SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1785 research outputs found
Sort by
Sintesis dan Karakterisasi Nanokomposit Silika Aerogel−Karbon Aktif
ABSTRAK Costantri, Yon Ariesta Putri. 2017. Sintesis dan Karakterisasi NanokompositSilika Aerogel−Karbon Aktif. Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nazriati, M.Si., (II) Dr. Hj. Fauziatul Fajaroh, M.S. Kata kunci: silika aerogel, adsorpsi, karbon aktif, sol-gel, nanokomposit.Karbon aktif merupakan adsorben yang umum digunakan dalam proses adsorpsi pada industri. Adsorpsi merupakan proses penyerapan yang melibatkan pengikatan molekul atau atom pada permukaan akibat adanya sisi aktif pada adsorben. Salah satu adsorben yang paling sering digunakan dalam proses adsorpsi yaitu karbon aktif. Karbon aktif memiliki kemampuan menyerap limbah logam berat, zat warna ataupun bau. Namun karbon aktif memiliki luas permukaan dan sisi aktif yang terbatas. Oleh karena itu diperlukannya modifikasi untuk menambah sisi aktifnya dan memperkecil pori sehingga luas permukaannya semakin besar dengan cara mengkompositkannya. Salah satu bahan yang dapat digunakan untuk mengkompositkan karbon aktif yaitu dengan silika aerogel. Tujuan dari penelitian ini yaitu mensintesis nanokomposit silika aerogel karbon aktif dan mengkarakterisasi hasil sintesis.Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan variabel bebas, variabel kontrol dan variabel terikat yang dirangkai dalam beberapa tahapan yaitu (1) preparasi natrium silikat dari abu bagasse (2) pembuatan asam silikat dari natrium silikat dengan resin penukar kation (3) sintesis nanokomposit silika aerogel karbon aktif dengan perbandingan SA : TMCS : HMDS 1 : 0,03 : 0,06 menggunakan metode sol-gel (4) proses aging pada suhu kamar dan suhu 40oC selama 18 jam dilanjutkan pengeringan pada suhu 80oC selama 24 jam (5) karakterisasi nanokomposit yang dihasilkan. Variabel bebas pada penelitian ini yaitu waktu penambahan karbon aktif dan suhu aging, variabel kontrol yang digunakan yaitu karbon aktif, TMCS dan HMDS, variabel terikat yaitu nanokomposit silika aerogel-karbon aktif yang dihasilkan. Nanokomposit silika aerogel−karbon aktif dapat sintesis pada kondisi penambahan karbon aktif di awal sebelum terbentuknya gel dan suhu aging 40oC. Spektrum FTIR serapan pada panjang gelombang 846,75 cm-1 menandakan adanya vibrasi tekuk dari Si-CH3, muncul vibrasi ulur pada bilangan gelombang 1083,99 cm-1 mengindikasikan adanya vibrasi ulur dari Si-O-Si dari gugus siloksan. Puncak dengan serapan sekitar 1490,97 cm-1 dan 1612,49 cm-1 merupakan vibrasi ulur dari gugus C-O dan C=O puncak khas dari karbon aktif. Hasil analisis SEM menunjukkan bahwa penambahan karbon aktif di awal sebelum terbentuknya gel menyebabkan nanokomposit yang dihasilkan memiliki morfologi material yang lebih berpori. Hasil analisis BET menunjukkan bahwa nanokomposit yang dihasilkan memiliki luas permukaan sebesar 411,921 m²/g
Seleksi dan Pemurnian Bakteri Proteolitik Isolat HTcUM3-9 dari Tauco Pasar Besar Kota Malang untuk Isolasi Kolagen dari Sisik Ikan Bandeng
