SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1785 research outputs found

    Sintesis dan Karakterisasi Nanopartikel Seng Oksida (ZnO NPs) dengan Menggunakan Ekstrak Kulit Pisang serta Uji Aktivitasnya sebagai Antibakteri

    No full text
    RINGKASAN Rohma, Santias Megasani. 2019. Sintesis dan Karakterisasi Nanopartikel ZnO (ZnO NPs) dengan Menggunakan Ekstrak Kulit Pisang serta Uji Aktivitasnya sebagai Antibakteri. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Fauziatul Fajaroh, M.S, (II) Dr. Siti Marfu’ah, M.S. Kata Kunci : Ekstrak kulit pisang, Fitokimia, Nanopartikel, XRD, Antibakteri Nanopartikel merupakan materi yang memiliki sifat-sifat lebih unggul dibandingkan materi sejenis yang berukuran lebih besar. Salah satu Nanopartikel yang dimanfaatkan di dunia medis adalah nanopartikel ZnO. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis nanopartikel ZnO dengan menggunakan ekstrak kulit pisang kepok merah, ambon, dan tanduk sebagai capping agent. Ekstrak kulit pisang dapat menghindari terjadinya aglomerasi pada sintesis nanopartikel karena mengandung senyawa-senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, polifenol, alkaloid, dan saponin. Penelitian ini dilakukan di laboratorium penelitian organik Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang dan Laboratorium Mikrobiologi Universitas Negeri Malang. Tahap pertama adalah ekstraksi kulit pisang kapok merah, kulit pisang tanduk dan kulit pisang ambon kemudian uji fitokimia pada ekstrak kulit pisang. Tahap kedua adalah sintesis nanopartikel ZnO dengan  menggunakan ekstrak kulit pisang kepok merah, kulit pisang tanduk, dan kulit pisang ambon. Tahap ketiga adalah karakterisasi nanopartikel ZnO dengan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) yang dilakukan di laboratorium sentral Universitas Negeri Malang. Tahap keempat adalah uji aktivitas antibakteri dari nanopartikel ZnO yang dilakukan di laboratorium mikrobiologi Universitas Negeri Malang. Hasil penelitian didapatkan bahwa hasil uji fitokimia pada ketiga ekstrak kulit pisang semuanya mengandung senyawa-senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, polifenol, alkaloid, dan saponin dengan persentase yang berbeda-beda. Hasil sintesis didapatkan 3 sampel nanopartikel ZnO yang kemudian dikarakterisasi dengan  XRD dihasilkan difraktogram  yang sesuai dengan standar dari database dan didapatkan ukuran partikel dari masing-masing sampel. Untuk uji antibakteri dapat dikatakan ZnO NPs yang disintesis dengan menggunakan ekstrak kulit pisang dapat digunakan sebagai antibakteri dilihat dari diameter zona bening yang dihasilkan. Zona bening yang  dihasilkan berkisar antara 8 sampai 10 mm, angka ini lebih besar dari 5 mm yang artinya ZnO hasil sintesis dapat berfungsi sebagai antibakteri

    SINTESIS DAN KARAKTERISASI SENYAWA KOMPLEKS DARI ZnCl2, KUINOLINA, CrCl3.6H2O, DAN KSCN SEBAGAI BAHAN ELEKTRODE K-ION BATTERY

