SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1785 research outputs found
Sort by
Pemahaman Konsep Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan (Ksp) pada Peserta Didik Program 4, 5, dan 6 Semester SMAN di Malang
Konsep dasar kimia harus dipahami peserta didik untuk mempelajari konsep kimia yang lebih kompleks. Salah satu konsep kimia yang bersifat abstrak dan berjenjang adalah konsep kelarutan dan hasil kali kelarutan (Ksp). Penelitian yang pernah dilakukan untuk mengidentifikasi pemahaman konsep tersebut hanya pada peserta didik program 6 semester di SMA. Pemahaman konsep peserta didik program akselerasi belum pernah diteliti. Salah satu SMAN di Malang yang menerapkan program tersebut adalah SMAN 3 Malang. Oleh karena itu, dilakukan penelitian pada konsep kelarutan dan hasil kali kelarutan program 4, 5, dan 6 semester di SMAN 3 Malang dengan tujuan: untuk (1) mengidentifikasi pemahaman konsep tersebut; dan (2) mendeskripsikan persentase pemahaman konsep tersebut.Penelitian menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian yang dipilih sebanyak 144 peserta didik, yaitu 25 peserta didik program 4 semester kelas X H-2, 18 peserta didik program 5 semester kelas XI H-4, dan program 6 semester kelas XI A-4, XI C-4, dan XI D-4 sebanyak 101 peserta didik. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman yang terdiri dari 33 soal pilihan ganda dengan 1 jawaban benar dan 3 jawaban pengecoh yang telah divalidasi dan diujicobakan. Nilai validitas rata-rata instrumen sebesar 90% tergolong sangat tinggi. Hipotesis penelitian yaitu Ho: tidak terdapat perbedaan pemahaman konsep kelarutan dan hasil kali kelarutan yang signifikan antara peserta didik program 4, 5, dan 6 semester SMAN Malang, dan Ha: terdapat perbedaan pemahaman konsep kelarutan dan hasil kali kelarutan yang signifikan antara peserta didik program 4, 5, dan 6 semester SMAN Malang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan pemahaman konsep kelarutan dan hasil kali kelarutan (Ksp) pada peserta didik program 4, 5, dan 6 semester SMAN Malang. Pemahaman peserta didik program 5 semester > 4 semester > 6 semester. (2) Persentase pemahaman konsep peserta didik program 4, 5, dan 6 semester SMAN Malang pada konsep: (a) proses kelarutan berturut-turut sebesar 99%, 100%, dan 85%; (b) kelarutan senyawa sukar larut sebesar 92%, 88%, dan 89%; (c) hubungan kelarutan senyawa sukar larut dengan penambahan ion senama sebesar 64%, 35%, dan 69%; (d) hubungan kelarutan senyawa sukar larut dengan pH sebesar 92%, 100%, dan 78%; (e) tetapan hasil kali kelarutan (Ksp) sebesar 71%, 89%, dan 56%; (f) hubungan kelarutan senyawa sukar larut dengan Ksp sebesar 92%, 96%, dan 66%; dan (g) hubungan Qc dengan nilai Ksp sebesar 84%, 98%, dan 60%
PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN BERBASIS INTERKONEKSI MULTIPEL REPRESENTASI PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA
ABSTRAK Fadilah, Sofiana Nur. 2018. Pengembangan Bahan Ajar Materi Larutan Penyangga dengan Model Learning Cycle 5E berbasis Multipel Representasi. Skripsi. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Hj. Hayuni Retno W. M.Si (2) Yahmin, S.Pd., M.Si., Dr., H Kata kunci : bahan ajar, Learning Cycle 5E, representasi, larutan penyangga. Materi larutan penyangga memiliki konsep bersifat abstrak dan aplikasinya berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Konsep-konsep larutan penyangga yang bersifat abstrak seringkali sulit dipahami oleh peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan multipel representasi dalam memahami ilmu kimia yang meliputi representasi makroskopik, submikroskopik dan simbolik. Pemahaman tentang sifat larutan penyangga lebih mudah dipahami jika menyajikan fakta-fakta yang ada di sekitar peserta didik. Pemahaman dalam tiga representasi kimia tersebut dapat diaplikasikan dalam pembelajaran menggunakan model Learning Cycle 5E sehingga diharapkan dapat tercipta pembelajaran yang lebih bermakna. Learning Cycle 5E merupakan salah satu model pembelajaran yang memiliki 5 tahap pembelajaran, yaitu engagement (mengaitkan), exploration (mengeksplorasi), explanation (menjelaskan), elaboration (mengelaborasi) dan evaluation (mengevaluasi). Tujuan dari penelitian dan pengembangan adalah untuk menghasilkan bahan ajar materi Larutan Penyangga menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E berbasis multipel representasi yang layak digunakan. Pengembangan bahan ajar ini mengadopsi model pengembangan 4D dari Thiagarajan, dkk (1974) yang meliputi define (tahap penentuan), design (tahap perancangan), develop (tahap pengembangan) dan disseminate (tahap penyebaran) namun tidak dilakukan.Desain validasi pengembangan bahan ajar menggunakan validasi tampilan, isi, dan uji keterbacaan. Validasi tampilan dan isi dilakukan oleh satu orang dosen kimia UM dan dua orang guru kimia SMA. Uji keterbacaan dilakukan kepada 15 peserta didik kelas XI MIPA. Jenis data berupa saran dan komentar sebagai data kualitatif dan angket penilaiandengan kriteria skala Likert 1-4 sebagai data kuantitatif. Instrumen pengumpulan data berupa angket penilaian. Hasil penelitian dan pengembangan berupa bahan ajar yang terdiri dari tiga kegiatan belajar dengan sistematika pendahuluan, isi, dan penutup yang dilengkapi engan silabus dan RPP. Hasil validasi tampilan, isi bahan ajar, dan uji keterbacaan diperoleh persentase rata-rata keseluruhan sebesar 91,81% dengan kriteria sangat layak. Kesimpulan dari hasil validasi dan uji keterbacaan, bahan ajar dan RPP yang dikembangkan sangat layak dan tidak memerlukan perubahan yang signifikan. Bahan ajar yang dikembangkan sudah layak untuk dilakukan uji lapangan awal
Efektivitas Penerapan Bahan Ajar Digital Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Materi Asam Basa terhadap Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik Kelas XI MAN 1 Kota Malang
ABSTRAK Nisa, Riska Khoirun. 2018. Efektivitas Penerapan Bahan Ajar Digital Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Materi Asam Basa terhadap Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik Kelas XI MAN 1 Kota Malang. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Munzil, S. Pd., M. Si., (II) Dr. Aman Santoso, M. Si. Kata kunci: efektivitas, bahan ajar digital, inkuiri terbimbing, asam basa Keterlaksanaan suatu pembelajaran dapat juga didukung dengan adanya sarana pembelajaran yang relevan. Salah satu sarana pembelajaran yang dapat digunakan adalah bahan ajar digital. Sulistiawati (2017) telah mengembangkan bahan ajar digital berbasis inkuiri terbimbing pada materi asam basa untuk SMA/ MA kelas XI. Pengembangan bahan ajar tersebut masih dibatasi pada tahap pengembangan saja sehingga belum pernah diuji efektivitasnya dalam pembelajaran di kelas. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk (1) menguji efektivitas penerapan bahan ajar digital berbasis inkuiri terbimbing pada materi asam basa untuk SMA/ MA kelas XI di MAN 1 Kota Malang. (2) mengetahui perbedaan hasil belajar antara peserta didik yang menggunakan bahan ajar digital berbasis inkuiri terbimbing dengan peserta didik yang tidak menggunakan bahan ajar digital berbasis inkuiri terbimbing, (3) persepsi peserta didik terhadap isi bahan ajar digital dan pembelajan dengan menggunakan bahan ajar digital. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental semu jenis Posttest Only. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas XI semester 2MAN 1 Kota Malang tahun pelajaran 2017/2018 yang terdiri atas dua kelas. Pengambilan sampel ditentukan melalui teknik penarikan sampel acak berkelompok. Kelas eksperimen adalah kelas XI MIPA 3 yang menggunakan bahan ajar digital berbasis inkuiri terbimbing dan kelas kontrol adalah kelas XI MIPA 1 yang pembelajarannya tanpa menggunakan bahan ajar digital berbasis inkuiri terbimbing. Instrumen tes hasil belajar terdiri dari 20 butir soal pilihan ganda yang telah divalidasi. Analisis data penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif dan statistik. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Independent Sample t-Test dengan taraf signifikansi sebesar 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar kognitif peserta didik terhadap materi asam basa yang menggunakan bahan ajar digital lebih rendah daripada kelas yang tidak menggunakan bahan ajar digital. Rata-rata hasil belajar peserta didik kelas eksperimen sebesar 62,89 lebih rendah dari rata-rata hasil belajar peserta didik kelas kontrol sebesar 78,53. Persepsi peserta didik terhadap isi bahan ajar digital sebesar 55% dengan kategori positif dan terhadap pembelajaran dengan bahan ajar digital sebesar 50% dengan kategori negatif. Hambatan pembelajaran antara lain peserta didik kurang bisa memahami materi tanpa dijelaskan oleh guru sebesar 39% dan aplikasi sering error sebesar 30% sehingga sebanyak 39% peserta didik menyarankan agar aplikasi sebaiknya diperbaiki sehingga tidak sering error dan 33% menyarankan agar guru lebih banyak menjelaskan
Pengembangan Bahan Ajar Materi Larutan Penyangga dengan Model Learning Cycle 5E berbasis Multipel Representasi
ABSTRAK Fadilah, Sofiana Nur. 2018. Pengembangan Bahan Ajar Materi Larutan Penyangga dengan Model Learning Cycle 5E berbasis Multipel Representasi. Skripsi. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Hj. Hayuni Retno W. M.Si (2) Yahmin, S.Pd., M.Si., Dr., H Kata kunci : bahan ajar, Learning Cycle 5E, representasi, larutan penyangga. Materi larutan penyangga memiliki konsep bersifat abstrak dan aplikasinya berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Konsep-konsep larutan penyangga yang bersifat abstrak seringkali sulit dipahami oleh peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan multipel representasi dalam memahami ilmu kimia yang meliputi representasi makroskopik, submikroskopik dan simbolik. Pemahaman tentang sifat larutan penyangga lebih mudah dipahami jika menyajikan fakta-fakta yang ada di sekitar peserta didik. Pemahaman dalam tiga representasi kimia tersebut dapat diaplikasikan dalam pembelajaran menggunakan model Learning Cycle 5E sehingga diharapkan dapat tercipta pembelajaran yang lebih bermakna. Learning Cycle 5E merupakan salah satu model pembelajaran yang memiliki 5 tahap pembelajaran, yaitu engagement (mengaitkan), exploration (mengeksplorasi), explanation (menjelaskan), elaboration (mengelaborasi) dan evaluation (mengevaluasi). Tujuan dari penelitian dan pengembangan adalah untuk menghasilkan bahan ajar materi Larutan Penyangga menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E berbasis