SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1785 research outputs found

    Studi Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas Turunan Etil 2-amino-4-fenil-6-okso-1,4,5,6-tetrahidropirimidin-5-karboksilat Sebagai Inhibitor Neuraminidase

    No full text
    ABSTRAK Catra Mandra Cahyana, Yahmin, Siti Marfu’ahUniversitas Negeri MalangE-mail: [email protected] ABSTRAK: Hubungan antara struktur dengan aktivitas inhibitor neuraminidase turunan etil 2-amino-4-fenil-6-okso-1,4,5,6-tetrahidropirimidin-5-karboksilat dilakukan dengan metode hubungan kuantitatif struktur aktivitas (HKSA). Deskriptor untuk prediksi IC50 inhibitor neuraminidase yaitu indeks Balaban, Kappa-1, Chi(0), refraktivitas molekul, momen dipol, dan energi total. Pembuatan model HKSA dilakukan dengan analisis regresi multilinier (ARM). Berdasarkan 4 model persamaan yang diperoleh, hanya tiga model yang memenuhi kriteria HKSA yang baik berdasarkan Q2 dan R2Pred. Hasil prediksi pIC50 pada 10 senyawa baru yang diprediksi aktivitasnya dengan model HKSA terpilih, terdapat satu senyawa dengan aktivitas inhibisi neuraminidase potensial.  Kata Kunci: inhibitor neuraminidase, IC50, deskriptor, ARM, HKS

    Uji Toksisitas Ekstrak Etil Asetat Kernel Biji Mangga (Mangifera indica L.) Varietas Gadung terhadap Artemia Salina dan Isolasi Komponen Utama.

    No full text
    ABSTRAK Andaniya, Putri. 2017. Uji Toksisitas Ekstrak Etil Asetat Kernel Biji Mangga (Mangifera indica L.) Varietas Gadung terhadap Artemia Salina dan Isolasi Komponen Utama. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Siti Marfu’ah, M.S, (II) Dra. Dedek Sukarianingsih, M.Pd., M.Si. Kata kunci: toksisitas, ekstrak etil asetat, kernel biji mangga, flavonoidMangga merupakan tanaman buah yang banyak dimanfaatkan. Varietas mangga yang sering dimanfaatkan buahnya adalah mangga varietas gadung. Buah mangga sebagian besar yang dimanfaatkan adalah daging buah sedangkan bijinya kurang dimanfaatkan. Dalam biji mangga terdapat kernel biji mangga. Kernel biji mangga mengandung senyawa yang bersifat toksik terhadap bakteri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa dan toksisitas ekstrak etil asetat kernel biji mangga varietas gadung terhadap Artemia salina, serta mengidentifikasi komponen utamanya. Tahapan penelitian yang dilakukan yaitu(1) ekstraksi kernel biji mangga gadung dengan metode maserasi, (2) uji fitokimia, (3) uji toksisitas terhadap Artemia salina dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test), (4) isolasi komponen secara kromatografi lapis tipis preparatif, (5) identifikasi senyawa hasil isolasi secara fitokimia, dan analisis secara spektrofotometri IR. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etil asetat kernel biji mangga varietas gadung mengandung senyawa tanin, triterpenoid, flavonoid, saponin, dan karbohidrat, serta bersifat toksik terhadap Artemia salina dengan nilai LC50 824 ppm. Identifikasi komponen hasil isolasi menunjukkan bahwa komponen P1 dan P2 berupa padatan tidak berwarna, serta positif terhadap uji flavonoid. Hasil interpretasi spektrum IR menunjukkan keduanya mempunyai pita serapan yang khas untuk gugus O-H, gugus C-H alkana, gugus C=O ester, gugus C=C aromatik, gugus C-O eter, dan gugus C-H aromatik. Komponen P1 dan P2 diduga merupakan senyawa golongan flavonoid. Dari interpretasi spektrum IR dan momen dipol, komponen P1 diduga galokatekin galat dan komponen P2 diduga katekin galat

    Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari Zink(II) Oksalat Dengan Ligan N,N'-dietiltiourea

