SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1785 research outputs found

    Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari Kobalt(II) Klorida, Kalium Tiosianat, Zink(II) Klorida, dan Kuinolina

    No full text
    ABSTRAK   Sintesis senyawa kompleks dari kobalt(II) klorida, kalium tiosianat, zink(II) klorida, dan kuinolina belum pernah dilaporkan. Senyawa kompleks ini mecakup kompleks kation dengan ion pusat Zn(II) dan kompleks anion dengan ion pusat Co(II). Tujuan penelitian yaitu sintesis, karakterisasi, dan prediksi struktur senyawa kompleks dari kobalt(II) klorida, kalium tiosianat, zink(II) klorida, dan kuinolina dengan perbandingan mol sebesar 1:4:1:2. Penelitian ini mencakup tiga tahap sintesis. Sintesis kompleks I dari reaksi CoCl2.6H2O dan KSCN pada perbandingan mol 1:4 dalam pelarut metanol. Sintesis kompleks II dari reaksi ZnCl2 dan kuinolina pada perbandingan mol 1:2 dalam pelarut metanol. Sintesis kompleks III dari reaksi larutan kompleks I dan larutan kompleks II pada perbandingan mol 1:1.  Larutan kompleks yang dihasilkan dievaporasi selama dua puluh hari. Kristal senyawa kompleks hasil sintesis dikarakterisasi dengan uji titik lebur, analisis SEM-EDX, analisis FT-IR, uji daya hantar listrik (DHL), dan uji kualitatif ion tiosianat. Senyawa kompleks yang dihasilkan adalah kristal berwarna biru tua, berbentuk prisma, dan memiliki titik lebur 198-200 °C yang menunjukkan senyawa tersebut murni. Analisis EDX menghasilkan perbandingan persentase atom Co:Zn:N:S sebesar 1:1:3:4. Berdasarkan hasil analisis EDX didapatkan rumus empiris CoZnC24H22N6O2S4. Analisis FT-IR mengindikasikan bahwa ion tiosianat berperan sebagai ligan terminal yang terkoordinasi dengan atom pusat Co(II) melalui atom donor N dan terdapat ligan kuinolina pada senyawa kompleks III. Analisis DHL menunjukkan bahwa senyawa kompleks merupakan senyawa ionik. Hasil uji kualitatif ion tiosianat menunjukkan bahwa ion tiosianat berperan sebagai ligan. Berdasarkan data karakterisasinya, diperoleh prediksi struktur dengan rumus kimia [Zn(C9H7N)2(CH3OH)2][Co(NCS)4] yang memiliki geometri tetrahedral terdistorsi di sekitar atom pusat Zn(II) dan geometri tetrahedral di sekitar atom pusat Co(II). Energi bebas yang dihasilkan sebesar -1,35 kJ/mol dan energi bebas per ikatan sebesar -0,0218 kJ/mol

