kebutuhan diketahui dari 38 siswa ekstrakurikuler bahwa: 24 siswa (63,16%) sangat perlu belajar teknik pukulan lob dan 14 siswa (36,84%) menjawab perlu, 20 siswa (52,63%) sangat perlu belajar teknik pukulan smash dan 18 siswa (47,37%) menjawab perlu, jawaban siswa mengenai teknik dasar yang sering digunakan adalah 13 siswa (34,21%) menjawab pukulan lob dan 9 siswa (23,68%) pukulan smash, dan 32 siswa (84,21%) menyatakan bahwa produk ini dikemas berupa media audio visual (VCD). Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah mengembangkan sebuah produk berupa model latihan bulutangkis untuk siswa ekstrakurikuler bulutangkis SMA Negeri 1 Purwosari Kabupaten Pasuruan. Model latihan  pukulan lob dan forehand smash ini dikemas dalam bentuk video, tujuannya agar memudahkan siswa dalam mengkoordinasi gerakan pada saat memukul shuttlecock. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan yang mengacu pada teori (Research and Development) Borg dan Gall dari yang semula 10 langkah yang dikemukakan oleh Borg dan Gall (1983:775), namun peneliti sederhanakan menjadi 7 langkah karena keterbatasan waktu, tenaga, serta biaya. Pada desain uji coba  mengalami beberapa tahap yaitu tahap evaluasi ahli dengan melibatkan 1 ahli bulutangkis, 1 ahli kepelatihan bulutangkis,1 ahli media dengan uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Untuk pengumpulan data, peneliti menggunakan instrumen berupa angket. Hasil evaluasi ahli diperoleh ahli bulutangkis  93,62% (Sangat Valid), ahli kepelatihan bulutangkis adalah 82,1% (Cukup Valid), ahli media adalah 76,42% (Cukup Valid), sehingga siap untuk diujicobakan. Untuk uji coba kelompok kecil sendiri diperoleh persentase sebesar 87,67% (Sangat Valid) dan untuk uji coba kelompok besar diperoleh  persentase sebesar 86,24% (Sangat Valid).  Dari hasil tersebut diharapkan pengembangan model latihan pukulan lob dan forehand smash ini bisa dipergunakan sebagai variasi dalam latihan teknik dasar bulutangkis, sehingga siswa dapat meningkatkan kualitas permainan bulutangkis

    PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN KELINCAHAN MENGGUNAKAN MEDIA LADDER UNTUK ATLET BULUTANGKIS DI PB. BAT MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Setiyawan Bima Wahyu. 2016. Pengembangan Model Latihan Kelincahan Menggunakan Media Ladder Untuk Atlet Bulutangkis di PB.BAT Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sri Purnami, S.Pd, M.Pd.  (II) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd., M.Pd.   Kata Kunci: pengembangan, latihan, kelincahan, ladder, bulutangkis. Bulutangkis adalah olahraga permainan yang melibatkan seluruh bagian anggota tubuh. Kelincahan merupakan salah satu komponen fisik yang sangat penting dalam permainan bulutangkis. Di  PB. BAT Malang sendiri belum ada latihan kelincahan yang bervariasi, sehingga atlet mengalami kejenuhan. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di PB. BAT Malang, sebanyak sebanyak 17 atlet (85%) menyatakan perlu latihan kelincahan, sebanyak 18 atlet (90%) menyatakan latihan kelincahan yang bervariasi dapat membantu mengurangi kejenuhan, sebanyak 20 atlet (100%)  menyatakan setuju jika peneliti mengembangkan model latihan kelincahan menggunakan media ladder. Dapat disimpulkan bahwa latihan kelincahan yang diberikan PB.BAT Malang kurang bervariasi sehingga atlet mengalami kejenuhan dalam latihan kelincahan. Tujuan dari penelitian ini adalah adalah mengembangkan model latihan kelincahan menggunakan media ladder  untuk atlet bulutangkis usia 9-14 tahun di PB.BAT Malang agar latihan kelincahan lebih bervariasi yang nantinya diharapkan dapat mngurangi kejenuhan serta menambah minat dan motivasi atlet dalam melaksanakan latihan  kelincahan. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan merujuk pada model pengembangan dari Borg dan Gall (1983:775) namun peneliti menyederhanakan model tersebut menjadi 7 langkah sesuai dari Ardhana (2002:9), langkah-langkah tersebut adalah: (1) melakukan Analisis produk yang akan dikembangkan (2) mengembangkan produk awal (3) validasi ahli (4) uji coba kelompok kecil (5) revisi produk (6) uji coba kelompok besar (7) revisi produk berdasarkan uji coba lapangan. Subjek pada penelitian ini berjumlah 20 atlet usia pemula, Instrumen yang digunakan adalah berupa angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari hasil uji coba kelompok kecil adalah 90,3% hasilnya sangat baik, sedangkan hasil uji coba kelompok besar adalah 87% hasilnya sangat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model latihan kelincahan menggunakan media ladder dapat digunakan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model latihan kelincahan menggunakan ladder disusun sedemikin rupa untuk menarik minat dan motivasi atlet dalam melakukan latihan kelincahan serta dapat dijadikan sebagai alternatif variasi latihan kelincahan untuk PB.BAT Malang, model latihan kelincahan menggunakan media ladder dikemas dalam produk buku saku yang berisikan penjelasan, gambar-gambar, serta keterangan sehingga lebih menarik dan memudahkan dalam mempelajarinya

    Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran POGIL (Process Oriented Guided Inquiry Learning) terhadap Hasil Belajar Kognitif dan Keterampilan Berfikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas XI SMA Negeri 10 Malang pada Materi Larutan Penyangga

    No full text
    ABSTRAK   Nuritriyah, Arifah. 2017. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran POGIL (Processs-Oriented Guided Inquiry Learning) terhadap Hasil Belajar Kognitif dan Keterampilann Berfikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas XI SMA Negeri 10 Malang pada Materi Larutan Penyangga. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ridwan Joharmawan, M.Si., (2) Dr. Yudhi Utomo, M.Si.   Kata Kunci: Model Pembelajaran POGIL, Hasil belajar kognitif, Keterampilan berfikir tingkat tinggi Keterampilan berfikir tingkat tinggi merupakan tujuan penting dalam semua sektor pendidikan. Menurut kurikulum 2013 revisi, pembelajaran kimia di SMA/MA bukan sekedar pengalihan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik, tetapi juga pengembangan keterampilan berfikir tingkat tinggi melalui pengalaman kerja ilmiah. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk mengembangkan keterampilan berfikir tingkat tinggi siswa adalah model pembelajaran POGIL. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya perbedaan hasil belajar kognitif dan keterampilan berfikir tingkat tinggi antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran POGIL dan model pembelajaran ekspositori pada materi larutan penyangga. Penelitian ini meggunakan rancangan peneltian eksperimen semu dengan desain post test only controlled group design. Populasi penelitian mencakup semua siswa kelas XI IPA SMAN 10 Malang tahun pelajaran 2016/2017. Sampel dipilih melalui teknik cluster random sampling. Dipilih dua kelas dari delapan kelas yang ada menggunakan teknik undian. Selanjutnya kelas eksperimen dan kelas kontrol dipilih secara acak sehingga diperoleh: 1) kelas XI IPA B sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran POGIL. 2) kelas XI IPA C sebagai kelas kontrol yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran ekspositori. Data hasil belajar kognitif siswa diperoleh dari kemampuan siswa menjawab soal pada tingkat kognitif C1-C6, sedangkan keterampilan berfikir tingkat tinggi diukur dari kemampuan siswa dalam menjawab soal pada tingkat kognitif C4-C6 menurut Taksonomi Bloom Revisi. Analisis data hasil penelitian dilakukan secara deskriptif dan statistik menggunakan uji hipotesis berupa independent sample t-test dengan taraf signifikansi α=0, 05. Analisis data dilakukan dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran POGIL pada materi larutan penyangga berpengaruh positif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif dan keterampilan berfikir tingkat tinggi siswa yang ditunjukkan dengan adanya perbedaan. Perbedaan hasil belajar kognitif ditunjukkan oleh nilai rata-rata hasil belajar kognitif siswa sebesar 83,88 untuk siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran POGIL dan 76,33 untuk siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ekspositori serta dibuktikan secara statistic dengan nilai t hitung (4,606) > t tabel (1,994). Perbedaan keterampilan berfikir tingkat tinggi ditunjukkan oleh persentase jawaban benar untuk soal dengan tingkat kognitif C4-C6 sebesar 84,76% untuk siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran POGIL dan 62,96% untuk siswa yang dibelajarkan dengan model ekspositori serta dibuktikan secara statistik dengan nilai t hitung (8,868) > t tabel (1,994). Dengan demikian, guru disarankan agar menerapkan model pembelajaran POGIL pada materi kimia lainnya yang memiliki karakteristik materi yang sama dengan larutan penyangga seperti: materi asam basa, hidrolisis garam, kelarutan dan hasil kali kelarutan, dan lain-lain untuk meningkatkan hasil belajar kognitif dan keterampilan berfikir tingkat tinggi siswa. Selain itu, agar proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran POGIL dapat berlangsung dengan baik, maka guru disarankan untuk dapat membimbing dan mengawasi jalannya diskusi kelompok dalam pembelajaran POGIL

