SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1785 research outputs found

    PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF FLIPBOOK MATERI HIDROLISIS GARAM BERBASIS PENDEKATAN ILMIAH UNTUK KELAS XI IPA SMA

    No full text
    ABSTRAK   Okawati, Ghea. 2018. Pengembangan Multimedia Interaktif Flipbook Materi Hidrolisis Garam Berbasis pendekatan Ilmiah Untuk Kelas XI IPA SMA. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ida Bagus S. M.S, (II) Oktavia Sulistina, S.Pd., M.Pd.   Kata Kunci:Multimedia interaktif, Flipbook, Hidrolisis garam, Pendekatan ilmiah. Materi hidrolisis garam merupakan salah satu materi kimia yang sulit untuk dipahami oleh peserta didik. Berdasarkan hasil wawancara pada beberapa peserta didik SMA, diperoleh informasi bahwa kesulitan peserta didik dalam mempelajari materi hidrolisis garam dikarenakanmaterinya sulit dipahami, kurang lengkapnya sumber belajar yang digunakan, dan kurangnya pembelajaran di dalam kelas. Oleh karena itudiperlukan suatu media pembelajaran multimedia interaktif yang dapat membantu memudahkan peserta didik mempelajari materi hidrolisis garam. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan Multimedia Interaktif Flipbook Materi Hidrolisis Garam Berbasis Pendekatan Ilmiah Untuk Kelas XI IPA SMA yang layak. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan peneliti dalam mengembangkanMultimedia Interaktif Flipbook materi hidrolisis garam adalah model pengembangan 4-D Thiagarajan (1974). Terdapat 4 tahapan dalam Model pengembangan 4-D yakni, pembatasan (Define), perancangan (Design), pengembangan (Develop) dan penyebaran (Disseminate). Penelitian dan pengembangan ini dilakukan hanya sampai pada tahap pengembangan (develop). Multimedia interaktif divalidasi oleh dosen kimia UM dan guru kimia Brawijaya Smart School SMA, serta uji keterbacaan dilakukan pada 10 peserta didik SMA. Ada dua jenis data validasi yaitu, data interval dan nominal. Data interval merupakan hasil persentase yang diperoleh dari skor angket validasi media, angket validasi materi dan angket uji keterbacaan peserta didik. Angket validasi dibuat berdasarkan skala Likert. Data interval tersebut digunakan untuk menentukan tingkat kelayakan media pembelajaran yang dikembangkan. Data nominal berisi komentar berupa saran dan kritik yang dapat digunakan untuk merevisi media pembelajaran yang dikembangkan. Hasil pengembangan media berupa Multimedia Interaktif Flipbook Hidrolisis garam yang dikemas dalam CD (Compact Disk) dengan format exe. Hasil validasi menunjukkan bahwa multimedia interaktif yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat valid. Hal tersebut ditinjau dari persentase rata-rata validasi media, materi dan uji keterbacaan sebesar 92,57%, 93% dan 87,5%. Oleh karena itu, multimedia interaktif yang dikembangkan ini sangat layak dan dapat digunakan sebagai sumber belajar

    Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari Zink(II) Asetat dengan N,N’-dietiltiourea