    SINTESIS DAN KARAKTERISASI SENYAWA KOMPLEKS DARI FeCl3.6H2O, CuCl2.6H2O, KSCN SEBAGAI BAHAN KATODA K-Ion Battery

    No full text
    ABSTRAK   Sintesis senyawa kompleks dari dua ion logam dengan ligan tiosianato pada perbandingan stoikiometri sebesar 1:1:6 digunakan sebagai bahan katoda baterai ion kalium (KIB). Senyawa kompleks dari besi(III) klorida heksahidrat, tembaga(II)klorida dihidrat, dan kalium tiosianat belum pernah dipublikasikan. Tujuan penelitian yaitu sintesis senyawa kompleks KCu[Fe(SCN)6] dari besi(III)klorida heksahidrat, tembaga(II)klorida dihidrat, dan kalium tiosianat dengan perbandingan mol sebesar 1:1:6 serta karakterisasi senyawa kompleks hasil sintesis sebagai bahan katoda KIB. Senyawa kompleks disintesis dengan mereaksikan besi(III) klorida heksahidrat, tembaga(II)klorida dihidrat, dan kalium tiosianat pada perbandingan mol 1:1:6 dalam pelarut metanol. Senyawa kompleks diukur titik leburnya untuk mengetahui kemurnian kristal. Analisis dengan alat SEM-EDX digunakan untuk mengetahui pemukaan kristal, persentase atom (%At), dan persentase massa (%Wt) unsur-unsur dalam senyawa kompleks. Terbentuknya senyawa kompleks molekuler atau ionik diketahui dari uji daya hantar listrik (DHL). Pola koordinasi ion tiosianat dengan ion logam didapatkan dari analisis gugus fungsi dengan FT-IR. Potensi senyawa kompleks hasil sintesis sebagai katoda baterai ion kalium ditentukan dengan analisis voltametri siklik. Senyawa kompleks hasil sintesis berupa padatan berwarna hitam (light black) dan melebur pada suhu 92-95°C. Analisis dengan EDX menunjukkan senyawa kompleks terdiri dari unsur K, Cu, Fe, S, C, N dengan perbandingan persentase atom 1,07:1:1,05:6,18:11,59:4,72. Analisis gugus fungsi dengan FT-IR membuktikan ion tiosianat berkoordinasi dengan ion logam. Senyawa kompleks merupakan senyawa ionik dengan nilai DHL 714 µS. Analisis voltametri siklik menunjukkan bahwa senyawa kompleks hasil sintesis berpotensi sebagai bahan katoda KIB dengan nilai potensial oksidasi -1,58 volt dan nilai potensial reduksi 0,58 volt

    Fraksinasi dan Distribusi Keterikatan Seng dalam Sedimen Sendang Biru Menggunakan Metode BCR (The Bureau Community of Reference) Sonifikasi

    No full text
    ABSTRAK   Padatnya kegiatan antropogenik di pelabuhan ikan sendang biru menyebabkan adanya kontribusi seng dalam sedimen. Metode leaching merupakan metode yang penting untuk melarutkan semua seng dalam sedimen secara presisi dan akurasi. Penelitian kadar seng dalam sedimen telah banyak dilakukan, tetapi fraksinasi dan distribusi keterikatan seng dalam sedimen Sendang Biru menggunakan metode BCR Sonifikasi belum pernah dilakukan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk: (1) mengetahui efektifitas metode BCR secara presisi dan akurasi untuk menganalisis seng dalam sedimen Sendang Biru, (2) mengetahui fraksinasi keterikatan seng dalam sedimen Sendang Biru, dan (3) mengetahui distribusi keterikatan seng dalam sedimen Sendang Biru. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: (1) penentuan lokasi titik pengambilan sampel sedimen, (2) penyiapan sampel sedimen Sendang Biru, (3) prosedur metode BCR sonifikasi, (4) uji presisi dan akurasi metode BCR untuk menganalisis seng dalam sedimen Sendang Biru, dan (5) penentuan fraksinasi dan distribusi keterikatan seng dalam sedimen Sendang Biru. Hasil penelitian analisis seng menggunakan metode BCR Sonifikasi memberikan nilai presisi sebesar 0,49%, dan akurasi sebesar 91,20%, hasil tersebut menunjukkan bahwa metode BCR memiliki nilai presisi dan akurasi yang tinggi. Fraksinasi logam seng dalam sedimen menunjukkan bahwa seng dominan pada fraksi non resisten yang terdiri dari fraksi (1) pertukaran ion, (2) fraksi terikat karbonat, (3) fraksi reduksi, dan (4) fraksi oksidasi dengan presentase sebesar 10,16%; 23,52%; 21,25%, sedangkan pada fraksi resisten atau fraksi residu konsentrasi seng dalam sedimen adalah 45,07%. Distribusi kadar seng dalam sedimen pada sembilan lokasi di Sendang Biru berkisar antara 36,6mg/kg – 239,78mg/kg. Hal ini menunjukkan bahwa sedimen Sendang Biru sebagian terkontaminasi dari antropogenik  dengan kadar melebihi ambang batas yaitu sebesar 120 mg/kg

    Pengaruh Penambahan Asam Silikat Pada saat Aging Terhadap Karakteristik Silika Xerogel dari Abu Bagasse

