SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1785 research outputs found
Sort by
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Inkuiri Yang Dilengkapi Augmented Reality Pada Materi Sistem Periodik Unsur
AbstrakSesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013 pembelajaran kimia harus berpusat pada siswa. Pembelajaran yang berpusat pada siswa menyebabkan siswa lebih aktif dalam mengolah pola pikir yang dimilikinya. Salah satu strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa adalah inkuiri. Dalam praktiknya siswa masih mengalami kesulitan terkait karakteristik kimia yang mencakup tiga tingkat representasi yaitu makroskopik, sub-mikroskopik, dan simbolik. Kesulitan tersebut terjadi pada materi sistem periodik unsur. Diperlukan penggunaan bahan ajar berbasis inkuiri yang mampu memvisualisasikan aspek partikulat dalam materi sistem periodik unsur, seperti Augmented Reality. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berbasis inkuiri yang dilengkapi Augmented Reality pada materi sistem periodik unsur. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model yang dikemukakan oleh Lee, W. W., & Owens, D. L (2004). Model pengembangan ini terdiri dari lima tahap: (1) penilaian/analisis (assessment/analysis) yang meliputi analisis kebutuhan (need assessment) dan analisis awal-akhir (front-end analysis), (2) desain (design), (3) produksi/pengembangan (development), (4) implementasi (implementation), dan (5) evaluasi (evaluation). Hasil penelitian dan pengembangan ini berupa buku cetak dalam bentuk buku saku yang berfungsi sebagai pembuka link materi yang terdapat di internet dan aplikasi Augmented Reality dengan format .apk yang berfungsi untuk membantu siswa dalam merepresentasikan sub-mikroskopik dalam pembelajaran kimia khususnya pada materi sistem periodik unsur. Penyampaian materi dalam bahan ajar yang dikembangkan dilakukan secara online. Materi-materi online yang disampaikan berupa materi tertulis dalam google document, dan video pembelajaran yang dihubungkan melalui QR code yang telah disediakan. Selain video terdapat ilustrasi bentuk molekul tiga dimensi dengan menggunakan Augmented Reality yang bertujuan untuk memudahkan siswa dalam mempelajari materi sistem periodik unsur secara sub-mikroskopik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat layak dengan skor (a) validitas materi sebesar 84,48%, (b) validitas media sebesar 79,76%, dan (c) uji keterbacaan sebesar 87,62%. Berdasarkan nilai skor hasil validasi dan uji keterbacaan dapat disimpulkan bahwa bahan ajar dapat digunakan sebagai sumber belajar dalam proses pembelajaran kimia khususnya materi sistem periodik unsurKeywords: Sistem Periodik Unsur, Inkuiri, Augmented Realit
Pengembangan Bahan Ajar Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit Berbasis Pengalaman Belajar Pendekatan Saintifik Dengan Representasi Tetrahedral Untuk SMA/MA Kelas X
RINGKASANLia, Nur Hidayah. 2019. Pengembangan Bahan Ajar Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit Berbasis Pengalaman Belajar Pendekatan Saintifik Dengan Representasi Tetrahedral Untuk SMA/MA Kelas X. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muntholib, M.Si., (II) Drs. H. Ridwan Joharmawan, M.Si.Kata Kunci: larutan elektrolit dan nonelektrolit, representasi tetrahedral, pendekatan saintifik Konsekuensi penerapan pendekatan saintifik sebagai standar proses pembelajaran dalam Kurikulum 2013 adalah tersedianya bahan ajar yang sesuai. Pendekatan saintifik merupakan pengorganisasian lima pengalaman belajar yaitu, Mengamati, Menanya, Mengumpulkan data, Menalar, dan Mengomunikasikan. Mahaffy (2006) menyarankan konsep baru dalam bidang pendidikan kimia tentang representasi yang dapat digunakan untuk memodifikasi representasi kimia yang sebelumnya adalah triplet representation menjadi representasi tetrahedral, yang mana satu sudut yang ditambahkan adalah konteks kehidupan manusia untuk kimia atau Mahaffy menyebutnya dengan Human Element. Representasi tetrahedral terdiri dari 4 aspek yaitu, (1) aspek makroskopik, (2) aspek submikroskopik, (3) aspek simbolik, dan (4) aspek human element. Keempat aspek representasi tetrahedral tersebut cenderung cocok dikolaborasikan dengan pendekatan saintifik. Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berbasis pendekatan saintifik dengan representasi tetrahedral pada materi Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit. Tujuan selanjutnya adalah melakukan validasi dan uji keterbacaan dari bahan ajar larutan elektrolit Nonelektrolit berbasis pendekatan saintifik dengan representasi tetrahedral. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4D (define, design, develop, disseminate) oleh Thiagarajan dkk. (1974) karena memiliki urutan tahaptahap pengembangan yang sistematis, rinci, jelas serta telah banyak digunakan untuk penelitian pengembangan. Model 4D yang diadopsi dalam pengembangan ini terbatas pada tahap define, design, serta develop, dan tidak sampai pada tahap disseminate karena keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga. Hasil pengembangan berupa produk bahan ajar yang terdiri dari Buku Siswa dan Buku Guru. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (a) nilai persentase tingkat kelayakan 85% dan 86%, Bahasa 88%, Isi 88% dan 87% (b) Bahan ajar yang digunakan tergolong dalam kriteria sangat layak dengan nilai persentase ratarata 87% (c) Uji keterbacaan yang dilakukan oleh 12 siswa SMA Negeri 8 Malang memperoleh nilai persentase 94%.Berdasarkan nilai persentase hasil validasi dan uji keterbacaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar termasuk dalam kategori sangat layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran materi Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit. 
