SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1785 research outputs found

    OPTIMASI PRODUKSI KERATINASE OLEH Bacillus sp. MD24 MENGGUNAKAN METODE SOLID-STATE FERMENTATION DAN APLIKASINYA PADA PROSES DEHAIRING KULIT KAMBING

    No full text
    ABSTRAK   Mulyadewi, Y . 2018. Optimasi Produksi Keratinase oleh Bacillus sp. MD24 menggunakan Metode Solid-State Fermentation dan Aplikasinya pada Proses Dehairing Kulit Kambing. Skripsi, Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Suharti, S.Pd., M.Si., (II) Dr. Evi Susanti, S.Si., M.Si.   Kata kunci: keratin, keratinase, Bacillus sp. MD24, Solid-State Fermentation, dehairing kulit kambing. Keratinase adalah protease spesifik yang memiliki kemampuan dalam mendegradasi keratin. Ekstrak kasar keratinase dari Bacillus sp. MD24 yang diproduksi dengan metode Submerged Fermentation (SmF) telah terbukti dapat diaplikasikan untuk dehairing kulit kambing. Namun, proses dehairing tersebut masih membutuhkan waktu 72 jam untuk menghilangkan bulu sepenuhnya, sehingga belum efektif dalam penggunaan industri. Hal tersebut disebabkan rendahnya aktivitas ekstrak kasar keratinase. Solid-State Fermentation (SSF) merupakan metode fermentasi alternatif yang dilakukan pada medium padat dengan kadar air rendah dengan aktivitas yang tinggi. Keratinase telah diproduksi menggunakan metode SSF dengan hasil aktivitas keratinase pada kelembaban 250 % lebih tinggi dibandingkan SmF. Namun, produksi keratinase dengan metode SSF belum menghasilkan aktivitas yang optimum. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan aktivitas keratinase optimum pada variasi kelembaban dengan metode Solid-State Fermentation (SSF) menggunakan substrat bulu ayam dan (2) mengetahui jumlah enzim keratinase yang digunakan untuk dehairing persatuan luas permukaan kulit. Penelitian terdiri dari 7 tahapan yaitu (1) regenerasi kultur murni Bacillus sp. MD24; (2) persiapan inokulum; (3) preparasi substrat bulu ayam; (4) penentuan kelembaban optimum produksi keratinase tertinggi menggunakan Solid-State Fermentation (SSF); (5) pembuatan ekstrak kasar keratinase; (6) penentuan aktivitas enzim; (7) pengujian ekstrak kasar keratinase sebagai agen dehairing kulit kambing; dan (8) analisis data. Penentuan aktivitas enzim menggunakan kasein sebagai substrat. Kadar tirosin yang dihasilkan dari hidrolisis kasein dengan ekstrak kasar keratinase ditentukan secara spektroskopi visible dengan metode Anson pada panjang gelombang 660 nm. Produksi keratinase tertinggi menggunakan metode SSF diperoleh pada tingkat kelembaban 500 % dengan fermentasi selama 3 hari. Keratinase hasil produksi pada kelembaban 500% dengan penambahan kation logam divalent Ca2+ 1 mM mampu digunakan untuk proses dehairing kulit kambing selama 24 jam dengan luas permukan 1cm2

