SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1785 research outputs found
Sort by
Adsorpsi Ion Cd (II) Menggunakan Silika Aerogel
RINGKASANPuja, Novia. 2019. Adsorpsi Ion Cd (II) Menggunakan Silika Aerogel. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nazriati, M.Si., (II) Dr. Fauziatul Fajaroh, M.S.Kata kunci: ion Cd (II), Adsorpsi, Silika Aerogel, Isoterm AdsorpsiPencemaran ion logam berat adalah masalah lingkungan yang paling banyak terjadi di seluruh belahan dunia dengan pesatnya perkembangan industri. Salah satu ion logam berat yang paling beracun yaitu kadmium. Kadmium (Cd) merupakan ion logam berat yang sangat berbahaya apabila terkonsumsi oleh manusia karena ion Cd (II) mudah teradsorpsi ke dalam tubuh melalui saluran pencernaan, dan terakumulasi dalam hati dan ginjal. Oleh karena itu, pengurangan konsentrasi ion Cd (II) di perairan yang tercemar menjadi suatu hal penting untuk penanganan masalah lingkungan agar tidak terkonsumsi manusia. Cara mengurangi ion Cd (II) salah satunya dengan menggunakan metode adsorpsi dan silika aerogel digunakan sebagai adsorben. Berdasarkan uraian tersebut, tujuan penelitian ini adalah mengetahui kapasitas adsorpsi ion Cd (II) serta mengetahui model isoterm adsorpsi, besaran termodinamika adsorpsi dan kinetika adsorpsi ion Cd (II) menggunakan silika aerogel.Sintesis silika aerogel diawali dengan ekstraksi silika kemudian dilanjutkan dengan metode sol-gel. Metode sol-gel merupakan metode sederhana dan mudah. Proses sol-gel bisa diibaratkan sebagai perubahan sistem dari fasa larutan sol menjadi fasa padat gel yang berlangsung pada suhu rendah. Metode sol-gel dalam sintesis silika aerogel terdiri dari beberapa tahap, yaitu pembuatan asam silikat sebagai monomer, kondensasi, pematangan (aging), dan pengeringan. Abu bagasse diekstrak dengan NaOH disaat mendidih sambil diaduk selama satu jam, kemudian filtrat yang didapat dicampur dengan resin penukar kation pada pH 2, sehingga dihasilkan asam silikat. Dilakukan penambahan trimethylclorosilane (TMCS) dan hexamethyldisilazane (HMDS) ke dalam larutan asam silikat sebagai agen pemodifikasi permukaan. Hidrogel yang dihasilkan kemudian diaging pada suhu 40 0C selama 18 jam, dipanaskan pada suhu 60 0C untuk pematangan jaringan dan dikeringkan pada suhu 80 0C selama 24 jam. Silika aerogel hasil sintesis dikarakterisasi dengan FTIR, serta dipelajari lebih lanjut sebagai adsorben ion Cd (II) dengan variasi waktu kontak (10, 20, 30, 50, 60, 70, 80, 120, 180, menit), massa adsorben (0,01; 0,015; 0,02 & 0,025 g), konsentrasi adsorbat (10, 20, 30, 40, 50 mg/L), Suhu (35, 45, 55 0C), dan pH (4, 6, 7, 8). Hasil dari karakterisasi menggunakan FTIR menunjukkan bahwa adanya pita serapan pada bilangan gelombang 3523,95 cm-1 hingga 3230,77 cm-1 yang mengindikasikan vibrasi ulur O-H, pita serapan pada bilangan gelombang 2995 cm-1 yang mengindikasikan vibrasi ulur C-H, pada bilangan gelombang 1085,92 cm-1 muncul pita serapan yang mengindikasikan vibrasi dari ikatan Si-O-Si. Hasil penentuan kapasitas adsorpsi silika aerogel optimum pada waktu kontak 80 menit dan massa adsorben 0,01 gram dengan kapasitas adsorpsi sebesar 23,002 mg/g. Kapasitas adsorpsi silika aerogel meningkat dengan peningkatan konsentrasi adsorbat dan menurun dengan peningkatan suhu, serta optimum pada pH 7. Mekanisme adsorpsi cenderung mengikuti model isoterm Langmuir dengan R2 sebesar 0,9742 (35 0C); 0,9868 (45 0C); 0,9957 (55 0C) dan kinetika adsorpsi orde dua semu dengan kapasitas perhitungan 23,310 mg/g. Proses adsorpsi berlangsung secara spontan dan eksotermik dengan nilai ∆G o sebesar -3,032 kJ/mol (35 0C); - 2,842 kJ/mol (45 0C); -2,748 kJ/mol (55 0C); ∆H0 sebesar -7,424 kJ/mol; dan ∆S0 sebesar -14,3076 J/K. 
