SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1785 research outputs found

    Pemanfaatan Zeolit Alam sebagai Bahan Baku Pembuatan Katalis Zn/ZAA dan Ag-Zn/ZAA untuk Produksi Etanol dari Gliserol Berbantuan Ultrasonik

    No full text
    ABSTRAK   Hardiansyah, Irwan. 2018. Pemanfaatan Zeolit Alam sebagai Bahan Baku Pembuatan Katalis Zn/ZAA dan Ag-Zn/ZAA untuk Produksi Etanol dari Gliserol Berbantuan Ultrasonik. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M.S., (II) Dr. Sumari M.Si   Kata Kunci : katalis Zn/ZAA dan Ag-Zn/ZAA, impregnasi, gliserol, etanol, ultrasonik Meningkatnya produksi biodiesel sebagai bahan bakar alternatif berakibat pada meningkatnya jumlah hasil samping berupa gliserol. Jika diproduksi dalam skala industri maka akan menghasilkan banyak gliserol sebagai produk sampingan. Meningkatnya produksi biodiesel juga akan menyebabkan akumulasi gliserol di pasaran dan turunnya harga gliserol yang sangat besar serta terbatasnya pemanfaatan. Gliserol akan menjadi limbah industri pengolahan biodiesel jika tidak diiringi dengan kemajuan teknologi pemanfaatan gliserol. Tersedianya gliserol yang cukup banyak merupakan peluang untuk dikembangkan lebih lanjut melalui cara-cara pengolahan gliserol, salah satunya adalah dengan mendegradasi gliserol menjadi bioetanol dengan mengunakan katalis zeolit. Mengingat bahan bakar fosil tidak dapat diperbarui, bioetanol merupakan bahan bakar yang sangat penting untuk masa mendatang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan degradasi gliserol menjadi etanol dengan katalis Zn/ZAA dan Ag-Zn/ZAA berbantuan ultrasonik. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratoris yang dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu (1) pengambilan dan preparasi sampel zeolit, (2) aktivasi zeolit dengan HF, HCl dengan variasi waktu perendaman 6, 12, 24 jam, dan NH4Cl, (3) impregnasi zeolit dengan Zn dan Ag-Zn, (4) karakterisasi katalis meliputi : uji X-Ray Fluorescence,X-Ray Diffraction, isoterm Langmuir, dan uji keasaman, (4)konversi gliserol dengan katalis Zn/ZAA dan Ag-Zn/ZAA berbantuan ultrasonik, (5) analisis produk degradasi gliserol dengan GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zeolit dari kabupaten malang baik sebelum atau setelah dimodifikasi memiliki jenis mordenit (MOR). Katalis Zn/ZAA memiliki luas permukaan paling besar sebesar 135,179m2g-1 dan tingkat keasaman sebesar 2,3706, sedangkan katalis Ag-Zn/ZAA memiliki luas permukaan sebesar 126,472m2g-1 dan tingkat keasaman tertinggi sebesar 2,612. Berdasarkan analisis GC produk hasil degradasi gliserol dihasilkan etanol. Produk etanol tertinggi baik dalam Zn/ZAA maupun Ag-Zn.ZAA dihasilkan pada suhu sonikasi 60oC. %yield etanol yang dihasilkan dengan katalis Ag-Zn/ZAA sebesar 12,40%, sedangkan katalis Ag-Zn/ZAA sebesar 11,89%

    Sintesis Metil Ester dari Crude Palm Oil off Grade Menggunakan Katalis K2O/Al2O3 dan Potensinya sebagai Biodiesel