Pengaruh Strategi Pembelajaran Metakognitif Preparing, Doing, Checking, dan Assessing And Following-Up (PDCA) terhadap Pengetahuan Metakognitif dan Prestasi Belajar Peserta Didik Kelas X MIPA SMAN 1 Turen pada Materi Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit
RINGKASANBinti, Zulaihah. 2019. Pengaruh Strategi Pembelajaran Metakognitif Preparing, Doing, Checking, dan Assessing And Following-Up (PDCA) terhadap Pengetahuan Metakognitif dan Prestasi Belajar Peserta Didik Kelas X MIPA SMAN 1 Turen pada Materi Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Parlan, M.Si., (II) Drs. Muhammad Su’aidy, M.Pd.Kata kunci: strategi pembelajaran metakognitif PDCA, pengetahuan metakognitif, prestasi belajar, MAI, larutan elektrolit dan nonelektrolit Salah satu ilmu kimia yang dibelajarkan pada peserta didik kelas X MIPA semester genap adalah larutan elektrolit dan nonlektrolit. Topik ini mencakup tiga representasi, yaitu representasi makroskopik, representasi submikroskopik, dan representasi simbolik. Metakognisi secara sadar dapat menghubungkan ketiga representasi tersebut. Penerapan strategi metakognitif PDCA dalam proses pembelajaran diduga dapat membantu peserta didik untuk meningkatkan metakognisi untuk memahami konsep-konsep abstrak yang terdapat dalam materi larutan elektrolit dan nonelektrolit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan metakognitif peserta didik pada kelas yang dibelajarkan dengan strategi metakognitif PDCA dan EP, mengetahui apakah terdapat pengaruh strategi metakognitif PDCA terhadap pengetahuan metakognitif dan prestasi belajar peserta didik, serta mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara pengetahuan metakognitif dengan prestasi belajar, dan hubungan antara pengetahuan metakognitif yang diukur dengan angket MAI dengan prestasi belajar. Desain penelitian ini adalah eksperimen semu dengan nonequivalent control group design dan metode penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X MIPA SMAN 1 Turen tahun ajaran 2018/2019 dengan sampel 30 peserta didik kelas X MIPA 3 sebagai kelas eksperimen dan 30 peserta didik kelas X MIPA 7 sebagai kelas kontrol. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji beda, uji keefektifan, dan uji korelasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengetahuan metakognitif pada kelas strategi metakognitif PDCA kategori rendah 25%, sedang 60%, dan tinggi 15%, sedangkan pada kelas EP kategori rendah 30%, sedang 67%, dan tinggi 3%; (2) terdapat pengaruh pembelajaran dengan strategi metakognitif PDCA terhadap pengetahuan metakognitif dan prestasi belajar peserta didik, rata-rata pengetahuan metakognitif dan prestasi belajar peserta didik berturut-turut pada kelas SM-PDCA (=47), dan (=58) lebih tinggi dibandingkan kelas EP (=36), dan (=49); (3) strategi metakognitif PDCA lebih efektif meningkatkan prestasi belajar dibandingkan strategi ekspositori dengan d-effect size Chohen dan N-Gain berturut-turut adalah 3,45 dan 0,47 pada kelas SM-PDCA dan 1,91 dan 0,32 pada kelas EP; (4) terdapat hubungan antara pengetahuan metakognitif dengan prestasi belajar baik pada kelas SM-PDCA maupun kelas EP; dan (5) tidak terdapat hubungan antara pengetahuan metakognitif yang diukur dengan angket MAI dengan prestasi belajar baik pada kelas SM-PDCA maupun kelas EP
Pengaruh Kemampuan Awal terhadap Kemampuan Interkoneksi Multi Representasi Siswa Kelas XI SMA LAB UM Tahun Pelajaran 2018/2019 Pada Materi Larutan Penyangga