    No full text
    ABSTRAK   Reaksi antara zink(II) klorida dan N,N’-dietiltiourea atau detu (C5H12N2S) dengan stoikiometri 1 : 2 menghasilkan senyawa kompleks molekuler [ZnCl2(C5H12N2S)2] dengan geometri tetrahedral terdistorsi di sekitar atom pusatnya. Zink(II) klorida dan zink(II) oksalat memiliki perbedaan dalam hal anionnya. Anion klorida dapat bertindak sebagai ligan monodentat, sedangkan anion oksalat dapat membentuk ligan bidentat. Oleh karena itu, senyawa kompleks dari zink(II) oksalat dengan ligan yang sama kemungkinan menghasilkan senyawa kompleks yang berbeda strukturnya. Senyawa kompleks dari ZnC2O4 dengan detu belum pernah disintesis. Tujuan penelitian ini adalah mensintesis senyawa kompleks dari ZnC2O4 dan detu  serta mengkarakterisasi  strukturnya. Struktur yang diperoleh dapat digunakan untuk mengetahui pola koordinasi dari ion oksalat terhadap atom pusat. Senyawa kompleks disintesis dengan  mereaksikan ZnC2O4 dan detu dengan perbandingan mol 1 : 4 dalam pelarut metanol. Senyawa hasil sintesis dilakukan uji titik lebur, daya hantar listrik (DHL), uji kualitatif ion oksalat  dan uji SEM-EDX. Uji titik lebur dilakukan untuk mengetahui kemurnian dan kebaruannya. Hasil analisis EDX digunakan untuk memperoleh rumus empiris dari senyawa. Uji DHL dan analisis kualitatif ion oksalat untuk menentuan senyawa kompleks tersebut ionik atau molekuler. Berdasarkan hasil analisis, rumus kimia yang mungkin dari senyawa kompleks dapat ditentukan dan diprediksikan strukturnya. Energi bebas dari kemungkinan struktur yang diperoleh dihitung dengan program SPARTAN'14V1.1.4. Struktur senyawa kompleks yang diterima adalah yang memiliki energi bebas per ikatan terendah. Senyawa kompleks dari ZnC2O4 dan detu dengan stoikiometri 1 : 4 menghasilkan kristal-kristal tidak berwarna yang melebur pada suhu 87-89°C, yang menunjukkan bahwa senyawa hasil tersebut merupakan senyawa baru dan murni. Analisis EDX memberikan rumus empiris C22H48N8O4S4Zn. Uji DHL dan uji kualitatif oksalat mengindikasikan bahwa senyawa kompleks merupakan senyawa ionik. Berdasarkan rumus empris, uji DHL, dan uji kualitatif oksalat, maka rumus kimia senyawa kompleks adalah [Zn(C5H12N2S)4]C2O4. Senyawa kompleks tersebut memiliki  dua kemungkinan struktur yaitu monomer [Zn(C5H12N2S)4]C2O4 dengan kation kompleks [Zn(C5H12N2S)4]2+ memiliki struktur tetrahedral dan monomer [Zn(C5H12N2S)4]C2O4 dengan kation kompleks [Zn(C5H12N2S)4]2+ memiliki struktur bujursangkar. Energi bebas senyawa kompleks dengan struktur tetrahedral sebesar -492,9926 kJ/mol dan dengan struktur tetrahedral sebesar -105,9865 kJ/mol. Struktur yang diterima adalah monomer [Zn(C5H12N2S)4]C2O4 dengan struktur tetrahedral di sekitar atom pusatnya dan memiliki energi bebas terendah dengan SPARTAN'14.V1.1.4

    Isolasi, Identifikasi, dan Uji Aktivitas Senyawa Flavonoid Dari Biji Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Inhibitor Lipase Pankreas