    Studi Imobilisasi Enzim Selulase pada Matriks Silika-Selulosa

    No full text
    ABSTRAK   Fatimasari, Emada . 2018. Studi Imobilisasi Enzim  Selulase pada Matriks Silika-Selulosa. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D., (II) Dr. Evi Susanti, S.Si., M.Si.   Kata Kunci: Silika-selulosa, enzim selulase, imobilisasi Silika dari abu sekam padi dan selulosa dari nata de coco dapat dikombinasikan untuk membentuk matriks silika-selulosa yang digunakan untuk imobilisasi enzim selulase (Trichoderma viride). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui (1) waktu kontak optimum menggunakan shaker pada pembentukan enzim selulase kedalam matriks silika-selulosa, (2) kecepatan pengadukan optimum menggunakan shaker pada pembentukan enzim selulase kedalam matriks silika-selulosa, (3) efektivitas enzim selulase imobil dalam silika-selulosa dengan metode adsorpsi.  Penelitian ini bersifat deskriptif laboratoris dan terbagi menjadi 5 tahap yaitu (1) pembuatan matriks silika-selulosa, (2) karakterisasi fisik silika-selulosa sebagai matriks yang meliputi kadar air, kadar abu, massa jenis, daya serap iod, dan juga analisis gugus fungsi dengan FT-IR merk IR-Irprestige-21 (Shimadzu), (3) optimasi waktu pembentukan enzim selulase imobil dengan matriks silika-selulosa pada variasi 15,30,45,60,75 menit, (4) optimasi kecepatan pengadukan pembentukan enzim selulase imobil dengan matriks silika-selulosa pada variasi 50,100,150,200,250 rpm (5) Uji efektivitas imobilisasi enzim selulase. Terbentuknya enzim selulase imobil diamati dengan membandingkan aktivitas enzim bebas dengan enzim imobil pada silika-selulosa. Aktivitas enzim sebanding dengan kadar glukosa yang dihasilkan.  Hasil penelitian yang diperoleh (1) waktu kontak optimum untuk imobilisasi 10 mL enzim selulase dalam 0,25 gram matriks silika-selulosa terdapat pada 45 menit dengan persen enzim terimobil 7,71% (2) kecepatan pengadukan optimum untuk imobilisasi 10 mL enzim selulase dalam 0,25 gram matriks silika-selulosa pada 150 rpm dengan persen enzim terimobil 6,18% (3) hasil dari uji efektivitas imobilisasi enzim selulase dilihat dari tujuh kali penggunaan berulang dan kadar glukosa minimum sebesar 16,9%.

    Sintesis Metil Ester dari Minyak Biji Pepaya (Carica papaya Linn) Melalui Reaksi Transesterifikasi Menggunakan Katalis KOH

    No full text
    ABSTRAK   Pepaya (Carica papaya Linn) tersedia dalam jumlah yang sangat banyak dan ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Sebagian masyarakat memanfaakan pepaya pada buahnya saja sedangkan bijinya dibuang, padahal minyak biji papaya berpotensi dikonversi sebagai biodiesel karena dalam berat kering biji papaya mengandung minyak hingga 30%. Menurut data Badan Pusat Hortikultura Pertanian, Indonesia memproduksi buah papaya, sebanyak 899.365 ton, dengan kandungan 15% biji papaya dapat diperkirakan Indonesia menghasilkan limbah biji pepaya sebesar 134.90475 ton. Angka tersebut cukup memungkinkan untuk pemanfaatan limbah biji pepaya sebagai pembuatan biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui konsentrasi optimum katalis yang dibutuhkan untuk mendapatkan metil ester dari minyak biji pepaya melalui reaksi transesterifikasi, (2) mengetahui karakteristik metil ester hasil sintesis melalui reaksi transesterifikasi, dan (3) mengetahui komposisi metil ester hasil sintesis serta potensinya sebagai biodiesel. Penelitian ini merupakan penelitian bersifat eskperimental laboratoris yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu (1) ekstraksi minyak biji  papaya, (2) sintesis metil ester dari minyak biji papaya, (3) karakterisasi metil ester minyak biji papaya dan uji potensinya sebagai biodiesel meliputi penentuan densitas, viskositas, indeks bias, dan uji bilangan asam, dan (4) identifikasi senyawa penyusun metil ester hasil sintesis dengan GC-MS. Rendemen tertinggi yang dihasilkan pada sintesis metil ester dari minyak biji pepaya diperoleh ketika digunakan konsentrasi katalis KOH 1% b/b yakni dihasilkan rendemen 75,82% b/b. Karakteristik metil ester hasil sintesis memiliki viskositas 4,76 cSt, massa jenis 0,85 g/mL, bilangan asam 0,70 mg KOH/g, dan indeks bias 1,44. Karakter tersebut telah memenuhi standar mutu SNI 04-7182-2006 sehingga dapat disimpulkan metil ester tersebut berpotensi sebagai biodiesel. Berdasarkan hasil analisis GC-MS menunjukkan bahwa hasil komponen senyawa metil ester adalah metil palmitat 14,58%, metil oleat 78,87%, dan metil stearat 4,57%

    Sintesis dan Uji Aktivitas Antibakteri Sabun Kalium dari Minyak Biji Nyamplung (Calophyllum inophyllum L) terhadap Staphylococcus aureus