multipel representasi yang layak digunakan. Pengembangan bahan ajar ini mengadopsi model pengembangan 4D dari Thiagarajan, dkk (1974) yang meliputi define (tahap penentuan), design (tahap perancangan), develop (tahap pengembangan) dan disseminate (tahap penyebaran) namun tidak dilakukan.Desain validasi pengembangan bahan ajar menggunakan validasi tampilan, isi, dan uji keterbacaan. Validasi tampilan dan isi dilakukan oleh satu orang dosen kimia UM dan dua orang guru kimia SMA. Uji keterbacaan dilakukan kepada 15 peserta didik kelas XI MIPA. Jenis data berupa saran dan komentar sebagai data kualitatif dan angket penilaiandengan kriteria skala Likert 1-4 sebagai data kuantitatif. Instrumen pengumpulan data berupa angket penilaian. Hasil penelitian dan pengembangan berupa bahan ajar yang terdiri dari tiga kegiatan belajar dengan sistematika pendahuluan, isi, dan penutup yang dilengkapi engan silabus dan RPP. Hasil validasi tampilan, isi bahan ajar, dan uji keterbacaan diperoleh persentase rata-rata keseluruhan sebesar 91,81% dengan kriteria sangat layak. Kesimpulan dari hasil validasi dan uji keterbacaan, bahan ajar dan RPP yang dikembangkan sangat layak dan tidak memerlukan perubahan yang signifikan. Bahan ajar yang dikembangkan sudah layak untuk dilakukan uji lapangan awal
Pengaruh Proses Esterifikasi Bertingkat dengan Katalis Asam Terhadap Kadar Asam Lemak Bebas Minyak Jarak Pagar (Jatropha curcas Liin)
ABSTRAK Minyak jarak pagar dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif berupa biodiesel, namun minyak jarak pagar memiliki kadar asam lemak bebas yang cukup tinggi, yaitu 6,066%. Tingginya kadar asam lemak bebas dapat menghambat proses transesterifikasi dalam membentuk metil ester, maka dari itu perlu dilakukan proses esterifikasi secara bertingkat untuk menurunkan asam lemak bebas yang terkandung dalam minyak jarak pagar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui proses esterifikasi bertingkat terhadap kadar asam lemak bebas minyak jarak pagar serta menentukan karakter minyak hasil proses esterifikasi bertingkat dan potensinya sebagai bahan baku biodiesel. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penelitian Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Penelitian ini terdiri empat tahap, yaitu (1) degumming,(2) penentuan kadar asam lemak bebas, (3) esterifikasi minyak jarak pagar, dan (4) karakterisasi minyak hasil esterifikasi yang meliputi massa jenis, viskositas, indeks bias, dan kadar asam lemak bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses esterifikasi bertingkat dengan katalis asam daoat menurunkan kadar asam lemak bebas pada minyak jarak pagar. Minyak hasil proses esterifkasi bertingkat mempunyai karakteristik massa jenis sebesar 0,9471 gram/mL, viskositas sebesar 22,5978 cSt, indeks bias sebesar 1,4627, dan kadar asam lemak bebas sebesar 5,0232%. Karakteristik minyak hasil proses esterifikasi bertingkat ada beberapa yang sesuai dengan standar mutu biodiesel SNI-04-7182-2006 yaitu indeks bias dan massa jenis. Minyak hasil proses esterifikasi bertingkat ini dapat dikatakan berpotensi sebagai bahan baku dalam pembuatan metil ester atau biodiesel
Identifikasi Tingkat Pemahaman Konsep Siswa Kelas X MAN 1 Kota Malang pada Materi Redoks Menggunakan Two-tier Multiple Choice Diagnostic Instrument