    No full text
    ABSTRAK   Jalaluddin, Agus. 2018. Pengaruh Penambahan Asam Silikat Saat Aging Terhadap Karakteristik Silika Xerogel dari Abu Bagasse. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nazriati, M.Si., (II) Dr. Fauziatul Fajaroh, M.S.   Kata Kunci: Silika gel, silika xerogel, metode sol gel, asamsilikat Indonesia merupakan negara agraris dan sebagian besar penduduknya bermata pencaharian di bidang pertanian, salah satu komoditas pertanian terbesar di Indonesia adalah tanaman tebu (Saccharum L.). Tanaman tebu selama proses pengolahannya akan menghasilkan 3 jenis limbah, yakni limbah padat, gas, dan cair. Limbahpadat yang dihasilkan berupa ampas tebu dan digunakan sebagai bahan bakar ketel. Abu hasil pembakaran ampas tebu merupakan abu bagasse yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan silika xerogel. Penelitian sebelumnya oleh Srivinasan (2010) menyebutkan bahwa Salah satu pemanfaatan limbah abu bagasse yakni dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan silika gel karena abu bagasse memiliki kandungan silika 78,34%. Tujuan penelitian ini untuk mensintesis silika xerogel dari abu bagasse dan mengetahui efek penambahan asam silikat terhadap karakteristik silika xerogel yang dihasilkan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan di laboratorium. Penelitian ini terdiri dari empat tahapanmeliputi; 1) ektraksi silika dari abu bagasse; 2) Pembuatan asam silikat; 3) Sintesis silika xerogel dengan penambahan monomer variasi asam silikat; 4) Karakterisasi silika xerogel hasil sintesis. Karakterisasi silika xerogel dilakukan dengan uji morfologi permukaan menggunakan SEM (scanning electron microscopy). Uji adanya gugus fungsi pada silika xerogel menggunakan FT-IR (Fourier Trasform Infra Red). Sedangkan uji luas permukaan menggunakan BET (Brunauer-Emmet-Teller). Hasil penelitian ini antara lain: (1) Silika xerogel hasil sintesis berwujud padatan serbuk berwarna putih. Silika xerogel yang dihasilkan merupakan silika xerogel yang telah divariasi dengan penambahan asam silikat dan dihilangkan kandungan airnya. (2) Hasil interpretasi FTIR menunjukkan bahwa sintesis silika xerogel yang dihasilkan telah berhasil disintesis dibuktikan dengan munculnya vibrasi Si-OH & Si-O-Si. (3). Penambahan monomer asam silikat mempengaruhi kerapatan pori silika xerogel yang dihasilkan, semakin banyak penambahan monomer, kerapatan meningkat dan pori silika xerogel semakin kecil. Begitu pula dengan luas permukaan silika xerogel, semakin banyak penambahan monomer asam silikat, luas permukaan silika xerogel semakin kecil

    PENGEMBANGAN BUKU PETUNJUK PRAKTIKUM KIMIA BERBASIS PENDEKATAN SETS (SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY, AND SOCIETY) UNTUK PESERTA DIDIK SMA/MA KELAS XI MATERI ASAM BASA

