SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1785 research outputs found

    Implementasi Bahan Ajar Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Materi Koloid dan Peta Konsep sebagai Alternatif Penilaian

    No full text
    ABSTRAK Zuhri, Ahmat Saifudin. 2017. Implementasi Bahan Ajar Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Materi Koloid dan Peta Konsepsebagai Alternatif Penilaiannya. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Suharti, M.Si., (II) Dr. Fauziatul Fajaroh, M.S. Kata Kunci: bahan ajar, inkuiri terbimbing, koloid, penilaian, peta konsepPembelajaran kimia saat ini tidak hanya untuk pengalihan pengetahuan dan keterampilan saja, namun juga untuk membangun kemampuan pemecahkan masalah pada peserta didik. Materi koloid memiliki karakteristik konseptual, konkrit, banyak istilah asing, dan kontekstual, serta tidak terdapat materi yang berupa pemahaman algoritmik. Dari karakteristik tersebut, dapat diketahui bahwa peserta didik dapat memperoleh pengetahuannya melalui lingkungan sekitarnya. Berdasarkan observasi di SMA IT Al Amri Probolinggo, materi koloid masih dibelajarkan menggunakan model pembelajaran ekspositori, diskusi, dan penilaiannya menggunakan pilihan ganda serta bahan ajar yang digunakan besifat tekstual, seluruh materi telah disediakan. Penggunaan bahan ajar dan model pembelajaran tersebut menyebabkan peserta didik belum mampu mengkonstruk pemahaman secara mandiri hingga dapat memecahkan masalah dalam materi koloid. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata nilai hasil belajar peserta didik tahun sebelumnya pada materi koloid yang masih di bawah nilai KKM sekolah. Oleh karena itu, penerapan bahan ajar yang menggunakan pendekatan saintifik sangat diperlukan.Sesuai dengan Kurikulum 2013 yang dalam proses pembelajarannyamenggunakan pendekatan saintifik, inkuiri terbimbing adalah salah satu model pembelajaran yang dapat membantu peserta didik dalam mengkonstruk pemahamannya sendiri. Pada penelitian sebelumnya, bahan ajar koloid yang menggunakan pendekatan inkuiri terbimbing telah dikembangkan oleh Novilia (2016), dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik, dengan nilai rata-rata gain score sebesar 0,68. Instrumen penilaian hasil belajar peserta didik pada materi koloid, selama ini menggunakan tes pilihan ganda atau tes uraian. Kedua tes tersebut dapat membatasi jawaban peserta didik dan membuat mereka belajar dengan metode hafalan. Dengan demikian, perlu dikembangan alternatif instrumen penilaian untuk mengidentifikasi peserta didik yang belajar melalui hafalan dengan peserta didik yang belajar secara bermakna.Salah satu alternatif instrumen penilaian hasil belajar yang dapat digunakan adalah peta konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bahan ajar berbasis inkuiri terbimbing yang telah dikembangkan oleh Novilia (2016) dan mengetahui sejauh mana peta konsep dapat dijadikan sebagai alternatif penilaian pada pemahaman materi koloid.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif dengan 34 peserta didik SMA IT Al Amri Probolinggo sebagai subjek penelitian. Langkah-langkah dalam penelitian ini, yaitu (1) melakukan kajian literatur, (2) menyusun instrumen penelitian, (3) mengumpulkan data, (4) menganalisis data, dan (5) menyusun kesimpulan. Instrumen penelitian terdiri atas bahan ajar koloid dari Novilia (2016), tes pilihan ganda, dan tes penyusunan peta konsep. Analisis data yang digunakan terdiri dari: (1) analisis deskriptif keterlaksanaan pembelajaran, (2) analisis gain score, (3) Analisis hasil peta konsep, dan (4) analisis korelasi hasil penilaian pilihan ganda dengan peta konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penerapan bahan ajar berbasis inkuiri tembimbing yang telah dikembangkan oleh Novilia (2016) efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, dengan nilai rata-rata gain score kelas sebesar 0,63. (2) Peta konsep belum dapat digunakan sebagai alternatif penilaian pada materi koloid, dengan nilai korelasi sebesar 0,26. Nilai rata-rata hasil belajar kognitif menggunakan instrumen pilihan ganda adalah 74, 82. Sedangkan nilai rata-rata hasil belajar kognitif menggunakan instrumen peta konsep sebesar 83,79