Pengembangan Instrumen Diagnostik Four-Tier untuk Mengidentifikasi Miskonsepsi Siswa SMA pada Materi Hidrolisis Garam
RINGKASAN Nuraini, Rima. 2019. Pengembangan Instrumen Diagnostik Four-Tier untuk Mengidentifikasi Miskonsepsi Siswa SMA pada Materi Hidrolisis Garam. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Habiddin, M.Pd., Ph.D. (II) M. Muchson, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: miskonsepsi, hidrolisis garam, instrumen diagnostik four-tier, pengembangan. Hidrolisis garam merupakan salah satu konsep dalam ilmu kimia yang dianggap sulit oleh sebagian besar siswa, karena membutuhkan integrasi antara aspek simbolik, mikroskopik dan makroskopik, selain itu materi ini membutuhkan kemampuan penyelesaian algoritmik dengan baik serta materi yang bersifat kompleks dan berhubungan dengan konsep-konsep yang lain. Rendahnya pemahaman siswa pada materi hidrolisis dapat menjadi penyebab timbulnya miskonsepsi. Salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi secara efektif adalah instrumen diagnostik four-tier. Instrumen diagnostik four-tier memiliki dua tingkat keyakinan yang berdeda untuk jawaban dan alasan sehingga dapat mengidentifikasi pemahaman siswa dengan baik. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pengembangan instrumen diagnostik four-tier untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa SMA pada materi hidrolisis garam. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan prosedur pengembangan instrumen diagnostik four-tier oleh Habiddin & Page (2019) dengan 6 tahap, yaitu identifikasi konsep, tes awal dan wawancara, identifikasi konsep siswa yang tidak ilmiah, pengembangan prototype instrumen diagnostik four-tier, validasi prototype, penyempurnaan prototype akhir. Produk instrumen diagnostik four-tier dikembangkan dari instrumen pilihan ganda alasan terbuka untuk menjaring konsep siswa. Instrumen pilihan ganda alasan terbuka berjumlah 30 soal digunakan untuk tes awal yang dilakukan di 3 kelas XI IPA SMAN 2 Pare. Alasan yang diberikan oleh siswa dianalisis untuk digunakan sebagai alternatif alasan pada instrumen diagnostik four-tier. Produk awal yang dihasilkan adalah instrumen diagnostik four-tier sebanyak 28 butir soal. Subjek penelitian untuk produk instrumen diagnostik four-tier adalah siswa kelas XI IPA sebanyak 2 kelas. Hasil penelitian dan pengembangan didapatkan produk akhir berupa instrumen diagnostik four-tier sebanya 27 soal yang memiliki empat tingkatan (tier), tier pertama berupa soal dan jawaban, tier kedua berupa tingkat keyakinan terhadap jawaban yang dipilih, tier ketiga berupa alasan dalam memilih tier pertama, serta tier keempat berupa tingkat keyakinan terhadap alasan yang dipilih. Tingkat keyakinan yang digunakan memiliki skala 1-5. Instrumen yang dikembangkan memiliki nilai rata-rata validitas isi sebesar 89,45% dengan kategori sangat layak dan memiliki kriteria reliabilitas yang sangat tinggi (0,858). Hal tersebut menunjukkan bahwa instrumen diagnostik four-tier yang dikembangakan sangat layak digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada materi hidrolisis garam
Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 5E yang Dipadu Think Pair Share terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas XI SMA Negeri Sidoarjo pada Materi Larutan Penyangga
