SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1785 research outputs found

    Pengembangan Bahan Ajar Digital Hidrokarbon Berbasis Inkuiri Terbimbing

    No full text
    ABSTRAK   Wardhani, Rizka Dwi Kusuma. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Digital Hidrokarbon Berbasis Inkuiri Terbimbing. Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Munzil, S.Pd., M.Si., (II) M. Muchson. S.Pd., M.Pd., (III) Dr. Aman Santoso, M.Si.   Kata Kuni : Bahan Ajar Digital, Inkuiri Terbimbing, Hidrokarbon, Model 4-D   Hidrokarbon merupakan salah satu materi kimia yang dipelajari siswa di kelas XI pada semester ganjil. Hidrokarbon merupakan konsep kimia yang sulit dipahami oleh siswa karena bersifat deskriptif sehingga menimbulkan terjadinya kesalahan konsep. Materi deskriptif ini menyebabkan peserta didik cenderung mengandalkan kemampuan menghafalnya saja sehingga terdapat kesalahan konsep pada materi hidrokarbon. Rendahnya nilai hasil belajar dari materi hidrokarbon dan kesalahan konsep yang terjadi dapat dikarenakan metode pengajaran yang dilakukan guru, sumber belajar, bahan ajar, atau sejumlah besar generalisasi atau ide-ide yang salah mengenai materi hidrokarbon. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dibutuhkan bahan ajar yang dapat membantu memberikan materi melalui keterlibatan siswa dalam mengkonstruk konsep secara mandiri. Dibutuhkan suatu bahan ajar yang memfasilitasi siswa untuk belajar mandiri maupun pembelajaran kelas pada materi hidrokarbon. Bahan ajar tersebut dapat berupa bahan ajar digital yang dirancang dengan menggunakan aplikasi flipbook 3D  dan dimodifikasi dengan penambahan multimedia interaktif berupa video, animasi, informasi-informasi baru, serta link internet untuk memperluas pengetahuan siswa. Penerapan bahan ajar dengan pendekatan inkuiri terbimbing mampu meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk  mengembangkan bahan ajar digital hidrokarbon berbasis inkuiri terbimbing. Pengembangan bahan ajar digital ini menggunakan Model 4D dari Thiagarajan dkk (1974) yang terdiri dari tahap (1) mendefinisikan (to define), (2) merancang (to design), (3) mengembangkan (to develop), dan (4) menyebarluaskan (to disseminate). Namun, pengembangan bahan ajar digital ini hanya dilakukan sampai pada tahap mengembangkan.  Penilaian terhadap produk pengembangan dilakukan melalui validasi dan uji coba kelompok kecil. Validasi media ini dilakukan oleh 3 orang guru mata pelajaran kimia sebagai ahli media dan ahli materi. Uji coba kelompok kecil dilakukan pada 15 orang siswa SMA kelas XII MIPA 1 di SMA Negeri 7 Malang. Hasil pengembangan ini berupa bahan ajar digital hidrokarbon berbasis inkuiri terbimbing. Hasil validasi yang diperoleh meliputi validas dari ahli media rata-rata nilai sebesar 87,03% dan validasi dari ahli materi rata-rata nilai sebesar 85,73%. Uji kelayakan penggunaan bahan ajar hidrokarbon digital pada kelompok kecil diperoleh skor penilaian rata-rata sebesar 81,72 % yang memenuhi kriteria sangat layak sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran kelas maupun mandiri oleh siswa

    Pengembangan Instrumen Asesmen Pemahaman Konseptual Berorientasi HOTS (Higher Order Thinking Skills) pada Bahan Kajian Ikatan Kimia

