SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1785 research outputs found

    Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari Kadmium(II) Klorida, Kalium Tiosianat, dan Ligan N,N'-dietiltiourea

    No full text
    ABSTRAK   Lismawati, Tria. 2018. Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari Zink(II) Klorida, Kalium Tiosianat, dan Ligan N,N’-dietiltiourea. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fariati, M.Sc. (2) Drs. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., Ph.D   Kata kunci: senyawa kompleks, zink(II) klorida, kalium tiosianat, ligan detu Reaksi antara zink(II) tiosianat dengan ligan N,N’-disikloheksiltiourea (dchtu) pada perbandingan stoikiometri 1:2 menghasilkan kompleks monomer [Zn(dchtu)2(NCS)2] dengan geometri tetrahedral terdistorsi di sekitar atom pusat. Ligan N,N’-dietiltiourea (detu) dan dchtu memiliki perbedaan pada gugus alkil yang disubstitusi oleh tiap gugus amina. Ligan dchtu disubstitusi dengan gugus sikloheksil, sedangkan ligan detu dengan gugus etil. Senyawa kompleks yang dihasilkan dari zink(II) klorida, kalium tiosianat, dan ligan detu pada perbandingan stoikiometri 1:2:2 belum pernah dilaporkan. Tujuan penelitian adalah sintesis dan karakterisasi senyawa kompleks dari ZnCl2, KSCN, dan detu pada perbandingan stoikiometri 1:2:2, serta prediksi strukturnya. Struktur senyawa kompleks hasil sintesis digunakan untuk mengetahui pola koordinasi ion tiosianat dan detu. Senyawa kompleks disintesis dengan mereaksikan ZnCl2, KSCN, dan detu pada perbandingan stoikiometri 1:2:2 dalam pelarut metanol dengan metode reaksi langsung. Senyawa kompleks hasil sintesis dikarakterisasi dengan uji titik lebur, analisis gugus fungsi menggunakan FT-IR, analisis SEM-EDX, uji daya hantar listrik (DHL), dan uji kualitatif ion tiosianat. Uji titik lebur untuk mengetahui kemurnian kristal. Pola koordinasi detu dan ion tiosianat didapatkan dari hasil analisis spektrum IR. Hasil analisis EDX untuk memperoleh prediksi rumus empiris kompleks hasil sintesis. Uji DHL dan kualitatif ion tiosianat untuk menentukan senyawa kompleks bersifat ionik atau molekuler. Prediksi struktur senyawa kompleks diperoleh dari hasil karakterisasi. Energi bebas struktur prediksi dihitung dengan program Gaussian 09W. Prediksi struktur yang diterima adalah struktur dengan energi bebas terendah. Reaksi antara ZnCl2, KSCN, dan detu menghasilkan kompleks tidak berwarna, berbentuk balok, dan terdekomposisi pada temperatur 191-1940C, yang menunjukkan kompleks hasil sintesis murni. Hasil analisis gugus fungsi dengan FT-IR diduga bahwa ligan detu berkoordinasi dengan atom donor S, sedangkan ion tiosianato membentuk ikatan koordinasi melalui atom donor N. Hasil analisis EDX memberikan prediksi rumus empiris ZnC12H24N6S4. Hasil uji DHL dan kualitatif ion tiosianat mengindikasikan bahwa kompleks hasil sintesis adalah senyawa kompleks molekuler. Berdasarkan hasil karakterisasi, diperoleh prediksi struktur yaitu monomer [Zn(detu)2(NCS)2] dengan energi bebas sebesar -240 kJ/mol dan energi bebas per ikatan sebesar -4 kJ/mol