    No full text
    RINGKASAN Azhar, Zaharul. 2019. Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari ZnCl2, kuinolina, CrCl3.6H2O, dan KSCN sebagai Bahan Elektrode K-Ion Battery. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., Ph.D., (II) Dr. Fariati M.Sc. Kata Kunci: Sintesis Senyawa Kompleks, Prussian Blue Like, K-ion Battery Berkembangnya teknologi menuntut baterai sebagai energi listrik yang cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhan, memiliki kapasitas daya yang besar, dan dapat digunakan berkali-kali. Baterai yang cukup diminati saat ini ialah baterai berbasis ion litium karena mampu memberikan keunggulan seperti yang diharapkan, namun ketersediaan litium di bumi cukup sedikit, sehingga dihawatirkan akan habis dalam beberapa tahun mendatang. Salah satu alternatifnya ialah menggunakan baterai berbasis ion kalium. Katoda yang baik digunakan pada baterai ion kalium ialah senyawa Prussian Blue Like (PBL).  Sintesis senyawa kompleks PBL menggunakan dua ion logam transisi dan ligan tiosianato berpotensi sebagai bahan katoda Kalium-Ion Battery (KIB). Tujuan penelitian ini yaitu mensintesis senyawa kompleks dari zink(II)klorida, kuinolin, kromium(III)klorida heksahidrat, dan kalium tiosianat dengan rasio mol sebesar 1:2:1:6 serta karakterisasi senyawa kompleks hasil sintesis sebagai elektrode KIB. Senyawa kompleks disintesis dengan mereaksikan ion-ion  logam dan ligan  dalam pelarut metanol, kemudian dilakukan beberapa karakterisasi sebagai berikut. Pengukuran titik lebur untuk mengetahui terbentuknya senyawa baru beserta kemurniannya. Spektroskopi UV-Vis dilakukan untuk mengetahui adanya transisi dari pita serapan yang dihasilkan senyawa kompleks. Analisis pemukaan kristal dan persentase unsur pembentuk senyawa kompleks menggunakan SEM-EDX. Uji DHL dilakukan guna mengetahui senyawa kompleks bersifat ionik atau molekuler. Analisis XRD digunakan untuk membandingkan senyawa kompleks dengan reaktannya, FT-IR digunakan untuk mengetahui ligan yang terdapat dalam senyawa kompleks berdasarkan vibrasi ikatan dalam molekulnya. Analisis voltametri siklik digunakan untuk mengetahui potensi senyawa kompleks sebagai elektrode baterai ion kalium. Senyawa kompleks hasil sintesis berupa kristal ungu gelap kehjauan yang memiliki titik lebur 182-185°C dan bersifat ionik. Dua puncak pada spektra UV-Vis yang menunjukkan adanya transisi dari ion logam Cr3+. Analisis XRD dan EDX menunjukkan senyawa III berhasil disintesis, dengan rumus empiris K[Cr(C9H7N)2(SCN)2][Zn(SCN)4]. Analisis FT-IR membuktikan terdapatnya ligan kuinolin dan tiosianat di dalam senyawa kompleks. Analisis voltametri siklik menunjukkan bahwa senyawa kompleks dapat mengalami reaksi reduksi dengan potensial -0,55 volt

    Sintesis dan Karakterisasi Nanopartikel Seng Oksida menggunakan Ekstrak Kulit Pisang Raja, Pisang Candi, dan Pisang Hijau, serta Aplikasinya sebagai Antibakteri

