SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1785 research outputs found
Sort by
Pengaruh Latihan Drill Dengan Paddle Dan Ayunan Lengan Terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas Pada Ekstrakurikuler Aquatic Di SMA Negeri 5 Malang
ABSTRAK Susanto. M. E. 2016.Pengaruh Latihan Drill Dengan Paddle Dan Ayunan Lengan Terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas Pada Ekstrakurikuler Aquatic Di SMA Negeri 5 Malang,JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan, FakultasIlmuKeolahragaan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M.E Winarno, M.Pd, (II) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: Drill, Paddle dan Ayunan Lengan, Kecepatan, Renang Gaya Bebas. Berdasarkanobservasiawalpada kecepatan renang gaya bebas kemampuansiswaekstrakurikulerAquatic di SMA Negeri 5 Malang memilikiotottungkai dan otot lengan yang lemahsehinggadibutuhkanpelatihankekuatanberupalatihandrill dengan paddle dan ayunan lengan. Berdasarkanmasalahtersebutpenelitimelakukanpenelitianberjudulpengaruhlatihandrill dengan paddle dan ayunan lengan terhadap kecepatan renang gaya bebas pada ekstrakurikuler aquatic di SMA Negeri 5 Malang. Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahuiperbedaanpengaruhantaralatihandrill dengan paddle dan ayunan lengan terhadap kecepatan renang gaya bebas. Mengetahui pengaruh latihan drill terhadap kecepatan renang gaya bebas. Mengetahui pengaruh latihan paddle dan ayunan lengan terhadap kecepatan renang gaya bebas. Rancanganpenelitian yang digunakanadalahpenelitianeksperimensemu (quasieksperimental). Teknikpengambilansampeldipilihmenggunakantekniksistimatic total samplingdilakukandengancaramengambil semua sampel yang ada sejumlah 24 siswa padapesertaekstrakurikulerAquatic di SMA Negeri 5 Malang. Sampel dibagi menjadi dua kelompok. kelompokeksperimenberjumlah 12 siswa dankelompok kontrolberjumlah 12 siswa. Pengumpulan data menggunakaneksperimensemu danobservasitesawal. Analisis data menggunakanstatistikainferensialberupaanalisiskovarians. Hasilanalisis kovariansatujalur (anakova) skor peningkatan kecepatan renang gaya bebas kelompok latihan diperoleh F hitungsebesar8,37> F tabel4,32padasignifikasi 0,05. Dengandemikiantidakadapengaruh yang signifikanantara kecepatan renang gaya bebas hasil latihan drill dengan latihan paddle dan ayunan lengan. Terdapat pengaruh yang signifikan antara selisih peningkatan kecepatan renang gaya bebas hasil latihan drill dengan latihan paddle dan ayunan lengan
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran POGIL (Process Oriented Guided Inquiry Learning) terhadap Hasil Belajar Kognitif dan Keterampilan Berfikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas XI SMA Negeri 10 Malang pada Materi Larutan Penyangga
ABSTRAK Nuritriyah, Arifah. 2017. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran POGIL (Processs-Oriented Guided Inquiry Learning) terhadap Hasil Belajar Kognitif dan Keterampilann Berfikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas XI SMA Negeri 10 Malang pada Materi Larutan Penyangga. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ridwan Joharmawan, M.Si., (2) Dr. Yudhi Utomo, M.Si. Kata Kunci: Model Pembelajaran POGIL, Hasil belajar kognitif, Keterampilan berfikir tingkat tinggi Keterampilan berfikir tingkat tinggi merupakan tujuan penting dalam semua sektor pendidikan. Menurut kurikulum 2013 revisi, pembelajaran kimia di SMA/MA bukan sekedar pengalihan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik, tetapi juga pengembangan keterampilan berfikir tingkat tinggi melalui pengalaman kerja ilmiah. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk mengembangkan keterampilan berfikir tingkat tinggi siswa adalah model pembelajaran POGIL. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya perbedaan hasil belajar kognitif dan keterampilan berfikir tingkat tinggi antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran POGIL dan model pembelajaran ekspositori pada materi larutan penyangga. Penelitian ini meggunakan rancangan peneltian eksperimen semu dengan desain post test only controlled group design. Populasi penelitian mencakup semua siswa kelas XI IPA SMAN 10 Malang tahun pelajaran 2016/2017. Sampel dipilih melalui teknik cluster random sampling. Dipilih dua kelas dari delapan kelas yang ada menggunakan teknik undian. Selanjutnya kelas eksperimen dan kelas kontrol dipilih secara acak sehingga diperoleh: 1) kelas XI IPA B sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran POGIL. 2) kelas XI IPA C sebagai kelas kontrol yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran ekspositori. Data hasil belajar kognitif siswa diperoleh dari kemampuan siswa menjawab soal pada tingkat kognitif C1-C6, sedangkan keterampilan berfikir tingkat tinggi diukur dari kemampuan siswa dalam menjawab soal pada tingkat kognitif C4-C6 menurut Taksonomi Bloom Revisi. Analisis data hasil penelitian dilakukan secara deskriptif dan statistik menggunakan uji hipotesis berupa independent sample t-test dengan taraf signifikansi α=0, 05. Analisis data dilakukan dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran POGIL pada materi larutan penyangga berpengaruh positif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif dan keterampilan berfikir tingkat tinggi siswa yang ditunjukkan dengan adanya perbedaan. Perbedaan hasil belajar kognitif ditunjukkan oleh nilai rata-rata hasil belajar kognitif siswa sebesar 83,88 untuk siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran POGIL dan 76,33 untuk siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ekspositori serta dibuktikan secara statistic dengan nilai t hitung (4,606) > t tabel (1,994). Perbedaan keterampilan berfikir tingkat tinggi ditunjukkan oleh persentase jawaban benar untuk soal dengan tingkat kognitif C4-C6 sebesar 84,76% untuk siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran POGIL dan 62,96% untuk siswa yang dibelajarkan dengan model ekspositori serta dibuktikan secara statistik dengan nilai t hitung (8,868) > t tabel (1,994). Dengan demikian, guru disarankan agar menerapkan model pembelajaran POGIL pada materi kimia lainnya yang memiliki karakteristik materi yang sama dengan larutan penyangga seperti: materi asam basa, hidrolisis garam, kelarutan dan hasil kali kelarutan, dan lain-lain untuk meningkatkan hasil belajar kognitif dan keterampilan berfikir tingkat tinggi siswa. Selain itu, agar proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran POGIL dapat berlangsung dengan baik, maka guru disarankan untuk dapat membimbing dan mengawasi jalannya diskusi kelompok dalam pembelajaran POGI
Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk SMA Kelas XI Pokok Bahasan Termokimia
ABSTRAK Amalia, Rizky Fadina. 2017. Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk SMA Kelas XI Pokok Bahasan Termokimia. Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Munzil, S.Pd., M.Si., (II) Dr. Sumari, M.Si. Kata Kunci : multimedia interaktif, termokimia, inkuiri terbimbing, model 4-D Termokimia merupakan bagian dari ilmu kimia yang mempelajari tentang perubahan energi yang menyertai reaksi kimia. Kebanyakan siswa kesulitan dan tidak memahami konsep-konsep yang berkaitan dengan materi termokimia akibat kesalahan konsep atau miskonsepsi. Pembelajaran termokimia seharusnya dapat menghubungkan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat menemukan dan memecahkan berbagai masalah yang dihadapi di kelas dan di lingkungan sekitar. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah menerapkan metode inkuiri terbimbing. Oleh karena itu, pada proses pembelajaran guru harus mampu memfasilitasi siswa dengan memberikan sumber belajar agar pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih efektif. Dalam mempelajari materi termokimia siswa dituntut untuk memiliki tiga pemahaman representatif meliputi makroskopik, sub-miskroskopik dan simbolik. Karena topik termokimia yang kompleks dan sulit untuk divisualisasikan ini, maka untuk mengajarkan termokimia dipertimbangkan menggunakan multimedia berbasis teknologi komputer. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia interaktif berbasis inkuiri terbimbing untuk SMA kelas XI pokok bahasan termokimia. Pengembangan multimedia interaktif berbasis inkuiri terbimbing pada pokok bahasan termokimia menggunakan Four-D Model (4D Model) yang dikembangkan oleh Thiagarajan. Tahap - tahap yang dilakukan dalam model 4-D ini, yaitu tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Tetapi pengembangan ini hanya dilakukan sampai tahap pengembangan. Penilaian terhadap produk pengembangan dilakukan melalui validasi dan uji coba kelompok kecil. Validasi media ini dilakukan oleh 1 orang dosen kimia yang merupakan ahli media dan ahli materi serta 1 orang guru mata pelajaran kimia sebagai ahli lapangan atau ahli dalam pembelajaran di kelas. Uji coba kelompok kecil dilakukan pada 15 orang siswa SMA kelas XI MIPA 2 di SMA Negeri 1 Bangil. Hasil penelitian pengembangan ini berupa media pembelajaran multimedia interaktif berbasis inkuiri terbimbing pada pokok bahasan termokimia. Hasil validasi yang diperoleh meliputi validasi dari ahli media sebesar 98,00 % dan validasi dari ahli materi sebesar 93,93 %. Hasil validasi oleh ahli lapangan diperoleh skor penilaian rata-rata sebesar 91,46 %. Uji kelayakan penggunaan multimedia interaktif pada kelompok kecil diperoleh skor sebesar 78,00 % yang memenuhi kriteria layak
Pengembangan Bahan Ajar Laju Reaksi Berbasis Model Pembelajaran Learning Cycle 5E untuk Siswa Kelas XI SMA/MA
ABSTRAK Nuraisyah, Andini Desikasari. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Laju Reaksi Berbasis Model Pembelajaran Learning Cycle 5E untuk Siswa Kelas XI SMA/MA. Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Muntholib, S.Pd., M.Si., (II) Dr. Suharti, M.Si. Kata Kunci: bahan ajar, laju reaksi, model pembelajaran Learning Cycle 5E Pengetahuan kimia terdiri atas empat dimensi pengetahuan, yaitu faktual, konseptual, prosedural, dan metakognisi. Salah satu materi kimia kelas XI adalah laju reaksi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa masih banyak peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mempelajari materi laju reaksi. Kesulitan yang dialami peserta didik mengindikasikan bahwa empat dimensi pengetahuan belum dicapai dengan baik. Keempat dimensi pengetahuan dapat dicapai melalui pendekatan inkuiri saintifik. Salah satu model pembelajaran berbasis inkuiri saintifik adalah Learning Cycle 5E. Implementasi pendekatan inkuiri saintifik pada pembelajaran kimia melalui model pembelajaran Learning Cycle 5E akan terlaksana dengan baik jika ditunjang oleh kompetensi pendidik serta ketersediaan bahan ajar. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan sekaligus mengetahui tingkat kelayakan bahan ajar laju reaksi berbasis Learning Cycle 5E untuk peserta didik kelas XI SMA/MA. Pengembangan bahan ajar laju reaksi mengadopsi model pengembangan 4D dari Thiagarajan. Empat tahap pengembangan 4D adalah (1) define, (2) design, (3) develop, dan (4) disseminate. Tahap disseminate tidak dilakukan karena tujuan penelitian dan pengembangan hanya sebatas mengetahui kelayakan produk yang dihasilkan. Bahan ajar hasil pengembangan ditentukan kelayakannya berdasarkan hasil