    Potensi Silika dari Abu Sekam Padi Sebagai Agen Imobilisasi Enzim Selulase

    No full text
    ABSTRAK   Yuniawati, Nurakhma. 2018. Potensi Silika dari Abu Sekam Padi Sebagai Agen  Imobilisasi Enzim Selulase. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D., (II) Dr. Evi Susanti, S.Si., M.Si.   Kata Kunci: imobilisasi enzim, silika, selulase Silika merupakan material berpori yang memiliki gugus aktif silanol (SiOH) dan siloksan (Si-O-Si) yang dapat menjadikannya sebagai pengimobil. Imobilisasi merupakan pembatasan pergerakan suatu molekul enzim dalam suatu ruang. Imobilisasi dapat dilakukan secara fisik maupun kimia. Imobilisasi secara fisik bisa berupa adsorbsi fisik dan penjerapan, sedangkan imobilisasi secara kimia dapat dilakukan dengan ikatan kovalen. Pada penelitian kali ini dilakukan imobilisasi enzim selulase dari Trichoderma viride pada matriks silika yang berasal dari abu sekam padi menggunakan metode adsorbsi. Diduga enzim selulase dapat teradsorbsi pada pori silika atau melalui interaksi antara permukaan enzim dengan gugus silanol pada silika melalui ikatan hidrogen. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui waktu kontak optimum pembentukan enzim selulase  imobil dalam matriks silika dari abu sekam padi, (2) Mengetahui kecepatan pengadukan optimum pembentukan enzim selulase  imobil dalam matriks silika dari abu sekam padi, (3) Mengetahui efektifitas enzim selulase imobil dalam silika menggunakan metode adsopsi fisik. Penelitian ini terdiri dari lima tahap yaitu : pembuatan matriks silika; uji karakteristik fisik silika sebagai matriks yang meliputi kadar air, kadar abu, massa jenis, daya serap iod dan juga analisis gugus fungsi dengan FT-IR; optimasi waktu kontak pembentukan enzim selulase imobil dengan matriks silika dengan variasi (15, 30, 45, dan 60) menit; optimasi kecepatan pengadukan pembentukan enzim selulase imobil dengan matriks silika dengan variasi (50, 100, 150, dan 200) rpm;  uji efektifitas imobilisasi enzim. Terbentuknya enzim selulase imobil diamati membandingkan aktivitas enzim bebas dengan enzim imobil dalam silika. Aktivitas enzim sebanding dengan jumlah gula pereduksi yang dihasilkan. Hasil dari pembuatan matriks silika berupa serbuk halus berwarna putih dengan karakteristik kadar air sebesar 0,88%, kadar abu sebesar 94,68%, massa jenis sebesar 2,60 g/cm3, dan daya serap iod sebesar 16,2%. Waktu kontak optimum untuk imobilisasi 10 mL enzim selulase 0,25% dalam 0,25 g matriks silika adalah 15 menit dengan % imobilisasi sebesar 4,66%. Kecepatan pengadukan optimum untuk imobilisasi 10 mL enzim selulase 0,25% dalam 0,25 g matriks silika adalah 150 rpm dengan %imobilisais sebesar 7,24%. Hasil dari uji efektifitas imobilisasi enzim selulase dilihat dari enam kali penggunaan berulang dengan kadar glukosa minimum sebesar 14,4 %. Silika dari abu sekam padi sangat berpotensi untuk proses imobilisasi enzim selulase karena hanya dengan menggunakan metode dan bahan yang sederhana, mampu mengifisienkan penggunakan enzim selulase

    Isolasi, Identifikasi, dan Uji In Silico Senyawa Flavonoid Dari Buah Nanas (Ananas comosus L.) dan Lobak Putih (Raphanus sativus L.) Sebagai Inhibitor Xantin Oksidase