ABSTRAK Kolagen dapat diisolasi dengan menggunakan metode enzimatis. Metode enzimatis bersifat selektif dalam memutuskan ikatan peptida pada protein sehingga rendemen kolagen yang dihasilkan tinggi. Enzim yang digunakan oleh produsen kolagen selama ini adalah enzim protease porcine pepsin karena harganya sangat murah. Porcine pepsin berasal dari lambung babi sehingga tidak halal bagi umat Islam. Alternatif protease dari sumber lain perlu dicari untuk mengatasi masalah ini salah satunya dari bakteri. Dua puluh isolat bakteri proteolitik dari tauco Pasar Besar Kota Malang telah diisolasi. Empat isolat telah dimurnikan yaitu HTcUM2, HTcUM6.2.1, HTcUM6.2.2, dan HTcUM10, sedangkan enam belas isolat lainnya belum dimurnikan dan belum diketahui nilai indeks proteolitiknya sehingga belum diketahui isolat potensial dari tauco yang menghasilkan protease dengan aktivitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) memperoleh isolat HTcUM murni yang potensial sebagai bakteri proteolitik dan (2) mengetahui kemampuan enzim protease yang dihasilkan isolat HTcUM potensialtersebutuntukisolasikolagendarisisikikanbandeng.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif laboratoris yang dilakukan melalui beberapa tahap yaitu: (1) seleksi isolat bakteri proteolitik berdasarkan nilai indeks proteolitik yang diperoleh dari kultur hasil pengenceran dengan metode sebar, (2) pemurnian kandidat isolat bakteri potensial dengan metode sebar dilanjutkan metode gores, yang diuji kemurniannya melalui pewarnaan Gram, (3) konfirmasi nilai indeks proteolitik isolat murni untuk menentukan isolat yang memiliki indeks proteolitik tertinggi sebagai isolat potensial, (4) produksi ekstrak kasar protease isolat potensial, (5) uji aktivitas protease dengan metode Anson, (6) uji kemampuan protease untuk isolasi kolagen dari sisik ikan bandeng, berdasarkan besarnya peningkatan kadar protein pada reaksi enzimatis antara sisik ikan bandeng dengan protease dibandingkan kontrol menggunakan metode Lowry. Sembilan isolat bakteri proteolitik HTcUM3-9 telah diseleksi dan diperoleh empat kandidat isolat potensial yaitu HTcUM6.1.1, HTcUM7.1, HTcUM8 dan HTcUM9.1. Empat kandidat isolat potensial dimurnikan dan dikonfirmasi nilai indeks proteolitiknya. Isolat HTcUM8 dengan nilai indeks proteolitik tertinggi dipilih sebagai isolat murni yang potensial sebagai bakteri proteolitik. Enzim protease isolat HTcUM8 yang diproduksi pada media dengan sumber nitrogen pepton tidak mampu mengisolasi kolagen dari sisik ikan bandeng, sedangkan pada limbah cair tahu mampu mengisolasi kolagen dari sisik ikan bandeng
Pengembangan Bahan Ajar Flipbook 3D pada Materi Kesetimbangan Kimia Berbasis Inkuiri Terbimbing
ABSTRAK Machfiroh, Fajrin Nurul. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Flipbook 3D pada Materi Kesetimbangan Kimia Berbasis Inkuiri Terbimbing. Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Munzil, S.Pd., M.Si., (II) Dr. H. Yahmin, S.Pd., M.Si. Kata Kunci : bahan ajar flipbook 3D, kesetimbangan kimia, inkuiri terbimbing, model 4-D Kesetimbangan kimia merupakan pokok bahasan dalam ilmu kimia yang banyak membahas materi yang bersifat abstrak dan melibatkan pemahaman pada 3 tingkatan representasi kimia yaitu tingkatan makroskopik, submikroskopik dan simbolik. Kesetimbangan kimia merupakan konsep kimia yang sulit dipahami oleh siswa karena bersifat abstrak dan menimbulkan terjadinya miskonsepsi. Beberapa penelitian menyatakan bahwa faktor utama ketidakmampuan siswa dalam memahami konsep faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan kimia dikarenakan keterbatasan siswa dalam memahami molekul-molekul secara submikroskopik dengan ditinjau dari simbol-simbol dalam persamaan kesetimbangan kimia. