SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1785 research outputs found

    Pengembangan Buku Petunjuk Praktikum Kimia berbasis Inkuiri Terbimbing untuk SMA/MA Kelas XI

    No full text
    ABSTRAK Ilmu kimia mengandung konsep abstrak, sehingga untuk mempelajari diperlukan fakta/data yang antara lain dapat diperoleh melalui praktikum (experimental). Kegiatan praktikum dapat berjalan lancar, efektif, dan efisien jika ditunjang dengan adanya buku petunjuk praktikum. Pembelajaran kimia dengan menggunakan metode praktikum memungkinkan peserta didik menggunakan semua potensinya (kognitif, afektif, dan psikomotorik) untuk dapat menemukan konsep secara mandiri dangan bimbingan dari guru. Berdasarkan hasil wawancara dari dua sekolah di Malang dan satu sekolah di Pandaan menghasilkan kesimpulan sebagian besar praktikum kimia dilakukan secara resep dan tidak memberi kesempatan peserta didik untuk mengembangkan kreatifitas berpikir mereka. Oleh karena itu, dilakukan pengembangan Buku Petunjuk Praktikum Kimia berbasis Inkuiri Terbimbing untuk SMA/MA Kelas XI agar dapat membantu peserta didik untuk bersikap ilmiah, dengan terlibat aktif dalam menyelidiki dan menemukan konsep secara mandiri melalui tahapan-tahapan ilmiah dalam kegiatan praktikum.Pengembangan buku petunjuk praktikum ini menerapkan model pengembangan 4-D (Thiagarajan, 1974), yaitupendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), danpenyebaran (disseminate).Namun pada pengembangannya hanya dilakukan tahap define, design, dan develop. Pada validasi pengembangan bahan ajar ini diperoleh data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari skor angket yang disusun berdasarkan skala Likert. Data kualitatif diperoleh berdasarkan komentar dan saran perbaikan yang diisi oleh validator ahli yang terdiriatas 1 dosen Kimia UniversitasNegeri Malang dan 2 guru Kimia SMA, serta uji keterbacaan yang dilakukan oleh 10 orang peserta didik kelas XI. Hasil perhitungan presentase rata-rata penilaian yang diperoleh disesuaikan dengan kriteria interpretasi penilaian bahan ajar untuk mengetahui kelayakan bahan ajar.Produk bahan ajar hasil pengembangan berupa buku petunjuk praktikum kimia berbasis inkuiri terbimbing yang terdiri dari dua buku, yaitu Buku Siswa dan Buku Guru, masing-masing buku tersebut mencakup 12 kegiatan praktikum untuk SMA/MA kelas XI. Pada hasil validasi produk diperoleh nilai rata-rata pada Buku Siswa adalah86,3% dan nilai rata-rata padaBuku Guru adalah87,0% yang menunjukkan bahan ajar berkategori sangat layak. Sedangkan uji keterbacaan mendapatkan presentase nilai rata-rata 83,3%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa bahan ajar berupa buku petunjuk praktikum kimia berbasis inkuiri terbimbing layak diterapkan dalam pembelajaran

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR LARUTAN PENYANGGA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING DAN ILUSTRASI KOMIK UNTUK SISWA SMA/MA KELAS XI