    No full text
    RINGKASAN Wulandari, Fitri Ayu. 2018. Pengembangan Buku Petunjuk Praktikum Kimia Berbasis Pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, and Society) untuk Peserta Didik SMA/MA Kelas XI Materi Asam Basa. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Hj. Endang Budiasih, M.S (II) Dra. Hj. Dedek Sukarianingsih, M.Pd., M.Si. Kata kunci: penelitian pengembangan, asam, basa, pendekatan sets   Materi asam basa adalah salah satu materi dasar dalam pembelajaran kimia kelas XI SMA. Berdasarkan hasil analisis terhadap materi asam basa pada beberapa buku cetak yang umumnya digunakan di sekolah, materi dan konsep pembelajaran disampaikan secara naratif dan informatif. Buku cetak yang banyak digunakan menyediakan prosedur praktikum hanya sebagai alat untuk mengkonfirmasi konsep yang telah didapatkan sehingga peserta didik tidak dapat mengkonstruk konsep secara mandiri seperti yang dituntut dalam Kurikulum 2013. Pendekatan SETS adalah pendekatan yang sesuai untuk digunakan dalam membelajarkan materi asam basa dan sesuai dengan ketentuan Kurikulum 2013. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan dan menguji kelayakan petunjuk praktikum materi asam basa berbasis pendekatan SETS. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan 4-D oleh Thiagarajan yang terdiri dari tahap define, design, develop, dan disseminate. Penelitian pengembangan petunjuk praktikum ini dilakukan hingga tahap develop. Pengembangan petunjuk praktikum yang dilakukan mencakup buku siswa dan buku guru. Validasi kelayakan petunjuk praktikum yang dikembangkan dilakukan oleh tiga validator ahli, dan uji keterbacaan dilakukan oleh dua puluh siswa kelas XII SMA. Hasil pengembangan adalah buku petunjuk praktikum siswa berbasis pendekatan SETS yang terdiri dari sub-bab larutan asam-basa, indikator alami, kekuatan asam-basa, penentuan pH larutan, dan netralisasi asam kuat oleh basa kuat, sedangkan buku petunjuk praktikum guru mencakup sub-bab yang sama disertai dengan kunci jawaban. Hasil validasi terhadap buku petunjuk praktikum siswa dan guru memiliki kriteria sangat layak dengan persentase rata-rata 85,6% dan 86,2%. Sementara hasil uji keterbacaan menunjukkan bahwa buku siswa memiliki kriteria sangat layak dengan rata-rata persentase 93%. Hasil pengembangan petunjuk praktikum kimia materi asam basa berbasis pendekatan SETS dapat digunakan dalam proses belajar mengaja

    PENGARUH SUHU DAN AERASI PADA PROSES DELIGNIFIKASI-SAKARIFIKASI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis jacq) OLEH ISOLAT KAPANG PELAPUK KAYU KLUM1 DAN KLUM2

    No full text
    ABSTRAK   Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan salah satu limbah lignoselulosa yang melimpah di alam dengan kadar selulosa dan hemiselulosa cukup tinggi sehingga potensial untuk dijadikan bahan baku bioetanol. Namun, pengubahan selulosa menjadi bioetanol dari bahan lignoselulosa kurang diminati karena harus melalui tahapan yang panjang yaitu: perlakuan awal, delignifikasi, sakarifikasi dan fermentasi. Hal inilah yang menyebabkan peneliti menggunakan kapang pelapuk kayu lokal (KLUM1 dan KLUM2) untuk memperpendek tahapan tersebut, karena kapang pelapuk kayu memiliki kemampuan melakukan delignifikasi dan sakarifikasi pada saat bersamaan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menentukan pengaruh suhu pada proses delignifikasi-sakarifikasi TKKS oleh isolat kapang pelapuk kayu KLUM1 dan KLUM2, dan (2) menentukan pengaruh aerasi pada proses delignifikasi-sakarifikasi TKKS oleh isolat kapang pelapuk kayu KLUM1 dan KLUM2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) proses delignifikasi-sakarifikasi TKKS dengan menggunakan kedua isolat pada variasi suhu sama-sama menunjukkan pengaruh yang berbeda dengan hasil paling tinggi pada suhu 30 0C daripada suhu 37 0C, sedangkan (2) proses delignifikasi-sakarifikasi TKKS dengan menggunakan kedua isolat pada variasi aerasi sama-sama menunjukkan pengaruh yang berbeda dengan hasil optimum di 75 rpm pada isolat KLUM1 dan KLUM2

    Pengaruh Pembelajaran Inkuiri Terstruktur Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X SMAN 1 Talun Pada Materi Hukum Lavoisier dan Hukum Proust