    No full text
    Reaksi antara zink(II) asetat dan N,N’-dimetiltiourea (dmtu) menghasilkankompleks molekuler [Zn(dmtu)2(CH3COO)2] dengan struktur tetrahedralterdistorsi. Pada senyawa kompleks ini, dmtu dan ion asetat bertindak sebagai ligan monodentat. N,N’-dietiltiourea (detu) juga bertindak sebagai ligan monodentat. Senyawa kompleks dari zink(II) asetat dan detu belum pernah dilaporkan. Tujuan penelitian ini adalah mensintesis senyawa kompleks dari zink(II) asetat dan detu pada perbandingan mol 1 : 1, mengkarakterisasi, dan memprediksi strukturnya. Berdasarkan perdiksi struktur yang diperoleh, pola koordinasi detu dan ion asetat dapat ditentukan.Senyawa kompleks disintesis dengan mereaksikan Zn(CH3COO)2 dan detu pada perbandingan mol 1 : 1 dalam metanol. Titik lebur kristal hasil sintesis diukur dengan Fischer Scientific untuk mengetahui kebaruan dan kemurniannya. Analisis SEM-EDX digunakan untuk mengetahui bentuk kristal, persentase atom (%At), dan persentase massa (%Wt) dari masing-masing unsur dalam senyawa kompleks. Perbandingan garam dan ligan dalam senyawa kompleks serta rumus empirisnya dapat ditentukan dengan perbandingan persentase atom dan massa unsur-unsur penyusunnya. Senyawa molekuler atau ionik dapat diketahui dari uji daya hantar listrik (DHL) dan uji kualitatif ion asetat. Pola koordinasi detu dan ion asetat dalam senyawa kompleks diidentifikasi dengan analisis FT-IR. Hasil uji tersebut digunakan untuk menentukan rumus kimia. Berdasarkan rumus ini, kemungkinan struktur senyawa kompleks dapat diprediksi. Energi bebas dari struktur prediksi dihitung dengan program Gaussian 09W.Reaksi antara zink(II) asetat dan detu pada perbandingan mol 1 : 1 dalam metanol dihasilkan kristal prisma tidak berwarna. Kristal tersebut melebur pada suhu 118−119oC. Titik lebur kristal berada diantara titik lebur Zn(CH3COO)2 dan detu membuktikan bahwa senyawa hasil sintesis merupakan senyawa kompleks baru. Dari data EDX diperoleh persentase atom dari Zn dan S sebesar 1 : 2. Kemudian dari persentase massa didapatkan rumus empiris C14H30N4O4S2 Zn. Hasil uji DHL dan uji kualitatif ion asetat menunjukkan bahwa senyawa kompleks merupakan senyawa molekuler. Analisis FT-IR mengindikasikan bahwa detu berkoordinasi dengan zink(II) melalui atom donor S dan pola koordinasi ion asetat dalam senyawa kompleks adalah monodentat. Berdasarkan data karakterisasinya, diperoleh struktur prediksi dengan rumus kimia [Zn(C5H12N2S)2(CH3COO)2] yang memiliki geometri tetrahedral terdistorsi. Kompleks tersebut memiliki energi bebas yaitu sebesar -1131 kJ/mol dengan rata-rata energi bebas per ikatan sebesar -21 kJ/mol

    SINTESIS DAN KARAKTERISASI SENYAWA KOORDINASI Mn[Fe(NCS)4(H2O)2]2

    No full text
    ABSTRAK Reaksi antara Mn(NO3)2 dan K3[Fe(CN)6] dalam pelarut airmenghasilkan senyawa kompleks Mn3[Fe(CN)6]2.Anion kompleks [Fe(CN)6]3-memiliki struktur oktahedral.Penggantian ligan CN- dengan ligan SCN- memberikananion kompleks [Fe(SCN)6]3- yang analogdengan[Fe(CN)6]3-. Tujuan penelitian ini adalah mensintesis dan mengkarakterisasi senyawa kompleks dariMn(NO3)2 dan anion kompleks hasil reaksi dariFeCl3denganKSCNserta memprediksi struktur senyawanya.Sintesis dilakukan dalam dua tahap. Pertama,kompleks I disintesisdengan mereaksikan FeCl3 dan KSCN pada perbandingan mol 1:6 dalam pelarut air.Kedua,kompleks II diperoleh dengan menambahkanlarutan Mn(NO3)2ke dalam larutankompleks I denganperbandingan mol Mn(NO3)2: FeCl3sebesar 3 : 2. Larutan yang diperoleh kemudian diuapkan dengan metode penguapan lambat. Senyawa hasil sintesisdiukur titik lebur untuk menentukan kebaruan, kemurnian, dan kestabilan termalnya. Analisis komposisi unsur dengan EDXdigunakan untuk memperoleh rumus empiris senyawa kompleks. Uji daya hantar listrik (DHL) dan uji kualitatif ion klorida digunakan untuk menentukan senyawa kompleks tergolong ionik atau molekuler. Data Spektroskopi IR diguna-kan untuk mengidentifikasi atom donor dari ion tiosianat yang terkoordinasi pada atom pusat. Energi bebas dari kemungkinan struktur dihitung dengan program Spartan’14.1.1.0.Struktur senyawa kompleks yang diterima adalah yang memiliki energi bebas terendah.Reaksi antaraMn(NO3)2dan K3[Fe(SCN)6]dalam pelarut airmenghasil-kan kristalberbentuk balok berwarnamerah gelap yang terdekomposisi pada temperatur102-105oC. Hal ini menunjukkan bahwa senyawa kompleks hasil sintesis murni dan baru. Uji DHL danuji kualitatif ion klorida menunjukkan bahwa senyawa kompleks hasil sintesismerupakan senyawa kompleks ionik.Data spektrum IR menunjukkan adanyadua serapan kuat pada 2088,91 cm-1dan 825,53 cm-1 yang mengindikasikan vibrasi ulur C≡N dan C-S dari ligan ion tiosianat. Analisis EDX memberikan rumus empiris senyawa kompleks C8H8Fe2MnN8O4S8. Duaprediksi struktur yang dimiliki kompleks hasil sintesis adalah cis-Mn[Fe(NCS)4(H2O)2]2dan trans-Mn[Fe(NCS)4(H2O)2]2 dengan energi bebas berturut-turut sebesar -230,328 kJ/mol dan -210,8433 kJ/mol.Struktur yang memenuhi adalah kompleks cis-Mn[Fe(NCS)4(H2O)2]2 karena memiliki energi bebas terendah. Struktur tersebut isostruktur dengan Mn3[Fe(CN)6]2. Kata kunci : sintesis, karakterisasi, senyawa koordinas