RINGKASANDesy, Irianti. 2019. Pengaruh Kemampuan Awal Terhadap Kemampuan Interkoneksi Multi Representasi Siswa Kelas XI SMA LAB UM Tahun Pelajaran 2018/2019 Pada Materi Larutan Penyangga. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hayuni Retno Widarti, M.Si., (II) Drs. Darsono Sigit, M.Pd.Kata Kunci: multi representasi, kemampuan awal, kemampuan interkoneksi, larutan penyangga.Penerapan metode dan model pembelajaran tertentu banyak dilakukan sebagai salah satu bentuk inovasi dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah penggunaan multi representasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penggunaan multi representasi dalam pembelajaran dapat memberikan hasil yang baik apabila siswa mampu melakukan interkoneksi antar representasi. Kemampuan interkoneksi tersebut dapat dipengaruhi oleh pengetahuan yang dimiliki siswa atau kemampuan awal siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemampuan awal terhadap kemampuan interkoneksi multi representasi siswa SMA LAB UM pada materi larutan penyangga.Metode penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimental dengan rancangan penelitian post-test only group design. Sampel yang diambil merupakan siswa kelas XI IPA 2 dengan jumlah 29 orang. Sampel diberi perlakuan berupa model pembelajaran Learning Cycle 5E berbasis multi representasi. Uji yang digunakan untuk mengetahui adanya perbedaan kemampuan interkoneksi pada kemampuan awal rendah, sedang, dan tinggi adalah ANAVA (analisis varian). Uji Product Moment Pearson dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh dari kemampuan awal terhadap kemampuan interkoneksi multi representasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) keterlaksanaan proses pembelajaran materi larutan penyangga pada kelas XI SMA LAB UM yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E berbasis multi representasi adalah 96% dengan kategori sangat baik. 2) Tidak terdapat perbedaan kemampuan interkoneksi antara siswa yang memiliki kemampuan awal rendah, sedang, dan tinggi, taraf signifikansi yang diperoleh adalah 0,109. 3) Terdapat pengaruh kemampuan awal terhadap kemampuan interkoneksi multi representasi siswa pada materi larutan penyangga, koefisien korelasi Pearson yang diperoleh adalah 0,008. SUMMARYDesy, Irianti. 2019. The Effect of Initial Ability on Buffer’s Multiple Representation Interconnection Skills of XI Grade Students at SMA LAB UM Academic Year 2018/2019 . Undergraduate thesis, Department of Chemistry, Faculty of Mathemathics and Sciences, State University of Malang. Advisor: (I) Dr. Hayuni Retno Widarti, M.Si., (II) Drs. Darsono Sigit, M.Pd.Key Words: initial ability, multi representation, interconnection skill, buffers.Various methods and learning models has been used as an inovation to in learning activity. One of hte inovation that has been used is the use multiple representation to improve students' learning outcomes. This benefit could be achieved if student can makes connection across representatons. Students' interconnection skills can be affected by students' prior knowledge. This research aims to take a look on the effect of initial ability on buffer’s multiple representation interconnection skills of XI grade students at SMA LAB UM.The research method used is pre-experimental research with post-test only group design. Samples were 29 students of XI IPA 2 class at SMA LAB UM. Samples were treated with learning cycle 5E model combined with multiple representation. ANOVA (Analysis of Variance) was used to know whether there is differences of multiple representation interconnection skill between students with low, middle, and high initial ability. Pearson product moment test was used to know whether there is effects of inital ability on students' multiple representation interconnection skill.The analysis results shown that: 1) the implementation of the learning process of buffer solution material in XI grade at SMA LAB UM which was taught by learning cycle 5E model combined with multiple representation was 96% with a very good category. 2) There is no difference in interconnection skills between student with low, middle, and high initial ability level with significance value of 0,109. 3) There is effect of initial ability on students' multiple representation interconnection skill, with Pearson correlation coefficient of 0,008