    No full text
    ABSTRAK   Rahayu, Ruruh. 2016. Pengaruh Pembelajaran Inkuiri Terstruktur Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X SMAN 1 Talun pada Materi Hukum Lavoisier dan Hukum Proust. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Suhadi Ibnu, (II)Ridwan Joharmawan.   Kata Kunci : Inkuiri Terstruktur, Hasil Belajar, Hukum Lavoisier, Hukum Proust Materi Hukum Dasar Kimia merupakan penggabungan konsep kimia dan perhitungan matematika. Sehingga diperlukan cara berpikir dan analisis yang tinggi untuk membangun serta mengkaitkan konsep yang diperoleh. Di SMAN 1 Talun Hukum Dasar Kimia dibelajarkan dengan model Ceramah Diskusi yang masih berpusat pada guru, sehingga memberikan hasil belajar yang kurang memuaskan.  Baik buruknya hasil belajar dipengaruhi oleh proses pembelajaran. Oleh sebab itu, perlu dipilih model pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013 dan dapat meningkatkan proses pembelajaran sehingga hasil belajar akan semakin baik. Salah satunya dengan menggunakan pembelajaran Inkuiri terstruktur. Inkuiri adalah salah satu model pembelajaran yang mengutamakan proses penemuan dalam kegiatan pembelajaran untuk memperoleh pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar peserta didik yang dibelajarkan dengan pembelajaran Inkuiri Terstruktur dengan peserta didik yang dibelajarkan dengan model ceramah diskusi pada materi hukum Lavoisier dan hukum Proust. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuasi eksperimen dengan Posttest Only Control Design.  Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMAN 1 Talun tahun ajaran 2015/2016. Sampel pada penelitian ini adalah kelas X MIPA 7 yang dibelajarkan dengan model Ceramah Diskusi dan kelas X MIPA 8 yang dibelajarkan dengan pembelajaran Inkuiri Terstruktur. Data dari penelitian ini adalah hasil belajar kognitif dengan menggunakan instrumen soal ulangan harian pilihan ganda sebanyak 25 butir soal. Teknik Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar materi Hukum Lavoisier dan Hukum Proust antara kelas yang dibelajarkan dengan pembelajaran Inkuiri Terstruktur dan ceramah dikusi pada peserta didik kelas X SMAN 1 Talun. Rata-rata hasil belajar kelas yang dibelajarkan dengan model Inkuiri Terstruktur sebesar 77 dan yang dibelajarkan dengan ceramah diskusi sebesar 70

    EFEKTIFITAS TAHAPAN PADA METODE TPS (THINK-PAIR-SHARE) DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN KEAKTIFAN SISWA KELAS X SMAN 10 MALANG PADA MATERI STOKIOMETRI