    Identifikasi Pemahaman Konsep Ikatan Kimia pada Siswa Kelas X MIA MAN 1 Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Safitri, Adistya Febriana. 2018. Identifikasi Pemahaman Konsep Ikatan Kimia pada Siswa Kelas X MIA MAN 1 Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Hj. Hayuni Retno Widarti, M.Si, (II) Dra. Dedek Sukarianingsih, M.Pd., M.Si.   Kata Kunci : pemahaman konsep, kesulitan siswa, ikatan kimia. Mata pelajaran kimia di SMA memiliki banyak bidang kajian yang disusun secara berurutan dan saling terhubung antar kompetensi yang dipelajari. Hal tersebut mengharuskan siswa untuk memahami konsep-konsep dalam kimia secara utuh agar tidak mengalami kesulitan dalam mempelajari ilmu kimia. Salah satu bidang kajian kimia di SMA adalah ikatan kimia. Pemahaman materi ikatan kimia secara utuh sangat dibutuhkan untuk memperkecil persentase miskonsepsi pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa kelas X MIA MAN 1 Kota Malang pada konsep ikatan ionik, ikatan kovalen, aturan oktet, kepolaran ikatan, ikatan logam, dan gaya antar molekul, serta mengetahui kesalahan siswa dalam memahami ikatan kimia. Rancangan penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif. Tahapan yang dilakukan yaitu studi pendahuluan, mengembangkan instrumen tes diagnostik two-tier, validasi isi, uji coba soal, dan pengambilan data. Analisis validitas butir soal dan reliabilitas tes diperoleh berdasarkan hasil uji coba instrumen tes diagnostik two-tier pada siswa non target yang telah mempelajari materi ikatan kimia. Penelitian dilakukan pada 69 siswa kelas X MAN 1 Kota Malang. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS 16.0 for Windows dan Microsoft Excel 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa kelas X MIA MAN 1 Kota Malang pada konsep ikatan ionik tergolong cukup yaitu sebesar 59,71%; pada konsep ikatan kovalen tergolong tinggi yaitu sebesar 65,80%; pada konsep aturan oktet tergolong cukup yaitu sebesar 44,93%; pada konsep kepolaran ikatan tergolong cukup yaitu sebesar 50,00%; pada konsep ikatan logam tergolong cukup yaitu sebesar 41,31%; dan pada konsep gaya antar molekul tergolong rendah yaitu sebesar 34,78%. Kesulitan yang dialami siswa dalam memahami materi ikatan kimia adalah (1) belum memahami bagaimana pembentukan ikatan ionik, sehingga tidak dapat menggambarkan representasi dengan benar, (2) belum bisa membedakan senyawa yang memiliki ikatan ionik dengan senyawa yang memiliki ikatan kovalen, (3) tidak memahami mengapa senyawa kovalen polar dapat menghantarkan arus listrik, (4) belum memahami konsep aturan oktet dengan benar, sehingga siswa tidak mampu untuk menerapkan kaidah tersebut, (5) menganggap kepolaran ikatan disebabkan karena kemampuan atom untuk menarik elektron dari atom lain, (6) belum memahami konsep ikatan logam, sehingga tidak mampu menjelaskan bagaimana ikatan logam dapat terbentuk, (7) belum memahami sifat-sifat ikatan logam, sehingga tidak mampu menjelaskan mengapa logam dapat menghantarkan panas, (8) belum memahami konsep gaya antar molekul dengan baik, sehingga siswa sulit untuk menjelaskan bagaimana gaya dipol-dipol, gaya dipol induksi, dan gaya london dapat terbentuk

    EKSTRAKSI, IDENTIFIKASI,UJI AKTIVITASANTIOKSIDAN DANSUNSCREENEKSTRAKDESTILAT-PREMIUM DAN KLOROFORM JAMBU BIJI PUTIH DAN MERAH (Psidium guajava. L)