    Studi Penyerapan Kurkumin dan Klorofil pada Silika-Selulosa-Surfaktan dengan Spektroskopi FT-IR dan UV-Vis

    No full text
    ABSTRAK   Putri, Aisyah Nurita. 2017. Studi Penyerapan Kurkumin dan Klorofil pada SilikaSelulosa-Surfaktan dengan Spektroskopi FT-IR dan UV-Vis. Skripsi.Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Surjani Wonorahardjo,Ph.D., (II) Drs. Mohammad Sodiq Ibnu, M.Si.   Kata Kunci: Penyerapan (Adsorpsi) , Kurkumin, Klorofil, UV-Vis, FT-IR,Silika-Selulosa-Surfaktan Pemisahan kimia terjadi sampai ke skala molekuler (sampai partikel terkecil).Salah satu contohnya adalah penyerapan (adsorpsi). Kurkumin dan klorofilmerupakan pewarna alami yang terdapat pada tumbuhan sehingga untukmendapatkan zat warna kurkumin dan klorofil perlu dilakukan pemisahan misalnyadengan menggunakan suatu adsorben yaitu silika-selulosa-surfaktan yang masihbelum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mengetahui pembuatan dankarakteristik fisik silika-selulosa-surfaktan sebagai adsorben berdasarkan hasilanalisis FT-IR (Fourier Transform Infra-Red), penentuan massa jenis, kadar air,kadar abu, dan daya serap terhadap iod, (2) mengetahui daya adsorpsi yangdihasilkan adsorben terhadap kurkumin, klorofil, dan campurannya dengan metodeadsorpsi batch dan KLT, dan (3) mengetahui interaksi dipermukaan antara adsorbensilika-selulosa-surfaktan dengan krukumin, klorofil dan campurannya jikadianalisis berdasarkan FT-IR dan UV-Vis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris yang terdiridari lima tahap yaitu (1) pembuatan adsorben silika-selulosa-surfaktan, (2)karakterisasi adsorben, (3) aplikasi silika-selulosa-surfaktan sebagai adsorbenterhadap adsorpsi kurkumin, klorofil, dan campurannya, (4) analisis interaksi dipermukaan antara adsorben dengan senyawa klorofil, kurkumin, dan campurannyadengan UV-Vis, dan (5) analisis interaksi di permukaan antara adsorben dengansenyawa klorofil, kurkumin dan campurannya dengan FT-IR. Hasil penelitian yang diperoleh (1) Hasil karakterisasi fisik adsorben silikaselulosa-surfaktan sebagai berikut: massa jenis 2,77 g/mL, kadar air 4,59%, kadarabu 89,95%, dan daya serap terhadap larutan iod 14,34%. Hasil analisis FT-IR padabilangan gelombang 2897,08 cm-1 menunjukkan vibrasi ulur O-H pada gugussilanol (≡Si-OH-) dan selulosa. (2) Persen adsorpsi klorofil oleh adsorben silikaselulosa-surfaktan dengan metode batch lebih besar daripada kurkumin yaitu±94,45% sedangkan kurkumin ±2,90% dan pada metode KLT klorofil terikat lebihkuat dibandingkan dengan kurkumin dengan ditunjukkan oleh nilai Rf klorofil yanglebih kecil dibandingkan kurkumin. (3) Interaksi yang terjadi antara kurkumin,klorofil maupun campurannya di permukaan adsorben silika-selulosa-surfaktanditandai dengan pelebaran puncak pada spektra FT-IR, sedangkan anlaisis interaksidengan UV-Vis menunjukkan bahwa reaksi antara kurkumin, klorofil, dancampurannya dengan adsorben silika-selulosa-surfaktan merupakan reaksi fisika