    No full text
    ABSTRAK   Atikah, Dinda. 2018. Isolasi, Identifikasi, dan Uji In Silico Senyawa Flavonoid Dari Buah Nanas (Ananas comosus L.) dan Lobak Putih (Raphanus sativus L.) Sebagai Inhibitor Xantin Oksidase. Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Subandi, M.Si., (II) Dr. Siti Marfu’ah, M. S.   Kata Kunci: inhibitor xantin oksidase, buah nanas, lobak putih, flavonoid Penyakit asam urat ditandai dengan tingginya kadar asam urat di dalam darah (> 6 untuk wanita dan > 7 untuk pria) akibat degradasi purin  yang berlebih. Purin dalam tubuh berasal dari makan dan minuman yang dikonsumsi. Salah satu obat anti asam urat yang banyak dikonsumsi adalah allopurinol, yang bekerja sebagai inhibitor enzim xantin oksidase, yaitu enzim penting pensisntesis asam urat. Namun penggunaan obat tersebut mempunyai efek samping yang merugikan. Kesaksian beberapa penderita asam urat menyatakan bahwa konsumsi ramuan herbal yang mengandung nanas dan lobak dapat menanggulangi penyakit ini. Sementara itu beberapa penelitian menunjukkan bahwa golongan flavonoid, yang juga ada pada nanas dan lobak, dapat bertindak sebagai inhibitor enzim xantin oksidase. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui jenis flavonoid yang terdapat pada ekstrak etanol buah nanas dan lobak, 2) mengetahui potensi daya inhibisi terhadap enzim xantin oksidase dari senyawa flavonoid dalam ekstrak etanol buah nanas dan lobak, secara in siliko. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif laboratoris di Laboratorium Kimia Universitas Negeri Malang (UM) dan Politeknik Negeri Jember. Terdapat lima tahap penelitian yaitu: a) preparasi/ pengupasan sampel buah nanas dan lobak putih, b) ekstraksi dengan etanol dan pemekatan, c) uji fitokimia flavonoid, d) identifikasi jenis senyawa flavonoid berdasarkan LC-MS, dan e) uji in silico  dari senyawa flavonoid dalam dari ekstrak etanol buah nanas dan lobak terhadap enzim xantin oksidase, relatif terhadap allopurinol, menggunakan software PyMol, PyRx, dan Biovia Discovery Studio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) salah satu senyawa flavonoid yang terdapat dalam ekstrak etanol buah nanas dan lobak merupakan jenis afzelechin ( m/z 274 dengan rumus kimia C15H14O5, ) dan 2) secara in silico afzelechin dari ekstrak etanol buah nanas dan lobak berpotensi sebagai inhibitor enzim xantin oksidase yang lebih kuat dibanding allopurinol, karena mempunyai afinitas pengikatan terhadap enzim lebih kuat yaitu 8,4 kkal/mol, dibanding allopurinol 6,3 kkal/mol, meskipun dengan sisi pengikatan yang berbeda

    Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari CoCl2.6H2O, CrCl3.6H2O, KSCN Sebagai Bahan Katoda Baterai Ion Kalium

    No full text
    ABSTRAK   Senyawa kompleks prussian blue like dengan dua ion logam dan ligan siano memiliki potensi sebagai bahan katoda baterai ion kalium. Senyawa kompleks KFe[Fe(CN)6] memiliki potensial reduksi dan oksidasi yang reversibel sehingga berpotensi sebagai bahan baterai ion kalium. Senyawa kompleks dari kobalt(II) klorida heksahidrat, kromium(III) klorida heksahidrat, dan kalium tiosianat belum pernah dilaporkan. Tujuan penelitian yaitu mensintesis dan mengkarakterisasi senyawa kompleks dari kobalt(II) klorida heksahidrat, kromium(III) klorida heksahidrat, kalium tiosianat dengan stoikiometri 1:6:6 serta potensinya sebagai bahan katoda baterai ion kalium. Senyawa kompleks disintesis dengan mereaksikan kobalt(II) klorida heksahidrat, kromium(III) klorida heksahidrat, dan kalium tiosianat pada perbandingan mol 1:6:6 dalam pelarut metanol. Uji titik lebur digunakan untuk mengetahui kemurnian senyawa kompleks. Analisis SEM-EDX untuk mengetahui bentuk senyawa kompleks, persentase atom (%At) dan persentase massa (%Wt) dari masing- masing unsur dalam senyawa kompleks. Analisis FT-IR untuk mengetahui pola koordinasi dari ligan tiosianato dengan ion logam dalam senyawa kompleks. Senyawa molekuler atau ionik dapat diketahui melalui uji daya hantar listrik (DHL), dan analisis voltametri siklik untuk mengetahui potensi senyawa kompleks sebagai bahan baterai ion kalium. Senyawa kompleks dari kobalt(II) klorida heksahidrat, kromium(III) klorida heksahidrat, dan kalium tiosianat menghasilkan padatan berwarna hijau kehitaman. Senyawa kompleks leleh pada suhu 250-252°C. Analisis dengan EDX diperoleh perbandingan persentase atom dari Co:Cr:K:S sebesar 1:1:1:6. Hasil uji DHL menunjukkan bahwa senyawa yang terbentuk adalah senyawa ionik. Analisis gugus fungsi dengan FT-IR mengindikasikan bahwa ion tiosianat dengan ion kromium (III) dan kobalt (II) terkoordinasi sebagai ligan jembatan. Analisis voltametri siklik menunjukkan bahwa senyawa kompleks memiliki potensial reduksi sebesar +0,5026V dan potensial oksidasi sebesar -1,1591V sehingga berpotensi sebagai bahan katoda baterai ion kalium