    No full text
    ABSTRAK Aisiyah, Mahrullina Mahirotul. 2018. Ekstraksi, Identifikasi, Uji Aktivitas Antioksidan dan Sunscreen Ekstrak Destilat-Premium dan Kloroform Jambu Biji Putih dan Merah (Psidium Guajava. L). Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Sutrisno, M.Si., (II) Dra. Dedek Sukarianingsih, M.Pd., M.Si. Kata Kunci: jambu biji, identifikasi, antioksidan, DPPH, sunscreen.Salah satu buah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat adalah jambu biji putih dan merah. Perbedaan warna pada jambu biji putih dan merah menunjukkan adanya perbedaan komponen zat warna didalamnya. Zat warna pada bahan organik menunjukkan adanya ikatan ganda C=C terkonjugasi ≥4. Penelitian yang telah dilakukan terhadap jambu biji putih dan merah menunjukkan bahwa jambu biji berpotensi sebagai antioksidan dan sunscreen (tabir surya). Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengekstraksi zat dalam daging buah jambu biji putih dan merah menggunakan pelarut destilat-premium dan kloroform (2) mengkarakterisasi dan mengidentifikasi zat hasil ekstraksi menggunakan pelarut destilat-premium dan kloroform (3) menentukan aktivitas antioksidan dan sunscreen zat hasil ekstraksi menggunakan pelarut destilat-premium dan kloroform.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif laboratorik yang dilakukan secara eksperimen di laboratorium. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian adalah Tahap 1 preparasi sampel (jambu biji putih dan merah) meliputi pengumpulan, pengupasan, pemisahan biji, pemotongan, pemerasan, dan pengeringan. Tahap 2 ekstraksi zat dalam sampel secara maserasi dan dengan teknik soxhlet menggunakan destilat-premium dan kloroform. Tahap 3 karakterisasi dan identifikasi zat hasil ekstraksi meliputi wujud, warna, kelarutan, derajat ketidakjenuhan, titik lebur, analisis kromatografi lapis tipis (KLT), serta interpretasi spektra UV dan IR. Tahap 4 uji aktivitas zat hasil ekstraksi sebagai antioksidan dan sunscreen.Hasil penelitian ini adalah (1) zat dalam daging buah jambu biji putih dan merah dapat diekstrak dengan pelarut destilat-premium dan kloroform secara maserasi dan dengan teknik soxhlet. Ekstrak destilat-premium jambu biji putih dan merah berwarna kuning dan merah, ekstrak kloroform jambu biji putih dan merah berwarna kuning kecoklatan dan merah kecoklatan. (2) Titik lebur ekstrak destilat-premium jambu biji putih dan merah sebesar 29-40 oC dan tidak teramati. Titik lebur ekstrak klorofom jambu biji putih dan merah sebesar 69-95 oC, dan 31-47 oC. Seluruh ekstrak larut sebagian dalam heksana, larut sempurna dalam kloroform, etil asetat dan aseton, sedikit larut dalam metanol, serta tidak larut dalam air. Berdasarkan hasil intepretasi spektra UV-Vis dan IR, ekstrak destilat-premium jambu biji putih dan merah memiliki gugus fungsional -OH (memiliki ikatan hidrogen), C=C non aromatik dan C=O. Ekstrak kloroform jambu biji putih memiliki gugus -OH (memiliki ikatan hidrogen), C=C non aromatik, dan C=O aldehida. (3) Ekstrak destilat-premium jambu biji putih dan merah, serta ekstrak kloroform jambu biji putih dan merah tidak berpotensi sebagai antioksidan maupun sunscreen. Nilai KP50 ekstrak berturut-turut sebesar 6034,430 mg.L-1; 12936,675 mg.L-1; 3747,256 mg.L-1; dan 2517,051 mg.L-1. Nilai SPF ekstrak berturut-turut sebesar 0,6551 ; 1,8897; 1,2770; dan 1,6946.SUMMARY Aisiyah, Mahrullina Mahirotul. 2018. Extraction, Identification, Antioxidant and Sunscreen Screening of  Gasoline-Distillate and Chloroform Extracts from White and Red Guava (Psidium guajava. L). Bachelor Thesis, Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Sciences, State University of Malang. Adviser: (I) Dr. H. Sutrisno, M.Si., (II) Dra. Dedek Sukarianingsih, M.Pd., M.Si. Key Word: guava fruit, identification, antioxidant, DPPH, sunscreen.White and red guava fruit is one of the fruits are widely used to consume. The difference colour of white and red guava fruits show that they have different pigment components. Pigments in organic materials show that it has ≥4 C=C conjugated double bonds. Previous research showed white and red guava fruits potential as an antioxidant and sunscreen. The purpose of this research is (1) extracting substance in white and red guava with gasoline-distillate and chloroform. (2) Characterization and identification gasoline-distillate and chloroform extracts from white and red guava. (3) Antioxidants and sunscreen screening of gasoline-distillate and chloroform extracts from white and red guava.This research is a survey conducted experiments in the laboratory. The steps performed in this research is Step 1 sample preparation (white and red guava fruits). Step 2 extraction sample in maser and soxhlet with gasoline-distillate and chloroform. Step 3 Characterization and identification the extracts, include colour and form properties, solubility, unsaturation, melting point, thin layer chromatography (TLC), intepretation UV-Vis and IR spectra. Step 4 antioxidant screening with DPPH and sunscreen screening. Result of this research is (1) substance in white and red guava can extracted by gasoline-distillate and chloroform with maser and soxhlet. Gasoline-distillate extracts from white and red guava is yellow and red, chloroform extracts from white and red guava is yellow-brown and red-brown. (2) Melting point of gasoline-distillate extracts from white and red guava is 29-40 oC and  not observed. Melting point of chloroform extracts from white and red guava is 69-95 oC and 31-47 oC. All extract slightly soluble in n-hexane and methanol, soluble in chloroform, acetone and ethyl acetate, and unsoluble in water. Based on  UV-Vis and IR spectra, gasoline-distillate extracts from white and red guava have an -OH group (with hydrogen bond), non aromatic C=C double bond, and C=O. Chloroform extracts from white and red guava have an -OH group (with hydrogen bond), non aromatic C=C double bond, and C=O aldehyde group. (3) Gasoline-distillate and chloroform extracts from white and red guava not potential as antioxidant and sunscreen, KP50 extracts is 6034,430 mg.L-1; 12936,675 mg.L-1; 3747,256 mg.L-1; and 2517,051 mg.L-1 and SPF extracts is 0,6551; 1,8897; 1,2770 ; and 1,6946