    Penentuan Jenis dan Aktivitas Isolat Flavonoid dari Ekstrak Etanol Mesokarp Semangka (Citrullus lannatus Thunb.) sebagai Inhibitor Lipase Pankreas

    No full text
    Wilujeng, N. I. 2017. Penentuan Jenis dan Aktivitas Isolat Flavonoid dari Ekstrak Etanol Mesokarp Semangka (Citrullus lannatus Thunb.) sebagai Inhibitor Lipase Pankreas. Skripsi. Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Subandi, M.Si., (II) Tatas H.P. Brotosudarmo, Ph. D. Kata Kunci: semangka, inhibitor lipase pankreas, flavonoid, antiobesitas Obesitas seringkali disebabkan oleh tingginya kadar lemak darah dan mengakibatkan munculnya sejumlah penyakit kronik seperti kelebihan kolesterol, darah tinggi, jantung koroner, dan diabetes tipe II. Obesitas dapat ditanggulangi dengan orlistat yang bertindak sebagai inhibitor lipase pankreas sehingga menghambat absorbsi lemak kedalam tubuh. Disamping masih harus diimpor konsumsi orlistat menimbulkan beberapa efek samping. Sementara beberapa ekstrak tanaman telah dilaporkan juga mempunyai aktivitas sebagai inhibitor lipase pankreas, misalnya belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.), jati belanda (Guazuma ulmifolia Lamk), jeruk nipis (Citrus aurantifolia L.), jintan hitam (Nigella sativa L.), kemuning (Murraya paniculata L.), dan mengkudu (Morinda citrifolia L.). Ekstrak metanol dan isolat flavonoid dari mesokarp semangka telah terbukti mempunyai aktivitas sebagai inhibitor lipase pankreas, tetapi jenis flavonoid tersebut belum diketahui dengan pasti. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk: 1) menentukan daya inhibisi isolat flavonoid dari ekstrak etanol mesokarp semangka sebagai inhibitor lipase pankreas relatif terhadap orlistat, dan 2) menentukan jenis flavonoid dari isolat yang diperoleh berdasarkan spektroskopi UV-Vis, FT-IR, dan ESI-MS/MS. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksperimental di laboratorium yang terdiri dari 7 tahapan, yaitu: 1) preparasi mesokarp semangka, 2) ekstraksi dengan pelarut etanol p.a, 3) isolasi komponen flavonoid dengan KLT preparatif, 4) uji aktivitas, 5) uji fitokimia, dan 6) penentuan jenis flavonoid dengan spektroskopi UV-Vis, FT-IR, dan ESI-MS/MS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) terdapat enam isolat flavonoid dari ekstrak etanol mesokarp semangka dengan daya inhibisi masing-masing: 77,34 kali terhadap orlistat (isolat pertama), 77,34 kali terhadap orlistat (isolat kedua), 71,04 kali terhadap orlistat (isolat ketiga), 91,97 kali terhadap orlistat (isolat keempat), 102,85 kali terhadap orlistat (isolat kelima), dan 96 kali terhadap orlistat (isolat keenam), dan 2) berdasarkan spektrum UV-Vis, FT-IR, dan ESI-MS/MS keenam isolat flavonoid yang diperoleh merupakan senyawa polimer katekin yang termasuk dalam senyawa turunan flavonoid golongan flavan-3-ol dengan massa molekul relatif sebesar 1154. Perbedaan nilai Rf dari keenam isolat flavonoid yang diperoleh diduga karena perbedaan struktur ruang dari masing-masing isomer

    Pengembangan Media Pembelajaran berbasis Multimedia pada Mata Pelajaran Kimia Bahasan Kepolaran Molekul