    No full text
    ABSTRAK   Jerawat adalah penyakit kulit dapat mengganggu penampilan fisik, aktivitas dan mengurangi kepercayaan diri pada seseorang. Minyak biji nyamplung diketahui memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri penyebab jerawat yaitu Staphylococcus aureus. Sintesis sabun cair dari minyak biji nyamplung dengan penambahan asam sitrat dan surfaktan kokamidopropil untuk mengetahui potensinya sebagai antibakteri yang sama dengan minyak biji nyamplung, sehingga dapat digunakan sebagai sabun perawatan kulit berjerawat. Tujuan dari penelitian ini adalah(1 ) isolasi dan karakterisasi minyak biji nyamplung, (2) sintesis sabun cair dari minyak biji nyamplung yang memenuhi standar kelayakan SNI 06-0485-1996, (3) memperoleh data bioaktivitas antibakteri minyak dan sabun terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian secara eksperimen laboratoris yang terdiri dari 6 tahap. Tahap 1 preparasi sampel, dan larutan meliputi pengumpulan, pengeringan dan pembuatan serbuk biji nyamplung dan pembuatan larutan untuk karakterisasi. Tahap 2 isolasi minyak biji nyamplung dengan metode Soxhletasi. Tahap 3 karakterisasi minyak meliputi wujud, warna, massa jenis, viskositas, kelarutan, bilangan asam, dan bilangan penyabunan. Tahap 4 sintesis sabun cair dari minyak biji nyamplung. Tahap 5 karakterisasi sabun meliputi uji fisik dan kesukaan, massa jenis, pH, viskositas, asam lemak bebas, dan kadar alkali bebas. Tahap 6 uji aktivitas antibakteri minyak dan sabun dari biji nyamplung terhadap Staphylococcus aureus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) isolasi minyak biji nyamplung menghasilkan minyak berwarna hijau tua jernih dengan rendemen 63,38% dan memiliki karakteristik massa jenis 0,75 g/mL, viskositas 32,47 cSt, bilangan asam 33,39 mg KOH/g dan bilangan penyabunan 191,21 mg KOH/g. (2) Sabun dengan penambahan asam sitrat dan sabun dengan penambahan asam sitrat dan surfaktan memenuhi standar SNI 06-4085-1996. Sedangkan sabun tanpa penambahan bahan aditif tidak memenuhi standar SNI 06-4085-1996 pada uji pH dan kadar alkali bebas. (3) minyak dan ketiga formulasi sabun memiliki bioaktifitas yang tinggi dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus

    PENGGUNAAN ZEOLIT ALAM AKTIF/Al2O3 (ZAA/Al2O3) SEBAGAI KATALIS PADA KONVERSI SERBUK KAYU SENGON (Paraserianthes falcataria) MENJADI GLUKOSA BERBANTUAN ULTRASONIK

    No full text
    ABSTRAK   Serbuk kayu gergaji mengalami peningkatan dari tahun 2013 hingga 2016. Pada tahun 2016, volume serbuk kayu gergaji sebanyak 25.898.573,06 m3 dengan persentase volume yang dimanfaatkan hanya 23,22%.  Salah satu jenis kayu yang banyak digunakan dan menghasilkan limbah biomassa adalah kayu sengon. Kesadaran akan tingginya jumlah limbah serbuk kayu sengon perlu ditindaklanjuti dengan mengintensifkan riset penelitian mengenai pemanfaatannya. Serbuk kayu sengon memiliki persentase selulosa sebanyak 67,94%, sehingga sangat berpotensi sebagai bahan baku pembuatan glukosa. Tujuan penelitian ini adalah rekayasa zeolit alam aktif yang diimpregnasi dengan Al2O3 sebagai katalis pada hidrolisis serbuk kayu sengon menjadi glukosa berbantuan ultrasonik. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu (1) preparasi, aktivasi dan karakterisasi katalis zeolit alam, (2) pembuatan dan karakterisasi katalis ZAA/Al2O3, (3) karakterisasi katalis, (4) delignifikasi serbuk kayu sengon, (5) hidrolisis selulosa dengan katalis ZAA/Al2O3 berbantuan ultrasonik pada variasi waktu 4 jam, 6 jam, 8 jam, dan 10 jam, (6) analisis produk hasil hidrolisis selulosa secara kualitatif menggunakan pereaksi Fehling dan kuantitatif menggunakan Nelson-Samogyi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ZAA/Al2O3 dengan rasio SiO2/Al2O3 7,43 memiliki luas permukaan terbesar dan tingkat keasaman tertinggi. Penggunaan ZAA/Al2O3 dalam proses hidrolisis serbuk kayu sengon berbantuan ultrasonik mampu menghasilkan glukosa