    Identifikasi Pemahaman Representasi Makroskopik, Submikroskopik dan Simbolik Siswa SMAN 1 Turen pada Materi Kesetimbangan Kimia Menggunakan Soal Pilihan Ganda Two-Tier berbasis Piktorial

    No full text
    ABSTRAK   Pemahaman yang utuh tentang kimia memerlukan pemahaman tentang representasi pada  tingkat makroskopik, submikroskopik, dan simbolik terutama pada materi kesetimbangan kimia. Penelitian terdahulu menunjukkan masih banyak siswa SMA yang kesulitan memahami materi kesetimbangan kimia. Hal ini disebabkan materi kesetimbangan kimia mengandung beberapa topik yang abstrak sehingga dibutuhkan media visual berupa piktorial (gambar). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa tentang keterkaitan antara ketiga representasi makroskopik, submikroskopik, dan simbolik pada materi kesetimbangan kimia menggunakan soal pilihan ganda two-tier berbasis piktorial. Penelitian ini merupakan penelititan deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian adalah 97 siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Turen yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman terhadap 3 jenis representasi kimia berupa soal pilihan ganda two-tier berbasis piktorial dengan 3 alternatif jawaban dan 4 alternatif alasan. Soal tes berjumlah 20 butir soal yang terdiri atas 5 soal representasi makroskopik-submikroskopik, 6 soal representasi makroskopik-simbolik, 5 soal representasi submikroskopik-simbolik, dan 4 soal representasi makroskopik-submikroskopik-simbolik. Hasil uji coba menunjukkan bahwa validitas isi tes sebesar 87,49% (kriteria sangat baik) dengan reliabilitas sebesar 0,973 (kriteria sangat tinggi). Data hasil tes dianalisis menggunakan perhitungan persentase jawaban yang benar, sedangkan pilihan alasan siswa terhadap pertanyaan digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa. Hasil penelitian terhadap siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Turen pada materi kesetimbangan kimia mengguanakan soal pilihan ganda two-tier berbasis piktorial menunjukkan bahwa: (1) tingkat pemahaman representasi makroskopik-submikroskopik siswa termasuk dalam kriteria cukup (45,1%); (2) tingkat pemahaman representasi makroskopik-simbolik siswa termasuk dalam kriteria cukup (49,7%); (3) tingkat pemahaman representasi submikroskopik-simbolik siswa termasuk dalam kriteria rendah (37,7%) dan; (4) tingkat pemahaman representasi makroskopik-submikroskopik-simbolik siswa termasuk dalam kriteria rendah (35,3%). Jadi, kelemahan siswa paling rendah pada penelitian ini adalah dalam menghubungkan ketiga representasi tersebut

    Sintesis dan Karakterisasi Nanopartikel Magnetit (Fe3O4) tanpa dan dengan Penambahan Asam Sitrat serta Aplikasinya sebagai Koagulan