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dibutuhkan bahan ajar yang dapat membantu memvisualisasikan konsep-konsep dalam materi kesetimbangan kimia. Bahan ajar tersebut dapat berupa bahan ajar flipbook 3D, karena dalam bahan ajar flipbook 3D dapat dimodifikasi dengan penambahan multimedia interaktif seperti teks, video, animasi dan gambar. Menurut penelitian, penggunaan media flipbook dapat meningkatkan berfikir kreatif siswa dan juga dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Penerapan bahan ajar dengan pendekatan inkuiri terbimbing mampu meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar flipbook 3D pada materi kesetimbangan kimia berbasis inkuiri terbimbing. Pengembangan bahan ajar flipbook 3D pada materi kesetimbangan kimia berbasis inkuiri terbimbing menggunakan Model 4D dari Thiagarajan dkk (1974) yang terdiri dari (1) mendefinisikan (to define), (2) merancang (to design), (3) mengembangkan (to develop), dan (4) menyebarluaskan (to disseminate). Namun, pengembangan bahan ajar flipbook 3D ini hanya dilakukan sampai pada tahap mengembangkan. Penilaian terhadap produk pengembangan dilakukan melalui validasi dan uji coba kelompok kecil. Validasi media ini dilakukan oleh 1 orang dosen kimia yang merupakan ahli media dan ahli materi serta 1 orang guru mata pelajaran kimia sebagai ahli lapangan atau ahli dalam pembelajaran di kelas. Uji coba kelompok kecil dilakukan pada 10 orang siswa SMA kelas XI MIA 5 di SMA Negeri 1 Kepanjen. Hasil penelitian pengembangan ini berupa bahan ajar flipbook 3D pada materi kesetimbangan kimia berbasis inkuiri terbimbing. Hasil validasi yang diperoleh meliputi validasi dari ahli media sebesar 91,13% dan validasi dari ahli materi sebesar 90,77 %. Hasil validasi oleh ahli lapangan diperoleh skor penilaian rata-rata sebesar 95,63 %. Uji kelayakan penggunaan bahan ajar flipbook 3D pada kelompok kecil diperoleh skor sebesar 83,5 % yang memenuhi kriteria sangat layak
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STAD DIPADU DENGAN NHT TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X MIPA MAN 1 MALANG PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
ABSTRAK Ummah, Nasrul.Pengaruh Model Pembelajaran STADdipadu dengan NHTterhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas X MIPA MAN 1 Malang Pada Materi Larutan Elektrolit Non Elektrolit. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Suhadi Ibnu, M.A., Ph.D,(II) Dr. Fauziatul Fajaroh, M.S. Kata kunci: model pembelajaran, NHT,STAD, larutan elektrolit-non elektrolit, motivasi, hasil belajar.Ilmu kimia merupakan cabang sains yang materinya mengandung banyak konsep abstrak serta prinsip-prinsip dasar yang harus dipahami siswa. Oleh sebab itu, proses pembelajaran kimia tidak bisa hanya berfokus pada pemecahan soal-soal numerik, tapi juga kemampuan siswa dalam memahami teori, fakta, deskripsi, peristilahan kimia, dan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah serta berpikir kritis. Penerapkan model STAD dipadu dengan NHT pada materi kimia diduga dapat membantu siswa untuk meningkatkan pemahamannya terhadap konsep-konsep abstrak yang terdapat pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan motivasi dan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran STAD dipadu dengan NHT dan model pembelajaran STAD serta keterterapan model pembelajaran STAD dipadu dengan NHT.Desain penelitian ini adalah eksperimen semu (quasy experiment). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MAN 1 Malang tahun ajaran 2016/2017 dengan subjek penelitian berjumlah 65 siswa dengan rincian 32 siswa kelas X MIPA 4 sebagai kelas eksperimen dan 33 siswa kelas X MIA 5 sebagai kelas kontrol.Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes prestasi belajar, angket dengan hasil validitas baik dan reliabilitas tinggi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan Uji-t untuk mengetahui pengaruh dari model pembelajaran STAD dipadu dengan NHT.