ABSTRAK Salah satu materi kimia yang menjadi dasar untuk mempelajari materi elektrokimia adalah materi redoks. Materi redoks dibangun oleh beberapa konsep seperti penangkapan-pelepasan oksigen, penangkapan-pelepasan elektron, perubahan bilangan oksidasi dan konsep reduktor-oksidator. Kemampuan siswa dalam memahami beberapa konsep tersebut menentukan tingkat kemudahan dalam memahami materi elektrokimia. Sehingga perlu pemahaman konsep yang baik untuk mempermudah proses belajar selanjutnya. Salah satu alat ukur untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa ialah two-tier multiple choice diagnostic instrument. Kurangnya penelitian tentang pemahaman konsep redoks menggunakan two-tier multiple choice diagnostic instrument, maka peneliti menganggap penting untuk melakukan penelitian pemahaman konsep redoks menggunakan two-tier multiple choice diagnostic instrument. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana kualitas soal tes two-tier multiple choice diagnostic instrument yang disusun ?; (2) bagaimana tingkat pemahaman siswa kelas X MAN 1 Kota Malang pada materi redoks berdasarkan hasil tes two-tier multiple choice diagnostic instrument ? Penelitian ini bersifat deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat pemahaman siswa. Sampel penelitian yaitu siswa kelas X-MIPA 3 MAN 1 Kota Malang dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak kelas. Instrumen penelitian terdiri dari 20 butir soal, berupa tes two-tier multiple choice diagnostic instrument. Analisis data dilakukan dengan cara menghitung persentase tingkat pemahaman konsep siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kualitas two-tier multiple choice diagnostic instrument yang sudah disusun memiliki persentase validitas isi sebesar 82,5% dengan kriteria sangat tinggi. Indeks kesukaran dari 7 soal adalah mudah, 9 soal adalah sedang, dan 8 soal sukar. Indeks daya beda dari 12 soal adalah jelek, 2 soal adalah cukup, 3 soal adalah baik, dan 5 soal adalah sangat baik. Sebanyak 18 soal valid dan 6 soal tidak valid serta nilai reliabilitas butir soal sebesar 0,62 dengan kriteria tinggi. (2) Persentase pemahaman siswa kelas X MAN 1 Kota Malang pada materi redoks terhadap konsep pelepasan dan pengikatan oksigen sebesar 80,6% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Persentase pemahaman siswa pada konsep pelepasan dan pengikatan elektron sebesar 16,7% termasuk dalam kriteria sangat rendah. Persentase pemahaman siswa pada konsep perubahan bilangan oksidasi sebesar 51,8% termasuk dalam kriteria rendah. Persentase pemahaman siswa pada konsep oksidator dan reduktor sebesar 40,6% termasuk dalam kriteria rendah
SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANOKOMPOSIT ZrO2/NiFe2O4 DENGAN METODE KOPRESIPITASI SERTA APLIKASINYA PADA FOTODEGRADASI MALASIT HIJAU DENGAN BANTUAN SINAR UV
ABSTRAK Jamil, Mukhammad. 2018. Sintesis dan Karakterisasi Nanokomposit ZrO2/NiFe2O4 dengan Menggunakan Metode Kopresipitasi dan Aplikasinya terhadap Fotodegradasi Malasit Hijau dengan Bantuan Sinar UV, Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nazriati, M.Si., (II) Dr. Dani Gustaman Syarief, M.Eng. Kata Kunci: nanokomposit, ZrO2/NiFe2O4, fotodegradasi, sinar UV Fotodegradasi merupakan salah satu metode alternatif yang dapat digunakan untuk mengurangi zat warna dengan memanfaatkan material semikonduktor yang disebut fotokatalis. Keefektifan fotokatalis dapat ditingkatkan dengan cara mengompositkannya dengan semikonduktor lain dan mengubahnya mejadi nanopartikel. Zirkonium oksida (ZrO2) merupakan salah satu semikonduktor dengan band gap sebesar 4,8 eV yang dapat digunakan sebagai fotokatalis heterogen. NiFe2O4 merupakan salah satu dari spinel ferrit yang memiliki