    No full text
    ABSTRAK   Uyunin, Urfa. 2018. Sintesis Metil Ester dari Crude Palm Oil off Grade Menggunakan Katalis K2O/Al2O3 dan Potensinya sebagai Biodiesel. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Aman Santoso, M.Si., (II) Dr. Sumari, M.Si.   Kunci: metil ester, crude palm oil off grade, katalis K2O/Al2O3, biodiesel   Indonesia merupakan produsen crude palm oil (CPO) terbesar di dunia. Tingginya produksi CPO ini akan berpotensi menghasilkan CPO off grade yang tinggi juga. CPO off grade  mengandung pengotor dan kadar asam lemak bebas yang tinggi sehingga perlu dirafinasi supaya dapat dijadikan bahan baku biodiesel. Sintesis biodiesel pada umumnya menggunakan katalis homogen, namun katalis ini memiliki kelemahan yakni tidak ramah lingkungan. Katalis heterogen memiliki beberapa kelebihan antara lain korosivitas rendah, mudah dipisahkan, dan ramah lingkungan sehingga dapat digunakan dalam sintesis biodiesel seperti K2O/Al2O3. Tujuan penelitian ini adalah sintesis metil ester dari crude palm oil off grade menggunakan katalis K2O/Al2O3 dan potensinya sebagai biodiesel. Prosedur penelitian ini yaitu (1) karakterisasi CPO off grade, (2) preparasi zeolit alam teraktivasi HCl, (3) rafinasi CPO off grade menggunakan zeolit alam aktif, (4) esterifikasi CPO off grade menggunakan katalis H2SO4, (5) preparasi katalis K2O/Al2O3, (6) transesterifikasi CPO off grade menggunakan katalis K2O/Al2O3, (7) identifikasi dan karakterisasi metil ester hasil sintesis meliputi uji KLT, analisis GC-MS, massa jenis, viskositas, indeks bias, dan angka asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) zeolit alam teraktivasi HCl dapat digunakan untuk rafinasi CPO off grade, (2) metil ester dapat disintesis dari CPO off grade melalui transesterifikasi menggunakan katalis K2O/Al2O3 diperoleh rendemen tertinggi pada konsentrasi katalis 4% (b/b). Hasil karakterisasi metil ester dengan katalis 4% (b/b) diperoleh metil ester dengan massa jenis, viskositas, indeks bias, dan angka asam memenuhi SNI biodiesel 2015, (3) komponen utama senyawa penyusun metil ester hasil transesterifikasi menggunakan katalis K2O/Al2O3 adalah metil palmitat, metil linoeat, metil oleat, dan metil stearat

    Pengembangan Bahan Ajar Hidrolisis Garam Berbasis Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring (REACT) Melibatkan Multipel Representasi

    No full text
    ABSTRAK   Kimia merupakan ilmu yang berkembang dari konsep yang sederhana kearah yang lebih kompleks dan abstrak.Konsep yang abstrak ini menyebabkan siswa mengalami kesulitan memahami materi kimia. Hidrolisis garam merupakan materi kimia dengan konsep abstrak dan membutuhkan pemikiran abstrak. Kesulitan siswa untuk berpikir abstrak dapat dibantu dengan menggunakan multipel representasi (makroskopik, submikroskopik, simbolik), multipel representasi membantu siswa belajar secara runtut dimulai dari hal yang konkret laluberanjak ke arah abstrak, sehingga siswa dapat menggambarkan hal-hal yang semula tidak teramati. Multipel representasi akan sistematis jika dipadukan dengan strategi pembelajaran yang tepat dan dituangkan dalam bentuk bahan ajar. Strategi pembelajaran yang tepat menurut Kemendikbud adalah strategi yang berbasis kegiatan dan dekat dengan fenomena alam (contextual) salah satu contohnya adalah strategi Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring (REACT). Multipel representasi akan tepat bila dipadukan dengan strategi REACT. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan bahan ajar hidrolisis garam berbasis REACT melibatkan multipel representasi dan mengetahui kelayakan bahan ajar berdasarkan proses validasi. Penelitian dan pengembangan bahan ajar dilakukan dengan mengadopsi model pengembangan 4D dari Thiagarajan, tahapan 4D adalah (1) define, (2)design, (3)develop,(4)disseminate. Tahap disseminate tidak dilakukan karena tujuan penelitian dan pengembangan hanya sebatas mengetahui kelayakan produk yang dihasilkan. Bahan ajar hasil pengembangan ditentukan kelayakannya berdasarkan hasil validasi dan uji keterbacaan menggunakan angket.Validasi dilakukan oleh tiga validator, yaitu dosen jurusan kimia Universitas Negeri Malang, guru kimia SMABrawijaya Smart School, dan guru kimia SMA Laboratorium UM. Uji keterbacaan dilakukan oleh 10 orang siswa kelas XI SMA Laboratorium UM. Hasil pengembangan berupa bahan ajar hidrolisis garam berbasis strategi REACT melibatkan multipel representasi yang terdiri dari buku siswa dan buku guru. Hasil persentase rata-rata validasi bukusiswa sebesar 91,3%, buku guru sebesar 90,7% dan hasil uji keterbacaan memiliki persentase rata-ratasebesar 88,2%. Produk hasil pengembangan mempunyai kriteria sangat layak untuk digunakan siswa kelas XI SMA/MA, khususnya SMA Laboratorium UM