    No full text
    AbstrakNanopartikel dengan berbagai macam bentuk telah diaplikasikan pada bidang kesehatan, pangan, dan teknologi karena kemudahannya berinteraksi dengan zat lain. Salah satu jenis nanopartikel  yang diminati peneliti ialah nanopartikel oksida logam. Nanopartikel oksida logam banyak digunakan karena daya tahan tinggi, stabilitas dan selektivitas tinggi, serta penggunaannya yang efektif. Hal ini menyebabkan berkembangnya metode – metode sintesis nanopartikel yang memiliki karakteristik diharapkan, seperti ukuran, bentuk, morfologi, dan cacat pada struktur kristal. Karakterisasi tersebut memengaruhi efek antibakteri. Salah satu fungsi dari nanopartikel seng oksida ialah sebagai antibakteri karena dapat menyebabkan kerusakan dinding sel, bahkan kematian sel bakteri. Pada awal tahun 1900, ekstrak tumbuhan dan jaringan tumbuhan mulai  digunakan dalam pengembangan nanopartikel. Salah satu jenis tanaman yang ekstraknya dapat dimanfaatkan dalam proses biosintesis nanopartikel adalah pisang. Kulit pisang (Musa sapientum) merupakan salah satu limbah yang mengandung senyawa fitokimia melimpah di alam. Kulit pisang mengandung senyawa fenolik dengan kadar tinggi yang dapat bertindak sebagai reducing agent dan capping agent. Capping agent  berfungsi untuk mencegah bertambahnya ukuran nanopartikel karena kemampuannya yang dapat mengikat nanopartikel, sehingga aglomerasi nanopartikel tidak terjadi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan yaitu (1) Mengetahui kandungan senyawa yang terdapat dalam kulit pisang raja, pisang candi, dan pisang hijau (2) Mensintesis nanopartikel seng oksida menggunakan ekstrak kulit pisang raja, pisang candi, dan pisang hijau, (3) Mengetahui karakteristik nanopartikel seng oksida hasil sintesis menggunakan kulit pisang raja, pisang candi, dan pisang hijau, (4) Mengetahui efektivitas nanopartikel seng oksida sebagai antibakteri.Penelitian ini terdiri dari beberapa tahap sebagai berikut: (1) ekstraksi kulit pisang, (2) uji fitokimia pada ekstrak kulit pisang, (3) sintesis nanopartikel seng oksida menggunakan ekstrak kulit pisang, (4) karakterisasi nanopartikel ZnO menggunakan XRD,  (5) uji antibakteri. Hasil yang diperoleh yaitu terdapat kesamaan difraktogram XRD dengan difraktogram standar JCPDS nanopartikel ZnO menggunakan ekstrak kulit pisang raja, pisang candi dan pisang hijau , ukuran kristal ZnO menggunakan ekstrak kulit pisang raja sebesar 33,2425 nm, dan ukuran nanopartikel ZnO menggunakan ekstrak kulit pisang candi adalah 23,5627 nm dan pisang hijau ialah 30,6059 nm, kulit pisang raja mengandung senyawa alkaloid, saponin, sedangkan kulit pisang candi mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan polifenol, kulit pisang hijau mengandung senyawa alkaloid, saponin, dan polifenol, dan adanya zona bening dengan diameter nanopartikel ZnO dengan ekstrak kulit pisang raja ialah 2,3256 cm, dengan kulit pisang candi adalah 1,495 cm dan kulit pisang hijau adalah 1,8589 cm.Kata kunci: nanopartikel seng oksida, kulit pisang raja, kulit pisang candi, kulit      pisang hijau, antibakteri

    Pengembangan Bahan Ajar Sifat Koligatif Larutan Berbasis Representasi Kimia Metafora Tetrahedral untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep

    No full text
    RINGKASANAnggit, Wahyu Rachmawati. 2019. Pengembangan Bahan Ajar Sifat Koligatif Larutan Berbasis Representasi Kimia Metafora Tetrahedral untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Endang Budiasih, M.S., (II) Dra. Hj. Dedek Sukarianingsih, M.Pd., M.Si.Kata Kunci : bahan ajar, sifat koligatif larutan, representasi kimia metafora tetrahedralIlmu kimia dikenal sebagai ilmu yang dapat menjelaskan mengenai fenomena alam. Salah satu materi kimia di SMA yang dianggap beberapa siswa sulit yaitu, sifat koligatif larutan. Berdasarkan beberapa hasil penelitian menunjukkan pemahaman siswa terhadap materi sifat koligatif larutan masih rendah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyediakan bahan ajar yang inovatif agar pembelajaran lebih bermakna dan siswa dapat memahami konsep kimia secara utuh. Bahan ajar tersebut bisa difasilitasi dengan berbasis representasi kimia metafora tetrahedral yang disajikan dengan melibatkan tiga tingkat representasi kimia (sub mikroskopik, simbolik dan makroskopik) serta aspek human element yang mengaitkan hubungan ilmu kimia dengan kehidupan sehari-hari. Bahan ajar juga dilengkapi dengan pertanyaan-pertanyaan yang dapat membantu siswa dalam mengkonstruk konsep. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar yang layak dan valid dengan judul bahan ajar sifat koligatif larutan berbasis representasi kimia metafora tetrahedral untuk meningkatkan pemahaman konsep.Pengembangan bahan ajar ini menggunakan model pengembangan bahan ajar Four-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan dkk., (1974: 5). Pengembangan bahan ajar dilakukan melalui 4 tahapan, yaitu define, design, develop, dan disseminate, namun pada pengembangan bahan ajar ini hanya dilakukan sampai tahap develop. Validitas dan kelayakan bahan ajar diperoleh dari data kuantitatif dan data kualitatif dari hasil validasi. Data kuantitatif diperoleh berdasarkan skor angket yang disusun dalam skala likert dan data kualitatif diperoleh berdasarkan komentar dan saran dari validator ahli yakni 1 dosen kimia dan 2 guru kimia SMA. Data kuantitatif dan kualitatif juga diperoleh dari uji keterbacaan yang dilakukan pada 10 siswa SMA Brawijaya Smart School Malang. Hasil pengolahan data digunakan sebagai acuan untuk merevisi produk, sehingga sebelum di lakukan uji keterbacaan bahan ajar telah direvisi berdasarkan saran dari para ahli.Hasil validasi yang dilakukan oleh validator ahli pada buku siswa diperoleh persentase rata-rata untuk  penilaian isi sebesar 85,18%, penilaian bahasa sebesar 86,67% dan penilaian penyajian sebesar 86,67%, sedangkan pada buku guru diperoleh persentase rata-rata untuk penilaian isi sebesar 85,18%, penilaian bahasa sebesar 86,67%, penilaian penyajian sebesar 86,67% dan penilaian perangkat pembelajaran sebesar 82,67%. Hasil uji keterbacaan yang dilakukan pada 10 siswa kelas XII diperoleh persentase rata-rata untuk penilaian tampilan sebesar 91,33%, penilaian penyajian sebesar 91%, penilaian manfaat sebesar 91,33%. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka bahan ajar ini sangat layak untuk digunakan sebagai sumber belajar pada pokok bahasan materi sifat koligatif larutan untuk siswa SMA/MA kelas XII.&nbsp