Pengaruh Model Pembelajaran Argument Driven Inquiry (ADI) dan Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) terhadap Keterampilan Argumentasi Ilmiah Peserta Didik Kelas XI SMAN 8 Malang pada Materi Hidrolisis Garam
RINGKASAN Nirmala, Linda Listya. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Argument Driven Inquiry (ADI) dan Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) terhadap Keterampilan Argumentasi Ilmiah Peserta Didik Kelas XI SMAN 8 Malang pada Materi Hidrolisis Garam. Skripsi. Jurusan Kimia. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Oktavia Sulistina, S.Pd., M.Pd., (II) Drs. Darsono Sigit, M.Pd. Kata kunci: ADI, POGIL, keterampilan argumentasi ilmiah, hidrolisis garam Tingkat literasi sains peserta didik Indonesia tergolong dalam kategori rendah. Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya literasi sains adalah kurangnya keterampilan argumentasi ilmiah yang dimiliki peserta didik. Argumentasi yang dibuat oleh peserta didik lemah dalam menyertakan bukti dan penjelasan. Salah satu upaya untuk mengembangkan keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik adalah melalui penerapan model pembelajaran berbasis inkuiri seperti model pembelajaran ADI dan POGIL. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas dan perbedaan keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran ADI dan POGIL pada materi hidrolisis garam. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian embeded mixed method. Penelitian kualitatif dilakukan dengan menganalisis kualitas argumentasi ilmiah peserta didik menggunakan skema SASC Puvirajah. Penelitian kuantitatif dilakukan dengan model penelitian quasy experimental-post test only control group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas XI MIPA SMAN 8 Malang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Adapun sampel dari penelitian ini adalah kelas XI MIPA 5 yang menerapkan model pembelajaran ADI dan kelas XI MIPA 1 yang menerapkan model pembelajaran POGIL. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal tes keterampilan argumentasi ilmiah yang berupa soal uraian pada materi hidrolisis garam. Kualitas keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik dianalisis menggunakan skema SASC Puvirajah, keabsahan data diuji oleh dua rater menggunakan koefisien Cohen’s Kappa. Perbedaan keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik kelas ADI dan POGIL dianalisis menggunakan uji Independent Sample t-Test dengan bantuan program SPSS for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kualitas keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik kelas ADI didominasi kualitas struktur argumentasi tipe I dan kredibilitas tinggi dengan persentase sebesar 45,63%, sedangkan peserta didik kelas POGIL didominasi kualitas struktur argumentasi tipe II dan kredibilitas ilmiah tinggi dengan persentase sebesar 43,13%. (2) Terdapat perbedaan keterampilan argumentasi ilmiah antara peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran ADI dan peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran POGIL (α = 0,045). Modelpembelajaran ADI memberikan hasil yang lebih baik terhadap keterampilan argumentasi ilmiah peserta didik dibandingkan model pembelajaran POGIL
Preparasi, Karakterisasi, dan Uji Aktivitas AntibakteriAg-Fe/Zeolit Aktif terhadap Bakteri Escherichia coli (E.coli)