    Efektivitas Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Diagram Vee Pada Materi Larutan Elektrolit Dan Non Elektrolit

    No full text
    ABSTRAK     Priambodho, Agam. 2018.Efektivitas Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Diagram Vee pada Materi Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Suharti, S.Pd.,M.Si., (2) Dr.Hayuni Retno Widarti, M.Si.   Kata Kunci: model pembelajaran inkuiri terbimbing, diagram Vee, hasil belajar, larutan elektrolit dan non elektrolit   Penggunaan model pembelajaran yang tepat pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit mampu memfasilitasi perubahan konsep yang lebih baik. Model pembelajaran inkuiri terbimbing sangat baik digunakan secara berkelanjutan karena pada model pembelajaran ini siswa dituntut belajar secara mandiri melalui percobaan-percobaan ilmiah. Model pembelajaran inkuiri juga memiliki kelemahan. Salah satu kelemahan model pembelajaran inkuiri adalah siswa mengalami kesulitan dalam mendiskusikan suatu data yang diperoleh dan membuat kesimpulan berdasarkan permasalahan yang diberikan oleh guru. Kegiatan laboratorium seringkali hanya dipahami oleh siswa sebagai perintah mengikuti petunjuk praktikum, dan bukan suatu proses inkuiri yang diharapkan mampu menguasai materi pelajaran denga nmenghubungkan konsep-konsep yang dimilikinya. Diagram Vee pada dasarnya merupakan alat bantu pembelajaran untuk membuat hubungan antara thinking dan doing yang terjadi selama proses pembelajaran dan membangun ikhtisar konsep dan proses mendapatkan konsep tersebut. Pada penelitian ini pembelajaran materi larutan elektrolit dan non elektrolit dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing berbatuan diagram Vee. Melalui model pembelajaran tersebut siswa diharapkan mampu melakukan proses inkuiri, menguasai materi pelajaran dan menghubungkan konsep-konsep yang dimilikinya sehingga siswa memiliki pemahaman yang lebih kuat dan lebih jelas. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui keterlaksanaan proses pembelajaran dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan diagram Vee dan inkuiri terbimbing pada pokok bahasan materi larutan elektrolit dan non elektrolit dan untuk mengetahui perbandingan rata-rata nilai post test kedua kelas yang diajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan diagram Vee dan inkuiri terbimbing. Penelitian eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperiment semu (Quasi Experiment).Terdapat tiga tahap dalam penelitian ini, tahap awal yang dilakukan dalam penelitian adalah persiapan dimana peneliti menyusun perangkat pembelajaran, menyusun instrumen penelitian, mengurus surat izin penelitian pada sekolahan yang bersangkutan serta melakukan observasi pada kelas yang digunakan subjek. Subjek yang digunakan pada penelitian ini adalah kelas X-3 sebagai kelas kontrol dan X-4 sebagai kelas eksperimen SMA Brawijaya Smart School. Instrumen penelitian baik tes maupun materi terlebih dahulu divalidasi oleh dua guru kimia pada sekolahan yang dijadikan tempat penelitian. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari silabus, RPP, LKS dan soal post test. Data yang diperoleh dianalisis mengunakan bantuan program SPSS 20.0 for windows .Dilanjutkan tahap pelaksanaan dengan mengajar di kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan diagram Vee dan kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Keterlaksanaan proses pembelajaran pada kelas eksperimen sebesar 94,45% sedangkan pada kelas kontrol sebesar 94,25%. Keterlaksanaan proses pembelajaran tersebut diperoleh dari data observasi dari dua observer mahasiswa pendidikan kimia. Rata-rata hasil post test pada kelas eksperimen lebih tinggi (yaitu 71,20) dibandingkan dengan kelas kontrol (yaitu 68). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan perbandingan rata-rata nilai post test kedua kelas yang diajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan diagram Vee dan inkuiri terbimbing pada pokok bahasan materi larutan elektrolit dan non elektrolit pada siswa kelas X SMA Brawijaya Smart School, yang berarti H1 dalam penelitian ini diterima dan H0 dalam penelitian ini ditolak