    No full text
    ABSTRAK   Lelana, Effy Rossyamsiah. 2017. Pengembangan Instrumen Asesmen Pemahaman Konseptual Berorientasi HOTS (Higher Order Thinking Skills) pada Bahan Kajian Ikatan Kimia. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Sutrisno, M.Si., (II) Muntholib, S.Pd., M.Si.   Kata kunci: instrumen asesmen, HOTS, pemahaman konseptual, ikatan kimia   Penilaian dalam Kurikulum 2013 meliputi tiga aspek yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang menuntut peserta didik untuk berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills, HOTS). Namun, fakta dilapangan menunjukkan bahwa instrumen asesmen yang berorientasi HOTS masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen asesmen pemahaman konseptual yang berorientasi HOTS pada bahan kajian ikatan kimia. Hasil pengembangan diharapkan menjadi suatu model atau prototipe penilaian yang berorientasi HOTS dan dapat digunakan sebagai acuan dalam menyusun penilaian berbasis HOTS. Pengembangan penelitian instrumen asesmen ini menggunakan model 4D. Namun yang dilakukan hanya pada tahap 3D pertama, yakni membatasi (define), merancang (design), dan mengembangkan (develop). Sedangkan D yang keempat yakni menyebarkan (disseminate), tidak dilakukan. Pada tahap membatasi dilakukan analisis pendahuluan dan analisis isi instrumen. Pada tahap merancang, dilakukan merancang isi instrumen, mendesain format instrumen, dan membuat instrumen validasi asesmen. Pada tahap mengembangkan, dilakukan mengembangkan instrumen asesmen, mengkaji bersama dosen pembimbing, merevisi produk, memvalidasi produk, merevisi hasil validasi, dan menghasilkan produk. Instrumen asesmen pemahaman konseptual dikembagkan dengan enam bentuk soal. Hasil pengembangan instrumen asesmen pemahaman konseptual pada bahan kajian ikatan kimia terdiri dari 140 butir soal dengan tingkat kevalidan butir soal sebesar 92,8% (sangat layak)

    Identifikasi Pemahaman Konsep Tingkat Representasi Makroskopik, Mikrokopik, dan Simbolik Siswa Kelas XI MIA SMA Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Zuhroti, Brilian. 2018. Identifikasi Pemahaman Konsep Tingkat Representasi Makroskopik, Mikrokopik, dan Simbolik Siswa Kelas XI MIA SMA Blitar. Skripsi, Program studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Marfu’ah, M.Si., (II) Drs. Mohammad Sodiq Ibnu, M.Si.   Kata Kunci:  pemahaman konsep, tingkat representasi, makroskopik, mikroskopik, simbolik, asam basa. Ilmu kimia merupakan cabang ilmu pengetahuan alam yang khusus mempelajari tentang komposisi, karakteristik, dan perubahan materi. Materi adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa. Hampir semua yang ada di alam ini merupakan materi, sehingga dapat dipelajari dengan memahami konsep-konsep yang ada di dalam ilmu kimia. Pemahaman konsep dalam kimia sangat penting, karena dengan pemahaman konsep yang benar merupakan landasan dalam memahami fakta, hukum, prinsip, dan teori yang benar dalam ilmu kimia. Dalam mempelajari ilmu kimia yang bersifat abstrak diperlukan tiga tingkat representasi kimia yang saling berkaitan dan saling menunjang, yaitu tingkat representasi makroskopik, mikroskopik, dan simbolik. Untuk membangun pemahaman konseptual dalam ilmu kimia yang baik dan benar, ketiga tingkat representasi pada setiap konsep harus dilibatkan secara simultan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman konsep asam basa pada tingkat representasi makroskopik, mikroskopik, dan simbolik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA SMA Negeri 3 Blitar, yang berjumlah 160 siswa. Sampel pada penelitian ini dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel terdiri dari siswa kelas XI MIA 1 dan XI MIA 3 dengan jumlah 58 siswa. Instrumen penelitian ini divalidasi oleh 2 guru SMA Negeri 3 Blitar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian terdiri dari 28 soal pilihan ganda dengan 4 alternatif pilihan jawaban yang dikembangkan sendiri oleh peneliti disertai pemberian alasan pemilihan jawaban. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) tingkat pemahaman konsep asam basa pada aspek makroskopik tergolong dalam kategori tinggi, dengan persentase siswa menjawab benar pada tes sebesar 73,18%, (2) tingkat pemahaman konsep pada aspek mikroskopik tergolong dalam kategori rendah, dengan persentase siswa menjawab benar pada tes sebesar 50,74%, (3) tingkat pemahaman konsep pada aspek simbolik tergolong dalam kategori cukup, dengan persentase siswa menjawab benar pada tes sebesar 61,21%, dan (4) hasil korelasi antara representasi makroskopik-mikroskopik tergolong dalam kategori sedang dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,573, hasil korelasi antara representasi makroskopik-simbolik tergolong dalam kategori sedang dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,421 dan hasil korelasi antara mikroskopik-simbolik tergolong dalam kategori kuat dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,675

