SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1785 research outputs found
Sort by
Uji Toksisitas Ekstrak n-Heksana Kernel Biji Mangga (Mangifera indica Linn) Varietas Gadung Terhadap Artemia salina dan Isolasi Komponen Penyusunnya
ABSTRAK Hilfiyatuzziadah. 2018. Uji Toksisitas Ekstrak n-Heksana Kernel Biji Mangga (Mangifera indica Linn) Varietas Gadung Terhadap Artemia salina dan Isolasi Komponen Penyusunnya.Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Siti Marfu’ah, M.S., (II) Dra. Dedek Sukarianingsih, M.Pd., M.Si. Kata Kunci: kernel biji mangga (Mangifera indica Linn) gadung, ekstrak n-heksana, toksisitas, Artemia salina Salah satu tanaman buah berbiji yang tumbuh subur di Indonesia adalah mangga, khususnya mangga gadung. Bagianmangga yang banyak dikonsumsi adalah daging buahnya, sedangkan biji buahnya menjadi limbah yang belum dimanfaatkan dengan baik. Bagian dalam biji mangga berisi kernel biji mangga. Kernel biji mangga mengandung senyawa-senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian tentang biji mangga masih terbatas pada uji fitokimia ekstrak kernel biji mangga sedangkan uji toksisitasnya belum pernah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak n-heksana kernel biji mangga gadung, (2) mengetahui toksisitas ekstrak n-heksana kernel biji mangga gadung, dan (3) mengidentifikasi komponen hasil isolasi ekstrak kernel biji gadung. Penelitian yang dilakukan terdiri dari beberapa tahap, yaitu: (1) preparasi sampel yang meliputi pengambilan sampel, pengeringan sampel dan pembuatan serbuk, (2) ekstraksi serbuk kernel biji mangga gadung dengan pelarut n-heksana, (3) uji fitokimia ekstrak n-heksana kernel biji mangga gadung, (4) uji toksisitas terhadap Artemia salinadengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test), (5) analisis dengan Kromatografi Lapis Tipis(KLT ), (6) pemisahan senyawadenganKromatografi Lapis Tipis Preparatif(KLTP), dan (7) identifikasi komponen hasil pemisahan secara fisik ( meliputi analisis wujud dan warna) dan analisis secara spektrofotometri inframerah (IR). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak n-heksana kernel biji mangga gadung yaitu senyawa golongan triterpenoid, antrakuinon glikosida, minyak dan lemak, (2) ekstrak n-heksana kernel biji mangga gadung bersifat toksik dengan nilai LC50 684 ppm, dan (3) Komponen hasil pemisahan ekstrak n-heksana kernel biji mangga (Mangifera indica Linn) varietas gadung berupa padatan tak berwarna . Uji fitokimia komponen-komponen hasil pemisahanekstrak n-heksana kernel biji mangga gadung menunjukkan hasil positif terhadap uji minyakdan lemak. Komponen ini memiliki pita serapan yang khas untuk gugus -OH, gugus C=O, ikatan ganda C=C dan ikatan tunggal C-O (ester). Komponen tersebut diduga senyawa golongan minyak atau lemak. Berdasarkan nilai Rfkomponen, komponen H1 diduga ester monogliserida tidak jenuh, komponen H2 diduga ester digliserida tidak jenuh, dan komponen H3 diduga ester trigliserida tidak jenuh. SUMMARY Hilfiyatuzziadah. 2018. Toxicity Test of n-Hexane Extract from Mango Seed Kernels ((Mangifera indica Linn) Varieties Gadung Using Artemia salina Isolation of the Component that Compose It. Essay, Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, State University of Malang. Supervisor:(I) Dr. Siti Marfu’ah, M.Si., (II) Dra. Dedek Sukarianingsih, M.Pd., M.Si. Keyword:mangogadung seed kernels (Mangifera indica Linn), n-hexaneextract, toxicity, Artemia salina One of stone fruit (drupe) trees that grows a lot in Indonesia is mango, especially the gadung variety. Mango’s flesh is the commonly consumed part of the fruit, and its seed becomes waste that is not utilized. Inside the mango seed, there is a seed kernel. Kernel contains substances that good for human health. So far, studies on mango seed are limited to the phytochemical testing on its kernel extract. No toxicology testing has been conducted yet. The aims of this study are: (1) to identifythe active chemical compound in the n-hexane extract of gadung mango seed kernel, (2) to identify the toxicology of the n-hexane extract of gadung mango seed kernel, and (3) to identify the component