RINGKASAN Mabrurrroh, S.L.AN.N. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 5E yang Dipadu Think Pair Share terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas XI SMA Negeri Sidoarjo pada Materi Larutan Penyangga. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Fauziatul Fajaroh, M.S. (II) Dr. Siti Marfu’ah, M.S. Kata Kunci: Learning Cycle 5E yang dipadu Think Pair Share, hasil belajar kognitif, larutan penyangga Konsep-konsep larutan penyangga perlu dipahami siswa karena larutan penyangga erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, misalnya penyangga karbonat dalam darah, obat-obatan, dan lain-lain. Hasil penelitian dan wawancara menunjukkan bahwa pemahaman siswa dan hasil belajar siswa tentang materi larutan penyangga masih rendah. Diperlukan suatu proses pembelajaran yang berpusat pada siswa sehingga dapat menjadikan proses pembelajaran lebih bermakana dan meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu pembelajaran bermakna yang berpusat pada siswa adalah model pembelajaran Learning Cycle 5E (LC 5E). Namun, diskusi kelompok pada model pembelajaran LC 5E kurang berpola, sehingga dicoba dipadukan dengan model pembelajaran kooperatif yang berpola yaitu Think Pair Share (TPS). Penelitian ini bertujuan untuk melihat keterlaksanaan proses pembelajaran dari kelas dengan model pembelajaran LC 5E yang dipadu TPS (LC-TPS) dan LC 5E serta pengaruh model pembelajaran LC 5E-TPS terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas XI SMA Negeri Sidoarjo pada materi larutan penyangga. Rancangan Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan eksperimental semu dengan post-test-only-control group design. Pemilihan kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian adalah kelas XI MIA 3 yang terdiri dari 35 siswa sebagai kelas eksperimen (LC5E-TPS), dan kelas MIA 5 yang terdiri dari 34 siswa sebagai kelas kontrol (LC 5E). Instrumen perlakuan yang digunakan adalah Silabus, RPP dan LKS dengan hasil validasi terkategori baik. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah 20 butir soal pilihan ganda yang valid dengan nilai reliabilitas sebesar 0,84. Data keterlaksanaan pembelajaran dianalisis menggunakan analisis deskriptif, sedangkan data hasil belajar kognitif siswa dilakukan uji hipotesis dengan statistik nonparametrik yaitu uji Mann Whitney dengan bantuan program SPSS 15.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterlaksanaan proses pembelajaran kedua kelas terkategori terlaksana dengan sangat baik, yaitu 92,11% pada kelas eksperimen dan 90,78% pada kelas kontrol. (2) ada pengaruh model pembelajaran LC 5E-TPS terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas yang ditunjukkan oleh perbedaan rata-rata yang signifikan dari kedua kelas. Nilai rata-rata hasil belajar kognitif siswa kelas eksperimen (85,43) lebih tinggi dari pada nilai rata-rata kelas kontrol (81,62). Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran LC 5E-TPS terhadap peningkatan hasil belajar kognitif siswa
SINTESIS DAN KARAKTERISASI SENYAWA KOMPLEKS DARI ZINK(II) KLORIDA DENGAN KALIUM SIANIDA DAN LIGAN N,N’-DIETILTIOUREA
AbstrakTujuan penelitian adalah mensintesis, mengkarakterisasi, dan memprediksi struktur senyawa kompleks yang belum dilaporkan yakni dari zink(II) klorida, kalium sianida dan ligan detu. Senyawa kompleks hasil sintesis dikarakterisasi uji titik lebur, uji daya hantar listrik, uji kualitatif ion sianida, analisis gugus fungsi serta analisis permukaan dan komposisi atom. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh rumus kimia kemudian strukturnya diprediksi dan dihitung energi bebasnya menggunakan metode Semi-empirik PM6. Senyawa kompleks memiliki rumus kimia [Zn(C5H12N2S)4](CN)2 dengan geometri tetrahedral dan nilai energi bebas sebesar -129,6052 kJ/mol. Kata kunci: senyawa kompleks, kompleks ionik, zink(II) klorida, N,N’-dietiltiourea (detu)
Karakterisasi dan Isolasi Kasein dari Susu Sapi Segar dengan Metode Pengendapan pada pI dan Pemanfaatannya sebagai Substrat Enzim Protease