    No full text
    ABSTRAKNurisnani, 2016. Pengembangan Bahan Ajar Larutan Penyangga Berbasis Inkuiri Terbimbing Dan Ilustrasi Komik untuk Siswa SMA/MA Kelas XI. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Ridwan Joharmawan, M.Si.,(2) Drs. M. Sodiq Ibnu, M.Si.Kata kunci: kimia, bahan ajar, inkuiri terbimbing, larutan penyangga, ilustrasi komik.Kimia merupakan ilmu yang sulit untuk dipelajari karena sifat materi kimia yang kompleks yang mencakup aspek makroskopik, sub-mikroskopik dan simbolik. Pada penilitian yang dilakukan Sunyono, dkk (2009: 316) mengungkapkan bahwa siswa SMA mengalami kesulitan dalam mempelajari materi kimia disebabkan karena sebagian besar materi kimia bersifat abstrak. Larutan penyangga merupakan salah satu materi kimia di SMA yang tergolong sulit karena membutuhkan banyak pemahaman konsep dan penalaran secara sub-mikroskopis. Siswa harus memiliki kemampuan berfikir secara mikro untuk benar-benar memahami prinsip kerja larutan penyangga sehingga tidak sedikit siswa yang merasa bingung dan kesulitan dalam memahami secara pasti konsep larutan penyangga. Pada penelitian ini, dikembangkan bahan ajar larutan penyangga berdasarkan pendekatan inkuiri terbimbing yang bertujuan untuk membantu siswa membangun dan menemukan konsep larutan penyangga secara mandiri. Selain itu, juga disajikan ilustrasi komik tentang konsep-konsep tertentu yang bertujuan untuk meningkatkan ketertarikan dan motivasi belajar siswa selama proses pembelajaran. Dengan adanya ilustrasi komik yang dibuat, diharapkan siswa tidak lagi merasa jenuh dan dapat belajar dengan cara yang menyenangkan.Model Pengembangan yang digunakan dalam penelitian pengembangan bahan ajar inkuiri terbimbing dengan topik larutan penyangga ini adalah model 4-D Thiagarajan. Model ini terdiri dari 4 tahap, antara lain tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop) dan tahap penyebaran (disseminate). Penelitian pengembangan dilakukan hanya sebatas tahap pengembangan (develop) dan tahap penyebaran (disseminate) tidak dilakukan karena keterbatasan waktu, biaya dan tenaga. Validasi komik dari segi desain dilakukan oleh 1 orang dosen DKV, sedangkan validasi bahan ajar secara keseluruhan dilakukan oleh 1 orang dosen kimia dan 2 orang guru kimia SMA. Selain uji validasi, bahan ajar juga diuji keterbacaannya terhadap 12 orang siswa SMA kelas XI. Data yang didapatkan dari uji validasi dan keterbacaan terbatas mencangkup data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian pengembangan ini adalah bahan ajar yang terdiri dari buku pedoman guru dan buku siswa. Hasil validasi  bahan ajar dari segi isi memperoleh angka 4,00 (80%),  validasi ilustrasi komik dari segi desain adalah 4,50 (90%), validasi silabus 4,02 (80,37%) sementara RPP 4,00 (80%). Hasil uji keterbacaan terbatas memperoleh angka 4,09 (81,76%) sehingga memenuhi kriteria layak atau valid

    Analisis Tingkat Pemahaman Makroskopik, Submikroskopik, dan Simbolik Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 2 Pamekasan pada Materi Laju Reaksi