    No full text
    Obesitas merupakan salah satu masalah global karena dapat memicu berbagai penyakit seperti, jantung koroner, diabetes, arterosklerosis, dan sebagainya. Salah satu penyebab obesitas adalah karena konsumsi lemak berlebih. Absorbsi lemak ke dalam tubuh memerlukan enzim lipase pankreas. Oleh sebab itu untuk mengurangi absorbsi lemak di dalam tubuh digunakan obat anti obesitas yaitu, Orlistat yang bekerja sebagai inhibitor lipase pankreas.Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sari biji pepaya terbukti mampu menghambat lipase pankreas dengan daya inhibisi yang lebih besar dari Orlistat pada berat yang sama, akan tetapi belum diketahui jenis senyawa aktif dalam biji pepaya tersebut, oleh karena biji pepaya banyak mengandung flavonoid, sementara beberapa senyawa flavonoid mampu menghambat lipase pankreas maka penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa flavonoid di dalam biji pepaya yang aktif sebagai inhibitor lipase pankreas. Penelitian ini bersifat deskriptif  laboratoris yang dilakukan dalam 6 tahap yaitu: 1) penyiapan sampel serbuk biji pepaya (pengeringan dan penghalusan), 2) ekstraksi menggunakan pelarut etanol-air dengan metode maserasi, 3) pemisahan senyawa golongan flavonoid dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), 4) uji fitokimia senyawa flavonoid, 5) uji aktivitas isolat flavonoid sebagai inhibitor lipase pankreas, serta 6) spektroskopi UV-VIS dan FT-IR untuk memprediksi struktur isolat flavonoid. Daya inhibisi terhadap lipase pankreas ditentukan dengan metode  titrimetri menggunakan pankreatin lipase sebagai sumber enzim, minyak zaitun sebagai substrat, dan Orlistat sebagai inhibitor pembanding. Uji fitokimia dilakukan menggunakan H2SO4 pekat untuk menunjukkan keberadaan senyawa flavonoid di dalam biji pepaya­. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua jenis senyawa flavonoid dari ekstrak etanol biji pepaya yang aktif sebagai inhibitor lipase pankreas.Kedua isolat flavonoidmempunyai daya inhibisi terhadap lipase pankreas masing-masing 132 kali dan 12 kali lebih kuat dibandingkan Orlistat pada massa yang sama. Analisis spektrum UV-VIS dan IR menunjukkan bahwa kedua isolat diduga mempunyai struktur yang mirip dengan 2 senyawaflavanol yaitu senyawaepicatechin dan catechin.  

    Pengembangan Instrumen Self Assessment Implementasi Pembelajaran Kimia Secara Inkuiri Bagi Para Guru

    No full text
    ABSTRAK Jayanti, Dwi. 2016. Pengembangan Instrumen Self Assessment Implementasi Pembelajaran Kimia secara Inkuiri bagi para Guru. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Sutrisno, M.Si., (II) Dr. Nazriati,M.Si., Kata kunci: Instrumen Self Assessment, Implementasi Inkuiri Kurikulum 2013 terdiri atas lima pengalaman belajar yang selaras dengan inkuiri. Pada proses pembelajaran, segala  sesuatu  yang telah dirancang oleh guru untuk siswa seharusnya sama dengan yang dialami oleh siswa. Atas dasar itu guru sebaiknya merefleksi diri dalam proses pembelajaran, apakah proses pembelajaran yang dirancang dapat terlaksana dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan instrumen untuk membantu guru dalam menilai diri sendiri dalam proses pembelajaran. Salah satu instrumen yang dapat digunakan adalah instrumen self asssessment. Tujuan dari pengembangan instrumen self assessment ini adalah menghasilkan produk instrumen self assessment pada pembelajaran kimia yang dikemas dengan mengimplementasikan inkuiri, menentukan kelayakan instrumen self assessment sebagai alat untuk merefleksi diri guru tentang implementasi inkuiri, dan mengetahui pandangan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran secara inkuiri di kelas. Model pengembangan yang digunakan untuk mengembangkan instrumen self assessment ini adalah model 4D (4D-model) dari Thiagarajan. Model 4D terdiri dari define (membatasi), design (merancang), develop (mengembangkan), dan disseminate (mendiseminasikan). Pada tahap membatasi dilakukan analisis pendahuluan dan analisis isi instrumen. Pada tahap merancang dilakukan mendesain format instrumen self assessment dan merancang isi instrumen self assessment. Pada tahap mengembangkan dilakukan pengembangan awal draf instrumen self assessment, konsultasi dengan dosen pembimbing, pengembangan draf lanjut, finalisasi instrumen self assessment, revisi produk hasil pengembangan, validasi produk, revisi hasil validasi produk, dan produk yang dihasilkan. Pada tahap diseminasi dilakukan penyebaran terbatas, yaitu kesembilan sekolah yang ada di kota Malang. Hasil validasi instrumen self assessment yang telah dikembangkan, menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 84,2% yang termasuk kategori sangat layak sehingga instrumen self assessment sangat layak untuk digunakan dalam merefleksi diri guru pada pelaksanaan pembelajaran yang mengimplementasi kan inkuiri. Hasil persentase pada tahapan inkuiri dari enam belas guru, yaitu sebanyak ≤74,31% guru telah melaksanakan tahap orientasi, sebanyak ≤53% guru telah melaksanakan tahap eksplorasi, sebanyak ≤78% guru telah melaksanakan tahap pembentukan konsep, sebanyak ≤69% guru telah melaksanakan tahap aplikasi, dan ≤86% guru telah melaksanakan tahap penutup

