SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1785 research outputs found

    Pengembangan Virtual Lab Berbasis Android pada Materi Asam Basa untuk Siswa Kelas XI SMA

    No full text
    ABSTRAK   Winarni, Betti Elgavita. 2018. Pengembangan Virtual Lab Berbasis Android pada Materi Asam Basa untuk Siswa Kelas XI SMA. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Munzil, S.Pd., M.Si. (II) M. Muchson, M.Pd.   Kata kunci : pengembangan media pembelajaran, virtual lab, android, asam basa Praktikum dapat membantu siswa dalam memahami dan menyelesaikan masalah terkait konsep yang diajarkan di kelas. Salah satu materi kimia yang membutuhkan kegiatan praktikum adalah asam basa. Kendala yang terjadi pada praktikum asam basa adalah siswa kurang memiliki kesiapan sebelum memasuki laboratorium, sehingga banyak waktu yang terbuang untuk menyiapkan siswa pada kegiatan pra-lab yaitu pada praktikum identifikasi larutan asam basa dan praktikum pengukuran pH larutan. Selain itu, pembelajaran praktikum pada submateri titrasi asam-basa untuk empat jenis titrasi tidak dilakukan seluruhnya karena keterbatasan alat dan bahan. Untuk dapat mengatasi kendala tersebut, dapat digunakan suatu media pembelajaran yaitu virtual lab yang berfungsi sebagai sarana dalam membantu siswa untuk persiapan pra-lab sebelum melaksanakan praktikum, memperkuat pemahaman konsep siswa, dan dapat digunakan sebagai pelengkap dan pengganti laboratorium nyata karena siswa dapat mengulang simulasi praktikum yang tidak dipahami. Peneliti ingin mengembangkan virtual lab berbasis android yang berisi simulasi praktikum penentuan sifat dan pengukuran pH larutan menggunakan beberapa indikator serta simulasi praktikum titrasi asam-basa yang dirancang dalam bentuk permainan sederhana untuk memotivasi siswa dalam memahami materi asam basa. Tujuan dari pengembangan ini adalah menghasilkan virtual lab berbasis android pada materi asam basa untuk siswa kelas XI SMA yang valid dan layak digunakan sebagai salah satu sumber belajar bagi siswa. Virtual lab berbasis android pada materi asam basa dikembangkan dengan mengadaptasi model perancangan multimedia pembelajaran menurut Lee & Owens. Kelayakan virtual lab ditentukan melalui validasi oleh validator meliputi validitas produk sebagai media pembelajaran dan validitas produk dari segi materi. Validasi dan uji coba kelompok kecil yang dilakukan menggunakan skala Likert yang disertai komentar dan saran pada tiap aspek penilaian. Data penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik persentase rata-rata. Produk akhir dari penelitian ini dikemas dalam bentuk CD dengan format akhir APK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa virtual lab berbasis android pada materi asam basa yang dikembangkan telah memenuhi kriteria sangat valid dan sangat layak untuk digunakan sebagai sumber belajar bagi siswa. Persentase kelayakan untuk validitas produk sebagai media pembelajaran sebesar 85,44% dan untuk validitas produk dari segi materi sebesar 84,67%. Uji coba kelompok kecil terhadap 12 siswa kelas XI IPA SMAN 8 Malang menunjukkan virtual lab yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid dan sangat layak dengan persentase rata-rata sebesar 89,27%. Produk akhir virtual lab ini telah direvisi dengan menerapkan komentar dan saran dari validator dan subjek uji coba

    Modifikasi dan Karakterisasi Ag/Zeolit Alam Aktif sebagai Katalis dalam Konversi Gliserol Menjadi Etanol Berbantuan Ultrasonik