identity resulted from the isolation of the extract of gadung mango seed kernel. The study is conducted in several stages, namely: (1) sample preparation, including sample extraction, sample dehydration, and powder processing, (2) extraction of gadung mango seed kernelpowder using n-hexane solvent, (3) phytochemical test of gadung mango seed kerneln-hexane extract, (4) toxicology test on Artemia salinausing BSLT method (Brine Shrimp Lethality Test), (5) analysis using Thin Layer Chromatography, (6) material separation using Preparative Thin Layer Chromatography, and (7) physical identification of separation compounds (i.e. analysis of form and color)and Infrared Spectrophotometry (IR) analysis. The results of this study are: (1) chemical compounds found in the gadung mango seed kerneln-hexane extractare triterpenoids, anthraquinone glycosides, oil and fat, (2) gadung mango seed kerneln-hexane extractis toxic with the value of LC50 684 ppm, and (3) sepatarion compounds of gadung mango seed kerneln-hexane extractin the form of colorless solid material. The phytochemical test result of the compounds H1,H2 and H3 is positive toward oil and fat. This is reinforced with the IR analysis result, by the appearance of absorption band specific to the O-Hcluster, C=O ester cluster, double bond C=C, and C-O (ester) single bond commonly had in oil and fat. Based on the Rfvalue of component, the H1 component is presumed to be an unsaturated monoglyceride ester, the H2 component is presumed to be an unsaturated diglyceride ester, and the H3 component is presumed to be an unsaturated triglyceride ester
Pengembangan Mini Ensiklopedia Food Additives Antioksidan dan Pemanis
ABSTRAK Sari, Nikita Dwi. 2018. Pengembangan Mini Ensiklopedia Food Additives Antioksidan dan Pemanis. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Aman Santoso, M.Si., (2) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D. Kata Kunci: ensiklopedia, zat aditif, antioksidan makanan, pemanis makanan Ilmu kimia yang mempelajari tentang proses kimia dan interaksinya dengan komponen biologis maupun non-biologis bahan pangan adalah kimia pangan. Salah satu materi yang dibahas dalam kimia pangan adalah zat aditif makanan. Buku sebagai sumber belajar utama kebanyakan monoton dan isinya hanya tulisan, jarang ada gambar-gambar untuk menguatkan pesan, sehingga membacanya jenuh yang akhirnya dapat menurunkan minat baca. Oleh karena itu, dilakukan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan produk berupa mini ensiklopedia food additives antioksidan dan pemanis yang dikaji secara lengkap, komprehensif, serta dikemas secara menarik. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4D Thiagarajan, meliputi tahap perencanaan (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (disseminate). Pada penelitian ini tidak dilakukan tahap penyebaran. Validasi ensiklopedia dilakukan oleh tiga validator ahli materi sekaligus ahli pembelajaran dan diuji-cobakan dalam skala kecil. Produk pengembangan berupa mini ensiklopedia food additives antioksidan dan pemanis yang menyajikan informasi tentang antioksidan dan pemanis dalam sistem pangan, mekanisme kerja secara umum, dan macam-macam antioksidan dan pemanis makanan yang mencangkup identitas zat, struktur kimia 2D dan 3D, pembuatan, penggunaan pada makanan, dan efek terhadap kesehatan. Validasi produk pengembangan ensiklopedia menghasilkan data persentase skor sebesar 86%, sedangkan hasil uji-coba skala kecil diperoleh persentase skor sebesar 92,3%. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba, disimpulkan bahwa mini ensiklopedia food additives antioksidan dan pemanis yang telah dikembangkan sangat layak digunakan sebagai sumber belajar tambahan. basa
PENGEMBANGAN INSTRUMEN UNTUK MENGETAHUI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI LARUTAN ASAM – BASA MELALUI THREE – TIER DIAGNOSTIC TEST