validasi dan uji keterbacaan menggunakan angket. Validasi dilakukan oleh tiga validator, yaitu satu dosen jurusan kimia Universitas Negeri Malang dan dua guru kimia SMA Negeri 1 Batu. Sedangkan uji keterbacaan dilakukan pada 10 peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 1 Batu. Hasil pengembangan Bahan Ajar Laju Reaksi berbasis Learning Cycle 5E untuk peserta didik kelas XI SMA/MA terdiri dari dua buku, yaitu buku siswa dan buku guru. Hasil validasi menunjukkan persentase rata-rata buku siswa sebesar 92,78% dan persentase rata-rata buku guru sebesar 93,88%. Produk hasil pengembangan mempunyai kriteria sangat layak untuk digunakan peserta didik kelas XI SMA/MA. Produk hasil pengembangan diharapkan dapat mendukung implementasi Kurikulum 2013 Edisi 2016 dan disarankan dilakukan penelitian untuk mengetahui efektivitas bahan ajar serta dilakukan pengembangan bahan ajar dengan basis yang sama pada materi kimia yang lain
Identifikasi Pemahaman Konseptual dan Algoritmik Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Ponorogo pada Materi Larutan Penyangga
ABSTRAK Setyaningrum, Indah. 2017. Identifikasi Pemahaman Konseptual dan Algoritmik Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Ponorogo pada Materi Larutan Penyangga. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M.S., (2) Drs. H. Parlan, M.Si. Kata kunci : pemahaman algoritmik, pemahaman konseptual, larutan penyangga Ilmu kimia mencakup dua aspek pemahaman yaitu pemahaman konseptual dan algoritmik. Salah satu materi kimia yang mencakup kedua aspek pemahaman tersebut adalah larutan penyangga. Kenyataannya, kegiatan dan evaluasi pembelajaran materi larutan penyangga lebih menekankan aspek algoritmik dibandingkan konseptual. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mengidentifikasi tingkat pemahaman konseptual siswa pada materi larutan penyangga, (2) mengetahui kesalahan pemahaman konseptual siswa pada materi larutan penyangga, (3) mengidentifikasi tingkat pemahaman algoritmik siswa pada materi larutan penyangga, (4) mengetahui kesalahan pemahaman algoritmik siswa pada materi larutan penyangga, dan (5) mengetahui hubungan antara pemahaman konseptual dan algoritmik pada materi larutan penyangga. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI MIPA SMAN 2 Ponorogo terdiri dari 6 kelas. Sampel penelitian adalah kelas XI MIPA 5 dan XI MIPA 6 yang dipilih berdasarkan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian berupa soal pilihan ganda dengan alasan terbuka yang terdiri dari 10 soal konseptual dan 10 soal algoritmik. Berdasarkan hasil uji coba instrumen diperoleh validitas isi sebesar 86,4% dan koefisien reliabilitas sebesar 0,684 yang tergolong tinggi. Data hasil penelitian dianalisis dengan menghitung persentase pemahaman konseptual dan algoritmik. Kemudian melakukan uji korelasi Pearson dengan signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat pemahaman konseptual siswa pada materi larutan penyangga tergolong sangat rendah (18%); (2) kesalahan pemahaman konseptual yang paling banyak dialami siswa pada materi larutan penyangga yaitu siswa menganggap pada penambahan sedikit basa kuat ke dalam penyangga asam, secara submikroskopik tidak terjadi reaksi antara basa kuat dengan komponen penyangga; (3) tingkat pemahaman algoritmik siswa pada materi larutan penyangga tergolong rendah (25%); (4) kesalahan pemahaman algoritmik yang paling banyak dialami siswa pada materi larutan penyangga adalah siswa menganggap bahwa larutan penyangga asam terbuat dari asam lemah dan garam yang tidak mengandung basa konjugasinya dengan perbandingan mol 1 : 1; dan (5) terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara pemahaman konseptual dan pemahaman algoritmik siswa pada materi larutan penyangga dengan koefisien korelasi 0,433