    No full text
    ABSTRAK   Nurhidayati, Riska. 2017. Analisis Tingkat Pemahaman Makroskopik, Submikroskopik, dan Simbolik Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Pamekasan pada Materi Laju Reaksi. Skripsi, Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: (I) Prof. Drs. Suhadi Ibnu, M.A., Ph.D., (II) Dr. Sc. Anugrah Ricky Wijaya, S.Si., M.Sc.   Kata Kunci: tingkat pemahaman, representasi makroskopik, representasi submikroskopik, representasi simbolik, laju reaksi Topik-topik pembelajaran kimia berisi tentang pembahasan suatu materi yang kebanyakan konsepnya bersifat abstrak dan kompleks. Konsep-konsep tersebut dapat dipahami dengan baik jika pembelajaran mampu menghubungkan antar konsep satu dengan yang lainnya yang dijelaskan dengan representasi makroskopik, submikroskopik, dan simbolik. Oleh karena itu, selama proses pembelajaran kimia diperlukan ketekaitan antar representasi tersebut. Salah satu materi dalam ilmu kimia yang perlu dijelaskan dengan tiga representasi adalah laju reaksi. Ini dapat ditinjau dari salah satu sub babnya yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman konsep laju reaksi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Pamekasan pada representasi makroskopik, submikroskopik, dan simbolik serta hubungannya antar ketiga representasi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 dan XI IPA 5 SMA Negeri 2 Pamekasan tahun pelajaran 2017/2018 yang telah menerima materi laju reaksi dengan menggunakan teknik pengambilan sampel convenience sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah 17 soal objektif dengan 5 pilihan jawaban yang dikembangkan oleh peneliti dan pemberian alasan terbuka yang terdiri atas 5 soal representasi makroskopik, 5 soal representasi submikroskopik, dan 7 soal representasi simbolik. Penelitian diawali dengan pembuatan instrumen tes, kemudian dilanjutkan dengan tahap validasi isi dan uji coba tes yang menghasilkan validitas butir soal sebesar 17 soal valid dengan nilai reliabilitas sebesar 0,959. Setelah diperoleh kelayakan soal tes, dilakukan pengumpulan data. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara menghitung persentase rata-rata yang menjawab benar soal pada masing-masing representasi dan tiap butir soal. Selanjutnya, analisis hubungan antar representasi dilakukan dengan uji korelasi product moment menggunakan bantuan aplikasi SPSS 21 for Windows. Alasan terbuka digunakan untuk menganalisis lebih dalam mengenai tingkat pemahaman konsep siswa. Hasil penelitian menunjukan tingkat pemahaman konsep laju reaksi siswa pada representasi makroskopik tergolong kategori cukup yaitu sebesar 54,02%, tingkat pemahaman konsep laju reaksi siswa pada representasi submikroskopik tergolong kategori rendah yaitu sebesar 44,83%, dan tingkat pemahaman konsep laju reaksi siswa pada representasi simbolik tergolong kategori tinggi yaitu sebesar 60,99%. Ada hubungan yang kuat antara representasi makroskopik-submikroskopik dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,717 dan nilai persentase sumbangan pemahaman siswa pada representasi makroskopik sebesar 51,41% terhadap pemahaman siswa pada representasi submikroskopik. Ada hubungan yang lemah antara representasi makroskopik-simbolik dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,423 dan nilai persentase sumbangan pemahaman siswa pada representasi makroskopik sebesar 17,89% terhadap pemahaman siswa pada representasi simbolik. Ada hubungan yang lemah antara representasi submikroskopik-simbolik dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,482 dan nilai persentase sumbangan pemahaman siswa pada representasi submikroskopik sebesar 23,23% terhadap pemahaman siswa pada representasi simbolik

    Analisis Keterampilan Argumentasi Ilmiah Peserta Didik SMAN 1 Singosari Ditinjau dari Klasifikasi Program Semester pada Sub Materi Sifat Periodik Unsur.