    Isolasi, Identifikasi dan Uji Aktivitas Senyawa Saponin dalam Terong Ungu (Solanum Melongena L.) sebagai Inhibitor Lipase Pankreas

    No full text
    ABSTRAKZakiyaturrodliyah, Lilik. 2016. Isolasi, Identifikasi dan Uji Aktivitas Senyawa Saponin dalam Terong Ungu (Solanum Melongena L.) sebagai Inhibitor Lipase Pankreas. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H Subandi, M.Si.,(II) Tatas H.P. Brotosudarmo, Ph.D.Kata Kunci: inhibitor lipase pankreas, orlistat, saponin, terong ungu.Orlistat, obat komersil yang bekerja menghambat penyerapan lemak, mempunyai efek samping terutama di saluran pencernaan sehingga perlu adanya alternatif lain yang tidak menimbulkan efek tersebut. Salah satu cara untuk mendapatkan alternatif pengganti yaitu dengan memanfaatkan bahan alami yang lebih aman, terjangkau dari segi harga dan banyak dijumpai dimasyarakat. Beberapa jenis tamanan diketahui dapat dimanfaatkan sebagai bahan alami yang dapat berfungsi untuk menggantikan orlistat, salah satunya adalah terong ungu. Penelitian Pebrianty (2013) menyatakan bahwa ekstrak methanol terong ungu dapat berperan sebagai inhibitor lipase pancreas dan mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid dan saponin. Sementara itu banyak golongan saponin yang bersifat inhibitor lipase pankreas. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi isolat saponin dari terong ungu (Solanum melongena L.) serta menguji daya inhibisinya sebagai inhibitor lipase pankreas.Penelitian ini bersifat deskriptif laboratoris yang dilakukan dengan empat tahap yaitu 1) preparasi sampel, ekstraksi dan pemekatan senyawa dari terong ungu; 2) isolasi saponin dengan kromatografi lapis tipis; 3) uji inhibisi sampel; serta 4) analisa UV-Vis dan FT-IR untuk memprediksi struktur isolate saponin. Ekstraksi menggunakan pelarut methanol dilakukan dengan metode maserasi, sedangkan tahap isolasi dilakukan dengan metode kromatografi lapis tipis preparatif menggunakan eluen metanol: aseton(1:1, v/v). Uji aktivitas menggunakan metode titrimetri dengan lipase porcine pancreas sebagai enzim, minyak zaitun sebagai substrat dan orlistat sebagai inhibitor standar.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa 1) ekstrak methanol mesokarp terong ungu mengandung golongan senyawa saponin yang aktif sebagai inhibitor lipase pankreas; 2) terdapat dua jenis senyawa golongan saponin yang aktif sebagai inhibitor lipase pancreas dengan daya inhibisi masing-masing yaitu 74,8 % per 0,5 mg isolate dan 70,4 % per 9,9 mg isolate relative terhadap 120 mg orlistat; serta 3) berdasarkan hasil spektroskopi UV-Vis dan IR isolat senyawa saponin termasuk dalam golongan saponin steroidal.

    PENGARUH PENDEKATAN CHEMOENTREPRENEURSHIP (CEP) PADA METODE PEMBELAJARAN JIGSAW TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA, MOTIVASI, DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PADA MATERI KOLOID