    No full text
    Kepolaran molekul merupakan salah satu bahasan dasar dalam ilmu kimia. Dalam proses mempelajari kepolaran molekul membutuhkan cara berpikir dengan simbol, model dan visualisasi struktur ruang dari molekul dalam tiga dimensi. Jika peserta didik tidak belajar dengan cara berpikir tersebut, maka akan mengalami kesulitan dalam mempelajari kepolaran molekul. Oleh karena itu dibutuhkan media pembelajaran yang dapat memberikan representasi pada tingkat makroskopik, sub-mikroskopik, dan simbolik. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan mengetahui kelayakan media pembelajaran berbasis multimedia pada mata pelajaran kimia bahasan kepolaran molekul.    Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan 4-D (four D-models) yang dikemukakan oleh Thiagarajan dengan tahapan pengembangan antara lain: (1) perencanaan (define), (2) perancangan (design), (3) pengembangan (develop), (4) penyebaran (disseminate). Tahap penyebaran pada penelitian ini tidak dilakukan, hal ini merupakan keterbatasan pada penelitian dan pengembangan yang dilakukan. Penilaian terhadap produk penelitian dilakukan melalui validasi dan uji keterbacaan media. Validasi dilakukan oleh 1 orang dosen dan 2 orang guru kimia SMA yang menilai media pembelajaran dari aspek tampilan media dan isi materi. Sedangkan uji keterbacaan media dilakukan oleh 10 orang peserta didik untuk mengetahui kemenarikan, kejelasan, dan kemudahan dalam mengoperasikan media pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai yang diperoleh pada proses validasi dari segi tampilan media dan isi materi masing-masing sebesar 84.85% dan 92.40% yang berarti memenuhi kriteria valid. Selain itu, media pembelajaran ini telah diujicobakan pada 10 orang peserta didik dan mendapatkan nilai sebesar 87.75% yang memenuhi kriteria layak. Jadi, dapat disimpulkan bahwa produk media ini telah dinyatakan layak dan dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran.  

    SINTESIS SABUN CAIR DARI MINYAK KELAPA (Cocos nucifera) DENGAN KOH MENGGUNAKAN BANTUAN ULTRASONIK DAN KARAKTERISASI SERTA UJI POTENSINYA SEBAGAI ANTIBAKTERI

    No full text
    ABSTRAK Abdullah Arief Agata Kusuma. 2016. Sintesis Sabun Cairdari Minyak Kelapa (Cocos nucifera) dengan KOH menggunakan bantuan Ultrasonik dan Karakterisasi serta Uji Potensinya sebagai Anti Bakteri. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Aman Santoso, M.Si., (II) Dr. Sumari, M.Si. Kata Kunci: minyakkelapa, sabuncair, ultrasonik, antibakteri. Melimpahnya kelapa di Indonesia berpotensi sebagai bahan baku dalam sintesis sabun cair, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomis minyak kelapa. Sabun cair menjadi trending topic saat ini karena penggunaannya yang praktis dan efektif, selain itu juga berpotensi menjadi sabun antibakteri. Penggunaan gelombang ultrasonik dapat mempercepat laju reaksi kimia termasuk reaksi yang terjadi dalam sintesis sabun cair ini, yaitu reaksi saponifikasi. Penelitian ini mempunyai tujuan (1) mensintesis dan karakterisasi sabun cair dari minyak kelapa dengan variasi basa menggunakan bantuan gelombang ultrasonik, serta (2) mengetahui potensi antibakteri sabun cair hasil sintesis. Penelitian in imerupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Kimia dan Biologi FMIPA UM.Terdapat 4 tahap alur penelitian, yaitu (1) preparasi sampel minyak kelapa dan karakterisasinya, (2) sintesis sabun dari minyak kelapa dan basa KOH melalui reaksi saponifikasi, (3) karakterisasi zat hasil secara fisik dan kimiawi meliputi uji organoleptik, massa jenis, penentuan pH, kadar asam lemak bebas, dan kadar alkali bebas, (4) serta uji potensi antibakteri. Sabun cair hasil sintesis dari minyak kelapa dan KOH dengan perbandingan 25:7 (g/g) memiliki karakterisasi massa jenis 1,09 g/mL, viskositas 1768,94 cP, pH 9,683, kadar asam lemak bebas 0%, dan kadar alkali bebas sebesar 0,07%yang layak dan memenuhi standar SNI06-4085-1996.Sabun cair hasil sintesis ini juga menunjukkan potensinya sebagai antibakteri dengan diameter zona hambat sebesar 31,5 terhadap bakteri Escherichia coli dan 35,5 terhadap bakteri Staphylococcus aureus

    ISOLASI DAN KARAKTERISASI EKSTRAK DESTILAT PREMIUM BIJI PEPAYA (CARICA PAPAYA LINN) DAN UJI AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIOKSIDAN

    No full text
    Penelitian tentang isolasi senyawa dari ekstrak destilat premium biji pepaya telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolasi senyawa dari ekstrak destilat premium dari biji pepaya dilakukan dengan metode ekstraksi. Isolasi yang dilakukan menghasilkan zat cair sebagai minyak (trigliserida) berwarna coklat tua. Zat ini mempunyai massa jenis 0,8914 g.mL-1, indeks bias 1,4647 (25°C), viskositas 12,913 cSt, mempunyai bilangan asam 43,9, bilangan penyabunan 204,1, dan bilangan iod 89,3. Analisis secara GC-MS yang dilakukan dengan mentransesterifikasikan menjadi bentuk etil esternya. Minyak pepaya ini mengandung asam palmitat (2,26%), asam oleat (41,96%), dan asam stearat (2,27%). Minyak biji pepaya tidak memiliki potensi sebagai antioksidan (KP50 9656 mg.L-1)

    Hidrolisis Minyak Biji Asam Jawa (Tamarindus indica Linn) Menjadi Asam Lemaknya dan Uji Aktivitas Antibakteri

    No full text
    ABSTRAK   Arnanda, Dhafin Rizky. 2017. Hidrolisis Minyak Biji Asam Jawa (Tamarindus indica Linn) Menjadi Asam Lemaknya dan Uji Aktivitas Antibakteri. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Sutrisno, M.Si., (II) Drs. H. Parlan, M.Si.   Kata kunci: asam lemak, hidrolisis minyak biji asam jawa, antibakteri Biji asam jawa merupakan salah satu bagian organ tanaman asam jawa (Tamarindus indica Linn) yang relatif belum banyak dimanfaatkan dibandingkan bagian lain. Biji merupakan bagian penting dari suatu tanaman karena untuk keberlangsungan regenerasinya. Hal ini dikarenakan tanaman pada umumnya merupakan sumber informasi ketersediaan berbagai macam senyawa. Pada penelitian sebelumnya didapatkan minyak biji asam jawa yang tidak memiliki aktivitas antibakteri dan diperoleh komponen penyusun asam-asam lemak dari minyak biji asam jawa. Minyak tidak memiliki aktivitas antibakteri karena molekulnya yang besar tidak dapat menembus dinding sel bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) memperoleh asam-asam lemak dari minyak biji asam jawa, (2) mengkarakterisasi asam lemak hasil hidrolisis minyak biji asam jawa, dan (3) mengetahui aktivitas antibakteri asam lemak hasil hidrolsis minyak biji asam jawa. Penelitian ini terdiri dari 6 tahap. Tahap 1 preparasi sampel meliputi pengumpulan, pengeringan, dan pembuatan serbuk biji asam jawa. Tahap 2 ekstraksi minyak biji asam jawa kemudian dikarakterisasi yang meliputi: wujud, warna, massa jenis, indeks bias, viskositas, uji penyabunan, uji ketidakjenuhan, bilangan asam, bilangan penyabunan, bilangan iod, dan interpretasi spektrum IR. Tahap 3 saponifikasi minyak biji asam jawa. Tahap 4 pengasaman hasil saponifikasi. Tahap 5 karakterisasi hasil hidrolisis yang meliputi wujud, warna, titik lebur, uji ketidakjenuhan, bilangan asam, bilangan iod, bilangan penyabunan, dan interpretasi spektrum IR. Tahap 6 uji aktivitas antibakteri pada bakteri uji Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Minyak biji asam jawa yang disaponifikasi menggunakan kalium hidroksida dan pengasaman dengan asam klorida dihasilkan asam lemak berupa padatan lunak berwana putih, memiliki titik lebur 50-55 ºC. hasil hidrolisis ini positif uji ketidakjenuhan, bilangan asam 115,36, bilangan penyabunan 114,80, dan bilangan iod 53,34. Keberhasilan hidrolisis minyak menjadi asam lemak ditandai dari identifikasi spektrum IR yang menunjukkan vibrasi ulur O-H dengan intensitas sedang dan melebar serta vibrasi ulur C=O asam karboksilat dengan intensitas kuat. Asam lemak biji asam jawa berpotensi sebagai antibakteri terhadap bakteri uji Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan zona hambat masing-masing 7,31 mm dan 7,58 mm.   ABSTRACT   Arnanda, Dhafin Rizky. 2017. Hydrolysis of Tamarind Seeds Oil (Tamarindus indica Linn) to be Fatty Acids and Activity Antibacterial Test. Sarjana’s Thesis, Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Science, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. H. Sutrisno, M.Si., (II) Drs. H. Parlan, M.Si.   Keywords: fatty acid, hydrolysis tamarind seeds oil, antibacterial Tamarind seed is one part of the plant tamarind (Tamarindus indica Linn) is relatively not widely used than other parts. Seed is an important part of a plant because for the sustainability of its regeneration. This is because the plant is generally a source of information availability of various compounds. In the previous research, it was found that tamarind seed oil didn’t have antibacterial activity and obtained the components of fatty acids from tamarind seed oil. Oil doesn’t have antibacterial activity because its large molecules can’t penetrate bacterial cell walls. The objectives of this research are: (1) obtain fatty acids from tamarind seed oil, (2) characterize fatty acids from hydrolysis of tamarind seed oil, and (3) find out the antibacterial activity of fatty acids from hydrolysis of tamarind seed oil. This research consists of six stages. The first stage is sample preparation includes collection, drying, and making the powder. The second stage is extraction of tamarind seed oil, then characterized which includes: form, color, density, refractive index, viscosity, saponification test, unsaturation test, acid number, saponification number, iodine number, and IR spectrum interpretation. The third saponification tamarind seed oil. The fourth acidification of saponification results. The fifth characterization of the hydrolysis results comprising the form, color, melting point, unsaturation test, acid number, iodine number, saponification number, and IR spectrum interpretation. The sixth stage is test of antibacterial activity in test bacteria Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Saponification tamarind seed oil used potassium hydroxide and acidification with hydrochloric acid is produced fatty acid in the form of soft white solid, has melting point 50-55 ºC. The result of this hydrolysis positive test of unsaturation. It has an acid number of 115.36, saponification number of 114.80, and iodine number of 53.34. The success of hydrolysis of oil into fatty acid is characterized by identification of IR spectra showing O-H vibration with moderate intensity and widening, C=O vibration of carboxylic acid with strong intensity. Fatty acids of tamarind seed have the potential as antibacterial to test bacteria Staphylococcus aureus and Escherichia coli with diameter respectively 7.31 mm and 7.58 mm