    Pengembangan Soal Kimia Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) Materi Kesetimbangan Kimia Kelas XI SMA/MA

    No full text
    RINGKASAN Hasanah, Uswatun., 2019. Pengembangan Soal Kimia Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) MateriKesetimbangan Kimia Kelas XI SMA/MA. Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Prof. H. Suhadi Ibnu, M.A., Ph.D., (II) Drs. Muhammad Su’aidy, M.Pd.   Kata Kunci: kumpulan soal, kesetimbangan kimia, HOTS Indonesia mengikuti beberapa survei internasional sebagai upaya untuk mengukur sejauh mana pencapaian pendidikan kita selama ini. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyebutkan bahwa prestasi PISA dan TIMSS Indonesia tergolong rendah, hal ini melahirkan kebijakan pemerintah untuk memasukkan 10% soal-soal berbasis HOTS pada Ujian Nasional (UN) 2018. Kebijakan untuk memasukan soal-soal HOTS ke dalam UN untuk mengejar ketertinggalan dirasa kurang tepat oleh beberapa pengamat pendidikan, karena sebelumnya peserta didik sama sekali tidak mengetahui tentang HOTS dan tidak pernah dilatih soal berbasis HOTS selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Sehingga peserta didik menganggap soal HOTS sangat sulit untuk dikerjakan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan soal berbasis HOTS yang memiliki validitas dan reliabilitas yang baik pada materi kesetimbangan kimia kelas XI SMA/MA. Penelitian ini menggunakan model pengembangan  Research and Development (R & D) menurut Borg & Gall (1983). Tahap-tahap yang dilakukan pada penelitian ini hanya mengadaptasi tahap pertama hingga tahap kelima, yaitu pengumpulan informasi data hingga revisi hasil uji coba terbatas. Teknik pengumpulan data menggunakan angket/kuesioner dan uji coba terbatas. Hasil pengisian angket digunakan untuk mengetahui tingkat validitas isi dan karakteristik HOTS dalam setiap butir soal. Uji coba terbatas digunakan untuk mengetahui tingkat validitas butir soal, reliabilitas soal tes, tingkat kesukaran butir soal, dan daya beda butir soal. Validator dalam penelitian pengembangan ini adalah satu orang dosen Kimia Universitas Negeri Malang dan dua orang guru Kimia SMA, sedangkan subjek uji coba terbatas terdiri dari 24 peserta didik SMA kelas XI yang telah memperoleh materi kesetimbangan kimia. Data yang diperoleh dari hasil angket dianalisis menggunakan teknik persentase dan hasil uji coba terbatas digunakan untuk mengetahui tingkat validitas butir soal, reliabilitas soal tes, tingkat kesukaran butir soal, dan daya beda butir soal. Bedasarkan hasil validasi isi pada aspek materi, konstruksi dan bahasa diperoleh hasil validitas isi 95% dengan kriteria sangat layak, sedangkan hasil validasi isi untuk karakteristik HOTS butir soal terdapat 24 butir soal memiliki karakteristik HOTS sangat baik, 13 butir soal memiliki karakteristik HOTS baik, dan tiga butir soal memiliki karakteristik HOTS cukup. Berdasarkan hasil uji coba dari 40 soal yang dikembangkan diperoleh hasil 30 butir soal dengan kriteria valid dan 10 butir soal dengan kriteria tidak valid, 30 butir soal dengan kriteria valid tersebut memiliki tingkat reliabilitas soal tes dengan nilai 0,9086, yang berarti soal tersebut reliabel, kemudian untuk hasil analisis tingkat kesukaran butir soal diperoleh hasil bahwa 16 butir soal dengan kriteria sukar, 12 butir soal dengan kriteria sedang, dan dua butir soal dengan kriteria mudah. Hasil analisis daya beda butir soal diperoleh hasil bahwa tujuh butir soal dengan kriteria jelek, 12 butir soal dengan kriteria cukup, dan 11 soal dengan kriteria baik