    Perbedaan Hasil Belajar Kognitif dan Keterampilan Argumentasi Peserta Didik SMAN 1 Turen yang Dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Argument-Driven Inquiry (ADI) dan Inkuiri Terbimbing Tentang Hidrokarbon dan Minyak Bumi

    No full text
    ABSTRAK   Agustina, Khubailul. 2018. Perbedaan Hasil Belajar Kognitif dan Keterampilan Argumentasi Peserta Didik SMAN 1 Turen yang Dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Argument-Driven Inquiry (ADI) dan Inkuiri Terbimbing Tentang Hidrokarbon dan Minyak Bumi. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Muntholib, S.Pd., M.Si., (2) M. Muchson, S.Pd., M.Pd.   Kata Kunci: model pembelajaran ADI, keterampilan argumentasi, hasil belajar Argumentasi dapat didefinisikan sebagai upaya untuk memvalidasi atau menolak klaim berdasarkan alasan logis dengan cara yang mencerminkan nilai-nilai ilmiah. Keterampilan argumentasi sangat penting dilatihkan pada peserta didik karena merupakan keterampilan penting dalam pembangunan konsep, dapat meningkatkan pemahaman konsep, dan menjadikan pembelajaran menjadi lebih bermakna. Namun, di SMAN 1 Turen diketahui bahwa pembelajaran kimia yang dilakukan di sekolah belum sepenuhnya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berargumentasi ilmiah. Oleh karena itu, implementasi model pembelajaran ADI dan inkuiri terbimbing memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berlatih argumentasi ilmiah. Topik hidrokarbon dan minyak bumi dirasa tepat untuk melatihkan argumentasi terhadap peserta didik karena materi tersebut bersifat kontekstual yaitu berhubungan erat dengan kehidupan sehari-hari yang layak untuk diargumentasikan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil belajar dan keterampilan argumentasi peserta didik SMAN 1 Turen yang dibelajarkan dengan ADI dan inkuiri terbimbing pada materi hidrokarbon dan minyak bumi. Penelitian eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Jenis kuasi eksperimen yang dipilih peneliti yaitu pretest-posttes control group design. Tahap awal yang dilakukan dalam penelitian adalah persiapan dimana peneliti menyusun perangkat pembelajaran dan menyusun instrumen penelitian. Instrumen penelitian baik tes maupun materi terlebih dahulu divalidasi oleh guru. Dilanjutkan tahap pelaksanaan atau mengumpulkan data dengan cara ekperimen di kelas sesungguhnya. Data yang diperoleh dianalisis mengunakan gain score dengan bantuan program SPSS 16.0 for windows. Hasil analisis statistik menggunakan Independent Samples T-test menunjukkan nilai Sig (2-tailed) dari keterampilan argumentasi adalah 0,227 dan hasil belajar adalah 0,410 atau lebih besar dari nilai probabilitas 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan hasil belajar dan keterampilan argumentasi antara siswa SMAN 1 Turen yang diajar oleh ADI dan inkuiri terbimbing. Sedangkan gain score yang diperoleh untuk kelas ADI dan inkuiri tebimbing masing-masing 0,33 dan 0,23 untuk keterampilan argumentasi, 0,80 dan 0,82 untuk hasil belajar menunjukkan bahwa baik model ADI maupun inkuiri terbimbing sama-sama efektif dalam melatihkan keterampilan argumentasi dan meningkatkan hasil belajar peserta didik