    Pengembangan Bahan Ajar Materi Kesetimbangan Kimia dengan Mengeksplisitkan Kerja Ilmiah untuk Siswa SMA Kelas XI

    No full text
    ABSTRAK   Jannah, Miftakhul. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Materi Kesetimbangan Kimia dengan Mengeksplisitkan Kerja Ilmiah untuk Siswa SMA Kelas XI. Skripsi, Program Studi PendidikanKimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang.Pembimbing (I) Drs. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., Ph.D. (II) Drs. Muhammad Su’aidy, M.Pd.   Kata kunci: bahan ajar, kerja ilmiah, kesetimbangan kimia Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Peraturan Nomor 59 Tahun 2014 tentang berlakunya kurikulum baru, yaitu Kurikulum 2013. Pendekatan pembelajaran yang digunakan pada kurikulum ini berbasis saintifik. Proses pembelajaran diharapkan meliputi proses mengamati, menanya, mengumpulkan data, menalar, dan mengkomunikasikan. Proses pembelajaran tersebut dapat dikatakan dari serangkaian proses kerja ilmiah. Proses kerja ilmiah bertujuan untuk melatih dan mengembangkan penguasaan keterampilan proses sains dan sikap ilmiah siswa. Sebagai penunjang dalam kegiatan pembelajaran dengan mengeksplisitkan kerja ilmiah, maka diperlukan bahan ajar berupa buku dengan mengeksplisitkan kerja ilmiah. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar yang valid dan layak pada materi kesetimbangan kimia dengan mengeksplisitkan kerja ilmiah. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah model ADDIE yang meliputi tahap analisis (analyze), perancangan (design), pengembangan (develop), implementasi (impelement) danevaluasi (evaluate).Kelayakan dari bahan ajar yang dikembangkan dapat diketahui dari uji validasi dan uji coba kelompok kecil. Validasi dilakukan olehsatu orang dosen Pendidikan Kimia UM dan dua guru kimia SMA. Uji kelompok kecil dilaksanakan dengan melibatkan lima orang siswaSMA Brawijaya Smart School kelas XIdan lima orang mahasiswa semester dua jurusan kimia Universitas Negeri Malang.Kriteria kelayakan hasil uji validasi dan uji kelompok kecil untuk tiap instrumen, yaitu 4,20-5,00 untuk kriteria sangat layak, 3,40-4,10 untuk kriteria layak, 2,60-3,30 untuk kriteria cukup layak, 1,80-3,20 untuk kriteria tidak layak, dan 1,00-1,70 untuk kriteria sangat tidak layak. Hasil pengembangan berupa bahan ajar yang terdiri dari buku siswa dan buku pegangan guru. Hasil validasi diperoleh skor rata-rata 4,3 untuk buku siswadan buku pegangan guru. Hasil ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan sangat layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Hasil uji kelompok kecil diperoleh skor rata-rata 4,1 yang menunjukkan bahwa bahan ajar valid dan layak digunakan