ABSTRAK Khabibi, BhismaWildan. 2018. Developing Instruments to Identify Students’ Misconception on Acid-Base Solutions through Three–Tier Diagnostic Test. Sarjana’s Thesis, Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Science, State University of Malang. Advisors: (1) Dr. Hj. HayuniRetnoWidarti, M.Si., (2) Drs. DarsonoSigit, M.Pd. Keywords: misconception, acid-base solutions, three-tier multiple choice diagnostic test, development. Acid-base solutions are one of the several concepts in Chemistry that is difficult to understand for it contains many abstract concepts, requires algorithmic problem solver, and covers symbolic, microscopic, and macroscopic representation. That difficulty may result in misunderstanding that leads into misconception if it consistently happens. One of the strategies that can be used to check students’ understanding and identify their misconception is the three–tier multiple choice diagnostic test.Thus, the researcher is encouraged to conduct a Research and Development on three-tier diagnostic instrument on acid-base solutions which aims to check students’ understanding and identify their misconception on acid-base solutions. This is a descriptive study that utilized mixed methods qualitative-quantitative design. This instrument had authentication from one lecture from State University Malang and two high school chemistry teachers. The subjects of the study are 68 students of grade XI science program at UM Laboratory School 2017/2018 academic year that are already taught acid-base solutions. Final product from this research and development is some instrument used to identify misconception on acid-base solutions is a three-tier multiple choice diagnostic test that consists of 27 three-tier multiple choice test items equipped with four alternative answers on its first and second tiers, and a CRI scale with the range of 0-4 on the third tier. The test instruments have the average score for the content validity of 80,15% with the predicate of highly valid. The final product has a high reliability criterion (0,704). The result of the study shows that the developed three-tier multiple choice diagnostic test is highly valid and reliable to use in identifying misconception and checking students’ understanding on acid-base solutions. ABSTRAK Khabibi, BhismaWildan. 2018. Pengembangan Instrumen Untuk Mengetahui Miskonsepsi Siswa pada Materi Larutan Asam–Basa Melalui Three–Tier Diagnostic Test. Skripsi, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Hayuni Retno Widarti, M.Si., (2) Drs. DarsonoSigit, M.Pd. Kata Kunci : miskonsepsi, larutan asam-basa, three-tier multiple choice diagnostic test, pengembangan. Larutan asam-basa merupakan salah satu konsep dalam kimia yang sulit untuk dipahami,karena banyak mengandung konsep abstrak, adanya penyelesaian masalah secara algoritmik, dan melibatkan representasi simbolik, mikroskopik dan makroskopik .Kesulitan tersebut dapat menimbulkan kesalahan pemahaman yang berujung pada miskonsepsi apabila berlangsung secara konsisten.Salah satu cara yang digunakan untuk mengetahui pemahaman dan mengidentifikasi miskonsepsi siswa menggunakan instrument tes diagnostic three–tier. Oleh karenaitu, peneliti terdorong untuk melakukan penelitian dan pengembangan instrument diagnostic three-tier pada materi larutan asam-basa dengan tujuan untuk menggali pemahaman dan mengidentifikasi miskonsepsi yang dimiliki siswa pada materi larutan asam-basa. Penelitian ini mengadaptasi rancangan penelitian dan pengembangan research and development (R&D) dengan 4 tahapan (pengumpulaninformasi, perencanaan, penyusunan draf produk, ujicoba lapangan, dan penyempurnaan akhir produk pengembangan) penelitian yang dilakukan.Penelitian dan pengembangan instrument tes diagnostic three–tier menggunakan pendekatan gabungan secara kuantitatif dan kualitatif.Validator yang memvalidasi instrument pengumpulan data adalah satu dosen kimia UniversitasNegeri Malang dan dua guru kimia SMA.Subyek penelitian dan pengembangan adalah 68 siswa XI MIPA SMA Laboratorium UM tahun ajaran 2017/2018 yang telah mendapatkan materi larutan asam-basa. Hasil penelitian dan pengembangan didapatkan produk akhir berupa instrument tes dengan bentuk tes diagnostic three-tier yang digunakan untuk mendiagnosis miskonsepsi peserta didik pada materi larutanasam-basa yang berjumlah 27 butir soal pilihan ganda tiga tingkat dengan 4 alternatif jawaban pada tingkat pertama dan kedua, tingkat ketiga merupakan skala CRI dengan skala 0-4. Instrumen soal memiliki validitas isi dengan rata-rata 80,15% dengan kategori sangat layak. Produk akhir instrument memiliki criteria reliabilitas tinggi (0,704).Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumenthree-tier multiple choice diagnostic test yang dikembangkan sangat layak digunakan untuk mendiagnosis miskonsepsi dan mengukur pemahaman siswa pada materi larutan asam-basa