    No full text
    ABSTRAK   Nurdiana, Rita. 2017. Analisis Keterampilan Argumentasi Ilmiah Peserta Didik SMAN 1 Singosari Ditinjau dari Klasifikasi Program Semester pada Sub Materi Sifat Periodik Unsur. Skripsi. Program Studi Pendidikan Kimia, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Oktavia Sulistina, S.Pd., M.Pd., (II) Dr. Suharti, S.Pd., M.Si.   Kata-kata kunci: keterampilan argumentasi ilmiah, claim, data, warrant, backing dan qualifier. Keterampilan argumentasi ilmiah merupakan hal penting dalam proses belajar sains karena merupakan aktivitas inti dari penyelidikan ilmiah. Berdasarkan kajian literatur, dengan melibatkan peserta didik dalam kegiatan argumentasi ilmiah dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap suatu pembelajaran, namun data penelitian yang mendukung teori tersebut belum banyak ditemukan dalam bidang sains, khususnya kimia. Penelitian mengenai keterampilan argumentasi ilmiah dilaksanakan di SMAN 1 Singosari, hal ini dikarenakan di SMAN 1 Singosari mempunyai klasifikasi program semester yang terdiri dari program 4 semester, program 5 semester dan program 6 semester yang diklasifikasikan berdasarkan tes IQ. Perbedaan IQ tersebut dimungkinkan berpengaruh pada keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik program 4 semester, program 5 semester, program 6 semester dan hubungan program semester terhadap keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik serta faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IPA A 16, IPA B 16, dan IPA C 16 SMAN 1 Singsosari yang secara berturut-turut sedang menempuh program 4 semester, program 5 semester dan program 6 semester yang berjumlah 106 peserta didik. Data tentang keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik diukur dengan tes keterampilan argumentasi ilmiah yang berbentuk essai sebanyak 3 soal yang dikembangkan mengacu pada soal tes argumentasi Kalatunga (2013), dan data tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik didasarkan pada hasil wawancara dan observasi. Analisis mengenai keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik menggunakan sistem kategori kualitas argumen modifikasi dari Cetin (2014), analisis mengenai hubungan program semester terhadap keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik menggunakan teknik Kruskal-Wallis, kemudian dianalisis lebih lanjut menggunakan teknik Mann-Whitney One Tail. Faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik dianalisis berdasarkan hasil wawancara dan hasil observassi. Pengecekan keabsahan temuan pada penelitian ini meliputi kredibilitas, dependebilitas, transferabilitas dan konfirmabilitas. Hasil analisis keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik pada sub materi sifat periodik unsur menunjukkan bahwa keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik pada (a) program 4 semester didominasi pada level 1 dengan persentase sebesar 55,24%, kemudian level 2a sebesar 1,91%, level 2c sebesar 0,95% dan level 3b sebesar 0,95%. Persentase peserta didik yang menjawab tidak tepat sebesar 40,95%. (b) program 5 semester didominasi pada level 1 dengan persentase sebesar 64,71%, kemudian level 2a sebesar 2,94%. Persentase peserta didik yang menjawab tidak tepat sebesar 32,35%. (c) program 6 semester didominasi pada level 1 dengan persentase sebesar 44,14% dan level 3a sebesar 1,8%. Persentase peserta didik yang menjawab tidak tepat sebesar 52,39%. (d) Terdapat hubungan program semester terhadap keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik. Rata-rata keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik paling tinggi dicapai pada program 5 semester, kemudian program 4 semester dan terakhir program 6 semester. Meskipun rata-rata keterampilan argumentasi ilmiah dicapai oleh program 5 semester, namun level tertinggi dicapai oleh program 4 semester. (e) Faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik adalah pemahaman peserta didik terhadap sub materi sifat periodik unsur dan keterlibatan peserta didik dalam kegiatan argumentasi

    Identifikasi Konsep Alternatif Asam Basa Siswa Kelas XI Sma Negeri 1 Ketapang Menggunakan Instrumen Diagnostik Two - Tier

    No full text
    ABSTRAK Fitri, Wardatul Laila Al. 2017. Identifikasi Konsep Alternatif Asam Basa Siswa Kelas XI Sma Negeri 1 Ketapang Menggunakan Instrumen Diagnostik Two - Tier. Skripsi Jurusan Kimia, Progam Studi Pendidikan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Muntolib, S.Pd., M.Si. (II) Drs. Mohammad Sodiq Ibnu, M.Si.   Kata kunci: konsep alternatif, tes diagnostik two-tier, kimia asam basa.   Materi larutan asam basa merupakan salah satu materi yang penting dalam kimia karena materi ini mendasari materi kimia yang lainnya. Materi asam basa mempunyai banyak konsep dan diperlukan dalam memahami konsep kimia lainnya. Di sisi lain, materi kimia asam basa termasuk bagian kimia yang sulit dan banyak menimbulkan konsep alternatif bagi siswa. Konsep alternatif yng dialami siswa dapat diidentifikasi menggunakan instrumen tes diagnostik two-tier. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes diagnostik two-tier materi kimia asam basa dan mengidentifikasi konsep alternatif yang dialami siswa pada materi asam basa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan 60 siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Ketapang sebagai sampel penelitian. Langkah-langkah dalam penelitian ini, yaitu (1) melakukan kajian literatur, (2) menyusun instrumen penelitian, (3) mengumpulkan data, (4) menganalisis data, dan (5) menyusun kesimpulan. Penyusunan tes diagnostik two-tier yang digunakan sebagai instrumen penelitian dilakukan dalam tiga tahap, yakni (1) menentukan isi, (2) mengumpulkan informasi mengenai miskonsepsi siswa pada materi larutan asam basa, dan (3) menyusun tes diagnostik pilihan ganda two-tier berdasarkan kajian literatur. Tes diagnostik pilihan ganda two-tier yang dikembangkan sebanyak 32 soal dan dari 32 soal yang dikembangkan kemudian 30 soal digunakan untuk mendiagnosis miskonsepsi siswa. Berdasarkan hasil analisis menggunakan SPSS 16 for Windows diketahui bahwa tes diagnostik pilihan ganda two-tier mempunyai reliabilitas yang sangat tinggi dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,851. Persentase siswa yang mengalami miskonsepsi pada materi larutan asam basa ditentukan berdasarkan konsistensi jawaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengalami konsepsi alternatif meliputi 7 sub bab kimia asam basa, yakni (1) konsep teori asam basa, (2) konsep pasangan asam basa konjugat, (3) konsep indikator asam basa. (4) konsep pH dan kekuatan asam basa, (5) konsep reaksi asam basa, (6) konsep sifat larutan asam basa, dan (7) konsep spesi-spesi dalam larutan hasil reaksi asam basa