    Pengaruh Model Pembelajaran Argument Driven Inquiry (ADI) dan Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) terhadap Keterampilan Scientific Explanation Peserta Didik Kelas XI SMAN 1 Pandaan pada Materi Hidrolisis Garam

    No full text
     RINGKASANMunawaroh, Lailatul. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Argument Driven Inquiry (ADI) dan Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) terhadap Keterampilan Scientific Explanation Peserta Didik Kelas XI SMAN 1 Pandaan pada Materi Hidrolisis Garam. Skripsi. Jurusan Kimia. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Oktavia Sulistina, S.Pd., M.Pd., (II) Habiddin, M.Pd., Ph.D.Kata Kunci: ADI, POGIL, scientific explanation, hidrolisis garamTingkat literasi sains di Indonesia tergolong rendah. Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya literasi sains tersebut adalah kurangnya keterampilan scientific explanation yang dimiliki oleh peserta didik. Model pembelajaran ADI dan POGIL dapat melatih keterampilan scientific explanation peserta didik. Model pembelajaran ADI digunakan sebagai penyempurna dari model pembelajaran POGIL karena terdapat sesi argumentasi yang digunakan untuk melatih keterampilan scientific explanation peserta didik. Tujuan dari penelitian yang telah dilakukan yaitu untuk mengetahui kualitas dan perbedaan keterampilan scientific explanation peserta didik yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ADI atau POGIL pada materi hidrolisis Garam kelas XI SMA Negeri 1 Pandaan,Rancangan penelitiannya yaitu embedded mixed method. Penelitian kuantitatif menggunakan quasi experimental post test-only control group design. Populasinya adalah peserta didik kelas XI SMAN 1 Pandaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel pada penelitian ini adalah kelas XI MIA 1 yang dibelajarkan model pembelajaran ADI dan kelas XI MIA 2 yang dibelajarkan model pembelajaran POGIL. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes uraian keterampilan scientific explanation. Kualitas scientific explanation dianalisis deskriptif menggunakan rubrik yang diciptakan oleh Gotwals dan diukur tingkat kesepakatan antara dua interrater menggunakan koefisien cohen’s kappa. Data keterampilan scientific explanation dianalisis statistik dengan independent sample t-test menggunakan bantuan program SPSS 16.0 for windows.Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) Kualitas keterampilan scientific explanation peserta didik pada kelas ADI didominasi oleh level 4 dengan persentase 48,33% lalu level 3 dengan persentase 43,33%, dan level 2 dengan persentase 8,33%. Kualitas keterampilan scientific explanation peserta didik pada kelas POGIL didominasi oleh level 3 dengan persentase 52,50% lalu level 4 dengan persentase 25,83%, level 2 dengan persentase 20,83%, dan level 1 dengan persentase 0,83%.  (2) Terdapat perbedaan keterampilan scientific explanation peserta didik yang dibelajarkan model pembelajaran ADI dan peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model POGIL. Peserta didik yang dibelajarkan model pembelajaran ADI memiliki nilai keterampilan scientific explanation lebih tinggi daripada peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran POGIL.