    No full text
    ABSTRAK   Nindya, Erma Riska. 2016. Pengaruh Pendekatan Chemoentrepreneurship(CEP) pada Metode Pembelejaran Jigsaw terhadap Minat Berwirausaha, Motivasi Belajar dan Hasil Belajar KognitifSkripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Ridwan Joharmawan, M.Si(2) Drs. Muhammad Su’aidy, M.Pd Kata Kunci:Pengaruh Pendekatan Chemoentrepreneurship(CEP), Metode Pembelajaran Jigsaw, Minat Berwirausaha, Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Kognitif Siswa             Ketrampilan  siswa SMA yang lulus sekolah dan tidak melanjutkan keperguruan tinggi memilih untuk bekerja, tetapi siswa yang baru lulus SMA tidak diberi bekal untuk ketrampilan bekerja. Pada survei yang dilakukan BPS, siswa yang tidak melanjutkan keperguruan tinggi mencapai 6,95% pada tahun 2016. Pendidikan SMA diarahkan untuk memahami konsep yang diajarkan oleh guru, juga diarahkan untuk penguasaan ketrampilan bekerja seperti ketrampilan berwirausaha. Pengaruh Pendekatan chemoentrepreneurship(CEP) merupakan suatu pendekatan kontekstual yang membelajarkan kepada siswa untuk mengaitkan objek nyata atau fenomena disekitar manusia, sehingga memungkinkan siswa dapat mempelajari proses pengolahan suatu bahan menjadi produk yang bernilai ekonomi dan memotivasi siswa untuk berwirausaha. Pengaruh Pendekatan chemoentrepreneurship(CEP) perlu dirancang dengan baik, yaitu dengan cara mengkombinasikan dengan metode atau model pembelajaran lain salah satunya adalah kooperatif jigsaw. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan Chemoentrepreneuship(CEP) pada metode pembelajaran jigsaw terhadap minat berwirausaha, motivasi belajar dan hasil belajar kogniif sisa. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Bangil dengan populasi siswa kelas XI MIPA. Dalam penelitian ini kelas X MIPA 1 dan XI MIPA 2 merupakn subjek penelitian. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Posttest Only Control Group Design.Instrumen pengukuran yang digunakan adalah lembar observasi, angket minat berwirausaha dan motivasi belajar, serta soal pos test. Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah uji beda menggunakan Independent Sample T-test dan Uji Mann- Whitney.             Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pendekatan chemoentrepreneurship pada metode pembelajaran jigsaw berpengaruh pada minat berwirausaha, motivasi belajar dan hasil kognitif siswa dibandingkan dengan kelas yang hanya dibelajarkan dengan metode pembelajaran jigsaw. Hal ini menunjukkan jika pengaruh pendekatan chemoentrepreneurship pada metode pembelajaran jigsaw mempunyai pengaruh yang baik.                             

    Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Berbasis Pendekatan Saintifik untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking Skills) Siswa pada Materi Hidrolisis Garam Kelas XI SMA

    No full text
    ABSTRAK   Iswanti, Ririn. 2017.  Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Berbasis Pendekatan Saintifik  untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking Skills)  Siswa pada Materi Hidrolisis Garam Kelas XI SMA.  Skripsi, Jurusan  Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)  Dr.  Hj. Endang Budiasih, M.S., (II) Drs. H. Parlan, M.Si. Kata kunci: lembar kegiatan siswa (LKS), hidrolisis garam, kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Pembelajaran di sekolah masih belum sepenuhnya memfasilitasi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran yang ada masih cenderung menggunakan metode konvensional, masih  menekankan pada keterampilan berpikir tingkat rendah, dan  cenderung berorientasi pada materi, sehingga kurang memperhatikan kemampuan bernalar atau berpikir siswa. Akibatnya, pembelajaran yang ada kurang memfasilitasi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi atau  Higher  Order Thinking Skills (HOTS).  Selain itu, dalam pembelajaran kimia juga masih ditemukan sekolah yang menggunakan LKS dari penerbit sehingga kurang mendukung siswa dalam mengkonstruksi konsep. LKS tersebut juga  kurang sesuai dengan  tujuan pembelajaran yang hendak  dicapai, dan karakteristik siswa  yang akan menggunakan LKS.  Tujuan penelitian ini adalah  mengembangkan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis pendekatan saintifik pada materi hidrolisis garam, selanjutnya LKS dilakukan validasi untuk mengetahui tingkat kelayakannya. LKS juga dilakukan uji coba di kelas eksperimen untuk mengetahui keefektifannya dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada materi hidrolisis garam. Model pengembangan  yang digunakan pada  penelitian ini mengadaptasi model pengembangan bahan ajar yang dikemukakan oleh  Thiagarajan  (1974), yakni model pengembangan 4D yang terdiri dari tahap define, design, develop, dan disseminate.  Pada penelitian ini tahap  disseminate  hanya dilakukan terbatas pada satu sekolah. Terhadap LKS hasil pengembangan  dilakukan validasi isi dan konstruk untuk mengetahui tingkat kevalidan LKS tersebut. Selanjutnya,  LKS yang telah divalidasi dilakukan uji coba  di kelas eksperimen  untuk  mengetahui keefektifannya dalam meningkatkan HOTS siswa. Dari hasil validasi isi instrumen HOTS diperoleh persentase rata-rata sebesar 98,67% dengan kategori sangat valid. Selain itu, dari hasil uji coba instrumen HOTS  diperoleh rentang nilai validitas butir soal antara 0,402-0,880  sehingga butir soal dinyatakan valid, dan diperoleh hasil reliabilitas instrumen sebesar 0,850 untuk soal objektif serta 0,626 untuk soal essay sehingga butir soal dinyatakan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS hasil pengembangan dinyatakan valid  dengan persentase rata-rata  yang diperoleh  sebesar 90,5%,  sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran. Dari hasil uji efektivitas LKS, diperoleh skor rata-rata  N-Gain  sebesar 0,72 dengan kriteria peningkatan  termasuk kategori  tinggi, sehingga dapat dinyatakan bahwa  LKS hasil pengembangan terbukti  efektif meningkatkan  HOTS  siswa.  Dari hasil perhitungan ketuntasan kelas  diketahui bahwa sebanyak 25  siswa dari 30 siswa  telah  mencapai KKM pada hasil posttest, dan  diperoleh ketuntasan kelas sebesar 83,33%.  Selain  itu, dari hasil penilaian kepraktisan LKS oleh siswa diperoleh persentase rata-rata sebesar 83,3%, sehingga LKS dapat dinyatakan layak untuk diterapkan dalam pembelajaran.  Berdasarkanhasil tersebut dapat disimpulkan  bahwa LKS hasil pengembangan terbukti efektif meningkatkan HOTS siswa