RINGKASAN Fauziah, Ragillia. 2019. Preparasi, Karakterisasi, dan Uji Aktivitas Anti bakteri Ag-Fe/Zeolit Aktif terhadap Bakteri Escherichia coli (E.coli). Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Ridwan Joharmawan, M.Si (II) Anugrah Ricky Wijaya, S.Si., M.Sc., Dr. Sc. H.Kata Kunci : zeolit, Ag-Fe/Zeolit Aktif, ant ibakteri, bakteri Escherichia coliData dari Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa 60% sungai di Indonesia telah tercemar, mulai dari bahan organik sampai bakteri-bakteri penyebab diare seperti coliformdan fecal coli.Bakteri coliform adalah parameter mikro biologis terpenting bagi kualitas air minum. Keberadaan bakteri ini merupakan indikatorkualitas air yang rendah dan menunjukkankeberadaan bakteripatogenik lain.Air yang tercemar dapat dimurnikandengan menggunakan zeolit alam yang telah ditukar dengan kation lain seperti Ag+, Cu2+, Zn2+,Hg2+, Cr2+, dan Fe3+.Zeolit alam yang digunakan berasal dari Desa Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. Zeolit alam diaktivasi dan dimodifikasi dengan mendistribusikan logam Ag dan Fe ke dalam zeolit. Ag-Fe/ZAA merupakan zeolit bifungsional dimana zeolit aktif maupun bimetal perak dan besi dapat bersifat sebagai antibakteri. Olehkarenaitu,penelitianinibertujuanuntuk menguji aktivitas Ag-Fe/ZAA sebagai bahan pendeaktivasi bakteri Escherichia coli (E.coli) dengan menggunakan metode turbidimetri.Penelitian ini bersifat eksperimen tall aboratoris yang dilakukan dalam beberapa tahap,yaitu(1) preparasi Ag-Fe/ZAA dengan aktivasi zeolit alam dan impregnasi logam Ag dan Fe. Ag dan Fe divariasi dengan perbandingan konsentrasi Ag:Fe didalam zeolit 0,05M:0,01M, 0,05M:0,025M, 0,05M:0,05M,(2) Karakterisasi Ag-Fe/ZAA meliputi kristalinitas zeolit, keasaman padatan total dan adsorptivitas logam Ag dan Fe dalam zeolit,(3) uji aktivitas antibakteri Ag-Fe/ZAA terhadap Bakteri Escherichia coli (E.coli) dengan menggunakan metode turbidimetri, (4) analisis kekeruhan suspensi bakteri Escherichia coli (E.coli) dengan Spektro fotometri UV-VIS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa(1) Zeolit dari Kabupaten Malang baik sebelum atau setelah dimodifikasi memiliki jenis mordenit (MOR), (2) karakter Ag-Fe/ZAA dengan perbandingan konsentrasi Ag:Fe didalam zeolit 0,05M:0,01M, 0,05M:0,025M, 0,05M:0,05M berturut turut untuk keasaman adalah 1,435; 1,812; 2,376 mmol/g dan persen adsorpsilogam Ag:Fe adalah 99,00%:60,18%; 98,91%:66,70%; 98,82%:69,54%, (3) Ag-Fe/ZAA berhasil digunakan sebagai bahan pendeaktivasi bakteri Escherichia coli (E.coli)dengan persentase penurunan absorbansi suspensi bakteri terbesar adalah 96,36% dengan menggunakan Ag-Fe/ZAA 0,05M dengan perbandingan konsentrasi Ag:Fe didalam zeolit 0,05M : 0,05M
PENGARUH KOMPOSISI SiO2/Al2O3 DALAM SINTESIS ZSM-5 DARI SILIKA LUMPUR GEOTERMAL DENGAN METODE HIDROTERMAL
AbstrakKandungan silika dalam lumpur geotermal dapat dimanfaatkan sebagai pembuatan zeolit. Lumpur geotermal diperoleh dari hasil produksi listrik oleh PLTP Dieng. Tujuan penelitian yaitu mengetahui pengaruh komposisi SiO2/Al2O3 dalam sintesis ZSM-5 dari silika lumpur geotermal dengan metode hidrotermal. Metode penelitian terdiri 3 tahapan: (1) pemurnian lumpur, (2) ekstraksi silika, dan (3) sintesis ZSM-5. Hasil yang diperoleh: (1) kemurnian silika sebesar 97,2%, (2) komposisi Si87Al9 memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan Si89Al7 dibuktikan dengan terbentukknya 12 puncak ZSM-5 hasil uji XRD.Kata kunci: komposisi SiO2/Al2O3, sintesis ZSM-5, silika, lumpur geotermal, hidrotermal.AbstractThe content of silica in geothermal mud can be used as a zeolite manufacture. Geothermal mud is obtained from the production of electricity by the Dieng PLTP. The aim of the study was to determine the effect of the composition of SiO2 / Al2O3 in the synthesis of ZSM-5 from the geothermal silica mud by the hydrothermal method. The research method consisted of 3 stages: (1) mud purification, (2) silica extraction, and (3) synthesis of ZSM-5. The results obtained: (1) silica purity of 97.2%, (2) the composition of Si87Al9 gave better results than Si89Al7 as evidenced by the formation of 12 ZSM-5 peaks resulting from XRD analysis.Keywords: composition of SiO2 / Al2O3, synthesis of ZSM-5, silica, geothermal mud, hydrothermal