    No full text
    ABSTRAK   Sholikah, Liqanatul . 2018. Modifikasi dan Karakterisasi Ag/Zeolit Alam Aktif sebagai Katalis dalam Konversi Gliserol Menjadi Etanol Berbantuan Ultrasonik. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M.S., (II) Dr.Sumari, M.Si.   Kata kunci: katalis, Ag/zeolit, zeolit, degradasi gliserol, etanol, gelombang ultrasonik. Bahan bakar minyak dengan bahan dasar fosil merupakan bahan bakar yang tidak dapat diperbarui sehingga diperlukan alternatif sebagai penggantinya. Salah satu bahan bakar alternatif yang dapat digunakan yaitu biodiesel. Produksi biodiesel menghasilkan residu berupa gliserol. Seiring dengan meningkatnya produksi gliserol, maka residu gliserol yang dihasilkan juga akan meningkat. Peningkatan jumlah residu gliserol menyebabkan harga gliserol di pasaran turun drastis. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengolahan gliserol menjadi produk lain yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi. Gliserol diketahui dapat didegradasi menjadi etanol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) melakukan modifikasi zeolit alam aktif melalui proses impregnasi dengan logam Ag, (2) mengetahui karakteristik katalis zeolit alam aktif dan zeolit alam aktif yang diimpregnasi dengan logam Ag, (3) mengetahui efektivitas katalis zeolit alam aktif dan Ag/zeolit alam aktif serta pengaruh pemanfaatan gelombang ultrasonik terhadap produk etanol yang dihasilkan, dan (4) mengetahui pengaruh suhu sonikasi pada proses konversi gliserol menjadi etanol menggunakan katalis zeolit alam aktif dan Ag/zeolit alam aktif. Penelitian ini meliputi modifikasi dan karakterisasi katalis serta degradasi gliserol menjad ietanol dengan bantuan gelombang ultrasonik. Penelitian inidilakukandalam lima tahapyaitu(1) preparasi dan aktivasi zeolit alam, (2) impregnasizeolit alam aktif dengan logam Ag dari garam AgNO3, (3) karakterisasi katalis, (4) konversi gliserol menggunakan kataliszeolit alam aktif dan Ag/zeolit alam aktif pada berbagai suhu sonikasi, dan (5) analisis produk konversi gliserol menggunakan Gas Chromatography (GC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Logam Ag diimpregnasikan dalam bentuk ion Ag+ melalui pertukaran kation dengan H+ pada zeolit alam aktif. Impregnasi dilakukan dengan cara merendam zeolit alam aktif di dalam larutan garam AgNO3. (2) Karakteristik katalis yang dianalisis meliputi rasio Si/Al, keasaman, luas permukaan, dan fase kristalin. (3) Katalis Ag/zeolit alam aktif dengan bantuan gelombang ultrasonik lebih efektif dari pada zeolit alam teraktivasi untuk proses konversi gliserol menjadi etanol. (4) Semakin tinggi suhu sonikasi dengan menggunakan katalis zeolit alam aktif maupun Ag/zeolit alam aktif, maka persentase produk etanol yang dihasilkan lebih besar

    Pengaruh Variasi Konsentrasi Starter dan Rennet Terhadap Karakteristik Keju dari Susu Sapi

    No full text
    ABSTRAK   Susu merupakan salah satu sumber protein hewani yang mempunyai kandungan nutrisi yang lengkap dan seimbang, tetapi mudah rusak oleh pertumbuhan bakteri patogen. Fermentasi merupakan pengolahan susu agar menghasilkan produk yang lebih tahan lama dan mempunyai nilai jual yang tinggi. Keju adalah produk olahan susu yang mengandung banyak protein dan penting bagi kesehatan. Pengasaman dan koagulasi merupakan proses penting dalam pembuatan keju dari susu sapi. Konsentrasi starter dan rennet cair berpengaruh terhadap karakteristik keju.  Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh konsentrasi starter dan rennet terhadap rendemen keju, uji organoleptik, kadar air, dan kadar protein keju dari susu sapi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan dalam beberapa tahap yaitu, (1) Preparasi dan pasteurisasi susu, (2) Pembuatan keju, (3) Karakterisasi fisik keju, dan (4) Karakterisasi kimia keju. Hasil Uji ANOVA dan Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa konsentrasi starter dan rennetmempengaruhi  warna, tekstur, dan kadar protein sedangkan konsentrasi rennet hanya mempengaruhi kadar air (P0,05). Hasil Uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa keju yang dihasilkan umumnya memiliki tekstur lembut, warna putih kekuningan, aromanya khas keju, dan rasa asin khas keju