luas permukaan besar, kestabilan termal yang baik dan memiliki kinerja fotokatalitik mencapai 80% dalam waktu 150 menit. Tujuan penelitian ini adalah (1) mensintesis komposit ZrO2/NiFe2O4 dengan menggunakan metode kopresipitasi, (2) mengetahui karakteristik nanokomposit ZrO2/NiFe2O4 hasil sintesis menggunakan metode kopresipitasi, (3) mengetahui efektivitas ZrO2/NiFe2O4 sebagai fotokatalis untuk mendegradasi malasit hijau dengan bantuan sinar UV. Penelitian ini terdiri dari empat tahap. Pertama, sintesis ZrO2 dari pasir zirkon Kalimantan. Kedua, sintesis nanokomposit ZrO2/NiFe2O4 dengan menggunakan metode kopresipitasi kemudian hasil dari sintesis tersebut dikarakterisasi menggunakan XRD, SEM-EDX, BET dan VSM. Ketiga, uji fotodegradasi malasit hijau menggunakan nanokomposit ZrO2/NiFe2O4 dengan bantuan sinar UV. Hasil analisis XRD menunjukkan bahwa nilai 2 dari nanokomposit ZrO2/NiFe2O4 mewakili nilai 2 dari ZrO2 dan NiFe2O4 dan dari analisis XRD tidak ditemukan puncak difraksi baru. Hasil analisis SEM diperoleh morfologi permukaan berbeda dengan ZrO2 dengan ukuran nanokomposit berada pada rentangan 1 - 100 nm. Hasil analisis dengan metode BET menunjukkan luas permukaan nanokomposit lebih besar dari ZrO2. Sedangkan hasil analisis VSM menunjukkan nilai Ms dari nanokomposit mendekati nilai Ms dari NiFe2O4 . Hasil fotodegradasi malasit hijau menunjukkan nanokomposit ZrO2/NiFe2O4 memiliki efektivitas fotokatalitik lebih besar dari ZrO2
Sintesis K2O/Fe3O4 dan Aplikasinya pada Trans-Esterifikasi Minyak Biji Bunga Matahari serta Uji Potensinya Sebagai Biodiesel
ABSTRAK Biji bunga matahari dimanfaatkan sebagai bahan baku industri makanan yang sering disebut kuaci dan penghasil minyak nabati. Pemanfaatan biji bunga matahari sebagai penghasil minyak nabati di Indonesia saat ini masih terbatas. Persentase minyak pada biji bunga matahari adalah 45-50%. Minyak biji bunga matahari dapat berpotensi sebagai biodiesel. Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif untuk mesin diesel yang didapatkan dari sumber nabati yang dapat diperbaharui. Biodiesel disintesis melalui reaksi trans-esterifikasi dengan bantuan katalis basa. Katalis basa yang berpotensi adalah K2O/Fe3O4. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui cara mensintesis K2O/Fe3O4; (2) mengetahui karakteristik K2O/Fe3O4; (3) mengetahui cara trans-esterifikasi minyak biji bunga matahari menggunakan katalis K2O/Fe3O4; (4) mengetahui karakter dan potensi hasil trans-esterifikasi minyak biji bunga matahari dengan katalis K2O/Fe3O4 sebagai biodiesel; (5) mengetahui komponen hasil trans-esterifikasi minyak biji bunga matahari dengan katalis K2O/Fe3O4. Penelitian ini terdiri dari 7 tahap.Tahap 1: sintesis katalis K2O/Fe3O4. Tahap 2: karakterisasi katalis K2O/Fe3O4 menggunakan XRD. Tahap 3: preparasi sampel, meliputi: pengumpulan, pemisahan biji dari kulitnya dan penghalusan. Tahap 4: ekstraksi minyak biji bunga matahari secara maserasi. Tahap 5: karakterisasi minyak hasil ekstraksi, meliputi: wujud, warna, massa jenis, bilangan asam, bilangan penyabunan, viskositas dan bilangan iod. Tahap 6: sintesis metil ester melalui reaksi trans-esterifikasi dari minyak biji bunga matahari. Tahap 7: karakterisasi, identifikasi dan uji potensi metil ester hasil trans-esterifikasi sebagai biodiesel yang meliputi: wujud, warna, penentuan massa jenis, penentuan bilangan asam, penentuan bilangan penyabunan, viskositas, penentuan bilangan iod dan identifikasi dengan menggunakan GC-MS. Katalis K2O/Fe3O4 berhasil disintesis