    Pengembangan Bahan Ajar Tematik Berbasis Kontekstual untuk Kelas IV SDN Munungkerep 2 Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang

    No full text
    Pembelajaran terpadu dengan menggunakan pendekatan tematik yang melibatkan beberapa mata pelajaran memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Bahan ajar yang mendukung pembelajaran tematik sangat penting bagi guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Tanpa bahan ajar, guru dan siswa akan kesulitan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Bahan ajar yang sesuai dengan kondisi siswa dan keadaan lingkungan tempat tinggal siswa (kontekstual) memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan bahan ajar tematik berbasis kontekstual untuk guru dan siswa yang emudahkan tercapainya tujuan pembelajaran. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar tematik berbasis kontekstual yang valid, praktis, dan efektif digunakan pada pembelajaran tematik di Kelas IV SD. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah Borg & Gall. Model ini dipilih karena tahapannya sistematis dan sesuai untuk mengembangkan bahan ajar cetak. Tahap penelitian meliputi studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan draf awal produk, validasi ahli, revisi hasil validasi ahli, uji coba terbatas, perbaikan hasil uji coba terbatas, uji coba lapangan, penyempurnaan akhir, dan diseminasi. Kevalidan bahan ajar diperoleh dari hasil analisis validasi ahli. Kepraktisan bahan ajar diperoleh dari 1) hasil angket respon guru dan siswa dan 2) hasil observasi kegiatan pembelajaran guru dan aktivitas siswa. keefektifan bahan ajar diperoleh dari signifikansi hasil uji t berpasangan pretest dan postest. Hasil validasi ahli materi dan ahli desain menunjukkan bahwa bahan ajar termasuk dalam kriteria sangat valid dengan persentase rata-rata mencapai 89,12%. Hasil angket respon guru dan siswa terhadap bahan ajar mencapai kriteria sangat praktis dengan persentase rata-rata 93,96%. Hasil observasi kegiatan pembelajaran guru dan aktivitas siswa mencapai mencapai kriteria sangat baik dengan persentase rata-rata 90,33%. Hasil uji t berpasangan terhadap nilai pretest dan postest menunjukkan taraf signifikansi 0,000 yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penggunakan bahan ajar. Berdasarkan hasil tersebut, bahan ajar tematik berbasis kontekstual untuk Kelas IV sekolahdasar telah memenuhi persyaratan untuk digunakan dalam pembelajaran karenatelah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Bahan ajar tematik berbasis kontekstual ini disusun sebagai buku pendukung buku utama yang sedang digunakan di SDN Munungkerep 2 Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang. Jika ada perubahan kurikulum, misalnya pada Kurikulum 2013 maka buku ajar ini bisa digunakan sebagai suplemen pada pembelajaran Kelas IV Tema 4 Berbagai Pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Subtema 1 Jenis-Jenis Pekerjaan, efektif diajarkan dengan pendekatan saintifik. Sehingga disarankan untuk pembelajaran berikutnya baik guru maupun peneliti untuk menerapkan dan mengembangkan hasil penelitian tersebut agar pembelajaran lebih efektif. Selain itu, bahan ajar tematik berbasis kontekstual ini disarankan untukdigunakan di sekolah dasar di wilayah KabupatenJombang, karena isi buku telah disesuaikan dengan keadaan lingkungan Kabupaten Jombang.