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterterapan model pembelajaran STAD dipadu dengan NHT 90,1%; (2) ada perbedaan signifikan hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotorik pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran STAD dipadu dengan NHT dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran STAD. Rata-rata nilai hasil belajar kognitif siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran STAD dipadu dengan NHT (X=88,25), lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran STAD (X=84,18), rata-rata nilai hasil belajar afektif siswa berturut-turut (X=87,2), (X=83,6) dan rata-rata nilai hasil belajar psikomotorik siswa berturut-turut (X=86,4), (X=84,0); (3) rata-rata motivasi belajarsiswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran STAD dipadu dengan NHT dan model pembelajaran STAD masing-masing sebesar 75,44%, sedangkan kelas kontrol sebesar 73,53%
IDENTIFIKASI PEMAHAMAN REPRESENTASI MIKROSKOPIK DAN SIMBOLIK SISWA KELAS XI MIPA PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA
ABSTRAK Arofati.MelaniDwi 2017. Identifikasi Pemahaman Representasi Mikroskopik dan Simbolik Siswa Kelas XI MIPA SMA Pada Materi Kesetimbangan Kimia.Skripsi, Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Endang Budiasih, M.S. (2) Dra. Dedek Sukarianingsih, M.Pd, M.Si Kata Kunci :Identifikasi, mikroskopik, simbolikKonsep-konsep dalam ilmu kimia saling berkaitan antara satu dengan yang lain dan memiliki karakter yang berjenjang mulai dari yang sederhana menuju yang lebih kompleks. Salah satu materi pelajaran kimia yang diajarkan pada siswa kelas XI adalah kesetimbangan kimia. Siswa harus memiliki pemahaman yang utuh dalam materi kesetimbangan kimia, karena materi kesetimbangan kimia merupakan pondasi untuk materi selanjutnya seperti kesetimbangan kelarutan, kesetimbangan asam basa, larutan buffer, kesetimbangan fasa, dan redoks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman konsep siswa kelas XI MIPA 5 SMAN 01 Lamongan pada materi kesetimbangan kimia.Penelitian ini adalah penelitian deskrifti fdengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA 5 SMAN 01 Lamongan, yang terdiridari 30 siswa. Instrumen penelitian berupa 25 butir soal pilihan ganda yang telah dipilih berdasarkan hasil uji coba ulang dari soal yang dikembangkan oleh Ismaniara (2016). Hasil tes kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase siswa yang memahami konsep kesetimbangan dinamis pada representasi mikroskopik sebesar 21,75%, dengan kategori sangat kurang. Persentase siswa yang memahami konsep tetapan kesetimbangan serta hubungan Kp dan Kc pada representasi mikroskopik sebesar 77,67%, dengan kategori baik. Persentase siswa yang memahami konsep pergeseran kesetimbangan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada representasi mikroskopik sebesar 49,20%, dengan kategori kurang. Persentase siswa yang memahami konsep kesetimbangan dinamis pada representasi simbolik sebesar 67,5%, dengan kategori baik. Persentase siswa yang memahami konsep tetapan kesetimbangan serta hubungan Kp dan Kc pada representasi simbolik sebesar55%, dengan kategori kurang. Persentase siswa yang memahami konsep pergeseran kesetimbangan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada representasi simbolik sebesar 41,4%, dengan kategori kurang.Berdasarkan data hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi kesitimbangan kimia terutama pada representasi mikroskopik
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS ANDROID BERFORMAT EPUB DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATERI STRUKTUR ATOM DAN TABEL PERIODIK UNSUR UNTUK KELAS X SMA/MA