    PERBANDINGAN DAYA INHIBISI SECARA IN VITRO ANTARA METODE SPEKTROFOTOMETRI DAN VOLUMETRI SERTA HASIL INHIBISI SECARA IN SILICO ISOLAT FLAVONOID DARI MESOKARP SEMANGKA (Citrullus lannatus)

    No full text
    ABSTRAK   Obesitas merupakan suatu kondisi dimana berat badan jauh diatas normal disebabkan oleh penimbunan lemak yang berlebih. Obesitas dapat ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh. Seseorang yang obesitas memiliki IMT >30. Obesitas termasuk salah satu permasalahan kesehatan yang dapat menyebabkan berkembangnya penyakit lain yang membahayakan, seperti diabetes militus, gagal ginjal, kanker serta penyakit jantung koroner yang mengakibatkan serangan jantung dan kematian. Salah satu cara untuk mencegah obesitas yaitu dengan memperlambat penyerapan lemak dengan cara menginhibisi enzim lipase pankreas di saluran pencernaan. Mesokarp semangka telah diketahui memiliki senyawa katekin yang dapat menginhibisi enzim lipase pankreas. Penentuan daya inhibisi enzim lipase pankreas dapat dilakukan oleh analisis in vitro dan analisis in silico. Analisis in vitro dapat dilakukan dengan metode volumetri dan metode spektrofotometri yang lebih efisien. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) perbandingan hasil daya inhibisi isolat flavonoid dari mesokarp semangka antara metode spektrofotometri dan volumetri; (2) perbandingan hasil daya inhibisi isolat flavonoid dari mesokarp semangka antara analisis secara in vitro dan in silico. Penelitian ini merupakan penelitian secara eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium. Penelitian perbandingan daya inhibisi secara in vitro dan in silico menggunakan model senyawa katekin yang telah diketahui daya inhibisi dan rumus strukturnya. Analisis secara in silico dengam metode moleculer docking menggunakan program PyMol, PyRx dan Discovery Studio. Sedangkan analisis secara in vitro menggunakan metode volumetri. Penentuan daya inhibisi secara spektrofotometri menggunakan sampel serbuk, dan ekstrak kental mesokarp semangka yang telah diketahui daya inhibisinya secara volumetri. Perbandingan hasil daya inhibisi terhadap lipase pankreas antara metode spektrofotometri dan volumetri adalah 0,065 kali dan 0,067 kali untuk sampel serbuk oven, 0,105 kali dan 0,117 kali untuk serbuk freeze drying, dan 0,578 kali dan 0,599 kali untuk ekstrak kental. Perbandingan hasil daya inhibisi menggunakan metode spektrofotometri dan metode volumetri tidak jauh berbeda, namun metode spektrofotometri lebih efisien karena menggunakan sampel yang lebih sedikit dan waktu pengukuran yang lebih cepat. Sedangkan perbandingan hasil pengukuran daya inhibisi terhadap lipase pankreas oleh senyawa katekin secara in vitro dan in silico adalah 108% dan 145%. Artinya data secara in silico juga mendukung bahwa daya inhibisi senyawa katekin terhadap lipase pankreas lebih besar dibandingkan orlistat

    Optimasi Perbandingan Massa Trikloroasetat (TCA) terhadap kappa-Karagenan dan Suhu Eterifikasi dalam Sintesis Karboksimetil kappa-Karagenan (CMKC)