    Uji Efektivitas Desorpsi Senyawa Atraktan Volatil dari Permukaan Adsorben Silika-Selulosa-Surfaktan

    No full text
    ABSTRAK   Prawiro, M. E. 2017. Uji Efektivitas Desorpsi Senyawa Atraktan Volatil dari Permukaan Adsorben Silika-Selulosa-Surfaktani. Skripsi. Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D. (II) Prof, Ir. Nurindah, Ph.D.   Kata Kunci: silika-selulosa-surfaktan, Atraktan, Bioassay, GC-MS, FTIR. Tanaman padi yang telah terinfeksi wereng batang coklat (WBC) akan mengeluarkan senyawa volatil sebagai atraktan. Senyawa tersebut dapat mempengaruhi orientasi Anagrus nilaparvatae sebagai musuh alami dari WBC. Untuk meniru sistem batang padi mengemisikan atraktan maka dilakukan formulasi atraktan dari bahan sintetis yang dapat terjerap dalam silika-selulosa-surfaktan serta kemudian diemisikan (didesorpsikan). Adsorben tersebut mendesorbsi atraktan yang telah terjerap dan diamati menggunakan metode bioassay, analisis GC-MS, serta analisis FTIR.. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Membuat serta melakukan karakterisasi adsorben silika-selulosa-surfaktan, dan (2) Mengetahui efektivitas adsorben dalam mendesorpsi formula atraktan ketika diuji bioassay dan dianalisis menggunakan GCMS, serta (3) Mengetahui dinamika permukaan silika-selulosa-surfaktan saat mengadsorpsi dan mendesorpsi formula atraktan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris yang terdiri dari tujuh tahap. Tahap pertama adalah pembuatan silika selulosa surfaktan sebagai adsorben. Tahap kedua yaitu karakterisasi silika-selulosa-surfaktan yang meliputi massa jenis, kadar air, kadar abu, dan daya serap larutan iod. Tahap ketiga adalah pembuatan formula atraktan yang didasarkan hasil analisis GCMS ekstrak tanaman padi terinfeksi. Tahap keempat dilakukan dengan penjerapan atraktan dalam silika-selulosa-surfaktan. Tahap kelima dilakukan uji bioassay pada formula atraktan yang terjerap pada silika-selulosa-surfaktan. Tahap keenam adalah analisis senyawa yang didesorpsikan adsorben menggunakan instrumen GCMS, dan tahap ketujuh melakukan analisis dinamika permukaan adsorben saat menjerap dan melepas atraktan menggunakan analisis FTIR. Hasil Penelitian yang diperoleh adalah (1) Hasil karakterisasi adsorben adalah massa jenis sebesar 2,43 g/mL, kadar air sebesar 19,6%, kadar abu sebesar 75,2%, dan daya serap larutan Iod sebesar 14,97%. (2) Berdasarkan uji bioassay diketahui respon Anagrus terhadap atraktan yang didesorpsi menunjukkan respon positif dengan beda respon tertinggi pada hari pertama, kedelapan dan hari keduabelas. Hal tersebut sinkron dengan hasil Hasil uji GC-MS yang menunjukkan bahwa senyawa oktanol didesorpsikan pada hari pertama, butil asetat telah didesorpsikan pada hari kedelapan dan hari keduabelas sebagai fraksi. sedangkan senyawa heksatriakontan telah didesorpsikam pada hari keduabelas dan kesembilanbelas sebagai fraksi pada spektrum GC-MS. (3) Dari hasil analisis FTIR terlihat bahwa atraktan telah benar-benar terjerap pada hari pertama dan pada hari ke-12 atraktan telah terdesorpsi namun masih terdapat senyawa yang masih terjerap

    0

    full texts

    1,785

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