    APLIKASI NANOKOMPOSIT SILIKA AEROGEL-KARBON AKTIF SEBAGAI ADSORBEN METILEN BIRU

    No full text
    ABSTRAK   Metilen biru yang sering digunakan sebagai zat warna merupakan salah satu zat warna berbahaya bagi manusia.Pada proses pewarnaan hanya 5% metilen biru yang terikat dan sisanya menjadi limbah. Sifat inert danstruktur molekular aromatik kompleks yang stabil menjadi penyebab metilen biru sulit mengalami biodegradasi secara alami. Adsorpsi menjadi metode yang efektif untuk menanggulangi limbah metilen biru karena prosesnya yang mudah, biaya yang relatif murah, dan metilen biru dapat dimanfaatkan kembali setelah desorpsi. Untuk itu perlu dilakukan pengembangan material adsorben nanokomposit silika aerogel-karbonaktif. Penelitian ini bertujuan mengkaj idaya adsorpsi nanokomposit silika aerogel-karbon aktif terhadap metilen biru dengan mempelajari kapasitas adsorpsi, pengaruh waktu kontak, massa adsorben, konsentrasi adsorbat, suhu, serta menentukan studi kinetika, isoterm adsorpsi, dinamika dan termodinamika. Penelitian ini dilakukan secara dua tahap. Tahap pertama adalah sintesis silika aerogel menggunakan metode sol-gel dengan cara ekstraksi abu bagasse dengan NaOH yang kemudian dilewatkan resin penukar kation untuk mendapatkan asam silikat. Asam silikatmerupakan bahan pembuat nanokomposit silika aerogel-karbon aktif melalui penambahan karbon aktif. Nanokomposit tersebut diaging pada suhu 40 ºC selama 18 jam, dilanjutkan pematangan jaringan pada suhu 60 ºC selama 1 jam, dan dikeringkan pada suhu 80 ºC selama 24 jam. Tahap kedua adalah aplikasi nanokomposit silika aerogel-karbon aktif sebagai adsorben metilen biru dengan variasi waktu kontak (10, 20, 30, 40, 50, 60, 90, 120, 150, 180, 210, dan 240 menit), massa adsorben (0,010; 0,015; 0,020; 0,025 g), konsentrasi adsorbat (10, 11, 12, 13, 14 mg/L), suhu (25, 35, 45, 55, 65 ºC). Hasil penentuan kapasitas adsorpsi nanokomposit silika aerogel-karbonaktif terhadap metilen biru sebesar 23.07 mg/g pada waktu kontak 180 menit dengan persentase adsorpsi sebesar 92,28%. Nanokomposit silika aerogel-karbon aktif mengadsorp metilen biru lebih baikdari pada silika aerogel (15,79 mg/g) maupun karbon aktif (10,77 mg/g). Kapasitas adsorpsi nanokomposit silika aerogel-kabon aktif terhadap metilen biru menurun dengan semakin banyaknya massa adsorben yang digunakan tetapi kapasitas adsorpsi akan semakin naik dengan bertambahnya konsentrasi metilen biru yang digunakan, dan kapasitas adsorpsi akan semakin turun dengan bertambahnya suhu. Mekanisme adsorpsi cenderung mengikuti model isoterm adsorpsi Langmuir dengan R2 sebesar 0,9997 dan kinetika adsorpsi orde dua semu dengan kapasitas perhitungan 23,36 mg/g. Proses adsorpsi berlangsung secara spontan dan eksotermik