    OPTIMASI JUMLAH SEL INOKULUM DAN WAKTU INKUBASI KAPANG PELAPUK KAYU INDIGENOS ISOLAT KLUM1 DAN KLUM2 UNTUK DEKOLORISASI REACTIVE BLACK 5

    No full text
    ABSTRAK   Reactive  black 5 adalah contoh dari pewarna azo yang biasa digunakan di industri tekstil produksi tekstil (TPT) sebagai pewarna dasar untuk katun, wol, dan nylon. Sebanyak 10 % dari total pewarna ditemukan pada limbah cair yang dapat menyebabkan eutrofikasi, mutagenik, dan karsinogenik. Oleh karena itu, limbah Reactive black 5 perlu diolah sebelum dibuang langsung kelingkungan. KLUM1 (Kakao Liling UM 1) dan KLUM2 (Kakao Liling UM 2) merupakan isolat kapang pelapuk kayu (KPK) indigenos yang memproduksi enzim ligninase dan mampu mendekolorisasi reactive black 5. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui jumlah sel inokulum dan waktu inkubasi optimum  isolat KLUM1 untuk dekolorisasi reactiveblack 5, (2) mengetahui jumlah sel inokulum dan waktu inkubasi optimum  isolat KLUM2 untuk dekolorisasi reactiveblack 5. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris.Tahapan penelitian yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian, yaitu: (1) peremajaan KPK isolat KLUM1 dan KLUM2, (2) produksi suspensi sel isolat KLUM1 dan KLUM2, (3) menghitung jumlah sel per mL suspensi sel isolat KLUM1 dan KLUM2, (4) optimasi jumlah sel inokulum dan waktu inkubasi isolat KLUM1 dan KLUM2 untuk dekolorisasi  reactiveblack 5. Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah terjadinya penurunan absorbansi pada panjang gelombang 600 nm yang menunjukkan penurunan konsentrasi Reactive black 5. Hasil penelitian ini adalah (1) Isolat KLUM1 membutuhkan jumlah sel inokulum optimum mediumuntuk mendekolorisasi reactiveblack 5 dengan konsentrasi awal 15 ppm selama waktu inkubasi tertentu, (2) Isolat KLUM2 membutuhkan jumlah sel inokulum optimum medium untuk dekolorisasi reactiveblack 5  dengan konsentrasi awal 15 ppm selama waktu inkubasi tertentu