    Pengembangan Buku Petunjuk Praktikum Senyawa Karbon dan Turunannya Berbasis Inkuiri Terbimbing

    No full text
    ABSTRAK   Widiyawati, Iin. 2017. Pengembangan Buku Petunjuk Praktikum Senyawa Karbon dan Turunannya Berbasis Inkuiri Terbimbing. Skripsi. Jurusan Kimia. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Herunata, S.Pd, M.Pd., (II) Dr. Aman Santoso, M.Si.   Kata Kunci: buku petunjuk praktikum, inkuiri terbimbing, senyawa karbon Kimia sebagai salah satu rumpun IPA mempunyai karakteristik sama dengan IPA yaitu kimia sebagai produk (pengetahuan kimia yang berupa fakta, konsep, prinsip, hukum, dan teori) dan kimia sebagai proses (kerja ilmiah). Oleh sebab itu, pembelajaran kimia dan penilaian hasil belajar kimia harus memperhatikan karakteristik ilmu kimia sebagai proses dan produk. Selain itu, pembelajaran kimia juga menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah, salah satunya adalah praktikum. Kegiatan praktikum tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya perangkat buku petunjuk praktikum. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi di SMAN 10 Malang diketahui bahwa keberadaan buku petunjuk praktikum untuk kimia masih sangat terbatas. Kegiatan praktikum masih menggunakan petunjuk praktikum yang terdapat pada buku paket atau Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dimiliki siswa. Oleh karena itu, dilakukan pengembangan buku petunjuk praktikum berbasis model tertentu salah satunya inkuiri terbimbing pada materi senyawa karbon dan turunannya untuk menunjang kegiatan pembelajaran materi kimia SMA. Pengembangan buku petunjuk praktikum menggunakan model 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, dkk (1974). Model pengembangan 4-D ini terdiri 4 tahap utama yaitu: (1) Define (pendefinisian), (2) Design (perancangan), (3) Develop (pengembangan), (4) Disseminate (penyebaran). Namun pengembangan buku petunjuk praktikum ini dilakukan sampai dengan tahap ketiga, sedangkan tahapan disseminate tidak dilakukan. Hal ini karena keterbatasan waktu dan biaya. Produk hasil pengembangan diuji coba melalui proses validasi, uji keterbacaan, dan uji keterlaksanaan. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket dengan skala likert serta lembar komentar dan saran. Jenis data yang diperoleh berupa data kuantitatif  berupa skor angket, dan data kualitatif berupa komentar dan saran dari validator. Produk  hasil pengembangan berupa Buku Petunjuk Praktikum Senyawa Karbon dan Turunannya Berbasis Inkuiri Terbimbing. Hasil validasi isi diperoleh nilai rata-rata sebesar 3,84 dengan kriteria sangat valid. Hasil uji keterbacaan dan keterlaksanaan diperoleh nilai rata-rata 3,28 dengan kriteria valid dan 87% terlaksana. Berdasarkan hasil validasi isi dan uji coba tebatas diketahui bahwa secara umum petunjuk praktikum ini valid dan layak digunakan di SMA

    Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Pendekatan Saintifik dan Tiga Representasi dalam Kimia pada Materi Kesetimbangan Kimia untuk Siswa SMA/MA Kelas XI.