    No full text
    RINGKASAN Hijriyah, Nurul. 2018. Efektifitas Tahapan pada Metode TPS (Think-Pair-Share) dalam Meningkatkan Pemahaman dan Keaktifan Siswa Kelas X SMAN 10 Malang Pada Materi Stoikiometri. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. Suhadi Ibnu, M. A., Ph.D. (II) Drs. Moh. Sodiq Ibnu, M.Si.   Kata kunci:TPS (Think-Pair-Share),hasil belajar, keaktifan siswa, stoikiometri Kimia sebagai salah satu ilmu pengetahuan yang berhubungan langsung dengan kehidupan merupakan salah satu cabang ilmu yang seringkali dianggap sulit.Salah satu materi dari materi kimia yang menjadi dasar dari ilmu kimia adalah stoikiometri. Stoikiometri merupakan kajian tentang hubungan-hubungan kuantitatif dalam reaksi kimia didalamnya mencakup konsep persamaan reaksi yang merupakan jembatan untuk mempelajari seluruh konsep kimia. Reaksi kimia merupakan pusat perhatian dari ilmu kimia, dapat dinyatakan bahwa reaksi kimia adalah suatu proses zat-zat baru yaitu hasil reaksi terbentuk dari beberapa zat aslinya yang disebut pereaksi. Untuk membelajarkan siswa suatu materi diperlukan menggunakan metode yang tepat sehingga siswa dapat memperoleh pencapaian yang maksimal. Berdasarkan karakteristik materi stoikiometri, salah satu metode yang cocok untuk diterapkan pada proses pembelajarannya adalah pembelajaran kooperatif. Salah satu dari metode pembelajaran kooperatif adalah metode pembelajaran TPS (Think Pair Share). Satu keutamaan model pembelajaran kooperatif tipe TPS yaitu dapat menumbuhkan keterlibatan dan keikutsertaan siswa dengan memberikan kesempatan terbuka pada siswa untuk berbicara dan mengutarakan gagasannya sendiri dan memotivasi siswa untuk terlibat percakapan dalam kelas. Tujuan dari penelitiani ini adalah untuk melihat efektifitas tahapan-tahapan pada metode pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think-Pair-Share) dalam meningkatkan pemahaman siswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif dimana penelitian ini tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu melainkan hanya untuk mendiskripsikan atau memaparkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya.Rancangan penelitian ini menggunakan post-tesdisetiap akhir tahapan metode TPS. Penerapan setiap tahapan dari model pembelajaran kooperatif TPS ini dilakukan pada sub materi yang sama. Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus TPS. Satu siklus yang dimaksud adalah satu putaran proses belajar yang mencakup tahap think-pair-share. Sampel dalam penilitian ini sebanyak dua kelas yaitu X MIPA 4 dan X MIPA 5. Pada penentuan sample tidak dilakukan randomisasai samplekarena tidak diperlukan adanya kelas control sebagai pembanding sehingga kelas yang digunakan adalah kelas yang sudah terbentuk dari awal. Kedua kelas tersebut dibelajarkan dengan metode yang sama dan juga instrumen yang sama pula. Instrumen yang digunakan berupa instrument perlakuan (silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk materi pembelajaran stoikiometri) dan instrumen pengukuran (lembar observasi, angket dan soal tes). Analisis data pada penelitian ini meliputi analisis deskriptif. Dalam penelitian ini diperoleh data berupa data aktivitas dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe TPS terlaksana dengan sangat baik. Hasil persentase rata-rata yang diperoleh dari observer menunjukkan angka yang tinggi yaitu 97,37% pada kelas X MIPA 4 dan 95,61% pada kelas X MIPA 5. Sehingga dapat dikatakan proses pembelajaran sudah berjalan dengan sangat baik. (2) Tahap think dalam metode pembelajaran kooperatif TPS (Think Pair Share) cukup efektif dalam mengaktikan belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai yang diperoleh siswa. (3) Tahap pair dalam metode pembelajaran kooperatif TPS (Think Pair Share) sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan hasil belajar siswa yang ditunjukkan melalui rata-rata nilai siswa dalam mengerjakan soal yang ada diakhir tahapan yang meningkat jika dibandingkan dengan tahap think sebelumnya. (4) Tahap share dalam metode pembelajaran kooperatif TPS (Think Pair Share) sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan hasil belajar siswa yang ditunjukkan melalui rata-rata nilai siswa dalam mengerjakan soal yang ada diakhir tahapan yang meningkat jika dibandingkan dengan tahap pair sebelumnya. (5) Secara keseluruhan metode pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share) sangat efektif dalam membantu siswa  meningkatkan hasil belajar kognitif. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya nilai rata-rata siswa di kelas X MIPA 4 dan X MIPA 5 di setiap tahapan Think-Pair-Share pada setiap siklusnya. (6) Berdasarkan angket yang dibagikan kepada siswa untuk penilaian diri sendiri dapat dilihat bahwa metode pembelajaran kooperatif tipe TPS dapat meningkatkan keaktifan siswa selama proses belajar. Hal ini dapat dilihat dari hasil angket yang menunjukkan bahwa siswa berperan aktif dalam proses diskusi