    No full text
    ABSTRAK   CMKC merupakan produk modifikasi kappa-karagenan yang berpotensi sebagai matriks obat dan bahan tambahan pangan. CMKC disintesis melalui konversi gugus hidroksil dari kappa-karagenan menjadi gugus karboksil melalui proses karboksimetilasi. Karboksimetilasi akan mengubah karakter polisakarida kappa-karagenan yaitu viskositas dan kemampuannya mengikat air. Keberhasilan sintesis CMKC ditentukan oleh parameter derajat substitusi (DS) dan analisis spektra FTIR. Penelitian ini bertujuan (a) Mensintesis karboksimetil kappa-karagenan (CMKC) dari kappa-karagenan dengan pereaksi asam trikloroasetat (TCA) dengan perbandingan massa kappa-karagenan : massa TCA dan suhu eterifikasi (b) Melakukan karakterisasi CMKC hasil sintesis dengan perbandingan massa kappa-karagenan : massa TCA dan suhu eterifikasi serta menentukan optimasi CMKC dari karakterisasi yang telah dilakukan dan (c) Mengetahui perbandingan massa TCA terhadap kappa-karagenan dan suhu eterifikasi optimum pada proses sintesis CMKC. Proses sintesis berlangsung melalui tahap alkalisasi dan tahap eterifikasi. Tahap alkalisasi dilakukan dengan mereaksikan kappa-karagenan dengan NaOH yang menghasilkan alkoksi kappa-karagenan dan tahap eterifikasi dengan mereaksikan alkoksi kappa-karagenan dengan asam trikloroasetat (TCA). Optimasi sintesis CMKC pada penelitian ini dilakukan pada tahap eterifikasi. Kondisi optimum hasil sintesis CMKC ditentukan berdasarkan nilai derajat substitusi (DS) dan analisis spektra FTIR. Karakterisasi CMKC yang lain meliputi uji kadar air dan viskositas. Senyawa hasil sintesis CMKC berupa serbuk berwarna coklat muda. Keberhasilan sintesis CMKC diketahui dari nilai derajat substitusi (DS) dan analisis spektra FTIR. Hasil penelitian diperoleh kondisi optimum sintesis CMKC terdapat pada perbandingan kappa-karagenan : TCA yaitu 1 gram k-karagenan : 2,5 gram TCA yaitu 0,38 dan suhu eterifikasi yaitu 75oC. Variasi perbandingan massa kappa-karagenan : TCA dan suhu eterifikasi berpengaruh signifikan terhadap karakterisasi kadar air dan viskositas

    KARAKTERISASI DAN UJI KEMAMPUAN ADSORBEN DARI AMPAS TEBU (Saccharum officinarum L.) UNTUK ADSORPSI ION TEMBAGA(II)

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian tentang karakterisasi dan uji kemampuan adsorben berbahan dasar ampas tebu telah dilakukan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui  pengaruh delignifikasi pada karakterisasi adsorben ampas tebu ditinjau dari uji kadar air, uji kadar abu, identifikasi gugus fungsi dan morfologi permukaan. Mengetahui daya adsorpsi adsorben ampas tebu sebelum dan sesudah delignifikasi serta pengaruh delignifikasi pada adsorben ampas tebu terhadap daya adsorpsi. Penelitian terdiri dari lima tahap meliputi preparasi biomassa ampas tebu sebagai adsorben, perlakuan delignifikasi adsorben ampas tebu dengan NaOH, Karakterisasi adsorben ampas tebu yang meliputi uji kadar air, kadar abu, identifikasi gugus fungsi dan identifikasi permukaan adsorben, adsorpsi ion tembaga(II) menggunakan adsorben ampas tebu sebelum dan sesudah delignifikasi serta analisis konsentrasi ion tembaga(II) setelah adsorpsi dengan Spektroskopi Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kadar air dan kadar abu memiliki nilai dibawah nilai maksimum syarat kualitas adsorben sesuai SNI 06-3730-1995. Identifikasi permukaan adsorben menunjukkan adanya pengaruh delignifikasi dengan NaOH dan iradiasi gelombang ultrasonik ditunjukkan adanya rongga-rongga pada permukaan adsorben ampas tebu. Proses delignifikasi berpengaruh pada proses adsorpsi dilihat dari daya adsorpsi. Daya adsorpsi meningkat berbanding lurus dengan kenaikan konsentrasi NaOH.   Kata Kunci : Ampas tebu, adsorben, delignifikasi, ion tembaga(II

    Skrining Pewarna Sintetis dan Pengaruh Aerasi terhadap Dekolorisasi Pewarna oleh Kapang Pelapuk Kayu Isolat KLUM1 dan KLUM2.