    No full text
    ABSTRAK Alfani’matin, Dwi. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Pendekatan Saintifik dan Tiga Representasi dalam Kimia pada Materi Kesetimbangan Kimia untuk Siswa SMA/MA Kelas XI. Skripsi, Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Parlan, M.Si, (II) Dra. Dedek Sukarianingsih, M.Pd., M.Si. Kata kunci: bahan ajar, kesetimbangan kimia, pendekatan saintifik, tigarepresentasi dalam kimiaKesetimbangan kimia merupakan salah satu materi kimia yang dianggap sulit oleh siswa. Kesulitan yang tersebut disebabkan oleh penyampaian materi yang kurang mengintegrasikan tiga aspek representasi serta kurangnya keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Pendekatan saintifik merupakan pendekatan pembelajaran yang diterapkan dalam Kurikulum 2013, memiliki sintaks sederhana, serta mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Untuk menunjang terwujudnya seluruh kompetensi yang dimuat dalam Kurikulum 2013 serta agar pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan tiga aspek representasi dalam kimia terlaksana dengan baik, maka diperlukan bahan ajar yang spesifik. Beberapa buku teks kimia yang beredar masih bersifat informatif, kurang menuntun siswa untuk mengkostruk konsep secara mandiri, serta kurang mengintegrasikan tiga aspek representasi. Pengembangan bahan ajar berbasis pendekatan saintifik dan tiga aspek representasi kimia pada materi kesetimbangan kimia belum pernah dilakukan. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan dan menguji kelayakan bahan ajar berbasis pendekatan saintifik dan tiga representasi dalam kimia pada materi kesetimbangan kimia.Model pengembangan bahan ajar ini menggunakan model 4D (four D model) yang dikembangkan oleh Thiagarajan et al., (1974). Model pengembangan 4D (four D model) ini terdiri dari empat tahap, yaitu tahap perencanaan (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (disseminate). Pengembangan bahan ajar yang dilakukan pada penelitian ini hanya terbatas pada tahap define, design, dan develop, tidak sampai pada tahap disseminate. Uji kelayakan bahan ajar dilakukan melalui uji validasi dan uji keterbacaan. Uji validasi dilakukan oleh tim validator yaitu satu orang dosen kimia dan dua orang guru kimia SMA/MA. Uji keterbacaan dilakukan oleh sepuluh siswa SMA/MA kelas XI. Jenis data yang diperoleh terdiri dari data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif berupa komentar dan saran dari validator dan siswa. Data kuantitatif diperoleh dari perhitungan rata-rata dan persentase hasil validasi dan keterbacaan dalam skala Likert. Bahan ajar hasil pengembangan berupa buku siswa dan buku guru berbasis pendekatan saintifik dan tiga representasi dalam kimia. Hasil validasi buku siswa adalah 83,8%; hasil validasi buku guru adalah 84%; dan hasil uji keterbacaan buku siswa adalah 85%. Skor persentase hasil validasi dan hasil uji keterbacaan tersebut menunjukkan bahwa buku siswa dan buku guru yang telah dikembangkan termasuk dalam kriteria sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran materi kesetimbangan kimia

    Pengembangan Bahan Ajar Ikatan Kimia Digital Berbasis Learning Cycle 5 Fase

    No full text
    ABSTRAK   ABSTRAK Rohma, Alisya. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Ikatan Kimia Digital Berbasis Learning Cycle 5 Fase. Skripsi,. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Munzil, S.Pd., M.Si., (II) Drs. Parlan, M.Si. Kata kunci : bahan ajar digital, ikatan kimia, learning cycle 5 fase, model 4-D Ikatan kimia merupakan salah satu materi yang ada dalam kurikulum SMA kelas X. Ikatan kimia mengkaji gaya atau energi yang menahan atom-atom agar tetap bersama dalam senyawa kimia. Sebagian besar tingkat pemahaman siswa pada materi ikatan kimia cukup rendah sehingga menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Rendahnya hasil belajar materi ikatan kimia dapat disebabkan oleh (1) sebagian besar konsep materi ikatan kimia bersifat abstrak (2) kurangnya keterlibatan siswa dalam mengkonstruk konsep secara mandiri, siswa cenderung pasif dan menghafal, serta (3) kurangnya variasi bahan ajar. Salah satu upaya untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam mengkonstruk konsep secara mandiri adalah dengan menerapkan pembelajaran yang menitikberatkan pada keaktifan berpikir siswa. Salah satu model pembelajaran yang menekankan keaktifan siswa adalah learning cycle 5 fase. Dalam mempelajari materi ikatan kimia siswa dituntut untuk memahami tiga representasi kimia yaitu makroskopik, submiskroskopik dan simbolik. Oleh karena itu diperlukan bahan ajar yang mampu memvisualisasikan ketiga representasi kimia. Bahan ajar yang mampu memvisualisasikan ketiga karakteristik kimia salah satunya adalah bahan ajar digital. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar ikatan kimia digital berbasis learning cycle 5 fase yang valid dan layak. Pengembangan bahan ajar ikatan kimia digital berbasis learning cycle 5 fase menggunakan Four-D Model (4D Model) yang dikembangkan oleh Thiagarajan. Tahap-tahap yang dilakukan dalam model 4-D ini, yaitu tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate), tetapi pengembangan ini hanya dilakukan sampai tahap pengembangan. Penilaian terhadap produk pengembangan dilakukan melalui validasi dan uji coba kelompok kecil. Validasi bahan ajar digital dilakukan oleh 1 orang dosen kimia yang merupakan ahli pembelajaran kimia, dan ahli materi serta 1 orang guru mata pelajaran kimia sebagai ahli lapangan. Uji coba kelompok kecil dilakukan pada 15 orang siswa SMA kelas X MIA 3 di SMA Negeri 1 Kepanjen. Data hasil penelitian berupa data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian pengembangan ini berupa bahan ajar ikatan kimia digital berbasis learning cycle 5 fase. Hasil validasi yang diperoleh dari aspek pembelajaran sebesar 86,91%, dari aspek materi (isi) sebesar 92,04 %, dan dari ahli lapangan sebesar 89,57%. Secara umum persentase rata-rata kelayakan bahan ajar ikatan kimia digital berbasis Learning Cycle 5 fase sebesar 89,50%. Pada uji coba kelompok kecil, bahan ajar digital yang telah dikembangkan memperoleh skor penilaian rata-rata 87,01% yang memenuhi kriteria kelayakan sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran maupun secara mandiri oleh siswa