    No full text
    ABSTRAK   Islamiyah, Novita Putri. 2018. Sintesis dan Karakterisasi Nanopartikel Magnetit (Fe3O4) tanpa dan dengan Penambahan Asam Sitrat serta Aplikasinya sebagai Koagulan. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Fauziatul Fajaroh, M.S., (II) Dr. Nazriati, M.Si.   Kata Kunci: koagulasi, nanopartikel magnetit, asam sitrat, koagulan Koagulasi adalah salah satu metode penting untuk pengolahan air dan air limbah. Koagulasi mengurangi kekeruhan air dengan cara netralisasi muatan partikel-partikel tersuspensi dan koloid dalam air oleh suatu koagulan, diikuti flokulasi yakni aglomerasi partikel-partikel yang ternetralisasi menjadi kumpulan partikel yang mengendap. Nanopartikel magnetit tanpa dan dengan penambahan asam sitrat diduga dapat digunakan sebagai koagulan. Penambahan asam sitrat bertujuan untuk melapisi permukaan magnetit dan mencegah terjadinya aglomerasi magnetit. Tujuan penelitian ini adalah mensintesis nanopartikel magnetit tanpa dan dengan penambahan asam sitrat, serta mengetahui karakteristik nanopartikel magnetit hasil sintesis, mengetahui efektifitas nanopartikel magnetit tanpa dan dengan penambahan asam sitrat sebagai koagulan. Penelitian ini terdiri dari empat tahap. Pertama, proses sintesis nanopartikel magnetit tanpa dan dengan penambahan asam sitrat secara kopresipitasi. Kedua, karakterisasi nanopartikel magnetit hasil sintesis dengan XRD, FTIR, SEM, BET, VSM, dan Zeta Potensial. Ketiga, aplikasi nanopartikel magnetit hasil sintesis sebagai koagulan terhadap sampel air. Keempat,mengukur penurunan kekeruhan air setelah penambahan koagulan dengan menggunakan Turbidimeter. Nanopartikel magnetit tanpa dan dengan penambahan asam sitrat telah berhasil disintesis secara kopresipitasi. Hasil analisis XRD menunjukkan penambahan asam sitrat menurunkankristalinitas magnetit. Hasil analisis FTIR pada magnetit berlapis asam sitrat menunjukkan munculnya serapan khas gugus-gugus fungsi asam sitrat pada bilangan gelombang 1649,13 cm-1 yang mengindikasi ikatan antara permukaan magnetit dengan asam sitrat. Hasil analisis SEM menunjukkan tingkat aglomerasi nanopartikel magnetit berlapis asam sitrat lebih rendah dibandingkan dengan nanopartikel magnetit tanpa asam sitrat. Hasil analisis BET menunjukkan nanopartikel magnetit berlapis asam sitrat memiliki luas permukaan spesifik yang lebih besar dibanding nanopartikel magnetit tanpa asam sitrat. Hasil analisis VSM menunjukkan magnetisasi saturasi (Ms) nanopartikel magnetit tanpa asam sitrat lebih tinggi dibanding nanopartikel magnetit berlapis asam sitrat. Hasil analisis zeta potensial menunjukkan nanopartikel magnetit tanpa dan dengan penambahan asam sitrat memiliki muatan permukaan positif. Hasil ujicoba magnetit dengan penambahan asam sitrat 0,2 g sebagai koagulan lebih efektif menurunkan kekeruhan sampai 88,67%

    Pengembangan Buku Petunjuk Praktikum Materi Kesetimbangan Kimia Kelas XI SMA/MA Berbasis Inkuiri Terbimbing