Adsorpsi Alkil 2,3-diaminopropanoat pada Permukaan Kuarsa Menggunakan Molecular Mechanics (MM) dan Density Functional Theory (DFT)
AbstrakPada studi ini, digunakan metode pendekatan MM dan DFT untuk mendesain kolektor kuarsa yaitu senyawa alkil 2,3-diaminopropanoat pada metode pemisahan flotasi. Perhitungan menggunakan MM menunjukkan bahwa adsorpsi ester diamina pada permukaan kuarsa terjadi akibat adanya ikatan hidrogen. Perhitungan energi adsorpsi ester diamina pada kuarsa menunjukkan bahwa senyawa alkil 2,3-diaminopropanoat berpotensi sebagai kolektor kuarsa. Simulasi yang dilakukan dengan melakukan variasi panjang rantai alkil menunjukkan bahwa panjang rantai cabang alkil berbanding lurus dengan kekuatan adsorpsinya. Kata Kunci : DFT, Kuarsa, Flotasi, Ester diamin
Karakterisasi dan Uji Adsorben Berbahan Dasar Kulit Jeruk Manis Baby Java (Citrus sinensis L.) untuk Adsorpsi Kromium (Cr)
Rahmat, M.W. 2018. Karakterisasi dan Uji Adsorben Berbahan Dasar Kulit Jeruk Manis Baby Java (Citrus sinensis L.) untuk Adsorpsi Kromium (Cr). Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Yudhi Utomo, M.Si.(II) Drs. H. Mohammad Sodiq Ibnu, M.Si Kata kunci : Adsorpsi, Kromium, Citrus Kromium (Cr) dalam perairan berasal dari pembuangan limbah aktivitas industri yaitu elektroplating dan penyamakan kulit. Efek paparan kromium melalui oral menyebabkan kerusakan pada sistem pencernaan seperti nyeri perut, muntah, ulkus lambung, perdarahan dan nerkosis serta diare berdarah. Hal ini karena kromium memiliki sifat bioakumulatif, persisten, toksik, karsinogenik, mutagenik dan sulit terurai di lingkungan. Adsorpsi adalah metode penyisihan ion logam melalui proses perpindahan ion logam yang berwujud fluida ke permukaan zat penjerap berwujud padatan. Kulit jeruk merupakan limbah pertanian yang dapat digunakan sebagai adsorben untuk menjerap kromium. Selulosa yang terkandung dalam kulit jeruk memiliki gugus-gugus fungsional seperti hidroksil, eter, dan karboksilat yang dapat berperan pada proses penjerapan untuk mengikat kromium. Penelitian ini bertujuan untuk membuat adsorben dari kulit jeruk, mengkarakterisasi adsorben yang telah dibuat dan menguji daya adsorpsi nya terhadap kromium dalam larutan K2Cr2O7. Pada penelitian ini dibuat tiga jenis adsorben. Perbedaan ketiga adsorben terletak dari metode preparasinya. Adsorben yang dibuat adalah OP, OP A, dan OP B. OP adalah serbuk kulit jeruk. OP A adalah serbuk kulit jeruk dengan perlakuan delignifikasi NaOH 1% dan aktivasi HNO3 0,6 M. OP B adalah serbuk kulit jeruk tanpa delignifikasi NaOH 1% dan dengan aktivasi HNO3 0,6 M. Ketiga adsorben dikarakterisasi menggunakan FT-IR dan SAA sedangkan pengujian daya adsorpsi ketiga adsorben dilakukan dengan cara statis dan konsentrasi kromium sebelum dan setelah adsorpsi diukur menggunakan SSA pada panjang gelombang 357,9 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Limbah kulit jeruk manis baby java (Citrus sinensis L.) dapat dibuat sebagai adsorben untuk adsorpsi kromium. Hasil karakterisasi kadar air diperoleh kadar air OP, OP A, dan OP B berturut-turut adalah 8,38 %, 6,75 %, dan 15,55 %. Karakterisasi kadar abu diperoleh kadar abu OP, OP A, dan OP B berturut-turut adalah 5,07 %, 0,28 %, dan 1,11 %. Karakterisasi menggunakan FT-IR diperoleh bahwa adsorben OP, OP A, dan OP B mengandung komponen selulosa yang memiliki gugus hidroksil dan karboksilat sebagai zat aktif dalam menjerap kromium dalam bentuk ion dikromat. Selain itu, hasil karakterisasi SAA menunjukkan bahwa adsorben OP, OP A, dan OP B memiliki luas permukaan berturut-turut adalah 3.809 m2/g, 0,3390 m2/g , dan 4.926 m2/g. Uji Daya Adsorpsi menunjukkan bahwa adsorben OP, OP A, dan OP B memiliki daya adsorpsi berturut-turut sebesar 0,218 mg/g, 0,309 mg/g, dan 0,184 mg/g, sedangkan persen adsorpsi OP, OP A, dan OP B berturut-turut sebesar 39,203 %, 56,222 %, dan 32,617 %