Uji Kemampuan Pelepasan Natrium Diklofenak dalam Buffer Fosfat (pH 7,4) dari Matriks Sediaan Lepas Lambat Karboksimetil Kappa-Karagenan, Xanthan Gum, Dan Mikrokristalin Selulosa
ABSTRAK A’yun, Qurrota. 2018. Uji Kemampuan Pelepasan Natrium Diklofenak dalam Buffer Fosfat (pH 7,4) dari Matriks Sediaan Lepas Lambat Karboksimetil Kappa-Karagenan, Xanthan Gum, Dan Mikrokristalin Selulosa . Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Irma Kartika K, S.Si., M.SI., (II) Dr. Sc. Anugrah Ricky Wijaya, S.Si., M.Sc. Kata Kunci: karboksimetil kappa-karagenan, xanthan gum, mikrokristalin selulosa, Natrium diklofenak, sediaan lepas lambat Sediaan lepas lambat merupakan formulasi yang dirancang dapat melepas bahan aktif obat secara bertahap selama 8 sampai 12 jam. Matriks lepas lambat sistem hidrofilik dapat disusun menggunakan campuran bahan polimer yang memiliki kemampuan interaksi dengan air yang berbeda. Karboksimetil kappa-karagenan (CMKC) merupakan produk hasil karboksimetilasi kappa-karagenan yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan matriks tablet lepas lambat. CMKC dapat larut air dan mampu mengontrol pelepasan obat pada pH asam (1,2). Xanthan Gum (XG) mengalami swelling dalam air dan memiliki kemampuan daya rekat tinggi, serta Mikrokristalin Selulosa (MCC) memiliki interaksi rendah dengan air. Tujuan penelitian ini adalah pembuatan matriks dari campuran CMKC, XG, dan MCC sebagai matriks obat lepas lambat sistem hidrofilik yang ditargetkan melepas bahan aktif pada daerah intestinal (pH 7,4), menggunakan model obat Natrium Diklofenak, kemudian dilakukan karakterisasi bahan dari matriks tablet lepas lambat CMKC, XG, MCC serta campurannya, dan uji kemampuan pelepasan Natrium Diklofenak dari campuran matriks lepas lambat CMKC, XG, dan MCC. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu (1) Uji karakteristik CMKC, XG, MCC dan campurannya pada berbagai variasi perbandingan massa meliputi: uji FTIR dan kemampuan swelling (2) Pembuatan tablet lepas lambat Natrium Diklofenak menggunakan metode cetak langsung (3) Uji karakteristik tablet lepas lambat Natrium Diklofenak dengan matriks campuran CMKC : XG: MCC meliputi: uji kadar air, uji kekerasan, uji kerapuhan, serta uji kemampuan swelling dan (4) Penentuan kadar Natrium Diklofenak yang terlepas dari tablet dalam larutan buffer fosfat pH 7,4 (simulasi cairan intestinal). Hasil uji FTIR campuran bahan penyusun matriks menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi kimia pada campuran CMKC: XG: MCC. Urutan kemampuan swelling bahan matriks adalah XG CMKC MCC. Semakin banyak komposisi XG dalam formulasi, kemampuan swelling semakin meningkat. Urutan kelarutan dalam air bahan penyusun matriks adalah CMKC XG MCC. Pembuatan tablet lepas lambat Natrium Diklofenak dilakukan dalam 10 formulasi variasi perbandingan massa dengan total rasio 5. Kadar air tertinggi terdapat pada Formulasi 9 (F9) (CMKC: XG: MCC, 4: 1: 0) sebesar 8,03%,. Tablet dengan variasi perbandingan komposisi CMKC: XG: MCC = 1: 1: 3 (F2), 2: 1: 2 (F3), 1: 2: 2 (F4), 1: 3: 1 (F6), 2: 2: 1 (F7), dan 0: 4: 1 (F8) memenuhi nilai kekerasan antara 4-8 kg, Tablet dengan 10 formulasi memenuhi nilai kerapuhan
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KIMIA BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATERI KESETIMBANGAN ION DAN PH LARUTAN GARAM UNTUK SMA/MA KELAS XI