    Identifikasi Miskonsepsi dan Pemahaman Algoritmik materi Elektrokimia di SMA Islam Al Maarif Singosari

    No full text
    ABSTRAKReidwika, Qonitinsyah. 2019. Identifikasi Miskonsepsi dan Pemahmana Algoritmik Materi Elektrokimia SMA ISLAM AL MA’ARIF SINGOSARI. SKRIPSI. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M.S.,(II) Drs. M. Shodiq Ibnu, M.Si.Kata Kunci: Miskonsepsi, Pemahaman Algoritmik, Sel Volta. Sel ElektrolisisMateri elektrokimia adalah salah satu materi kimia SMA yang sebagian bersifat abstrak pada materi ini mengandung tiga representasi yaitu simbolik, makroskopik dan submikroskopik. Hal ini menyebabkan timbulnya banyak potensi kesalahan pada materi ini contohnya penentuan batang elektroda mana yang menjadi anoda dan mengalami oksidasi ataupun batang elektroda mana yang menjadi katoda dan mengalami reduksi. Materi elektrokimia juga banyak memerlukan hitungan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman konsep dan algoritmik siswa SMA ISLAM AL MA’ARIF materi elektrokimia. Instrumen penelitian yang digunakan adalah 26 soal pilihan ganda dengan alasan terbuka dan juga wawancara. Dalam penelitian ini digunakan satu kelas sampel yaitu kelas XII IPA 2. Soal yang digunakan berjumlah 26 soal yang sebelumnya telah diuji validasi isinya oleh ahli dan diuji cobakan kepada siswa kelas XII IPA 1. Setelah divalidasi dan diujicobakan kemudian dihitung persen validasi isi, realibilitas, daya butir soal, tingkat kesukaran soal dan validitas butir sosl. Hasil validasi oleh ahli didapatkan rata-rata sebesar …%. Validitas butir soal dan reabilitas instrumen dihitung menggunakan SPSS 16.0 For Window.  Hasil uji coba didapatkan bahwa dari 30 soal , 4 soal tidak valid dan tidak digunakan dalam penelitian dan hasil uji reabilitas instrumen didapatkan reabilitas soal sebesar 0.919. Hasil penelitian menunjukan bahwa presentase siswa yang mengalami miskonsepsi adalah rendah dan pemahaman algoritmik siswa tergolong tinggi pada materi elektrokimia. Presentase rata-rata siswa yang menagalami miskonsepsi pada materi sel volta adalah sebanyak 6.2%. Sementara presentase rata-rata siswa yang mengalami miskonsepsi pada materi sel elktrokimia adalah 12%. Presentase siswa mengalami miskonsepsi terbesar pada materi sel volta adalah pada materi fungsi jemabtan garam dan konsep sel reaksi pada sel volta. Sedangkan presentase siswa yang mengalami miskonsepsi pada materi sel elektrolisis tertinggi adalah pada materi elektrolisis larutan dan elektrolisis lelehan yang menghasilkan gas pada kedua elektrodanya. Pada pemahaman algoritmik siswa yang  dapat menjawab dengan alasan yang benar soal algoritmik pada materi sel volta adalah tergolong tinggi dengan presentase rata-rata yaitu 85.0%. Pemahaman algoritmik tertinggi pada materi sel volta adalah pada menghitung potensial sel. Sementara pada soal algoritmik materi sel elektrolisis presentase rata-rata siswa yang menjawab benar tergolong tinggi yaitu 80.5%

    Pengembangan Instrumen Diagnostik Four-Tier untuk Siswa SMA pada Materi Hidrolisis Garam