    Pengembangan Instrumen Asesmen Berpikir Kritis pada Materi Hidrolisis Garam untuk Siswa SMA Kelas XI

    No full text
    ABSTRAK   Reviana P, Rekiko. 2017. Pengembangan Instrumen Asesmen Berpikir Kritis pada Materi Hidrolisis Garam untuk Siswa SMA Kelas XI. Skripsi, Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Parlan, M.Si, (II) Dra. Dedek Sukarianingsih, M.Pd., M.Si.   Kata kunci: instrumen, hidrolisis garam, berpikir kritis Berpikir kritis merupakan kemampuan kognitif tingkat tinggi. Peningkatan kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu tujuan utama dalam pendidikan. Dalam pembelajaran sains khususnya pembelajaran kimia, berpikir kritis menjadi salah satu kompetensi yang harus dicapai. Kemampuan berpikir kritis sangat penting untuk dikembangkan dan ditingkatkan. Fakta dilapangan saat ini menunjukkan bahwa pengukuran kemampuan berpikir kritis belum sepenuhnya dilakukan. Pembelajaran di kelas masih menggunakan instrumen asesmen yang belum menunjukkan kemampuan berpikir kritis. Instrumen asesmen yang digunakan kebanyakan masih mengukur tingkat menghafal dan pemahaman yang merupakan kemampuan berpikir tingkat rendah, sedangkan berpikir kritis merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang menuntut kemampuan dalam menganalisis, mensistesis dan mengevaluasi. Oleh karena itu, diperlukan suatu instrumen asesmen yang dapat melatih dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan penelitian pengembangan ini yaitu menghasilkan instrumen asesmen berpikir kritis dengan tingkat validitas dan reliabilitas yang memenuhi standar. Model penelitian yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah model Research and Development (R&D) yang dikembangkan oleh Borg dan Gall. Model pengembangan ini terdiri dari sepuluh tahap, yaitu penelitian dan pengumpulan informasi (research and information collecting), perencanaan (planning), pengembangan draf produk (develop preliminary form of product), uji coba lapangan awal (preliminary field testing), merevisi hasil uji coba (main product revision), uji coba lapangan (main field testing), penyempurnaan produk hasil uji lapangan (operational product revision), uji pelaksanaan lapangan (operational product testing), penyempurnaan produk akhir (final product revision), dan diseminasi dan implementasi (Dissemination and implementation). Pengembangan instrumen yang dilakukan pada penelitian ini hanya terbatas pada tahap penelitian dan pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan draf produk, uji coba lapangan awal, dan merevisi hasil uji coba, tidak sampai pada tahap diseminasi. Uji validasi instrumen terdiri dari validasi isi dan konstruk serta validasi butir soal. Validasi isi dan konstruk dilakukan melalui validasi oleh tim validator yaitu satu orang dosen kimia dan dua orang guru kimia SMA. Uji validasi butir soal dilakukan tehadap 122 siswa SMA Kelas XI. Jenis data yang diperoleh terdiri dari data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif berupa komentar dan saran dari validator. Data kuantitatif diperoleh dari perhitungan rata-rata dan persentase hasil instrumen validasi konstruk dan validasi butir soal. Instrumen hasil pengembangan berupa soal-soal berpikir kritis yang terdiri dari 32 soal yaitu 25 soal pilihan ganda dan 7 soal uraian. Hasil validasi isi dan konstruk instrumen adalah 83,3%. Berdasarkan skor persentase tersebut, instrumen asesmen yang telah dikembangkan termasuk dalam kriteria sangat layak digunakan untuk mengetahui tingkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi hidrolisis garam.