ABSTRAK Hidayat, M. 2018. Pengambangan Bahan Ajar Kimia Berbasis Pendekatan Saintifik pada Materi Kesetimbangan Ion dan pH Larutan Garam untuk SMA/MA Kelas XI. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed, (II) Dr. Sc. Anugrah Ricky Wijaya, S.Si., M.Sc. Kata kunci: bahan ajar, pendekatan saintifik, larutan garam. Kesetimbangan ion dan pH larutan garam merupakan salah satu pokok bahasan dalam ilmu kimia. Pokok bahasan ini mengkaji fakta sifat larutan garam, konsep reaksi hidrolisis dan pH larutan garam. Sebagaimana ilmu pengetahuan alam yang lainnya, ilmu kimia juga dipelajari dengan langkah-langkah kegiatan yang ilmiah. Pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran adalah pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik merupakan pendekatan pembelajaran yang diamanahkan oleh kurikulum 2013 revisi. Sedangkan dalam mempelajari konsep hidrolisis dan pH larutan garam diperlukan media animasi karena konsep-konsep tersebut bersifat abstrak. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan bahan ajar kimia berbasis pendekatan saintifik pada materi kesetimbangan ion dan pH larutan garam yang valid serta layak digunakan. Pengembangan bahan ajar ini dilakukan dengan menggunakan model 4D (four-D model) yang dikembangkan oleh Thiagarajan dkk. (1974). Menurut model ini, pengembangan bahan ajar dilakukan melalui 4 tahapan, yaitu tahap define, design, develop, dan disseminate. Namun pada pengembangan bahan ajar ini baru dilakukan tahap define, design, dan develop. Validitas dan tingkat kelayakan bahan ajar diperoleh dari data kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh dari kegiatan validasi. Data kuantitatif diperoleh berdasarkan skor angket yang disusun dalam skala Likert. Data kualitatif diperoleh berdasarkan komentar dan saran pengembangan yang diisi oleh validator yakni dosen kimia dan guru kimia SMA. Data kuantitatif dan kualitatif juga diperoleh dari uji keterbacaan yang dilakukan oleh 11 siswa SMA Selamat Pagi Indonesia kelas 12 jurusan IPA. Data kuantitatif dianalisis menggunakan teknik persentase penilaian sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil pengolahan data digunakan sebagai acuan untuk merevisi produk serta menentukan validitas dan tingkat kelayakan bahan ajar sesuai dengan kriteria interpretasi skor penilaian. Hasil validasi menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memiliki persentase rata-rata validitas sebesar 82% dengan kriteria sangat valid. Sedangkan hasil uji keterbacaan menunjukkan bahwa bahan ajar memiliki persentase kelayakan sebesar 86% dengan kriteria sangat layak. Dengan demikian bahan ajar berbasis pendekatan saintifik pada materi kesetimbangan ion dan pH larutan garam yang dikembangkan tersebut dapat dianggap layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran di kelas. Hidayat, M. Syamsu. 2018. The Development of chemistry teaching material based on scientific approach on the ionic equilibrium and pH of salt solution for senior high school. Thesis, Chemistry Department, Mathematics and Science Faculty, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed, (II) Dr. Sc. Anugrah Ricky Wijaya, S.Si., M.Sc. Kata kunci: teaching material, scientifik approach, salt solution. Ionic equilibrium and pH of salt solution are one of the main subjects in chemistry. This subject studies about salt solution properties, hydrolysis reaction and pH of salt solution concepts. As the other sciences, chemistry is also studied with scientific action steps. A learning approach that can be applied in the learning process is a scientific approach. Scientific approach is a learning approach mandated by revised 2013 curriculum. While in studying the concepts of hydrolysis and pH salt solution required animation media because the concepts are abstract. The purpose of this research is to produce chemistry teaching material based on scientific approach on ionic equilibrium and pH of salt solution that is valid and feasible to use. The development of this teaching material is done by using four-D model developed by Thiagarajan et al. (1974). According to this model, the development of teaching materials is done through 4 stages which are define, design, develop, and disseminate. However, the development of this study is done based only by define, design, and develop stages. Validity and feasibility of teaching materials are obtained from the quantitative and qualitative data. It is obtained from the