    No full text
    RINGKASAN Winartiasih. 2019. Pengembangan Instrumen Diagnostik Four-Tier untuk Siswa SMA pada Materi Hidrolisis Garam. Skripsi. Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Habiddin, M.Pd., Ph.D (II) Oktavia Sulistina, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: pengembangan, pemahaman konseptual, diagnostik four-tier, hidrolisis garam Pemahaman konsep kimia dibangun dari pemahaman konsep-konsep sebelumnya dengan konsep baru sehingga konsep-konsep dalam kimia saling terkait satu dengan yang lain atau hirarkis. Materi pembelajaran kimia di SMA terdiri dari materi yang bersifat submikroskopik (abstrak), makroskopik (dapat dilihat dengan panca indra), dan simbolik (berupa simbol). Ketiga multirepresentasi tersebut sulit dipahami siswa secara seimbang, khususnya materi yang bersifat submikroskopik (abstrak). Salah satu materi kimia yang mencakup ketiga multirepresentasi tersebut adalah hidrolisis garam. Kesulitan siswa dalam memahami konsep-konsep kimia terutama konsep hidrolisis garam dapat mengakibatkan hasil belajar siswa rendah dan dapat menimbulkan kesalahan pemahaman. Apabila berlangsung secara konsisten akan menimbulkan miskonsepsi. Salah satu cara untuk mengetahui tingkat pemahaman dan miskonsepsi siswa adalah dengan menggunakan instrumen diagnostik. Namun, instrumen diagnostik yang dikembangkan sebelumnya masih terdapat beberapa kelemahan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen diagnostik four-tier dan menguji kelayakan dari instrumen yang dikembangkan. Pengembangan instrumen ini menggunakan prosedur yang dikembangkan oleh Habiddin dan Page (2019) yang mengadaptasi dari model pengembangan two-tier oleh Treagust. Prosedur penelitian dan pengembangan ini terdiri atas 6 tahapan yaitu 1) mapping concept, 2) testing and interviewing, 3) defining student’s unscientific ideas, 4) developing the prototype of a four-tier, 5) validating the prototype four-tier, dan 6) refining the final four-tier. Produk yang dihasilkan pada penelitian dan pengembangan ini adalah tes pilihan ganda empat tingkat (four-tier multiple choice diagnostic test) yang terkait dengan konsep-konsep pada materi hidrolisis garam sehingga dapat digunakan untuk mendiagnosis kesalahan konsep siswa pada materi hidrolisis garam, instrumen diagnostik four-tier disertai pertanyaan tingkat keyakinan (confidence rating) terhadap masing-masing jawaban (question tier) dan alasan (reason tier). Tes pilihan ganda empat tingkat (four-tier multiple choice diagnostic test) yang dikembangkan meliputi tiga multirepresentasi yaitu submikroskopik, makroskopik, dan simbolik disertai dengan skala tingkat keyakinan 1-5 yaitu hanya menebak, tidak yakin, moderat, yakin, dan sangat yakin. Berdasarkan hasil analisis validitas kelayakan ditinjau dari ranah kesesuaian butir soal terhadap materi, konstruksi, dan kebenaran konsepsi, diperoleh persentase sebesar 81,79% dan reliabilitas pada A tier, R tier, dan B tier masing-masing 0,764; 0,813; dan 0,851 dengan kategori sangat layak

    Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Inkuiri Terbimbing yang diperkaya dengan Augmented Reality pada Materi Alkana Kelas XI SMA/MA