    No full text
    ABSTRAK   Aryatin, Rima. 2018. Pengembangan Buku Petunjuk Praktikum Materi Kesetimbangan Kimia Kelas XI SMA/MA Berbasis Inkuiri Terbimbing. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dra. Dedek Sukarianingsih, M.Pd.,M.Si., (II) Herunata, M.Pd.   Kata Kunci: Buku Petunjuk Praktikum, Kesetimbangan Kimia, Inkuiri Terbimbing Pembelajaran kimia berusaha mengintegrasikan pengalaman kerja ilmiah ilmuwan melalui kegiatan praktikum di laboratorium. Salah satu materi yang sebagian besar konsepnya diperoleh melalui praktikum adalah materi kesetimbangan kimia. Praktikum umumnya dilakukan dengan mengikuti prosedur yang diberikan guru sehingga tidak ada usaha untuk memahami setiap langkah yang harus dilakukan. Buku petunjuk praktikum yang dapat menciptakan konflik kognitif dan membuat praktikum lebih bermakna sangat diperlukan. Buku seperti demikian telah ada namun terbataspada praktikum tertentu. Berdasarkan uraian tersebut maka dikembangkan buku petunjuk praktikum materi kesetimbangan kimia yang mengikuti 6 langkah pembelajaran inkuiri terbimbing. Buku menyajikan keseluruhan materi kesetimbangan kimia melalui praktikum nyata atau virtual dengan harapan dapat membuat peserta didik lebih aktif, berfikir kritis dan meningkatkan kemampuan bekerja secara mandiri. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengadaptasi model pengembangan 4D dari Thiagarajan, et al. (1974). Model pengembangan ini terdiri dari 4 tahap yaitu Define (pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan), dan Desseminate (penyebaran). Penelitian ini hanya dilakukan hingga tahap ketiga yaitu develop. Untuk mengetahui kelayakan buku yang dikembangkan, maka dilakukan validasi produk oleh satu orang dosen kimia dan dua orang guru kimia SMA/MA. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif hasil validasi oleh validator dianalisis menggunakan teknik perhitungan rata-rata dan digunakan untuk menentukan kelayakan produk. Data kualitatif dari validator digunakan sebagai masukan untuk melakukan revisi produk. Revisi produk dilakukan dan selanjutnya dilakukan uji coba terbatas pada 10 peserta didik kelas XII SMA Negeri 8 Malang berupa uji keterbacaan dan uji keterlaksanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kelayakan uji validasi terhadap buku petunjuk praktikum yang dihasilkan adalah sebesar 95% untuk kelayakan isi dan 93% untuk kelayakan tampilan dengan kriteria sangat valid. Persentase kelayakan uji keterbacaan terbatas terhadap produk yang dikembangkan sebesar 83% dengan kriteria valid. Selanjutnya uji keterlaksanaan memperoleh persentase untuk orientasi sebesar 100%, merumuskan masalah sebesar 100%, merumuskan hipotesis sebesar 75%, menyusun langkah kerja sebesar 100%, menulis data pengamatan sebesar 75%, menganalisa data sebesar 86%, dan merumuskan kesimpulan sebesar 92%. Hal tersebut menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan telah layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran praktikum kimia di laboratorium

    Sintesis dan Karakterisasi Zeolit Berbahan Dasar Limbah Lumpur Geothermal dengan Metode Hidrothermal

    No full text
    ABSTRAK   Hidayatullah, M., S. 2018. Sintesis dan Karakterisasi Zeolit Berbahan Dasar Limbah Lumpur Geothermal dengan Metode Hidrothermal.Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sumari, M.Si., (II) Dr. Hj. Fauziatul Fajaroh, M.S.   Kata Kunci: limbah,lumpur geothermal, metode hidrotermal, zeolit. Limbah lumpur geothermal merupakan limbah yang dikeluarkan oleh PLTP Dieng, Jawa Tengah. Limbah lumpur geothermal keberadaannya sangat melimpah dan belum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Limbah lumpur geothermal diketahui memiliki kadar SiO2yang tinggi. Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk sintesis zeolit dengan metode hidrotermal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui karakteristik limbah lumpur geothermalyang merupakan limbah PLTP Dieng Jawa Tengah, (2) mengetahui pengaruh jenis, konsentrasi, lama perendaman, dan volume asam, dalampemurnian silika menggunakan metode leaching asam, (3) mengetahui pengaruh konsentrasi NaOH terhadap sintesis katalis zeolit dari lumpur geothermal dengan metode hidrotermal, dan (4) mengetahui karakteristik zeolit hasil sintesis dengan bahan dasar silika dari limbah lumpur geothermal. Penelitian ini terdiri dari empat tahap yakni (1) pengambilan limbah lumpur geothermal (sampling),(2)preparasi dan analisis kandungan limbah lumpur geothermal,(3) pemurnian silika limbah lumpur geothermalmenggunakan metode leaching asam dengan variasi HCl & HNO3; konsentrasi asam 0,5M, 1,0M, 1,5M, 2,0M, & 2,5M; lama perendaman 1 jam, 8 jam, 16 jam, & 24 jam; dan volume asam 20mL, 40mL, & 80mL, (4) sintesis zeolit dari lumpur geothermal menggunakan  metode hidrotermalpada 150oC selama 24 jam dengan variasi NaOH 2M, 3M, & 4M, (5) karakterisasi zeolit hasil sintesis menggunakan XRF, XRD, FTIR, SEM, dan isoterm Langmuir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa(1) limbah lumpur geothermal memiliki tekstur halus, berbau telur busuk, dan berwarna hijau keabu-abuan. Silika limbah lumpur geothermaldapat dimurnikan dengan metode leaching asam. Pemurnian silika meningkatkan kadar Si dari 10,4% menjadi 85,3%. Kondisi optimum pemurnian silika adalah  penggunaan HCl dengan konsentrasi 2Mdan waktu perendaman selama 24 jam disertai kalsinasi pada suhu 500oC selama 3 jam. (2) Zeolityang berhasil disintesis dengan metode hidrotermal dari bahan dasar limbah lumpur geothermal adalah zeolit Y. Zeolit Y hasil sintesis berwarna putih dan memiliki tekstur halus. Karakterisasi XRF menunjukkanrasio molar SiO2/Al2O3 sebesar 3,62 (zeolit Y) dan karakterisasi XRD menunjukkan munculnya puncak-puncak difraksi pada 13,8850o, 18.8652o, 24,2080o, 27,4421o, 32,5025o,dan  36,9443o yang menunjukkan zeolit Y. Hasil FTIR menunjukkan munculnya serapan 3480-3450cm-1yang mengindikasikan adanya vibrasi ulur gugus O-H,  pada 1095-1010cm-1 mengindikasikan vibrasi ulur tetrahedral T-O-T (T = Si, Al), dan pada 489-4075cm-1 mengindikasikan vibrasi tekuk gugus T-O (T = Si, Al). Ukuran butir kristal (54,60 nm) dan luas permukaan (1379,76 m2/g) tertinggi diperoleh ketika sintesis zeolit dengan NaOH 4M. Karakterisasi menggunakan SEM menunjukkan kristal zeolit berbentuk balok (zeolit Y)