    Pengembangan Bahan Ajar Hidrolisis Garam Berbasis Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring (REACT) Melibatkan Multipel Representasi

    No full text
    ABSTRAK   Maulidiyah, Fikriyatul. 2018. Pengembangan Bahan Ajar Hidrolisis Garam Berbasis Strategi REACT Melibatkan Multipel Representasi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hayuni Retno Widarti, M.Si (2) Drs. Mohammad Sodiq Ibnu, M.Si   Kata kunci : Hidrolisis Garam, Strategi REACT, Multipel Representasi, Bahan Ajar Kimia merupakan ilmu yang berkembang dari konsep yang sederhana kearah yang lebih kompleks dan abstrak.Konsep yang abstrak ini menyebabkan siswa mengalami kesulitan memahami materi kimia. Hidrolisis garam merupakan materi kimia dengan konsep abstrak dan membutuhkan pemikiran abstrak. Kesulitan siswa untuk berpikir abstrak dapat dibantu dengan menggunakan multipel representasi (makroskopik, submikroskopik, simbolik), multipel representasi membantu siswa belajar secara runtut dimulai dari hal yang konkret laluberanjak ke arah abstrak, sehingga siswa dapat menggambarkan hal-hal yang semula tidak teramati. Multipel representasi akan sistematis jika dipadukan dengan strategi pembelajaran yang tepat dan dituangkan dalam bentuk bahan ajar. Strategi pembelajaran yang tepat menurut Kemendikbud adalah strategi yang berbasis kegiatan dan dekat dengan fenomena alam (contextual) salah satu contohnya adalah strategi Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring (REACT). Multipel representasi akan tepat bila dipadukan dengan strategi REACT. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan bahan ajar hidrolisis garam berbasis REACT melibatkan multipel representasi dan mengetahui kelayakan bahan ajar berdasarkan proses validasi. Penelitian dan pengembangan bahan ajar dilakukan dengan mengadopsi model pengembangan 4D dari Thiagarajan, tahapan 4D adalah (1) define, (2)design, (3)develop,(4)disseminate. Tahap disseminate tidak dilakukan karena tujuan penelitian dan pengembangan hanya sebatas mengetahui kelayakan produk yang dihasilkan. Bahan ajar hasil pengembangan ditentukan kelayakannya berdasarkan hasil validasi dan uji keterbacaan menggunakan angket.Validasi dilakukan oleh tiga validator, yaitu dosen jurusan kimia Universitas Negeri Malang, guru kimia SMABrawijaya Smart School, dan guru kimia SMA Laboratorium UM. Uji keterbacaan dilakukan oleh 10 orang siswa kelas XI SMA Laboratorium UM. Hasil pengembangan berupa bahan ajar hidrolisis garam berbasis strategi REACT melibatkan multipel representasi yang terdiri dari buku siswa dan buku guru. Hasil persentase rata-rata validasi bukusiswa sebesar 91,3%, buku guru sebesar 90,7% dan hasil uji keterbacaan memiliki persentase rata-ratasebesar 88,2%. Produk hasil pengembangan mempunyai kriteria sangat layak untuk digunakan siswa kelas XI SMA/MA, khususnya SMA Laboratorium UM

    Hubungan penggunaan gadget, motivasi berprestasi dan kesulitan belajar peserta didik terhadap hasil belajar SMA kelas XI