Yoga Pratama1, Evi Susanti1,*, Suharti2 1Jurusan Kimia, Universitas Negeri Malang, email: [email protected] *E-mail corresponding author: [email protected] Isolasi kasein dari susu sapi segar dengan metode pengendapan pada pI dalam merupakan salah satu pokok bahasan pada mata kuliah Praktikum Biokimia Umum di Jurusan Kimia Universitas Negeri Malang (UM). Kasein hasil praktikum tersebut tidak pernah dikarakterisasi dan tidak disimpan dalam waktu yang lama, sehingga mudah rusak dan dibuang begitu saja. Pada penelitian ini akan dilakukan karakterisasi kasein yang diisolasi dari susu sapi melalui metode pengendapan pada titik isoelektrik yang dilakukan pada Praktikum Biokimia Umum di Jurusan Kimia FMIPA UM dan membandingkan kemampuan kasein hasil isolasi tersebut sebagai substrat pada uji aktivitas beberapa enzim protease dengan kasein komersial. Tahapan penelitian terdiri dari: (1) isolasi kasein dari susu sapi dengan pengaturan atau kontrol pH pada titik isoelektriknya; (2) karakterisasi kasein hasil isolasi dari susu sapi meliputi kadar air, warna, spektrum FT-IR, dan kelarutan; (3) uji potensi kasein yang diperoleh sebagai substrat protease terhadap ekstrak kasar protease dari isolat HTR-10, papain, bromelin, elsazym, dan vitazym. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasein hasil isolasi berwarna putih dengan rata-rata rendemen hasil sebesar 0,039 ± 0,010 g/mL susu, rata-rata kadar air yang didapatkan sebesar 6,44 ± 0,91 %. Spektrum FT-IR menunjukkan adanya pita yang muncul pada panjang gelombang 2500-3700 cm-1 dan 1600-1850 cm-1 yang memberikan informasi tentang gugus fungsional seperti C=O, CN, dan NH dari protein kasein. Kelarutan kasein dalam pH berbeda menunjukkan bahwa kasein memiliki kelarutan yang rendah pada pH 4 dan 5 berturut-turut sebesar 5,51% dan 3,45%; sedangkan kelarutannya sangat tinggi pada pH 3, 6, 7, dan 8 berturut-turut sebesar 96,23%; 96.08%; 96.55%; dan 94.44%. Uji aktivitas pada bromelin, elsazym, vitazym, papain, dan ekstrak kasar protease dari isolat HTR-10 berturut-turut sebesar 4,11 ± 0,14 U/mL; 4,37 ± 0,25 U/mL; 5,06 ± 0,06 U/mL; 5,77 ± 0,07 U/mL; dan 5,65 ± 0,24 U/mL. Hasil tersebut hampir sama dengan hasil uji aktivitas protease menggunakan substrat kasein komersial, yaitu 3,99 ± 0,19 U/mL; 4,28 ± 0,15 U/mL; 5,06 ± 0,03 U/mL; 5,71 ± 0,14 U/mL; dan 5,85 ± 0,09 U/mL. Dari hasil penelitian tersebut, maka kasein hasil isolasi dari susu sapi dapat digunakan sebagai substrat protease pada pengujian aktivitas protease. Kata kunci: kasein, protease, kadar air, rendemen, uji FT-IR, warn
Pengaruh Strategi Pembelajaran Metakognitif PDCA (Preparing, Doing, Checking, Assessing and Following-Up) terhadap Pengetahuan Metakognitif dan Prestasi Belajar Siswa Kelas X SMAN 9 Malang pada Materi Reaksi Redoks
RINGKASAN Nugroho, Rohmat. 2019. Pengaruh Strategi Pembelajaran Metakognitif PDCA (Preparing, Doing, Checking, Assessing and Following-Up) terhadap Pengetahuan Metakognitif dan Prestasi Belajar Siswa Kelas X SMAN 9 Malang pada Materi Reaksi Redoks. Program Studi S1 Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Dr. H. Parlan, M.Si., Pembimbing II: Drs. H. Mohammad Sodiq Ibnu, M.Si. Kata-kata kunci: metakognisi, strategi metakognitif, prestasi belajar, redoks. Kesulitan belajar sering dialami oleh siswa karena kurang mampu menggunakan metakognisinya dalam membangun pengetahuan. Kemampuan menggunakan metakognisi dalam pembelajaran mempengaruhi kemampuan memecahkan masalah dan keberhasilan akademik siswa. Untuk meningkatkan kemampuan metakognitif digunakan strategi metakognitif dalam proses belajar yang mendorong dan menstimulasi siswa untuk menggunakan kemampuan metakognitif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran metakognitif PDCA (Preparing, Doing, Checking, Assessing and Following-Up) terhadap peningkatan pengetahuan metakognitif dan prestasi belajar siswa pada materi reaksi redoks. Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi eksperimen dengan menggunakan desain pretest dan posttest. Penelitian dilaksanakan di SMAN 9 Malang yang melibatkan dua kelas, kelas X IPA 4 sebagai kelas eksperimen yang dibelajarkan dengan strategi metakognitif PDCA dan kelas X IPA 3 sebagai kelas kontrol yang dibelajarkan dengan UKBM. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun 2018/2019, dimulai tanggal 11 s/d 29 Maret 2019. Data dikumpulkan dengan mengerjakan pretest dan posttest menggunakan instrumen yang telah dibuat oleh Prasetyo (2018) yang dimodifikasi dari instrumen Rompayom et al. (2010) dan mengisi kuisioner MAI (Metacognitive Awareness Inventory) yang dikembangkan oleh Schraw & Dennison (1994). Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ada perbedaan pengetahuan metakognitif dan prestasi belajar siswa kelas SM-PDCA dan kelas UKBM. Siswa yang dibelajarkan menggunakan strategi metakognitif PDCA menunjukkan peningkatan kemampuan metakognitif dan prestasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan UKBM. Strategi pembelajaran metakognitif PDCA memiliki keefektifan dalam meningkatkan pengetahuan metakognitif siswa utamanya pengetahuan deklaratif dengan nilai deffect size dan N-Gain berturut-turut sebesar 1,26 dan 0,21 (sedang), pengetahuan prosedural memiliki nilai d-effect size dan N-Gain berturut-turut sebesar 1,21 dan 0,15 (sedang), dan pengetahuan kondisional (data kurang lengkap), serta meningkatkan prestasi belajar siswa dengan d-effect size dan N-Gain berturut-turut sebesar 1,73 dan 0,35 (tinggi). Selain itu strategi metakognitif PDCA juga meningkatkan keterampilan metakognitif siswa
Pengembangan Instrumen Diagnostik Four-Tier untuk Mengidentifikasi Miskonsepsi Siswa SMA pada Materi Hidrolisis Garam
RINGKASAN Nuraini, Rima. 2019. Pengembangan Instrumen Diagnostik Four-Tier untuk Mengidentifikasi Miskonsepsi Siswa SMA pada Materi Hidrolisis Garam. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Habiddin, M.Pd., Ph.D. (II) M. Muchson, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: miskonsepsi, hidrolisis garam, instrumen diagnostik four-tier, pengembangan. Hidrolisis garam merupakan salah satu konsep dalam ilmu kimia yang dianggap sulit oleh sebagian besar siswa, karena membutuhkan integrasi antara aspek simbolik, mikroskopik dan makroskopik, selain itu materi ini membutuhkan kemampuan penyelesaian algoritmik dengan baik serta materi yang bersifat kompleks dan berhubungan dengan konsep-konsep yang lain. Rendahnya pemahaman siswa pada materi hidrolisis dapat menjadi penyebab timbulnya miskonsepsi. Salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi secara efektif adalah instrumen diagnostik four-tier. Instrumen diagnostik four-tier memiliki dua tingkat keyakinan yang berdeda untuk jawaban dan alasan sehingga dapat mengidentifikasi pemahaman siswa dengan baik. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pengembangan instrumen diagnostik four-tier untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa SMA pada materi hidrolisis garam. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan prosedur pengembangan instrumen diagnostik four-tier oleh Habiddin & Page (2019) dengan 6 tahap, yaitu identifikasi konsep, tes awal dan wawancara, identifikasi konsep siswa yang tidak ilmiah, pengembangan prototype instrumen diagnostik four-tier, validasi prototype, penyempurnaan prototype akhir. Produk instrumen diagnostik four-tier dikembangkan dari instrumen pilihan ganda alasan terbuka untuk menjaring konsep siswa. Instrumen pilihan ganda alasan terbuka berjumlah 30 soal digunakan untuk tes awal yang dilakukan di 3 kelas XI IPA SMAN 2 Pare. Alasan yang diberikan oleh siswa dianalisis untuk digunakan sebagai