dengan menggunakan metode kopresipitasi dan impregnasi dengan karakter fisik berupa serbuk berwarna abu-abu gelap yang dapat ditarik oleh magnet. Berdasarkan hasil analisis dengan metode XRD katalis K2O/Fe3O4 memiliki kristalinitas lebih rendah dari Fe3O4. Metil ester asam lemak dari hasil trans-esterifikasi berwarna kuning muda, berwujud cair, larut dalam heksana, tidak larut dalam air dan etanol, memiliki massa jenis 0,8620 g.mL-1, viskositas 4,51 cSt, bilangan asam 0,179, bilangan penyabunan 245,112 dan bilangan iod 112,89. Berdasarkan karakter tersebut metil ester hasil sintesis sudah memenuhi standar biodiesel SNI tahun 2015.Komponen penyusun utama metil ester hasil trans-esterifikasi adalah metil heksadekanoat atau metil palmitat (10,64), metil 9,12 oktadekanoat atau metil linoleat (48,05%), metil 9 oktadekanoat atau metil oleat (35,20%) dan metil oktadekanoat atau metil stearat (6,12%)
Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari Zink(II) Klorida, Kalium Tiosianat, dan Ligan N,N’-dietiltiourea
ABSTRAK Lismawati, Tria. 2018. Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari Zink(II) Klorida, Kalium Tiosianat, dan Ligan N,N’-dietiltiourea. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fariati, M.Sc. (2) Drs. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., Ph.D Kata kunci: senyawa kompleks, zink(II) klorida, kalium tiosianat, ligan detu Reaksi antara zink(II) tiosianat dengan ligan N,N’-disikloheksiltiourea (dchtu) pada perbandingan stoikiometri 1:2 menghasilkan kompleks monomer [Zn(dchtu)2(NCS)2] dengan geometri tetrahedral terdistorsi di sekitar atom pusat. Ligan N,N’-dietiltiourea (detu) dan dchtu memiliki perbedaan pada gugus alkil yang disubstitusi oleh tiap gugus amina. Ligan dchtu disubstitusi dengan gugus sikloheksil, sedangkan ligan detu dengan gugus etil. Senyawa kompleks yang dihasilkan dari zink(II) klorida, kalium tiosianat, dan ligan detu pada perbandingan stoikiometri 1:2:2 belum pernah dilaporkan. Tujuan penelitian adalah sintesis dan karakterisasi senyawa kompleks dari ZnCl2, KSCN, dan detu pada perbandingan stoikiometri 1:2:2, serta prediksi strukturnya. Struktur senyawa kompleks hasil sintesis digunakan untuk mengetahui pola koordinasi ion tiosianat dan detu. Senyawa kompleks disintesis dengan mereaksikan ZnCl2, KSCN, dan detu pada perbandingan stoikiometri 1:2:2 dalam pelarut metanol dengan metode reaksi langsung. Senyawa kompleks hasil sintesis dikarakterisasi dengan uji titik lebur, analisis gugus fungsi menggunakan FT-IR, analisis SEM-EDX, uji daya hantar listrik (DHL), dan uji kualitatif ion tiosianat. Uji titik lebur untuk mengetahui kemurnian kristal. Pola koordinasi detu dan ion tiosianat didapatkan dari hasil analisis spektrum IR. Hasil analisis EDX untuk memperoleh prediksi rumus empiris kompleks hasil sintesis. Uji DHL dan kualitatif ion tiosianat untuk menentukan senyawa kompleks bersifat ionik atau molekuler. Prediksi struktur senyawa kompleks diperoleh dari hasil karakterisasi. Energi bebas struktur prediksi dihitung dengan program Gaussian 09W. Prediksi struktur yang diterima adalah struktur dengan energi bebas terendah. Reaksi antara ZnCl2, KSCN, dan detu menghasilkan kompleks tidak berwarna, berbentuk balok, dan terdekomposisi pada temperatur 191-1940C, yang menunjukkan kompleks hasil sintesis murni. Hasil analisis gugus fungsi dengan FT-IR diduga bahwa ligan detu berkoordinasi dengan atom donor S, sedangkan ion tiosianato membentuk ikatan koordinasi melalui atom donor N. Hasil analisis EDX memberikan prediksi rumus empiris ZnC12H24N6S4. Hasil uji DHL dan kualitatif ion tiosianat mengindikasikan bahwa kompleks hasil sintesis adalah senyawa kompleks molekuler. Berdasarkan hasil karakterisasi, diperoleh prediksi struktur yaitu monomer [Zn(detu)2(NCS)2] dengan energi bebas sebesar -240 kJ/mol dan energi bebas per ikatan sebesar -4 kJ/mol