validation and readability test. Quantitative data were obtained based on questionnaire scores arranged in Likert scale. Qualitative data obtained based on comments and suggestions of improvments filled by the validator which are chemistry lecturer and high school chemistry teachers. The quantitative and qualitative data also obtained from readability test which done by 11 students of Selamat Pagi Indonesia high school grade 12 science program. Quantitative data is analyzed using percentage assessment technique while qualitative data analyzed descriptively. The result of data processing is used as a reference to revise the product and detrmine the validity and feasibility of theacing material accordance with criteria of assessment score interpretation. The validation results show that the developed learning material has an average percentage of validity of 82% with very valid criteria. While the results of readability test show that the teaching material has an avarage percentage of feasibility of 86% with very feasible criteria. Thus the develop of the teaching material based on the scientific approach on the ionic equilibrium and pH of salt solution can be considered feasible for use in the classroom learning process
Sintesis dan Karakterisasi Zeolit Berbahan Dasar Limbah Lumpur Geothermal dengan Metode Hidrothermal
ABSTRAK Hidayatullah, M. 2018. Sintesis dan Karakterisasi Zeolit Berbahan Dasar Limbah Lumpur Geothermal dengan Metode Hidrothermal.Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sumari, M.Si., (II) Dr. Hj. Fauziatul Fajaroh, M.S. Kata Kunci: limbah,lumpur geothermal, metode hidrotermal, zeolit. Limbah lumpur geothermal merupakan limbah yang dikeluarkan oleh PLTP Dieng, Jawa Tengah. Limbah lumpur geothermal keberadaannya sangat melimpah dan belum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Limbah lumpur geothermal diketahui memiliki kadar SiO2yang tinggi. Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk sintesis zeolit dengan metode hidrotermal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui karakteristik limbah lumpur geothermalyang merupakan limbah PLTP Dieng Jawa Tengah, (2) mengetahui pengaruh jenis, konsentrasi, lama perendaman, dan volume asam, dalampemurnian silika menggunakan metode leaching asam, (3) mengetahui pengaruh konsentrasi NaOH terhadap sintesis katalis zeolit dari lumpur geothermal dengan metode hidrotermal, dan (4) mengetahui karakteristik zeolit hasil sintesis dengan bahan dasar silika dari limbah lumpur geothermal. Penelitian ini terdiri dari empat tahap yakni (1) pengambilan limbah lumpur geothermal (sampling),(2)preparasi dan analisis kandungan limbah lumpur geothermal,(3) pemurnian silika limbah lumpur geothermalmenggunakan metode leaching asam dengan variasi HCl & HNO3; konsentrasi asam 0,5M, 1,0M, 1,5M, 2,0M, & 2,5M; lama perendaman 1 jam, 8 jam, 16 jam, & 24 jam; dan volume asam 20mL, 40mL, & 80mL, (4) sintesis zeolit dari lumpur geothermal menggunakan metode hidrotermal pada 150oC selama 24 jam dengan variasi NaOH 2M, 3M, & 4M, (5) karakterisasi zeolit hasil sintesis menggunakan XRF, XRD, FTIR, SEM, dan isoterm Langmuir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa(1) limbah lumpur geothermal memiliki tekstur halus, berbau telur busuk, dan berwarna hijau keabu-abuan. Silika limbah lumpur geothermaldapat dimurnikan dengan metode leaching asam. (2) Zeolityang berhasil disintesis dengan metode hidrotermal dari bahan dasar limbah lumpur geothermal adalah zeolit Y. Zeolit Y hasil sintesis berwarna putih dan memiliki tekstur halus
Pengembangan Bahan Ajar Hidrolisis Garam Berbasis Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring (REACT) Melibatkan Multipel Representasi