ABSTRAK Kiptiyah, Khopshotul. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Android Berformat EPub dengan Pendekatan Saintifik pada Materi Struktur Atom dan Tabel Periodik Unsur untuk Kelas X SMA/MA. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. I Wayan Dasna, M.Si, M.Ed(II) Dr. Nazriati, M.Si Kata Kunci: bahan ajar, android, EPub, pendekatan saintifik Pada umumnya bahan ajar kimia saat ini dikemas dalam bentuk cetak. Bahan ajar cetak hanya memuat gambar dan tulisan, selain itu bahan ajar cetak yang dijual dipasaran harganya relatif mahal. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaruan dan pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses pembelajaran. Salah satu bahan ajar yang memanfaatkan perkembangan teknologi adalah bahan ajar berbasis android berformat EPub. Electronic Publication (EPub)merupakan format untuk buku digital. Hal yang mendasari pengembangan bahan ajar berbasis android ini adalah banyaknya siswa SMA yang sudah memiliki smartphone bersistem android. Kebanyakan siswa menggunakan smartphone dengan versi android Jelly Bean. Bahan ajar berbasis android berformat EPub inimemiliki keunggulan, yakni siswa dapat dengan mudah menggunakan eBook secara gratis. Bahan ajar berbasis android ini dapat menampilkan teks, gambar, animasi, dan video, selain itu dapat digunakan dimana saja dan tidak memerlukan koneksi internet.Maka penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk dan mengetahui kelayakan bahan ajar berbasis android berformat EPub dengan pendekatan saintifik pada materi struktur atom dan tabel periodik unsur. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan 4-D Thiagarajan yang terdiri dari empat tahap, yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Penelitian pengembangan ini hanya dilaksanakan sampai tahap develop. Validasi produk pengembangan dilakukan oleh ahli media dan ahli materi. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi berupa angket dan lembar komentar atau saran validator terhadap bahan ajar. Uji keterbacaan dilakukan terhadap 30 siswa MAN Kota Batu. Data hasil validasi dan uji keterbacaan kemudian dianalisis menggunakan jenjang kriteria presentase kelayakan dari bahan ajar yang dikembangkan. Hasil penelitian pengembangan ini berupa bahan ajar berbasis android berformat EPub dengan pendekatan saintifik pada bahasan struktur atom dan tabel periodik unsur. Bahan ajar ini terdiri dari buku guru dan buku siswa. Hasil validasimedia diperoleh persentase 98,3% dengan kriteria sangat layak. Hasil validasi materi untuk buku guru diperoleh persentase 78,5% dengan kriteria layak, sedangkan untuk buku siswa diperoleh persentase 74% dengan kriteria layak. Hasil uji coba keterbacaan diperoleh persentase 90% dengan kriteria sangat layak. Berdasarkan hasil validasi dan uji keterbacaan menunjukkan bahwa secara umum bahan ajar berbasis android berformat EPub ini layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran
Pembuatan dan Karakterisasi Adsorben Silika-Karagenan untuk Mengikat Ion Pb2+dengan Ion Pengganggu Cd2+