    PENGARUH PENGGUNAAN STUDY HISTORY SHEET (SHS) PADA MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI-MIA SMA NEGERI 02 BATU PADA POKOK BAHASAN ASAM DAN BASA

    No full text
    ABSTRAK   Asam dan basa merupakan salah satu pokok bahasan dalam mata pelajaran kimia yang mempelajari aspek makroskopis, submikroskopis, dan simbolik, sehingga pembelajarannya harus didukung oleh model pembelajaran yang berbasis konstruktivistik.Salah satu model pembelajaran berbasis konstruktivistik adalah Discovery Learning. Model pembelajaran Discovery Learning dapat membantu peserta didik untuk mendapatkan pemahaman yang utuh, sehingga hasil belajar yang diperoleh akan baik. PenggunaanSHS akan mendukung keterlaksanaan model pembelajaran Discovery Learning, serta membantu peserta didik untuk belajar dan menghindari terjadinya kesalahan konsep. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan SHS padamodel pembelajaran Discovery Learningterhadap hasil belajar peserta didik padapokok bahasan asam dan basa. Penelitian ini menggunakan rancanganQuasi-Eksperimental Design jenisPosttest Only Design. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknikCluster Random Sampling, yaitu diambil 2 kelas dari total 5 kelas XI MIA yangada di SMA Negeri 02 Batu. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI-MIA 3 sebagai kelas eksperimendan XI-MIA 4 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dan SHS, sedangkan kelas kontrol dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning tanpa SHS. Instrumen yang digunakanuntuk mengambil data hasil belajar adalahsoal ulangan harian. Data yang sudah terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan statistik. Analisis statistik dilakukan menggunakan rumus Independent Sampel t-Test dengan taraf sig. sebesar 0,05 dengan bantuan program SPSS 16 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar pokok bahasan asamdan basa yang diperoleh peserta didik kelas XI-MIA SMA Negeri 02 Batu di kelas yang menggunakan modelpembelajaran Discovery Learning dan SHS lebih tinggi daripada di kelas yang menggunakan model pembelajaran Discovery Learning tanpa SHS. Hasil belajar peserta didik kelas XI-MIA SMA Negeri 02 Batu di kelas yang menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dan SHS lebih tinggi daripada di kelas yang menggunakan model pembelajaran Discovery Learning tanpa SHS dengan nilai sig. sebesar 0,015. Rata-rata hasil belajar peserta didik kelas eksperimen sebesar 82,79, lebih tinggi dari rata-rata hasil belajar peserta didik kelas kontrol yang sebesar 78,19