    Pemahaman Submikroskopik dan Korelasinya dengan Hasil Belajar Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 9 Malang pada Materi Asam Basa

    No full text
    ABSTRAK Ariska, Lilis. 2017. Pemahaman Submikroskopik dan Korelasinya dengan Hasil Belajar Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 9 Malang pada Materi Asam Basa, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Subandi, M.Si., (2) Drs. Darsono Sigit, M.Pd. Kata kunci: Pemahaman Submikroskopik, Tes Pilihan Ganda Beralasan Terbuka, Asam BasaKimia masih merupakan salah satu pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa. Hal ini diduga berkaitan dengan fenomena dalam ilmu kimia itu sendiri yang bersifat abstrak dan menggambarkan tiga jenis representasi yaitu representasi makroskopik, submikroskopik, dan simbolik. Ketiga tingkat pemahaman tersebut saling berkaitan satu sama lain. Namun kenyataannya dalam pembelajaran kimia ketiga level representasi kimia tersebut masih terpisah dan hanya lebih ditekankan pada level representasi makroskopik dan simbolik, sementara siswa diharapan dapat mengembangkan model dunia submikroskopiknya sendiri, sehingga pemahaman submikroskopik siswa diduga cenderung tertinggal dan ini dapat menyebabkan kesalahan konsep. Untuk itu perlu dilihat tingkat pemahaman submikroskopik siswa, terutama pada materi asam basa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendiskripsikan pemahaman representasi submikroskopik siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 9 Malang pada materi asam basa, (2) mengetahui korelasi antara tingkat pemahaman submikroskopik siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 9 Malang dengan hasil belajarnya pada materi asam basa.Penelitian ini merupakan penelitian survai & expos de facto. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA F SMA Negeri 9 Malang sebanyak 27 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pilihan ganda beralasan terbuka yang terdiri dari 20 butir soal, dengan validitas isi sebesar 94,44% dan reliabilitas sebesar 0,720. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) rerata tingkat pemahaman submikrokopik untuk siswa pada materi asam basa termasuk kategori cukup dengan skor 57,54%, dengan rincian pada konsep asam basa menurut Arrhenius sebesar 90,36% (sangat tinggi), pada konsep asam basa menurut Bronsted-Lowry sebesar 75,30% (tinggi), pada konsep asam basa menurut Lewis sebesar 57,40% (cukup), pada konsep asam poliprotik sebesar 58,31% (cukup), pada konsep derajat ionisasi (α) sebesar 77,77% (tinggi), pada konsep reaksi netralisasi sebesar 71,6% (tinggi), konsep indikator asam basa sebesar 14,81% (sangat rendah), dan pada konsep derajat keasaman (pH) sebesar 14,81% (sangat rendah); (2) terdapat korelasi yang kuat (koefisien korelasi sebesar 0,641) antara pemahaman submikroskopik (67,96) dengan hasil belajar siswa (73,62) pada materi asam basa, artinya semakin tinggi pemahaman submikroskopik siswa maka hasil belajarnya juga semakin tinggi, jadi kemampuan submikroskopik sangat berkontribusi terhadap hasil belajarnya

    Pengembangan Bahan Ajar Flipbook 3D pada Materi Kesetimbangan Kimia Berbasis Inkuiri Terbimbing