ABSTRAK Ion Pb2+dan Cd2+ adalah ion logam berat yang mudah larut dalam air dan menyebabkan gangguan kesehatan manusia. Biasanya ion-ion logam berat ini dihasilkan dari limbah industri seperti penyamakan kulit, semen, dan tekstil, sehingga perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dibuang kelingkungan. Salah satu cara penanggulangan adalah dengan cara adsorpsi. Pada penelitian ini digunakan adsorben silika-karagenan yang digunakan untuk mengadsorpsi ion Pb2+dan Cd2+. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) membuat dan mengkarakterisasi adsorben silika-karagenan serta karakter adsorben yang diperoleh, (2) mengetahui profil adsorpsi campuran Pb2+ dan Cd2+ menggunakan adsorben silika-karagenan dengan metode KLT, (3) mengetahui profil adsorpsi Pb2+ menggunakan adsorben silika-karagenan dengan metode batch, dan (4) mengetahui pengaruh Cd2+ sebagai ion pengganggu terhadap adsorpsi Pb2+ dengan menggunakan adsorben silika-karagenan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium Jurusan Kimia, Universitas Negeri Malang. Penelitian yang dilakukan terdiri dari empat tahap, meliputi (1) pembuatan adsorben dan karakterisasinya yang meliputi massa jenis, uji kadar air, uji kadar abu, SEM, dan FT-IR, (2) aplikasi kemampuan adsorben untuk mengadsorpsi campuran Pb2+ dan Cd2+ dengan metode KLT, (3) aplikasi untuk mengadsorpsi Pb2+ dengan metode batch, dan (4) analisis pengaruh keberadaan Cd2+ sebagai ion pengganggu terhadap adsorpsi Pb2+ dengan menggunakan adsorben silika-karagenan. Hasil penelitian adalah: (1) Silika-karagenan memiliki massa jenis 1.10 g/cm3, kadar air 2.10%, kadar abu 81.80%, dan daya serap iod 21.80%. Uji karakterisasi adsorben silika-karagenan menggunakan SEM menunjukkan bahwa struktur adsorben tidak rata dengan bentuk partikel globular dengan dimensi jangkauan di bawah 100 nm. Pada uji FT-IR menunjukkan adanya pita serapan umum yang muncul yaitu gugus siloksan (≡Si-O≡), silanol (≡Si-OH-) pada silika dan gugus –OH pada karagenan, (2) Campuran ion Pb2+ dan Cd2+ tidak dapat terelusi pada plat KLT, (3) adsorpsi dengan menggunakan metode batch menunjukkan persen adsorpsi Pb2+ kurang dari 50% pada adsorben silika-karagenan, dan (4) keberadaan Cd2+ sebagai ion pengganggu menurunkan keterserapan Pb2+ pada adsorben silika-karagenan
Efektivitas Model Pembelajaran Learning Cycle 5E untuk Mengatasi Kesulitan Pemahaman Konsep Reaksi Redoks Pada Siswa Kelas X SMAN 9 Malang
ABSTRAK Fitria, Anis. 2017. Efektivitas Model Pembelajaran Learning Cycle 5E untuk Mengatasi Kesulitan Pemahaman Konsep Reaksi Redoks Pada Siswa Kelas X SMAN 9 Malang. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Hj. Endang Budiasih, M.S,(II) Dra. Dedek Sukarianingsih, M.Pd., M.Si. Kata kunci : Leaning Cycle 5E, kesulitan pemahaman konsep, reaksi redoks Reaksi redoks adalah salah satu materi kimia yang dibelajarkan pada siswa SMA kelas X. Beberapa penelitian menunjukkan masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep reaksi redoks. Kesulitan yang dialami siswa kemungkinan dipengaruhi oleh faktor internal (aktivitas siswa masih pasif) dan faktor eksternal yaitu penggunaan model pembelajaran yang kurang inovatif dalam kegiatan pembelajaran. Guru masih cenderung memberikan pembelajaran kimia dengan menggunakan model pembelajaran konvensional (teacher centered learning). Hal ini membuat kemampuan berpikir dan keaktifan siswa untuk belajar sangat rendah, mereka cenderung pasif dan hanya mencatat keterangan yang diberikan oleh guru. Berdasarkan saran penelitian terdahulu, diperlukan perubahan strategi pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru menuju pembelajaran konstruktivistik yang berpusat pada siswa. Salah satu model pembelajaran yang berorientasi pada pembelajaran konstruktivistik adalah Learning Cycle 5E. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) keterlaksanaan model pembelajaran Learning Cycle 5E dan model pembelajaran konvensional, 2) perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E, dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, 3) efektivitas model pembelajaran Learning Cycle 5E dalam mengatasi kesulitan pemahaman konsep reaksi redoks pada siswa kelas X SMAN 9 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu dengan model post test only control group design. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling, dan diperoleh dua kelas, yaitu kelas X-IPA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-IPA 5 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain : (1) Silabus (2) RPP (3) LKS (4) Lembar Penilaian Afektif (5) Soal Ulangan Harian. Teknik analisis data yang digunakan meliputi : analisis deskriptif dan statistik. Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis keterlaksanaan pembelajaran dan nilai afektif siswa. Analisis statistik dengan uji-t (independent samples t- test) digunakan untuk menguji perbedaan hasil belajar kognitif siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Keterlaksanaan model pembelajaran Learning Cycle 5E memiliki rata-rata sebesar 92,01% dan keterlaksanaan model pembelajaran konvensional sebesar 88,54%. (2) Ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E dan model pembelajaran konvensional. Rata-rata hasil belajar kognitif siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E ( =80,11) lebih tinggi dari pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional ( =74,51). Hasil belajar afektif siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E ( = 84,50) lebih tinggi dari pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional ( =77,80). Dengan demikian model pembelajaran Learning Cycle 5E efektif untuk mengatasi kesulitan pemahaman konsep reaksi redoks pada siswa kelas X SMAN 9 Malang
Karakterisasi Campuran Karagenan-Gellan Gum dan Aplikasinya Sebagai Matriks Tablet Lepas Lambat
ABSTRAK Rohmah, Febri Fiatul. 2017. Karakterisasi Campuran Karagenan-Gellan Gum dan Aplikasinya Sebagai Matriks Tablet Lepas Lambat. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Irma Kartika Kusumaningrum, M.Si., (II) Eli Hendrik Sanjaya, M.Si. Kata kunci : Karagenan, gellan gum, tablet lepas lambat. Karagenan memiliki sifat fungsional yang mampu berperan sebagai bahan pengental dan penstabil yang memiliki kemampuan untuk membentuk gel. Karagenan dapat digunakan sebagai matriks sediaan lepas lambat dengan sifat yang dimiliki. Tujuan sediaan lepas lambat adalah untuk mempertahankan konsentrasi obat dalam darah pada waktu yang lama. Matriks sediaan lepas lambat karagenan yang dibentuk kurang dapat mempertahankan sediaan lepas lambat di dalam darah sehingga perlu dikombinasikan dengan bahan lain, misal: gellan gum. Kombinasi kedua bahan ini mampu menghasilkan suatu matriks yang dapat menjadi sediaan lepas lambat. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen di laboratorium yang terdiri dari dua tahap uji yaitu: A) karakteristik karagenan-gellan gum yang meliputi: 1) uji kadar air, 2) uji swelling power, dan 3) uji FTIR. B) Uji coba pemanfaatan sebagai matriks lepas lambat kalium diklofenak yang meliputi: 1) penyiapan sampel, 2) uji kadar air tablet, 3) uji kekerasan tablet, 4) uji kerapuhan tablet, 5) uji swelling, dan 6) uji in vitro release. Hasil penelitian yang diperoleh: 1) kadar air karagenan 17,31%, gellan gum 15,79 % dan campuran karagenan:gellan gum dengan perbandingan 2:1 nilai kadar air 19,90%, pada saat perbandingan 1:2 nilai kadar air 11,75% 2) nilai swelling power karagenan 58,413, nilai swelling power gellan gum 106,565 sedangkan pada campuran karagenan: gellan gum perbandingan 2,5 : 1 sebesar 95,717 dan pada campuran perbandingan 1,9 : 1 sebesar 122,835 3) hasil uji coba matriks karagenan-gellan gum dari kekerasan tablet antara 3-8 kg/cm2, kerapuhan table