Sintesis K2O/γ-Fe2O3 dan Aplikasinya pada Trans-Esterifikasi Minyak Biji Bunga Matahari (Helianthus annuus L.)serta Uji Potensinya Sebagai Biodiesel
ABSTRAK Aryani, Rita. 2018. Sintesis K2O/γ-Fe2O3 dan Aplikasinya pada Trans-Esterifikasi Minyak Biji Bunga Matahari (Helianthus annuus L.)serta Uji Potensinya Sebagai Biodiesel. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Marfu’ah, M.S., (II) Dr. Fauziatul Fazaroh, M.S. Kata kunci: minyak biji bunga matahari, biodiesel, K2O/γ-Fe2O3 Tanaman bunga matahari merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati yang berpotensi sebagai bahan baku dalam pembuatan biodiesel. Produksi biodiesel dari minyak nabati dapat dilakukan melalui proses trans-esterifikasi dengan bantuan katalis homogen KOH dan NaOH. Namun, penggunaan katalis tersebut memiliki kelemahan yaitu sifatnya yang korosif. Katalis maghemit (γ-Fe2O3) merupakan salah satu oksida besi yang berfungsi sebagai katalis heterogen. Katalis maghemit diimpregnasi dengan KOH melalui metode impregnasi basah dengan tujuan menambah kebasaan katalis. Pengunaan K2O/γ-Fe2O3 sebagai katalis heterogen dalam sintesis biodiesel memiliki sifat magnet yang dapat dipisahkan dengan menggunakan medan magnet. Tujuan dari penelitian ini adalah, (1) melakukan sintesis dan karakterisasi katalis K2O/γ-Fe2O3, (2) melakukan trans-esterifikasi minyak biji bunga matahari dengan menggunakan katalis K2O/γ-Fe2O3, (3) mengetahui karakterisasi metil ester hasil trans-esterifikasi, (4) mengetahui komponen senyawa penyusun metil ester hasil trans-esterifikasi, (5) mengetahui potensi metil ester minyak biji bunga matahari sebagai biodiesel. Penelitian ini terdiri dari 6 tahap utama. Tahap 1 adalah sintesis dan karakterisasi katalis K2O/γ-Fe2O3. Tahap 2 adalah preparasi dan ekstraksi minyak biji bunga matahari. Tahap 3 adalah karakterisasi minyak biji bunga matahari hasil isolasi. Tahap 4 adalah trans-esterifikasi minyak biji bunga matahari dengan menggunakan katalis K2O/γ-Fe2O3. Tahap 5 adalah karakterisasi dan identifikasi senyawa penyusun metil ester asam lemak dengan menggunakan spektroskopi GC-MS. Tahap 6 adalah uji potensi sebagai biodiesel. Hasil dari penelitian ini adalah katalis K2O/γ-Fe2O3 disintesis dengan metode kopresipitasi dan dilanjutkan dengan metode impregnasi basah. Diperoleh serbuk berwarna hijau lumut. Hasil karakterisasi dengan XRD menunjukkan puncak-puncak bersesuaian dengan standar maghemit (JCPDS Card No. 39-1346) dan puncak-puncak K2O (JCPDS Card No. 47-1701; 77-2176), dengan kristalinitas relatif tinggi. Minyak biji bunga matahari ditrans-esterifikasi dengan metanol dan bantuan katalis K2O/γ-Fe2O3 menjadi metil ester asam lemaknya. Metil ester asam lemak hasil trans-esterifikasi berwarna kuning pucat, berwujud cair, memiliki massa jenis 0,8541 g/mL, viskositas 4,13 cSt, bilangan iod 111,67, bilangan asam 0,177 dan bilangan penyabunan 251,53. Senyawa penyusun metil ester hasil trans-esterifikasi yang diperoleh pada penelitian ini adalah metil 9-oktadekenoat/ metil oleat. Metil ester hasil trans-esterifikasi minyak biji bunga matahari berpotensi sebagai biodiesel sesuai dengan parameter SNI 7182:2015