    No full text
    RINGKASAN Shidqie, Siti Nazilatul F.A.M. 2019. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Inkuiri Terbimbing yang diperkaya dengan Augmented Reality pada Materi Alkana Kelas XI SMA/MA. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Munzil, S.Pd, M.Si., (II) Drs. Muhammad Su’aidy, M.Pd. Kata kunci: bahan ajar, augmented reality, inkuiri terbimbing. Berdasarkan fakta yang ada di lapangan, masih terdapat pelajar yang belum mampu untuk memahami dan mengaitkan hubungan di antara konsep-konsep makroskopis, submikroskopis, dan simbolik. Karena hal inilah, banyak pelajar yang mengalami kesulitan dalam memahami materi kimia, contohnya adalah materi hidrokarbon. Umumnya pelajar mengalami kesulitan pada bahasan konsep tata nama dan reaksi-reaksi yang terjadi pada tiap senyawa hidrokarbon. Proses pembelajaran yang monoton, tidak inovatif, dan pengajar yang berperan secara penuh menyebabkan pelajar kurang berminat mengikuti pembelajaran. Bahan ajar yang banyak tersedia cenderung hanya berbentuk tulisan. Selain itu, metode ceramah dan hafalan yang selama ini digunakan juga menambah faktor penyebab kesulitan memahami materi hidrokarbon. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah merancang bahan ajar yang menarik, berbeda dan terbaru. Bahan ajar yang baik adalah yan menggunakan strategi pembelajaran yang sesuai. Strategi yang dinilai sesuai dengan karakter pembelajaran kimia adalah inkuiri terbimbing. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan dan mengembangkan produk berupa bahan ajar berbasis inkuiri terbimbing yang diperkaya dengan augmented reality pada materi alkana kelas XI SMA/MA. Bahan ajar diharapkan dapat membantu proses pembelajaran agar berjalan lebih efektif dan efisien. Augmented reality ditambahkan untuk membantu dalam penggambaran objek-objek agar menjadi nyata (real). Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan Lee & Owens yang terdiri dari lima langkah. Kelima langkah tersebut, yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Pada pengembangan bahan ajar dan aplikasi, hanya dilakukan tiga langkah yaitu analysis, design, development, sedangkan langkah implementation dan evaluation tidak dilakukan karena keterbatasan waktu penelitian. Dalam penelitian ini dilakukan uji kelayakan, kevalidan, dan uji coba keterbacaan terhadap bahan ajar dan aplikasi augmented reality yang dihasilkan. Produk divalidasi oleh dua orang validator dan uji coba keterbacaan dilakukan kepada 20 orang siswa kelas XI-3 SMA Brawijaya Smart School Malang. Hasil validasi isi materi bahan ajar yang telah dilakukan oleh dua validator, didapat rata-rata bahan ajar sebesar 70,741 dengan kategori layak. Selain itu, hasil validasi media oleh satu validator didapatkan rata-rata media sebesar 86,4 dengan kategori sangat layak. Untuk uji coba keterbacaan terhadap 20 orang pelajar, didapatkan rata-rata sebesar 86,1 dengan kategori sangat menarik. Dari hasil ini, bahan ajar dan media augmented reality yang dikembangkan layak digunakan untuk pembelajaran, dan bahan ajar sangat menarik serta mudah dipahami oleh pelajar. Bahan ajar dapat menjadi alternatif penunjang yang membantu belajar mengajar berjalan lebih menarik

    Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 5E yang Dipadu Think Pair Share terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas XI SMA Negeri Sidoarjo pada Materi Larutan Penyangga

    No full text
    RINGKASAN Mabrurrroh, S.L.AN.N. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 5E yang Dipadu Think Pair Share terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas XI SMA Negeri Sidoarjo pada Materi Larutan Penyangga. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Fauziatul Fajaroh, M.S. (II) Dr. Siti Marfu’ah, M.S. Kata Kunci: Learning Cycle 5E yang dipadu Think Pair Share, hasil belajar kognitif, larutan penyangga Konsep-konsep larutan penyangga perlu dipahami siswa karena larutan penyangga erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, misalnya penyangga karbonat dalam darah, obat-obatan, dan lain-lain. Hasil penelitian dan wawancara menunjukkan bahwa pemahaman siswa dan hasil belajar siswa tentang materi larutan penyangga masih rendah. Diperlukan suatu proses pembelajaran yang berpusat pada siswa sehingga dapat menjadikan proses pembelajaran lebih bermakana dan meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu pembelajaran bermakna yang berpusat pada siswa adalah model pembelajaran Learning Cycle 5E (LC 5E). Namun, diskusi kelompok pada model pembelajaran LC 5E kurang berpola, sehingga dicoba dipadukan dengan model pembelajaran kooperatif yang berpola yaitu Think Pair Share (TPS). Penelitian ini bertujuan untuk melihat keterlaksanaan proses pembelajaran dari kelas dengan model pembelajaran LC 5E yang dipadu TPS (LC-TPS) dan LC 5E serta pengaruh model pembelajaran LC 5E-TPS terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas XI SMA Negeri Sidoarjo pada materi larutan penyangga. Rancangan Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan eksperimental semu dengan post-test-only-control group design. Pemilihan kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian adalah kelas XI MIA 3 yang terdiri dari 35 siswa sebagai kelas eksperimen (LC5E-TPS), dan kelas MIA 5 yang terdiri dari 34 siswa sebagai kelas kontrol (LC 5E). Instrumen perlakuan yang digunakan adalah Silabus, RPP dan LKS dengan hasil validasi terkategori baik. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah 20 butir soal pilihan ganda yang valid dengan nilai reliabilitas sebesar 0,84. Data keterlaksanaan pembelajaran dianalisis menggunakan analisis deskriptif, sedangkan data hasil belajar kognitif siswa dilakukan uji hipotesis dengan statistik nonparametrik yaitu uji Mann Whitney dengan bantuan program SPSS 15.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterlaksanaan proses pembelajaran kedua kelas terkategori terlaksana dengan sangat baik, yaitu 92,11% pada kelas eksperimen dan 90,78% pada kelas kontrol. (2) ada pengaruh model pembelajaran LC 5E-TPS terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas yang ditunjukkan oleh perbedaan rata-rata yang signifikan dari kedua kelas. Nilai ratarata hasil belajar kognitif siswa kelas eksperimen (85,43) lebih tinggi dari pada nilai rata-rata kelas kontrol (81,62). Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran LC 5E-TPS terhadap peningkatan hasil belajar kognitif siswa