    IDENTIFIKASI PENGETAHUAN METAKOGNITIF PESERTA DIDIK KELAS X MIA SMA/MA PADA MATERI REAKSI REDUKSI OKSIDASI

    No full text
    ABSTRAK   Prasetyo, Sandy. 2018. Identifikasi Pengetahuan Metakognitif Peserta Didik Kelas X MIA SMA/MA pada Materi Reaksi Reduksi Oksidasi. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Parlan, M.Si. (II) M. Muchson, M.Pd.   Kata kunci :identifikasi, pengetahuan metakognitif, reaksi reduksi oksidasi Pengetahuan metakognitif merupakan aspek penting dalam proses belajar. Proses pembelajaran yang melibatkan pengetahuan metakognitif menjadikan peserta didik mengetahui dan menyadari pengetahuan yang telah didapatkan. Peserta didik yang memiliki pengetahuan metakognitif dapat menggunakan informasi yang diketahui dari soal dengat tepat, menyusun strategi penyelesaiannya, serta dapat menjelaskan alasan menggunakan strategi tersebut. Pengetahuan metakognitif juga memiliki peran penting terhadap proses kognitif peserta didik. Pengetahuan metakognitif diperlukan untuk memahami ilmu kimia yang memuat konsep serta perhitungan matematis, seperti materi reaksi reduksi oksidasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan metakognitif peserta didik pada materi reaksi reduksi oksidasi yang meliputi pengetahuan deklaratif, pengetahuan prosedural, dan pengetahuan kondisional, serta mengetahui hubungan antara pengetahuan metakognitif peserta didik pada materi reaksi reduksi oksidasi dengan hasil belajar dan Metacognitive Awareness Inventory (MAI). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan gabungan kualitatif-kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Subjek penelitian adalah peserta didik yang telah mempelajari materi reaksi reduksi oksidasi di kelas X pada SMAN 1Kepanjen. Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis berupa tes kognitif terdiri dari 12 butir soal pilihan ganda disertai tes pengetahuan metakognitif, serta angket MAI. Instrumen soal telah valid secara isi dan butir soal, serta memiliki kriteria reliabilitas tinggi (0,734). Pengetahuan metakognitif peserta didik pada materi reaksi reduksi oksidasi tergolong sedang.Hasil penelitian menunjukkan 41,9% peserta didik berada pada tingkat pengetahuan metakognitif sedang, 41,8% berada pada tingkat rendah, dan 16,3% berada pada tingkat tinggi. Peserta didik telah mampu menuliskan konsep-konsep yang terkait dan mampu mendeskripsikan strategi yang digunakan dalam pemecahan masalah, akan tetapi tidak dapat menjelaskan kapan dan mengapa menggunakan strategi tertentu dalam pemecahan masalah pada materi reaksi reduksi oksidasi. Hasil penelitian pada uji korelasi antara hasil belajar dengan pengetahuan metakognitif adalah terdapat hubungan antara hasil belajar dengan pengetahuan metakognitif peserta didik baik secara keseluruhan, pengetahuan deklaratif, pengetahuan prosedural, dan pengetahuan kondisional. Sedangkan pada MAI, tidak terdapat hubungan dengan pengetahuan metakognitif peserta didik

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berorientasi Green Chemistry pada Materi Stoikiometri Kelas X SMA/MA Berbasis Understanding by Design

    No full text
    ABSTRAK   Qamariyah, Sitti Nurul. 2018. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berorientasi Green Chemistry pada Materi Stoikiometri Kelas X SMA/MA Berbasis Understanding by Design. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Herunata, S.Pd., M.Pd., (II) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M. S.   Kata Kunci: understanding by design, perangkat pembelajaran, green chemistry, stoikiometri. Pencanangan Generasi Emas Tahun 2045 menuntut pembangunan generasi yang memiliki pengetahuan, kebiasaan sikap, dan keterampilan green chemistry untuk mendukung tercapainya program yang ditetapkan. Pembangunan generasi tersebut dapat dibentuk dengan memberikan pembelajaran kontekstual pada materi pembelajaran dan dikaitkan dengan pengaplikasian prinsip green chemistry. Untuk memberikan proses pembelajaran yang sesuai dan mendapatkan hasil yang diinginkan, maka perlu dilakukan penyusunan perangkat pembelajaran yang didesain dengan berorientasi pada proses pembentukan bukan berbasis pada konten ataupun waktu. Salah satu cara desain yang digunakan untuk mendapatkan perangkat pembelajaran yang berorientasi proses adalah desain berdasarkan penyusunan template understanding by design. Berdasarkan karakteristiknya, UbD dapat dipakai dalam perancangan pembelajaran semua materi, termasuk stoikiometri. Stoikiometri merupakan salah satu materi yang dianggap sebagai pengetahuan abstrak dan tidak kontekstual. Dalam Chemistry in Context Applying Chemistry to Society, materi stoikiometri secara tidak langsung bersifat kontekstual dan menjadi sebuah indikator penentuan kualitas hidup dalam berbagai aspek serta dapat dikaitkan dengan penerapan prinsip green chemistry. Dengan demikian, peneliti bermaksud untuk menghasilkan perangkat pembelajaran yang berorientasi green chemistry pada materi stoikiometri dengan berlandaskan understanding by design. Perangkat pembelajaran berorientasi green chemistry yang dikembangkan dengan menerapkan prinsip green chemistry oleh Anastas & Warner dengan berlandaskan penyusunan template understanding by design bertujuan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan pembangunan Generasi Emas 2045 yang dicanangkan pemerintah. Pengembangan perangkat pembelajaran ini mengikuti model Four D (4-D) menurut Thiagarajan,dkk. Desain penilaian disajikan dengan melakukan validasi ahli dan validasi calon pengguna dengan  menggunakan angket validasi kelayakan tampilan produk, template understanding by design, RPP, dan UKBM. Data yang diperoleh diolah dengan perhitungan persentase untuk mengetahui kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan  memiliki hasil persentase validitas yaitu 84% untuk tampilan produk, template understanding by design sebesar 82%, RPP sebesar 86%, dan 87% untuk UKBM. Berdasarkan hasil tersebut, diketahui bahwa perangkat pembelajaran termasuk dalam kategori sangat layak untuk digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pembelajaran

    Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Penghasil Keratinase dari Tanah Kompos Dengan Metode Enrichment yang Diperkaya Dengan Rambut dan Bulu.