    Pengembangan Bahan Ajar Sifat Koligatif Berbasis E-Learning

    No full text
    ABSTRAK Nismawandani, Elmida. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Sifat Koligatif Berbasis E-Learning. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Munzil, S.Pd., M. Si (2) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M. S. Kata Kunci : bahan ajar, sifat koligatif, e-learning, inkuiri terbimbingKimia merupakan salah satu pembelajaran yang dianggap sulit oleh siswa karena sebagian konsepnya masih bersifat abstrak dan pembelajaranya harus mencakup tiga level representasi, salah satunya adalah sifat koligatif. Proses pembelajaran kimia berdasarkan kurikulum 2013 harus mengikuti langkah-langkah saintifik, sehingga diperlukan strategi yang tepat untuk membelajarkan kimia sesuai dengan kurikulum 2013. Inkuiri dipilih sebagai strategi yang tepat untuk dibelajarkan dikelas, selain itu pembelajaran juga harus didukung oleh bahan ajar yang juga menggunakan strategi inkuiri agar siswa dapat aktif dalam belajar, yaitu dengan e-learning. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk pengembangan berupa bahan ajar sifat koligatif larutan berbasis e-learning untuk siswa SMA yang telah diuji validitasnya.Model penelitian yang digunakan dalam pengembangan bahan ajar berbais e-learning adalah medel 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan (1974). Tahap yang dilakukan pada penelitian hanya sampai pada tahap develop. Instrument pengembangan merujuk dari Arikunto, dengan skala 1 - 4. Uji validasi dilakukan oleh dosen kimia dan guru SMA dengan memvalidasi isi media dan materi. Bahan ajar hasil validasi disebut draf 2. Uji coba kelompok kecil dilakukan pada 10 peserta didik kelas XI SMA melalui angket. Bahan ajar yang dikembangkan terdiri dari bagian awal materi, bagian utama dan evaluasi. Bagian utama terdiri dari 6 topik yaitu konsentrasi larutan, penurunan tekanan uap larutan, kenaikan titik didih larutan, tekanan osmosis larutan dan sifat koligatif larutan elektrolit. Setiap topik diberikan worksheet yang menggunakan pendekatan inkuiri terbimbing dengan langkah (1) orientasi  (2) merumuskan masalah (3) mengajukan hipotesis (4)mengumpulkan data (5) menguji hipotesis (6) kesimpulan. Bahan ajar menyediakan video atau animasi sebagai pelengkap worksheet. Selain itu juga dilengkapi dengan fitur forum dan chat. Tugas dan kuis juga diberikan untuk melihat perkembangan hasil belajar siswa. Bahan ajar yang telah dikembangkn dilakukan validasi materi dan media. Hasil analisis data uji validasi materi, diperoleh data sebesar 75% dengan kriteria cukup layak dan uji validasi media diperoleh presentase sebesar 75% dengan kriteria cukup layak. Sedangkan hasil validasi media oleh ahli lapangan diperoleh presentase sebesar 86% dengan kriteria layak. Uji coba kelompok kecil diperoleh kriteria layak dengan presentase 85 %. Bahan ajar berbasis e-learning dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar secara mandiri oleh siswa. Saran untuk pengembangan lebih lanjut yaitu uji efektivitas dan pengembangan e-learning pada materi lain. an

    Pengembangan Media Pembelajaran Kesetimbangan Kimia Berbasis Android untuk SMA/MA IPA

    No full text
    ABSTRAK   Agustin, Ratna Ayu. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Kesetimbangan Kimia Berbasis Android untuk SMA/MA IPA. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Munzil, S.Pd., M.Si. (II) Dr. Nazriati, M.Si.   Kata Kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran, Android, Kesetimbangan Kimia Penelitian dan pengembangan media pembelajaran ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berbasis android pada materi kesetimbangan kimia yang valid dan layak untuk digunakan. Penelitian didasari oleh beberapa alasan, yaitu: (1) materi kesetimbangan kimia merupakan konsep yang abstrak dan mendasari konsep lain dalam kimia; (2) peserta didik mengalami kesulitan dan kesalahpahaman dalam mempelajari kesetimbangan kimia; (3) media pembelajaran berbasis android dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik; dan (4) media pembelajaran berbasis android dapat diakses dengan mudah dan cepat oleh peserta didik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan, yang mengacu pada model 4-D (four D-models) yang meliputi 4 tahap, yaitu define (perencanaan), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Penelitian dan pengembangan ini terbatas pada tahap define, design, develop tanpa melakukan tahap disseminate. Media Pembelajaran hasil pengembangan divalidasi oleh 2 validator yaitu seorang dosen Kimia Universitas Negeri Malang dan seorang guru Kimia MAN 3 Malang, dan uji coba dilakukan pada 10 peserta didik kelas XI IPA MAN 3 Malang. Data hasil validasi dan uji coba terdiri dari dua jenis yaitu data kuantitatif diperoleh dari perhitungan nilai rata-rata untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran dan data kualitatif berupa komentar dan saran dari validator untuk memperbaiki media pembelajaran yang dikembangkan. Produk hasil pengembangan berupa media pembelajaran berbasis android berbentuk aplikasi dengan format apk pada materi kesetimbangan kimia. Media pembelajaran yang dikembangkan ini bersifat fleksibel dan interaktif. Selain itu media pembelajaran dapat dijalankan secara linear maupun non linear. Aplikasi berukuran 32 Mb ini berisi teks, gambar, animasi, video, peta konsep, latihan soal, dan kuis. Validasi media pembelajaran meliputi validasi media dan validasi materi dengan rata-rata yang diperoleh dari validasi media adalah 93% sedangkan untuk validasi materi adalah 95%. Hasil penilaian pada uji coba kelompok kecil adalah 89%. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba kelompok kecil diketahui bahwa media pembelajaran berbasis android pada materi kesetimbangan kimia valid dan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran

    0

    full texts

    1,785

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