    No full text
    ABSTRAK   Kesetimbangan kimia merupakan pokok bahasan dalam ilmu kimia yang banyak membahas materi yang bersifat abstrak dan melibatkan pemahaman pada 3 tingkatan representasi kimia yaitu tingkatan makroskopik, submikroskopik dan simbolik. Kesetimbangan kimia merupakan konsep kimia yang sulit dipahami oleh siswa karena bersifat abstrak dan menimbulkan terjadinya miskonsepsi. Beberapa penelitian menyatakan bahwa faktor utama ketidakmampuan siswa dalam memahami konsep faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan kimia dikarenakan keterbatasan siswa dalam memahami molekul-molekul secara submikroskopik dengan ditinjau dari simbol-simbol dalam persamaan kesetimbangan kimia. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dibutuhkan bahan ajar yang dapat membantu memvisualisasikan konsep-konsep dalam materi kesetimbangan kimia. Bahan ajar tersebut dapat berupa bahan ajar flipbook 3D, karena dalam bahan ajar flipbook 3D dapat dimodifikasi dengan penambahan multimedia interaktif seperti teks, video, animasi dan gambar. Menurut penelitian, penggunaan media flipbook dapat meningkatkan berfikir kreatif siswa dan juga dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Penerapan bahan ajar dengan pendekatan inkuiri terbimbing mampu meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk  mengembangkan bahan ajar flipbook 3D pada materi kesetimbangan kimia berbasis inkuiri terbimbing.  Pengembangan bahan ajar flipbook 3D pada materi kesetimbangan kimia berbasis inkuiri terbimbing menggunakan Model 4D dari Thiagarajan dkk (1974) yang terdiri dari (1) mendefinisikan (to define), (2) merancang (to design), (3) mengembangkan (to develop), dan (4) menyebarluaskan (to disseminate). Namun, pengembangan bahan ajar flipbook 3D ini hanya dilakukan sampai pada tahap mengembangkan. Penilaian terhadap produk pengembangan dilakukan melalui validasi dan uji coba kelompok kecil. Validasi media ini dilakukan oleh 1 orang dosen kimia yang merupakan ahli media dan ahli materi serta 1 orang guru mata pelajaran kimia sebagai ahli lapangan atau ahli dalam pembelajaran di kelas. Uji coba kelompok kecil dilakukan pada 10 orang siswa SMA kelas XI MIA 5 di SMA Negeri 1 Kepanjen.  Hasil penelitian pengembangan ini berupa bahan ajar flipbook 3D pada materi kesetimbangan kimia berbasis inkuiri terbimbing. Hasil validasi yang diperoleh meliputi validasi dari ahli media sebesar 91,13% dan validasi dari ahli materi sebesar 90,77 %. Hasil validasi oleh ahli lapangan diperoleh skor penilaian rata-rata sebesar 95,63 %. Uji kelayakan penggunaan bahan ajar flipbook 3D pada kelompok kecil diperoleh skor sebesar 83,5 % yang memenuhi kriteria sangat layak

    Efektivitas Penerapan Modul Virtual Multimedia Flipbook Berbasis Pendekatan Ilmiah (Scientific Approach) Materi Larutan Penyangga terhadap Hasil Belajar Kognitif dan Persepsi Siswa Kelas XI SMA di Malang