    No full text
    ABSTRAK   Indonesia sebagai negara beriklim tropis, memiliki kekayaan diversitas alam termasuk kekayaan dan keanekaragaman mikroba yang tinggi. Kelimpahan potensi keanekaragaman hayati memberikan peluang yang besar untuk mendapatkan isolat mikroba penghasil keratinase dengan aktivitas tinggi dalam mendegradasi rambut manusia dan bulu ayam. Isolat mikroba tersebut dapat dikembangkan dan di manfaatkan secara komersial untuk mendegradasi keratin yang mudah didapat yaitu rambut manusia dan bulu ayam. Keratin sangat stabil karena adanya jembatan disulfida dan interaksi hidrofobik yang kuat, sehingga mendegradasi keratin perlu enzim spesifik yaitu keratinase. Enzim keratinase dapat ditemukan pada bakteri jenis protease yang terdapat pada tanah kompos yang mengandung limbah bulu dan rambut. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendapatkan isolat mikroba penghasil keratinase dari sampel tanah kompos yang diperkaya dengan rambut dan bulu. (2) mengetahui spesifisitas substrat dari keratin oleh isolat baru yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dalam 4 tahap, yaitu: (1) isolasi dan seleksi bakteri penghasil keratinase melalui 2 metode yang berurutan yaitu, enrichment bakteri penghasil keratinase dari  tanah kompos, seleksi pada media susu skim-agar untuk seleksi mikroba penghasil protease; (2) uji kemampuan isolat bakteri dalam mendegradasi rambut dan bulu ayam dalam media cair; (3) pewarnaan gram isolat mikroba penghasil protease; (4) analisis hasil degradasi rambut dan bulu ayam menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah berhasil diisolasi bakteri keratinase dari tanah kompos kotoran sapi. Bakteri tersebut (Isolat S3) mampu mendegradasi bulu ayam dan rambut manusia setelah diinkubasi pada suhu 37˚C selama 7 hari. Isolat S3 termasuk bakteri gram positif yang memiliki bentuk batang dan mempunyai kemampuan mendegradasi keratin bulu ayam yang lebih tinggi dibandingkan keratin rambut manusia.&nbsp

    Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari Kadmium(II) Nitrat, Kalium Tiosianat, dan Ligan 2,2’-Bipiridina