    SINTESIS NANOPARTIKEL MAGNETIT (Fe3O4) MENGGUNAKAN METODE SONOELEKTROKIMIA DENGAN PENAMBAHAN PVA DAN KARAKTERISASINYA

    No full text
    ABSTRAK   Mahardini, Devia. 2018. Sintesis Nanopartikel Magnetit (Fe3O4) menggunakan Metode Sonoelektrokimia dengan Penambahan PVA dan Karakterisasinya. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Fauziatul Fajaroh, M.S., (II) Dr. Nazriati, M.Si.   Kata Kunci: nanopartikel magnetit, PVA, sonoelektrokimia. Nanopartikel magnetit (Fe3O4) merupakan oksida logam yang memiliki sifat kemagnetan yang kuat. Selama ini, kendala yang seringkali ditemui pada nanopartikel magnetit adalah mudah teroksidasi dan teragregasi. Untuk itu, perlu dilakukan pelapisan nanopartikel dengan bahan-bahan organik seperti surfaktan dan polimer atau dengan bahan-bahan anorganik. Pada penelitian ini nanopartikel magnetit disintesis dengan menggunakan metode sonoelektrokimia dengan penambahan PVA. Kelebihan metode sonoelektrokimia disertai dengan pelapisan adalah dapat mengontrol pembentukan magnetit selama reaksi berlangsung dan mencegah magnetit teraglomerasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mensintesis nanopartikel magnetit dengan menggunakan metode sonoelektrokimia dan mengetahui karakteristik partikel yang dihasilkan. Pada penelitian ini, nanopartikel magnetit disintesis menggunakan metode sonoelektrokimia. Elektroda yang digunakan adalah besi. Elektrolit yang digunakan adalah air demineralisasi dan larutan PVA dengan berbagai variasi konsentrasi. Proses elektrolisis dilakukan dengan tegangan DC 70 V selama 5 jam disertai sonikasi dengan frekuensi 42 kHz. Nanopartikel magnetit yang dihasilkan dikarakterisasi dengan XRD, FTIR, SEM, BET, VSM, dan VNA. Hasil yang diperoleh menunjukkan magnetit telah berhasil disintesis dengan metode sonoelektrokimia dibuktikan dengan munculnya puncak khas magnetit pada difraktogram XRD. Hasil analisis FTIR menunjukkan spektrum khas magnetit dan PVA yang membuktikan magnetit telah terlapisi PVA. Morfologi magnetit dikarakterisasi menggunakan SEM menunjukkan magnetit tanpa PVA lebih teraglomerasi dari pada magnetit dengan PVA. Luas permukaan spesifik magnetit dengan PVA lebih besar daripada magnetit tanpa PVA. Berdasarkan hasil analisis VSM, magnetit dengan PVA bersifat feromagnetik. Berdasarkan hasil analisis VNA, persentase penyerapan gelombang elektromagnetik magnetit tanpa PVA sedikit lebih besar daripada magnetit dengan PVA

    0

    full texts

    1,785

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