    No full text
    ABSTRAK Fitria, Nurul. 2017. Efektivitas Penerapan Modul Virtual Multimedia Flipbook Berbasis Pendekatan Ilmiah (Scientific Approach) Materi Larutan Penyangga terhadap Hasil Belajar Kognitif dan Persepsi Siswa Kelas XI SMA di Malang. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. I Wayan Dasna, M.Si, M.Ed, (II) Dr. Nazriati, M.Si. Kata Kunci: Larutan penyangga, scientific approach, modul, hasil belajarKurikulum 2013 yang diterapkan oleh pemerintah mengadopsi pendekatan ilmiah (scientific approach) sehingga menuntut siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran dan mampu mengonstruk konsep secara mandiri. Larutan penyangga merupakan salah satu materi Kimia yang terdiri dari konsep-konsep yang bersifat abstrak sehingga banyak siswa yang mengalami kesulitan. Kesulitan dalam mempelajari Kimia disebabkan oleh adanya tiga level representasi yaitu simbolik, submikroskopik, dan makroskopik yang diperlukan dalam memahami konsep. Oleh sebab itu, dibutuhkan bahan ajar yang mampu memadukan ketiga level representasi tersebut. Pada penelitian sebelumnya telah  dikembangkan modul virtual media flipbook berbasis pendekatan ilmiah materi larutan penyangga dengan tiga level representasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan modul virtual media flipbook berbasis pendekatan ilmiah materi larutan penyangga dalam meningkatkan hasil belajar kognitif dan persepsi siswa kelas XI SMA di Malang.Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi-Eksperimental jenis Posttest Only. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik Cluster Random Sampling, yaitu diambil 2 kelas dari total 6 kelas XI MIPA salah satu SMA di Malang. Kelas eksperimen dibelajarkan menggunakan modul sedangkan kelas kontrol dibelajarkan dengan menggunakan buku yang disediakan oleh pihak sekolah. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data hasil belajar adalah soal ulangan harian yang telah tervalidasi, diuji tingkat kesukaran, daya beda dan reliabilitas. Soal divalidasi oleh ahli materi sebelum diujikan. Reliabilitas soal sebesar 0,683. Data yang sudah terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan statistik. Analisis statistik dilakukan menggunakan rumus Independent Sampel t-Test dengan taraf sig. sebesar 0,05 dengan bantuan program SPSS 16 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap materi pokok bahasan larutan penyangga yang menggunakan modul lebih tinggi daripada kelas yang tidak menggunakan modul. Rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen sebesar 50,8, lebih tinggi dari rata-rata hasil belajar siswa kelas kontrol yang hanya sebesar 39,4. Persepsi siswa terhadap isi sebesar 78,5 % dan pembelajaran menggunakan modul sebesar 78,2 % dengan kategori baik. Hambatan pembelajaran adalah waktu yang terlalu singkat dan modul tidak bisa diakses melalui masing-masing siswa sehingga tidak bisa dipelajari di rumah sebesar 58,3 % dan uraian materi dalam modul terlalu banyak sebesar 27,9 % sehingga sebanyak 50,0 % siswa menyarankan modul dapat disimpan dalam format lain sehingga dapat diakses melalui laptop masing-masing dan 38,55 % menyarankan agar uraian materi yang diberikan lebih ringkas

    PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASSESMEN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI ELEKTROKIMIA UNTUK SISWA SMA KELAS XII

    No full text
    ABSTRAK Perubahan dan perkembangan teknologi dan sains saat ini yang cepat dan dinamis menyebabkan siswa harus memiliki kemampuan berpikir kritis. Berdasarkan hasil survei PISA yang dilakukan antara tahun 2000 hingga tahun 2015 menunjukkan bahwa prestasi siswa Indonesia dalam beberapa tahun terakhir selalu menempati posisi 2 hingga 7 terendah. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa Indonesia dalam berpikir kritis sangat kurang. Oleh karena itu, pengembang melakukan penelitian dan pengembangan ini untuk menghasilkan instrumen assesmen berpikir kritis untuk siswa SMA kelas XII pada materi elektrokimia dengan tingkat validitas dan reliabilitas yang memadai.Model pengembangan yang digunakan dalam pengembangan instrumen asesmen berpikir kritis ini merupakan model Research and Development (R & D) menurut Borg dan Gall. Uji coba instrumen asesmen berpikir kritis ini dilakukan secara terbatas. Validasi isi dan konstruk dilakukan oleh dosen dan guru kimia. Uji coba terbatas yang dilakukan pada 34 mahasiswa Jurusan Kimia tingkat satu yang telah mendapatkan materi elektrokimia saat di SMA. Dari hasil uji coba yang tersebut kemudian dilakukan analisis menggunakan teknik analisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil pengembangan berupa instrumen asesmen berpikir kritis materi elektrokimia. Hasil validasi oleh empat validator diperoleh nilai persentase rata-rata sebesar 87,9% yang berarti sangat layak. Berdasarkan analisis butir soal yang dilakukan diperoleh hasil yaitu sebesar 36 soal dinyatakan valid dari 43 soal yang diujicobakan. Reliabilitas butir soal pilihan ganda sebesar 0,89 dan 0,82 untuk soal esai. Hasil ini menunjukkan bahwa instrumen asesmen berpikir kritis yang dihasilkan dapat dikategorikan sangat layak

    0

    full texts

    1,785

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