    No full text
    ABSTRAK   Syufa, Ratu. 2018. “Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari Kadmium(II) Nitrat, Kalium Tiosianat, dan Ligan 2,2’-Bipiridina” Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fariati, M.Sc. (2) Dr. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., Ph.D.   Kata kunci: sintesis, karakterisasi, kadmium(II), 2,2’-bipiridina (2,2-bipy), ion tiosianat Reaksi antara kadmium(II) klorida dan ligan 2,2’-bipiridina (2,2’-bipy) menghasilkan kompleks molekuler [Cd(2,2'-bipy)(μ-Cl)2]n dengan geometri tetrahedral terdistorsi di sekitar atom pusatnya. Pada senyawa kompleks ini, ligan 2,2’-bipy terkoordinasi pada atom pusat kadmium(II) melalui dua atom nitrogen membentuk ligan bidentat, sedangkan ion klorida berlaku sebagai ligan jembatan. Senyawa kompleks dari kadmium(II) nitrat, kalium tiosianat, dan 2,2’-bipy belum pernah dilaporkan. Ion tiosianat memiliki atom donor S dan N sehingga berpeluang untuk bertindak sebagai ligan dalam senyawa kompleks. Tujuan penelitian adalah mensintesis senyawa kompleks dari kadmium(II) nitrat, kalium tiosianat, dan ligan 2,2’-bipy serta mengkarakterisasi senyawa kompleks hasil sintesis untuk memprediksi strukturnya. Senyawa kompleks disintesis dengan mereaksikan kadmium(II) nitrat, kalium tiosianat, dan ligan 2,2’-bipy pada perbandingan mol 1:2:2 dalam pelarut metanol. Uji titik lebur bertujuan untuk mengetahui kemurnian senyawa kompleks yang dihasilkan. Uji daya hantar listrik (DHL) dan analisis kualitatif ion tiosianat dilakukan untuk mengetahui jenis senyawa. Untuk mengetahui gugus fungsi dalam senyawa kompleks dilakukan dengan analisis FTIR. Analisis EDX bertujuan untuk memperoleh rumus empiris dari senyawa kompleks. Berdasarkan prediksi rumus empiris, hasil uji DHL, dan uji kualitatif ion tiosianat, kemungkin-an rumus molekul dan struktur senyawa kompleks dapat diprediksi. Energi bebas dari struktur prediksi dihitung dengan program Gaussian 09W. Prediksi struktur yang diterima memiliki energi bebas terendah. Senyawa kompleks hasil sintesis berupa kristal tidak berwarna, berbentuk balok, dan memiliki titik lebur sebesar 159-161oC. Hasil uji titik lebur membukti-kan bahwa kompleks hasil sintesis merupakan senyawa murni. Hasil pengukuran DHL dan uji kualitatif ion tiosianat menunjukkan bahwa kompleks hasil sintesis adalah senyawa molekuler. Analisis FTIR menunjukkan bahwa ion tiosianat terkoordinasi pada atom pusat melalui atom donor S. Analisis EDX memberikan rumus empiris CdC12H8N4S2. Prediksi struktur yang memenuhi yaitu kompleks [Cd(2,2’-bipy)(SCN)2], [Cd(2,2’-bipy)2(SCN)2] atau [Cd(2,2'-bipy)(μ-SCN)2]n. Energi bebas per ikatan sebesar -25 kJ/mol, -16 kJ/mol, dan -12 kJ/mol. Kompleks [Cd(2,2'-bipy)(SCN)2] merupakan struktur senyawa kompleks yang paling stabil karena memiliki energi bebas per ikatan terendah. Pada struktur tersebut ion tiosianat terkoordinasi pada atom pusat kadmium(II) sebagai ligan monodentat melalui atom donor S. Struktur yang lebih akurat ditentukan dengan metode difraksi sinar X kristal tunggal

    Hidrolisis Pelepah Pisang Kepok (Musa Acuminata B.C) Menggunakan Katalis Kobalt-Zeolit Alam Aktif Berbantuan Ultrasonik

    No full text
    ABSTRAK   Pelepah pisang merupakan sumber daya alam terbarukan yang sangat melimpah. Pelepah pisang mengandung selulosa dengan kadar yang cukup tinggi yakni sekitar 60% w/w. Selulosa dapat didegradasi melalui reaksi hidrolisis dengan katalis asam, enzim, atau katalis hidrogen yang lain. Tujuan penelitian ini adalah melakukan hidrolisis pelepah pisang menjadi glukosa dengan menggunakan katalis Co-ZAA berbantuan ultrasonik. Penelitian ini terdiri dari enam tahap, yaitu (1) preparasi sampel, (2) isolasi α-selulosa dari biomassa serbuk pelepah pisang, (3) preparasi dan aktivasi zeolit alam serta karakterisasi dengan XRD, XRF, uji keasaman, uji luas permukaan (4) impregnasi zeolit alam aktif dengan variasi konsentrasi ion Co2+ dan karakterisasi Co-ZAA dengan XRF, uji keasaman, uji luas permukaan, dan XRD, (5) hidrolisis biomasa dari pelepah pisang dengan katalis Co-ZAA, (6) analisis produk hasil hidrolisis biomassa dari pelepah pisang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Zeolit alam aktif yang digunakan pada penelitian ini mengkristal dengan fasa mordenit (MOR) dan (2) kadar Co dalam katalis Co-ZAA pada hidrolisis biomassa menghasilkan jumlah glukosa yang semakin meningkat. Lebih lanjut, diimpregnasi Co memperbesar luas permukaan dan tingkat keasaman katalis Co-ZAA

    0

    full texts

    1,785

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