    PENGEMBANGAN INSTRUMEN TIPE PISA ( PROGRAMME FOR INTERNATIONAL STUDENT ASSESSMENT ) DALAM MATERI KIMIA UNTUK MENGEVALUASI LITERASI KIMIA SISWA SMA

    No full text
    RINGKASAN Ashari, Irdani Priyanka. 2018. Pengembangan Instrumen Tipe PISA (Programme for International Student Assessment) dalam Materi Kimia untuk Mengevaluasi Literasi Kimia Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Sri Rahayu, M.Ed., Ph.D., (II) M.Muchson,S.Pd. M.Pd.   Kata Kunci: literasi kimia, PISA, instrumen asesmen Literasi kimia merupakan bagian dari  literasi sains yang memuat tentang kemampuan menjelaskan fenomena kimia mengaplikasikan pengetahuan kimia untuk mengambil keputusan, dan ikut serta dalam perdebatan sosial tentang isu-isu kimia. Beberapa penelitian sebelumnya mengungkapkan bahwa kemampuan  literasi kimia siswa Indonesia relatif  rendah, dimana siswa pada umumnya belum mampu menggunakan konsep kimia yang dimiliki dalam pokok uji yang diberikan. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan literasi kimia siswa ialah menggunakan instrumen asesmen khusus yang berorientasi pada kerangka literasi sains PISA 2015. Dengan demikian siswa dapat dibiasakan menyelesaikan permasalahan dalam bentuk tes yang bersifat kontekstual serta memuat tentang socio-scientific issues (SSI). Instrumen tersebut dapat membantu pendidik mengevaluasi kemampuan literasi kimia siswa dan keefektifan pembelajaran kimia yang dirancang. Tujuan penelitian dan pengembangan ini yaitu menghasilkan  instrumen asesmen tipe PISA dalam materi kimia untuk mengevaluasi literasi kimia siswa SMA dengan tingkat validitas yang memadai. Instrumen asesmen dikembangkan berdasarkan model Research & Development (R&D) menurut Borg dan Gall (1979). Model tersebut terdiri atas sepuluh tahap. Oleh karena adanya keterbatasan, maka pengembangan instrumen asesmen yang dilakukan hanya sampai pada tahap kelima yakni main product revision. Produk yang dihasilkan divalidasi oleh 14 validator meluputi 1 dosen kimia Universitas Negeri Malang dan 13 guru  kimia SMA di Malang. Data hasil validasi ahli terdiri atas skor penilaian, saran dan komentar. Skor yang diperoleh dianalisis dan dihitung dalam bentuk persentase,  sedangkan komentar dan saran digunakan sebagai acuan merevisi produk. Hasil dari pengembangan instrumen asesmen ini terdiri atas 14 topik meliputi 42 soal kognitif dan 14 item angket sikap sains. Produk ini di kategorikan sangat layak dengan perolehan rata-rata persentase sebesar 90%

    isolasi, identifikasi, dan uji aktivitas senyawa flavonoid dalam kedelai (glycine max L) sebagai inhibitor lipase pankreas