    No full text
    ABSTRAK   Hasanah, Uswatun. 2018. Hubungan Penggunaan Gadget, Motivasi Berprestasi, dan Kesulitan Belajar Peserta Didik terhadap Hasil Belajar SMA Kelas XI. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr .Yahmin. S.Pd., M.Si. (II) Dr. Hj. Endang Budiasih, M.S.   Kata kunci: Penggunaan gadget, motivasi berprestasi, kesulitan belajar, hasil belajar Ilmu kimia adalah salah satu ilmu pengetahuan alam yang bersifat abstrak dan berkelanjutan. Peserta didik seringkali merasa kesulitan dalam memahami konsep kimia, salah satunya pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan yang berhubungan dengan konsep kimia lainnya seperti perhitungan pH, Asas Le Chatelier, persamaan reaksi dan konsep mol. Salah satu tujuan pembelajaran kimia di SMA adalah agar siswa menguasai konsep-konsep dalam ilmu kimia dengan benar. Ketercapaian tujuan pembelajaran kimia tersebut dapat diketahui dengan cara melihat hasil belajar yang telah dilakukan. Semakin tinggi tingkat kesulitan yang dialami, maka semakin rendah hasil belajar yang diperoleh. Namun hasil belajar tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kesulitan memahami konsep saja, namun juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti penggunaan gadget dan motivasi berprestasi yang dimiliki peserta didik. Berkembangnya aplikasi dalam gadget menjadi daya tarik tersendiri, sehingga dapat menurunkan minat peserta didik dalam belajar dan hal ini berpengaruh terhadap hasil belajar. Untuk melihat hubungan pengaruh kesulitan belajar, penggunaan gadget, dan motivasi berprestasi, maka dalam penelitian ini digunakan instrumen angket dan untuk hasil belajar diukur dengan instrumen tes berupa soal essai. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Analisis data dilakukan dengan analisis regresi berganda. Sebelum diuji coba, produk harus diuji kelayakan terlebih dahulu. Validasi produk dilakukan oleh 1 orang dosen kimia dan 2 orang guru SMA. Setelah uji kelayakan  selesai dilakukan, dilanjutkan dengan uji coba lapangan yang terbatas pada 39 peserta didik SMA kelas XI MIPA. Setelah uji coba selesai, angket dan soal dihitung validitas dan reliabilitasnya sehingga diperoleh angket dan soal yang benar-benar layak. Lalu angket dan  soal diuji cobakan pada kelas penelitian dengan responden sebanyak 79 orang dari kelas XI MIPA. Instrumen berupa angket terdiri dari 21 pernyataan tentang penggunaan gadget, 14 pernyataan tentang motivasi berprestasi dan 14 pernyataan tentang kesulitan belajar. Sedangkan instrumen berupa soal terdiri dari 10 soal essai. Hasil validasi kelayakan angket adalah 85% dan 82% untuk kelayakan soal. Pada penelitian ini diperoleh nilai sumbangan efektif dari penggunaan gadget, motivasi berprestasi dan kesulitan belajar terhadap hasil belajar sebesar 52,6% dengan perbandingan 44% : 6, 35% : 2,2%

    KARAKTERISASI ADSORBEN BERBAHAN DASAR DAUN NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) UNTUK ADSORPSI LOGAM KADMIUM(II) DENGAN METODE ULTRASONIKASI

    No full text
    ABSTRAK   KARAKTERISASI ADSORBEN BERBAHAN DASAR DAUN NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) UNTUK ADSORPSI LOGAM KADMIUM(II) DENGAN METODE ULTRASONIKASI Talita Mauludfi*, Yudhi Utomo & Irma Kartika Kusumaningrum Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5, Malang 65145 E-mail: [email protected]* Perkembangan industri di Indonesia beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan dimana kegiatan industri tersebut dapat berdampak buruk terhadap lingkungan apabila pengolahan limbahnya tidak baik. Salah satu limbah yang dihasilkan adalah logam berat. Logam berat yang memiliki tingkat toksisitas tinggi salah satunya adalah kadmium. Kadmium dapat menyebabkan penyakit apabila masuk ke dalam tubuh manusia. Berbagai metode telah banyak dikembangkan salah satunya adsorpsi dengan menggunakan limbah hasil pertanian. Adsorben dari limbah hasil pertanian harus mengandung selulosa agar dapat menyerap ion logam, contohnya daun nanas. Sebelum digunakan adsorben harus diaktivasi terlebih dahulu. Perlu dilakukan eksplorasi metode baru untuk meningkatkan kapasitas adsorpsi dari adsorben. Salah satu penambahan inovasi yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan metode ultrasonikasi. Metode ultrasonikasi dapat meningkatkan daya adsorpsi dengan cara memperluas permukaan adsorben. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratoris yang dilakukan dalam beberapa tahap. Hal pertama yang dilakukan adalah pembuatan serbuk dari daun nanas, kedua adalah aktivasi adsorben daun nanas menggunakan H2SO4, ketiga karakterisasi adsorben yang meliputi uji kadar air, uji kadar abu, analisis gugus fungsi menggunakan FTIR, dan identifikasi permukaan adsorben menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM), keempat uji kemampuan kapasitas adsorben dan, kelima penentuan kapasitas adsorpsi adsorben terhadap logam Cd menggunakan Spektroskopi Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya adsorpsi terbesar adalah menggunakan adsorben berbahan dasar daun nanas yang diaktivasi dengan H2SO4 dilanjutkan metode ultrasonikasi dengan daya adsorpsi sebesar 94,6%. Sedangkan untuk daun nanas yang belum diaktivasi dan setelah diaktivasi tanpa metode ultrasonikasi berturut-turut 22,9% dan 92,6%.  Hal ini juga sesuai dengan data karakteristik dari kadar air dan kadar abu. Kadar air dan kadar abu adsorben daun  nanas yang diaktivasi dengan H2SO4 dilanjutkan metode ultrasonikasi menunjukkan angka yang kecil. Selain itu, pada analisis morfologi menggunakan SEM menunjukkan bahwa pori-pori pada adsorben daun  nanas yang diaktivasi dengan H2SO4 dilanjutkan metode ultrasonikasi menunjukkan pori-pori yang besar.   Kata Kunci : Adsorpsi, kadmium (Cd), daun nanas, ultrasonikasi