ABSTRAK Hidrolisis garam merupakan materi kimia yang bersifat abstrak, sifatnya yang abstrak ini membuat siswa kesulitan dalam memahaminya. Pemahaman pada materi hidrolisis garam akan lebih mudah jika multipel representasi diaplikasikan dalam pembelajaran strategi REACT. Pembelajaran strategi REACT akan menarik minat belajar siswa karena berkaitan dengan kehidupan sehari-hari (contextual). Pengaplikasian multipel representasi dalam pembelajaran strategi REACT dapat dicapai dengan cara menyediakan bahan ajar yang sesuai. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar hidrolisis garam berbasis REACT dengan melibatkan representasi (makroskopik, submikroskopik, dan simbolik) yang layak digunakan. Pengembangan ini mengadopsi model pengembangan 4D dari Thiagarajan, dkk.(1974). Namun, tahap penyebaran tidak dilakukan. Validasi dilakukan oleh satu dosen kimia dan dua guru kimia SMA. Uji keterbacaan dilakukan kepada 10 siswa kelas XI IPA SMA. Hasil pengembangan berupa bahan ajar hidrolisis garam terdiri dari buku siwa dan buku guru. Hasil validasi buku peserta didik dan buku guru secara berurutan adalah 91,3% dan 90,7% dengan kriteria sangat layak. Hasil uji keterbacaan yang diperoleh sebesar 88,2% Dengan kriteria sangat layak
Pengembangan Media Chemgame Android Materi Larutan Elektrolit Dan Non Elektrolit
ABSTRAK Ilmu kimia merupakan ilmu yang bersifat abstrak dan konseptual. Kimia direpresentasikan dalam tiga macam cara yaitu makroskopik, simbolik dan sub-mikroskopik. Salah satu materi kimia yang berkaitan dengan multipel representasi yakni materi larutan elektrolit dan non elektrolit. Peserta didik harus menguasai ketiga multipel representasi tersebut agar dapat memahami materi kimia secara menyeluruh. Namun, pada umumnya siswa hanya bisa menjelaskan materi pada tingkat makroskopik dan belum bisa menjelaskan secara simbolik dan sub-mikroskopik. Salah satu cara untuk membantu kesulitan peserta didik dalam memahami pelajaran yakni dengan menggunakan media game android. Penggunaan media game android dalam pembelajaran telah terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar. Maka, perlu dikembangkan media game berbasis androiduntuk materi larutan elektrolit dan non elektrolit. Pengembangan media bertujuan agar dihasilkan media yang dapat digunakan peserta didik untuk membantu memahami materi kimia dan untuk mengetahui kelayakan dari media yang dikembangkan . Model pengembangan yang digunakan yakni model pengembangan berbasis multimedia oleh Lee & Owens yang terdiri dari empat tahap yaitu tahap analisis, tahap perancangan, tahap pengembangan dan implementasi, serta tahap evaluasi. Uji coba media dilakukan untuk mengetahui kelayakan media dan tingkat keterbacaan media. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik deskriptif dengan cara menghitung skor masing-masing aspek yang dinilai oleh responden. Media pembelajaran yang dihasilkan berupa aplikasi game android materi larutan elektrolit dan non elektrolit. Aplikasi ini memuat teks, gambar, animasi, audio yang dikemas dalam permainan dan latihan soal. Skor hasil uji validitas media yaitu 98,77 dan skor hasil validasi materi yaitu 94,71. Sedangkan skor hasil uji coba kelompok kecil yaitu 92,67. Dari data hasil validasi dan uji coba menunjukkan bahwa aplikasi Chemgame Android materi larutan elektrolit dan non elektrolit telah memenuhi kriteria layak dan dapat digunakan sebagai media pembelajara
Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari Tembaga(II) Oksalat dan N,N’-Dietiltiourea
ABSTRAK Sintesis senyawa kompleks dari tembaga(II) oksalat dan tiourea (tu) dengan perbadingan mol 1:4 menghasilkan senyawa kompleks bersifat ionik [Cu2(tu)6]C2O4 dengan geometri tetrahedral di sekitar atom pusat, tu berperan sebagai ligan monodentat dan ion oksalat sebagai anion pengimbang. Sintesis senyawa kompleks dari tembaga(II) oksalat dan N, N’-dietiltiourea (detu) belum pernah dilaporkan. Tujuan penelitian adalah mensintesis, mengkaraktersasi, dan memprediksi struktur senyawa kompleks dari tembaga(II) oksalat dan (detu). Senyawa kompleks disintesis dari tembaga(II) oksalat dan detu dengan perbandingan mol 1:4 dalam pelarut NH4OH 25%. Senyawa hasil sintesis dilakukan uji titik lebur, daya hantar listrik (DHL), uji kualitatif ion oksalat, analisis FT-IR dan analisis SEM-EDX. Uji titik lebur dilakukan untuk mengetahui kemurniannya. Uji DHL dan analisis kualitatif ion oksalat untuk menentukan senyawa kompleks tersebut ionik atau molekuler. Analisis FT-IR digunakan untuk mengetahui detu dan ion oksalat dalam senyawa kompleks. Hasil analisis SEM-EDX digunakan