    No full text
    ABSTRAK   Isolasi,Identifikasi, dan Uji aktivitas Senyawa Flavonoid dalamKedelai sebagai Inhibitor Lipase Pankreas. Nuril Muhammad Zidni Amin*, H. Subandi, M.Si, Tatas H.P. Brotosudarmo Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang Jalan Semarang No. 5 Malang 65154 Email : [email protected]   ABSTRACT   Key word : Flavonoid compound, pancreatic lipase inhibitor, test phytochemicals   Obesity is a problem which causedincrease in morbidity and mortality due to ease peoplesuffer from the disease. Obesity can be overcome with a diet low fat and carbohydrates or drink anti-obesity drug, for example orlistat / Xenical (product roche) that serves as a pancreatic lipase inhibitor to prevent the absorption of fat into body. Past research has shown that soy has contains isoflavones compounds as one subclass of flavonoids are thought to also have activity as a pancreatic lipase inhibitor. This research aim to isolate, identify and test activity of flavonoid compound inhibits pancreatic lipase.This research consisted of six stages: 1) preparation of soybean powder 2) extraction of soluble compounds methanol by maceration method, then concentrated to obtain the extract thick, 3) determination of the eluent by thin layer chromatography (TLC) qualitative, 4) isolation of components by thin layer chromatography (TLC) preparative, 5) Test phytochemicals and test activity isolate flavonoid in soybean , 6) characterization of flavonoids in soybean isolates with UV-Vis spectrophotometry and FT-IR spectrophotometry. Lipase used lipase porcine pancreas (Sigma products), olive oil as a substrate, as well as inhibitor standart is orlistat / Xenical (Roche product). The results of of this research show that 1) there are three types of flavonoids contained in soy that is able to inhibit pancreatic lipase, 2) 0.01 grams of soy extract condensed methanol from 0.08 grams of soy beans, have isolated three types of flavonoids with the power of inhibition respectively 67.3%, 67.3%, and 56.4% relative to orlistat , 3) with UV-Vis and FT-IR result can be prediction that the compound is glycitein.   ABSTRAK   Kata kunci : Senyawa Flavonoid, Inhibitor Lipase Pankreas, Uji Fitokimia   Obesitas merupakan masalah yang menyebabkan kenaikan angka kesakitan dan kematian karena mudahnya orang menderita terkena penyakit. Obesitas dapat ditanggulangi dengan diet rendah lemak dan karbohidrat atau minum obat anti obesitas misalnya orlistat/xenical (produk roche) yang berfungsi sebagai inhibitor terhadap lipase pankreas sehingga menghambat absorpsi lemak ke dalam tubuh. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kedelai memiliki kandungan senyawa isoflavon sebagai salah satu subkelas dari flavonoid yang diduga juga memiliki aktivitas sebagai inhibitor terhadap lipase pankreas. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi,mengidentifikasi serta menguji aktifitas senyawa flavonoid dalam menginhibisi lipase pankreas. Penelitian ini terdiri dari 5 tahapan: 1) preparasi serbuk kedelai 2) ekstraksi senyawa yang larut dalam metanol dengan metode maserasi, kemudian dipekatkan sehingga diperoleh ekstrak kental, 3) penentuan eluen dengan kromatografi lapis tipis (KLT) kualitatif, 4) isolasi komponen dengan kromatografi lapis tipis (KLT) preparatif, 5) Uji fitokimia dan uji aktivitas isolat flavonoid dalam kedelai, serta 5) karakterisasi isolat flavonoid dalam kedelai dengan spektrofotometri UV-Vis dan spektrofotometri  FT-IR. Enzim lipase yang digunakan lipase yang berasal dari pankreas babi(pro;/.lujoduk Sigma), minyak zaitun sebagai subtrat, serta inhibitor standar yang digunakan orlistat/xenical (produk roche).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) ada tiga jenis senyawa flavonoid yang terkandung dalam kedelai yang mampu menginhibisi lipase pankreas 2) dari 0,01 gram ekstrak kental metanol kedelai yang berasal dari 0,08 gram biji kedelai, telah diisolasi 3 jenis flavonoid dengan daya inhibisi masing-masing 67,3%, 67,3 %, dan 56,4 % relatif terhadap orlistat. 3) berdasarkan hasil spektroskopi UV-Vis dan FT-IR diprediksi bahwa senyawa yang diperoleh merupakan glycitei

    STUDI FRAKSINASI DAN DISTRIBUSI KETERIKATAN TEMBAGA DALAM SEDIMEN LAUT DI WILAYAH SENDANG BIRU MENGGUNAKAN METODE BCR(THE BEREAU COMMUNITY OF REFERENCE) SONIFIKASI