    Optimasi Jumlah Sel Inokulum dan Waktu Inkubasi Kapang Pelapuk Kayu Indigenos Isolat KLUM1 dan KLUM2 untuk Dekolorisasi Reactive Black 5

    No full text
    ABSTRAK   Reactive  black 5 adalah contoh dari pewarna azo yang biasa digunakan di industri tekstil produksi tekstil (TPT) sebagai pewarna dasar untuk katun, wol, dan nylon. Sebanyak 10 % dari total pewarna ditemukan pada limbah cair yang dapat menyebabkan eutrofikasi, mutagenik, dan karsinogenik. Oleh karena itu, limbah Reactive black 5 perlu diolah sebelum dibuang langsung kelingkungan. KLUM1 (Kakao Liling UM 1) dan KLUM2 (Kakao Liling UM 2) merupakan isolat kapang pelapuk kayu (KPK) indigenos yang memproduksi enzim ligninase dan mampu mendekolorisasi reactive black 5. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui jumlah sel inokulum dan waktu inkubasi optimum  isolat KLUM1 untuk dekolorisasi reactiveblack 5, (2) mengetahui jumlah sel inokulum dan waktu inkubasi optimum  isolat KLUM2 untuk dekolorisasi reactiveblack 5. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris.Tahapan penelitian yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian, yaitu: (1) peremajaan KPK isolat KLUM1 dan KLUM2, (2) produksi suspensi sel isolat KLUM1 dan KLUM2, (3) menghitung jumlah sel per mL suspensi sel isolat KLUM1 dan KLUM2, (4) optimasi jumlah sel inokulum dan waktu inkubasi isolat KLUM1 dan KLUM2 untuk dekolorisasi  reactiveblack 5. Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah terjadinya penurunan absorbansi pada panjang gelombang 600 nm yang menunjukkan penurunan konsentrasi Reactive black 5. Hasil penelitian ini adalah (1) Isolat KLUM1 membutuhkan jumlah sel inokulum optimum mediumuntuk mendekolorisasi reactiveblack 5 dengan konsentrasi awal 15 ppm selama waktu inkubasi tertentu, (2) Isolat KLUM2 membutuhkan jumlah sel inokulum optimum medium untuk dekolorisasi reactiveblack 5  dengan konsentrasi awal 15 ppm selama waktu inkubasi tertentu