    No full text
    ABSTRAK   Nihayah, Ulin. 2018.  Skrining Pewarna Sintetis dan Pengaruh Aerasi terhadap Dekolorisasi Pewarna oleh Kapang Pelapuk Kayu Isolat KLUM1 dan KLUM2. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Evi Susanti, M.Si, (II) Dr. Suharti, M.Si.   Kata Kunci: skrining, pewarna sintetis, dekolorisasi, aerasi, kapang pelapuk kayu Pewarna sintetis banyak digunakan pada proses industri tekstil. Sebanyak 10-15% dari total pewarna sintetis pada proses pewarnaan terbuang dalam limbah cair di lingkungan. Pewarna sintetis dalam limbah cair yang dibuang secara langsung ke lingkungan akan mempengaruhi keseimbangan ekosistem kehidupan di sekitarnya. Pewarna dalam limbah cair industri perlu diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Metode biologis menggunakan kapang pelapuk kayu (KPK) merupakan salah satu metode alternatif pengolahan limbah pewarna karena dapat mendekolorisasi pewarna sintetis menjadi struktur yang lebih sederhana dan tidak toksik. Kemampuan KPK dalam mendekolorisasi pewarna sintetis dapat ditingkatkan dengan memberikan beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kapang, salah satunya aerasi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pewarna sintetis yang dapat didekolorisasi oleh  KPK isolat KLUM1 dan KLUM2 dan mengetahui pengaruh aerasi  terhadap dekolorisasi pewarna sintetis oleh kedua isolat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif eksperimental laboratoris. Tahap penelitian yang dilalui untuk mencapai tujuan penelitian, yaitu: (1) peremajaan isolat  KPK KLUM1 dan KLUM2,  (2) produksi suspensi spora KPK KLUM1 dan KLUM2,  (3) menghitung jumlah spora per mL suspensi spora sel awal KPK isolat KLUM1 dan KLUM2, (4) skrining pewarna sintetis oleh isolat KLUM1 dan  KLUM2, dan (5) uji pengaruh aerasi terhadap kemampuan dekolorisasi pewarna sintetis oleh KPK isolat KLUM1 dan KLUM2. Dekolorisasi diamati dengan menurunnya absorbansi pewarna sintetis pada panjang gelombang maksimum pewarna yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua pewarna sintetis yang digunakan dapat didekolorisasi oleh KPK isolat KLUM1 dan KLUM2 dengan persentase dekolorisasi berbeda-beda. Aerasi mengakibatkan penurunan persentase dekolorisasi reactive black 5 oleh KPK isolat KLUM1 dan KLUM2 secara signifikan.

    IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA SMK BRANTAS KARANGKATES PADA MATERI STOIKIOMETRI MENGGUNAKAN INSTRUMEN DIAGNOSTIK THREE-TIER