    Studi Imobilisasi Enzim Selulase pada Matriks Silika-Selulosa

    No full text
    ABSTRAK   Fatimasari, Emada . 2018. Studi Imobilisasi Enzim  Selulase pada Matriks Silika-Selulosa. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D., (II) Dr. Evi Susanti, S.Si., M.Si.   Kata Kunci: Silika-selulosa, enzim selulase, imobilisasi Silika dari abu sekam padi dan selulosa dari nata de coco dapat dikombinasikan untuk membentuk matriks silika-selulosa yang digunakan untuk imobilisasi enzim selulase (Trichoderma viride). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui (1) waktu kontak optimum menggunakan shaker pada pembentukan enzim selulase kedalam matriks silika-selulosa, (2) kecepatan pengadukan optimum menggunakan shaker pada pembentukan enzim selulase kedalam matriks silika-selulosa, (3) efektivitas enzim selulase imobil dalam silika-selulosa dengan metode adsorpsi.  Penelitian ini bersifat deskriptif laboratoris dan terbagi menjadi 5 tahap yaitu (1) pembuatan matriks silika-selulosa, (2) karakterisasi fisik silika-selulosa sebagai matriks yang meliputi kadar air, kadar abu, massa jenis, daya serap iod, dan juga analisis gugus fungsi dengan FT-IR merk IR-Irprestige-21 (Shimadzu), (3) optimasi waktu pembentukan enzim selulase imobil dengan matriks silika-selulosa pada variasi 15,30,45,60,75 menit, (4) optimasi kecepatan pengadukan pembentukan enzim selulase imobil dengan matriks silika-selulosa pada variasi 50,100,150,200,250 rpm (5) Uji efektivitas imobilisasi enzim selulase. Terbentuknya enzim selulase imobil diamati dengan membandingkan aktivitas enzim bebas dengan enzim imobil pada silika-selulosa. Aktivitas enzim sebanding dengan kadar glukosa yang dihasilkan.  Hasil penelitian yang diperoleh (1) waktu kontak optimum untuk imobilisasi 10 mL enzim selulase dalam 0,25 gram matriks silika-selulosa terdapat pada 45 menit dengan persen enzim terimobil 7,71% (2) kecepatan pengadukan optimum untuk imobilisasi 10 mL enzim selulase dalam 0,25 gram matriks silika-selulosa pada 150 rpm dengan persen enzim terimobil 6,18% (3) hasil dari uji efektivitas imobilisasi enzim selulase dilihat dari tujuh kali penggunaan berulang dan kadar glukosa minimum sebesar 16,9%.

    Pengaruh Penggunaan Study History Sheet (SHS) dan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI SMAN 1 Plemahan Kediri

    No full text
    ABSTRAK   Hardini, Warastri. 2018. Pengaruh Penggunaan Study History Sheet (SHS) dan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada Materi Larutan Penyangga terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI SMAN 1 Plemahan Kediri. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Ridwan Joharmawan, M.Si., (II) Dr. H. Yahmin, S.Pd., M.Si.   Kata kunci: SHS, inkuiri terbimbing, hasil belajar, larutan penyangga Larutan penyangga merupakan salah satu pokok bahasan mata pelajaran kimia yang diajarkan di kelas XI pada semester genap. Sesuai dengan kompetensi dasar pada Permendikbud No 24 tahun 2016, peserta didik dituntut untuk mampu menjelaskan sifat, perhitungan pH, dan peran larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup. Selain itu peserta didik juga dituntut untuk memiliki keterampilan membuat larutan penyangga dengan pH tertentu. Oleh karena itu pembelajaran yang dilakukan diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berpikir dan keterampilan peserta didik. Salah satu model pembelajaran yang sesuai adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing. Model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat membantu peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan keterampilan peserta didik. Penggunaan SHS akan mendukung keterlaksanaan model pembelajaran inkuiri terbimbing yaitu sebagai perekam proses kognitif peserta didik selama pembelajaran berlangsung. Sehingga, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan SHS pada model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar kognitif peserta didik pada materi larutan penyangga. Rancangan penelitian yang digunakan merupakan penelitian eksperimen semu dan desain satu kelompok eksperimen dengan postes saja. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode pengambilan sampel acak berkelompok. Kelas XI IPA 3 digunakan sebagai kelompok eksperimen dan dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan bantuan SHS. Sedangkan kelas XI IPA 5 digunakan sebagai kelompok kontrol dan dibelajarkan menggunkan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Instrumen yang digunakan adalah tes penilaian kognitif, penilaian afektif dan penilaian psikomotor. Data penelitian yang diperoleh akan dianalisis menggunakan teknik analisis statistik dan deskriptif. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji T (T-Test) dengan taraf signifikansi 0,05 menggunakan bantuan program SPSS 16 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ada pengaruh penggunaan SHS pada model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI IPA SMAN 1 Plemahan dengan koefisien korelasi sebesar 0,523 dengan kriteria sedang. Rata-rata hasil belajar kognitif kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan SHS sebesar 83,0 dan rata-rata hasil belajar kognitif kelas yang hanya dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuri terbimbing sebesar 79,2. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan SHS lebih tinggi daripada kelas yang hanya dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuri terbimbing