SINTESIS dan KARAKTERISASI NANOPARTIKEL ZINK OKSIDA (ZnO NPs) MENGGUNAKAN ESKTRAK KULIT PISANG dan UJI AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIBAKTERI
SINTESIS dan KARAKTERISASI NANOPARTIKEL ZINK OKSIDA (ZnO NPs) MENGGUNAKAN ESKTRAK KULIT PISANG dan UJI AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIBAKTERI Luluk Qurrotul Ainiyah1 , Siti Marfu’ah2, Fauziatul Fajaroh3 Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang Jalan Semarang No. 5, Malang 65145 *Corresponding author’s: [email protected] ABSTRAK Indonesia merupakan negara dengan keragaman hayati yang tinggi dengan 25% spesies tumbuhan berbunga yang ada di dunia, 40% diantaranya adalah tumbuhan endemik Indonesia. Selain itu, Indonesia juga menjadi pusat vavilov yaitu pusat sebaran keanekaragaman genetik untuk beberapa jenis tanaman salah satunya pisang. Pisang banyak dikonsumsi di Indonesia baik secara langsung maupun dalam bentuk olahan. Konsumsi pisang di Indonesia terbilang cukup tinggi yaitu 2.300.000 ton tiap tahunnya. Akan tetapi hal tersebut tidak diimbangi dengan pengolahan limbah pisang yang dihasilkan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dalam kulit pisang terdapat kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin dan polifenol yang dapat berfungsi sebagai agen pencapping dalam proses sintesis nanopartikel. Nanopartikel kini banyak disintesis karena memiliki luas permukaan besar sehingga dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang seperti bidang kesehatan, pertanian, dan industri. Salah satu nanopartikel yang telah banyak disintesis adalah nanopartikel ZnO yang diaplikasikan sebagai antibakteri. Sintesis nanopartikel menggunakan ekstrak kulit pisang belum diteliti. Sintesis nanopartikel ZnO menggunakan ekstrak kulit pisang bertujuan untuk mngetahui senyawa yang terdapat dalam ekstrak pisang, mendapatkan nanopartikel ZnO yang disintesis dengan menggunakan ekstrak kulit pisang, mengetahui karakteristik nanopartikel ZnO hasil sintesis, dan mengetahui sifat antibakteri nanopartikel ZnO yang dihasilkan. Sintesi nanopartikel ZnO dilakukan dalam 3 tahap yaitu preparasi ekstrak kulit pisang menggunakan 3 jenis pisang yaitu pisang barlin, mas, dan rajamala, uji Fitokimia terhadap ekstrak kulit pisang, sintesis nanopartikel ZnO, kemudian dilakukan karakterisasi menggunakan instrumen XRD, uji aktivitasnya sebagai antibakteri menggunakan metode sumuran. Bakteri yang digunakan adalah bakteri gram positif yaitu S.aureus dan bakteri gram negatif yaitu oleh bakteri E.coli. Ekstrak ekstrak kulit pisang mas dan rajamala mengandung alkaloid, saponin, flavonoid dan polifenol. Sedangkan kulit pisang barlin mengandung alkaloid, saponin, dan polifenol. Sintesis nanopartikel ZnO berhasil dilakukan menggunakan ekstrak kulit pisang mas dan barlin. Ukuran nanopartikel ZnO hasil sintesis menggunakan ekstrak kulit pisang mas dan barlin secara berurutan yaitu 29,85 nm dan 26,21 nm. Nanopartikel ZnO tidak berhasil disintesis menggunakan ekstrak kulit pisang rajamala karena kurangnya waktu pemanasan sehingga menghasilkan difraktogram yang tidak sesuai standar pada analisis XRD. Nanopartikel ZnO bersifat antibakteri. Aktivitas antibakteri ZnO terhadap bakteri gram negatif lebih besar daripada gram positif. Kata Kunci : ZnO NPs, Ekstrak Kulit Pisang, Sintesis Nanopartikel, Antibakter