    No full text
    Moch Rozaq Hasan Suffi*, Anugrah Ricky Wijaya1, Irma Kartika Kusumaningrum2. Jurusan Kimia. FMIPA.UniversitasNegeri Malang. Jl. Semarang No.5, Malang 65145 Email: [email protected]; [email protected]; [email protected]   ABSTRAK Padatnya aktifitas antropogenik diperairan sendang biru dapat memberikan dampak negatif bagi ekosistem perairan, yang banyak memberikan dampak negatif adalah logam berat yang akan terakumulasi dalam perairan dan mengendap kedalam sedimen. Sedimen memiliki kemampuan mengadsorpsi logam berat. Salah satu logam berat yang dapat teradsorpi dalam sedimen adalah tembaga. Metode yang umum digunakan untuk menganalisis logam dalam sedimen adalah BCR Sonifikasi. Hasil penelitian analisis tembaga menggunakan metode BCR Sonifikasi memberikan nilai presisi sebesar 0,05%, dan akurasi sebesar 90,36%, hasil tersebut menunjukkan bawah metode BCR meliliki nilai presisi dan akurasi yang tinggi. Fraksinasi logam tembaga dalam sedimen menunjukkan dominan pada fraksi non resisten, yang memiliki nilai persentase 13,29%; 29,42%; 24,15%, yang meliputi fraksi mudah larut, fraksi tereduksi, dan fraksi teroksidasi. Pada fraksi resisten atau fraksi residu konsentrasi tembaga dalam sedimen mempunyai nilai persentase 33,11%. Distribusi keterikatan tembaga dalam sedimen pada sembilan lokasi di Sendang Biru berkisar antara 14,78 mg/kg sampai 3536,8 mg/kg dan rata-rata konsentrasi tembaga dalam sedimen Sendang Biru sebesar 409,09 mg/kg. Hal ini menunjukkan bahwa logam tembaga dalam sedimen Sendang Biru berada pada tingkat diatas ambang batas, sehingga sudah membahayakan bagi organisme perairan. Kata kunci: Sedimen, Fraksinasi, Distribusi, Tembaga, Metode BCR Sonifikasi.

    Pengembangan Buku Elektronik (E-Book) Interaktif Materi Sistem Koloid Kelas XI SMA

    No full text
    ABSTRAK   RINGKASAN   Wiyogo, Ardhi. 2013. Pengembangan Buku Elektronik (E-Book) Interaktif Materi Sistem Koloid Kelas XI SMA. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Munzil, S.Pd, M.Si, (II) Dr. Aman Santoso, M.Si..   Kata Kunci: Buku Elektronik Interaktif, Sistem Koloid, Four-D Model   Ilmu kimia merupakan ilmu yang kompleks dan sulit dipahami, karena banyak mengandung konsep abstrak, salah satunya adalah sistem koloid. Kerumitan konsep-konsep yang abstrak dapat disederhanakan melalui representasi mikroskopis/ sub-mikroskopis. Representasi mikroskopis/ sub-mikroskopis dapat dipaparkan dengan baik menggunakan media berbasis informasi teknologi dan komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah media berbasis komputer, berupa buku elektronik interaktif pada materi sistem koloid kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dalam pendidikan kimia. Penelitian ini menggunakan model 4-D (four-D model), yaitu terdiri dari pendefinisian (define), desain (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Namun dalam penelitian ini tahap keempat yaitu penyebaran (disseminate) tidak dilakukan karena terbatasnya waktu. Untuk mengetahui kelayakan buku elektronik interaktif ini dilakukan validasi meliputi dua hal, yakni validasi dari segi media dan segi materi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket yang diisi oleh validator yaitu 2 guru kimia yang masing-masing sebagai validator media dan validator materi, dan uji keterbacaan oleh 10 peserta didik kelas XI. Media ini dianggap layak bila nilai pada lembar penilaian validator dan pada angket uji keterbacaan peserta didik mendapatkan persentase sebesar 81% - 100%. Hasil penelitian dan pengembangan ini berupa buku elektronik (e-book) interaktif materi sistem koloid kelas XI SMA yang dikemas dalam bentuk file berformat .exe. Dalam buku elektronik interaktif ini terdapat aspek makroskopis, mikroskopis/ sub-mikroskopis, dan simbolik yang disajikan dalam bentuk gambar, animasi, video, serta persamaan-persamaan reaksi yang mendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil validasi dari segi media mendapatkan persentase sebesar 86,2% dengan kriteria sangat layak, validasi segi materi mendapatkan persentase sebesar 91,4% dengan kriteria sangat layak, dan uji coba keterbacaan memperoleh persentase sebesar 93,4% dengan kriteria sangat layak. Dari hasil validasi dan uji keterbacaan yang dilakukan, maka dapat dinyatakan bahwa buku elektronik (e-book) interaktif pada materi sistem koloid kelas XI SMA ini sangat layak untuk digunakan sebagai sumber belajar.  

    0

    full texts

    1,785

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