    KAJIAN METODE BCR MICROWAVE TEROPTIMASI DALAM ANALISIS KANDUNGAN LOGAM Fe PADA SEDIMEN PANTAI TIGA WARNA

    No full text
    ABSTRAK   Metode BCR (Bureau Community of Reference) merupakan metode umum untuk proses leaching Fe pada sedimen. BCR membuat metode analisis sedimen dengan membagi menjadi empat fraksi sesuai dengan pelarut yang sudah ditentukan. Waktu analisis menggunakan metode BCR saat ini masih membutuhkan waktu yang sangat lama. Penelitian ini menggunakan microwave teroptimasi untuk dikaji tingkat keakurasian dan presisinya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kondisi optimum waktu dan daya microwave, (2) mengetahui tingkat akurasi dan presisi metode BCR Microwave, (3) engetahui konsentrasi logam Fe pada lapisan fraksi sedimen. Penelitian ini dilakukan di Pantai Tiga Warna, Laboratorium Penelitian jurusan Kimia UM, Laboratorium Sentral UM, dan Laboratorium Terpadu UNESA. Tahap dalam penelitian ini, yaitu 1)pengambilan sampel sedimen di Pantai Tiga Warna menggunakan sediment grab, 2)preparasi sampel sedimen dengan pengeringan dalam oven selama kurang lebih 2 minggu, 3)pengahalusan dan penimbangan sedimen kering, 4)leaching sedimen menggunakan metode BCR Microwave, 5)analisis kandungan logam Fe menggunakan Spektroskopi Serapan Atom (SSA). Akurasi metode BCR Microwave  dalam menganalisis Fe di Sedimen referen JSD-1 Stream Japan menghasilkan nilai daya dan waktu optimal dan presisi didapatkan %RSD yang tinggi dalam analisis Fe di sedimen Tiga Warna. Metode BCR Microwave memiliki keakurasian dan presisi yang tinggi dengan nilai %RSD < 5%. Hasil total analisis fraksi logam besi pada sedimen Tiga Warna mengindikasikan bahwa sedimen Tiga Warna perlu dimonitor untuk menjaga organisme perairan.

    Pemanfaatan Silika-Selulosa Sebagai Matriks Imobilisasi Enzim Trypsin Bovine Pancreas