Studi Penyerapan Klorofil dan Kurkumin di Permukaan Silika-Selulosa Hibrid
ABSTRAK Molo, Antonius Dionovta Riloanka Putra. 2017. Studi Penyerapan Klorofil danKurkumin di Permukaan Silika-Selulosa Hibrid. Skripsi, Jurusan Kimia,Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas NegeriMalang. Pembimbing: (I) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D., (II) Drs.Mohammad Sodiq Ibnu, M.Si. Kata Kunci: silika-selulosa hibrid, klorofil, kurkumin Abu sekam padi digunakan sebagai sumber silika dan nata de coco sebagaisumber selulosa, kedua material dapat dikombinasikan untuk membentukadsorben silika-selulosa hibrid yang digunakan sebagai adsorben klorofil dankurkumin. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui (1) karakterisasi silikaselulosa hibrid yang meliputi analisis FT-IR, kadar air, kadar abu, massa jenisdan daya serap iod, (2) daya adsorpsi adsorben terhadap klorofil, kurkumin sertacampurannya dan mengetahui keefektifitasan adsorben sebagai fasa diam padaKLT dan (3) interaksi di permukaan yang terjadi menggunakan instrument FT-IRdan UV-Vis. Penelitian bersifat eksperimental laboratoris dan terbagi dalam 4 tahapyaitu (1) pembuatan adsorben silika-selulosa hibrid (2) karakterisasi adsorbensilika-selulosa hibrid (3) aplikasi adsorben silika-selulosa hibrid terhadap klorofil,kurkumin serta campurannya (4) analisis interaksi adsorbat di permukaanadsorben menggunakan FT-IR dan UV-Vis. Hasil penelitian yang diperoleh (1) silika-selulosa hibrid mempunyai kadarair 5,69%, kadar abu 92,10% , massa jenis 2,35 g/mL, daya serap iod 7,10% dananalisis FT-IR menunjukkan adanya vibrasi ulur OH, (2) presentase rata-rataklorofil dan kurkumin yang teradsorpsi adalah 17,75% dan 1,80%, dan eluen yangmampu memisahkan campuran adalah surfaktan dalam etanol dengan nilai Rfkurkumin lebih besar dari klorofil, dan (3) terjadi interaksi di permukaan yangditandai dengan pelebaran puncak spektrum FT-IR, hasil analisis dengan UV-Vismenunjukkan adanya proses desorpsi
PENGARUH MIND MAP PADA MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA KELAS XI SMAN 10 MALANG PADA MATERI HIDROLISIS GARAM
ABSTRAK Rohmawati, Lydia. 2017. Pengaruh Mind Map Pada Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Hasil Belajar Dan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas XI SMAN 10 Malang Pada Materi Hidrolisis Garam. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H Parlan, M.Si, (II) Oktavia Sulistina, S.Pd., M.Pd. Kata kunci : model pembelajaran inkuiri terbimbing, mind map, hasil belajar kognitif, kemampuan berpikir tingkat tinggi.Hasil PISA menunjukkan skor sains Indonesia (403) dibawah rata-rata skor negara OECD (493), dimana kimia merupakan salah satu cabang sains yang dievaluasi dalam PISA. Hidrolisis garam sebagai salah satu materi yang dipelajari dalam kimia. Ketuntasan belajar siswa terhadap materi ini cukup rendah, yaitu sebesar 56% di Brawijaya Smart School Malang, sedangkan tingkat pemahaman konsep dan algoritmik siswa pada materi ini tergolong rendah berturut-turut sebesar 27,2% dan 15,8% di SMAN 10 Malang. Cukup rendahnya hasil belajar kognitif siswa, tingkat pemahaman konsep, algoritmik, dan hasil sains Indonesia dalam PISA diduga karena siswa kurang mengaitkan konsep, mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, dan kurang didisiplinnya siswa untuk belajar. Untuk itu diperlukan model pembelajaran yang konstruktivistik yaitu inkuiri terbimbing, sebagai upaya untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, disamping itu kedisiplinan siswa untuk mengorganisir dan mengaitkan konsep yang telah diperoleh dapat dilakukan dengan memberikan tugas membuat mind map. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui keterlaksanaan model pembelajaran inkuiri terbimbing baik yang disertai mind map maupun tanpa mind map, (2) mengetahui perbedaan hasil belajar kognitif dan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing yang disertai mind map maupun tanpa mind map, (3) korelasi antara kemampuan membuat mind map dengan hasil belajar kognitif dan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing yang disertai mind map pada siswa kelas XI MIPA SMAN 10 pada materi hidrolisis garam.Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian eksperimental semu (quasy experimental design) dengan model posttest only control group design. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling sehingga diperoleh kelas XI MIPA-6F4 sebagai kelas eksperimen dan XI MIPA-6G4 kelas kontrol. Kelas eksperimen dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing disertai mind map dan kelas kontrol dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing tanpa mind map. Instrumen yang digunakan berupa instrumen perlakuan (silabus, RPP, LKS) dan instrumen pengukuran (soal tes dan lembar observasi). Analisis data menggunakan analisis diskriptif dan analisis statistik. Analisis statistik menggunakan bantuan program SPSS 21.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses pembelajaran menggunakan inkuiri terbimbing yang disertai mind map maupun tanpa disertai mind map telah terlaksana dengan sangat baik; (2) Ada perbedaan hasil belajar kognitif siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing yang disertai mind map (̅= 83,72) dengan siswa yang dibelajarkan tanpa mind map (̅= 77,63), dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing yang disertai mind map (̅=76,13) dengan siswa yang dibelajarkan tanpa mind map (̅= 70,03); (3) Ada korelasi antara kemampuan membuat mind map dengan hasil belajar kognitif siswa (r = 0,567), dan korelasi (r = 0,528) antara kemampuan membuat mind map dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing disertai mind map
PENGEMBANGAN APLIKASI INTRODUCTION TO CHEMISTRY LABORATORY PRACTICE (ICLaP)SEBAGAI BAHANAJAR PENUNJANG DALAM PEMBELAJARAN PRAKTIKUM KIMIA
ABSTRAK Materi pra laboratorium merupakan materi dasar yang harus dipelajarari secara mendetil oleh siswa. Faktanya materi ini hanya dibelajarkan secara singkat, pihak sekolah sering beralasan bahwa pembelajaran pra laboratorium akan mengurangi jam pelajaran regular. Berkaitan dengan itu, maka perlu adanya media yang mampu mengatasi keterbatasan pembelajaran materi pra laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangan media mobile learning (m-learning) berbasis android sebagai bahan penunjang dalam proses pembelajaran praktikum kimia. Selain itu juga bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kelayakan produk.Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan yang mengacu pada prosedur penelitian pengembangan dari Borg and Gall yang dimodifikasi dengan penyesuaian kebutuhan dan tujuan penelitian. Produk yang dihasilkan dari penelitian ini berupa aplikasi m-learning dengan materi pra laboratoriumyang diberi namaIntroduction to Chemistry Laboratory Practice (ICLaP). Aplikasi ini terdiri dari sembilan komponen penting, yaitu (1) petunjuk penggunaan media, (2) deskripsi media, (3) karakteristik bahan kimia, (4) deskripsi alat, (5) keterampilan dasar laboratorium, (6) aturan kerja laboratorium, (7) keamanan kerja di laboratorium, (8) pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), dan (9) latihan soal. Berdasarkan hasil analisis data dari ahli materi, ahli media, dan uji lapangan, maka diperoleh tingkat validitas dalam persentase sebagai berikut: ahli media memberi penilaian 95%, ahli materi memberi penilaian 82%, guru memberi penilaian 87,5%. Uji keterterapan oleh siswa memberikan penilaian 91%.Hasil analisis data menunjukkan bahwa media m-learning berbasis android valid atau layak diaplikasikan dalam pembelajaran dengan persentase rata-rata kelayakan sebesar 89%. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan agar menerapkan media aplikasi ICLaP berbasis android sebagai bahan ajar pendukung dalam proses pembelajaran kimia materi pra laboratorium. Kata kunci:pra laboratorium kimia, introduction to chemistry laboratory practice (ICLaP)Pre laboratory material is the basic material that students must study in detail. In fact this material is only briefly learned, the school is often reasoned that pre-laboratory study will reduce the regular lesson. In this regard, it is necessary to have a media capable of overcoming the problem.This study aims to develop android-based mobile learning media as a supporting material in the learning process in the laboratory. In addition, the studyalso aims to describe the level of product quality. This research uses research and development method which refers to the research and development procedure of Borg and Gall which is modified by adjustment to the needs and objectives of the research. The product of this research is m-learning application with pre-laboratory material called Introduction to Chemistry Laboratory Practice (ICLaP). The application consists of nine essential components, namely (1) instructions for media usage, (2) media description, (3) chemical characteristics, (4) tool description, (5) basic laboratory skills, (6) laboratory rules, 7) job security in laboratory, (8) first aid in accident (P3K), and (9) practice questions. Based on the results of data analysis from the material experts, media experts, and field test, the results obtained validity audience with each percentage as follows: media experts scored 95%, material experts gave an assessment of 82%, teachers rated 87.5%, and students Rated 91%. The result of data analysis shows that the m-learning media based on android is valid or feasible to be applied in learning with the average percentage of feasibility 89%. Based on the results of the research, researchers suggest that applying ICLaP-based application media android as a supporting material in the process of learning chemistry of pre laboratory materials. Keywords:pre chemistry laboratory, introduction to chemistry laboratory practice (ICLaP
Sintesis Metil Ester Asam Lemak Minyak Biji Asam Jawa (Tamarindus indica Linn) dan Uji Aktivitasnya sebagai Antibakteri
ABSTRAK Putri, Ninda Adlina. 2017. Sintesis Metil Ester Asam Lemak Minyak Biji Asam Jawa (Tamarindus indica Linn) dan Uji Aktivitasnya sebagai Antibakteri. Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Sutrisno, M.Si., (II) Dr. Aman Santoso, M.Si. Kata kunci: minyak biji asam jawa, asam lemak, metil ester, antibakteri.Biji merupakan bagian tanaman asam jawa yang relatif belum banyak dimanfaatkan dibandingkan bagian yang lain. Kandungan minyak biji asam jawa dan aktivitas antibakterinya telah diteliti. Minyak biji asam jawa tidak aktif antibakteri. Tidak aktifnya minyak ini diduga dapat terjadi karena ukuran molekul trigliserida yang besar sehingga tidak mampu menembus dinding sel bakteri. Oleh karena itu perlu dilakukan transformasi minyak biji asam jawa menjadi molekul yang lebih sederhana dan berbasis pada struktur molekul induknya. Transformasi minyak menjadi metil ester diharapkan dapat meningkatkan aktivitas antibakterinya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mentransformasi asam lemak minyak biji asam jawa menjadi metil esternya melalui reaksi esterifikasi,(2) mengetahui karakteristik dan jenis metil ester hasil transformasi, dan(3) mengetahui aktivitas antibakteri metil ester hasil transformasi.Penelitian ini dilakukan