    Analisis Pengetahuan Metakognitif Larutan Penyangga Siswa Kelas XI IPA SMA

    No full text
    ABSTRAKPrisvitasari, Yezhi. 2017. Analisis Pengetahuan Metakognitif Larutan Penyangga  Siswa Kelas XI IPA SMA.Skripsi, Jurusan Kimia, FakultasMatematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: (I) Prof. Drs. H. Effendy, M. Pd., Ph.D.(II) Dr. Nazriati, M.Si.Kata-kata kunci:pengetahuan metakognitif, deklaratif, prosedural, kondisional, larutan penyanggaLarutan Penyangga merupakan materi yang diajarkan kepada siswa SMA dan MA kelas XI semester 2. Larutan Penyangga termasuk materi yang berpotensi sulitdipahami siswa karena terdiri atas konsep-konsep abstrak yang didasari konsep-konsep lain, memerlukan kemampuan matematik/algoritmik dan kemampuan berpikir abstrak untuk memahaminya, serta melibatkan representasi makroskopis, submikroskopis, dan simbolik.Kesulitan siswa memahami Larutan Penyangga disebabkan karena siswa belum mampu memaknai dan menginterpretasi ketiga representasi kimia, hal ini berdampak siswa mengalami salah konsep/miskonsepsi.Metakognisi ialah kemampuan dan kesadaran untuk mengontrol, mengendalikan serta mengatur aspek-aspek kognisi pada diri seseorang.Metakognisi diperlukan untuk mengembangkan kemampuan berpikir abstrak sehingga siswa mampu menghubungkan ketiga representasi kimia menjadi pemahaman konsep Larutan Penyangga yang utuh dan benar.Penggunaan metakognisi menyatu dalam pemikiran siswa dapat menyebabkan pembelajaran lebih baik dan kinerja lebih tinggi. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan deklaratif, pengetahuan prosedural dan pengetahuan kondisional siswa serta mengetahui sebaran kelompok pengetahuan metakognitif ditinjau dari tingkat berpikir siswa kelas XI IPA SMA pada materi Larutan Penyangga.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif.Populasi penelitian ialah 224 siswa kelas XI IPA SMAN 1 Trenggalek tahun ajaran 2016-2017 yang tersebar dalam 7 kelas homogen. Sampel penelitian ialah 60 siswa kelas XI IPA 1 dan XI IPA 7.Data penelitian berupa skor tes pengetahuan metakognitif siswa.Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah instrumen tes pengetahuan metakognitif terdiri dari 10 item soal deklaratif, 3 item soal prosedural dan 2 item soal kondisional.Uji coba instrumen dilaksanakan di kelas XI IPA 6 sejumlah 30 siswa. Validitas instrumen dengan Pearson Correlation menunjukkan 0,41 sampai 0,82 dan koefisien Alpha Conbrach reliabilitas 0,74. Instrumen dinyatakan valid dan memenuhi syarat digunakan penelitian.Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan pengetahuan deklaratif siswa lebih tinggi dari pengetahuan prosedural.Pengetahuan prosedural siswa lebih tinggi dari pengetahuan kondisional. Tingkatan pengetahuan metakognitif siswa kelas XI IPA SMAN 1 Trenggalek dapat dikategorikan menjadi 4 kelompok, yakni: (1) kelompok sangat rendah sebanyak 1 siswa (1,7%), (2) kelompok rendah sebanyak 4 siswa (6,7%), (3) kelompok rata-rata sebanyak 35 siswa (58,3%), dan (4) kelompok tinggi sebanyak 20 siswa (33,3%), sedangkan kelompok yang ke-5 (kelompok sangat tinggi), belum ada sama sekali siswa yang memiliki pengetahuan metakognitif pada tingkat ini (0%)