    No full text
    ABSTRAK   Penggunan enzim dalam bidang industri berkembang pesat, namun penggunaan enzim kurang efektif  karena hanya dapat digunakan sekali. Imobilisasi enzim adalah salah satu cara agar penggunaan enzim lebih efisien. Silika-selulosa dapat mengadsorpsi suatu senyawa karena memiliki pori dan gugus aktif silanol, siloksan, C-O eter, dan OH, sehingga berpotensi sebagai matriks untuk mengimobilisasi enzim. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan silika-selulosa sebagai matriks dalam imobilisasi dengan metode adsorpsi menggunakan enzim Trypsin Bovine Pancreas sebagai model. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui (1) kemampuan silika-selulosa sebagai matriks dalam imobilisasi enzim tripsin, (2) kondisi optimum kecepatan pengadukan, suhu dan waktu pengadukan dari enzim tripsin pada matriks silika-selulosa, (3) keberulangan enzim tripsin pada matriks silika-selulosa. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratoris dan terdiri dari lima tahap. (1) membuat matriks silika-selulosa, (2) karakterisasi fisik silika-selulosa sebagai matriks yang meliputi kadar air, kadar abu, massa jenis, daya serap iod, dan juga analisis gugus fungsi dengan FT-IR di Laboratorium FMIPA-UM, (3) melakukan optimsi kecepatan pengadukan dan waktu  pengadukan enzim Trypsin B.P. pada  matriks silika-selulosa dan  (4) mengetahui keberulangan enzim Trypsin B.P. imobil dengan melalui pengukuran aktivitas enzim dengan metode ANSON. Hasil penelitian yang diperoleh (1) silika-selulosa dapat digunakan sebagai matriks imobilisasi enzim Trypsin Bovine Pancreas (2) keadaan optimum imobilisasi pada kecepatan pengadukan rendah selama waktu kontak lama dengan suhu rendah dan (3) beberapa kali siklus keberulangan enzim imobil dengan persentase penurunan aktivitas enzim kurang dari 50 %

    Pengembangan Instrumen Tipe PISA (Programme for International Student Assessment) dalam Materi Kimia untuk Mengevaluasi Literasi Kimia Siswa SMA

    No full text
    RINGKASAN Ashari, Irdani Priyanka. 2018. Pengembangan Instrumen Tipe PISA (Programme for International Student Assessment) dalam Materi Kimia untuk Mengevaluasi Literasi Kimia Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Sri Rahayu, M.Ed., Ph.D., (II) M.Muchson, S.Pd. M.Pd.   Kata Kunci: literasi kimia, PISA, instrumen asesmen Literasi kimia merupakan bagian dari literasi sains yang memuat tentang kemampuan menjelaskan fenomena kimia, mengaplikasikan pengetahuan kimia untuk mengambil keputusan, dan ikut serta dalam perdebatan sosial tentang isu-isu kimia. Beberapa penelitian sebelumnya mengungkapkan bahwa kemampuan literasi kimia siswa Indonesia relatif rendah, dimana siswa pada umumnya belum mampu menggunakan konsep kimia yang dimiliki dalam pokok uji yang diberikan. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan literasi kimia siswa ialah menggunakan instrumen asesmen khusus yang berorientasi pada kerangka literasi sains PISA 2015. Dengan demikian siswa dapat dibiasakan menyelesaikan permasalahan dalam bentuk tes yang bersifat kontekstual serta memuat tentang socio-scientific issues (SSI). Instrumen tersebut dapat membantu pendidik mengevaluasi kemampuan literasi kimia siswa dan keefektifan pembelajaran kimia yang dirancang. Tujuan penelitian dan pengembangan ini yaitu menghasilkan instrumen asesmentipe PISA dalam materi kimia untuk mengevaluasi literasi kimia siswa SMA dengan tingkat validitas yang memadai. Instrumen asesmen dikembangkan berdasarkan model Research & Development (R&D) menurut Borg dan Gall (1979). Model tersebut terdiri atas sepuluh tahap. Oleh karena adanya keterbatasan, maka pengembangan instrumen asesmen yang dilakukan hanya sampai pada tahap kelima yakni main product revision. Produk yang dihasilkan divalidasi oleh 14 validator meluputi 1 dosen kimia Universitas Negeri Malang dan 13 guru kimia SMA di Malang. Data hasil validasi ahli terdiri atas skor penilaian, saran dan komentar. Skor yang diperoleh dianalisis dan dihitung dalam bentuk persentase, sedangkan komentar dan saran digunakan sebagai acuan merevisi produk. Hasil dari pengembangan instrumen asesmen ini terdiri atas 14 topik meliputi 42 soal kognitif dan 14 item angket sikap sains. Produk ini dikategorikan sangat layak dengan perolehan rata-rata persentase sebesar 90%

    0

    full texts

    1,785

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