    Pengembangan Instrumen Diagnostik Four Tier Untuk Mengidentifikasi Pemahaman Siswa SMA pada Materi Hidrolisis Garam

    No full text
    RINGKASAN Aziz, Anne Nailul. 2019. Pengembangan Instrumen Diagnostik Four Tier untuk Mengidentifikasi Pemahaman Siswa SMA pada Materi Hidrolisis Garam. Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Habiddin M.Pd., Ph.D., (2) Drs. Darsono Sigit, M.Pd. Kata Kunci: pemahaman, instrumen diagnostik four tier, hidrolisis garam Kimia merupakan salah satu mata pelajaran bersifat abstrak dan konseptual yang sulit dipahami siswa. Kesulitan dalam mempelajari konsep tersebut menyebabkan siswa mengalami miskonsepsi. Apabila siswa mengalami miskonsepsi maka siswa tersebut akan mengalami kesulitan untuk mempelajari materi berikutnya. Oleh karena itu diperlukan instrumen untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang dialami oleh siswa. Salah satu cara untuk mendiagnostik miskonsepsi yang dialami siswa melalui tes diagnostik four tier. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan instrumen tes diagnostik four tier untuk mengidentifikasi pemahaman siswa pada materi hidrolisis garam yang valid dan reliabel. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model penelitian yang diadaptasi dari metode pengembangan yang digunakan  Treagust (1988) pada pengembangan instrumen diagnstik  two tier  untuk mengembangkan tes diagnostik yang berfungsi untuk mengidentifikasi pemahaman. Metode pengembangan ini terdiri dari lima tahapan pokok: (1) mapping concept, (2) testing and interviewing, (3) defining students unscientific ideas (4) developing the prototype four tier (5) validating the prototype four tier, (6) refining the final four tier (Habiddin & Page, 2019). Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 1 dan MIPA 3 SMAN 1 Ngunut tahun pelajaran 2018/2019. Hasil validasi isi instrumen ini sebesar 81,74% dengan kategori sangat layak. Pengembangan instrumen ini menghasilkan 23 soal dengan yang valid dengan reliabilitas sebesar 0,883 pada A tier (jawaban pada tier pertama), 0,717 pada R tier (jawaban pada tier ketiga), dan 0,7985 (rata-rata jawaban pada tier pertama dan ketiga). Respon siswa terhadap instrumen ini yaitu siswa belum pernah mengerjakan soal diagnostik four tier, sehingga siswa diawal mengerjakan soal bingung, mengeluh karena soalnya berlembar-lembar, selain itu siswa juga asing terhadap soal dengan gambaran submikroskopik yang menyebabkan siswa kurang serius dalam mengerjakan soal instrumen ini

    0

    full texts

    1,785

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Kimia - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