    No full text
    ABSTRAK   Puspitasari, Intan . 2018. Identifikasi Miskonsepsi Siswa SMK Brantas Karangkates Pada Materi Stoikiometri Menggunakan Instrumen Diagnostik Three-Tier. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Endang Budiasih, M.S., (2) Laurent Octaviana, S.Pd, M.Si   Kata Kunci:miskonsepsi, stoikiometri, three-tier Ilmukimialebihsulituntukdipahamidibandingdenganbidangilmu yang lain. Salah satu materi yang dianggap sulit adalah stoikiometri. Hal ini dikarenakan banyaknya istilah, simbolik, maupun hubungan antar konsep yang harus dipahami siswa. Apabila siswa mengalami miskonsepsi pada salah satu konsep dasar, maka kemungkinan munculnya miskonsepsi pada konsep yang lebih kompleks akan semakin besar. Oleh sebab itu perlu dilakukan terlebih dahulu penelitian untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa. Identifikasi yang dilakukan menggunakan tesdiagnostikthree-tier. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif.Subyek penelitian adalah 60 siswa kelas X SMK Brantas Karangkates yang diambil berdasarkan pertimbangan dan saran guru kimia SMK Brantas Karangkates.Instrumen yang digunakan ialah soal pilihan ganda three-tier yang berjumlah 25 soal yang sudah diuji coba terbukti valid dan reliabel.Tes diagnostik three-tier ialah soal pilihan ganda yang memiliki tiga tier (pilihan jawaban). Tier pertama berisi soal pilihan ganda biasa, tier kedua berupa alternatif alasan dan tier ketiga adalah tingkat keyakinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas X SMK Brantas Karangkates mengalami miskonsepsi pada materi stoikiometri antara lain (1) massa zat hasil reaksi lebih kecil dari jumlah massa zat-zat sebelum reaksi, (2) massa reaktan lebih kecil daripada massa produk, (3) massa unsur dalam senyawa tertentu tidaklah selalu tetap melainkan bergantung pada koefisiennya, (4) massa salah satu unsur tetap maka perbandingan massa unsur yang lain merupakan perbandingan bilangan bulat tetapi bukan perbandingan yang paling sederhana, (5) siswa menganggap bahwa volum gas sesudah reaksi sama dengan jumlah volum gas sebelum reaksi, (6) pada suhu dan tekanan yang sama serta volume gas yang sama jumlah molekulnya berbeda karena memiliki massa molar yang berbeda, (7) koefisien reaksi sebelum dan sesudah reaksi adalah sama, (8) massa molekul relatif merupakan jumlah dari massa atom relatif tanpa memperhatikan jumlah atomnya, (9) jumlah partikel sama dengan bilangan Avogadro, (10) logam tersusun atas unsur-unsurnya, (11) massa senyawa yang bereaksi sebanding dengan koefisien reaksinya, (12) dua senyawa dengan volume sama akan memilki massa yang sama, (13) volum gas yang terbentuk sama dengan volum molar pada keadaan STP yaitu 22,4 L, (14) massa molar menyatakan jumlah mol zat, (15) massa molar merupakan merupakan jumlah dari massa molar unsur pembentuknya tampa memperhatikan jumlah unsur dalam senyawa tersebut, (16) tekanan berbanding lurus dengan volume, (17) jumlah mol berbanding terbalik dengan volume, (18) rumus empiris merupakan perbandingan massa atom penyusunnya

    Kajian Leaching Metode Bureau Community Of Reference (BCR) Microwave Teroptimasi untuk Analisis Cu pada Sedimen Wilayah Pantai Tiga Warna

    No full text
    ABSTRAK   Suci, Cahyanti. 2018. Kajian Leaching Metode Bureau Community Of Reference (BCR) Microwave Teroptimasi untuk Analisis Cu pada Sedimen Wilayah Pantai Tiga Warna. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sc.Anugrah Ricky Wijaya, S.Si., M.Sc., (II) Dr. Irma Kartika Kusumaningrum, S.Si., M.Si.   Kata Kunci: distribusi, fraksinasi, metode BCR, sedimen, tembaga (Cu). Perairan Tiga Warna merupakan bagian dari wilayah perairan laut yang berhubungan langsung dengan Pelabuhan Sendang Biru dan tempat pelelangan ikan. Aktivitas dari tempat pelelangan ikan serta industri batik disekitar perairan Tiga Warna dapat menjadi kontribusi logam berat Cu. Sedimen dapat menjadi media yang representatif untuk menentukan kandungan Cu sebagai monitor pencemaran air laut. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis kandungan Cu di sedimen Perairan Tiga Warna. Metode BCR merupakan salah satu metode untuk mengetahui fraksinasi dan distribusi Cu dalam sedimen. Penelitian ini menggunakan metode BCR yang dimodifikasi menggunakan microwave dengan daya dan waktu yang divariasi (variasi daya 10%, 30%, 50% dan waktu 1, 2 dan 3 menit). Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui kondisi optimum daya dan waktu microwave dalam fraksinasi logam berat, (2) mengetahui tingkat akurasi dan presisi metode BCR microwave dalam me-leaching logam berat, (3) mengetahui perbandingan fraksi keterikatan logam berat antara sedimen Mangrove dan sedimen Tiga Warna, dan (4) mengetahui distribusi logam Cu dalam sedimen dan tingkat kontaminasinya. Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil total daya dan waktu untuk fraksi BCR microwave menunjukkan kondisi optimum tiap fraksi. Hasil analisis ditinjau dari %recovery didapatkan nilai sesuai rentang standar akurasi pada sedimen wilayah Pantai Tiga Warna. Konsentrasi keenam lokasi kawasan Pantai Tiga Warna tersebut berada dibawah nilai ambang batas, sehingga sedimen di kawasan Pantai Tiga Warna dikatakan tidak terkontaminasi

    0

    full texts

    1,785

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