    Penentuan Urutan DNA Gen DREB2 Untuk Prediksi Ketahanan Terhadap Sifat Kekeringan Pada Padi JW, MH, BWI Berdasarkan Urutan Fragmen Gen DREB2

    No full text
    ABSTRAK Wijaya, A.W. 2017. Penentuan Urutan DNA Gen DREB2 Untuk Prediksi Ketahanan Terhadap Sifat Kekeringan Pada Padi JW, MH, BWI Berdasarkan Urutan Fragmen Gen DREB2, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Suharti, S.Pd, M.Si, (II) Dr. Evi Susanti, S.Si, M.Si Kata Kunci: padi lokal Indonesia, tekanan abiotik, DNA barkode, gen DREB2Tekanan abiotik memiliki pengaruh terhadap “psikologi” dan perubahan pertumbuhan dari tanaman, dimana kedua hal tersebut dapat merubah ekspresi gen tanaman dan merubah jalur metabolisme. Protein DREB (dehydration responsive element binding) merupakan salah satu kunci penting dalam jalur sistesis pada tanaman yang dapat merubah jalur metabolisme dari suatu tanaman sehingga tanaman akan lebih tahan terhadap tekanan abiotik kekeringan atau suhu rendah. Padi ladang dan gunung umumnya memiliki kemampuan untuk hidup dalam lingkungan rendah air. Banyak padi lokal Indonesia yang belum dilakukan studi secara genetik mengenai sifat ketahanan terhadap kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendapatkan sekuen fragmen gen DREB2 padi lokal Indonesia sebagai database genetik.(2). mengetahui kemungkinan sifat  ketahanan kekeringan padi lokal Jawa, Banyuwangi dan Merah Harum berdasarkan urutan gen DREB2.Tahapan dalam penelitian ini terdiri dari tahapan isolasi dan karakterisasi. Tahapan (1) adalah pengambilan sampel padi Merah Harum (MH), Banyuwangi (BWI) dan Jawa (JW) ketiga padi tersebut belum pernah diteliti sebelumnya, (2) mengisolasi DNA dari dalam sel dengan menggunakan DNA kit (Bioline),(3) melakukan proses PCR(Poly Chain Reaction) dengan alat thermocycler merek Tecne,(4) dan sekuensing yang dikirim ke 1st Base, Malaysia . Tahapan kedua karakterisasi dengan melakukan analisa gen  hasil sekuensing menggunakan software online BLAST dari NCBI(www.ncbi.nih.gov). Hasil penjajaran urutan asam nukleat dengan menggunakan software BLAST (Basic Local Aligment Search Tool) menunjukkan bahwa padi jenis JW, BWI dan MH  menunjukkan kemiripan hampir 96,0% dengan 9 sekuen gen DREB2 padi yang berada di GeneBank . Panjang sekuen yang diperoleh dari padi tersebut masing-masing adalah JW sepanjang 238 bp, BWI sepanjang 238 bp, dan MH sepanjang 236 bp. Hasil uji pairwise distance menunjukkan bahwa padi-padi lokal Indonesia berbeda secara genetik berdasarkan gen DREB2 jika dibandingkan dengan padi-padi yang ada pada GeneBank dengan nilai lebih dari 3%. Uji BLAST pada sekuen asam amino diperoleh padi JW yang termasuk dari domain AP2 sedangkan padi lainnya tidak diperoleh hasil. Padi MH dan BWI pada strukturnya tidak termasuk kedalam domain AP2 sehingga sensitifitas dalam berikatan dengan protein lain kurang dan akibatnya ketahanan terhadap cekaman abiotiknya berkurang. Hasil kontruksi pohon filogenetik menunjukkan bahwa padi Jawa lebih dekat dengan padi yang digunakan sebagai pembanding KU159746.1 dengan membentuk satu cluster dan dapat disimpulkan bahwa padi jawa  memiliki potensi sifat tahan terhadap cekaman abiotik kekeringan dibandingkan dengan padi Banyuwangi dan Merah harum

    0

    full texts

    1,785

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