    SINTESIS METIL ESTER DARI MINYAK BIJI TEMBAKAU (Voor-Oogst) DENGAN KATALIS KOH MENGGUNAKAN GELOMBANG ULTRASONIK

    No full text
    Muhammad Rusdi, Aman Santoso, Sumari Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang E-mail:[email protected]; [email protected]; [email protected]   Abstrak :Metil ester merupakan hasil sintesis minyak nabati dengan metanol menggunakan katalis basa. Minyak nabati yang digunakan adalah minyak biji tembakau yang berpotensi sebagai biodiesel.Reaksi transesterifikasi secara konvensional berlangsung 1-2 jam, tetapi dengan bantuan gelombang ultrasonik mampu mempercepat waktu reaksi transesterifikasi pada sintesis biodiesel sekitar 1-20 menit.Tujuan penelitian ini adalah mensintesis metil ester dari minyak tembakau (Voor-Oogst) dengan katalis KOH menggunakan gelombang ultrasonik dan uji potensi sebagai biodiesel. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium penelitian Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang.Sampel biji tembakau diperoleh dari daerah Paiton, Kabupaten Probolinggo. Penelitian dilakukan melalui 7 tahap, yaitu (1) preparasi sampel biji tembakau, (2) isolasi minyak biji tembakau menggunakan soxhletasi dengan pelarut n-heksana, (3) penentuan angka asam minyak biji tembakau, (4) penurunan asam lemak bebas dengan proses esterifikasi, (5) transesterifikasi dengan variasi konsentrasi katalis KOH, (6) karakterisasi biodiesel hasil sintesis meliputi uji indeks bias, uji massa jenis, uji viskositas dan uji angka asam  dibandingkan dengan SNI biodiesel, (7) identifikasi komponen metil ester menggunakan spektroskopi GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan, (1) sintesis metil ester dengan reaksi transesterifikasi pada konsentrasi katalis KOH 0,8%; 1% dan 2% w/w minyak dengan gelombang ultrasonik menghasilkan rendemen biodiesel berturut-turut 77,45%; 84,55% dan 80,72%, (2) Metil ester dari minyak tembakau memiliki viskositas 4,44 cSt, massa jenis 0,865 g/mL, indeks bias 1,45, angka asam 0,56 mg KOH/g. Sehingga biodiesel hasil sintesis dari minyak biji tembakau memenuhi kriteria biodiesel SNI, (3) Hasil identifikasi menggunakan instrumen GC-MS diperoleh senyawa utama penyusun metil ester hasil sintesis berupa metil palmitat, linoleat, oleat dan stearat berturut-turut sebesar 18,72%; 30,76%; 27,26% dan 9,35%. Kata kunci:minyak biji tembakau, metil ester, gelombang ultrasoni

    Pengaruh Pembelajaran Larutan Penyangga Model POGIL Dan ADI Terhadap Keterampilan Argumentasi Ilmiah dan Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik Kelas XI SMA Negeri 2 Nganjuk

    No full text
    ABSTRAK   Tingkat literasi sains di Indonesia masih rendah dibuktikan dengan peringkat Indonesia pada penilaian PISA berada di urutan 62 dari 70 negara. Hal tersebut disebabkan oleh rendahnya keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik. Argumentasi ilmiah penting bagi peserta didik sebagai sarana konstruk pemahaman sehingga dapat meningkatkan hasil belajar kognitif. Model pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan argumentasi ilmiah dan hasil belajar kognitif peserta didik antara lain, POGIL dan ADI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran ADI memberikan hasil yang lebih baik daripada model pembelajaran POGIL terhadap keterampilan argumentasi ilmiah dan hasil belajar kognitif peserta didik serta korelasi keterampilan argumentasi ilmiah dan hasil belajar kognitif peserta didik pada materi larutan penyangga kelas XI SMAN 2 Nganjuk. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian semu (Quasi Experimental) dengan model penelitian posttest only control group design. Populasi penelitian mencakup semua peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Nganjuk.Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dengan ketentuan nilai kemampun awal peserta didik di kelas XI MIPA memiliki varian yang homogen. Sampel penelitian meliputi kelas XI MIPA 4 sebagai kelas kontrol yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran POGIL dan kelas XI MIPA 5 sebagai kelas eksperimen yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran ADI. Data keterampilan argumentasi ilmiah dan hasil belajar kognitif peserta didik diperoleh dari kemampuan peserta didik menjawab soal tes uraian keterampilan argumentasi ilmiah dan hasil belajar kognitif. Data keterlaksanaan pembelajaran dianalisis dengan analisis deskriptif dan perbedaan nilai keterampilan argumentasi ilmiah dan hasil belajar kognitif peserta didik dianalisis dengan uji-t satu pihak menggunakan bantuan program SPSS 16.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterlaksanaan model pembelajaran POGIL dan ADI dikategorikan terlaksana sangat baik,(2) model pembelajaran ADI memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan model pembelajaran POGIL terhadap keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik pada materi larutan penyangga, (3) model pembelajaran ADI memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan model pembelajaran POGIL terhadap hasil belajar kognitif peserta didik pada materi larutan penyangga, (4) ada hubungan positif antara tingkat keterampilan argumentasi ilmiah dengan hasil belajar kognitif peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran POGIL dan ADI

    0

    full texts

    1,785

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