alternatif alasan pada instrumen diagnostik four-tier. Produk awal yang dihasilkan adalah instrumen diagnostik four-tier sebanyak 28 butir soal. Subjek penelitian untuk produk instrumen diagnostik four-tier adalah siswa kelas XI IPA sebanyak 2 kelas. Hasil penelitian dan pengembangan didapatkan produk akhir berupa instrumen diagnostik four-tier sebanya 27 soal yang memiliki empat tingkatan (tier), tier pertama berupa soal dan jawaban, tier kedua berupa tingkat keyakinan terhadap jawaban yang dipilih, tier ketiga berupa alasan dalam memilih tier pertama, serta tier keempat berupa tingkat keyakinan terhadap alasan yang dipilih. Tingkat keyakinan yang digunakan memiliki skala 1-5. Instrumen yang dikembangkan memiliki nilai rata-rata validitas isi sebesar 89,45% dengan kategori sangat layak dan memiliki kriteria reliabilitas yang sangat tinggi (0,858). Hal tersebut menunjukkan bahwa instrumen diagnostik four-tier yang dikembangakan sangat layak digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada materi hidrolisis garam
SINTESIS METIL ESTER DARI CRUDE PALM OIL OFF GRADE MENGGUNAKAN KATALIS CaO/α-Fe2O3 DAN UJI POTENSINYA SEBAGAI BIODIESEL
AbstrakSintesis metil ester dari Crude Palm Oil off grade dengan kadar asam lemak bebas (ALB) lebih dari 10% telah berhasil dilakukan. Metil ester yang berpotensi digunakan sebagai bahan bakar biodiesel pengganti petrodiesel. Proses sintesis metil ester pada penelitian ini diawali dengan karatktersisasi minyak sawit awal, aktivasi zeolit, rafinasi, sintesis katalis CaO/α-Fe2O3, esterifikasi, trans-esterifikasi, dan identifikasi metil ester. Rafinasi dan esterifikasi dengan perbandingan mol metanol minyak 1:12 dapat menurunkan kadar ALB minyak menjadi kurang dari 2%. Katalis CaO/α-Fe2O3 berhasil disintesis dibuktikan melalui difraktogram yang sesuai dengan JCPDS no. 32-0168. Kondisi optimum reaksi trans-esterifikasi diperoleh ketika perbandingan mol metanol dengan minyak 12:1, temperatur 60℃ dan waktu reaksi 3 jam menggunakan katalis CaO/α-Fe2O3 dengan perbandingan penyusun katalis 8:2. Metil ester yang berhasil disintesis memiliki karakteristik sesuai dengan Standar Nasional Indonesia Biodiesel.Kata kunci : Asam lemak, CaO/α-Fe2O3 , Crude Palm Oil , Metil ester, Trans-esterifikasi
Preparasi, Karakterisasi, dan Uji Aktivitas Antibakteri Cu-Ag/Zeolit Terhadap Bakteri Escherichia coli (E.coli)
Air merupakan sumber daya yang penting bagi semua bentuk kehidupan di muka bumi. Air diklasifikasikan menjadi 4 kelas. Air minum yang baik harus memenuhi syarat baku mutu air. Air untuk diminum harus aman dan bebas dari mikroorganisme penyebab penyakit serta bahan-bahan kimia yang menggangu kesehatan. Keberadaan bakteri E.coli dalam air dapat digunakan indikator air tersebut tercemar sehingga tidak layak dikonsumsi. Salah satu alternatif metode pengolahan air adalah dengan menggunakan zeolit tembaga-perak yang dapat berfungsi sebagai bahan antimikroba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik zeolit alam sebelum dan sesudah diimpregnasi, mengetahui konsentrasi maksimum garam tembaga yang dikombinasikan dengan garam perak terhadap kemampuan zeolit/Cu-Ag yang dihasilkan sebagai bahan antibakteri bakteri E. coli serta mengetahui efektivitas antibakteri zeolit alam yang diimpregnasi logam perak dan tembaga terhadap bakteri E. coli. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap. Tahap pertama, aktivasi zeolit alam (Z-A) secara kimia dengan larutan HF, HCl, NH4Cl, kemudian aktivasi secara fisika dilakukan proses kalsinasi pada suhu 550 oC sehingga diperoleh zeolit aktif (Z-Ak). Tahap kedua, proses impregnasi zeolit aktif dengan garam Ag2SO4 sehingga menjadi zeolit Ag (Z-Ag) kemudian dilanjutkan dengan garam CuSO4 dengan berbagai konsentrasi garam CuSO4 yaitu 0,01 M; 0,025 M; 0,05 M sehingga diperoleh Z-Cu0,01Ag; Z-Cu0,025Ag; Z-Cu0,05Ag. Tahap ketiga, uji karakterisasi meliputi AAS, XRD, uji keasaman, dan uji aktivitas antibakteri secara turbidimetri. Hasil analisis dengan XRD membuktikan bahwa tidak adanya perbedaan kristalinitas zeolit alam aktif dan zeolit alam hasil impregnasi. Hasil keasaman zeolit yang telah diimpregnasi dengan Ag dan Cu lebih tinggi daripada zeolit alam aktif. Diantara ketiga varian, keasaman zeolit yang paling besar adalah Z-Cu0,05Ag sebesar 4,694. Hasil pengujian dengan AAS jumlah logam terbanyak juga terdapat pada Z-Cu0,05Ag dengan logam perak sebanyak 17,18 ppm dan logam tembaga sebanyak 279,58 ppm. Setelah diuji sebagai antibakteri, Z-Cu0,05Ag merupakan yang paling efektif karena pada Z-Cu0,05Ag terjadi penurunan tertinggi sebesar 85,40%
Pengembangan Unit Kegiatan Belajar Mandiri Berbasis Pendekatan Saintifik pada Materi Reaksi Redoks Kelas X
RINGKASANGhufron, A. H. 2019. Pengembangan Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) Berbasis Pendekatan Saintifik pada Materi Reaksi Redoks Kelas X. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Muhammad Su’aidy, M. Pd., (II) Dr. H Parlan, M. Si.Kata kunci: UKBM, pendekatan saintifik, reaksi redoks Kurikulum 2013 telah mengimplementasikan program Sistem Kredit Semester (SKS) secara terbatas untuk meningkatkan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan peserta didik. Salah satu prinsip penyelenggaraan program SKS di SMA adalah dengan digunakannya bahan ajar berupa Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM). Sebagian besar sekolah yang mengikuti program SKS telah menggunakan modul belajar berbentuk UKBM, namun UKBM yang digunakan hanya memberikan sedikit rincian materi dan kegiatan ayo berlatih, sehingga kurang memotivasi peserta didik untuk belajar secara mandiri. Selain itu, UKBM yang digunakan belum memenuhi prinsip UKBM, yaitu berpusat pada siswa, mendorong kemampuan berpikir tinggi dan kemampuan abad 21 (4C). Pembelajaran dengan pendekatan saintifik memiliki langkah-langkah pembelajaran yang membantu peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya dalam menemukan suatu konsep, sehingga cocok diterapkan dalam menyusun UKBM. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) berbasis pendekatan saintifik pada materi reaksi redoks yang dibelajarkan pada kelas X. Selain itu juga untuk mengetahui tingkat kelayakan produk berupa UKBM yang dikembangkan.Pendekatan yang digunakan dalam pengembangan ini adalah model R&D yang dikembangkan oleh Borg & Gall. Terdapat sepuluh tahap dalam model R&D, namun telah dimodifikasi oleh Sukmadinata (2013) menjadi tiga langkah pokok, yaitu studi pendahuluan, pengembangan produk, dan uji coba produk. Terdapat dua jenis data yang diperoleh dalam penelitian, yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Kedua data ini diperoleh dari uji validasi dan uji keterbacaan. Uji validasi UKBM dilakukan bersamaan dengan uji validasi RPP sebagai patokan kegiatan dalam UKBM, uji ini dilakukan oleh dua validator, yaitu satu dosen kimia Universitas Negeri Malang, dan satu guru SMA Negeri 1 Turen. Berdasarkan analisis hasil uji validasi dan uji keterbacaan, diperoleh bahwa: (a) RPP tergolong dalam kriteria sangat valid dengan persentase rata-rata 85,55%, sehingga kegiatan pembelajaran layak digunakan untuk mengembangkan UKBM, (b) UKBM yang dikembangkan tergolong dalam kriteria sangat valid dengan persentase rata-rata 86,00%, dan (c) uji keterbacaan oleh siswa diperoleh hasil persentase rata-rata sebesar 89,00% dengan kriteria sangat layak juga. Hal ini menunjukkan bahwa UKBM berbasis pendekatan saintifik pada materi reaksi redoks kelas X dinyatakan valid dan praktis