Analisis Kemampuan Berargumentasi Ilmiah Materi Ikatan Kimia Peserta Didik SMA, MAN, dan Perguruan Tinggi
ABSTRAK Wahdan, Wiwit Zahrotul. 2017. Analisis Kemampuan Berargumentasi Ilmiah Materi Ikatan Kimia Peserta Didik SMA, MAN, dan Perguruan Tinggi. Skripsi. Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Oktavia Sulistina, S.Pd., M.Pd., (II) Dra. Dedek Sukarianingsih, M.Pd., M.Si. Kata kunci: kemampuan berargumentasi ilmiah, ikatan kimia Ilmu kimia memiliki beberapa karakteristik, antara lain sebagian besar konsep kimia bersifat abstrak, konsep-konsep kimia merupakan penyederhanaan dari yang sebenarnya, materi kimia bersifat berurutan, ilmu kimia tidak hanya sekedar memecahkan soal-soal numerik (terdiri dari angka-angka saja), dan beban yang harus dipelajari dalam mata pelajaran kimia sangat banyak. Terkait dengan karakteristik ilmu kimia tersebut banyak peserta didik yang mengalami kesulitan dalam belajar kimia. Kesulitan yang dialami peserta didik dalam memahami materi akan mempengaruhi cara berpikir peserta didik dalam menyelesaikan masalah-masalah yang muncul, sehingga berpengaruh terhadap kemampuan peserta didik dalam berargumentasi. Oleh karena itu, soal-soal konseptual mengenai materi ikatan kimia perlu diberikan kepada peserta didik untuk mengetahui kemampuan berargumentasi ilmiah sehingga dapat diketahui tindak lanjut penyelesaiannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengetahui perbedaan kemampuan berargumentasi ilmiah peserta didik kelas X MIA SMA Negeri 1 Lawang, X MIA MA Negeri 1 Malang, dan mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Prodi Pendidikan Kimia semester dua angkatan 2016 terhadap (1) ikatan ion, (2) ikatan kovalen, dan (3) kepolaran molekul. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIA 1 SMA Negeri 1 Lawang sebanyak 32 peserta didik, X MIA 3 MAN 1 Malang sebanyak 32 peserta didik, dan UM Prodi Pendidikan Kimia Offering A semester dua angkatan 2016 sebanyak 31 mahasiswa. Instrumen penelitian berupa 3 butir soal esai kemampuan berargumentasi dan pedoman wawancara peserta didik. Analisis mengenai kemampuan berargumentasi ilmiah peserta didik menggunakan sistem kategori kompleksitas argumentasi modifikasi dari Cetin (2014). Analisis mengenai pengaruh jenjang pendidikan terhadap kemampuan berargumentasi ilmiah peserta didik menggunakan teknik Mann-Whitney One Tail. Analisis tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan berargumentasi ilmiah peserta didik didasarkan pada hasil wawancara. Hasil wawancara dilakukan pengecekan keabsahan data dengan cara triangulasi metode/teknik dan menggunakan bahan referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kemampuan berargumentasi ilmiah antara SMA Negeri 1 Lawang dengan MA Negeri 1 Malang, SMA Negeri 1 Lawang dengan UM Prodi Pendidikan Kimia semester dua angkatan 2016, dan ada perbedaan antara MA Negeri 1 Malang dengan UM Prodi Pendidikan Kimia semester dua angkatan 2016 pada materi ikatan kimia. Seluruh jenjang pendidikan tersebut didominasi dengan level 2a. Level 2a dengan persentase tertinggi yaitu mahasiswa UM Prodi Pendidikan Kimia semester dua angkatan 2016 sebesar 53,76% diikuti peserta didik SMA Negeri 1 Lawang sebesar 49,31% dan MA Negeri 1 Malang sebesar 47,91%. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan berargumentasi ilmiah peserta didik adalah pemahaman peserta didik terhadap materi ikatan kimia dan keterlibatan peserta didik dalam kegiatan argumentasi selama proses pembelajaran