secara eksperimen di laboratorium yang terdiri dari 6 tahap. Tahap 1 preparasi sampel. Tahap 2 ekstraksi minyak biji asam jawa dengan metode maserasi dan menggunakan alat soxhlet. Tahap 3 karakterisasi dan identifikasi hasil ekstraksi. Karakterisasi meliputi sifat fisik dan kimia. Identifikasi hasil ekstraksi dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer FT-IR. Tahap 4 transformasi minyak biji asam jawa menjadi metil ester asam lemak. Tahap 5 karakterisasi dan identifikasi metil ester hasil transformasi. Karakterisasi metil ester dilakukan seperti pada karakterisasi hasil ekstrakasi, sedangkan identifikasi metil ester dilakukan dengan menggunakan FT-IR dan GC-MS. Tahap 6 adalah uji aktivitas antibakteri metil ester hasil transformasi. Hidrolisis minyak biji asam jawa dengan kalium hidroksida dilanjutkan pengasaman dihasilkan asam lemak. Esterifikasi asam lemak hasil hidrolisis dengan katalis asam sulfat dihasilkan metil ester yang memiliki karakteristik yang berbeda dengan minyak. Metil ester ini berwujud cair dan berwarna kuning muda, memiliki massa jenis 0,837 g/mL, indeks bias 1,459 (25°C), dan viskositas 5,021 cSt. Metil ester memiliki ikatan rangkap karbon-karbon, bilangan asam 2,24, bilangan penyabunan 224,42, dan bilangan iod 133,35. Metil ester yang diperoleh adalah metil 9-heksadekenoat (0,46 %), metil heksadekanoat (12,10 %), metil heptadekanoat (0,20 %), metil 9,12-oktadekadienoat (41,87 %), metil 9-oktadekenoat (7,69 %), metil oktadekanoat (13,77 %), metil 6,9,12-oktadekatrienoat (0,26 %), metil 11-eikosenoat (3,18 %), metil dokosanoat (4,06 %), metil tetrakosanoat (8,84 %), dan metil heksakosanoat (0,70 %). Jenis dan kadar metil ester mengindikasikan komponen-komponen asam lemak penyusun minyak biji asam jawa. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran terhadap bakteri gram negatif Escherichia coli dan gram positif Staphylococcus aureus menunjukkan bahwa metil ester hasil transformasi dari minyak biji asam jawa bersifat aktif sebagai antibakteri
SELEKSI ISOLAT TR-n DARI TERASI SIDOARJO
ABSTRAK Shindy Tirta Ayu Paramitha*, Evi Susanti, SuhartiJurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri MalangJalan Semarang 5, Malang 65145*E-mail: [email protected]; Telp: 085649979737 Abstrak: Kolagen sering kali diisolasi secara enzimatis menggunakan porcine pepsin. Hal ini menimbulkan masalah mengenai kehalalannya bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim. Salah satu alternatif untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan enzim protease dari bakteri proteolitik seperti terasi. Sebanyak 18 isolat bakteri proteolitik dari terasi Sidoarjo telah berhasil diisolasi. Sebanyak 8 isolat telah dikaji, sedangkan 10 isolat sisanya (isolat TR-n) belum diketahui kemampuannya dalam menghasilkan enzim protease. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) memperoleh isolat TR-n murni yang potensial sebagai bakteri proteolitik, (2) mengetahui kemampuan enzim protease yang dihasilkan oleh isolat terpilih untuk mengisolasi kolagen dari sisik ikan bandeng. Tahap penelitian yang dilakukan yaitu: (1) seleksi isolat bakteri proteolitik berdasarkan indeks proteolitik yang diperoleh dari kultur hasil pengenceran dengan metode sebar, (2) pemurnian isolat bakteri potensial dengan metode sebar dilanjutkan goresan, uji kemurnian melalui metode pengecatan Gram, (3) konfirmasi indeks proteolitik isolat murni, (4) produksi ekstrak kasar protease isolat terpilih, (5) uji aktivitas protease dengan metode Anson, (6) uji kemampuan protease isolat terpilih untuk isolasi kolagen dari sisik ikan bandeng, berdasarkan besarnya peningkatan total protein setelah reaksi hidrolisis sisik ikan bandeng secara enzimatis. Kadar protein ditentukan dengan metode Lowry