untuk mengetahui bentuk permukaan dan memprediksi rumus empiris dari senyawa kompleks. Berdasarkan hasil analisis, rumus kimia yang mungkin dari senyawa kompleks dapat ditentukan dan diprediksikan strukturnya. Energi bebas dari kemungkinan struktur dihitung dengan program Gaussian 09W metode semi-empirical PM6. Struktur senyawa kompleks yang diterima adalah yang memiliki energi bebas terendah. Senyawa kompleks dari CuC2O4 dan detu dengan perbandingan mol 1:4 menghasilkan kristal berupa jarum tidak berwarna yang mempunyai titik lebur 153-154 °C. Uji DHL dan uji kualitatif ion oksalat mengindikasikan bahwa senyawa kompleks bersifat ionik. Berdasarkan analisis FT-IR di dalam senyawa kompleks terdapat detu dan ion oksalat. Analisis SEM menunjukkan bentuk permukaan kristal senyawa kompleks adalah balok, sedangkan analisis EDX memberikan prediksi rumus empiris Cu2C42H96O4N16S8. Senyawa kompleks memiliki dua kemungkinan struktur, yaitu [Cu2(detu)4]2C2O4 dengan geometri tetrahedral di sekitar atom pusat dan geometri bujursangkar di sekitar atom pusat. Struktur dengan geometri tetrahedral memiliki energi bebas total terendah sebesar -34,14 kJ/mol
Perbedaan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI Brawijaya Smart School Pada Materi Larutan Penyangga Yang Dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan Problem Solving
ABSTRAK Ningsih, Siti. 2018. Perbedaan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI Brawijaya Smart School Pada Materi Larutan Penyangga Yang Dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan Problem Solving. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Ridwan Joharmawan, M.Si., (2) Drs. Muhammad Su’aidy, M.Pd. Kata Kunci: Inkuiri Terbimbing, Problem Solving, Hasil Belajar, Larutan Penyangga. Pembelajaran kimia yang sesuai dengan Kurikulum 2013 harus mampu melibatkan peserta didik secara aktif selama proses pembelajaran, dengan mencari dan menemukan sendiri konsep-konsep kimia, baik melalui pemberian pengalaman langsung maupun tidak langsung. Pembelajaran konstruktivistik selalu menekankan peran guru sebagai fasilitator dan peserta didik sebagai pembelajar aktif/ student centered. Sedangkan materi kimia umumnya dibelajarkan secara konvensional, sehingga peserta didik kurang aktif belajar. Upaya pemecahan masalah yang dilakukan pada penelitian ini adalah melalui pembelajaran inkuiri terbimbing dan Problem solving. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana hasil belajar peserta didik yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan Problem solving. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan eksperimen semu dan rancangan deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian adalah peserta didik kelas XI IPA Brawijaya Smart School. Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA 1 (28 peserta didik) sebagai kelas eksperimen I, yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Solving dan kelas XI IPA 2 (27 peserta didik) sebagai kelas eksperimen II, yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar kognitif, lembar observasi afektif, dan psikomotorik. Teknik analisis data penelitian dilakukan dengan analisis statistik dan deskriptif. Pengujian hipotesis menggunakan independent samples t-test dengan taraf signifikansi 0,05 dengan bantuan program SPSS 16,0 for windows. Hasil uji coba tes hasil belajar kognitif, diperoleh 15 soal valid dengan reliabilitas 0,549. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran inkuiri terbimbing dan problem solving. Hasil belajar afektif peserta didik yang dibelajarkan dengan model problem solving sebesar 79 dan hasil belajar afektif peserta didik yang dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing sebesar 80,5. Artinya hasil belajar afektif dari dari dua kelas eksperimen termasuk dalam kategori tinggi. Sedangkan hasil belajar psikomotorik peserta didik yang dibelajarkan dengan model problem solving sebesar 84,5 dan hasil belajar psikomotorik peserta didik yang dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing sebesar 87,4. Artinya hasil belajar psikomotorik dari dua kelas eksperimen juga termasuk dalam kategori tinggi