    Pengembangan Bahan Ajar Hidrokarbon dan Minyak Bumi untuk SMA/MA Kelas XI

    No full text
    ABSTRAK   Kata Kunci: bahan ajar, hidrokarbon dan minyak bumi, multiple approach Ilmu kimia berisi tiga macam pengetahuan, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Pengetahuan kognitif terdiri atas empat dimensi pengetahuan, yaitu faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif. Salah satu materi kimia kelas XI adalah Hidrokarbon dan Minyak Bumi. Berbagai macam penelitian menunjukkan bahwa para peserta didik di Indonesia masih belum sepenuhnya memahami keempat dimensi pengetahuan kognitif tersebut. Untuk menguasai keempat dimensi pengetahuan tersebut diperlukan pendekatan pembelajaran yang berbeda. Pendekatan pembelajaran yang digunakan harus disesuaikan dengan dimensi pengetahuan dalam setiap bagian, sehingga perlu digunakan pembelajaran berbasis multiple approach. Pelaksanaan pembelajaran berbasis multiple approach akan berhasil jika didukung oleh guru yang kompeten dan bahan ajar yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan serta mengetahui kelayakan bahan ajar Hidrokarbon dan Minyak Bumi berbasis multiple approach. Cara pengembangan bahan ajar Hidrokarbon dan Minyak Bumi mengadopsi model 4D oleh Thiagarajan. Empat tahap 4D adalah (1) define, (2) design, (3) develop, dan (4) disseminate. Tahap disseminate tidak dilakukan karena tujuan penelitian sebatas pengembangan dan mengetahui kelayakan bahan ajar yang dikembangkan. Kelayakan bahan ajar didapatkan dari hasil validasi dan uji keterbacaan. Validasi dilakukan oleh tiga validator, yaitu satu dosen jurusan kimia Universitas Negeri Malang dan dua guru SMA Negeri 10 Malang. Uji keterbacaan dilakukan oleh 10 peserta didik kelas XII SMA Negeri 10 Malang. Hasil pengembangan bahan ajar Hidrokarbon dan Minyak Bumi berbasis multiple approach untuk peserta didik kelas XI SMA/MA terdiri atas dua buku, yaitu buku guru dan buku siswa. Dari maksimal sebesar 100, hasil validasi rata-rata buku guru sebesar 80,37 dan rata-rata buku siswa sebesar 90,42. Produk hasil pengembangan mempunyai kriteria sangat layak untuk digunakan peserta didik kelas XI SMA/MA

    PENGENDAPAN EKSTRAK KASAR SELULASE Bacillus Circulans MENGGUNAKAN ASETON DAN STABILITAS HASIL PENGENDAPAN PADA SUHU 0 C

    No full text
    Abstrak:Salah satu metode pemurnian ekstrak kasar selulase adalah metode pengendapan aseton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemurnian hasil fraksinasi ekstrak kasar selulase dari Bacillus circulans  pada kejenuhan aseton 33 %, 41,1 %, 50 %, 60 %, dan 67 % dan mengetahui pengaruh waktu pengendapan terhadap tingkat kemurnian hasil fraksinasi ekstrak kasar selulase dari Bacillus Circulans pada kejenuhan aseton optimum, serta Stabilitas waktu penyimpanan fraksi optimum dalam freezer lemari pendingin.Penelitian ini dapat dicapai melalui tahapan, : (1) produksi ekstrak kasar selulase, (2) pemurnian ekstrak kasar selulasedan waktu inkubasi pengendapan pada tingkat kejenuhan optimum (50%), (3) Uji stabilitas hasil pengendapan dalam freezer lemari pendingin dengan variasi waktu 0, 1, 4, dan 7 hari.Tingkat kemurnian hasil pengendapan ekstrak kasar Bacillus circulans mengalami peningkatan pada kejenuhan aseton ( 33 %), (41,1 %) dan (50 %) kemudian menurun pada kejenuhan (60 %) dan (67 %). Fraksi yang aktivitas spesifik tertinggi adalah pada tingkat kejenuhan aseton 50 %, dengan tingkat kemurnian rata-rata 63,61 ± 0,141 dan perolehan kembali rata-rata 76,85 ± 7,99 % kali ekstrak kasar. Waktu pengendapan tidak berpengaruh terhadap tingkat kemurnian hasil fraksinasi ekstrak kasar selulase Bacillus circulans pada kejenuhan aseton optimum. Selulase hasil pengendapan dengan aseton memiliki stabilitas yang cukup baik dalam lemari pendingin SHARP VR-D180 pada suhu ± 0°C (freezer). Aktivitas selulase menurun sebesar 41,1 % pada hari pertama dan 88,2 % pada hari ketujuh setelah penyimpanan.

    Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari Perak(I) Format dengan Ligan N,N’-Dietiltiourea

    No full text
    ABSTRAK   Dwi, Wiwit Indraningsih. 2016. Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari Perak(I) Format dengan Ligan N,N’-Dietiltiourea. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fariati, M.Sc. (2) Prof. Drs. H. Effendy, M.Pd., Ph.D.   Kata-kata kunci: sintesis, karakterisasi, senyawa kompleks, perak(I) format, N,N’-dietiltiourea   N,N’-Dietiltiourea (detu) merupakan ligan monodentat dengan atom  donor S. Reaksi antara detu dan AgCl dengan stokiometri 1 : 3 menghasilkan senyawa kompleks molekuler [Ag(detu)3Cl] dengan struktur tetrahedral terdistorsi. AgCOOH berbeda dengan AgCl, yaitu pada anion penyusunnya. Ion klorida dapat berlaku sebagai ligan monodentat, sedangkan ion format dapat berlaku sebagai ligan sepit bidentat. Oleh karena itu, kompleks dari AgCOOH dan detu dapat memiliki struktur yang berbeda dibandingkan dengan AgCl dan detu . Tujuan penelitian ini adalah untuk mensintesis senyawa kompleks dari AgCOOH dan detu dan menentukan strukturnya. Berdasarkan struktur yang diperolah, dapat digunakan untuk mempelajari pola koordinasi ion format terhadap atom Ag. Sintesis senyawa kompleks dilakukan dengan mereaksikan AgCOOH dan detu dengan stokiometri 1 : 2 pada 20 °C dalam pelarut asetonitril disertai pengadukan menggunakan batang pengaduk. Larutan jernih yang diperoleh selanjutnya diuapkan pada temperatur ruang untuk mendapatkan kristal. Senyawa  hasil sintesis diuji titik leburnya menggunakan Fischer Scientific untuk mengetahui kebaruan, kemurnian, dan kestabilan termalnya. Analisis SEM-EDX digunakan untuk mengetahui bentuk kristal dan unsur-unsur penyusun senyawa hasil sintesis. Uji daya hantar listrik (DHL) dan kualitatif ion format dilakukan untuk menentukan senyawa kompleks yang terbentuk merupakan senyawa ionik atau molekuler. Berdasarkan hasil analisis EDX, perbandingan garam dan ligan pada senyawa hasil sintesis dapat ditentukan. Berdasarkan hasil uji DHL dan uji kualitatif ion format, rumus kimia senyawa hasil sintesis dapat ditentukan. Struktur yang diterima adalah struktur dengan energi bebas terendah dari hasil perhitungan dengan program Gaussian Vol.5.0 Reaksi antara AgCOOH dan detu dalam asetonitril menghasilkan kristal-kristal tidak berwarna dengan titik lebur  95-97 °C. Titik lebur tersebut diatas titik lebur detu dan dibawah titik lebur AgCOOH yang mengindikasikan bahwa senyawa tersebut merupakan senyawa komplek baru, murni dan stabil. Analisis SEM-EDX menunjukkan bahwa perbandingan mol AgCOOH dan detu sebesar 1 : 3. Perbandingan tersebut menghasilkan rumus empiris C16H37AgN6O2S3. Uji DHL dan uji kualitatif ion format menunjukkan bahwa senyawa kompleks tersebut merupakan kompleks molekuler. Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka kemungkinan rumus kimia senyawa kompleks hasil sintesis adalah [Ag(detu)3(OCOH)] dengan struktur tetrahedral terdistorsi memiliki energi per ikatan rata-rata sebesar -116 kJ/mol dan [Ag(detu)3(O2CH)] dengan struktur trigonal bipiramida memiliki energi bebas rata-rata per ikatan sebesar -24 kJ/mol. Senyawa kompleks yang diterima adalah [Ag(detu)3(OCOH)] dengan struktur tetrahedral terdistorsi karena memiliki energi bebas rata-rata per ikatan yang lebih rendah. Senyawa kompleks tersebut isostruktur dengan [Ag(detu)3Cl. Panjang ikatan Ag-S rata-rata pada kedua senyawa tersebut adalah sama

    0

    full texts

    1,785

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